A Housekeeper in Love (Chapter 2)

Title: A Housekeeper in Love (Chapter 2)

Author: BlackDiamond

Genre: YAOI (don’t like don’t read), romance, comedy, fluff.

Pairing: Kris/Tao (TaoRis)

Casts: EXO (with TaoRis as the main casts)

***

“HUWEEEEE!!!”

Sehun kecil tersandung mainan yang berserakan di lantai dan terjatuh, lutut kirinya tidak sengaja mengenai sebuah mainan plastik berujung runcing sehingga lututnya sobek dan teruka. Karena kesakitan, ia pun menangis.

Tao yang pada mulanya sedang memasak di dapur, langsung mematikan kompor dan berlari menuju Sehun yang berada di ruang tamu. Ia memekik kaget melihat lutut Sehun yang berdarah.

“Sehun!!!”

“Huweeee, sakitt…”

“Sebentar, ya.”

Tao menggendong Sehun dan mendudukkannya di atas sofa sebelum ia melesat untuk mengambil kotak P3K. Setelah itu, dibasahinya kapas bersih dengan alkohol.

“Tahan sebentar, ini akan sakit sedikit…”

Tao mulai membersihkan luka Sehun dengan alkohol. Tangisan Sehun semakin meledak karena alkohol tersebut membuat lukanya terasa pedih. Tao semakin panik dan cepat-cepat membersihkan luka Sehun agar ia tidak kesakitan.

“Sudah selesai~”

Tao memnutup luka Sehun menggunakan perban dengan ban-aid bergambar Pororo. Sehun langsung girang setelah melihat karakter animasi favoritnya.

“Tao Hyung, papa kemana? Sejak tadi pagi saat Sehun bangun dia sudah nggak ada…”

“Papa sedang kerja, Sehunnie. Nanti dia pasti pulang~”

“Tapi ini hari Sabtu, biasanya papa sudah pulang dari jam sebelas siang.”

Sejak pagi pukul tujuh, tepat saat Tao tiba di apartemen Kris, ia tidak menemukan sang pemilik rumah. Hanya secarik kertas dengan tulisan tangan Kris yang kacau yang ia temukan di atas meja makan. ‘Tao, hari ini aku ada urusan mendadak di kantor. Tolong jaga rumah dan Sehun.’ Itulah yang tertulis di kertas tersebut. Singkat dan jelas. Sekarang sudah pukul empat sore, tetapi Kris masih belum pulang. Sehun yang memang libur pada hari Sabtu menjadi bosan.

‘Aku pun ingin bertemu papamu, Sehun-ah…’ Batin Tao.

***

Mood Kris sedang buruk. Ia terpaksa berada di kantor hingga sore karena ada masalah pada seorang pegawainya. Kris akhirnya bisa pulang pada pukul lima sore. Namja tampan itu mengemudikan mobilnya dengan cepat karena ingin cepat-cepat tiba di apartemennya dan bertemu dengan buah hatinya. Senyuman Sehun dan kelakuan manisnya selalu bisa membuat mood Kris membaik.

Setibanya di rumah, Kris membuka pintu dan masuk ke dalam rumah. Sehun yang sedang menonton televisi sambil duduk di sofa langsung berlari menjemput kedatangan ayahnya.

“PAPA~~~”

“Aigoo~ Sehunnie~”

Kris mengangkat tubuh mungil Sehun dan tidak sengaja menekan luka di lutut putranya. Sehun meringis kesakitan.

“Sehunnie? Kenapa lututmu?”

“Tadi Sehun jatuh, pa…”

“Apa?”

Kris memang seorang ayah yang overprotektif. Ia sangat marah pada Tao karena ia tidak menjaga Sehun dengan baik sehingga ia terjatuh. Padahal Tao tidak bersalah. Kris menurunkan Sehun ke lantai dan berteriak memanggil Tao.

“TAO!!!”

Tao yang sedang membersihkan kamar Sehun terlonjak kaget saat Kris berteriak memanggilnya. Perasaannya tidak enak. Dengan tergopoh-gopoh, Tao berlari ke ruang tamu.

“Y-ya, tuan?”

“BODOH! DASAR NGGAK BERGUNA! KAMU NGAPAIN SAJA? BUKANKAH AKU SUDAH SURUH KAMU UNTUK MENJAGA SEHUN?”

“M-maafkan saya, tuan…”

“P-papa! Jangan marahi Tao Hyung…”

Sehun berusaha untuk menghentikan Kris, namun Kris tidak menggubrisnya.

“KELUAR!”

“E-eh?”

“KELUAR SEKARANG!”

Tidak biasanya Kris sebegitu marahnya karena hal-hal kecil seperti itu. Please, Sehun hanya terjatuh, bukan sekarat! Moodnya yang sedang buruk membuatnya naik darah lebih cepat. Tao memalingkan wajahnya, ia tidak mau Kris melihat wajahnya karena ia sudah hampir menangis. Segera disambar tas hitamnya dan melesat keluar.

“Papa jahat! Huweeee!!!”

“S-sehun, kenapa kamu menangis?”

