Fiction

Tittle                      : Fiction

Author                  : layulia

Main cast             : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Zhang Yi Xing (Lay)

Lengt                     : Oneshot

Genre                   : Drama,  Romance, Yaoi

“Namamu Chanyeol… Bangunlah..! Maka sejak saat itulah sayapmu akan mulai terbentuk dan kau akan menjadi seperti mereka… Sayapmu akan terbentuk saat kau memberikan mereka perasaan bahagia, dan akan kekuatanmu akan semakin berkurang saat kau melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan jasmani mereka. Ingat! Hanya perasaan mereka dan bukan jasmani mereka..”

————-

————————-

 

Ia mengerjapkan matanya dan hingga pada akhirnya terbukalah matanya. Ia terbaring pada sesuatu yang empuk dan nyaman baginya. Merasa penasaran kemudian ia mulai menggerakkan tubuhnya dan mendudukkan badanya.

 

Halus…

 

Ia tidak bisa berbicara. Hanya membatin saja… Mulutnya bisa terbuka, tetapi ia tidak bisa mengeluarkan suara.

Ia mengelus pelan benda yang ia sentuh itu.. Kemudian berhenti saat melihat sesuatu yang lain.

 

Eh?

 

Matanya berhenti kepada sesosok manusia yang terbaring di sebelahnya. Terkagum-kagum kemudian matanya menelusuri setiap bentuk dan lekuk demi lekuk pada tubuh yang ada di depannya itu. Hanya terdengar suara udara yang masuk kemudian keluar melalui dua buah lubang di wajahnya.

 

Wajahnya….Cantik… Damai dan indah..

 

Ia merasa sosok yang ada didepannya itu sangat indah. Entah… tapi hati dan pikirannya berfikir seperti itu. Tergerak hatinya untuk mencoba menyentuh sesuatu yang

tertempel ditubuh itu.. Berwarna pink sedikt kemerahan dibawah hidung. Pelan sekali ia menggerakkan tangannya…., namun..

 

“nggggghh..”

 

Terkejut dengan sebuah gerakan kecil sosok tadi ia kemudian mengurungkan niatnya untuk menyentuhnya. Takut.

 

Dengan perlahan ia turun dari benda tadi. Ia berdiri…

 

Waaaah… Hebat..

 

Ia kemudian meneliti setiap bagian tubuhnya dan menyamakan dengan sosok manusia yang masih terbaring damai pada benda tadi..

 

Sama… tetapi…. wajahku berbeda.

 

Dipandanginya lagi wajah orang yang ada di depannya.. Ia dekatkan lagi penglihatannya..

 

Apa yang berbeda yaa??

 

Ia menunyuk-nunyuk benda menonjol dengan dua lubang miliknya. Kemudian melihat pada benda yang sama tetapi beda pemiliknya…

 

Aku juga punya… yang itu, yang itu, yang itu… semuanya punya.. tapi tetap saja berwajah beda.

 

Ia menaikkan kedua alisnya tak mengerti. Ia mencoba meneliti lebih dekat lagi. Tiba-tiba kedua buah benda bergerak bersamaan! Mata orang itu terbuka dan menutup

berkali-kali hingga akhirnya terbuka.. Sedikit membuat terkejut dan akhirnya ia berdiri lagi..

 

“Ngggghh….”

 

Sosok manusia itu mendudukkan tubuhnya dan menatap Chanyeol..

 

Eeeerr….

 

“aaaah… Sudah waktunya mandi!”

 

Kemudian Chanyeol tersadar bahwa orang itu tidak melihatnya… Yang orang tadi liat adalah suatu benda yang ada dibelakang Chanyeol.

 

Chanyeol membalikkan badannya dan melihat sesuatu berbentuk lingkaran. Didalamnya ada tiga buah jarum. Chanyeol tidak mengerti dengan benda itu. Jarum yang

pertama bergerak cepat tetapi tetap pelan. Yang kedua bergerak sangat pelan, walau sebenarnya lebih cepat dibanding jarum yang ketiga.

 

Menyerah karena tidak mengerti kemudian Chanyeol membalikkan kembali tubuhnya untuk melihat sosok manusia yang sangat menarik baginya tadi.

 

Eeehh??

 

Chanyeol kehilangan sosok tadi.. Ia sudah tidak ada di tempat itu lagi..

 

Hingga akhirnya Chanyeol mendengar suara dari suatu tempat. Ia langkahkan kakinya menuju sumber suara itu. Benda berbentuk kotak menghalanginya… Namun ia yakin

orang tadi sedang melakukan sesuatu di dalam ruangan itu.

 

Tanpa peduli dengan benda penghalang tadi, dengan mantap Chanyeol melangkahkan kakinya. Menembus pintu! Dan kini matanya terkagum kembali dengan yang ia lihat..

 

Tubuh tanpa sehelai benang pun, tubuh dengan kulit putih yang halus tanpa noda sedikitpun.

 

Clup!

 

Orang tadi mencelupkan jarinya kedalam sesuatu yang cair.. “Hhh… airnyadingin…” nadanya terdengar sedikit mengeluh.

 

Apa itu dingin??

 

Chanyeol terlalu dipusingkan dengan semua hal yang sama sekali tidak ia ketahui. Semua yang ia lihat, ia tidak mengerti. Ia mencoba melakukan hal yang sama….,

mencelupkan jarinya. Ia hanya merasakan benda cair itu menyentuh tangannya, tidak ada hal yang lain.

 

Jadi apa itu dingin? Aku tidak mengerti..

 

Sepercik cahaya kemudian keluar dari jarinya. Entah darimana datangnya Chanyeol juga tidak tahu.. Ia menarik tangannya kembali. Frustasi, Chanyeol kemudian jongkok

dan hanya menatap wajah manusia tadi.

