A Crazy Little Thing Called Love (Chapter 1)

Title: A Crazy Little Thing Called Love (Chapter 1)

Author: Kim Lizzie

Main Cast: Xi Luhan (EXO-M)

: Lee Sangkyu (OC)

Other Cast: Kim Taeyeon, Tiffany Hwang, Seo Joohyun / Seohyun, Im Yoona, Jessica (SNSD)

: Zhang Yixing / Lay, Huang Zitao / Tao (EXO-M)

: Park Chanyeol, Oh Sehun, Kim Jongin / Kai (EXO-K)

Annyeong exotic kece^^ udah lama ga buat FF nih hehe. Entah bisikan dari mana mau buat FF lagi huahaha. Aku terinspirasi dari film Thailand nih buat nya, jadi rada sama gpp yak wkwk. Langsung aja deh cekidot ya ^^b

______________________________

-Sangkyu POV-

Aku terlambat. Aku terus berlari menyusuri gedung bertingkat ini. Aku terus mencari-cari ruangan yang harus ku tempati. Entah angin dari mana aku melihat suatu ruangan dan aku yakin itu adalah ruangan yang aku cari. Aku melihat isi ruangan tersebut dari kaca di pintu ruangan itu, ada banyak orang di sana. Ku ketuk pintu nya, lalu ku buka pintu nya sedikit “apa ini kelas 10-C?”, tanya ku kepada guru di kelas yang ku datangi. Semua murid di sana tertawa, aku bingung.

“haha sini dulu nak”, kata guru itu. Aku berjalan menghampiri nya. Aku berdiri di depan kelas dan melihat semua murid yang ada di depan ku. Mereka semua tertawa, apa lagi para namja, mukanya jail semua.

Tapi mataku tertuju pada seorang namja yang menaruh kepalanya di atas telapak tangannya dan tidak tertawa seperti teman-temannya yang lain. Mata nya sayu seperti mengantuk. Tiba-tiba mata nya bertemu dengan mataku. Aku langsung melarikan arah pandanganku. “sini duduk, ini kelas 10-C kok. Hahaha”, kata seorang namja sambil tertawa bersama teman-temannya.

Aku merasa ragu untuk duduk. Kayak nya aku salah kelas deh -_- semua orang mengajukan aku untuk duduk di bangku yang kosong, sampai guru nya pun tidak bisa berhenti tertawa. Aku benci suasana seperti ini. Ku pasang muka jutek ku. “berisik! Nggak ada yang lucu, tidak usah tertawa”, kata namja yang ku lihat tadi. Semua berhenti tertawa, mata ku pun terbelalak melihat nya. “ini bukan kelas 10-C, ini kelas 11. Kamu tanya saja guru di samping mu itu di mana ruang kelas 10-C berada sekarang”, kata nya lagi. “aiisssshhh”, smua murid di dalam kelas itu sebal seperti nya. “kelas 10-C ada di ruang 422, silakan ke sana”, kata guru itu. “go… gomawo”, kata ku sambil membungkuk ke guru itu. Lalu melihat namja yang menolong ku tadi. Aku nggak berani bilang terima kasih ke dia.

Oh ya, perkenalan dulu ya… nama ku Sangkyu. Aku murid baru di sekolah ini. Sekolah ku ini memakai sistem ‘moving class’, jadi kelas ku tidak menentu tempat nya. Hmm ciri-ciri ku, berambut panjang, berkaca mata, dan…. Kulit ku cokelat. Aneh bagi orang korea jika kulit ku cokelat. Karena papa ku orang Korea sedangkan mama ku orang Indonesia dan mama ku berkulit cokelat, ciri-ciri mama ku ini menurun pada ku. Banyak orang yang melihat bawa aku ini jelek, sampai sekarang pun aku tidak punya pacar dan tidak ada satu orang pun yang menyukai ku.

