Still (Chapter 2)

Title      : STILL (CHAPTER 2)

Author  :  SeptyaniKyungsoo

Cast       :

–          Kim Jongin a.ka Kai (EXO-K)

–          Shin Jo Hyun (OC)

Other cast :                       

–          No Min Woo (BoyFriend)

–          Oh Se Hon (EXO-K)

Genre : Romance, School life, angst (?)

Rated : NC-17 *hoho kagak yakin#plak 😀

Length  : Multichapter | Chapter 1

Summary : Tertegunkah kau? Hanya memandangmu yang menjauh. Sambil berdiri dan menangis.

 

A/N :

ANYEONG CHINGU^^

Aku datang lagi nihhh membawa CHAPTER 2 *gaktanya* hoho

Mian ya kalo alurnya gak jelas dan typo diman-mana hoho saya hanya makhluk Tuhan yang tak sempurna^^

Hehe oke oke gak mau banyak bacooootttt langsuuunnggg aja booowwwwwwww

HAPPY READING^^

 

PREV CHAPTER 1

Kai melepas ciumanya dan berbisik kecil ditelingaku. “Tidak ada siapa-siapa disini kecuali kita”. Kemudian Kai meniup telingaku. Rasanya geli, sial! Kai sudah tahu kelemahanku! Telingaku adalah bagian sensitive, dan Kai telah membangunkanya.

 

CHAPTER 2 START

Kai kembali memejamkan matanya dan mulai menciumku kembali, aku sudah tidak bisa menolak lagi. Kuputuskan untuk mengikutinya. Aku mulai membuka bibirku, meskipun terlihat kesempatan dimana Kai bisa menjelajahi mulutku, tapi dia tetap menciumku dengan lembut dan tenang. Kemudian tangan kananya menuju tengkukku, Kai merapatkan kepalaku padanya, sepertinya dia tak ingin ciuman ini berlalu dengan cepat. Tak lama, tangan kirinya memegang pinggangku dan dilingkarkan tanganya itu. Kai mendorong tubuhku untuk semakin merapat dalam dekapanya. Kami berciuman dengan lembut bahkan air liur Kai menetes di ujung bibirku. kai melepas ciumanya dan menjilat air liurnya. Kini lidahnya mulai beraksi. Lidahnya menjilati bibirku, aku pun terus membuka bibirku kemudian Kai kembali merapatkan bibirnya pada bibirku, dan pelukan Kai semakin dipererat, dadaku pun sudah merapat dengan dada Kai. Kami terus berciuman sampai bertukar saliva, lidah Kai kini menjelajahi  rongga mulutku, diabsenya gigiku satu persatu oleh lidahnya, kepala kami berganti posisi.

Kami melanjutkan ciuman kami. Sepertinya Kai mulai ‘panas’ tapi ciumanya masih terkontrol dan lembut. Tangan yang semula ada dipinggangku kini mulai naik melewati perutku, dan kemudian berhenti didadaku. Kai meremas kecil dadaku, aku menggeliat geli dan mendesah kecil ditengah ciuman kami. Tanganya yang satu terus menekan kepalaku memperdalam ciuman kami dan tanganya yang lain terus meremas payudaraku yang masih terbungkus seragam. Kai menghisap bibir bawahku, kemudian mencari lidahku dan menghisapnya kuat, sehingga lidahku masuk kedalam mulut Kai. Tanpa aku sadari tangan Kai memutari payudaraku menuju kerah seragamku, dibukanya dua kancing atasku dan terpampanglah bra putihku Kai merogohkan(?) tanganya dibalik braku.  diremasnya sehingga membuatku tak  dapat menahan desahanku.

 

“aaaaahhhhhhhss kkkaaaaaaiiiihhhsssssssssshhhhhhh ~~” desahku sambil melepas ciuman kami. Kai kembali menekan kepalaku dan kembali menciumku. “mmppffhhh gelliii ahhhssh” aku terus meracau ditengah ciuman kami. Bahkan Kai kini sudah memilin nipleku. Omo! Ini sungguh menyengatku bagai tersengat listrik. Isshh sungguh memabukan. Aku gemas denganya dan menekan kepalanya membalas ciuman ganasnya. Ditengah ciuman kami~ aku tersadar ~ aku kaget dan langsung mendorong Kai melepas ciuman kami. Nafasku tersenggal-senggal.

