Serial 14106 (Sehun My Eternal Love)

Serial 14106

 [Sehun my eternal love]

Author             :  Nurul

 

Main cast         : Noona [aku] Oh Sehoon

 

Genre              : romantic

 

Length             : freelance [serial]

 

 

From Author: Typo dimana mana. Maafin kalo rada jelek ato nyesek. Komen perlu!

 

-00-

 

“Katakan. Katakan kata itu” seru Sehun. “sehun.. Oh sehoon,kau bercanda?” jawabku. “Kau tau aku tidak suka candaan!” sehun mulai menggenggam pundakku. Sangat erat. “Apa jika aku tidak mengatakannya aku akan mati?” tanyaku. “kau akan kehilangan hal yang sangat kau inginkan selama ini!” ucapnya. Dia,Oh Sehoon,seorang lelaki yang aku cintai. Sudah sejak 10 tahun lalu. Sangat lama. Dan dia baru menyadari cintaku 4 bulan lalu saat kami dipertemukan lagi. Sebagai calon tunangan.

 

“tidak akan. Aku tidak mau kau berbohong” ujarnya. Sehun,tolonglah.,jangan paksa aku untuk mencintaimu lagi. “Beberapa minggu lagi kita akan bertunangan” sehun melanjutkan perkataannya. DEG! Jantungku hampir meledak mendengar kata itu. “Kita tiidak akan bertunangan” kataku,bohong ?

 

“Lie. Hatimu berkata iya” . Aku mulai menangis. Dan memalingkan wajahku. “Memangnya kau tahu apa tentangku? Kemana saja kau selama ini? Apa kau tidak tahu kalau selama ini aku menunggumu.

 

Dan tiba tiba kita bertunangan? Lelucon konyol macam apa itu?!” kataku. “Kau sudah menunggu selama 10 tahun” kata sehun. “Ternyata kau sudah tahu kalau 10 tahun itu waktu yang lama” kataku. Sehun memelukku. Aku melepas pelukannya.

 

“Maumu apa?” sehun mulai jengkel padaku. “Batalkan pertunangan itu” ujarku. Kemudian menatap sehun,sehun masih terkejut. “Kau gila!” tidak cukup gila setelah aku bertemu denganmu Oh Sehoon. Namja sialan yang telah membuat jantungku sesekali meledak. Membuatku tersenyum senyum sendiri bagai orang gila.

 

Melakukan hal hal bodoh untuk menarik perhatianmu. Diejek,dimaki,dan dimusuhi para fansmu. Tapi yang membuatku bertahan adalah dirimu. Namun itu masa lalu.

 

-00-

 

Aku meringkuk di tempat tidurku. Sudah jam sembilan. Kepalaku sangat berat. “Oh sehoon sialan” desahku. Aku mengecek hape. Tidak ada sms dan telefon. Aku bangkit menuju dapur. Lihat betapa sepi rumah ini.

 

Aku duduk dan menikmati roti selai buatanku. Aku menangis. Apa yang selama ini kupikirkan? Selama ini aku hanya memikirkan bagaimana cara mendapat oh sehoon. Sekarang ketika aku sudah mendapatkannya,aku membuangnya. Dasar aku bodoh.

 

Ting tong.. bunyi bel rumah. Segera kuusap air mataku. Aku berjalan menuju pintu,ah rasanya berat sekali. “Si..apa”. aku terkejut dengan apa yang kulihat.

 

-00-

 

“Untuk apa kau kesini?” tanyaku pada Sehun. “Akhirnya aku menemukan apartemenmu” seru Sehun senang. Aku menendang kakinya. “Masuklah. Jangan buat ulah” kataku. Tapi sehun masuk terlebih dahulu. Dia menutup pintu dengan segera. Sehingga aku terdorong ke tembok,dan.. oh sehoon. Dia mengunciku!

 

“Kau tak bisa kabur lagi” . aku makin terdesak. Sehun benar benar mengunciku sekarang. “Jangan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan bodoh!”

 

Sehun menyeringai. Tuhan tolong jangan buatku suka dengannya lagi. Wajahnya sangat tampan. Dan aku tidak dapat berbuat apa apa.  Pipiku memerah.

 

Tiba tiba sehun melepas kunciannya. Dia memalingkan wajahnya. Dan menuju kamar mandi. Ada apa dengannya? Hey kenapa dia tau arah kamar mandiku. Sontak aku berlari menuju kamar mandi.