***

-Rumah Sangkyu-

Akhirnya pulang juga, rasa nya di sekolah mana pun tetap saja sama, aku selalu tidak memiliki teman yang banyak. Tapi aku punya 3 teman yang selalu menemaniku kemana pun dari tadi di sekolah itu. Nama nya Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun, mereka bertiga menjadi teman ku karena muka mereka yang tidak begitu cantik seperti yang lainnya *digampar sone* /anggap aja taetiseo jelek gitu ya hehehe/

“ummaaaaa”, kata ku berlalri lalu memeluk umma ku. “sangkyuuu! Bagaimana sekolah nya?”, tanya umma ku. “yah begitulah, tadi pagi aku salah masuk kelas”, kata ku sambil duduk di salah satu kursi di restaurant rumah ku. Keluarga ku membuka usaha restoran, jadi pulang sekolah aku harus selalu membantu orang tua ku. “hahaha tidak apa-apa, dengan begitu kan orang di sana jadi lebih banyak yang tau kamu”, kata umma. Tetap saja kalau tidak cantik, ya tidak mungkin terkenal.

***

Selesai mandi, aku membantu orang tua ku menjadi kasir. Karena hari pertama masuk sekolah belum ada PR jadi aku masih santai-santai. Aku dari tadi memikirkan namja yang menolong ku tadi. Dia tampan tapi muka nya kenapa nggak bersemangat gitu sih… baru kali ini aku ditolong namja yang tampan hehe.

“hey, mau bayar”, kata seseorang. Entah kenapa aku nggak menjawab dia, aku malah masih senyum-senyum memikirkan namja tadi. “hey, aku mau bayar! Ya sudah kalau tidak mau dibayar”, aku mendongakkan kepalaku. “hey! Maaf tadi aku melamun”, kata ku sambil teriak. Namja yang bicara padaku tadi memutar balikkan badannya. A…..apa… itu kan… namja… yang… tadi… aku… pikirkan… *eeeaaa* aku menepok-nepok pipi ku sendiri.

“eh kamu haha. Kamu yang tadi masuk kelas ku kan? Hahaha”, kata dia. “ah, eh.. iya hehe” jawab ku gugup. Selesai dia membayar….. “gomawo”, kata nya lalu pergi meninggalkan ku. “eh”, teriakku memanggil nya. Dia nengok. “ah.. gomawo ya yang tadi ^^” kata ku sambil mengeluarkan senyuman termanis yang ku punya. “cheonma ^^” kata nya lalu pergi. Aku langsung berlari ke dapur tempat appa ku dan koki lainnya memasak, lalu berteriak. Aaaaaaaaaaaaa, gilaaaaa! Semua yang ada di dapur melihat ku. Aku hanya nyengir lalu pergi lagi.

~Esok nya~

Aku jadi semangat bersekolah hehe semoga aku bertemu dia lagi hehe. Saat aku sedang berjalan menuju sekolah… tiba-tiba ada yang lompat dari pohon mangga , aku spontan berteriak. Aaahh, namja itu lagi! Dia membawa mangga sambil membawa kucing. Aku tidak tahu itu untuk apa. “mau mangga?”, tanya nya. Aku mengangguk dan mengambil nya sambil gugup lalu aku tersenyum.

Dia langsung pergi dan mengembalikkan anak kucing yang dia pegang ke induk nya. Ooow, udah ganteng, baik lagi beh baadaaaaiii. Tapi setelah mengembalikan kucing itu dia berjalan ke yeoja yang kebetulan melewatinya. “mau mangga?”, tanya nya ke yeoja itu. Aish, berarti dia tidak special memberikan mangga ini pada ku.

~Di sekolah~

aku melihat jadwal ku untuk melihat kelas ku berada di mana sekarang. Selesai melihat, aku langsung berjalan ke kelas yang ku tuju. Yah taeyeon, tiffany, dan seohyun belum datang jadi aku sendirian deh di sini sambil menunggu mereka.

Karena bosan aku keluar kelas dan turun ke lobby sekolah ku. Aku ingin lebih banyak tahu tentang denah sekolah ini. Sesampai nya di lantai paling bawah, aku mencoba menuju kantin nya. Ternyata banyak juga orang di sana yang ngobrol-ngobrol, padahal belum ada yang berjualan di kantin. Ohhh yeaaahh di sana ada namja ganteng itu. Aku langsung mencari tempat duduk yang cukup dekat dengan dia dan teman-temannya sehingga aku bisa lihat dia hehe.