 

“ini tidak benar.” Kataku menunduk.

 

“Jo. mianhae jo,..”  Kai melangkah selangkah mendekatiku. Tapi aku semakin menyandar kepohon ketakutan.

 

“I- Ini ti-tidak benar!” kataku lagi

 

“Shi Jo hyun,, mainhaeyo jo.. mian..aku tahu in—–” belum selesai Kai berbicara aku pergi meninggalkanya menuju ke kelas.

 

——–

 

Sekarang hari kedua masuk sekolah. Saat aku berjalan menuju koridor, tampak para murid baru sedang masa orientasi.  Kulihat sosok namja tengah tersenyum kepadaku, aku mengeryitkan mataku melihat dengan seksama. ahh dia Minwoo. Aku membalas senyumnya dan melambaikan tanganku, dia Nampak membalasnya. Aku kembali melangkahkan kakiku menuju ke kelas.

 

 

**Kim Jongin POV

 

Aku masih berfikir tentang kejadian kemarin, hmmm bukankah itu membuatnya semakin membenciku? . “arggghhhh” rutuku pada diriku sendiri.

 

“Kau kenapa Kaiii??..” seseorang mengagetkanku. Aku mengeryitkan mataku menatap Sehun, sejak kapan dia ada dikelasku?

 

“Aniyo~ wae? Kau kenapa kemari?”

 

“hehe tadi Dio hyung menitipkan ini padaku.. katanya dia hari ini tak pulang ke dorm” ucap Sehun memberikan kunci kamarku dan Dio hyung.

 

“mwo? Jinja? Kenapa dia tak bilang padakuu..” aku merasa dipermainkan oleh hyungku itu. Padahal tadi malam Dio hyung banyak cerita tentang Septa – yeojachingunya *author nampang :D* tapi kenapa dia tak bilang akan pulang ke apartemenya? Iisshh awas saja kau hyung! aku tak mau menonton peroro lagi denganmu!

 

“salah sendiri! kau itu berangkat terlalu pagi. Dio hyung kan masih sibuk dengan acar-acarnya hahaha”

 

“ah~ kau benar hehe… YAK! Kau jangan mengejek Dio hyung! kalo tak ada dia kita tak bisa berhemat. Dan kau pasti tak bisa makan tiap waktu”. Aku membenarkan ucapan Sehun, tadi pagi aku memang berangkat terlalu pagi. Apa lagi alasanya kalau bukan karna yeoja ceroboj yang ku cintai itu.

 

“hehe araseo~araseo…. Aku balik kekelasku dulu Kai..”  Sehun menepuk pundaku dan berlalu, langkahnya terhenti saat bersebrangan dengan Jo hyun. saat mereka bersebrangan waktu seakan tengah berhenti, seperti lagu yang dinyanyikan Dio hyung –slaw motion- waktu berjalan kembali saat kedua iris mata mereka tak saling pandang lagi.

Jo hyun kembali ke arah tampat duduknya. Aku terus memandangi Jo yang berada di depanku yang sedari tadi diam tak bergerak sedikitpun. Jika aku bisa membaca pikiran, rasanya aku ingin tahu apa yang dipikirkannya sekarang.

 

**Shin Jo Hyun POV

 

SIAL! Baru saja masuk kelas sudah bertemu napeun namja yang satunya, yaitu Sehun. iisshh rasanya aku ingin muntah. Melihat tingkahnya yang manja tetapi menyimpan seribu kelicikkan dan keegoisan.

 

Flashback….

 

“apakah kau memarahinya oppa?”

 

“ani~ aku tak tega melihatnya!. Dia selalu egois bahkan saat aku ingin kembali ke China dia selalu ngambek. Dan tak ingin berbicara di depan publik. Bahkan aku selalu memintanya untuk Profesional saat didepan publik. Terkadang aku lelah mengurusnya, tetapi aku menyayangi dongsaengku itu. Ah bukan~ semua orang memang menyayangi maknae itu…” ucap Luhan oppa sedikit mencurahkan isi hatinya.