 

Orang itu kembali mencelupkan jarinya ke dalam air..

 

“Eeeeh?? Hangat??” orang tadi terkejut setelah mendapati air itu menjadi hangat..

 

Apa itu dingin?? Dan sekarang apa itu hangat??Hhhh…!!

 

Chanyeol tidak bisa apa-apa sekarang. Ia menopang dagunya dengan tangannya. Dan matanya asyik melihat ekspresi terkejut dan aneh orang tadi.

 

Terlukis sebuah senyuman di wajah Chanyeol. Ia merasa senang mendapati sesosok manusia yang indah dan lucu baginya.

 

Wajahnya terkadang lucu yaaah…

 

Byuuurr!!

 

Chanyeol terus saja memperhatikan orang itu. ­Chanyeol berfikir orang itu tambah cantik saat air tadi membasahi rambut hitamnya.

 

——–

 

————-

 

Orang itu keluar dari ruangan berair tadi. Sedangkan Chanyeol hanya mengikuti kemana saja orang itu berjalan. Setelah orang tadi memakai pakaian, ia kemudian berdiri di

depan sesuatu yang memantulkan gambaran dirinya.

 

Woooow!! Itu aku??

 

Chanyeol lagi-lagi terkagum. Ia melihat sosoknya pada benda datar di depannya. Chanyeol sibuk berkaca dengan membuat ekspresi-ekspresi tidak jelas dengan wajahnya

sedangkan orang tadi sibuk merapikan rambutnya.

 

Eeeh??

 

Ia menajamkan penglihatannya di cermin tadi. Kini ia mendapati sesuatu yang berbeda antara ia dan sosok manusia di sampingnya.

 

Itu apa??

 

Chanyeol membalikkan sedikit badannya. Sesuatu tertempel pada punggung Chanyeol. Tidak jelas bentuknya karena berwarna transparan. Chanyeol kemudian mencoba

menggerak-gerakan benda itu. Pelan kemudian menjadi sedikit cepat… Hal itu itu membuat tubuh Chanyeol sedikit terangkat beberapa senti ke atas, tetapi kemudian ia

hentikan kegiatan itu saat ia merasa tubuhnya sangat berat.

 

Manusia ini tidak mempunyainya…

 

Chanyeol mengamati punggung orang itu. Memang sama sekali tidak ada benda seperti itu pada punggung orang itu.

 

Tidak peduli dengan hal itu Chanyeol kembali berkaca.

 

Aku lebih tinggi darinya.. Rambutku pirang dan sedikit panjang. Sedangkan ia hitam dan lebih pendek… Eeh!

 

Orang itu pergi, mengambil tas, dan keluar dari ruangan itu.

 

Chanyeol mengikuti orang itu dari belakang. Ia merasa sangat gembira berada di samping orang yang sampai sekarang masih belum ia ketahui namanya. Senyum lebar

menghiasi wajahnya. Apalagi saat ia melihat banyak hal yang menakjubkan di luar.

 

Banyak sekali manusia!

 

Ia mengira semua orang tidak bisa melihat satu sama lain seperti halnya ia dan orang yang Chanyeol ikuti sudah sejauh ini berjalan.

 

Tetapi ternyata salah… Di depan sebuah bangunan yang besar seseorang mendatangi mereka berdua, yaaah… sebenarnya lebih bisa disebut mendatangi sosok yang ada di

sebelah Chanyeol.

 

“Baekhyun-aah…!” orang itu melambaikan tangannya.

 

“Yi Xing!” dan orang yang dipanggil dengan ‘Baekhyun’ itu tersenyum lebar.

 

Chanyeol sedikit tidak suka dengan –adegan- ini. Entah… tetapi kedatangan orang bernama Yi Xing itu mengganggu ketenangannya bersama Baekhyun.

 

Tenggelam dalam percakapan, Chanyeol mulai kesal dan memilih untuk pergi kepada sebuah pohon yang besar. Ia merasa nyaman di bawah pohon itu. Sejuk…

 

Hingga sampai akhirnya ia melihat seekor burung. Ia mencoba menyentuhnya, tetapi kemudian burung itu terbang entah kemana.

 

Oohh… benda itu.. sama denganku.. hanya saja milikku tidak terlihat jelas. Jadi, aku juga bisa terbang seperti itu? Hebaaat!!

 

 

Chanyeol kemudian mencoba menggerakkan sayapnya. Ia berhasil terangkat, namun kemudian terjatuh saat ia tak kuat lagi menahan berat tubuhnya.

 

Aduuuuh…. Kenapa tidak bisa..??

 

Chanyeol menggerakkan pelan sayapnya. Dan hingga akhirnya ia teringat..

 

Baekhyun!

 

Ia berdiri dan berlari ke tempat tadi. Tetapi sosok yang ia cari sudah tidak ada. Chanyeol kemudian memasuki bangunan besar itu. Mencari ke dalam setiap ruangan.

Banyak sekali ‘manusia’, tetapi ia belum juga menemukan Baekhyun’nya’ itu.

 

Di lantai atas ia mencoba mencari dan akhirnya ia menemukan Baekhyun.

 

Aaaah… ketemu.

 

Chanyeol merasa lega dan senang. Ia melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas itu tanpa menghiraukan apapun. Ia terheran melihat Baekhyun dengan serius

memperhatikan seseorang laki-laki sedikit tua menjelaskan sesuatu.

 

Gambar apa itu??

 

Chanyeol kebingungan melihat angka-angka yang sama sekali tidak ia kenal. Yup! Saat ini sedang pelajaran matematika..

 

“Baekhyun, coba selesaikan soal ini..”

 

Baekhyun berdiri dari duduknya. Wowowowowooow!! Chanyeol terkejut dan kebingungan karena ia tahu ia menghalangi jalan Baekhyun. Tetapi…

 

FLAPP!!