“Tao Hyung nggak bersalah! Sehun yang salah… Tao Hyung sudah menata mainan Sehun tapi Sehun bikin semua berantakan lagi waktu Tao Hyung sedang di dapur. Jadi Sehun tersandung dan jatuh. Kenapa papa bentak Tao Hyung seperti itu? Huweeeeee!!!”

“Shh… Sehunnie…”

Kris merasa bersalah. Tidak seharusnya ia mengusir Tao. Mood jeleknya sungguh merusak segalanya.

“Sehun ngambek sama papa! Sehun nggak mau ngomong sama papa sebelum papa baikan sama Tao Hyung! Hmph!”

Sehun melipat kedua tangannya di dada, pipinya menggembung dan bibirnya mengerucut. Kris tersenyum geli. Ia mencium pipi putih putranya itu.

“Baik, papa susul Tao sekarang. Sehunnie jaga rumah ya?”

Saat itu juga, Kris belari keluar.

***

Tao berjalan keluar dari gedung apartemen dengan lunglai. Ia membiarkan dirinya menangis. Tidak dipedulikannya cuaca yang sedang dingin dan bersalju, Tao terus berjalan tanpa memakai jaket tebalnya. Kris, namja yang disukainya membentaknya dan mengusirnya dengan kasar, hati Tao sangat terluka dibuatnya.

“Bodoh! Kris bodoh!”

Tao mengusap airmatanya menggunakan lengan sweaternya sambil terus berjalan tanpa arah. Ia ingat betul wajah Kris yang marah besar sambil berteriak mengusirnya. Apa Kris membencinya? Pertanyaan itulah yang terus menghantui Tao.

Sementara itu, Kris yang baru saja keluar dari gedung apartemen tersenyum lega ketika kedua matanya tertuju pada sosok Tao yang sedang berjalan. Untung saja ia belum jauh. Tanpa basa-basi, Kris berlari menuju namja berambut hitam itu dan menarik lengannya dari belakang.

“Tao! Hosh.. Hosh…”

Kris berbicara dengan nafas terengah-engah. Ia bukanlah penggemar kegiatan fisik, jadi ia sudah lelah walau baru saja berlari dengan jarak sekitar lima belas meter. Tao yang merasa dipanggil langsung menoleh.

“T-tuan Kris…?”

Tao menatap Kris dengan kedua matanya yang memerah dan berlinang airmata. Kris menjadi semakin merasa bersalah.

“T-tao… Maafkan aku…”

Kris mengulurkan tangannya untuk menghapus airmata Tao dengan jari-jari panjangnya. Bukannya berhenti, tangisan Tao malah semakin menjadi-jadi.

“Tao! J-jangan menangis, aku mohon…”

“Bodoh! Bodoh! Bodoh!”

Tao memukuli dada Kris pelan dan semakin terisak. Orang-orang yang melintas di sekitar mereka berdua menatap Kris dengan sinis. Mereka mengira Kris adalah seme tidak tahu diri yang telah membuat sang uke menangis. Merasa dipandangi, Kris segara menarik Tao ke dalam pelukannya. Tao pun berhenti menangis dan teriakan histeris terdengar dari gadis-gadis muda yang ternyata adalah author and friends *plak* menonton mereka berdua.

***

“Sehunnie, papa pulang~”

Sehun yang sedang mewarnai langsung menghentikan aktivitasnya dan berlari kea rah pintu. Ia melihat Kris dan Tao yang sedang berdiri bersebelahan sambil tersenyum kepadanya.

“Papa sudah baikan sama Tao Hyung?”

“Sudah, dong!”

“Mana buktinya? Sehun mau bukti!”

“Hah?”

“Biasanya papa selalu cium pipi Sehun kalau Sehun ngambek sama papa supaya kita baikan lagi. Sekarang papa harus cium pipi Tao Hyung!”

“APA?”

Kris dan Tao berteriak kaget. Mana mungkin Kris bisa melakukan itu? Tao sendiri semakin gelagapan karena membayangkan pipinya dicium oleh Kris.

“Hiks… Papa bohong ya? Kalian berdua masih bertengkar…”

Kris dan Tao terdiam melihat Sehun yang hampir menangis sambil menatap mereka berdua dengan mata berkaca-kaca. Airmata menggenang di kedua pelupuk matanya.

“T-tao…”

“Y-ya, tuan?”

“Maafkan aku…”

“E-eh?”

Cup!

Tao merasakan sesuatu yang lembut menempel di pipi kirinya. Beberapa detik kemudian, ia menyadari bahwa itu adalah bibir milik Kris. Kris mencium pipinya! Tao pun sukses melayang ke langit ketujuh.

“Sudah kan? Sehunnie bisa lihat appa dan Tao Hyung berbaikan kan?”

Sehun tersenyum senang sambil mengangguk, sementara Tao hanya terdiam membeku di tempat. Hatinya bersorak-sorak gembira.

“Tao, kenapa diam begitu? Wajahmu merah.”

Kris merasa sedikit khawatir. Ia meraba kening Tao untuk memastikan jika ia tidak demam. Namun, Tao semakin salah tingkah dan menghindari tangan Kris.