 

“oh jadi karna itu dia bersikap seperti itu? Merasa disayangi semua orang dan bersikap kekanakan?”

 

“ne~mungkin.. ah.. ini sudah hampir jam 10. Aku berangkat ke China sebentar lagi..” ucapnya sembari menatap jam tanganya.

 

“ah ne~ oppa. Semoga selamat sampai tujuan~ sampaikan pesanku pada Chechen oppa”  aku mengangkat tubuhku untuk berdiri.

 

“ne pasti~ gomawo untuk semuanya johyunnie~ kau memang yeodongsaeng  yang ku sayang” katanya beranjak dari duduknya dan memelukku.

 

“anyeong…… ” dia melambaikan tangannya menjauhiku.

 

Flashback END…..

 

Dan sejak saat itu entah mengapa aku membenci dua orang ini. Ya. Sehun dan Kai.

Aku sedikit teringat kejadian kemarin bersama Kai.  aku merinding mengingat semuanya. Hah~ Apa maksudnya ia menggodaku? Bodohnya diriku kemarin menikmatinya. Issshh paboya~ Johyun paboooo~ aku merutuki diriku sendiri. Aku sadar iris mata tengah menatapku sekarang. aku berusaha acuh tak bergerak bahkan bertahan 15menit dalam posisi yang sama.

 

DEG

 

Omo!   ternyata dia sudah berdiri disampingku. Sejak kapan?

 

“joo… kita butuh bicara..”

 

“shireo! buat apa?” jawabku acuh.

 

“ngejelasin semuanya jo…”

 

“gak ada yang perlu di jelasin kaiiiiiiiiiiii”  bantahku

 

“t-tapii jo…”

 

“JOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO” teriakan kedua sahabatku memperhentikan ucapan Kai, hufftt untunglah ada yeoja-yeoja gila itu,hehe

 

“waeyo…?” ucapku datar menanggapi mereka.

 

“bisa tolong kami? Kami butuh orang lagi.. kami masih kewalahan menghadapi murid-murid baru ..” ucap namin menjelaskan tujuanya. Namin adalah anggota osis. Sedangkan Yona adalah jurnalis mading bersamaku.

 

“ne~ siap bos!!” jawabku bersemangat. Sepertinya ini menarik. Yah sedikit refresing bukan? di kelas ketemu Kai mulu’ bosen…

 

 

“gomawo  jo~ kajja!!” kata namin menarik tanganku dan menarik Yona kembali. Untuk mengikuti langkahnya.

 

“jo.. bisakah kau ke kelompok sana..” tunjuk Namin pada kelompok yang tengah kerepotan.

 

“nde~..”

 

Aku berjalan menuju kearah mereka. Dan sedikit bertanya.  “anyeong sunbae.. ada yang bisa saya bantu? Kebetulan saya tadi diberi kesempatan untuk membantu disini…” ucapku pada ketiga sunbae didepanku.

 

Taejhong sunbae menoleh kearahku, pandanganya seperti menerawang untuk berfikir  “oh Shin Jo Hyun ternyata. Ne~ kau bisa mencari orang ini.. mereka bandel sekali tak mau mendengar instruksi kami.. kurasa mereka akan mendengarkan instruksi dari yeoja cantik sepertimu..” kata Sunbae  menyerahkan daftar nama yang harus kutemui. Sial! Kenapa harus mencari orang. aarrggh shit! tanpa sadar aku merutuki Namin yang mengajaku. Ck! Menyebalkan~ ku edarkan pandanganku mencari sosok yang di maksud tak lupa aku membaca daftar yang di berikan oleh sunbae-sunbae tadi.

 

Jo Young Min..

Jo Kwang Min..

No Min Woo….

 

Mwo?

 

Minwoo?