 

Baekhyun menembus Chanyeol…

 

Terkadang Chanyeol dapat menyentuh sesuatu seperti saat ia awal terbangun, tetapi kali ia bahkan tidak bisa merasakan sentuhannya dengan Baekhyun.

 

Baekhyun maju ke depan. Dengan segera ia menuliskan berjajar-jajar rumus dan angka yang Chanyeol sama sekali tidak mengerti. Hingga akhirnya lelaki tua tdi

mempersilahkan Baekhyun duduk kembali. Lelaki itu meneliti jawaban Baekhyun.

 

“Bagus Baekhyun! Kamu benar…”

 

Woooow!! Baekhyun hebat…!

 

Chanyeol bertepuk tangan dengan polosnya. Ia berjalan keliling kelas sambil mengatakan ‘lihat! Baekhyun hebat! Ia bisa menjawab dengan benar gambar-gambar aneh

itu!’ kepada setiap murid di sana walau sebenarnya tidak ada satu pun dari mereka menggagas Chanyeol.

 

————

 

——————-

 

Teeng! Teng! Teengg!!

 

Bunyi bel! Saatnya pulang…. Semua murid beranjak dan keluar dari kelas. Tetapi tidak dengan Baekhyun. Chanyeol yang sekarang tengah terduduk di lantai, di samping

Baekhyun, menatap heran Baekhyun.

 

Baekhyun hanya terdiam tak berkutik masih duduk di bangkunya.

 

“Baekhyun-aah!!”

 

Baekhyun dan Chanyeol bersamaan menengok ke suara tadi…, Yi Xing.

 

Wajah Chanyeol terlihat kesal. Sungguh! Ia sangat tak menyukai orang ini. Chanyeol selalu berfikir bahwa Baekhyun hanya untuknya saja, dan orang ini selalu mengganggu

kenikmatannya saat bersama Baekhyun.

 

“Yi Xing! Sekarang?”

 

Namun apa daya.. sebuah senyuman lebar selalu tiba-tiba muncul dari wajah Baekhyun saat tiba-tiba Yi Xing datang.

 

Seandainya Baekhyun bisa melihatku, mendengarkanku, dan merasakanku…

 

“Tentu saja! Mau kapan lagi? Ayo!” Yi Xing menarik tangan Baekhyun dan kemudian mereka berdua pergi keluar kelas. Chanyeol masih terdiam duduk iri melihat Yi Xing

bisa menyentuh Baekhyun sesuka hatinya. Saat Chanyeol sadar kedua orang tadi telah pergi jauh darinya, ia berdiri dan berlari keluar mencari Baekhyun dan YI Xing.

 

Betapa bodohnya ia, ia kebingungan. Matanya dengan teliti menelusuri setiap sudut ruangan-ruangan. Chanyeol tidak menemukan mereka dan ia menyerah.

 

Chanyeol berjalan lunglai menelusuri jalan. Suasananya ramai dan udah banyak sekali orang yang melewati Chanyeol tanpa menabrak. Semuanya menembus tubuh

Chanyeol.

 

Apa tidak ada satu pun manusia di sini melihatku?

 

Chanyeol meratapi dirinya sendiri. Sedih…

 

“Baiklah.. Sekarang kita ke perpustakaan!”

 

Suara ini Chanyeol kenal. Dan benar. Yi Xing sedang besama Baekhyun di depan sebuah kedai. Keduanya kemudian pergi ke suatu tempat. Tidak ingin kehilangan mereka

berdua lagi Chanyeol langsung mengikuti mereka dari belakang.

 

Sebuah bangunan berisi banyak sekali buku. Chanyeol sempat terkagum, tetapi kemudian bingung ketika Baekhyun dan Yi Xing menatap serius pada setiap lembar kertas

buku itu.

 

Ia mencoba mengintip, tetapi ia tidak mengerti.

 

Gambar-gambar apa itu? Kecil-kecil dan tidak jelas seperti tadi.. huuuh! Adakah orang yang bisa mengajariku tentang semua benda-benda asing ini dan 

semua perasaan yang tidak aku mengerti??

 

“Baekhyun-aah… Kau membaca yang seperti itu lagi yaa?” tanya Yi Xing.

 

“Hehee… iyaa.. habis.. aku menyukai cerita yang bisa menyentuh hati kita. Aku juga belajar banyak sekali tentang cinta dari buku-buku ini.”

 

“eeeh? Kau seperti perempuan…”

 

Biar saja!! Baekhyun itu memang cantik kok!! #@%*(%$@!!%^*(*%)

 

Chanyeol yang mendengar Yi Xing berkata seperti itu tidak terima. Chanyeol bertingkah tidak jelas. Ia mencoba untuk mengganggu Yi Xing. Chanyeol ingin mengacak-

acak rambut Yi Xing, tetapi sekali lagi ia selalu tembus. Dan Chanyeol menyerah! Ia sadar kalau perbuatannya itu hanya akan membuat lelah dirinya saja.

 

——–

 

—————

 

Seperti biasa, Chanyeol hanya mengamati Baekhyun.

 

Chanyeol terduduk di atas kasur sambil memperhatikan setiap tingkah laku Baekhyun dan mendengarkan Baekhyun berbicara sendiri tak jelas. Chanyeol heran, untuk apa

Baekhyun sedari tadi tersenyum-senyum yang sekali lagi tidak jelas.

 

“Cinta itu tidak memandang gender kan… Cinta itu berasal dari hati. Saat kita merasa nyaman pada seseorang.. saat kita merasa senang dengan keberadaannya di samping

kita… saat kita tidak ingin terpisah dengan orang itu… saat kita ingin memberikan semuanya untuk orang itu… saat kita ingin memilikinya.. saat kita ingin

membahagiakannya… dan saat kita merasa tidak suka orang lain ada di dekatnya.. itulah yang namanya cinta. ”gumam Baekhyun sambil berkaca di depan cermin.

