Saranghae… Ice Princess… (Chapter 2)

Title : Saranghae Ice Princess
Author : ZeyVhii Kim
Main cast : EXO-K SeHun, Kim Ryuki, EXO-K BaekHyun
Other cast : Super Junior RyeoWook, Park Jae Kyung, other member EXO-K, other member EXO-M, other member Super Junior, SM Artists
Genre : romance, friendship, family, comedy (?)
Length : chapter
Rating : general
Anyeong haseyo chingudeul ^_^ *bow bareng BaekHyun dan SeHun*… ini ff pertama aku di blog ini. Thanks untuk semua komentar yg chingu berikan. Gomawo juga buat admin yg mau ngeposting ff abal-abal ini. FF kali ini kehidupan pribadi Ryuki bakalan dibahas. Mianhae kalau diff ini banyak kata-kata yang kasar karena ini kan baru pertama kali, tapi inilah imaginasiku. Kalau gitu tidak usah banyak bicara aja deh… jgn lupa comment ya! let’s check it out… happy reading chingudeul…^_^
**
Author POV
Ryuki berjalan dari ruangan OSIS menuju kelasnya dengan perasaan kesal. Bagaimana tidak kesal, berkata-kata manis dan manja bukanlah hal yang disukainya, apalagi menunjukkan puppy eyes. Memang itu bukanlah yang pertama yang dilakukannya, ia sudah sering menunjukkan aegyonya pada orang lain tapi tetap saja hal itu memuakkan baginya. Jae Kyung tiba-tiba muncul dari ruangan kelas dan melihat Ryuki yang sedang berjalan dengan langkah kesal.
“Ryuki-ah, kau kenapa? Kau darimana saja?”tanya Jae Kyung bertubi-tubi.
“ada seorang sunbae yang menarikku ke ruangan OSIS dan aku dikerjai di sana. Mereka benar-benar menyebalkan.”gerutu Ryuki sambil memperlihatkan wajah kesalnya. Jae Kyung menuntun Ryuki masuk ke dalam kelas. Para siswa masih sibuk mengerjakan perintah sunbae-sunbae mereka di luar kelas.
“memangnya siapa sunbae yang mengerjaimu?”tanya Jae Kyung.
“kalau tidak salah sunbae yang menarikku ke ruangan osis itu seorang yeoja bernama Min Young, sedangkan dua orang sunbae yang mengerjaiku di ruangan osis bernama… bernama…”ucap Ryuki terbata-bata. Ia tampak memikirkan sesuatu.
“bernama siapa? Kau membuatku penasaran saja. Mereka pasti memperkenalkan diri mereka kan di sana?”tanya Jae Kyung penasaran.
Ryuki masih tampak berpikir, hingga akhirnya……
“ah aku tahu. Mereka bernama Kai dan SeHun sunbae…”serunya.
Jae Kyung membelalakkan matanya kaget, membuat Ryuki kebingungan.
“jadi… kau sudah bertemu dengan mereka?”seru Jae Kyung tak percaya. Ryuki mengangguk kebingungan.
“ya, seperti itulah…”jawabnya bingung. “memangnya kenapa?”
Jae Kyung berubah tenang.“memangnya kau tidak tahu siapa mereka?”
Ryuki menatap Jae Kyung datar.
“ya ampun Ryuki. Kau itu hidup di lingkungan selebritis tapi tidak tahu apa-apa. Kai dan SeHun oppa itu adalah  salah satu member EXO. EXO adalah boyband terbitan baru SM Ent. Sebenarnya EXO itu terbagi dua EXO-K untuk Korea dan EXO-M untuk Mandarin. Kai dan SeHun oppa termasuk dalam EXO-K. masing-masing grup mempunyai 6 member jadi jumlah keseluruhan member ada 12 orang.”jelas Jae Kyung panjang lebar.
Ryuki mengangguk-angguk mengerti.
“Memangnya Wookie oppa tidak memberitahumu soal ini?”tanya Jae Kyung.
Ryuki menghela nafas panjang lalu bersandar di kursinya.
“dia memang pernah menceritakan sebuah boyband baru yang dibentuk di agensinya. Tapi aku tak pernah mendengarkan dengan baik dan tidak peduli soal itu sampai membuatnya berteriak-teriak tidak jelas karena aku tidak memperhatikan ucapannya saat ia bicara tentang boyband baru itu dan lebih memilih bermain game daripada dia. kau tahu sendiri kan kalau aku tidak terlalu peduli dengan dunia keartisan.”sahut Ryuki cuek dan datar.
Jae Kyung menggelengkan kepalanya jenuh. “bahkan teman satu grup Wookie oppa saja kau tidak tahu yang mana orangnya iya kan?”
“Namanya saja aku tidak hafal, apalagi bagaimana bentuk orangnya?”ujar Ryuki cuek.
“Ryuki-ah, kau seharusnya tidak bersikap seperti ini, apalagi pada oppamu sendiri. Lagipula, Wookie oppa dan juga member Super Junior lainnya itu seperti sebuah keluarga yang hangat. Mereka saling menjaga dan saling melindungi satu sama lain. Kau pun juga harusnya seperti itu, ikut bergabung dengan mereka. Aku yakin mereka juga menyayangimu.”ujar Jae Kyung.
