Cause, I’m Gengfans (Teaser)

Title : ‘Cause, I’m Gengfans

Genre : Friendship, Family, Love, Romance (maybe)

Main Cast : Xi Luhan EXO, Wu Fi Fan (Kris) EXO, Kim JoonMyun (SuHo) EXO, Oh SeHun EXO, Park ChanYeol EXO, Zang YiXing (Lay) EXO, Cho RiHyun (OC), Tan HanGeng Super Junior, Lee SungMin Super Junior, Cho KyuHyun Super Junior

Support Cast : Lee HyunBi (OC), All member of SuperJunior & EXO

Author : RistaMania

Length : Series

Rating : PG-15 (?)

Disclaimer : All casts in this ff are belong to God, but this story (ff) is mine

—-

“Panas sekali hari ini.” Keluhan itu meluncur dari bibir seorang perempuan yang tengah berjalan keluar dari sebuah ruangan yang menjadi ruang kelasnya.

Perempuan itu membuka kancing paling atas dari kemeja yang ia kenakan sekarang itu. Perempuan berambut pendek tak menyentuh pundak itu berada di sebuah negara yang terkenal akan pulau Bali-nya itu. Sebuah negara tropis yang memiliki bendera berwarna merah-putih. Sebuah negara bernama Indonesia.

“Kenapa kau keluar, Rista?”. Sebuah suara terdengar di kedua kupingnya. Perempuan itu menengok saat merasa salah satu nama yang ia miiki itu disebut.

“Yack, panggil aku RiHyun!”. Perempuan itu-RiHyun-membalikan badannya, menghadap teman perempuannya yang langsung mempoutkan bibirnya mendengar RiHyun meninggikan suaranya itu.

“Kenapa aku harus memanggilmu RiHyun, eoh? Sekarang kita berada di Indonesia, dan kau pun memiliki nama Indonesia. RiHyun itu hanya nama Koreamu” jawab perempuan yang rambutnya dikuncir kuda itu.

PLAK. RiHyun mendaratkan sebuah jitakan di kepala perempuan itu membuatnya mendengar sebuah rintihan kecil. RiHyun melipat kedua tangan. “HyunBi, aku ini bukan orang Korea…”.

“Tapi, ayahmu orang Indonesia, bukan?”. Perempuan yang dipanggil HyunBi itu langsung memotong ucapan RiHyun yang belum selesai itu. “Dan, HyunBi itu nama Koreaku. Panggil aku dengan nama asliku, Emi.”

Okay, Emi” jawab RiHyun. Dia memajukan kepalanya dengan menatap Emi serius. “Lalu, panggil aku dengan nama asliku, Cho RiHyun. Rista hanya nama yang aku gunakan untuk belajar di sini. Itu pun paksaan dari appa-ku.”

Emi yang mendengar celotehan RiHyun itu pun hanya dapat mempoutkan bibirnya. “Terserah.”

“Aku bosan.” RiHyun bersuara seraya berjalan mendekati bangku panjang yang berada di depan kelasnya. Ia duduk di sana, diikuti oleh Emi yang kini sudah duduk di sampingnya.

“Nyalakan saja notebook-mu!” usul Emi. “Biasanya juga begitu, bukan?”.

“Apa yang harus aku lihat?”. RiHyun melontarkan pertanyaan pada Emi seraya menengok ke perempuan yang umurnya lebih muda darinya itu. “Aku tidak membawa flashdisk-ku.”

“Loh, bukankah videovideo-mu ada di notebook-mu? Kau tidak memindahkannya kemana-mana, aku rasa.” Emi bersuara. Namun, perempuan itu lebih terdengar berbicara sendiri dari pada berbicara dengan RiHyun. “Bukankah tadi kita melihat EXO bersama-sama di notebook-mu?”.

“Hah.” RiHyun tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menghela napasnya mendengar Emi bersuara seperti itu, atau karena mungkin mendengar nama boyband baru itu disebutkan. Ia menerawang jauh ke depan. Tidak mempedulikan Emi yang terus bersuara, menceritakan semua tentang boyband yang terdiri atas 3 huruf itu.