Dia di sana bersama teman-temannya sambil berbincang dan tertawa-tawa sepertinya dia tidak tau kalau ada aku di sini. Saat dia tertawa, aku jadi ikut tersenyum. Sangat tampan, ya itu lah dia. “hey! Jadi di sini kau dari tadi? Kami mencari mu kemana-mana”, teriak Seohyun dkk mengagetkan ku. “eh kalian, aku juga menunggu kalian hehe”, kata ku. “ohh jadi kamu di sini mau melihat cowo itu?”, tanya taeyeon sambil menunjuk ke arah namja itu. “ahh engga kok, aku Cuma ingin tahu suasana kantin kayak gimana hehe”

Namja itu dan teman-temannya pun pergi meninggalkan kantin, seperti nya mereka ingin menuju ke kelas. Saat namja itu melewati ku dan teman-teman ku… “hey! Lihat dia! Dia cantik kan??”, teriak mereka ke namja itu sambil menunjuk aku. Oh tidaaak. Untung nya namja itu terus berjalan tanpa menghiraukan teman-temanku. Untung saja…

“kamu suka dia ya? Nama dia Luhan. Dia memang selalu menjadi favorit para yeoja. Lihat tuh, saat dia lewat saja, para yeoja pada menyapa nya hahaha”, kata Tiffany. “ah kan sudah ku bilang, aku nggak suka dia”, kata ku. “jangan bohong, sudah terlihat kok hahaha”, kata Taeyeon. Aku hanya bisa nyegir.

~Di Kelas, memulai pelajaran~

“Lay seonsaengnim, aku sudah selesai mengerjakan tugas nya”, kata ku sambil menyerahkan buku latihan ku. “ok, duduk sana, saya periksa dulu latihan mu”, kata nya. Huidihhh serem juga suara nya. “ah tapi, aku mau ke toilet, boleh?”, kata ku gugup. “tentu boleh. Sana”, kata nya. Aku membungkuk lalu pergi.

-Luhan Pov-

Seperti biasa, pelajaran inggris sangat menyusahkan bagi ku. Aku paling tidak bisa pelajaran ini. Kenapa ya tuhan kenapaaaa #stress. Biasanya pelajaran inggris aku selalu ngobrol sama teman seperjuangan ku yaitu Sehun. Karena kita sama-sama bodoh pelajaran inggris jadi, yah.. begitu lah. “Luhan! Sehun! Bisakah kalian nggak ngobrol? Saya tau kalian jelek untuk pelajaran ini, tapi tolong perhatikan biar bagus nilai nya!”, kata Chanyeol seonsaengnim. Idihh, nusuk abis kata-kata nya -_-

Mau diperhatikan 1000000000x juga aku nggak ngerti ya mau gimana ya #kelewat bodoh nya. *digampar Luhan biased* aku terus aja ngobrol sama Sehun soal pertandingan bola Barcelona vs Madrid semalam. Aku tentu pendukung Barcelona, dan jagoan ku itu menang B) sedang asik-asik nya ngobrol tiba-tiba ada bayangan tinggi yang gelap /yaiyalah bayangan ya pasti gelap/ glek, pasti Chanyeol seonsaengnim. Aku dan Sehun mendongakkan kepala kami. “hai pak, hehehe”, kata kami cengengesan. “hem kalian benar-benar harus dipisahkan, Luhan, keluar kelas!”, kata nya. Double what? Kenapa mesti aku yang keluar, kenapa nggak Sehun -__- isssh.

Aku berdiri di luar kelas sendirian seperti anak ilang, jika ada orang yang melewatiku, aku sungguh malu. Aku pun mengeluarkan iPod ku dan mulai memainkan music, toh Chanyeol seonsaengnim nggak lihat hehe.

-Sangkyu Pov-

Aduh lega rasa nya abis dari toilet. Aku keluar sambil menelusuri jalan di gedung ini. Wow, ada Luhan berdiri di sana. Aku berjalan menuju dia sambil malu-malu. Tiba-tiba dia nengok ke arah ku, aku spontan diam tidak berjalan. Aku melihat iPod nya lalu melihat muka nya lagi dengan penuh tanda tanya. Untuk apa dia di sini? Kenapa nggak belajar? Aku menunjukkan muka ku denga pertanyaan ‘kau.sedang.apa.di.sini’ tapi aku tidak berani bilang. Dia hanya menaruh telunjuk nya di depan bibir nya, lalu menari-nari sambil mendengarkan lagu itu. Aku pergi meninggalkannya sambil senyum-senyum.