 

Kring..kring.. tiba tiba telfonku bunyi. Langkahk terhenti. Segera kuangkat telefon itu. “Iya Bi,kenapa?” tanyaku. “Besok kamu datanglah kerumah nenek” kata Bibi. “Baiklah” aku menutup telefon. Besok? Aku lihat kalender.

 

Hmmm rupanya besok. Gumanku.

 

“Ada apa?” sehun menghampiriku. Wajahnya basah. “Apa yang kau lakukan?” kataku. “Mengecek kamar mandimu” jawabnya. “Dasar untuk apa mengecek kamar mandi segala” ujarku. “Aku heran kenapa kau wangi sekali,rupanya shampoo dan sabunnyu aroma terapi. Pantas orang sepertiku menyukaimu”

 

Sehun menyebalkan. “Kau sudah selesai? Segeralah pergi”. Sehun melongo,dia malah berlari menuju dapur. “Hey!

 

Aku berlari menghampirinya.

 

“Rupanya kau suka makan roti juga” sehun mulai membuat roti isi. Aku duduk di dekatnya.

 

“Apa yang kau inginkan???” kataku. Sehun menunjukkan hp barunya. Kau mau pamer ya Oh Sehoon?!

 

“Aku minta nomor ponselmu” kata Sehun. “Cih. Enak saja” aku menyembunyikan handphoneku.

 

“Yasudah” sehun memeriksa hpnya. Mencari sesuatu. Kringg kringg hpku bunyi. “Halo” kataku. Tidak ada jawaban. Aku lihat sehun tersenyum.

 

“Aku tidak memaksamu memberikan nomor hpmu. Tapi aku selalu mengkhawatirkanmu. Jadi apa boleh buat” katanya.

 

“Bagaimana kau bisa tau nomer hpku?” tanyaku. “I’m your stalker :p lagi pula aku akan menjadi suamimu. Tidak perlu merahasiakan apapun” katanya lalu tersenyum lembut.

 

Seakan waktu berhenti saat itu juga.

 

Sehun menatapku. Tatapannya kelewat lembut. Aku memalingkan wajah. “Be..sok jangan kesini,karena aku akan pergi” kataku.

 

“Memang ada apa?” katanya. Aku tidak menjawab.

 

Sehun mengecek hpnya. “Rupanya besok hari peringatan orang tuamu” . aku kaget. Sehun menatapku iba.

 

“Pembunuh” desahku,berusaha agar sehun tidak mendengarnya.

 

“Perlu aku antarkan? Kau harus membeli beberapa buah kan?” tanyanya. Aku menggeleng.

 

“Baiklah,sepertinya aku menganggu disini. Lebih baik aku pergi”katanya.

 

-00-

 

Diluar, sehun tertunduk di tangga koridor rumah.

 

Flashback

 

Sehun menguap. Dia sangat ngantuk hingga tidak begitu memerhatikan jalan. Dia sedang menyupir. Sangat ceroboh,tapi mau bagaimana lagi. Tidak pulang? Atau menunggu supir pengganti? Sangat membosankan.

 

Di persimpangan. Sehun melaju kencang karena lampu hampir merah. BRAKK. Dia bertabrakan dengan mobil dari arah lain. Dan di mobil itu ada orang tuaku. Mereka meninggal ditempat. Sedangkan sehun,rupanya kawan ayahnya menemukannya tergeletak.

 

Dia mengganti plat mobil dan menyelamatkan sehun dari situ. Kisah ini seakan hilang. Sehun sepertinya hilang ingatan. Dan aku baru mengetahui yang menabrak kedua orang tuaku adalah oh sehoon ketika salah seorang saksi mata terkejut melihat sehun datang bersamaku.

 

Dia berkata bahwa dia juga melihat sehun di lokasi kejadian. Aku tidak percaya. Apakah sehun adalah pengemudi  mobil itu? kejadiannya sudah 4 bulan yang lalu.

 

Dan aku yakin dialah yang menabrak orang tuaku.

 

Flasback end

-00-

 

Pagi harinya aku bersiap siap ziarah ke makam ayah dan ibu. Aku tak tahan ingin menangis. Aku sudah membuang mereka selama ini. Yang kupikirkan hanyalah sehun. Sehingga orang tuaku tidak begitu kuperhatikan.

 

Aku berlajan menuju halte bus. Semenjak orang tuaku meninggal. Aku jadi terbiasa pulang pergi menggunakan bus.

