Evernight (Chapter 1)

Evernight (Chapter 1)

 

Cast : Kim Yuna, Oh Sehun, Do Kyungsoo

Genre : School, Romance, Mystery

Length : Multichapter

Author : yunhar

Notes* Cerita ini terinspirasi dari novel Evernight karangan Claudia Gray

 

Happy reading! No Plagarism! Stay tune and enjoy it!

Would you please give me a comment? It’s my pleasure J

Author POV

Kenapa aku harus terkurung dalam sekolah aneh ini? ini terlalu menyebalkan, aku tak tahan untuk tetap tinggal disini. Tapi, biar bagaimanapun orang tuaku bekerja di sekolah ini dan aku tak punya pilihan untuk menolak permintaan mereka kecuali aku kabur sebelum pembukaan sekolah besok.

“Iya aku harus kabur” tegas yeoja itu dalam hati.

Dia Kim Yuna gadis berusia 16 tahun yang sebentar lagi akan beranjak ke usianya yang ke 17. Dulunya dia tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah perkampungan kecil dekat busan tapi orang tuanya memutuskan untuk bekerja disebuah sekolah di seoul bernama evernight. Saat pertama kali ia mendengar akan pindah ke sekolah itu rasanya petir sedang menyambar dirinya, karena sekolah itu terkenal aneh dan sangat tertutup. Banyak orang yang mempertanyakan mengenai sekolah itu. Ada kabar yang mengatakan bahwa di sekolah itu dulunya makam orang-orang yang terlibat dalam perang korea utara dan selatan jadi terkenal cukup angker. Tapi entah mengapa tiap tahunnya populasi siswa di sekolah itu tidak pernah berkurang bahkan bertambah tiap tahunnya. Dan satu hal yang yuna sangat benci dari sekolah ini, sekolah ini mengharuskan siswanya untuk tinggal di asrama dengan bangunan layaknya kastil jaman dahulu kala. Padahal yuna sangat menginginkan kebebasan, walaupun berada di perkampungan kecil di dekat busan tapi baginya memiliki teman dan sekolah dengan bebas itu jauh lebih indah dari pada dikurung di bangunan tua yang menyeramkan dan dipenuhi oleh orang-orang bertingkah aneh.

Kim Yuna POV

Sebaiknya aku bergegas pergi, hari sudah mau menjelang pagi kalau tak segera kabur sekarang aku yakin eomma dan appa pasti akan menemukanku dan menahanku untuk tinggal di tempat aneh ini.

Malam itu aku segera berlari dari belakang asrama tempat eomma dan appa tinggal, yah semenjak mereka bekerja disini para guru juga di asramakan di tempat tersendiri. Berlari sekencang-kencangnya membawa ransel merahku yang penuh dengan makanan untuk persiapan jika aku kelaparan. Di belakang asrama itu ada hutan yang sangat gelap, aku tau jika aku masuk ke dalam hutan itu pasti aku akan tersesat tapi pilihan ku cuman jalan ini. Aku lebih memilih tersesat dalam hutan dengan bebas dari pada tinggal di tempat seperti ini.

“Mianhae eomma appa, anak mu ini benar-benar nakal tapi aku tau mau tinggal disini”

Aku memutuskan masuk ke dalam hutan, sambil terus berjalan dan menoleh ke kanan kiri aku ucapkan kata-kata berulang kali semoga tuhan melindungiku. Tiba-tiba ada sesosok bayangan yang sepertinya mengikutiku, ketika aku menoleh tak ada seorangpun tapi saat berjalan kembali bayangan itu terus mengikutiku hingga akhirnya aku memutuskan untuk……… LARIIIIIIIIIIII !!!!!!!

Hossh hossh hossh, napasku tak beraturan kurasa sebentar lagi aku akan pingsan…..

3………2………1……. Brak! Aku tak ingat apa-apa lagi

 

Sehun POV

Demi tugas yang harus ku penuhi aku terpaksa masuk di sebuah sekolah bernama evernight, apapun yang terjadi nanti akan ku usahakan yang terbaik demi tugas ini.