~Pulang sekolah~

aku dan taeyeon, tiffany, dan seohyun sedang ngantri membeli minuman dekat lapangan. Aku sengaja membeli minuman dekat lapangan Karena aku bisa melihat Luhan bermain sepak bola dari sini hehe. Saat aku sudah sampai depan dan mau memesan minuman tiba-tiba ada namja yang menyerobot ku “bu, pesan coca-cola 2 gelas”, kata namja itu. “haha maaf, pemain basket dan sepak bola harus didahulukan, karena aku bermain sepak bola di sini jadi aku duluan ok? Hahaha”, kata namja itu lalu tertawa dengan teman satu nya.

“ya! Tapi kan tidak harus menyerobot! Bisa kan kamu bilang baik-baik!”, teriak ku. “aduh takut deh nanti kalo marah makin jelek loh, eh maksud nya makin cantik huahahaha”, kata namja yang satu nya. Ihhhh! Ingin ku lempar batu rasa nya! Tiba-tiba Luhan datang ke tempat jualan minuman itu. “pepsi nya 4 bu”, kata nya lalu membayar nya. Dia berjalan menuju aku dan teman-teman ku. “ini pepsi, gak apa-apa kan?”, kata Luhan. Ah gila aku susah banget nahan senyum. Aku mengabil ke-4 pepsi itu dari tangannya sambil menggelengkan kepalaku dan senyum mendadakan kalu ‘tidak apa-apa’. Luhan melihat ke arah 2 namja itu lalu meninggalkannya. “oow, romantic hihihi”, kata taeyeon. Aku hanya bisa nyengir.

-Luhan Pov-

Aduh lelah habis main bola. Ku semprotkan air dari botol minum ku ke muka ku, biar segar. Tiba-tiba ada yang mengambil botol ku. “hey!”, aku spontan bilang begitu. “jangan mentang-mentang kamu terkenal di sekolah ini kamu jadi berani ya sama kita!”, kata seorang namja bernama Tao. “maksud mu apa?”, tanya ku. “kamu lupa urusan minuman tadi dengan 4 yeoja jelek tadi?”, kata namja satu nya yang bernama Kai.

“halah, masalah kayak begitu saja dibahas. Buang-buang waktu”, jawab ku singkat. Aku mengambil botol minum ku dan menuangkan air nya ke kepala ku lagi. Kai langsung mengambil botol nya dan menonjok muka ku. Bibir kanan ku menjadi lembab. Sialan. Aku menonjok dia lagi. Dia terdorong sampai ke tembok.

-Sangkyu Pov-

Sudah bel pulang, saat nya aku pulang. Aku pulang dibonceng pake motor Seohyun. Sementara Taeyeon dan Tiffany satu motor. “Sangkyu! Sangkyu! Luhan berantem tuh!”, teriak Tiffany. “apa?! cepat muter balik Seohyun!”, kata ku. “iya iya..”, jawab Seohyun.

Saat aku sampai di lapangan tempat mereka bertengkar. Aku melihat Luhan bersama yeoja. Yeoja itu sepertinya sedang mengobati muka Luhan yang babak belur. “ah gomawo Yoona-ah”, kata Luhan. Siapa itu Yoona? Luhan dan yeoja yang bernama Yoona itu berjalan melewati ku.

“kamu pulang naik apa Yoona?”, tanya Luhan

“hmm, aduh nggak tahu deh hehehe”, jawab Yoona

“kamu mau naik motor ku? Aku antarkan kamu pulang”

“ah, jinjja? Tapi…”

“sudah pulang bersama ku. Ayo”

“baiklah”

Aish apa-apaan ini!! Jadi aku ke sini Cuma melihat Luhan mesra-mesraan sama Yoona? Bzzz. Motor Luhan melewati ku dan teman-temanku. Yoona melihat ke arah kami sambil senyum evil dan menaik-naikkan alis nya berulang kali seperti tanda kemenangan. “ya.. angel must be in heaven”, kata Tiffany. Aihh aku sangat kesal. Aku langsung jalan menuju motor Seohyun diikuti teman-teman ku.

~Di rumah~

Aku sudah membantu orang tua ku bekerja hingga pukul 6 sore, dan juga sudah menyelesaikan PR yang menggunung ini. Sekarang waktu nya tidur. Tapi sebelum tidur aku pergi ke kaca. Aku mengaca dan bertanya ‘apakah aku cantik?’ lalu aku bergaya-gaya centil ala ulzzang Korea di depan kaca. Aih tetap saja jelek, kalau jelek ya jelek aja -_-

Aku pergi menuju tempat tidur aku berharap di sebelah ku ada Luhan sedang duduk, dan aku berharap guling yang ku peluk ini adalah tangan Luhan. Aih.