 

Tapi entah mengapa selama ini aku tidak pernah menyesal dan membenci Oh Sehoon. Padahal dia sudah membunuh orang yang sangat aku sayangi. Apa berarti cintaku ke orang tuaku tidak sebesar cintaku ke sehun? Sangat mustahil!

 

Aku melamun sepanjang perjalanan. Rumah nenek di Daegu. Aku memilih tidur.

 

“Noona” aku seperti mendengar suara sehun. “Noona!” dan akupun bangun. Oh sehonn! Dia ada di sampingku.

 

“Mau apa kau? Kenapa kau bisa disini?” tanyaku. Sehun hanya diam dan mensandarkan bahunya.

 

Sehun seakan tak acuh dengan pertanyaanku. Sejak kapan dia ada disini???

 

Aku mengecek hp,sudah pukul 09:30. Padahal aku mulai tidur sejak masuk bis ini. Jangan jangan dia sudah lama disini? Apa yang dia lakukan padaku. Aku menggeleng geleng tidak percaya dan mulai menjaga jarak.

 

“Noona,jangan salah paham dulu” ujarnya seakan bisa menebak pikiranku. “Kau sangat mencurigakan Oh Sehoon” ujarku. Dia hanya tersenyum.

 

-00-

 

Dua jam di perjalanan membuatku sangat capek. Aku kemudian memesan taksi secepatnya. Agar sehun tidak mengikutiku.

 

“Tidak perlu repot repot nuna” kata sehun. Dia menghampiriku bersama.. mobilnya?

 

“Apa apaan ini..” aku pun semakin bersemangat memanggil taksi.

 

Sehun yang jengkel segera menarikku ke dalam mobil.

 

“Jangan buatku kesal Sehun!” tidak ada respon. Sehun malah menarik sabuk pengaman kursiku dan menguncinya.

 

“Aku mau kamu selamat” sehun menatap polos. Aku tak tahan. Aku jadi sedih teringat orang tuaku. Kasus mereka tersebar karena kesalahan mereka yang katanya lalai tidak menggunakan sabuk pengaman. Konyol.

 

Di perjalanan,tidak ada suara. Aku jadi salah tingkah. KRUYUK.. oh tidak perutku berbunyi. Sangat keras.

 

Aku diam kaget,sedangkan sehun? Dia tertawa. “Hahaha Kau belum makan? Mau jajan dulu?” tawarnya. “Tidak perlu,nanti aku terlambat” jawabku. Berusaha tenang. Sehun pun sepertinya tau dan melanjutkan perjalanan.

 

-00-

 

“Sudah sampai” kata sehun. “Aku juga tau kalau sudah sampai” kataku. Sehun membukakan pintunya. “Bagaimana kau tau rumah nenekku?” tanyaku. “Sinyal GPRS” jawabnya. Apa alat itu yang bisa membuatmu menemukanku?!

 

Aku berjalan ke rumah nenek. Kemudian berbalik. “Oh Sehoon terimakasih atas tumpangannya!” seruku sambil tersenyum. Dia balik tersenyum. Senyum yang indah,pikirku.

 

-00-

 

“Kau baru datang?” tanya bibi. “Upacara akan segera di laksanakan. Kau bersiaplah”. Aku berjalan menuju halaman belakang. Yaitu makam keluargaku. Aku mulai melakukan serangkaian upacara. Membakar dupa dan lainnya.

 

Setelah itu keluarga kami bersama sama meminum sake. “Bagaimana kuliahmu?”tanya nenek. “Tidak ada masalah apapun” jawabku. “Aku dengar dari bibimu kau akan segera bertunangan. Baguslah,aku tidak akan merepotkan aku lagi”.

 

Nenekku. Adalah salah satu orang yang membenciku,bukan keluargaku. Ibuku dulu hamil diluar nikah. Dan akhirnya ayah menikahi ibuku. Nenekku mulai membenci ibuku sejak awal. Sehingga nenek tidak begitu memperdulikan keluargaku.

 

“Aku harap pria yang menjadi pasanganmu kelak tidak bernasip seperti ayahmu” nenekku melanjutkan. Kali ini aku tidak bisa diam,aku menatap tajam ke arah nenekku. “Kau,memang selamanya bukan keturunan Kim” nenekku marah. Aku menyikapinya dengan dingin. “Jadi begitulah pemikiran kunomu nek. Selamanya kau tidak akan pernah terbuka pada orang asing” ujarku. Seluruh keluargaku tersentak. “Ku..kurang ajar!”