Malam sebelum pembukaan sekolah aku iseng mengelilingi sekolah itu, kurasa tidak cukup buruk juga, sekolah ini unik dan penuh dengan sejarah yang menganggumkan tapi orang-orang disini terlalu menjijikkan. Sambil terus mengitari evernight aku menemukan hutan di belakang asrama karena penasaran dengan suasana disana akhirnya ku putuskan untuk berjelajah sedikit lebih lama lagi padahalkan hari sudah mau menjelang pagi tapi rasa penasaranku tak terbendung lagi.

Ternyata dihutan ini juga tidak cukup buruk sebagai tempat menyendiri atau mengungkapkan segala kekesalan kita, karena tempat itu sangat sepi. Aku lanjut berjalan lebih dalam di hutan itu saat ku lihat seorang yeoja berjalan sambil menoleh kanan kiri seperti orang bodoh. Tapi tentu saja berjalan seorang diri di tengah hutan seperti ini sangat berbahaya apa lagi dia seorang yeoja. Lebih baik aku mengikutinya saja. Aku takut dia akan bertemu dengan hewan buas atau semacamnya, dia juga cukup lucu dan manis.

“Hah? SEHUN! Apa yang ko katakan? paboya kau kesini untuk tugas penting arasseo?” tegasku dalam hati

Aku terus berjalan mengikuti yeoja itu, ketika dia menoleh ke belakang aku bersembunyi sambil sesekali meliriknya. Sepertinya dia tak tau jalan, baiklah karena aku seorang namja tak seharusnya aku membiarkan dia sendirian di hutan yang menyeramkan ini. Tapi kenapa tiba-tiba dia berjalan lebih cepat bahkan dia lari.

“Tunggu, aku tidak bermaksud menakuti mu” Teriakku padanya

Tapi dia sudah berlari cukup jauh. Aku terus mengejar dalam kegelapan hutan itu, aku takut jika sesuatu terjadi padanya disini cukup berbahaya untuknya. Saat kulihat dia telah bersandar di sebuah pohon tiba-tiba tubuhnya ambruk dan aku segera berlari menahannya.

“Hey, kweanchana? Apa kau bisa mendengarku? Sadarlah…” kataku padanya sambil memeriksa keadaan tubuhnya. Sepertinya dia hanya kelelahan saja, yeoja ini sangat pemberani kagumku.

Aissss sehun ini bukan saatnya berpikiran seperti itu, sebaiknya aku membuat api unggun untuk menghangatkan tubuhnya.

 

Kim Yuna POV

Aku membuka mata perlahan, langit masih gelap dan dipenuhi oleh bintang. Aku baru tau ternyata malam itu sangat indah. Tapi tunggu, dimana aku sekarang? Terakhir aku pingsan di dalam hutan dan rasa hangat ini sepertinya ada yang sedang membuat api unggun.

“Kau sudah sadar?” Tanya namja misterius yang sepertinya sudah menolongku

“Ne, Nuguseyo?” Tanyaku kembali padanya

“Ah, sehun imnida aku murid baru dari evernight. Sepertinya kau juga bersekolah disana, tak mungkin kau bisa datang kesini kalau bukan dari sana iya kan?”

“Ah, anniyo aku aku… aku cuman tersesat disini” jawabku padanya tanpa menoleh sedikitpun

“Benarkah? Kau tak usah berbohong padaku, aku tau kau juga pasti murid baru dan kau tak suka bersekolah disana iyakan?”

“Yaaa! Dari mana kau tau semua itu?” Bentakku padanya

“Dari raut wajahmu sudah terlihat jelas, dasar yeoja pabo!” Ejeknya

“Yaa! Beraninya kau memanggilku pabo, kau pikir kau siapa? Baru kenal saja sudah seperti”

Bukannya sudah ku katakana namaku, OH SEHUN! Apa itu kurang jelas kalau aku ini siapa

“Tapi kau! Kau, ahhh nappeun namja!”