~esok nya di sekolah~

Aku tahu kalau Luhan pasti sedang dihukum karena habis berantem, jadi aku menunggu di depan kantor guru. Paha belakang mereka di pukul penggaris kayu yang cukup besar. Aww, pasti sakit. “Luhan, Tao, Kai! Jika saya tahu kalau kalian bertengkar lagi, saya akan panggil orang tua kalian. Mengerti?!”, kata Chanyeol seonsaengnim sambil memukul-mukul penggaris nya ke mereka.

“Ne.. awww!”, kata mereka bertiga. Setiap mereka bilang ‘aww’ atau ‘aduh’ aku langsung memejamkan mata ku karena kaget. “oh ya Luhan, kamu kan jago motret, sebaiknya kamu ikut lomba photographer untuk membesarkan nama sekolah ini, dari pada berantem karena hal tak berguna. Mengerti?”, kata Chanyeol seonsaengnim. “ne..”, kata Luhan lalu meninggalkan ruang guru.

“ah, Luhan oppa!”, kata ku /aduh oppa apa koko ya? Oppa aja ya kan ceritanya lagi di korea hehe/ “ne?”, kata nya lalu nengok ke arah ku.

“ah, mian karena aku, kamu jadi di marahin”

“ah, gwenchana. Bukan salah mu kok”

“eh ini obat merah, semoga cepat sembuh ya”, kata ku sambil kasih obat nya lalu pergi.

“eh Sangkyu”, kata Luhan

Aku nengok sambil menahan senyum ku “gomawo”, kata nya sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk dan tersenyum lalu berlari meninggalkannya.

“aaaaaa! Luhan tau nama ku! Luhan tau nama ku! Yeyeyey!!~”, aku teriak di rooftop sekolah.

***

“annyeong!!”, kata Taeyeon,  Tiffany, dan Seohyun sambil membungkuk ke umma ku.

“annyeong! Silakan masuk! Mau makan apa?”, tanya umma ku ramah

“ah aku mau minum yang segar-segar aja hehe”, kata Tiffany.

“aku juga! ^^”, kata taeyeon dan Seohyun serempak.

“ok, akan aku buatkan”, kata umma ku

“hey, kamu tau nggak, Luhan juga punya toko loh!”, kata Taeyeon

“oh ya? Ke sana yuk!”, jawab ku lalu berdiri

“hey tunggu dulu! Kalau Luhan ganteng, Sangkyu harus cantik juga”, kata Seohyun

“a..apa maksud mu?”, tanya ku. Aku bingung

“ini dia minumannya”, kata umma ku

“ahh, gomawo ^^”, kata mereka bertiga

Tiba-tiba Seohyun pergi ke arah umma ku lalu berbisik-bisik. Aku tidak mengerti apa maksud nya. Aih-.- “Sangkyu, kata Seohyun benar. Sekali-kali kamu harus mempercantik diri mu, ini umma kasih uang sana pergi ke salon spa!”, kata umma ku tiba-tiba. Aku tersedak. “mwo? Buat apa? aku terima kok kalo aku ini memang jelek”, jawab ku singkat.

“tapi kamu juga ingin cantik kan?”, kata umma ku. Iya sih, aku juga ingin Luhan menyukai ku. “Sudah, ayuk berangkat!”, kata Tiffany sambil menarik tangan ku. “annyeong, gomawo ahjumma!”, teriak mereka bertiga ke umma ku. Umma ku hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.

~Di Salon~

“ih! Kalian mau apa sih!”, kata ku kesal. “sudah kita spa yuk! Kan kulit mu cokelat, biar putih sedikit. Ehh oops”, kata Seohyun. “ihhh..”, kata ku

Selesai di spa, kulit ku jadi aneh gini. Kok bukannya putih malah kuning?! Dafuqqqq -_- “itu memang jadi kuning awalnya, lama-lama juga engga kok!”, kata taeyeon. Setahu aku mana ada spa jadi kuning dulu baru jadi putih? Kalau begini caranya aku ngga berani mampir ke toko nya Luhan.