 

Itukah cinta?? Sepertinya menyenangkan… dan aku merasakan itu…., Baekhyun. Tetapi…

 

“”Tetapi terkadang cinta juga menyakiti kita… Cinta membuat kita menangis. Membuat kita sakit.. Bukan membuat sakit pada tubuh kita, tetapi pada hati kita.. Dan jika hati

kita sakit, itu akan sembuh sangat lama bahkan mungkin akan tetap meninggalkan bekas..”

 

Raut Baekhyun berubah… Terlihat sangat sedih.

 

Baekhyun…  apa kau merasakan hal itu? Kalau begitu… Orang itu..

 

“Yi Xing….” tiba-tiba Baekhyun menyebut nama itu. Sontak, Chanyeol merasa sedih..

 

Benar dugaanku..

 

Chanyeol tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia merasa tersakiti dengan itu. Ia sadar…, sejak awal pertemuannya dengan Baekhyun.. Ia sudah terlanjur merasa

nyaman dengan Baekhyun, Chanyeol  juga merasa senang saat Baekhyun ada di sampingnya, Chanyeol tidak ingin terpisah dari Baekhyun, Chanyeol ingin membuat

Baekhyun tersenyum dengan keberadaannya, dan Chanyeol tidak suka orang lain didekat Baekhyun.

 

Chanyeol…. mencintai Baekhyun.

 

Betapa terkejutnya Chanyeol mendapati Baekhyun menangis sekarang. Apa yang terjadi?

 

Chanyeol mencoba mendekatkan dirinya dengan Baekhyun. Betapa sakitnya hati Chanyeol saat itu. Ia tak bisa melakukan apa-apa untuk Baekhyun sekarang.

 

Baekhyun… jangan menangis.. kenapa? Aku di sini Baekhyun. Bisa kau ceritakan kenapa kau menangis? Baekhyun!

 

Percuma… Baekhyun sama sekali tidak mendengar Chanyeol. Seandainya ia bisa berbicara, mengeluarkan suara. Mungkin Baekhyun masih bisa mendengar. Chanyeol ingin

menangis, tetapi ini bukan saat yang tepat. Ia harus melakukan sesuatu untuk Baekhyun daripada harus menangisi dirinya sendiri.

 

“Tuhan… kenapa Kau ciptakan aku menjadi laki-laki…?? Tuhan… aku mencintai Yi Xing. Aku minta maaf Tuhan.. Aku tahu ini salah.. Tapi Tuhan.. Aku benar-benar

mencintainya.. hikks!”

 

Chanyeol terdiam kaku. Kali ini ia benar-benar tersakiti dan tak bisa melakukan apa-apa. Baekhyun benar-benar mencintai Yi Xing….

 

——–

 

————

 

Chanyeol mencelupkan tangannya ke dalam air. Dan seberkas cahaya lagi-lagi keluar. Ia tahu, dengan apa yang ia lakukan itu akan membuat Baekhyun senang, walau

sebenarnya Chanyeol tidak tahu apa itu ‘hangat’.

 

Clup…!

 

Baekhyun mencelupkan tangannya… “Hangat…” senyuman terlukis di wajah Baekhyun.

 

Dan benar tebakan Chanyeol. Hati Chanyeol sedikit terobati ketika ia kembali melihat senyum Baekhyun saat itu. Setidaknya ia bisa sedikit berguna untuk Baekhyun.

 

——-

 

Baekhyun mengubrak-abrik almari di dapur. Chanyeol memandangi heran duduk di kursi meja makan.

 

“Di mana? Di mana? Di manaaaa~~”

 

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. Sbenarnya apa yang Baekhyun cari..

 

Krucukk…krucuuk..

 

“Aaaah… sabar perut.. sebentar yaah..” kata Baekhyun sambil mengelus-elus perutnya yang sepertinya sudah kelaparan itu.

 

“Akhirnya… dapat!!” teriak Baekhyun riang.

 

Ternyata… telur?

 

Baekhyun segera menyalakan kompor dan menggoreng telur.

 

Drrrrrt…drrrttt….!!

 

“Aaah… telpon pengganggu!!” Diambilnya HP yang ada dikantongnya. “Yeoboseyo??”

 

“Yaaaak… kau… di mana kau haa???”

 

“Eeehh??! Ini siapa yaa??”

 

“Kim Eun Raa!!! Jangan seperti itu!! Kita sudah menunggu lama sekali!!”

 

“Mwoo??!! Maaf… Aku..”

 

“Cepat kemarii!!! Aaaiiissshh!!”

 

“Aku…”

 

“Jangan terlalu banyak bicara… !! Cepat ke…”

 

“YYAAAAAAAAAKKKKKK~~ AKU BYUN BAEKHYUN!!! SIAPA ITU KIM EUN RA!!?? KAU SALAH SAMBUNG TAAUUU~~!!!!

%#$@%&^(*)&%@#*$#!@&*”

 

(0_______0)<———- wajah Chanyeol

 

Dengan emosi Baekhyun menutup telponnya. “Aiish… mengganggu saja!! Wooooo~~~ Telurnya gosonggg!!!”

 

Baekhyun segera mematikan kompor dan mengangkat telurnya. “Uhuhuuu… kalau seperti ini mau makan sama apa aku…??” Baekhyun menatap sedih telur gosongnya itu.

 

Chanyeol kemudian berdiri. Dilihatnya telur itu, dan…

 

Heeemm…hheemmuuaaahahahahahah!!! hitam sekali telurnya….

 

“Ya sudah… tak apalah…”

 

 

Eeeh??