“Hey yeoja pabo, asal kau tau saja kalau bukan aku yang menolongmu kau akan dimakan binatang buas tadi”

“Berhenti memanggilku pabo, ara arasseo kamsahamnida”

“Kenapa kau ada disini dimalam hari dan sendirian?” Tanya sehun padaku

“Aku tidak ingin sekolah di evernight, orang-orang disana sangat aneh begitu juga bangunan dan metode pembelajarannya. Kenapa kita harus belajar cara menggunakan komputer, mesin cuci, bahkan alat pemanas ruangan? Apa itu tidak terlalu aneh bagimu? Kitakan sudah di dunia modern kenapa harus mempelajari hal itu segala -_-“

“Sepertinya kau tidak tau apa-apa, sekolah ini dipersiapkan dalam era globalisasi, jadi apapun yang kita pelajari didalamnya berhubungan dengan perkembangan global dan penemuan-penemuan yang sudah ditemukan oleh para ahli, aku rasa itu cukup hebat”

“Tapi, tetap saja aneh kenapa kita harus diasramakan dan juga kenapa tiap murid disini di bagi menjadi 2 tingkatan kelas atas dan kelas bawah, kelas atas untuk para orang-orang misterius dan kelas bawah yang aku rasa cuman orang biasa”

“Haha sepertinya kau betul-betul tidak tau apa-apa, kalau kau penasaran kenapa tidak mencoba belajar beberapa bulan saja jika kau tidak suka kau boleh kabur sesukamu. Lagi pula aku belajar kesini atas perintah dari ibuku, dulunya kakekku bersekolah disini tapi karena suatu peristiwa dia dikeluarkan dan tidak sempat menyelesaikan sekolahnya, dan untuk itu aku kembali untuk membuktikan bahwa kakekku tidak bersalah”

“Wah ceritamu betul-betul panjang -_-“

“Dari tadi kita mengobrol tapi tak sedikitpun kau menyebut namamu”

“Oh Ne, Kim Yuna imnida kau bisa memanggilku yuna”

“Baiklah yuna, ayo kita kembali ke sekolah aneh yang selalu kau bayangkan, Tenang saja masih ada aku yang menjadi temanmu jika kau tak punya teman”

“Mwo? Sejak kapan kita berteman?”

“Sejak kau menyebutkan namamu” sambil mengacak rambutku, kenapa jantungku berdetak cepat dan wajah ini kenapa rasanya panas seperti dibakar oleh api unggun ini.

“Ahhhhhhh Ottohkeeee?” Teriakku dalam hati sambil berjalan bersamanya kembali ke evernight.

Author POV

Karena hanya tidur beberapa jam, yuna merasa pusing dan tidak ikut dalam pembukaan sekolah. Sebenarnya tidak boleh, semua siswa harus ikut dalam pembukaan itu sakit ataupun tidak sakit tapi karena kedua orang tuanya adalah guru di evernight dan lagipula dia menginap di asrama kedua orang tuanya jadi dia diizinkan untuk tidak mengikuti pembukaan sekolah.

Setelah beristirahat beberapa jam, yuna akhirnya harus membereskan barang-barangnya untuk segera tinggal diasrama karena besoknya proses mengajar akan dimulai. Tak butuh waktu yang lama untuk membereskan semuanya karena yuna bisa kembali ke asrama orang tuanya jika ia lupa membawa sesuatu atau ingin mengambil sesuatu tapi tidak untuk menginap disini. Lagi pula setiap hari libur ia bebas untuk pulang kembali ke asrama orang tuanya.

Baiklah aku sudah siap menghadapi sekolah ini, Kim Yuna Fighting! Semangatnya dalam hati.

Dia berjalan menyusuri koridor asrama, di sekolah ini membedakan antara asrama yeoja dan namja, untuk namja berada di asrama utara sedangkan untuk yeoja di asrama selatan di bagian timur adalah kelas seluruh murid evernight, di barat asrama para guru dan pengurus penting sekolah ini termasuk kepala sekolah dan ditengah-tengah dari itu semua terdapat taman dan aula yang sangat besar untuk perayaan-perayaan di evernight seperti pesta musim gugur dan salju ataupun acara perayaan pensi tiap tahunnya.

Tapi seperti yang yuna sudah katakan sebelumnya sekolah ini dibagi atas 2 kualitas murid, kelas atas dan bawah. Menurut yuna kelas atas itu untuk para orang-orang misterius yang jika kau bertemu dengannya maka ia akan menatapmu seakan ia akan mengigitmu dan kelas bawah sepertinya layaknya kelas orang biasa tapi bagi yuna sendiri ia tak tahu berada dikelas mana.