~Di Toko Luhan~

“ohh dia jualan barang-barang untuk olah raga ya?”, gumam ku. “ada yang bisa dibantu dik?”, tanya seorang bapak-bapak. “ah tidak usah, kami hanya mencari bola ping pong”, kata Tiffany. “bohong! Bukannya kita mau mencari Luhan?”, kata Taeyeon polos. “hey!!”, teriak ku. “haha, oh mau cari Luhan? Dia sedang keluar bersama temannya”. “oh.. hehe gomawo ne ajusshi ^^”, kata Taeyeon.

“apa kita pulang saja?”, kata ku sambil memegang bola ping pong. “jangan, nanti dia juga pulang”, kata Seohyun. Bener kata Seohyun, Luhan sudah pulang bersama…… Yoona -_- Luhan berjalan di depan Yoona, lalu Luhan menghampiri ku. “eh, kalian ke sini? Mau beli apa?”, tanya Luhan. Aku hanya nyengir dan memperlihatkan bola ping pong yang ku pegang. Luhan hanya mengangguk kecil.

“eh, Sangkyu? Kamu sakit? Kenapa kulit mu menjadi kuning?”, tanya Luhan lalu memegang jidat ku dengan punggung telapak tangannya. Aku seperti sesak rasa nya. Ya tuhan… >< “ah.. ani.. gwenchanayo ^^”, jawab ku sambil terseyum. “oke lah, aku masuk dulu ya. Yuk Yoona, katanya kamu mau cari bola ping pong”, kata Luhan lalu pergi.

Yoona berjalan lalu berhenti didepanku. “kamu apakan kulit mu? Hah, kalau hitam mah hitam saja. Tidak usah cari perhatian sama Luhan”, kata nya judes lalu meninggalkan ku. Ku lemparkan bola ping pong ku ke kepalanya lalu lari meninggalkan toko bersama teman-teman ku.

~Kamar Sangkyu~

Ku taro tissue di jidat ku lalu ku tekan tekan. Setelah itu ku taro tissue itu di kotak kecil, di situ ada tangan bekas Luhan hihi. Aku mendapat nomor telepon toko nya Luhan, karena setiap datang ke sana selalu di beri kartu nama pemilik toko tersebut dan disitu ada nomor toko nya. Aku pun memberanikan diri untuk menelponnya.

“yoboseo?”, tanya seorang namja di telepon. “ah.. em.. bisa bicara dengan Luhan?”, tanya ku gugup. “ya, saya sendiri”. A…aku diam, aku hanya senyum-senyum di sini. Jantung ku bekerja 5x lipat dari biasanya. “halo?”, kata Luhan. “eh! Em, aku….”, aku pun diam, aku tak berani melanjutkan kata-kata. Aku malu kalau dia tau seorang Sangkyu lah yang menelponnya.

“ne?”, tanya Luhan. “nuguya?”

“a..aku… aku Yoona!”, kata ku sambil membuat suara yang feminim seperti suara Yoona.

“oh Yoona! Ada apa?”

“ah em.. menurut mu Sangkyu bagaimana?”, aduh petanyaan bodoh yang pernah ada! ><

“Sangkyu? Haha. Dia baik, sepertinya pemalu ya haha. Kenapa Yoona?”

“em.. apa kamu suka yeoja pemalu?”

“hm, iya. Lebih baik pemalu dari pada tidak tau malu hahaha”

“serius? Kamu suka cewe pemalu seperti Sangkyu?”

“tentu hehe”

Aaaaa! Rasanya aku ingin teriak… ><

“ohh, hmm menurut mu, aku gimana?” tanya ku /masih ngaku-ngaku jadi Yoona/

“kamu? Hmm, cantik hahaha”, jawab Luhan

Saat aku mendengar ini, rasa nya aku habis menyentuh langit tiba2 jatuh ke lantai. Hiks.

“ah memang Yoona cantik hahaha!!”, kata ku lalu ku tutup teleponnya. Luhan jahat! Luhan jahat!

***

-Luhan Pov-

~Di Sekolah~

Kemarin Yoona aneh banget ya, buat apa dia banding-bandingin diri nya sama Sangkyu? Suara nya yang kemarin juga nggak mirip sama suara asli nya. Suara nya justru lebih mirip… Sangkyu? Apa itu Sangkyu kemarin yang menelepon? “hey!”, tiba-tiba ada seorang yeoja memanggilku. “oh, hai Yoona!”, sapa ku.