 

Aku meninggalkan rumah nenek. Bibi menyusulku,”besok bibi akan ke rumahmu” katanya. Aku tersenyum. Hanya bibilah yang selama ini baik terhadapku.

 

-00-

 

Aku berjalan lunglai ke halte bus. “Appa Umma.. sepertinya nenek masih membenciku. Aku juga ingin berkumpul dengan kalian lagi”.

 

Aku menyadari satu hal. Aku di daegu. Sejenak aku ingin berkunjung ke SD ku. Aku naik taksi ke SD. SD ku yang sangat kurindukan. Dimana setiap jam 12 terdengar bunyi lonceng gereja.

 

Aku berkeliling. Ah aku jadi ingat,disinilah aku pertama bertemu dengan Sehun. Dia adik kelasku,jadi sampai sekarang memanggilku Noona.

 

“Noona!”

 

Deg

 

“Noona!!” aku menoleh ke belakang. Omo.. it;s Sehun!

 

Dia sedang bermain dengan anak anak TK yang kebetulan dekat sini. “Ayo bermain” dia menarikku.

 

“Baiklah kita akan bermain peta umpet dengan Noona ini!” seru sehun. dia terlihat sangat tertarik. Dan juga anak anak itu.

 

“Baiklah kita main gunting-batu-kertas” sehun memulai aba-aba.

 

-00-

 

Aku bersembunyi. Sering sekali melirik agar tidak ketahuan sehun. iya dengan gayanya yang polos sehun lah yang jaga. Nyatanya tempatku bersembunyi sekarang tidaklah jauh dari tempat sehun.

 

Aku menengok lagi,dan ternyata sehun sudah tidak ada. Aku kaget kemana dia? Aku kembali ke semak dan sebuah jari telunjuk telah mengunci mulutku.

 

“Noona jangan berisik” katanya. Sehun?! kenapa dia ada disini?!!

 

Tangan sehun mulai memegang pohon belakangku. Kakinya mengunciku. Dan tangan kirinya mengangkat daguku. He begin to kiss me.

 

-00-

 

“Aku lapar!” seruku tak tahan. Sehun segera membelokkan kemudinya kerumah makan dekat situ.

 

“Mau makan apa?”tawarnya. aku memilih milih makanan yang ada di buku menu. Kemudian aku menunjuk gambar makanan yang kurasa enak. Sehun mulai mencatat nama makanan itu.

“Kau tidak pesan makanan?”

 

“Aku sudah kenyang” ujarnya, “Ayolah temani aku makan!” pintaku.

 

Sehun balik dan menulis pesanannya,aku tersenyum.

 

-00-

 

Sesudah makan,sehun mengajakku pergi ke taman bermain,tapi aku menolak. Aku ingin pulang.

 

“Tidurlah,kurasa kau sangat lelah” aku menoleh ke sehun. dia sangat serius mengemudi. Bagaimana mungkin dia menabrak orang tuaku. Ahh akhirnya aku menguap.

 

-00-

 

Aku terbangun. Dan aku sudah ada dikamarku. Kepalaku pusing sangat pusing. “Sehun? sehun dimana?”kataku. lalu mulai mencari di sekeliling rumahku. Tidak ada.

 

Sebenarnya rumah ini hanya bagaikan kost. Sempit namun nyaman. Tidak ada tv,jadi aku biasa menghabiskan waktu dengan membaca.

 

TING TONG. Aku menuju arah suara. Dan mendapati bibiku sudah ada disana.

 

“Terimakasih” kata bibiku setelah aku menawarinya secangkir teh.

 

“Begini,sebaiknya kamu tidak berkunjung ke rumah nenek lagi”. Aku menatap bibi tajam. “Lalu untuk makam, nenekmu bilang akan memindahkan makamnya ke pemakaman umum di daerah seoul” . aku kaget. Namun tidak bisa bicara apa apa.

 

“Emm baiklah. Bibi hanya ingin menyampaikan itu. oh ya pria yang akan menjadi tunanganmu kau sudah bertemu dengannya?” kata bibi. “Sudah” jawabku singkat. “Haha bagaimana? Tampan kan? Namanya siapa,bibi lupa. Ahn Younghan kan?”

 

Aku tersentak. Ahn Younghan? Bukan Oh Sehoon?

 

“Kenapa? Kau malu?” tanya bibi memastikan kondisiku. “Ahn Younghan?” ujarku. “Iya,kenapa nadamu bertanya seperti itu? dia tampan kan?”.