 

aku harus mencari bocah itu? Dimana dia? Ternyata dia nakal juga hm. Aku berjalan menyusuri lapangan, berharap mendapatkan bocah itu atau setidaknya dia yang menyapaku.lima belas menit kemudian~~  benar saja dia sudah melambaikan tanganya, tunggu,,, dia dikelilingi para yeoja? hhmm Haha aku tahu mereka memang keren dan errrrr   imut. Tapi tunggu dulu,,,, sepertinya aku tidak asing dengan ketiga namja itu  jika bersama. Rasanya berbeda saat aku bertemu Minwoo sendiri. Aahh tapi siapa? Apa mereka sebenarnya juga anggota Grup? Hm~ sudahlah fikirkan nanti saja.

Aku memutuskan untuk mendekati mereka, No Min Woo yang melihatku entah mengapa hanya senyum-senyum cengengesan. aku kesal dengan mukanya yang terlalu aegyo itu.

 

“YAA!!!!! Minwoo! Kau sedang apa disini? Kau harus kembali ke kelompokmu! Kajja! Kau akan mendapat hukuman!!!” bentakku.

 

**No Min Woo POV

 

“mwoooo?”

 

Hey apa tadi dia membentakku? Apa-apaan ini?

 

“Kajja!!!!” bentaknya lagi(?)

 

Dia menarikku dan si kembar, si kembar yang tak tahu apa-apa hanya menatapku seolah berkata ‘apa-apaan ini?’ aku hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahuku. Kami berjalan mengikuti Jo nunna.

 

“ini sunbae, apa sunbae berniat menghukumnya?” ucap Jo nunna pada senior yang menginstruksi kelompokku.

 

“hm terserah kau saja Shin Jo Hyun, mereka sekarang tanggung jawabmu” jawab sunbae, aku melirik nunna sedang bernafas lega.

 

“ne~ arraseo sunbaenim.”

Jo nunna kembali menarik kami menuju ketempat yang lebih sejuk dan tidak ditengah terik matahari seperti tadi. Syukurlah,,,, Jo nunna tahu saja kalau aku tak suka panas.

 

Waahh senangnya,,, kenapa gak dari kemarin-kemarin yang menginstruksi Jo nunna?  Kalau begini kan aku jadi semangat^^hehe..

 

“apa nunna seorang osis? Aku baru melihat nunna saat ini” ucapku memberanikan diri menjawab rasa penasaran yang sempat mengganjal di otakku.

 

“ani. Aku hanya jurnalis mading, aku disuruh membantu oleh para sunbae.~ Weayo minwoo?” ucapnya

 

“oh aku kira osis. Hehe aniyo nunna~~”  Aku terus menatapnya ketika menginstruksi kami. dia bergerak sedikit tak nyaman saat menyadari tatapanku.

 

“wae?” ucapnya memandangku dengan tatapan membunuhnya.

 

“hehe aniyo~” ucapku sedikit bergidik.

 

“aku tak suka kau menatapku seperti itu. Arra?” ucap Jo nunna.

 

“ne~ arraseo~ nunna..” aku sedikit kaget dan malu dengan ucapanya. Si kembar yang melihatku seperti ini langsung mengerti.

 

“cciiiyyyeeeeeeeeee cuitcuiiitttt” ucap kwangmin yang lebih dulu menyadarinya.

 

“haha aku tak pernah melihat mukamu semerah ini sebelumnya minwoooooo” sambung youngmin hyung.

 

Aku hanya diam saja menahan malu dan semakin salah tingkah. Omo!! sekarang orang-orang mengalihkan pandanganya kearah kami gara-gara teriakan kwangmin sialan itu. Issshhh   bagaimana ini???

 

“cium cium cium ciummmmm!!!” teriak semua orang.  Sikembar malah mendorongku. Aku sedikit terlonjak kaget, tak sadar sudah berada persis didepan Jo nunna.

Wajah kami bertemu. Jo nunna hanya menyipitkan mata menatapku tajam seolah menginginkanku untuk memberi penjelasan. Belum sempat aku membuka mulut. Kurasakan ada dorongan lagi dipinggangku.

 

Blluuusshhh~~~~

 

Wajahku menyentuh wajah Jo nunna. Memang tak berciuman. Hanya sekedar bersentuhan tapi itu sukses membuat pipiku tambah merona. Aku menundukkan mukaku malu.