—-

Hyung, aku rasa kita butuh seorang manager lagi” ujar seorang namja yang mendekati namja lainnya yang tengah duduk di sebuah sofa.

Siapa pun yang melihat perawakan kedua namja itu pun tau bahwa mereka berdua adalah orang Korea. Dan, itu memang benar. Kedua namja itu memang orang Korea, atau lebih tepatnya Korea Selatan. Kini mereka berdua atau lebih tepatnya bersama keempat teman mereka lainnya sedang berada di ruang tunggu, mereka menunggu giliran mereka tampil. Memang mereka adalah seorang artist, atau lebih tepatnya boyband rookie. Sebuah boyband yang diberi nama EXO. Dan, mereka berenam adalah member dari salah satu sub-group boyband tersebut. EXO-K.

“Memang kenapa?” tanya namja yang dipanggil ‘hyung’ tadi yang memiliki nama panggung SuHo itu. Namja itu menengok ke arah namja yang menjadi magnae dari sub-group mereka sekaligus magnae dari EXO juga.

Magnae yang memiliki nama lengkap Oh Sehun itu menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal itu. “Mollayo, aku merasa butuh saja. Bisakah hyung menyampaikannya ke Soo Man seonsaengnim?”.

SuHo terdiam. Dia memutar matanya bingung. Dia bingung harus menjawab apa, karena alasan yang diberikan oleh SeHun tidak masuk di akal.

“Aku juga merasa kita butuh manager lagi, hyung.” Salah satu dari empat member lainnya yang dari tadi sibuk dengan kesibukannya masing-masing itu kini ikut dalam pembicaraan antara leader dan magnae itu. Seorang namja dengan nama panggung D.O itu berjalan mendekati leader dan magnae yang menatapnya itu. Ia duduk di samping sang leader. “Aku dengar manager hyung ingin meminta cuti, hyung.”

“Kalau begitu Soo Man seonsaengnim pun pasti akan mencari penggantinya, bukan? Kita tidak perlu memintanya sendiri, pasti akan dikasih” ujar SuHo yang membuat D.O atau pun SeHun memutar otaknya kembali.

Manager hyung akan cuti? Berarti kita akan kedatangan manager baru?”. Tampaknya pembicaraan tentang manager itu juga terdengar oleh tiga member lainnya. Dan, namja paling tinggi itu bersuara. Namja bernama lengkap Park ChanYeol itu menjadi pusat perhatian kelima member lainnya.

Setelah menerawang cukup lama, ChanYeol menatap member lainnya satu per satu. Kemudian, ia tersenyum lebar, setelah itu bersuara. “Mungkin akan enak, jika manager kita itu adalah antis kita, eoh?”. Sontak kelima member lainnya membelalakan kedua mata mereka mendengar apa yang diucapkan oleh tiang listrik itu.

—-

Malam sudah tiba, namun perempuan itu belum menghentikan aktifitasnya dari tadi. Perempuan yang tidak lain adalah RiHyun itu terus menerus menatap layar notebook-nya yang berada di depannya. Kini dia berada di dalam kamarnya. Ia memang masih tinggal bersama orang tuanya, meski ia sudah kuliah. Namun, rumah ini hanya ditempati olehnya sendiri. Karena, kedua orang tuanya itu tengah berada di luar kota. Sementara kakaknya, dia tidak tau kakaknya berada di mana. Yang ia tau tentang kakaknya hanya satu, yaitu kakaknya sedang kuliah entah di mana. Dia tidak tau, dan dia tidak mau tau.

Kini perempuan yang hanya ingin dipanggil nama Koreanya itu tengah membaca kembali artikel yang terpampang di layar kaca notebook-nya entah untuk keberapa kalinya. Mungkin sudah seratus kali, dia membaca artikel yang sama. Ia masih memastikan bahwa artikel yang ia baca itu memang benar.