Ryuki mendesah panjang. “entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa aku jadi seperti ini. Terlihat cuek dan tidak peduli dengan lingkungannya.”
“sudahlah tidak usah membahas hal ini lagi. Aku bosan.”ujar Ryuki dingin.
“ya sudahlah. Kalau begitu ayo kita keluar sebelum kita diseret oleh para sunbae dan mengerjai kita.”ajak Jae Kyung sambil beranjak berdiri dan berjalan keluar kelas. Ryuki mengangguk dan mengikutinya dari belakang.
Tak lama kemudian, Kai dan SeHun keluar dari sebuah ruangan. Mereka lalu berpapasan dengan Ryuki dan Jae Kyung.
“anyeong sunbae.”sapa Jae Kyung ramah.
“anyeong.”jawab Kai dan SeHun serempak. Sementara Ryuki tak menghiraukan Kai dan SeHun dan tetap berjalan.
“permisi sunbae. Ryuki-ya,tunggu aku.”seru Jae Kyung lalu berlari menuju Ryuki.
“SeHun-ah, yeoja itu bukankah tadi yeoja yang kita hukum?”tanya Kai.
SeHun hanya mengangguk.
“kenapa dia menjadi menyebalkan seperti tadi?”
“mollayo.”jawab SeHun singkat datar lalu berjalan meninggalkan Kai yang kebingungan.
**
At Super Junior dorm, 12 p.m.
Member Super Junior sedang bersiap-siap menuju lokasi konser. Mereka akan tampil di konser mini salah satu stasiun tv swasta. Mereka sedang sibuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa kesana.
“Eunhyuk hyung, kau menaruh di mana PSPku?”teriak Kyuhyun dari kamarnya.
“Wookie-ah, cepat sediakan makanan sebelum berangkat. Aku lapar!!!”teriak Heechul.
“Teukie hyung, hari ini adalah jadwalmu mengisi acara di Sukira!!”teriak Donghae.
Suara-suara teriakan itu menggema di seluruh dorm. Karena sedang terburu-buru menyiapkan keperluan masing-masing, mereka tak menyadari bahwa Ryuki tiba-tiba datang ke dorm itu.
Ryuki POV
Ya ampun… harus berapa lama lagi aku menunggu di sini? Kemana Wookie? Apa dia tidak mengingat aku di sini? Aku mendesah panjang sambil menunggu Wookie di depan gerbang sekolah.
“oh iya. Tadi kan aku yang bilang kalau aku pulang sendiri dan tidak perlu dijemput olehnya? Aishh… Ryuki pabbo!”gerutuku sambil memukul-mukul kepalaku sendiri.
“ya sudahlah. Lebih baik aku mengunjunginya saja. Dia pasti sedang berada di dorm sekarang.”
Aku memutuskan untuk berjalan menuju halte bus yang berada tidak jauh dari sekolahku. Beruntung, belum sempat aku menunggu bus sudah datang. Buru-buru aku naik ke dalam bus dan mengambil posisi duduk di belakang, posisi yang kusukai. Aku menyandarkan kepalaku di jendela dan menatap keluar sambil mendengarkan music dari handphone ku.
Setelah naik bus selama 30 menit, aku akhirnya sampai di depan gedung SM Ent. Dorm Super Junior berada 2 blok dari gedung SM. Aku berdiri di depan gedung SM sambil menatapnya. Sudah 2 bulan aku jarang ke tempat ini karena sibuk mempersiapkan pelajaran sekolah. Sebenarnya aku merindukan teman-temanku yang ada di dalam, tapi sudahlah nanti juga aku akan bertemu dengan mereka.
Aku melangkahkan kakiku menuju dorm Super Junior. Cukup berjalan beberapa langkah aku sudah sampai di dorm mereka. Aku membuka pagar kamudian memasuki halaman dorm yang asri itu. aku mengetuk pintu beberapa kali, namun tak ada yang kunjung membukanya.
“apa mereka sudah berangkat?”
Sebenarnya di samping pintu ada sebuah intercom. Tapi aku tidak suka memakainya dan lebih memilih mengetuk pintu. Aku memegang kenop pintu dan… eh ternyata tidak dikunci.
“mereka sepertinya masih ada di dalam.”
Aku lalu masuk ke dalam dorm itu dan… alangkah terkejutnya aku. Bagaimana tidak, baru saja aku masuk dan masih berada di pintu, aku sudah di suguhi pemandangan yang tidak bagus.
“ya ampun. Dorm ini berantakan sekali. Apa mereka tidak pernah membereskannya?”
Keadaan ruang tamu dorm ini sudah seperti gudang saja. Majalah tidak teratur, bungkus snack bertebaran dimana-mana, baju-baju yang kotor tergeletak sembarangan, sepatu tidak tersusun rapi, dan masih banyak lagi yang sangat berantakan. Aku hanya terdiam melongo dan menatap datar semua ini.
“Eunhyuk hyung, kau menaruh di mana PSPku?”teriak seseorang dari sebuah kamarnya.
“Wookie-ah, cepat sediakan makanan sebelum berangkat. Aku lapar!!!”teriak seseorang lagi.
“Teukie hyung, hari ini adalah jadwalmu mengisi acara di Sukira!!”teriak seseorang lagi.
Suara-suara teriakan itu menggema di seluruh dorm membuat telingaku sakit.
