Home In Your Eyes (Chapter 1)

Title:  Home In Your Eyes

Author:  Park Hye Ra

Cast:

–       Huang Zi Tao

–       Mok Jii woo or Lee Ji woo or Woo Ji or Jije

–       Oppadeul Suju

Genre: Romance, Married Life, Gaje

Length: TwoShoot

Disarankan ndengerin lagu nya: Greyson Chance – Home In Your Eyes

Ji woo POV

“Ji woo pokok nya kau harus menikah dengan anak teman appa minggu depan”

“Appa? Kenapa harus aku kenapa tidak yang lain saja?”

“Kau pikir anak appa ada berapa? Kau ini putri tunggal kami satu satu nya”

“Ne, appa tapi aku masih ingin menjadi direktur di perusahaan ayah dan melanjutkan karir ku”

“Andwee, kalau tidak perusahaan kami akan bangkrut, appa juga berhutang pada almarhum ayah nya, bahkan saat ia meninggal ia memberikan wasiat kepada istri nya untuk menikahkan kau dengan anak nya sudah percayalah”

“Lalu siapa nama namja yang kira kira akan menikahi aku?”

“Huang Zi Tao, dia adalah sahabat kecil yang selalu kau inginkan dulu, kau selalu mengajak nya untuk menikah, sekarang menikahlah dengan nya”

“Mwo?! Tao? Huang Zi Tao apa aku tak salah dengar?”

Brakk

Aku berlari keluar rumah sambil menggebrak pintu. Ini masih pagi kenapa appa selalu membuat mood ku hancur pada pagi hari? Ahh.. iya aku lupa memperkenalkan diriku. Aku   Mok Ji woo. Yah, seperti yang kalian tau aku adalah direktur di sebuah perusahaan ternama di korea. Nama nya Mokyoung corp. Kalian tau aku adalah putrid tunggal satu satu nya keluarga ini tapi kenapa aku harus berakhir dengan perjodohan apa aku harus menikah dengan namja yang tidak aku cintai? Aku mendapatkan gelar ku pada umur ku yang ke 22 tahun. Memang aku memiliki IQ yang rata rata tinggi. Bukan nya aku sombong aku hanya ingin memberi tahu kalian saja. Aku hidup di keluarga yang berada. Dan This My Life Love …

Sebenarnya pagi ini aku ingin bekerja tapi hari ini aku gagal karena appa telah membuat mood ku hancur total. Tiba tiba saja aku langsung diberi tahu minggu depan aku harus menikah apa kalian tidak kaget jika pagi pagi waktu nya orang berangkat kerja lalu dikagetkan berita yang nyata itu menyangkut masa depan ku?. Appa itu memang egois seenak nya sendiri bisakah dulu ia memeberi tahuku? Dan memikirkan nya. Mobil ku kupacu dengan kecepatan lebih. Ku belokkan mobil ku kearah Sungai Han.

“Uhh.. disini segar sekali jika pagi hari. Kenapa tidak terpikir oleh ku dari dulu saja.. appa sungguh benar benar keterlaluan”

Tiba tiba ada sesosok namja yang membawa kopi tak sengaja mengenai jas bewarna putih kuambil.

“Aishh!! Kau ini cish menyebalkan sekali..!! aish jas kerjaku aish dasar namja babo!!”

“Eits kau memanggilku namja babo?”

“Ne, namja babo aduh sekarang bagaimana ini jas kerjaku aku akan kembali bekerja”

“Kau tahu aku ini siapa?”

Ia langsung saja menarikku pergi ia menggandeng tangan ku. Kulihat para yeoja dibelakang nya sedang mengejar nya. Apa benar dia seorang artis kurasa tidak mungkin. Cish keterlaluan sekali apa dia tidak tahu hari ini aku sedang badmood.

“Cish.. kau ini kita mau kemana? Aku bahkan tak tau namamu”

“Sudah diam saja!!”

Ia mengajak ku ke tempat sepi. Dan ketika ku tahu dia membuka kacamata dan syal nya aku ingat persis wajah nya. Seperti sosok malaikat yang aku kenal waktu kecil. Dan aku masih ingat persis kejadian nya.