-Sangkyu Pov-

Aku bersama ketiga temanku berjalan masuk ke gedung sekolah. Di sana aku lihat ada Luhan bersama Yoona. Aku berhenti sebentar sambil nguping sedikit, siapa tau Luhan bahas soal telpon kemarin. “eh Sangkyu, mau ngapain sih? Kok malah berhenti?”, tanya Seohyun. “sshh, aku mau nguping omongan mereka”, kata ku. “oooooooooooo”

-Author Pov-

“Yoon kemarin kamu telpon aku?”, tanya Luhan. “telpon?”, tanya Yoona sambil mengernyitkan alis nya. “iya, kemarin ada suara yeoja menelpon ku dan dia bilang itu kamu. Apa betul itu kamu?”, tanya Luhan

“em, dia memang bilang apa kemarin?”

“dia tanya soal Sangkyu. Dia nanya ‘menurutmu Sangkyu gimana?’ gitu katanya”

Yoona hanya membesarkan mata nya sambil mengernyitkan alis nya. Dia benar-benar tidak tahu. Tiba-tiba pandangannya ke arah Sangkyu dan temannya. Dia langsung tau, pasti itu kerjaan Sangkyu. “ohh, aku memang kemarin menelpon mu Luhan. Hahaha”, kata Yoona. “hah? Tapi… tadi sepertinya kamu nggak tau apa-apa ya soal telpon kemarin hehe”, kata Luhan. “aku tau kok, aku hanya acting seperti tidak tau soalnya aku ingin masuk ekskul theater jadi harus bisa acting haha. Acting ku bagus kan?”, tanya Yoona basa-basi. Luhan hanya mengangguk saja tapi raut muka nya masih bingung. “sudahlah tidak usah dipikirkan, aku memang yang menelpon kok! Aku tidak seperti yeoja lain yang bisa nya ngaku-ngaku jadi orang lain”, kata Yoona lalu mata nya melirik ke arah Sangkyu dengan senyum nya yg evil.

“sudah yuk kita ke kelas”, kata Yoona lagi. “ayuk ayuk”, jawab Luhan. Sangkyu sangat kesal. Kesal sama Yoona dan kesal terhadap diri nya sendiri. Dia kesal sama Yoona karena dia telah menyindir Sangkyu secara tidak langsung, tapi kalau mengingat kata-kata Yoona benar juga sih. Dia berpikir kalau dia itu bodoh, tidak mau mengaku jadi dirinya waktu itu.

“ada apa sih Sangkyu? Kok mereka nyebut-nyebut nama mu?”, tanya Taeyeon. “nanti ku ceritakan di kelas”, jawab Sangkyu lalu pergi.

***

-Sangkyu Pov-

“bulan depan ada pentas seni / pensi di sekolah ini. Untuk namja kalian bisa perform menjadi boy band, tapi minimal 5 orang maksimal 10. Untuk yeoja ada dance. Dan untuk gabungan yeoja dan namja ada band dan drama. Sekarang yang ingin ikut perform bisa maju ke depan registrasi ke saya. Tapi ngantri ya! 1 perwakilan saja!”, kata Lay seonsaengnim panjang lebar.

“eh, ikut dance yuk!”, kata Taeyeon

“ah kalian saja, aku nggak bisa dance”, jawab ku

“ayolah sangkyu! Pasti bisa kok, aku juga awalnya ga bisa sekarang sudah lumayan bisa hehe. Latihan aja sama kita”, kata Seohyun

“kalian saja, aku nggak PD. Lihat aja Yoona aja ikut dance, pasti dia lebih bagus dan menarik perhatian banyak orang”, kata ku jutek

“sudah aku akan registrasi nama kita ber-4 untuk ikut dance!”, kata Tiffany tiba-tiba berdiri lalu meninggalkan kami

“hey! Jangan, aku nggak mau!”, kata ku berlari lalu menghampiri Tiffany. “Tiffany! Jangan yang aneh-aneh deh, aku nggak bisa dance!”, kata ku. “udah kita coba saja dulu!”.

“apa mungkin yeoja jelek  bisa dance?”, kata Yoona berbicara pada teman di depannya, Jessica

“bisa saja Yoon, tapi tidak ada yang mau menonton”, kata Jessica. Lalu Yoona dan Jessica tertawa.