“apa mereka tak tahu kalau suara mereka itu berisik sekali?”gerutuku.
Aku masih tetap pada posisi semula, berdiri di belakang pintu tanpa beranjak sedikit pun dari tempat itu. aku melihat seseorang berjalan dari arah dapur. Mungkin ia menyadari keberadaanku karena ia langsung berjalan menghampiriku.
“RYUKI!!!”teriaknya. aku tersentak kaget karena ia berteriak di depan wajahku.
Mungkin karena teriakan orang ini, semua member langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri kami.
“benar kau ini Ryuki? Kim Ryuki? Uri yeppeo dongsaeng?”tanya salah satu dari mereka yang tak ku ketahui namanya. Yeah, aku memang tak tahu dan tak hafal nama-nama dari member Super Junior ini, kecuali Wookie tentu saja.
“ne. ini aku, Ryuki. Kalian ini seperti baru melihatku saja!”sahutku datar.
Sepertinya mereka memang benar-benar kaget aku berkunjung kemari, termasuk Wookie sendiri. Aku memang jarang datang kemari, itupun kalau aku ada perlu dengan mereka.
“kalian tidak usah melihatku seperti itu.”ujarku lalu berjalan masuk ke dapur mereka. Aku tiba-tiba merasa kehausan. Aku membuka kulkas dan mengambil beberapa minuman kaleng lalu membawanya keluar. Saat aku keluar, member itu masih terdiam di tempatnya. Aku memutar bola mataku kesal.
“kenapa kalian masih berdiri disitu?”ujarku datar sambil menaikkan satu alis.
Mereka sepertinya sudah mulai kembali ke alam mereka (?). salah satu dari mereka lalu  menghampiriku dan menarik tanganku, sementara yang lainnya sudah terduduk di sofa.
End Ryuki POV
Kyuhyun POV
Eunhyuk hyung benar-benar ceroboh. Dia menaruh PSPku di dapur. Ya ampun!!! Aku lalu keluar kamar dan menuju dapur. Setelah menemukan apa yang aku inginkan, aku lalu berjalan keluar dapur untuk kembali masuk ke dalam kamarku mempersiapkan barang-barang yang akan ku bawa ke KBS nanti.
Namun saat aku keluar dapur, aku melihat seorang yeoja berdiri di ambang pintu sambil menatap datar ruang tamu dorm. Aku mengikuti arah pandangannya, ternyata dorm sangat berantakan sekali. Tunggu dulu!!
Aku kembali melihat yeoja itu memastikan siapa yang lancang masuk ke dalam dorm tanpa mengetuk pintu. Aku memicingkan mataku dan berjalan menghampirinya. Ya ampun………
“RYUKI!!!”teriakku kaget di depan wajahnya. Ia Nampak tersentak kaget.
Karena teriakanku, sontak semua member tiba-tiba keluar dan mengerubungi kami. Semua pandangan langsung tertuju kearahnya. Ini benar-benar kejadian langka. Tidak biasanya Ryuki datang ke dorm, apa dia ada perlu dengan kami?
Ia memandang kami dengan tatapan datarnya, tatapan favoritnya. Kami benar-benar dibuat kaget oleh anak ini. Sepertinya Wookie pun tak tahu kalau adiknya akan berkunjung kemari.
“benar kau ini Ryuki? Kim Ryuki? Uri yeppeo dongsaeng?”tanya Teukie hyung tak percaya. Yah, kami memang sudah menganggap Ryuki sebagai adik kami sendiri. Terutama Teukie Hyung. Ia bahkan memanggil Ryuki dengan sebutan Nae Yeppeo Dongsaeng. Ia sepertinya benar-benar menyayangi Ryuki.
“ne. ini aku, Ryuki. Kalian ini seperti baru melihatku saja!”sahutnya datar.
Anak ini ternyata belum berubah juga. Tetap saja datar, pendiam, dan tak peduli. Kami masih saja terdiam sambil terus menatap kearahnya.
“kalian tidak usah melihatku seperti itu.”ujarnya dingin lalu berjalan masuk ke dapur melewati kami. Ia lalu membuka kulkas dan mengambil beberapa minuman kaleng. Saat ia keluar, ia menatap kami datar.
“kenapa kalian masih berdiri disitu?”ujarnya sambil menatap kami datar.
Donghae hyung berjalan dan menghampirinya lalu menarik tangannya menuju sofa tempat kami duduk.
“mengapa kau tiba-tiba datang kemari Ryuki-ah?”tanya Wookie hyung heran.
“memangnya kenapa kalau aku datang kemari? Kalian tidak suka kalau aku mengunjungi kalian disini?”tanyanya balik setelah ia meneguk minumannya.
“maksudku tidak seperti itu. tidak biasanya kan kau datang mengunjungi kami disini kecuali kalau kau ada perlu.”ujar Wookie hyung mencoba tenang. Ia pasti kesal karena adiknya sendiri sangat cuek padanya.
“aku hanya ingin berkunjung saja. Sudah lama aku tak pernah kemari. Daripada aku bosan di apartemen sendiri, jadi kuputuskan untuk kemari.”jawabnya santai lalu kembali meneguk cola, minuman kesukaannya.
“kau baru pulang dari sekolah Ryuki-ah?”tanya Donghae hyung.
Ryuki mengangguk.