Tao POV

Kring.. terdengar nyaring bunyi suara dari handphone Tao.

“Yeoboso?”

“Tao, eomma mohon kau harus kembali ke Mokpo.”

“Kenapa Eomma?”

“Seperti nya kali ini eomma harus mengeluarkan wasiat dari ayah mu.”

“Apapun asal demi ayah aku akan melakukan nya eomma. Sebutkan isi wasiat itu”

“Berjanjilah pada eomma kau akan melakukan nya” kali ini eomma ku sedikit terisak. Eomma? Apakah dia sakit. Tuhan, lindungi eomma ku.

“Kepada anakku Tao. Saat sudah tiba saat nya nanti kau harus mengerti kenapa appa akan melakukan ini. Tao appa harap kau selalu sehat dimanapun kau berada. Appa sangat minta maaf kepada mu jika appa ada salah dengan mu. Appa selalu menyayangi mu. Appa ingin permintaan appa kau penuhi. Appa ingin kau menikah dengan Mok Ji woo. Appa tahu ini berat. Tapi appa Ji woo yang telah membantu appa saat dulu kita masih susah. Terus lanjutkan karir mu. Jaga eomma mu baik baik. Jangan buat dia kecewa atau menangis gara gara kau. Eomma pasti akan selalu menjagamu sepanjang waktu. Jangan pernah kau sakiti eomma mu. Eomma dank au adalah jantung appa. Dan sekarang tiba waktu nya appa untuk melepas isi jantung ini padamu nak. Berbahagialah” tak terasa di pagi buta seperti ini eomma membacakan surat wasiat dari appa yang isi nya sangat mengharukan. Memang benar kini saat yang tepat untuk aku menangis. Aku harus menikahi pilihan appa. Dan aku akan berbakti dan berjanji pada appa.

“Baik eomma. Tao akan melakukan nya.”

“Tao mian eomma harus rela sahabat mu kau nikahi.”

“Gwencahana eomma. Lagi pula aku sudah menyukai nya sejak kecil. Nanti sore jemput eomma di mokpo. Lalu kita sama sama melamar Jiwoo arraseo?”

“Ne eomma”

Tuut… tuut…

Aku keluar kamar. Kulihat hyung hyung ku sudah siap di meja makan nya masing masing. Mereka tampak terkejut melihat mata ku sembap.

“Kenapa Tao? Apakah eomma mu menelepon lagi?” Tanya kawan yang selalu berada di sebelah ku dan raja nya yadong. Dia hyukjae atau lebih bisa disebut

“Ne, dia akan menikahkan ku dengan Mok Ji woo”

“Baguslah, dia kan putri tunggal grup mokyoung kan?.” Tanya kembali sang leader yang kini sedang duduk di sebelah kyuhyun.

“Ne, tapi kan itu sahabat ku? Apa aku berhak untuk menikahi nya? Dia adalah yeoja kedua setelah eomma ku yang sangat aku sayangi dan cintai dulu.

“Oppadeul aku berangkat dulu” kata sang magnae yang memecah suasana.

“Baiklah aku akan menenangkan diri di sungai han saja.” Aku bergegas pergi dari dorm untuk ke sungai han.

Skip Actions

Kenapa aku ingat wajah yeoja ini? siapa yeoja ini? seperti nya aku kenal. Bak bidadari yang selalu menyinari bumi. Wajah nya saat marah sangat lucu. Dia? Apakah dia? Benarkah?

“Ehm, mianhae noona aku mengajak mu disini. Mianhae sudah mengotori baju mu noona. Dan sekarang bolehkah aku mengetahui nama mu?”

“Cish baiklah gwenchana. Aku Mok Ji woo dan kau?”

“Mwo?! Kau tak tahu aku? Aku adalah member super junior apakah kau tak mengenal nya?”

“Ani..”

Jawaban nya polos sekali. Apakah dia tak tahu jika aku Huang Zi Tao member super junior? Dia Mok Jiwoon seperti nya nama itu sangat familiar di telinga masayarakat korea tentang perbisnisan.