 

Chanyeol menatap Baekhyun. Hanya kehilangan sebuah telur goreng saja sedih.. Mengambil kesempatan emas saat Baekhyun mengambil nasi, Chanyeol mengubah telur

gosong itu menjadi telur goreng yang layak untuk dimakan.

 

“Mwoo??! Kok telurnya…..” Baekhyun terkejut melihat telurnya berubah. Terdiam sejenak. Lalu melihat-lihat sekelilingnya.

 

Kau kira apa hha Baekhyun… hantu…??

 

Baekhyun mengangkat pundaknya tidak peduli dan segera mengambil telur goreng itu. “Selamat makan!!”

 

——–

 

————–

 

Setelah Baekhyun menyelesaikan acara makannya, ia pergi meyalakan televisi. Ia duduk di sebuah sofa empuk menikmati acara. Terkadang tertawa dan kemudian kembali

serius saat ia memindahkan acara. Lucu… dan Chanyeol sangat menikmati ini. Di mana hanya dirinya dan Baekhyun di situ.

 

Chanyeol tidak peduli dengan acara televisinya.. Ia bahkan sama sekali tak berpaling dari Baekhyun. Sedari tadi ia hanya memperhatikan tingkah Baekhyun.

 

Baekhyun tertawa keras sambil menepuk tangannya. Itu membuat Chanyeol sedikit terkejut, tetapi kemudian Chanyeol juga tertawa saat Baekhyun tiba-tiba terjatuh dari

sofa.

 

Sudah jam 11 malam… Mata Baekhyun sudah sayu..

 

BLEKK… Baekhyun tertidur di sofa. Dan inilah saat-saat yang Chanyeol tunggu. Baekhyun tertidur. Chanyeol paling senang saat melihat ekspresi Baekhyun tidur. Melihat

wajah Baekhyun yang tenang mampu membuat hati Chanyeol juga tenang.

 

Televisi masih menyala dan seperti biasa, dengan tangannya, Chanyeol mematikan televisi itu.

 

——-

 

—————–

 

“Yi Xing!!” Baekhyun melambai-lambaikan tangannya kepada Yi Xing.

 

“Baekhyun-aah… Sudah lama?”

 

“Tidak.. Aku baru saja datang kok..”

 

“Ya sudah.. ayo kita masuk ke sana…”

 

Hmmm…. ini tempat apa?? Ramai sekali…

 

“Baekhyun-aah… Kita naik roller coaster yuuk!!” ajak Yi Xing sambil menunjuk wahana roller coaster.

 

“Nde…?? Baru saja masuk sudah naik yang seperti itu.. Kita naik yang biasa-biasa saja dulu..”

 

“Haaah… baiklah… naik kincir angin??”

 

“Boleh…”

 

Chanyeol mengikuti mereka berdua. Menaiki benda yang besar, bergerak memutar ke atas. Betapa takjubnya Chanyeol saat berada di atas. Hampir semua bagian kota

terlihat dati situ. Gedung-gedung serta bangunan lainnya.

 

Wooooow…. hebaaaaat!

 

Merasa canggung Baekhyun dan Yi Xing hanya terdiam tak berbicara. Mereka pikir di dalam situ hanya ada mereka berdua tanpa Chanyeol. Yaah… Chanyeol memang

tak terlihat.

 

Mereka kenapa?

 

Chanyeol memandang heran pemandangan yang ada di depannya itu. Padahal tadi baik-baik saja, tetapi seketika menjadi diam saat mereka memasuki benda tersebut.

 

GLAAAK!!

 

“Uwaaaa~~” Baekhyun terkejut dan reflek memeluk Yi Xing.

 

“Eehh??”

 

“Aaaah… maaf Yi Xing, aku tidak bermaksud…”

 

“Haha… tidak apa-apa…”

 

Chanyeol yang melihat adegan tadi kemudian memalingkan pandangannya kepada pemandangan kota. Ia tidak ingin hatinya sakit.

 

“Maaf semuanya… Terjadi kesalahan teknis. Kincir angin ini akan kembali bergerak dalam beberapa waktu lagi. Dimohon untuk tetap tenang. Terima kasih..”

 

“Apa?? Aaisshh…” keluh Yi Xing.

 

Sudah hampir 5 menit mereka terjebak di atas. Merasa bosan Yi Xing kemudian mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

 

“Baekhyun-aaah… Kau mau? Aku membawa coklat..”

 

“Waaah… boleh..”

 

Yi Xing memberikan Baekhyun sebungkus coklat. Baekhyun membuka coklat itu tetapi tiba-tiba coklat Baekhyun terjatuh.

 

“Aah.. maaf Yi Xing. Aku menjatuhkan coklatnya.”Sesal Baekhyun.

 

SRAAAAT!! Waktu tiba-tiba berhenti… Hanya Chanyeol yang bergerak saat itu. Ia sentuh coklat itu… dan… SRAAAT!! Waktu kembali seperti semula..

 

“Tidak apa-apa Baekhyun-aah… Toh masih dibungkus kan.. Masih bersih. Kalau patah ambil saja punyaku.”

 

“Eeh?? Aku sudah mem…..” ucapan Baekhyun berhenti saat ia melihat coklatnya masih terbungkus sempurna.

 

Yi Xing mengambilkan coklat itu untuk Baekhyun. “Ini…”

 

“aa…a..aku sudah membukanya tadi Yi Xing..”

 

“Oh yaa??” kata Yi Xing sambil menunjukkan coklat Baekhyun yang jatuh tadi.

 

“Ini…” dan sekarang Baekhyun yang menunjukkan bungkus coklat yang tadi.

 

Chanyeol tertawa terkikik melihat keduanya kebingungan. Bagaimana coklat yang tadi sudah dibuka bisa terbungkus lagi..

 

——–

 

————–

 

“Aaaaah… capeknyaa….” Baekhyun langsung merebahkan dirinya diranjang. Seharian ini ia bermain bersama Yi Xing.