“kenapa kau tak mengabariku? Aku kan bisa menjemputmu kalau Wookie sedang sibuk!”celetuk Teukie hyung sambil terus tersenyum. Sepertinya ia senang karena kedatangan Ryuki.
Ryuki tersenyum simpul. Hey, baru kali ini aku melihatnya tersenyum walaupun hanya tersenyum simpul. Ia cantik juga tersenyum simpul seperti itu.
“Ryuki-ah, apa kau masih ingat dengan kami? Maksudku, apa kau sudah tahu nama-nama kami semua?”tanya Sungmin hyung penasaran. Pertanyaan Sungmin hyung membuat kami kaget, lalu menatap Ryuki penuh harap.
Ryuki menggeleng polos lalu tersenyum tipis. “aku tahu kalian. aku juga masih mengingat kalian. tapi kalau urusan nama, mianhae. Aku masih belum mengenal kalian.”
Kami Semua –member SuJu- mendengus pasrah, kecuali Wookie hyung.
“Ryuki-ah, ingatlah semua nama oppa-oppamu ini. Mereka juga adalah oppamu dan keluargamu. Jadi sudah seharusnya kau mengenal dan mengetahui nama mereka.”ujar Wookie hyung iba.
Ryuki terdiam sambil menatap kami satu persatu.
“baiklah. Biar kuingat-ingat dulu nama-nama kalian sambil menyebutkan dan mendiktenya satu persatu.”ujarnya pasrah. Kami langsung tersenyum lebar.
“kau… Teukie, leader Super Junior yang tadi memanggilku Uri yeppeo dongsaeng.”ujar Ryuki sambil menunjuk Teukie hyung.
Teukie hyung mengangguk senang dan tersenyum lebar. “kau itu sudah ku anggap sebagai adikku sendiri.” Ryuki mengangguk.
“kau… Heechul, yang tadi berteriak menyuruh Wookie membuat makanan.”tebak Ryuki sambil menunjuk Heechul hyung. Sementara Heechul hyung hanya tertawa cengengesan.
“kau… Donghae, yang menarik tanganku untuk duduk.”ujar Ryuki sambil menunjuk Donghae hyung yang sedari tadi menatapnya intens. Donghae hyung tersenyum sambil mengangguk.
“kau… Kyuhyun, yang baru keluar dari dapur untuk mengambil PSP dan berjalan menghampiriku sambil berteriak di depan wajahku.”ujar Ryuki datar.
Aku hanya tertawa cengengesan. “hehehe… mianhae Ryuki-ah. Tadi aku benar-benar kaget melihatmu ada di sini. Jadi aku reflex berteriak.”
Yang lain menahan tawanya melihat wajah kesal Ryuki dan aku yang tertawa cengengesan sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
“kau… Eunhyuk, yang mengambil PSP Kyuhyun.”ujar Ryuki sambil menunjuk Eunhyuk hyung.
“aku kan tidak sengaja menaruh PSP nya di dapur.”ujar Eunhyuk hyung membela diri. Aku memandang kesal Eunhyuk hyung, ia lalu memasang aegyonya.
“aku tidak mempan dengan aegyeo mu itu hyung. Itu membuatku jijik.”ujarku kesal. Ia menatapku tajam. Sementara yang lain sudah menertawai kami, Ryuki hanya tersenyum tipis.
“kau… Shindong, yang selalu melatih Wookie dance. Boleh aku meminta sesuatu padamu?”tanya Ryuki sambil menunjuk Shindong hyung. Shindong hyung tersenyum dan mengangguk.
“Boleh aku mencubit pipimu?”pinta Ryuki. Kami menatapnya tak percaya, sementara Shindong hyung melebarkan senyumnya sambil mengangguk mantap.
Ryuki mulai mendekat kearah Shindong hyung dan mencubit pipinya gemas. Shindong hyung menikmati cubitan gemas dari Ryuki. Kami semua menatap Shindong hyung sedih. Bukan sedih karena Shindong hyung dicubiti oleh Ryuki, tapi aku juga ingin dicubiti pipi oleh Ryuki, mungkin sebenarnya bukan hanya aku yang ingin. Member lain termasuk Wookie hyung sepertinya juga ingin.
“Ryuki-ah, kau belum menyebut nama kami.”proter Sungmin hyung, Siwon Hyung, dan Yesung hyung.
Ryuki menghentikan kegiatan mencubit pipi Shindong hyung.
“mian. Aku terbawa suasana.”ujar Ryuki.
“kau… Sungmin, yang menggagas ide ini untuk menyebut nama-nama kalian.”ujar Ryuki sambil menunjuk Sungmin hyung. Sungmin hyung mengangguk dan tersenyum.
“kau… Siwon, namja sopan di antara Super Junior.”ujar Ryuki sambil menunjuk Siwon hyung. Siwon hyung mengangguk sopan.
“itulah aku.”ujar Siwon hyung bangga. Baru kali ini ia menunjukkan sikap arogannya, tentu saja karena demi Ryuki.
“dan terakhir, kau… Yesung, teman sekamar Wookie yang aneh.”ujar Ryuki santai sambil menunjuk Yesung hyung. Yesung hyung mendengus kesal karena dianggap aneh oleh Ryuki, sementara kami hanya menertawainya.
“aku tidak aneh Ryuki-ya. Tapi oppamu itu yang aneh.”protes Yesung hyung sambil menunjuk-nunjuk Wookie hyung.