Ia tiba di kamar asramanya “999” angka keberuntungan buatnya. Ketika ia membuka pintu ternyata sudah ada seseorang yang membereskan barangnya. Kamar itu tidak cukup luas hanya ada 2 tempat tidur bertingkat, sebuah lemari, meja belajar dan yah sebuah jendela besar yang memanjang kebawah tepat di depan meja belajar. Bisa kau bayangkan ruangan ini seperti kastil jaman dahulu kala.

Kim Yuna POV

HAI! Teriak yeoja berkacamata sambil merangkul pundakku yang baru saja masuk ke dalam kamar asrama.

“Annyeonghaseyo, Kim Yuna imnida kau boleh memanggilku yuna”

“Oh Ne, aku Park Cheri kau bisa memanggilku cheri” sambil menyodorkan tangannya kedepan untuk berkenalan dengan ku.

Yeoja ini sepertinya anak yang baik dan kurasa dia bukan salah satu murid kelas atas karena tatapannya seperti orang biasa saja. Sambil menyeretku masuk ia bercuap-cuap mengenai sekolah ini, dia bahkan senang sekali bisa bersekolah disini dan berharap bisa berteman baik denganku, What a different with me!

“Oh iya Yuna bolehkan aku memanggilmu noona, kurasa aku lebih muda dari mu”

“Ne, tentu saja” berusaha untuk ramah kepadanya

“Asssaa! Yuna Noona, wah aku sangat ingin punya noona dan sekarang aku punya nonna seperti mu, gomawoyo yuna noona”

“Ne Cheonmaneyo” balasku seikhlasnya (?)

Berhari-hari sudah aku bersekolah di sini, dan seperti dugaanku semula tak ada yang menarik dan tetap membosankan. Aku juga tak pernah bertemu dengannya Oh Sehun, namja itu tak pernah kelihatan sedikitpun. Apa dia menipuku? Mengatakan bahwa dia bersekolah disini hanya untuk membujukku kembali ke evernight tapi apa untungnya buat dia? Husssssssss *frustasi*

“Hey, yeoja pabo! Kenapa melamun sendiri disitu?”

Aku menoleh ke segala penjuru mencari asal suara itu, yaaaa! Itu pasti namja gila yang kutemui di hutan, dimana dia biar aku bunuh sekarang juga!!

“OH SEHUN! Kamu dimana? Jangan coba bersembunyi dariku, sekarang aku benar-benar marah denganmu”

Tanpa sulap tanpa sihir dia udah nongol di belakangku sambil menutup kedua mataku dengan tangannya.

“YA! Oh sehun apa yang kau lakukan? Hentikan aku tak bisa melihat”

“Baiklah 1….2….3” dia melepaskan tangannya dan memegang pundakku lalu membalikkan tubuhku berhadapan dengannya.

Deg..Deg..Deg Aigoo ada apa denganku? Sadar kim yuna orang ini orang terjahil yang pernah kau temukan. kau tidak mungkin menyukainya secepat itu iyakan? Iyakaaaaan? IYAAAAAAAAAAA! Pikirku sambil disambar dengan teriakan keras.

“Waeyo yeoja pabo? Apa dengan iya? Kau berpikir apa hah?”

“Ani aniyo, kau kenapa bisa muncul disini?”

“Kau lupa yah, aku kan sekolah disini juga?”

“Tapi Kenapa baru muncul sekarang hah? Kau tau kau sangat menyebalkan membiarkan aku sendiri di sekolah aneh ini setelah apa yang kau katakan beberapa hari yang lalu”

“Mianhae yuna, aku ada urusan sedikit setelah pembukaan sekolah aku segera kembali ke seoul karena eomma sakit dan baru sekarang aku kembali setelah keadaannya membaik, tapi kenapa mencariku? Bukankan disini banyak murid lain? Tak seharusnya kau hanya punya satu teman saja sepertiku kan”

“Iya tapi hanya kau yang kurasa cocok denganku, entah mengapa yang lain masih terasa asing dan sulit untuk membuka diri kepada mereka” Itu hanya ku katakan dalam hati tak mungkin sejujur itu kepadanya.

“Yuna! Kenapa kau melamun? Aku bertanya padamu, Wae?”

“Itu karena kau yang mengajakku kembali ke sekolah, jadi kau yang harus bertanggung jawab membuat nyaman untuk sekolah disini”

“Cih alasan apa itu, gak bermutu”

“Molla molla, pokoknya kau tidak boleh kemana-mana lagi mulai dari sekarang” kataku padanya HAH? Ottohke apa yang ku katakana tadi? Ahhhhhhh Yuna Paboyaaaa!