“YACK!!!”. RiHyun berteriak sekencang-kencangnya. Ia duduk dari tempat tidurnya. Ia melepaskan dengan kasar earphone yang ia pakai, melemparnya asal di atas tempat tidur. Lalu, ia menghempaskan tubuhnya dengan kasar di atas tempat tidurnya itu.

“YACK!!!”. Kembali, perempuan itu berteriak seraya mengacak-acak rambutnya.

RiHyun terus berteriak dan mengacak-acak rambutnya tanpa henti. Namun, setelah beberapa menit ia melakukan hal yang sama, ia pun berhenti. Ia segera bangkit ke depan notebook-nya lagi. Kembali, ia membaca artikel yang sama. Dan, kali ini hanya sekali. Tidak diulang seperti tadi lagi.

“Hah.” RiHyun menghela napasnya berat. Kemudian, ia kembali menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya lagi. Ia menutupi kedua matanya dengan tangan kanannya. Memberikan warna hitam kepada matanya tanpa perlu memejamkan matanya.

“Aku tidak boleh menjadi fans-nya. Aku membenci mereka. Aku membenci mereka. Ya, aku membenci mereka. Aku hanya mencintai gege-ku saja. Bukan mereka” gumam RiHyun tanpa sadar.

Hening. RiHyun tidak bersuara sama sekali, setelah gumaman itu. Tidak. Ia tidak tidur. Ia tetap terjaga dengan warna gelap menghiasi kedua matanya yang cantik itu. Namun, keheningan itu musnah saat ia merasakan iPhone-nya yang berada di dekatnya itu bergetar. Segera ia mengambilnya, membaca pesan masuk itu.

“YACK, ABEOJI, APA YANG BERADA DI OTAKMU, HAH?”.

“YACK, JINJA, ABEOJI TUA, KAU RESE!!!.”

“YACK, ABEOJI BAU TANAH, KENAPA KAU SEENAKNYA MENYURUHKU?”.

Dan, malam itu pun dilewati RiHyun dengan berteriak, mengutuki seseorang yang ia panggil ‘abeoji’ itu.

—-

Annyeong haseyo, joneun Rista imnida. Selama ini saya buat FF series yang cast utamanya tuh SuJu, tapi kali ini saya pengin nyoba buat FF series yang cast utamanya tuh EXO. Diharapkan comment, sarannya ya, karena jika tidak, mungkin tidak akan saya lanjutkan*maksa^^

Dan, mungkin saya akan lebih cepat mempublish FF ini di blog saya. Jadi, jika ada yang tertarik, silahkan berkunjung ke blog saya*promosi^^

www.ristamania.blogspot.com

Gamsahamnida ^_^

1024×768

Normal
0

false
false
false

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

LET THIS DIE

Title             : Let This Die

Author         : Chiisooyeon

Rating                    : PG+15

Lenght         : Oneshoot

Genre          : Love Story,sad,romance,drama….

Main Cast    :

Byun Baekhyun               (Exo K)

Shin Heemi                      (oc/you)

Kim Joonmyun/suho        (Exo K)

Summary     :

Kehadirannya selalu membawaku kembali kemasa lalu yang begitu indah di saat bersamanya. Kini kehadirannya datang dengan senyum yang mungkin sedikit berbeda karena sosok lain yang menggantikannya. Di tempat ini aku akan selalu mengenangmu. Saranghaeyo yongwonhi….

Nb               :

Salam sejahtera *dilempar bakiak*…. Bertemu dengan author baru di sini, kali ini author mempersembahkan fanfic pertama author.