“enak saja kau menuduhku aneh hyung. Aku ini teman sekamarmu.”gerutu Wookie hyung membela diri.
“kalian sama-sama aneh.”ujar Ryuki datar. Yesung dan Wookie hyung mengerucutkan bibir sementara kami tetap tertawa.
“wah nampaknya kau sudah mengenal kami Ryuki-ah, walau hanya kebiasaan aneh kami yang membuatmu mengenal kami. Tapi itu tidak apa-apa, yang penting kau sudah mengenal kami dan mengetahui nama kami.”ujar Teukie hyung senang. Ryuki hanya tersenyum kecil.
End Kyuhyun POV
Author POV
Semua member Super Junior sedang tertawa bersama, namun gelak tawa mereka terhenti begitu mendengar perkataan Ryuki.
“apa kalian sedang tidak sibuk hari ini? Kalian memangnya tidak ada jadwal ya?”tanya Ryuki.
Seketika itu pula mereka kelabakan. Mereka langsung terburu-buru masuk ke dalam kamar masing-masing dalam keadaan panic dan meninggalkan Ryuki yang sedang menggeleng-geleng kepala maklum.
“dasar mereka semua itu ternyata bodoh dan payah. Mereka meladeniku sementara mereka punya jadwal yang padat.”gumam Ryuki sambil menatap mereka yang mondar-mandir di depannya dengan tatapan datarnya.
“wah sepertinya kita akan terlambat.”seru Teukie.
**
EXO-K dorm,, 12 p.m.
Member EXO-K sedang bersiap-siap. Mereka akan tampil di acara musik di salah satu stasiun tv swasta. Saat sedang bersiap-siap, Kai dan SeHun baru pulang dari sekolah.
“kami pulang…”seru Kai dan SeHun berbarengan.
“untung kalian sudah pulang. Segeralah bersiap-siap karena hari ini kita akan mengisi sebuah acara music.”seru SuHo tiba-tiba.
“ne…”jawab mereka serempak. Kai dan SeHun kemudian berjalan menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap.
“BaekHyun, jangan terlalu lama bercermin disitu… kita sudah tidak punya banyak waktu…”teriak Chan Yeol dari dalam kamar mandi. Sementara Baek Hyun hanya menyengir tak bersalah.
Setelah berpakaian dan bersiap-siap, mereka lalu keluar dorm menuju van mereka. Ternyata di dalam van sudah menunggu member EXO-M.
“yaa! Kenapa kalian lama sekali? Kami sudah menunggu kalian 30 menit yang lalu di sini!”protes LuHan.
“mianhae LuHan hyung. Kami juga sekalian menunggu Kai dan SeHun yang baru pulang sekolah.”ujar SuHo minta maaf.
“ya sudah. Sekarang naiklah. Kita harus segera berangkat.”perintah manager.
Para member EXO-K segera masuk ke dalam van. Tak lama kemudian, van pun melaju menuju acara music.
Di dalam van, SeHun tampak memikirkan sesuatu. Ia ternyata masih memikirkan ‘rayuan’ seorang yeoja sewaktu masih di sekolah. Tak sadar, ia senyum-senyum sendirian. Hal ini membuat LuHan yang duduk di sampingnya merasa penasaran.
“SeHun-ah, kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti itu? apa yang sedang kau pikirkan?”tanya LuHan bingung. SeHun yang sudah sadar dari lamunannya menoleh kearah LuHan.
“aniya hyung. Aku hanya memikirkan tugas sekolah saja.”jawab SeHun berbohong.
“kau tidak usah berbohong padaku. Mana ada siswa yang memikirkan tugas sekolahnya sambil tersenyum-senyum sendiri seperti apa yang kau lakukan?”tanya LuHan heran. SeHun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sementara member EXO yang lain sibuk bernyanyi bersama.
“ayo ceritakanlah padaku. Sebenarnya apa yang membuatmu senyum-senyum seperti itu.”pinta LuHan. Namun sepertinya SeHun masih belum bisa menceritakannya.
“sudahlah hyung, ini bukanlah masalah yang serius. Nanti akan aku ceritakan yang sebenarnya. Aku janji, tapi bukan sekarang.”ujar SeHun membuat LuHan mendengus pasrah.
“baiklah itu terserah kau saeng-ah. Kalau kau memang menurutmu itu sangat pribadi, kau tidak usah menceritakan padaku. Aku hanya tidak mau mengganggu privasimu saja.”ujar LuHan sambil tersenyum.
“kau memang hyungku yang paling baik, LuHan hyung.”ujar SeHun senang. LuHan hanya tertawa kecil.
**
Dorm Super Junior, 5.30 p.m.
Ryuki menghentakkan stick PS nya dengan gusar. Berkali-kali ia mendengus nafas kesal. Bagaimana tidak kesal, ia menunggu member Super Junior pulang dari acara musiknya selama berjam-jam.
“kalau seperti ini jadinya, daritadi aku pulang saja ke apartemen daripada harus menunggu mereka pulang.”gerutunya.