“Aku Huang Zi Tao, dan tadi fishy yang mengeja ngejar ku”

“Mwo Huang Zi Tao? Apakah kau Huang Zi Tao yang dari Mokpo?”

“Kau tahu?”

“Aku Mok Ji woo. Aku Woo Ji. Kau biasa memanggilku dengan nama terbalik. Dan biasa nya kau memanggilku Jije. Dulu aku sangat gendut. Kau ingat?”

“Jije? Benarkah itu kau”

Aku langsung memeluk nya. Ternyata benar itu dia. Wajah nya senyum nya. Masih teringat jelas di wajah ku. Jije. Jije. Jije. Orang yang ku cintai selama ini dan aku berhasil menemukan nya. Rasa nya ingin sekali air mata dari pelupukku ini keluar. Rasa bahagia yang kualami saat ini sangat berharga. Tuhan memang adil. Ia mengambil ayah ku dan imbalan nya aku dipertemukan oleh Jije. Tuhan terimakasih.

“Jije kau sangat cantik. Aku tak mengira. Kau sekarang sangat cantik”

“Jinjayo?  Gomawo Taonnie”

Aku berusaha meraih tangan nya kulihat kalung itu. Dia masih memakai nya. Kalung yang terbuat dari kain yang bandul nya terbentuk dari logam (Readers bayangin aja kalung yang di dream high) berbentuk orang. Itu adalah kalung kami. Kalung yang aku beli saat di paris. Khusus untuk nya.

“Kau masih memakai kalung itu?”

“Ini satu satu nya yang tersisa dari mu.”

“Aku juga memakai nya” aku mulai mengeluarkan kalung yang sudah dari kecil ku jaga dan ku pelihara. Aku sangat amat mencintai kalung ini.

“Jadi minggu depan kita akan menikah? Taonnie?”

“Aku tak pantas untuk mu. Kau bisa mendapat yang lebih baik dari aku Jije. Aku tahu aku sayang padamu. Tapi kau terlalu berharga untuk kumiliki. Setelah eomma ada kau pengisi hati.”

Dia sekarang mulai meraih bahuku. Dan mendekatkan nya pada tubuh nya. Seperti nya dia mulai terharu oleh ucapan ku tadi. Apa itu terlalu berlebihan? Kurasa aku berbicara sesuai isi hati ku saat ini. Memang dia bak seorang mutiara yang susah mendapatkan nya. Yang tak ternilai harga nya. Dia akan menjadi bagian dari hidup ku yang akan datang. Kuharap dia mau menerima ku. Bidadari ku Jije tunggu aku di altar nanti. Kali ini dia berbicara di bahuku. Dan aku berusaha untuk merangkul nya.

“Tao – ya aku percaya padamu. Aku akan menjadi pendamping setia mu. Dulu aku sangat mencintai mu. Bahkan kau ingat aku pernah berkata aku akan menikahi mu? Itu cita cita ke dua ku setelah aku ingin meneruskan perusahaan appa. Aku akan selalu menghargai suami ku nanti. Meskipun berkerja sesibuk apapun, aku pasti akan setia untuk menanti nya. Aku akan selalu memberikan morning kiss untuk suami ku nanti nya. Entah siapapun orang nya. Karena dia adalah alasan ku untuk bernafas karena siapapun yang akan menjadi suamiku akan menjadi tameng bagi ku. Aku harus menghargai nya lebih dari apapun. Dia tak ada bandingan nya kecuali dengan tuhan. Hiks hiks hiks”

“Jije.. Neomu  saranghae”

“Oppa… nado saranghae.. cause my home is in your eyes. Cause my home is you.”

Skip cast (cerita nya udah ngelamar dan oarng tua Jije udah setuju dan mereka nikah)

Seminggu kemudian.