Oyaa jangan lupa setelah baca,suka,langsung comment… yang gak mau comment silahkan tidur saja,yang suka comment silahkan berikan commentnya^^,boleh dalam bentuk saran,maupun kritik yang membangun….no bashing yang bashing silahkan pergi jauh2 ke hutan…dilarang copy paste..tolong hargai kerja keras author…bagi yang merasa ada kemiripan cerita mohon dimaklumi karena ini ide 100% hasil imajinasi milik author….daripada dengerin bacot author yang kayak gilingan kopi,silahkan dibaca fanfic dibawah ini…. CEKIDOT!!!! ^^b  *KIBAS2 PONI*

Author pov

Di tengah padang rerumputan kering di pinggiran sebuah hamparan bunga dalileon seorang yeoja terduduk di salah satu kursi kayu tengah melemparkan pandangannya pada secarik kertas soft pink yang isinya begitu membuat semua pikirannya meredup alhasil pada seretan kosa kata yang ia baca tertulis jelas akan alasan seorang namja yang begitu ia cintai harus pergi tanpa bisa kembali lagi di saat ia dan namja itu akan menempati rumah baru untuk mereka tinggal bersama. Suasana musim dingin begitu menusuk setiap batas lekuk celah kecil pada kulit mulus yeoja tersebut seakan dirinya sangat membutuhkan kehangatan akan sebuah pelukan yang bisa menghangatkan dirinya. Pelukan yang seharusnya ia dapatkan dengan sentuhan cinta yang begitu ia rindukan. Ia memejamkan matanyamerasakan kehadiran sosok itu seolah tersenyum kearahnya dengan lengkungan lesung pipi yang menandakan ciri khas dari sosok itu,bahkan uluran tanganya begitu nyata seolah ia menyuruh yeoja itu untuk datang menghampirinya melepas rasa rindu.

Tempat yang dulu sering mereka habiskan bersama sama kini menjadi saksi bisu atas janji yang seharusnya heemi pegang indah bersama namjachingunya kim joonmyun atau lebih sering dipanggil suho. Suho yang begitu ia rindukan harus pergi di saat rintikan hujan pertama pada musim dingin di kota seoul datang. Kini setelah 3 bulan berlalu bayangan itu tak bisa pergi dari fikiran heemi. Bahkan yeoja itu akan terus menyebut nama suho walau orang yang di panggilnya tak akan pernah datang menyambutnya dengan celotehan canda guraunya yang dulu sering ia lontarkan untuk yeoja tersebut.

 

******

 

Heemi pov

Bisakah malaikat mempertemukanku dengan suho untuk terakhir kalinya? Walau akan sangat berat untuk melepasnya, setidaknya rasa rindu ini dapat berkurang dihatiku. Meskipun mataku tak dapat melihatnya namun hatiku dapat merasaknya. Senyuman itu, senyuman yang begitu ku tunggu. Senyuman yang sudah 3 bulan hilang begitu saja dari pandanganku meninggalkan sedikit goresan kerinduan yang semakin tak dapat kutahan setiap aku mengingatnya. rasanya sangat menyakitkan, aku tak tahu harus apa yang bisa kulakukan.menjadi yeoja tegar walaupun nyatanya hatiku masih menginginkan kehadirannya saat ini bersamaku. Bisakah aku saat menyentuhnya?. Setiap kata rindu yang ku ucapkan adalah harapanku untuk bisa bersamamu lagi oppa… waktu tak akan kembali ke awal,tak bisa diulang dari awal, andai aku adalah malaikat yang bisa membawamu kembali ke dunia ini.

FLASHBACK–à

“jangan berkata seperti itu!!”

“whae? Kenapa kau benar-benar takut jika aku akan pergi? aku hanya mengatakan jika seandainya saja…” ucap seorang namja saat ia sedang tertidur di pangkuanku dengan posisi ia meletakkan kepalanya di pahaku menikmati suasana damai dari atas bukit dalileon tempat biasa kami menghabiskan waktu bersama setiap hari di tempat ini.

“bagaimana kau bisa mengucapkan kata-kata itu?” kataku hampir menangis.

“aisshh..uljima,kau ini cengeng sekali…!” katanya kemudian bangkit dan menghapus air mataku.

“oppa…” panggilku pelan padanya.

“hheemm…” gumamnya.