 

Chanyeol tersenyum. Walau sebenarnya tadi banyak sesuatu yang ia tidak suka….

 

Saat Baekhyun memeluk Yi Xing tiba-tiba. Saat Yi Xing memberikan coklat. Saat Yi Xing memberikan sebuah gantungan kunci kepada Baekhyun karena memenangkan

permainan. Saat Yi Xing tiba-tiba menjilat es krim Baekhyun. Saat Yi Xing mengacak-acak rambut Baekhyun. Saat Baekhyun menangis didekapan Yi Xing karena

ketakutan. Dan saat mereka berdua saling tertawa dan bercanda bersama.

 

Tetapi…… Setidaknya itu membuat Baekhyun senang.

 

Chanyeol pergi berkaca dan mendapati sayapnya semakin hari semakin jelas terlihat. Entah… tetapi sayapnya selalu bertambah jelas saat Chanyeol memulai melakukan

suatu keajaiban. Mulai dari merubah air, merubah telur, mematikan televisi dan merubah coklat.

 

Memang belum seberapa… tetapi Chanyeol selalu menggunakan kekutannya itu minimal dua kali sehari saat Baekhyun pergi mandi.

 

———–

 

—————————–

 

Sudah hampir satu bulan Chanyeol tinggal bersama Baekhyun. Chanyeol semakin mencintai Baekhyun, tetapi Chanyeol juga semakin mengerti betapa besar Baekhyun

mencintai Yi Xing. Dan suatu hal telah menyakiti hati Chanyeol saat mengetahui ternyata Yi Xing juga mencintai Baekhyun.

 

“Sebentar ya.. aku buatkan minum dulu.. Kau carikan aku materi dulu saja.. hehe.. ”

 

Yi Xing menatap punggung pemuda yang berjalan ke dapur seraya meloncat-loncat itu.“seandainya dunia ini mengijinkan untuk saling memiliki sesama 

gender…”

 

——

 

Sayap Chanyeol pun semakin tampak jelas. Berwarna putih bersih dengan sedikit bercahaya.

Chanyeol menggerak-gerakkan sayapnya pelan. Ia tersenyum melihat sayapnya yang semakin hari semakin indah.  Ia mengalihkan pandangannya kepada Baekhyun yang

sedari tadi menunggu Yi Xing di depan rumah. Baekhyun diam termenung. Entah apa yang sedang Baekhyun lakukan, ia hanya memandangi pagar depan sesekali.

 

Hari sudah petang dan hampir malam, tetapi Yi Xing masih belum datang. Baekhyun tidak memperdulikan itu. Yang terpenting ia yakin Yi Xing akan datang.

 

“Baekhyunie-yaah!!” panggil seseorang dari dalam mobil yang tiba-tiba berhenti di depan rumah Baekhyun. Ia membuka jendelanya.

 

“Eeeh??” Baekhyun tahu suara itu, Yi Xing. Ia segera melangkahkan menuju mobil tadi. TIIIINN!!! BRAK!

 

Baekhyun terserempet mobil saat ia mencoba menyeberang menemui Yi Xing. Mobil tadi tidak memperdulikan Baekhyun dan terus berjalan. Yi Xing segera keluar dari mobilnya..

 

“Kau tidak apa-apa Baekhyunie???!” panik Yi Xing saat mendapati Baekhyun tergeletak di pinggir jalan. Beruntung Baekhyun tidak apa-apa.. Hanya saja kakinya tergores

sedikit lebar dan darah pun menetes sedikit deras dari kakinya.

 

Chanyeol sempat terkejut, dan dengan segera ia mendekati Baekhyun.

 

Pluuk..! Pluuk..!

 

Beberapa helai bulu pada sayapnya terlepas. Warnya juga menjadi sedikit redup saat Chanyeol berusaha menyembuhkan kaki Baekhyun. Tidak peduli apa yang terjadi

dengan sayapnya, Chanyeol meneruskan kegiatannya.

 

“Baekhyunie… kakimu berdarah…, eeh??” Yi Xing terkejut saat melihat tidak ada lagi luka pada kaki Baekhyun.

 

“Aaah… aku tidak apa-apa Yi Xing. Tidak ada luka kok.. hehee…” ucap Baekhyun sambil meringis.

 

Yi Xing tersenyum miris. “Kau itu baru saja mengalami kecelakaan.. Jangan membuat senyum seperti itu…”

 

“Tapi memang nyatanya aku tidak apa-apa kan??”

 

Sempat beradu mulut, tetapi kemudian ayah Yi Xing menyuruh anaknya itu segera kembali ke mobil.

 

“Maaf Baekhyunie.. Aku ada acara mendadak. Ini… aku sudah meringkas catatannya.. Maaf ya.. belajar bersama kali ini batal.. Berhati-hatilah… kalau ada yang sakit atau

apa, telepon aku saja… byee!!” Yi Xing memberikan Baekhyun sebuah buku dan kemudian meninggalkan Baekhyun masuk ke dalam mobilnya.

 

Mobil Yi Xing segera meninggalkan Baekhyun.

 

Terlihat dari wajah Baekhyun, ia sedikit kecewa. Chanyeol yang melihat itu hanya menghela nafasnya.Ia memeriksa kakinya.. Tidak ada apa-apa.. Ia tahu sesuatu terjadi

pada kakinya tadi, tetapi kemudian hilang.

 

Chanyeol merasa lemas. Ia menggunakan sedikit banyak kekuatannya tadi. Tidak seperti biasanya, kali ini justru sayapnya semakin kabur.

 

Baekhyun menatap buku tadi sesaat dan kemudian melangkahkan kakinya memasuki rumahnya.

 

Ia melemparkan buku tadi di meja dan berbaring di ranjang. “Aaaah… bad mood..”