“Arasseo, aku tidak akan kemana-mana lagi puas?”

Sambil menunjukkan jempol ku aku berjalan mendahuluinya.

Sehun POV

Apa yang dikatakan yeoja ini? dia tidak ingin aku kemana-mana lagi? Apa maksudnya? Apa dia menyukaiku? Sudahlah bukan saatnya aku berpikir seperti ini, aku harus fokus untuk misiku ke sekolah ini.

“Arasseo, aku tidak akan kemana-mana lagi puas?”

Dia berjalan mendahuluiku sambil tersenyum senang, kurasa tak ada salahnya untuk menjadi temannya lagi pula dia beda dengan yang lain dia bukan orang yang menjijikkan seperti kualitas kelas atas.

“Sehun!” Teriak seseorang memanggilku dari belakang

“Ahh, Shindong-ssi!” Membalas teriakannya.

Aku berlari menemuinya, tanpa memperdulikan yuna yang berjalan mendahuluiku, dia pasti mencariku tapi nanti aku akan menyusulnya ada sesuatu yang ingin ku tanyakan dengan shindong, dan ini berkaitan dengan tugasku di sekolah ini.

“Kau dari mana saja sehun? Kita sekamar tapi seminggu ini kau tidak pernah muncul di evernight”

“Ah mianhae, shindong-ssi eomma ku sakit jadi aku pulang ke jeju untuk merawatnya tapi dia sudah membaik dan aku sudah disini sekarang. Kau tidak akan sendiri lagi di kamar iyakan?”

“Haha, baiklah sehun-ssi ah siapa ya kau temui tadi? Yeoja chingu mu ya?”

“Hah? Aniyoo, dia cuman yeoja pabo yang ku temui sebelum pembukaan sekolah”

“Oh ku kira dia pacarmu, tapi dia cantik lucu manis pula bolehkah kau mengenalkannya padaku?”

“Ya! Shindong! kau pikir aku ini biro jodohmu, aku tidak mau kau kenalan saja sendiri”

“Oh sehun, kau tidak usah membentakku baiklah kapan-kapan aku akan berkenalan dengannya, kau tidak marahkan?”

“Kenapa aku harus marah? Aku tidak marah sama sekali, dia itu bukan siapa-siapa” tegasku padanya

Tapi kenapa hatiku bertentangkan dengan apa yang ku katakan, walau bagaimanapun aku harus tetap fokus terhadap misiku.

“Eh aku ingin menanyakan sesuatu tentang kedatanganmu ke sekolah ini?”

“Baiklah, aku akan menjawabmu temanku yang paling baik”

“Kenapa kau ingin sekolah disini? Bukankah banyak sekolah diluar sana yang jauh lebih bagus dan tidak seaneh sekolah ini?”

“Bagiku sekolah ini tidak aneh tapi kau yang aneh, kau tahu banyak orang yang mengatakan diluar sana sekolah ini sangat keren bahkan semua orang berame-rame daftar disekolah ini tapi hanya beberapa panggilan balasan yang masuk di sekolah ini dan salah satunya adalah aku, bukan aku sangat beruntung?”

Orang ini ternyata lebih bodoh yang aku pikir, apa yang keren bersama orang-orang menjijikkan seperti mereka.

“Oh baiklah gomawoyo shindong-ssi, aku pergi dulu yah ada yang harus ku lakukan” melambaikan tangan sambil berlari jauh meninggalkannya. Kurasa aku perlu berbicara dengan yuna.

 

6 pemikiran pada “Evernight (Chapter 1)

  1. daebak buat author,^^ yuna baru kenal tpi udh suka sama thehun, di sini d.o blm muncul ya? Penasaran d.o karakterx kyak apa, ditunggu part selanjutnya,

  2. Ditunggu next chapternya author! ffnya beda dari yang lain jadinya seruuu. tapi aku mau benerin sedikit nih, kalo yeoja ngomong ke yeojayg lebih tua itu jadinya Eonni, bukan Noona. kalo noona itu panggilan namja buat yeoja yg lebih tua. oke maaf aku bawel-_-V keep writing!! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s