“jika kau ikut bersamaku,siapa yang akan menjaga baekhyun?” jawabnya dengan suara pelan yang nyaris tak terdengar di tlingaku.

“siapa oppa?’’ tanyaku.

“ahh,aniya…”

FLASHBACK END…

Kusimpan surat pemberian terakhir suho oppa kedalam kotak beludru cokelatku yang akan menjadi kenangan terakhirnya yang ia berikan padaku. aroma dari parfum yang masih tertinggal di kertas itu adalah bukti nyata jika sampai kapanpun aku akan tetap mencintainya,mencintai yang ada pada dirinya. Mencntainya hingga aku tak akan melihat dunia ini lagi. Kurebahkan tubuhku di atas kasur yang begitu membuat tubuhku nyaman,senyaman saat pelukan hangatnya menyambutku terbangun ketika mataku mulai merasakan kehadirannya tersenyum dihadapanku. kini semua tak akan semanis dulu,hanya aku seorang diri. Siapa saat ini yang akan memelukku? Bahkan hari ini pun aku tak akan bisa memanggilnya untuk menemaniku.

 

******

Baekhyun pov

Di depan makam ini aku meletakkan sebuket bunga dalileon favorit dari suho hyung. aku berjongkok dihadapan nisan hyungku dan menangis pelan tak ingin menampakkan wajahku yang mungkin setiap orang yang mengetahuinya akan merasakan kasian padaku. kuremas dadaku dan merasakan sisa kehidupan yang berharga suho hyung kini tertanam didalam tubuhku. Jujur aku tak ingin menerimanya, menerima pemberian yang seharusnya tak pantas kumiliki. Jika aku tak berkata seperti itu,mungkin hyungku akan tetap tersenyum bahagia bersama seorang yeoja yang tanpa kusadari telah kurebut dari tangan suho hyung walaupun aku tak ingin merebutnya, merebutnya untuk tetap memperhatikanku sebagai sahabatnya,bahkan aku berfikir lebih dari seorang sahabat. Dan jika saja siapapun yang bertanya padaku,siapa orang yang paling kau benci di dunia ini maka aku akan menjawab jika aku sangat membenci diriku sendiri.

Skiipp…

Ku pandangi letak piano kesayangan suho hyung, mataku mendapati lembaran not-not melodi yang terpajang rapi di atas deretan tuts piano yang masih terlihat sama seperti dulu. Kusunggingkan senyum miris hingga terus memandangi posisi piano itu berharap jika saat ini ia masih memainkan jemari-jemari lincahnya menekan-nekan tutus piano tersebut dengan merdu, menghasilkan irama-irama indah yang siapapun mendengarnya akan memberikan pujian manis padanya. Kuhirup udara segar merasakan hembusan angin yang masuk melalui celah kecildari tirai berwarna putih yang bersal dari kamar hyungku. Kudapati sebuah foto yang terpajang rapi di sebuah figura hijau maroon, fotoku bersama suho hyung dan seorang yeoja di tengah-tengah kami berdua. Foto kami bertiga yang sama-sama tersenyum. Kuputar otakku mengingat kenangan indah itu,kenangan yang tak pernah kuharapkan akan berakhir tragis seperti sekarang. Disaat aku memilih untuk selalu dekat dengan heemi sekalipun suho hyung tak pernah menampakkan mimik cemburunya,ia akan tetap tersenyum walaupun sebenarnya ia tak rela jika aku terus mendekati heemi. Oh sungguh aku benar-benar dongsaeng paling jahat di dunia ini… penyesalan memang selalu datang terakhir kali dan sekarang itu berlaku untukku,untuk seorang baekhyun pabo.

******

Author pov

2 minggu berlalu..

