Our Love Story (Prolog)

OUR LOVE STORY (Prolog)

 

Author         : CandraChan233

Main Cast    :

  • EXO members (tebak sendiri)
  • Park Soojin a.k.a Novia Ghassani  (OC)
  • Cho Hyechan (OC)
  • Shin Hyesung (OC)

 

Other cast  : temukan sendiri

Genre          : romance, friendship, school life, comedy(?)

Length         : chapter

Rated          : T

Disclaimer   : Special for Novia(leader Derp Squad IX-5)

Summary      : Di bukit ini, aku berjanji padamu nae cheonsa. Aku tak akan menjadi namja yang cengeng lagi~

Annyeong readers^^

Author is back^^. Ini ff request dari temen author tercinta#plakk. Mianhae ya chingu, kalo nggak sesuai keinginan. Mianhae kalo ada typo dll, biasalah author males ngecek lagi#dilemparreaders. Oh ya, summary bisa berubah di tiap chapter, itu tergantung mood author#halah. Author juga pengen bilang makasih banget buat temen-temen author(Novia, Maria & Erna) yang udah setia ngasih ide+bantuin author bikin ff ini sampe selesai#nangis.

Happy Reading^^

 

———-엑소OUR LOVE STORY엑소———-

 

-Author POV-

Seorang yeoja kecil berumur 6 tahun, bernama Soojin tampak asyik bermain di sekitar bukit yang indah. Tiba-tiba ia mendengar suara isak tangis. Ia mencari asal suara itu. Tak lama kemudian, ia melihat seorang namja kecil seusianya sedang menangis sesenggukan di bawah pohon yang rindang.

“Huaa…appa jahat….” tangis namja kecil itu.

“Hey, kenapa kau menangis?” tanya Soojin.

“Appaku bohong, ia berjanji akan menemaniku bermain sepanjang hari, tapi ia tak datang sama sekali,” jawab namja kecil itu sesenggukan.

“Appamu pasti sibuk, seperti appaku. Gwenchana, aku akan menemanimu bermain sepanjang hari,” kata Soojin sambil tersenyum.

“Jinjjayo?” tanya namja kecil itu senang, Soojin mengangguk.

“Kita mau main apa?” tanya Soojin, namja itu sibuk berpikir “Kejar-kejaran saja, kau kejar aku,” kata Soojin kemudian berlari, namja itu mengejar Soojin.

BRUKK#soundeffectgagal

Namja itu terjatuh, ia kembali menangis.

“Huaaa…..”

“Ya, gwenchana?” tanya Soojin, namja itu terus menangis. Kemudian, Soojin mengambil plester perekat luka dari kantung celananya dan memasangkannya di lutut namja kecil itu.

“Nah, sudah selesai!” seru Soojin riang.

“Go…gomawo,”

“Cheonma. Kau ini namja, tapi cengeng sekali. Aku akan memanggilmu ‘namja cengeng’ saja” gumam Soojin asal.

“Kalau begitu, aku juga akan memanggilmu ‘cheonsa’,”

“Wae?”

“Karena, kau seperti malaikat pelindung bagiku,” jawab namja itu, Soojin hanya ber’oh’ ria “Kajja, kita bermain lagi,”

Namja itu kembali mengejar Soojin. Mereka berdua bermain hingga sore.

“Ah sudah sore. Hey, namja cengeng, ayo pulang,” ajak Soojin, namja itu menggeleng keras.

“Shirreo! Aku masih ingin bermain bersamamu,” tolak namja itu.

“Besok kita bermain lagi, ne?”

“Disini?” tanya namja itu, Soojin mengangguk “Arraseo, annyeong,”

Setelah saat itu, setiap hari Soojin selalu bermain di bukit dengan ‘namja cengeng’-nya.

“Igeo,” kata ‘namja cengeng’ sambil memakaikan sebuah mahkota pada Soojin “Neomu yeppeo,” pujinya lagi.

“Gomawo,” balas Soojin “Aku pulang dulu ya, annyeong,”.

Besoknya~

Soojin berlari menuju bukit. Kemudian, ia melihat ‘namja cengeng’-nya sedang melambaikan tangan padanya sambil tersenyum lebar(?).

“Cheonsa-ya, kenapa terlambat? Aku sudah menunggumu dari tadi tadi loh,” kata namja itu semangat.

“Mianhae, namja cengeng, aku harus pergi, kata eommaku kami akan pergi ke Indonesia,” balas Soojin sedih.

“Mwoya? Indonesia itu jauh tidak?” tanya namja itu tak percaya, Soojin mengangguk. Tak lama kemudian namja itu menangis.

“Ya, ya, kenapa kau yang menangis? Harusnya yang menangis itu aku,” kata Soojin.

“Aku tak ingin sendiri lagi di sini, aku takut kita tak bisa bertemu lagi”

“Uljima, dasar kau ini, cengeng sekali,” gerutu Soojin sambil memeluk namja itu.

Namja itumengeluarkan dua buah gelang berwarna biru dari kantung celananya. Gelang itu sama persis, hanya saja yang satunya berbentuk matahari, sedangkan yang satunya berbentuk bulan “Lihat ini, appa yang memberikannya padaku, katanya ini milik appa dan eommaku dulu,” kemudian, namja itu memberikan sebuah gelang berwarna biru cerah berbentuk bulan pada Soojin.

“Untuk apa ini?”

“Agar kau selalu ingat padaku, kau juga tak boleh lupa dengan bukit ini dan persahabatan kita, arraseo?”

“Arraseo, nah aku pergi dulu ya, annyeong. Oh ya, kalau kau masih saja cengeng sampai aku kembali, aku tak akan mau berteman lagi denganmu!” kata Soojin sambil berlari menjauh dari bukit itu.

“ARRASEO! NAE CHEONSA! AKU TAK AKAN CENGENG LAGI!” teriak namja itu sekeras mungkin. Tapi percuma, ia yakin Soojin tak akan mendengarnya sama sekali.

“Aku berjanji nae cheonsa. Aku tak akan cengeng lagi,” gumam namja itu  sambil mengusap air matanya, kemudian berusaha tersenyum

 

———-Prolog End———-

Akhirnya selesai juga prolognya…..

Gimana readers? Bagus nggak?#hening

Ayo-ayo ditunggu commentnya^^

Kalo commentnya banyak, author bakal lanjutin lagi part 1nya….

 

 

8 pemikiran pada “Our Love Story (Prolog)

  1. Hwaaaaa… Lanjut thor, penasaran ‘namja cengeng’ itu siapa, pasti nya salah satu member EXO, tapi kn mereka banyak, 12 orang lohh, nebak nya juga rada males, jadi tolong dipercepat ya publish lanjutan nya, hehehe

  2. Huwaa.. akhir2 ini Indonesia jd tempat favorit di FF EXO neh hohoho…
    Hmm berharap member EXO yg sgt jarang sekali muncul jd main cast di FF jd main cast di FF ini… hauuuu.. dugun2..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s