“Aku nggak apa-apa! Jangan khawatir… HACHIII!”

“Kamu nggak apa-apa?”

“Nggak apa, tuan!!!”

“Jangan bohong, wajahmu semakin merah!”

Kris tidak tahu jika Tao memerah karena menahan malu dan perasaan senangnya. Pria tinggi itu mendorong Tao ke sofa dan memaksanya untuk duduk.

“Sudah, biar aku yang masak makan malam hari ini. Kamu santai-santai saja disini.”

“JANGAN APPA! APPA KAN NGGAK BISA MASAK!!!”

Sehun tiba-tiba berteriak. Rupanya bocah kecil itu masih trauma karena beberapa waktu lalu, Kris hampir saja membakar seluruh apartemen karena nekat mencoba untuk memasak. Ingin rasanya Kris menjitak Sehun karena aibnya terbongkar, tetapi ia mengurungkan niatnya.

“Baiklah, kita makan diluar hari ini. Tao juga ikut.”

***

Setelah makan malam diluar, Sehun memaksa untuk bermain bersama Tao. Tao yang tidak bisa menolak tatapan memelas Sehun hanya bisa pasrah dan menemaninya bermain sampai malam.

“Sehun ngantuk…”

Sehun mengusap matanya dengan kedua tangan kecilnya. Tao melirik jam dinding, sudah jam sepuluh rupanya. Ia harus cepat-cepat pulang setelah mengantar Sehun ke tempat tidur.

“Ayo, ganti baju dan tidur…”

“Sehun mau tidur sama appa~~~”

Kris yang sedang duduk tidak jauh dari mereka tersenyum. Sudah lama juga ia tidak tidur bersama putranya.

“Bawa dia ke kamarku, Tao. Hari ini sudah malam, sebaiknya kamu menginap disini. Di luar dingin dan bahaya.”

“T-tapi, tuan…”

“Tidak ada penolakan. Kamu bisa tidur di kamar Sehun.”

“TIDUR BERTIGA!!!”

“Apa?”

Tao dan Kris menatap Sehun yang tiba-tiba berteriak kegirangan.

“Appa, Tao Hyung ikut tidur bersama kita di kamar appa~”

“M-mana bisa begitu, Sehunnie? Mana mungkin aku tidur di kamar appamu?”

“Tempat tidur appa cukup besar untuk kita bertiga! King size bed!”

“B-bukan begitu, tapi…”

“Tao Hyung, please….”

“Turuti saja, Tao. Nanti dia nangis.”

“B-bolehkah?”

“Tentu saja boleh!”

***

“Permisi…”

Tao yang sudah berganti dengan piyama pinjaman dari Kris mengetuk pintu kamar sang tuan rumah. Setelah mendapat izin masuk, Tao pun membuka pintu tersebut dan masuk. Kris yang pada awalnya sedang bermain dengan Sehun di atas tempat tidur langsung melongo melihat Tao. Karena piyama biru tua Kris terlalu besar untuk tao, bagian bahunya melorot turun sehingga bahu mulus milik Tao terekspos.

“Tao Hyung!!!”

Sehun melompat turun dari tempat tidur untuk menghapiri Tao dan menariknya. Didorongnya tubuh Tao sehingga ia terduduk di atas tempat tidur.

“Ayo main!!!”

Setelah beberapa menit bermain, akhirnya Kris berhasil memaksa Sehun untuk tidur. Posisi tidur mereka adalah: Sehun ditengah dengan Tao dan Kris di sisi kanan dan kirinya.

“Wah~~~ Sehunnie seperti tidur dengan appa dan umma!!!”

Perkataan Sehun barusan membuat Kris tercenggang. Benar saja, dari kecil, Sehun tidak pernah merasakan kasih saying seorang ibu. Ia bahkan tidak pernah tidur bersama ibu kandungnya. Kris tersenyum dan mencium pipi putranya, toh setidaknya dia senang.

“Tao Hyung itu seperti umma Sehun sendiri! Kris appa menikah sama Tao Hyung saja!”

Kris tersedak dan Tao menutup wajahnya dengan selimut karena malu. Sehun memang terlalu jujur dan selalu bebicara tanpa berpikir.

TBC

Makasih banyak buat yang sudah baca chapter sebelumnya

Comments are loved ❤

30 pemikiran pada “A Housekeeper in Love (Chapter 2)

  1. Waaaa~
    Aku kirain ff ini udh nggk dilanjutin *plak*

    Aku teriak” sndiri pas baca perkataan sehun yg super polos xD
    Ayo sehun! Lanjutkan niat baikmu (?) Aku sama BaekYeol dukung dari sini aja ya~ (?) *pletak*

    Lanjut thor~ jgn lama”

  2. thooorr, udah lama banget ga ada lanjutannya. Paraahh ga sabaaaarrrr thoor *mukul dada nya tao* lanjutin lanjutiiinnnnn trus ada bagiannya luhan sama sehun ya thorr.*bbuing bbuing bareng tao

Tinggalkan Balasan ke choyuumie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s