Baekhyun mempercepat menggayuh laju sepedanya karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja sebagai pengantar koran keliling. Aura semangat terpancar dari bahasa tubuhnya. Ia lempari tiap lembaran koran pada gerbang-gerbang rumah yang ia lewati. Kadang ia berhenti ketika si pemilik rumah menampakkan batang hidungnya dan memberikannya dengan ramah. Baekhyun terus melakukan tugasnya tanpa ia sadari hari sudah semakin siang dan panas matahari mulai menyengat kulit putihnya. Ia berjalan menuntun sepeda gayung cokelatnya melewati jalan setapak yang sedikit sempit karena disebelah kanan dan kirinya rumah saling berhadapan. Dibangunan paling sudut namja itu menghentikan langkahnya mengamati bangunan sederhana yang mungkin saat ini sudah dihuni oleh hyung dan yeojachingu hyungnya tersebut. Namun kini semua hanya angan semu yang ia pikirkan, karena kini penghuni baru sudah menempati rumah tersebut sebulan setelah kepergian suho. Namja itu hanya terdiam lama memandangi sepasang namja dan yeoja yang tengah asyik menikmati kebersamaan mereka dari atas balkon rumah itu. Pemandangan yang tiba-tiba membuatnya kembali mengingat akan masa lalu hyungnya bersama heemi. Tanpa ia sadari sepasang kekasih itu memperhatikan kehadiran baekhyun dengan tatapan bingung karena mengira namja tersebut sedang mencari alamat rumah yang dicarinya. Baekhyun yang sudah menyadari hal itu hanya bisa tersenyum ringan dan segera pergi meninggalkan rumah itu walaupun dengan hati yang sedikit terpaksa. Ia menengok ke rumah itu lagi kembali tersenyum sampai benar-benar ia akan pergi tanpa beban yang masih ia rasakan. Ia mulai berjalan lagi sambil menuntun sepedanya bergegas menuju tempat dimana ia bekerja karena hari ini tugasnya sebagai pengantar koran keliling sudah selesai.

******

Baekhyun pov

Aku kembali berjalan walaupun sebenarnya aku sudah sangat merasakan dehidrasi yang menyerang tenggorakanku. Tak kuhiraukan terik matahari yang mulai menyengat dicelah kulit putihku siang ini. Kupercepat langkah kakiku karena sore ini heemi menyuruhku datang untuk menemuinya di bukit dalileon.

Skipp…

Aroma bunga dalileon tercium dari hidungku menandakan kakiku sudah berpijak di atas bukit ini, walau tak begitu luas namun hamparan bunga dalileon begitu indah saat mata ini melihatnya. Kupetik satu tangkai bunga dalileon tersebut bermaksud memberikan kejutan kecil untuk heemi yang mungkin saat ini sudah menungguku di tempat ia dan suho hyung sering menghabiskan waktu bersama dulu. Kuhirup udara segar sore ini dan menghembuskannya perlahan mencoba menetralkan fikiranku karena jujur saja aku tak mengetahui untuk apa heemi menyuruhku datang ke bukit ini.

“semangat baekkie!”. Ucapku pelan menyemangati diriku sendiri dan kembali berjalan menuju tempat heemi berdiam diri.

******

Heemi pov

Pesan suho yang ia tuliskan pada surat pemberian terakhirnya padaku. pesan bodohnya yang tak pernah kuduga sebelumnya. Alasannya untuk tetap memberikan hadiah terindahnya untuk baekhyun. Baekhyun yang secara sembunyi-sembunyi tak mau berterus terang padaku,bahkan kini ia tak pernah mau jujur tentang perasaanya padaku. aku membencinya,sangat membencinya karena suho terlalu baik padanya,dan akupun akan tetap menyayanginya,menyayangi baekhyun walaupun saat itu suho takkan bisa tergantikan posisinya dihatiku,saat dulu bersama suho apapun yang kulakukan adalah hal yang paling terindah bersamanya. Perasaan apa ini? Apa aku benar-benar yeoja bodoh yang terjebak cinta diantara 2 namja? Dan sekarang 2 namja itu bersatu walaupun hanya satu diantara mereka tetap menampakkann dirinya dihadapanku yang sebenarnya aku tak pernah ikhlas untuk kehilangan salah satu diantara mereka.

