Twins (Prolog)

Author: minnieasmilkyway

Title: Twins (Prolog)

Main Cast: Xi Luhan, Seo Ahra, Seo Ahri

Genre: Romance, Family, Drama

Length: Multichapter

– oOo –

-Author PoV-

 

“Hosh… Hosh..” yeoja itu terus berlari dalam kegelapan. Nafasnya yang kini terengah-engah tidak membuatnya berniat untuk menghentikan larinya.

 

Dari arah lain, terlihat seorang namja yang terus menerus mengetatkan jaketnya. Berjalan sambil mendengarkan lagu dalam keheningan malam. Sampai akhirnya ia terbawa oleh lagu yang didengarnya dan mulai memejamkan mata sambil bersenandung pelan.

 

BRUUUUK.

 

Suara saling menghantam membahana dalam keheningan. Mereka berdia saling bertabrakan.

 

“Mianhada” ucap yeoja tersebut sambil membenarkan jaketnya tanpa sekalipun melihat ke arah namja yang ditabraknya.

 

Sementara, namja yang ditabrak tersebut hanya kaget sambil melihat wajah yeoja tersebut dengan teliti. Dengan cepatnya, yeoja tersebut mulai berdiri dan melanjutkan aktivitas larinya tanpa ada niatan membantu namja yang masih terduduk di tempat mereka bertabrakan tadi.

 

Tidak berapa lama kemudian, namja tersebut mulai berdiri sambil melihat ke arah dimana yeoja tersebut berlari dan kini telah hilang dari pandanganya.

 

Saat namja tersebut hendak melanjutkan perjalanannya, ia melihat seorang namja yang nampaknya sedang mengejar yeoja yang tadi bertabrakan dengannya. Tapi, namja itu tidak ingin mengetahui lebih lanjut tentang siapa mereka.

 

-Ahri PoV-

 

Tok.. tok..

 

Aku terus mencoba mengetuk pintu rumah dengan tergesa-gesa. Bodoh, eonni mengunci rumah jam segini. Well, aku tahu ini sudah jam 10 malam. Tapi, bisakah eon memberiku toleransi padaku? Sedikit saja. Beberapa menit kemudian, pintu terbuka dengan Ahra eon yang berada di baliknya.

 

“Omo!!” serunya saat tubuhku dapat ia lihat secara keseluruhan.

“Eonni..” lirihku sambil terus memegangi bagian tubuhku yang terasa sakit.

“Gwenchanayo?” tanyanya dan aku hanya mengangguk sambil memaksakan senyumanku.

 

Ahra eon membawaku menuju sofa di ruang tengah dan menyuruhku untuk duduk. Sedangkan ia berjalan menuju ruangan lain untuk mengambil kotak P3K.

 

“Kau ini benar-benar mengkhawatirkan. Apa yang telah kau perbuat barusan? Apa kau mencari gara-gara?”

Aku hanya menunduk, ‘Ani.. Aku dikejar oleh seseorang”

 

Ahra eon mengarahkan kapas yang sudah diberi obat merah ke arah sudut bibir kiriku. Aku hanya dapat meringis pelan. Iapun menyuruhku untuk memegang kapas tersebut.

 

“Tidurlah” ucapnya datar sambil merapikan isi dari kotak P3K .

 

Aku hanya menuruti perkataannya dan mulai beranjak dari sofa. Aku melepas kapas tersebut dan membuangnya. Diobati atau tidak, rasanya hasilnya akan sama saja. Luka ini pasti akan sembuh dengan sendirinya.

 

Aku benar-benar tidak menerima perlakuan namja itu. Ia datang lagi dalam kehidupanku. Hal itu, aku benar-benar tidak bisa menerimanya dan membuatku kesal!!!

 

Waktu itu, aku sempat memergokinya berciuman dengan musuh bebuyutanku sendiri. Jelas saja aku kesal bukan main. Hal itu membuatku tidak bisa memendam emosiku sendiri dan akhirnya menampar mereka berdua.

 

Aku sudah berniat untuk melupakan kejadian itu. Namun, nmaja tersebut malah semakin gencar untuk mendapatkanku kembali. Bahkan tidak dengan cara halus. Cara kasarpun, ia mampu untuk melakukannya.

 

Luka yang berada di sudut bibir kiriku ini contohnya. Ia menciumku dengan kasar. Akupun mengelaknya dan beginilah jadinya.

 

– o O o –

 

Saat bangun, aku merasakan bahwa kepalaku sangat pening. Mungkin aku terlalu banyak pikiran semalam, sehingga tidurkupun tidak tenang karenanya. Akupun pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan gosok gigi. Kemudian, akupun pergi ke dapur untuk membuat roti.

 

Saat itulah, aku melihat Ahra eon sudah terduduk manis dengan laptop kesayangan dihadapannya. Dari raut wajahnya, aku dapat menyimpulkan bahwa ia sedang senang. Atau mungkin ia sedang dilanda kegilaan yang membuatnya tersenyum-senyum sendiri seperti itu.

 

Ahra eon yang melihatku hanya terdiam lalu menyuruhku untuk bergabung dengannya. Kemudian, ia menceritakan bahwasanya ia mendapatkan teman kencan yang tidak kuketahui darimana asalnya(?).

 

“Bagaimana? Dia ganteng kan?” Tanya Ahra eon seolah meminta pendapatku.

 

Aku menatap wajah yang terpampang jelas di monitor laptop milik Ahra eon. Aku tersenyum dalam hati. Akhirnya Ahra eon memiliki pacar juga.

 

“Yaaaak! Jangan tersenyum-senyum seperti itu! Jangan bilang kau menyukainya” ucap Ahra eon. Ah, dia salah pengertian terhadap ekspresi wajahku.

 

Akupun menjauh dari monitor dan merebahkan punggungku di sofa. Ia menatapku kembali dan aku hanya memandangnya tanpa ada kecurigaan sama sekali padanya.

 

“Ahri-ya, Eon ingin meminta bantuan padamu”

Mendengarnya berkata begitu, akupun langsung memasang telingaku dengan baik, “Eon ingin meminta tolong apa?” tanyaku.

“Tolong gantikan aku berkencan…”

 

TBC-

– oOo –

Iklan

11 pemikiran pada “Twins (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s