“huh… aku lelah. Lebih baik aku tidur saja sambil menunggu mereka pulang. Ia pun memilih berbaring di atas sofa karena kelelahan bermain game. Ia hanya meninggalkan playstation milik Kyuhyun tergeletak begitu saja di depan tv tanpa membereskannya. Ia memang tidak ahli dalam membereskan barang, karena ia bukan termasuk yeoja yang rapi. Bahkan apartemennya saja ia biarkan berantakan jika bukan Wookie sang kakak yang membersihkan.
Tak cukup 10 menit ia membaringkan tubuhnya di sofa, ia sudah berlabuh ke dalam dunia mimpi. 1 jam kemudian saat ia terlelap, orang yang telah ditunggu-tunggunya sudah pulang. Member Super Junior sudah kembali dari acara mereka. Saat masuk ke dalam dorm, salah satu dari mereka berteriak.
“omo, ya ampun. Berantakan sekali.”seru Siwon kaget sambil melihat ke seluruh ruang tamu.
“ruangan ini memang selalu berantakan.”ujar Heechul santai sambil melenggang masuk ke dalam dorm.
Mereka kemudian masuk lebih dalam dorm, hingga mereka terkejut menemukan seorang yeoja yang tertidur di sofa.
“Ryuki!”pekik Leeteuk.
Semua member kemudian mengerubungi Ryuki yang sedang tertidur pulas di sofa.
“apa dia sedang tertidur?”tanya Eunhyuk sambil memperhatikan Ryuki.
“sepertinya begitu. Ia terlihat lelap sekali.”jawab Donghae.
“Aigoo~. Kenapa CD-CD gamesku jadi berantakan seperti ini? Ini pasti karena ulah anak ini.”gerutu Kyuhyun kesal sambil menatap nanar CD gamesnya.. Namun member yang lain tak peduli dan tetap setia memperhatikan wajah polos Ryuki yang tertidur.
“aigoo~, saat dia tertidur seperti ini aku jadi semakin gemas padanya.”ujar Yesung gemas.
“ne. kau benar hyung. Dia jadi terlihat sangat imut dan polos. Berbeda dengan dia yang sehari-hari.”celetuk Eunhyuk sambil tersenyum.
“kau memang nae yeppeo dongsaeng, Ryuki-ah.”ujar Leeteuk senang.
“sudahlah hyung, berhenti memujinya.”gerutu Wookie.
“bilang saja kalau kau cemburu Wookie-ah.”goda Sungmin.
“dia kan lebih cantik daripada kau. Juga lebih imut dan polos.”tambah Shindong.
“yaa! Aku bukan yeoja. Jelas dia lebih cantik daripada aku. Akukan namja.”protes Wookie. Semua member tertawa kecuali Kyuhyun yang daritadi sibuk membereskan CD-CD gamesnya yang berantakan. Namun karena tawa mereka cukup keras, membuat Ryuki agak menggeliat pelan namun masih tetap tertidur.
“hentikan tawa kalian. nanti bisa membangunkan Ryuki.”seru Siwon.
“dia pasti kelelahan karena menunggu kita terlalu lama. Aku akan mengangkatnya ke kamarku agar dia bisa beristirahat dengan baik.”ujar Leeteuk. Ia bersiap mulai mengangkat Ryuki, hingga ia dihentikan oleh Yesung.
“hyung, kau pasti lelah. Jadi kau istirahat saja di kamarmu, biar Ryuki aku bawa ke kamarku saja.”usul Yesung lalu bersiap mengangkat Ryuki. Tapi dengan sigap ditahan oleh Eunhyuk.
“Yesung hyung, kau juga sebaiknya istirahat saja. Biar Ryuki bersamaku.”ujar Eunhyuk.
“tidak, Ryuki biar tidur di kamarku saja Eunhyuk-ah.”ujar Donghae.
“sebaiknya untuk lebih aman Ryuki tidur di kamarku saja.”ujar Heechul.
“itu justru tambah tidak aman. Lebih baik Ryuki bersamaku.”ujar Siwon.
“tidak perlu repot-repot Siwon-ah. Ryuki biar tidur di kamarku saja.”tambah Sungmin.
Leeteuk, Yesung, Eunhyuk, Heechul, Siwon, Donghae, dan Sungmin berebut ingin mengangkat dan menidurkan Ryuki di kamar mereka masing-masing. Sementara Wookie, Shindong dan Kyuhyun saling berpandangan heran. Kemudian kembali menatap bingung ketujuh orang itu.
“kenapa mereka jadi memperebutkan Ryuki tidur dimana?”tanya Kyuhyun heran sambil menatap hyungnya bergantian.
“sebenarnya sama saja kalau Ryuki tidur di kamar mereka. Ryuki juga tak akan peduli.”tambah Shindong heran.
Mereka bertujuh masih asyik bertengkar, ini membuat Wookie kesal. Dengan sigap ia segera mengangkat tubuh Ryuki kemudian berlari cepat meninggalkan teman-temannya, membawa tubuh mungil sang adik ke dalam kamarnya sendiri. Seketika ia mendengar seluruh member berteriak.
“WOOKIE-AH, KEMBALIKAN RYUKI SEKARANG JUGA!!”
**
Wookie telah berada di dalam kamarnya sambil menggendong Ryuki. Ia lalu meletakkan tubuh Ryuki di atas ranjang king sizenya lalu menyelimutinya. Setelah itu ia duduk termenung di pinggir kasur sambil menatap lekat wajah polos adiknya yang tertidur.