 

BRAAK! Tiba-tiba jendela terbuka… Angin berhembus kencang memasuki kamar. Dingin…. Baekhyun segera beranjak menutup jendela tadi. “Padahal tadi sudah

dikunci… tetapi kenapa bisa membuka sendiri??” belum sempat menutup, Baekhyun berdecak kagum melihat pemandangan langit yang luar biasa indah.

 

Cuaca sangat cerah, sehingga bulan purnama terlihat sangat indah dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip menghiasi langit malam berwarna biru petang itu.

 

Baekhyun mengurungkan niatnya menutup jendela. Ditatapnya langit itu…. tenang… hanya terdengar sepoi angin yang menyibakkan satu-persatu helain rambut Baekhyun.

 

Chanyeol tersenyum lega. Setidaknya ia berhasil membuat suasana hati Baekhyun lebih nyaman sekarang. Yaa… Chanyeol-lah yang membuka jendela tadi..

 

“Hhmm…. sudah lama sekali aku menanam mawar itu.. tetapi sampai sekarang belum berbunga.” kata Baekhyun yang sesaat menatap pohon mawarnya di halaman.

 

———————

 

Baekhyun membuka pintu, berangkat sekolah. Tetapi….. Tiba-tiba Baekhyun tercengang. Ia mengerjapkan beberapa kali matanya, tetapi hasilnya sama saja. Pohon

mawarnya berbunga!

 

“Aneh… padahal tadi malam kuncup pun tidak.. tetapi kenapa sekarang berbunga mekar seperti ini?!”

 

Pohon itu berbunga lebat.. Mawar putih bermekaran menghiasi halaman rumah Baekhyun. “Seingatku aku menanam mawar merah…, tetapi yang keluar mawar putih..”

Baekhyun mengamati bunga mawarnya dengan senyuman lebarnya.

 

Warnanya sungguh indah.. Putih bercahaya. Dan baru kali ini Baekhyun melihat mawar seindah ini. “Warnanya… seperti malaikat..”

 

DEG!

 

Bukan jantung, melainkan hati Chanyeol yang berdegup kencang. Yaa… Chanyeol itu malaikat, ia tak punya organ tubuh manusia seperti normalnya. Ia hanya mempunyai

roh dan perasaan saja..

 

“Eeeh?? Sekolahh!! Aku lupa!!” Baekhyun melihat jam tangannya sekilas kemudian berlari. Sedangkan Chanyeol mengikuti Baekhyun menggunakan sayapnya, terbang.

 

DRAP! DRAP! DRAP! Draap… draap… drap

 

Baekhyun berlari kencang tetapi kemudian memperpelan langkahnya dan berhenti langkahnya.. Nafasnya memburu. Ia bersandar pada sebuah tiang listrik dan keringat

dingin keluar dari sekujur badannya. Nafasnya tersengal-sengal. Merasa sakit Baekhyun menekan dadanya… BRUUUKK!!

 

Eeh? Baekhyunie… kenapa kau tidur di jalanan?

 

—————————–

 

———–

 

Baekhyunie… kenapa kau tidak bangun-bangun?? Kau sudah terlambat sekolah lhoo… Ayo bangun!! Orang-orang tadi melakukan sesuatu yang aneh padamu.. 

Dan orang berjas putih di luar itu tadi menyentuhkan sesuatu pada dadamu tetapi kemudian menggelengkan kepalanya. Aku tidak mengerti itu…

 

Chanyeol duduk manisdi sebuah kursi di samping Baekhyun berbaring. Ia hanya memandangi banyak orang melakukan sesuatu yang Chanyeol tidak mengerti.

 

Mulai dari tadi saat orang-orang mengangkat Baekhyun ke sebuah mobil dengan suara sirine yang nyaring, membawanya ke sebuah bangunan yang dipenuhi dengan kamar

tidur di mana banyak orang berbaring, dan sekarang Baekhyun-nya diletakkan di sebuah ruangan dengan alat-alat yang asing.

 

“Dokter!! Itu tidak mungkin!!!”

 

Chanyeol memalingkan pandangannya pada orang berjas putih tadi sedang bersama orang yang ia kenali suaranya. Orang itu panik tak bisa tenang, berteriak-teriak. Yi

Xing!

 

Untuk apa ia ke sini? Kalau teriak-teriak seperti itu nanti bisa mengganggu tidur Baekhyunie tauu!! Huufftt!!

 

“Dokter!! Itu tidak mungkin…. hikss..!” Yi Xing tersungkur lemah di depan orang berjas tadi.

 

Ehh? Kenapa menangis?

 

“Baekhyunie… ia tidak mungkin meninggal.. hiks… tidak mungkin!! Dokter!! Periksa sekali lagi!! Selama ini ia baik-baik saja dokter!! Aku yakin terjadi kesalahan!!” ucap

Yi Xing kepada dokter.

 

Dokte hanya menggelengkan kepalanya. “Nyawanya sudah tidak ada saat ia sampai di sini.. Sepertinya ia menghembusakan nafas terakhirnya seketika saat ia terjatuh

pingsan tadi. Serangan jantungnya itu sangat mendadak..”

 

“Tidak!! Tidak!! Tidaaaaakkkkk!!!! Baekhyuniieee!!!! Huwaaaaa!! Tidak mungkin!!! Baekhyuniee!! Bangun Baekhyunniee!! Kau tidak mungkin tidur untuk selamanya

kan??!! Baekhyunie! Baekhyuniiee!!!” Yi Xing masih terus menjerit-jerit tidak percaya di luar ruangan.

 

Chanyeol tercengang terdiam mendengar jeritan Yi Xing. Tidur untuk selamanya… Baekhyun. I

 

Chanyeol memandangi Baekhyun.. Dan untuk pertama kalinya… seorang malaikat… mengeluarkan air mata berliannya.