 

“Bukan Oh Sehoon?” kataku. Bibi kaget.

 

“Oh Sehoon? Bukannya dia sudah..” aku berlali keluar rumah. Bibi semakin panik. “Apa apaan ini? Oh Sehoon? Bukankah oh sehoon selama ini..” bibi lagu mengecek hpnya.

 

-00-

 

Hari demi hari telah berlalu. Semenjak kejadian itu,telefon dari bibi tidak pernah kujawab. Hari ini,rencananya aku akan fiting baju dengan sehun. betapa bahagianya aku. Sehun yang selama 10 tahun ini kucintai akhirnya bisa menjadi milikku. Aku tidak peduli dia pembunuh atau bukan. Yang terpenting aku akan menikah dengannya.

 

“Noona!” panggil sehun. aku tersenyum dan menuju mobilnya. Sepanjang perjalanan pun kami bercanda terus. “Silahkan nona” pegawai itu mulai menawarkan beberapa gaun yang cocok untukku. Sehun menyuruhku mencoba gaun yang terakhir. gaun warna putih,sangat indah namun roknya se paha. Sedangkan kakiku T_T

 

“Ahh sehun kau bisa memilih yang lain?” kataku. Sehun tersenyum. Senyumnya bagai malaikat. “Cobalah,baru kau bisa berkomentar”.

 

Akhirnya aku memakai gaun itu. aku keluar,dan seluruh pandangan tertuju padaku. “Nona kau sangat cantik”puji pegawai . “Lihatlah” sehun menuntunku ke kaca. Waw. Aku tidak percaya ini aku.

 

-00-

 

“Sehun kita mau kemana lagi?”tanyaku. sehun hanya tersenyum sambil terus mengendarai. Lalu dia mengarahkan mobilnya ke.. pemakaman. “Apa apaan ini sehun?” sehun membukakan mobil dan menuntunku. “Kenapa ke makam?” aku terus bertanya dan sehun tidak menjawab. “Ini” Sehun menunjuk sebuah makam didepanku.

 

Dimakam itu tertulis jelas. OH SEHOON.

 

Aku kaget “Appa apaan ini?” bicaraku mulai gagap. Sehun-seseorang didepanku- mulai membuka wignya. “Selama ini aku bukan sehun,aku Ahn Younghan”. Aku tidak dapat berkata apapun. “Kau mungkin sudah dengar dari bibimu bahwa kita akan segera bertunangan”. “Tapi kenapa? Kenapa kau berpura pura sebagai sehun?”

 

“Ceritanya. Sehun adalah penyebab kedua orang tuamu tewas. Dia menyadari itu. dan dia berusaha bagaimana caranya agar dia dapat membalas perbuatannya itu. akhirnya setelah dia tau rupanya kau menderita sakit jantung,diapun mendonorkan jantungnya untukmu. Tapi polisi menolak karena sama saja tindakan bunuh diri,akhirnya dia menabrakkan dirinya sendiri,dan polisi memperbolehkan jantungnya diambil. Untukmu. Dan kau tau selama ini sehun telah menyukaimu. Makannya ia sangat menyesal karena membuatmu menderita”

 

“Bagaimana kau bisa tau? Siapa dirimu?” “Aku adalah seorang pendeta ajaib,sehun pernah bercerita padaku. Dia memintaku untuk membahagiakanmu. Akhirnya setelah tau sehun meninggal,aku menguburnya. Namun arwahnya aku kendalikan. Sehun yang selama ini bersamamu adalah arwahnya. Hanya kamu yang dapat menyadari sehun dan anak kecil” tutupnya.

 

Aku menunduk kemudian menangis di pusara putih Sehun. terimakasih atas cinta sesaatmu Oh Sehoon. Dan kini aku akan menikah dengan pria titipanmu. Aku akan mencintainya seumur hidup. Aku menoleh ke pria bernama Ahn Younghan itu. dia tersenyum. Senyumannya seperti oh sehoon. Kami berpelukan.

 

END

 

 

 

Huaa :DDD akhirnya selesai juga nih FF *lap keringat* ini FF serial jadi nanti bakalan adalagi. Oh ya maksut judul 14106 itu.. pecahkan sendiri XD

Wait me readers~ mumumu /cipok satu satu/

 

Iklan

4 pemikiran pada “Serial 14106 (Sehun My Eternal Love)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s