“kau tahu Ryuki-ah. Aku sangat sayang padamu. Bukan hanya aku tapi juga member Super Junior lainnya. Mereka sangat menyayangimu. Mereka akan melakukan apa saja untukmu Ryuki-ah. Tapi kenapa kau sekarang menjadi seperti ini?”
“dulu, kau adalah yeoja yang ceria, cerewet, dan ramah pada semua orang. Mengapa sekarang kau berubah sedrastis ini Ryuki-ah?”
“kau berubah sejak kejadian 1 tahun yang lalu. Apa namja itu yang merubahmu menjadi pendiam, dingin, pemarah, dan pemurung seperti ini Ryuki-ah?”Wookie terus berceloteh sendiri sambil terus menatap wajah Ryuki yang tentu saja tidak mendengarnya. Ia lalu teringat akan kejadian yang membuat adik semata wayangnya berubah.
Flashback on
One year ago,
Sore itu, Ryuki sedang berjalan santai menuju sebuah taman kecil di pinggir kota. Hari ini ia sangat senang sekali karena ia akan berkencan dengan seseorang yang baru 2 bulan ini menjadi namjachingunya. Ia memasang senyuman manisnya dan tersenyum ramah pada setiap orang yang dilaluinya. Tiba akhirnya ia sampai di tempat tujuannya. Seorang namja tengah duduk di sebuah kursi taman sambil membelakanginya. Senyumnya berkembang semakin lebar. Baru saja ia melangkahkan kakinya, ia melihat seorang yeoja mendekati namja itu. ia memicingkan matanya untuk mengetahui yeoja itu.
“Eun Mi?”tanyanya pada dirinya sendiri sambil terus menatap sepasang manusia itu. Eun Mi adalah sahabatnya, yang sekarang ini sedang duduk berduaan dengan namja yang menjadi kekasihnya.
Ia melihat yeoja itu bergelayut manja di lengan namja itu. ia dibuat kebingungan dengan pemandangan yang ada di depannya. Ia memutuskan untuk berjalan menghampiri, tapi tidak terlalu dekat. Ia ingin memastikan apa yang ada di pikirannya tidak sesuai dengan apa yang akan dilihatnya nanti. Ia lalu berlindung di balik pohon besar tak jauh dari kursi taman itu, sambil terus memperhatikan gerak-gerik sepasang manusia itu.
“Taejun oppa. apa kau masih menunggu yeoja itu disini?”tanya Eunmi manja. Namja bernama Taejun itu menoleh kearah Eunmi sambil tersenyum manis.
“menurutmu?”
“oppa sudahlah lupakan dia. Dia itu tidak cocok untukmu. Dia itu hanyalah seorang yeoja polos yang bodoh dan membosankan. Apa kau tidak bosan terus bersama dengannya?”tanya EunMi kesal.
“sebenarnya aku bosan dengannya. Sangat bosan malah. Tapi aku tidak mau membiarkannya. Kau tahu berkat dia, aku selalu mendapatkan nilai pelajaran yang bagus karena dia sering membantuku mengerjakan tugas rumahku. Aku tidak mungkin membuang kesempatan emas ini. Untunglah dia itu yeoja yang cerdas dan pintar, jadi aku bisa mendapatkan keuntungan menjadi namjachingunya.”ujar Taejun.
DUARRR!!!
Bagaikan petir yang menyambar tepat di hatinya. Ryuki benar-benar kaget atas apa yang didengarnya. Namja yang baru 2 bulan menjadi kekasihnya ternyata menerimanya karena ingin memanfaatkannya!!??
“tapi aku tidak suka oppa kalau kau terus berada di dekatnya.”protes Eunmi kesal.
“bukankah kau itu temannya? Mengapa kau jadi memihakku?”
“menjadi temannya itu ternyata sangat menyebalkan. Aku tahu ia selalu dielu-elukkan oleh semua siswa di sekolah. Itu membuatku muak. Aku tidak suka semua orang memperhatikannya. Aku lebih cantik dari dia, tapi hanya dia yang diperhatikan. Aku tidak suka.”protes Eunmi.
“lalu kenapa kau mau menjadi temannya kalau kau tidak suka?”
“seperti maksudmu oppa. aku juga memanfaatkannya. Ia selalu membantuku mengerjakan tugas hingga aku tidak perlu kesusahan untuk menyelesaikannya. Aku sebenarnya sudah lelah terus bersikap baik terus padanya.”
Ryuki benar-benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh namja dan yeoja itu. jadi selama ini ia didekati hanya untuk diperalat dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi saja. Betapa hancur hatinya saat ia mengetahui semua itu, tapi anehnya ia tak mengeluarkan setetes pun air mata. Ia justru memandang datar dan dingin kedua orang itu, sebuah pandangan yang tak pernah diperlihatkannya pada orang-orang di sekitarnya karena ia adalah yeoja yang ramah dan ceria serta sering mengumbar senyum keramahannya pada orang lain membuat orang lain merasa nyaman.
“oppa, bagaimana kalau kita berkencan? Kau tidak usah menunggu yeoja itu lagi. Bukankah kau juga sudah bosan?”tanya Eunmi.
“yah sepertinya itu ide bagus. Aku sudah kelelahan menunggunya disini. Seperti biasa ia pasti terlambat karena mengurusi organisasi sekolah yang tidak penting itu. aku juga sudah tak sabar ingin segera putus dengannya.”jawab Taejun sambil tersenyum kearah Eunmi.