 

**AUTHOR POV

 

Tanpa mereka sadari. Ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan mereka melalui koridor. namja itu tak percaya apa yang baru saja ia lihat.

Rasa panas sudah merasuk ketubuhnya. Bagaimanapun juga ia tak terima jika melihat Orang yang dicintainya berciuman dengan namja lain. Yang benar saja!!. Walaupun tak jelas terlihat, tapi semua orang cukup tahu mereka tengah ciuman walaupun hanya beberapa detik. Dan lihat! Yeoja yang di cintainya itu menundukan kepala sekarang. wae? Malu?

 

Tangan namja yang melihat kejadian itu seketika mengepal keras. Ia tak pernah melihat wajah Johyun semerah itu. Bahkan kemarin waktu namja yang bernama Kai ini menciumnya lebih ‘panas’ dia tidak menunjukkan muka semerah ini. Yah walaupun dulu~setahun lalu~ Kai sering melihat rona merah pipinya, waktu yeoja itu notabenya yeojachingu Kai.

 

“arrrgghhh” tangan Kai berdarah akibat pukulanya sendiri pada tembok tak bersalah di depanya.

 

*BACK TO **No Min Woo POV

“Lagiii laggiii Laaaggiii Laaagggiiiiiii” teriak mereka.

 

Tiba-tiba *aduh jadi kebanyakan tiba-tiba nih#plak* Jo nunna berlari menjauhi kami. Aku sedikit kecewa, apa dia marah kepadaku?  Aku menekuk wajahku. Sepertinya sikembar sudah mengetahui ekspresi menyedihkanku. Mereka memang peka.

 

“mian…  kami tak tahu jika seperti ini. Miannn..” ucap mereka menyesal.

 

“ani~~ mungkin nunna tidak menyukaiku..” ucapku pasrah.

 

“hey ayolah~ sejak kapan seorang No Min Woo menyerah begitu saja! Ayolah~~ fightinggg!!!” ucap mereka mengepalkan tangan keatas tanda mereka menyemangati.

Aku membenarkan ucapan mereka. Benar~ sejak kapan seorang No minwoo mudah menyerah, aku benar-benar harus mendapatkanya! Bagaimanapun itu! Tak peduli dengan umur! Persetan dengan itu! Aku harus mengejarnya!

 

**Shin Jo Hyun POV

 

Aku berlari tanpa arah sembari memegang pipiku masih belum percaya apa yang dilakukan bocah itu. Memegangi hidungku yang bersentuhan dengan hidungnya dan bibirku yang ‘Hampir’  bersentuhan dengan bibirnya. Aku yakin jika ada orang yang melihatku mereka pasti mengira kepiting rebus. Karna sekarang pipiku pasti memerah. Bukan karna malu, ANI~ karna kesal dengan perlakuan bocah-bocah itu. Iissshhh what the hell.

 

SEEEETTTTT *alah sound gagal mulu*

 

Aku merasakan seseorang menggenggam lenganku. Aku sedikit terkejut dan ingin melepaskan tangan itu. tapi aku urangkan saat melihat tanganya bercucuran darah. Aku menengok wajah pemilik tangan ini. Omo! Aku terkejut ketika yang aku temukan adalah sosok Kai dengan ekspresi marahnya, aku tahu persis namja ini. Bagaimana saat dia marah ataupun sedih dan bagaimana untuk mengatasinya. Ya, aku hafal dengan sikapnya, hubungan yang hanya setengah tahun menuntutku untuk mengerti seluk beluk(?) seorang namjachinguku Kai~ tapi itu dulu. Hah~ sesak rasanya mengetahui kenyataan yang menyakitkan ini.

Aku sedikit tersentak dan sadar, kini darahnya sudah menyatu dengan tanganku. Aku membalikan tangan itu bergantian menggenggamnya. Aku segera menariknya menuju UKS. Dia hanya diam atas perlakuanku malah semakin mengeratkan genggaman kami.

Sesampainya di UKS, aku menuntunya untuk duduk di ambang kasur. Dia masih tetap menggenggamku erat. Aku berusaha melepaskan genggaman kami sehalus mungkin. Tapi gagal, dia semakin mengeratkankanya. Ah~ aku tahu apa yang harus aku lakukan jika begini.