****

“heemi-ahh!” panggil sebuah suara dari arah belakangku, suara baritone dari seorang namja yang sangat kukenal. Kubalikkan badanku menghadapnya yang kini sudah berdiri didepanku, kutatap wajahnya yang kini tersenyum padaku,senyuman yang sedikit berbeda.

“oppa”. jawabku dengan pandangan nanar kearahnya. Senyumnya,senyum yang begitu ku rindukan. Senyum yang kembali lagi setelah 3 bulan menghilang. “oppa,naeun neomu bogoshipo…” ucapku kemudian memeluk tubuh namja tersebut dengan erat dan menangisterisak di pundaknya. “oppa…jangan tinggalkan aku lagi,aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya…”. Suaraku mulai serak.

“heemi-ahh,aniyo…aku tidak akan meninggalkanmu..tolong sadarlah,jangan menangis untuk seorang namja sepertiku..” ucapnya dengan nada sedikit penyesalan. “aku tak menginginkan pemberiannya,tolong jangan mendekat dengan namja jahat sepertiku..!” baekhyun melepas pelukanku kemudian mencengkram erat pundakku.

“kenapa kau harus menghindar dariku?”

“ani…aku tidak bisa membuat suho hyung kecewa,sampai kapanpun kau tetap miliknya…” ujarnya menundukkan kepala bahkan baekhyun menjauhkan jarak tubuhnya dihadapanku.

“sejak kapan kau menjadi pecundang?” sungutku kesal berteriak didepanya. Kulemparkan tatapan sinis padanya.aku anggap dia pecundang. Ingin aku menampar namja yang sudah lari dari masalah sepertinya. Namun aku tak sanggup melakukannya,karena aku benar-benar merasakan penyesalan yang terpancar dari raut wajah sendu baekhyun,dan ini bukan kesalahanya. Aku tak memintanya untuk menggantikan suho,dan suho tak meminta baekhyun untuk menggantikan posisinya.

“mianhe heemi-ahh..aku memang bodoh,tidak seharusnya aku mengatakan padanya jika aku sudah mencintaimu lama sebelum kau menjalin hubungan dengan suho hyung…” ucapnya dengan nada penuh penyesalan. “bahkan jika saat ini waktu bisa kembali,aku tak ingin menerima pemberian itu,karena aku menyadari jika suho hyung takkan pernah tergantikan oleh siapapun di hatimu…”. Ucapnya lagi kini benar-benar membuatku tak sanggup menatapnya yang berlutut dihadapanku.

“baekhyun-ahh…” panggilku dan berjongkok di hadapanya yang sedang menangis.

“mianhe heemi-ahh,jeongmal mianhe..”.

“aniya,aku tak pantas membencimu,berkat dirimu kini aku menyadari apa arti dari sebuah pengorbanan itu!!”.

“Tapi akulah orang yang memisahkan kalian!!” ucapnya lirih dan terus menyalahkan dirinya sendiri.

“bukan kau baekkie,aku sudah merelakan suho oppa…walau terkadang aku masih sangat merindukannya,tapi rasa rindu itu dapat kutepis,karena aku sadar ada orang yang lebih membutuhkanku untuk bersamanya..”

“ma…maksudmu?” tanyanya.

“kau telah memberikan yang terbaik untuk suho oppa,bahkan kau rela melepaskan orang yang kau cintai untuk berada bersamanya,disaat kau hampir kehilangan nyawapun kau masih tetap tersenyum melihat kami bersama…” ucapku panjang lebar berusaha tegar di depannya.

“apakah ini alasanya?”.

“nde,dia rela memberikan jantungnya untukmu baekhyun,suho oppa ingin menjagaku lebih lama lagi,tapi dengan sisa kehidupannya yang ada pada dirimu…dia hanya ingin menjagaku sebagai yeojachingunya namun dengan sosok yang kini berhadapan denganku…gerom,apakah kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku membuatnya sedikit terkejut alhasil mata kami saling memandang dalam.