Eunmi terlihat sangat senang. “kalau begitu, kajja oppa!”
Mereka lalu berbalik dan seketika itu pula mereka terlonjak panic juga cemas serta ketakutan. Ryuki tengah menatap datar dan dingin kearah mereka, membuat mereka bergidik ngeri.
“a…a…a…a…a…any…anyeong Ryuki-ah.”sapa Taejun tergagap sambil tersenyum kikuk. Sementara Eunmi diam saja sambil membelalakkan matanya kaget.
“anyeong!”jawab Ryuki dingin.
“k…k…k…kenapa kau menatapku seperti itu Ryuki-ah? Kau terlihat sangat seram dengan tatapan itu Ryuki-ah!”ujar Taejun ketakutan.
Ryuki tak menjawab dan justru semakin menatap datar kearah mereka berdua. Lama-lama tatapan itu seperti tatapan tajam dan membunuh.
“R…R…Ryuki-ah, itu tidak seperti apa yang kau pikirkan.”Eunmi akhirnya berbicara sambil tergagap.
“kau tidak perlu menyusun kata-kata untuk memutuskan hubungan kita Taejun-ssi. Sekarang kau dan aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Anggap saja kita tak pernah saling mengenal.”ujar Ryuki datar.
Taejun menelan ludah dengan susah payah, sementara Eunmi gemetar ketakutan. Tangan kanannya terus saja menggenggam erat tangan kiri Taejun.
“dan untukmu. Han Eunmi, terima kasih sudah mau menjadi sahabat yang sangat BAIK untukku. Mulai sekarang, kebaikanmu itu akan terkubur selamanya dengan cinta yang pernah kuberikan pada Taejun di dalam neraka yang paling seram. Aku doakan semoga kalian menjadi pasangan yang paling abadi di dalam sana.”sahut Ryuki datar namun sangat tajam. Dua orang itu hanya berdiri ketakutan.
Ryuki akhirnya berjalan dengan langkah gontai meninggalkan taman, meninggalkan mereka yang masih berdiri mematung. Hari itu, benar-benar menyisakan kesedihan yang sangat dalam di hati Ryuki, dikhianati oleh namjachingu sekaligus sahabatnya sendiri. Ia benar-benar sakit hati mengingat semua perkataan namjachingu dan sahabatnya. Tapi ia tak sedikitpun mengeluarkan air mata, seolah air matanya mengering.
Sejak saat itu, Ryuki berubah menjadi yeoja pendiam, tertutup pada semua orang, dan pemurung. Ia sangat menghemat kata-kata jika ingin berbicara pada orang lain dan berbicara seperlunya saja itupun kalau penting, tapi kalau tidak jangan harap ia akan menjawab, bahkan pada keluarganya sekalipun ia bersikap seperti itu. Ia merasa bahwa saat ini tidak ada orang yang bisa dipercaya selain dirinya sendiri.
Hal itu diketahui oleh member Super Junior terutama Wookie. Hal ini membuat Wookie berteriak marah dan mengacak-acak isi dorm karena masalah ini. Ia memang sangat menyayangi adiknya. Saat mengetahui masalah itu, ia mendatangi Taejun lalu memukulnya sampai babak belur. Sementara Eunmi ia memarahinya sampai membuat Eunmi bertekuk lutut meminta maaf, namun tak membuat ia memaafkannya.
End flashback
“huh aku menyesal. Kenapa waktu itu aku tak membunuhnya saja.”ujar Wookie kesal.
“karena yeoja dan namja brengsek itu kau jadi seperti ini Ryuki-ah. Kembalilah seperti dulu, menjadi yeoja periang lagi. Aku merindukanmu Ryuki-ah.”gumam Wookie sedih. Ryuki masih terlelap tidur sesekali menggeliat pelan.
Wookie lalu mendekat kearah Ryuki lalu menciumi kening yeoja itu dengan lembut.
“aku harap, suatu saat nanti kau akan menemukan seseorang yang akan membimbingmu kembali Ryuki-ah, menjadi Ryuki yang seperti dulu. Aku yakin ia akan melindungimu dan menyayangimu sama seperti aku, member Super Junior yang lainnya juga omma dan appa yang menyayangimu.”
TBC
Akhirnya chapter 2 udh selesai. Gimana chingu? Jelekkah? Ditunggu commentnya ya, ff ini dilanjut atau tidak…
Kamsha hamnida!!!!!
**

20 pemikiran pada “Saranghae… Ice Princess… (Chapter 2)

  1. tega bgt tae jun sama eunmi..kasian ryuki jd g bisa percaya sama siapa2..
    Ff nya menarik..cuma antar pov sebaiknya dkasih jarak..gomawo..

  2. Jadi itu alasan Ryuki bersikap dingin??
    Sumpahh, tega banget ya sahabat sama pacar sama-sama brengseknya!!
    Kalau aku yang digitu’in, mungkin udah aku bunuh dilokasi, tanpa ba bi bu!!
    Kasihan juga Ryuki yang dihianati kayak gitu.
    Aku agak terharu juga pas baca bagian Ryeowook-nya.
    Mudah-mudahan Sehunlah yang bisa membuat Ryuki berubah menjadi perempuan yang lebih baik lagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s