 

PLETAAKKK

 

Aku memukul kepalanya “Paboya~ bagaimana bisa aku mengobati tanganmu kalau kau tak mau melepaskanya..” sambungku sembari melirik genggaman tanganya.

 

“hehehe” dia hanya menyengir kuda. Aku sedikit lega. Tak ada kemarahan lagi diwajahnya syukurlah~.

Aku berusaha tersenyum semanis mungkin. Dan berhasil membuatnya membalas senyumku.

 

**Kim Jongin POV

 

Aku sangat bahagia melihat senyum manisnya~ ya! sangat sangat bahagia. ternyata dia masih mempedulikanku dan dia selalu bisa meredamkan amarahku.

Sosok itu berjalan menuju arah  kotak P3K dan berjalan kembali ke arahku. meletakkan kotak itu dipinggirku dan mengambil perban. Aku terus menatapnya, aku menyukai matanya, ANI!. Aku menyukai semua yang ada pada dirinya. aku menghentikan kegiatanya yang sedang mengobati lukaku ini. Aku menggenggam tanganya kembali. Dia menatapku seolah berkata ‘kau ini keras kepala sekali’ aku  tersenyum serta melepaskan genggamanku, membiarkannya mengobati lukaku dengan telaten.

Aku memajukan mukaku tetapi dia selalu memalingkan wajahnya. Terlihat rona merah dipipinya, berbeda dengan rona merah yang membuatku emosi tadi. Ah~ seharusnya aku bisa membedakanya. Dan ternyata rona merah itu masih ia lihatkan hanya untukku.

Dia melihat kearahku dan sedetik kemudian mata kami bertemu. Lama~ dia seolah menatapku sayu.

Aku memajukan wajahku dan

 

CHU~~

 

Dia terbelalak kaget. Aku melepas ciumanku dan tertawa melihat wajah absourdnya. Haha

 

PLETAK

 

Dia memukulku lagi “apooo…!!” rengekku.

 

“kau ini kemarin sudah menciumku! Apa tidak puas ha?!!” ucapnya sedikit membentak.

 

“hehe ANI.” Jawabku seduktif. Aku menyukai ekspresinya saat aku mengeluarkan senyum menyeringaiku ini. Dia selalu membulatkan mata sipitnya yang justru terlihat lucu itu.

 

“YA!!!!!!!! ANDWAE!!!!!” Bentaknya.

 

Tak ku hiraukan ucapanya yang semakin membuatku gemas ingin ‘memakanya’ . “YA!! KAU!!!!!!!! AKU AKAN MEMUKULMU!!!” ancamnya yang tentu saja tak mempan olehku . “Coba saja kalo berani chagi~~” sambungku dengan mengembangkan senyum menyeringai.

 

CKLEK

 

TBC

CuapCuap : KKyaaaaaaaaaaaaaaa akhirnya Part ini selesai jugaaa fiiuuhhhhh *ngelap kringet* oke, giman nih readers? Makin gaje ya ceritanya? U.u 😦 miiaaannnnn *buing-buing*  bagaimana NC-nya keke~~ huuaa aku merinding sendiri pas nulis itu haha *sok polos lu thor* hihi XD

 

DON’T BASSH – JANGAN KOMEN YANG ANEH-ANEH YANG MEMBUAT SAYA MALAS NERUSIN FF INI U.U *hug*

PLIEES TINGGALIN JEJAK KALIAANN BUAT NYEMANGATIN NERUSIN FF INI 🙂  ! DON’T BE SILENT READERS! OKE^^

BUTUH KRITIK DAN SARAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

GOMAWO^^

*seret D.O kekamar*

 

 

Iklan

29 pemikiran pada “Still (Chapter 2)

  1. Kaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!! Ncnya keren min, lanjut dong min. Lanjutkan ffnyaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!! 대박!!!! 👏🙀😇

  2. thooor udah lama naget ni gakk ada lanjutannya
    jangan gantungin donf kan sayang

    yang cepat ya
    keep writing 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s