 

Baekhyun yang tersenyum…

 

Baekhyun yang tertawa….

 

Baekhyun yang sedih….

 

Baekhyun yang menangis….

 

Baekhyun yang berteriak….

 

Baekhyun yang terkejut….

 

Baekhyun yang lucu….

 

Baekhyun yang damai saat tertidur…. dan sekarang tertidur untuk selamanya….

 

“Tuhan… aku dan Yi Xing sudah berteman sejak lama.. aku tidak mengerti.. tetapi perasaan ini sudah terlanjur.. Aku mencintainya… Yaa.. sangat 

mencintainya… Tuhan.. apa pun rencanamu.. aku akan berusaha menerimanya.. Aku minta maaf. Aku tahu ini tidak seharusnya terjadi.. Tetapi aku tidak bisa 

menghindari perasaan ini.. Jikalau Engkau tidak mengijinkan aku bersamanya.., setidaknya aku tetap ingin bisa mencintanya dan melihatnya bahagia…”

 

Itu yang Chanyeol dengan setiap harinya saat Baekhyun berdoa sebelum tidur. Ia hafal betul doa Baekhyun… Ia tahu betul betapa Baekhyun mencintai Yi Xing..

 

Dan sekarang… Yi Xing.. sedang menangis di luar kehilangan seorang yang dicintainya..

 

Mereka berdua… saling mencintai… dan hanya Chanyeol-lah yang tahu tentang perasaan mereka berdua..

 

Yaa… Tidak ada jalan lain.. Chanyeol menginginkan Baekhyun bahagia.. Itu sudah cukup baginya..

 

Chanyeol beranjak berdiri. Memandangi sosok Baekhyun untuk sesaat.. Ia pejamkan matanya, ia letakkan kedua tangannya di dada Baekhyun..

 

Sebuah cahaya besar keluar dari seleuruh tubuh Chanyeol. Cahaya yang hangat, penuh kasih sayang… Seluruh kekuatan Chanyeol berikan kepada Baekhyun..

 

Sayapnya semakin redup, helai demi helai bulu terlepas…

 

Chanyeol membuka matanya… ia tersenyum… “Baekhyunie… selamat tinggal..”

 

Suara Chanyeol keluar!

 

Chanyeol sadar…., tubuhnya juga semakin pudar… Ia semakin lemah.. Tetapi ini semua untuk Baekhyun.. Demi cintanya… Demi kebahagiaan Baekhyun… Chanyeol

tersenyum, walau air mata berliannya itu membasahi kedua pipinya.. Sayap Chanyeol sudah hilang… Cahaya tubuh Chanyeol semakin redup hingga akhirnya mati.

“Saranghae….” dan Chanyeol pun menghilang.

 

Saat itu juga…, saat Chanyeol hilang…, Baekhyun membuka matanya… ..

 

 

 

 

 

“Yi…. Xing….”

 

Salah satu suster di situ mendengar suara Baekhyun. “Dokter!! Ia hidup kembali…!!!”

 

Yi Xing yang mengetahui itu langsung masuk ke dalam ruangan tempat Baekhyun berbaring.

 

——————

 

 

“Kenapa wajahmu sedih begitu Baekhyunie?”

 

“Aah… tidak.. hanya saja… setiap aku melihat mawar ini.. aku merasa sedih…” Baekhyun menyiram pohon mawar di halamnnya ditemani Yi Xing. Baekhyun merasakan

sesuatu yang berbeda dengan semua bunga-bunga itu.. Suatu perasaan.., yang selalu membuat hati Baekhyun merasa kehilangan seseorang..

 

“…………..”

 

“Aneh… mawar ini tidak pernah layu.. warnanya tetap sama. Putih bercahaya..” Baekhyun tersenyum miris.

 

“Seperti malaikat, bukan?” ucap Yi Xing seraya memeluk Baekhyun dari belakang.Baekhyun terkejut, tetapi kemudian tersenyum manis. “Yi Xing-aah…. saranghae…”

balas Baekhyun dan tangannya mengelus tangan YI Xing yang sekarang melingkar di pinggangnya.

 

“Nado…” Yi Xing mendekatkan wajahnya kepada leher Baekhyun, dan mengecupnya pelan.

 

Beberapa hari kemudian…

 

Ting tong!! Bel rumah Baekhyun berbunyi…

 

“Yaa?? Siapa yaa??” Baekhyun menyeret kakinya melangkah menuju pintu. Dibukanya pintu itu dan didapatinya seorang pemuda bertubuh tinggi dengan rambut pirang.

 

“Park Chanyeol imnida….”

 

 

 

END

 

Sekian Ffnya readers!! Gimana?? Hehee… seperti biasa.. kagak isa ngena.. kurang greget kalo menurut saya.. #nilai sendiri# heheh… BaekLay… wekekekek, sabar yah

BaekYeol ship.. hoho!

 

Mohon KRITIK DAN SARAN yaah… pliisss… saya pengen tau pendapat reader tentang FF ini.. Ini Ffnya saya buatnya dengan susah payah lho.. nyari inspirasinya harus

gonta-ganti dengerin lagu, nyari yang suasananya cocok sama ceritanya.. ngubrek-ngubrek lagunya Suju kek, SNSD kek, SHINee kek, f(x) kek, TVXQ kek, dan

 

blablablabla…  nongkrong di kamar mandi lama banget, sampe dimarahi ortu juga #curcol#yayayaa.. #maksa 😀

 

Sekuel?? Eer.. mau aku buat, harus, tapi belum ada inspirasi.. hehee.. (-,-‘a)

 

Eh! Add FB baruku dong.. Temennye dikit nih! Add ‘Park Baekhyun’ yaah.. hehee.. #promosi #ditendang reader + admin

33 pemikiran pada “Fiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s