“hey! Kalau cantik tapi ngga bisa nge dance buat apa?”, kata ku sambil teriak, membuat 1 kelas yang tadi nya ramai jadi diam tiba-tiba. “kamu bicara sama siapa Sangkyu? Aku bicara sama Jessica kok, kenapa kamu yang nyaut? Kamu merasa kalau jelek? Hahaha”, kata Yoona. Lalu 1 kelas tertawa. “Sangkyu itu cantik tau! Kamu aja yang buta Yoona!”, teriak Tiffany. “apa? apa aku nggak salah denger tuh? Hahaha!”, kata Jessica beserta tawa 1 kelas. Aku tidak bisa menahan air mata ku kali ini.

Aku menghampiri Lay seonsaengnim “seonsaengnim… aku ingin ke toilet, boleh?”, kata ku sambil menunduk, ku nggak berani memperlihatkan mataku yang sudah berkaca-kaca ini. Air mata ku pun jatuh. “iya, boleh”, kata Lay seonsaengnim sambil menepuk lengan ku. Aku berlari menuju pintu kelas, tiba-tiba aku terjatuh, Yoona selengkatin aku. Aku menangis sambil jatuh. “oops maaf, sengaja. Eh maksud nya nggak sengaja hahaha”, aku benci banget dengar suara tawa itu.

Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun berlari mendekati ku. “kamu nggak apa-apa?”, tanya Seohyun. Aku hanya tersenyum lalu berlari keluar kelas. Aku pergi ke rooftop sekolah. Rencana nya aku ingin menenangkan diri ku di sini sampai istirahat nanti, lagipula sebentar lagi istirahat.

Aku terus menangis dan selalu bertanya, mengapa aku? Mengapa aku harus terpilih menjadi orang yang jelek? Kenapa nggak orang yang jahat seperti Yoona dan Jessica saja yang jelek? *di smack sama sone* aku rasa aku benar-benar sendiri di sini. Aku menangis lepas, aku menangis sekencang-kencang nya.

-Luhan Pov-

Lagi-lagi di usir lagi dari kelas sama si Chanyeol -_- ngapain ya di luar kelas, bosan… iPod ku ketinggalan lagi di tas aihh. Oh ya, untung kamera SLR ku ada di loker. Ambil ah kkkk~

Kalo di ambil terus buat apa ya? Aku pergi ke rooftop sekolah aja deh kkk~ *evil laugh* (?)” woaaah anginnya segaaaarr”, kata ku sambil sedikit berteriak. Aku memotret anak-anak yang sedang berolah raga. Anak SD lucu-lucu ya, kayak aku hehe. ‘eeehhhheeee, hiks hiks eheee’ /gimana sih suara orang nangis wakakak/ suara apaan tuh? Ku tengokkan badan ku ke belakang. Ada cewek nangis? Samperin gak ya? Samperin deh..

“ehm, hey ka… kamu kenapa?”, tanya ku lembut

-Sangkyu Pov-

“ehm, hey ka… kamu kenapa?”,tanya seorang namja yang lembut. Lembut sekali suara nya. Ku usap kan air mata ku. Lalu aku nengok ke sumber suara. Lu…Luhan?! “eh Luhan oppa…”, kata ku sambil mengusap air mata ku. “Sangkyu?! Kamu kenapa? Kok nangis? Kenapa kamu nggak di kelas?”, tanya Luhan. Di..dia nanya nya kok kayak khawatir gitu ya? Apa aku nya aja yang ke geer-an?

“ah ani… aku sakit perut jadi…”, belum selesai aku bicara, ada tangan lembut menyentuh muka ku. Luhan… mengusap air mata ku? Mata ku membesar, aku kaget. Sungguh sungguh jeongmaaaal kaget dan senang menjadi campur. Lihat, perbandingan kulit dia dan kulit ku, bagaikan catur kkk~ “sudah jangan nangis, lagian kenapa kamu nangis sih?”, tanya Luhan

Harus kah aku ceritain semua nya? Tiba-tiba… nggak tau ada bisikan dari mana, entah bisikan dari surga atau neraka (?) aku memberanikkan diri… “oppa, apa aku ini jelek?”

TBC

Hehehe author udah capek bikinnya, jadi TBC dulu ya  wkwkw. Ditunggu comment nya ^^b

22 pemikiran pada “A Crazy Little Thing Called Love (Chapter 1)

  1. ceritanya sama banget min sama film thailan itu film nya juga judulnya crazy little thing called love ‘first love’ ahh jadi kebayang film nya pas baca ini, keinget mario maurer hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s