Ji Woo POV

Kurapihkan kembali sarung tangan yang melekat di tangan ku. Ku lihat kaca didepan ku memantulkan diriku yang sebenar nya. Masa depan ku sekarang sudah ada di tangan sahabat ku yang kini telah menjadi suami ku. Sahabat yang tak akan habis cinta nya hanya untukku. Terdengar suara ketukan pintu dari sudut ruangan. Terdengar suara namja tua yang berusia sekitar 40 tahun, tengah berdiri di depan pintu dengan memakai tuxedo hitam nya dan tersenyum gembira kearah ku wajah nya sangat berseri dan sedang menggandeng pasangan nya mereka sangat serasi. Baru kulihat appa dan eomma tersenyum seperti ini.

“Apa kau sudah siap?”

“Ne, appa aku sudah siap”

“Baiklah ayo keluar acara nya akn segera dimulai”

“ne appa”

Tao POV

Ku lihat sekilas pemandangan di sekitar ku. Terlihat bidadari kecil yang gendut kini menjadi bidadari yang sangat cantik dia tinggi kulit putih nya sangat pantas unutuk di katakana sebagai matahari karena putih nya bahkan sangat menyilaukan. Leher nya yang jenjang menambah kesan sexy yang diperlihatkan. Hari ini adalah hari bersejarah untuk kami. Terus kurasa suasana yang memebeku. Dia kelihatan sangat cantik. Dengan rambut warna hitam nya yang terurai bebas. Menggunakan heels yang tak terlalu tinggi.

Kini tangan nya telah ku genggam. Kuarasakan tangan nya begitu dingin. Kugenggam erat tangan nya agar tangan nya hangat kembali. Aku mencoba menganggukan kepalaku untuk meyakinkan nya.

“Kedua mempelai sudah siap?”

“Kami sudah siap”

Baiklah perjanjian suci ini akan segera di mulai

Untuk mempelai pria Huang Zi Tao

“Apakah Huang Zi Tao sanggup menjaga istrimu Mok Ji woo sampai ajal menjemput nya. Dan setia akan terus menjaga nya?”

“Ya, saya bersedia”

“Dan Mok Ji woo apakah kau sanggup menjaga suamimu Huang Zi Tao sampai ajal menjemput nya dan setia akan terus menjaga nya?”

“Saya bersedia”

“Saya nyatakan kedua pasangan sah menjadi suami istri”

Senyum tak henti henti nya menghiasi wajah jije yang sekarang berubah marga nya menjadi Lee Ji woo. Senyum bak bidadari itu akhir nya muncul lagi. Tanpa terasa ia mulai meneteskan air mata nya. Dia merasa sedih atau teharu sih menikah dengan ku? Aku sangat menghawatirkan nya.

“Kenapa menangis? Jangan menangis ini kan hari pernikahan kita”

“Aku menangis karena ini hari sangat membahagiakan untukku. Aku tidak tahu jika pendamping ku adalah sahabat yang sangat aku cintai dulu nya. Tao oppa neomu saranghae”

“Nado neomu saranghae”

“Baiklah untuk kedua mempelai waktu nya kini untuk berciuman sepasang suami istri tempat kami persilahkan”

`Ya!! Suara mic nya keras sekali merusak suasana saja. Istriku ini sedang bahagia kenapa diganggu, dasar MC tidak berguna merusak suasana hati saja`

Perlahan ku miringkan kepalaku dan mengatur nafas terlebih dahulu. Kupandang kedua manik mata nya yang bewarna hitam itu sedang mengeluarkan air mata. Tampak jelas di mata nya tersirat nada kebahagiaan. Bibir ku kini telah menempel dengan bibir nya. Aku tak tahu apakah ini rasa nya berciuman? Karena jujur ini firstkiss ku. Aku bahkan belum pernah merasakan kebahagiaan sebahagia ini. (Plak~ Gimana tho? Author bingung sendiri). Perlahan aku mulai bisa menyesuaikan diri oleh bibir nya. Mulai ku gigit bibir bawah nya. Dia pun membalas nya. Ciuman ini walau sebentar tetapi terasa hangat dan begitu menyentuh. Cinta. Hanya dengan satu kata bisa mengartikan seluruh perasaan ku saat. Semua karena cinta. And cause home is in your eyes

~TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “Home In Your Eyes (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s