“heemi-ahh”……

******

Baekhyun pov

3 years later…

“ahh aniyo,lebih baik kita letakkan foto itu di kamar saja!!” ucapku saat aku dan heemi baru saja menempati apartement baru kita,lebih tepatnya saat kami baru saja membersihkan apartement ini karena seisi ruangan yang sangat berantakan. Setelah meletakkan piano di ruang tamu, mataku tertuju pada satu benda yang benar-benar menjadi kenangan termanis sekaligus kenangan terpahit bagiku. Foto suho hyung yang tersenyum renyah menampakkan wajahnya yang seperti guardian. Wajah yang takkan pernah kulupakan sampai kapanpun. Kusentuh bagian lekuk wajahnya walaupun yang kusentuh hanya sebatas kertas inject,bahkan sangat mustahil sekali jika aku menyentuh wajah hyungku. Kupeluk sekilas foto tersebut menepis rasa rinduku padanya,bisa kurasakan debaran jantung hyungku ikut merasakan perasaan rindu itu. Kupajang foto hyungku di dinding kamar tidurku,foto yang akan menyambutku setiap hari saat aku terbangun dari tidur.

“oppa..” panggil heemi saat ia berdiri santai di balkon akupun berjalan menghampirinya.

“whae?” jawabku kemudian memeluknya dari arah belakang dan menyandarkan duguku di pundaknya.

“oppa,aku benar-benar bahagia..” katanya pelan,tangannya menggenggam erat pergelangan tanganku saat kedua tanganku melingkar di perut rampingnya.

“benarkah chagi?”. Ucapku pelan seraya berbisik tepat di telinga kananya.

“aku benar-benar bahagia karena aku sudah menemukan namja yang benar-benar tulus mencintaiku…” jawabnya dengan suara yang lembut.

“siapa memang namja itu?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“hyaaa,aisshh jangan pura-pura bodoh!!” runtuknya yang hanya kubalas dengan senyum tertahan. “tentu saja kau byun baekhyun…” ucapnya dengan nada malu-malu.

“siapa?” tanyaku lagi menggodanya.

“baekkie pabo…!!” sungutnya kemudian menginjak kakiku karena tidak tahan dengan rayuan mautku yang sukses membuatnya semakin menahan malu dengan wajah yang sudah merah merona.

“hyaaa,aaiisshhh appo,kau ini benar-benar keterlaluan heemi-ahh!!” teriakku sambil meringis kesakitan.

“itu balasan untuk namja sepertimu..”

“…….”.

“…..”. hening sesaat.

“heemi-ahh,saranghae..jeongmal saranghaeyo nae chagiya…” kutatap matanya kini lebih dalam, memperhatikan setiap inci wajah cantiknya. Bahkan kini jarak wajah kami hanya beberapa centi saja. Bisa kurasakan debaran jantungku yang semakin berpacu kencang,hembusan nafas kami saling memburu. Kupegang pipi mulusnya menyatukan bibir kami yang saling beradu menikmati setiap permainan manis yang aku berikan padanya. Lama hingga heemi kehabisan nafasnya dan akhirnya ia menjauhkan jarak bibirnya dari bibirku. Senyum manis tersungging dari bibir mungilnya,bahkan kini wajahnya semakin bersemu merah…kami sama-sama salah tingkah.

“oppa…” katanya kembali melihat pemandangan dari atas balkon apartement kami, ia mendongakkan kepalanya memandang langit jingga sore ini. Desiran angin menyapu rambut kami berdua, kugenggam tangan yeoja disampingku ini dan kami sama-sama tersenyum. Tersenyum untuk menyambut sebuah senyuman yang masih menyapaku dan heemi walaupun senyuman itu berada ditempat yang sangat jauh. Gomawo atas semuanya hyung….

THE END…

Aaakkhh akhirnya kelar juga…

Jangan lupa rcl…

Gomawo… 😀

2 pemikiran pada “Cause, I’m Gengfans (Teaser)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s