Fly High (Chapter 2)

Author : CherRismatic

Tittle : Fly High

Main Cast :

– Kim Jongin

– Lee Tae Ri (You)

– Huang Zi Tao

Support cast:

-Other member EXO

-Kwon Yuri

Genre: Friendship, Romance

Length: Multi Chapter

Note : Mian Ya Baru Kirim FF nya Sekarang Gomawo ya Min, semoga kalian suka dengan ceritanya *yg agak gaje* Kritik dan saran langsung aja sampaikan di komentar.

 ____________________________________

Episode Sebelumnya : Bodoh katanya, aku pusing sekali dengan kejadian ini. Tadi dia baik sekarang ia berubah menjadi seorang KaiMon alias Kai Monster. Sebenarnya aku ingin sekali berfotobersamanya, tapi kurasa itu akan terjadi 3 tahun lagi.

Chapter 2 : hana, Tteul, Set, Be Happy

“Hari ini jam 5 sore di sini jangan sampai terlambat, ingat itu. Kalau Aku terlambat tunggu aku.”

“Baiklah.”

Setelah mengucapkan kata itu Kai langsung pergi keluar dari te,pat latihan dengan kaki ang masih sakit, ia berjalan terpincang pincang. “Kenapa ya dengan kaki kai, kenapa ia begitu marah padaku, tapi didalam latihan dia baik sekali seperti malaikat, apa yang baik hati tadi hanya formalitas semata, agar ia terlihat seperti idola yang baik? Tapi kenapa dihadapanku tidak?” Tae Ri berfikir dalam hatinya. Tak terasa sejam sudah berlalu, itu artinya ia harus melanjutkan latihannya, latihan menyanyi.

Kai POV

Yeoja Pabo itu, dasar, kekanakan sekali. Dia tidak tau apa kalau kakiku kesandung pot gara gara dia, dasar, gaya bicaranya tadi seperti tidak merasa bersalah. Huh.

Kenapa aku senyum senyum kayak orang gila gini. Bodoh (Memukul kepalanya sendiri), Aw.

“Kai-ah.” Panggil seseorang dari luar ruang latihan. Ternyata itu si yeoja pabo.

-k-        Ya, yeoja pabo, untuk apa kau kesini? bukankah kau sedang istirahat.

“Kau ini, aku punya nama, namaku Lee Tae Ri.”

-k-        Aku tidak tanya itu, aku tanya , untuk apa kau kesini?

“aissh, aku mau mengobati kakimu, saat kita bertabrakan di lift tadi aku melihat kakimu tersandung pot bunga yang besar di sana tadi, aku sebenarnya ingin mengobati tadi, tapi kau langsung pergi. Sini kakimu.”

Aku menjulurkan kakiku, entah kenapa, padahal yeoja pabo itu yang ingin mengobati kakiku.

“Ah, Kakimu terpelintir, setelah kuobati, jangan gerakkan kakimu selama 10 menit, setelah itu jangan gerakkan untuk yang berat – berat.”

-k-        Gomawoyo

“Wae?”

-k-        Aniya, cepat pergi, ini waktu istirahatmu

“Ne, jangan berteriak, aku juga dengar”

Yeoja itu, lagi lagi.

Datang lagi, dasar.

“Kai Hana, tteul, set Be Happy.”

Hanya mengatakan itu, aku sudah tau dia bukan hanya bodoh, tapi benar benar bodoh.

Tao POV

“Ah, Annyeong, Oppa.”

Siapa yang bicara (Mengecek ke belakang punggungnya). Ahh*Kaget*(Tae Ri berdiri didepannya). Kau ini kau mau aku mati gara gara jantungan.

“Mianhae, lagipula kenapa kau berjalan tapi matamu tertutup, nanti kau kejedot pintu kayak aku nih (Menunjukkan bengkak di hidungnya).

Iya (nyengir). Soal nya ada yang kupikirkan makanya aku menutup mataku.

“Memangnya apa yang kau pikirkan?” –Hening Sesaat-  Kalau tidak mau beritahu tak apa, lagi pula itu bukan urusanku J”

Ayo, cepat kau harus masuk kekelas menyanyimu

“Oh iya, ah annyeong.”

Dari awal aku bertemu dia, tapi aku tidak tahu siapa namanya (!-_-). Dia benar benar gadis yang lugu.

–          Tak Lama  –

“Hyungnim.”

Kai-ah, sudah selesai mengajar?

“Sudah, Hyung, aku kesal sekali, tadi ada seorang yeoja yang menabrakku di lift, yeoja itu trainee baru.”

Lalu, apa yang kau lakukan?

“Tentu saja aku memarahinya.”

Bodoh, dia trainee baru, kau kan seorang artis terkenal, kau harusnya memberi contoh yang baik untuk calon artis baru.

“Hyung, aku tidak bodoh dia yang bodoh, aku sudah memarahinya di lift tapi selesai latihan dia mengobati kakiku, dia itu tidak tahu apa kalau aku sedang marah padanya.”

Ckckckck, dasar, sudahlah, aku pergi dulu.

Ponsel ku berbunyi

“Yeoboseo oppa.”

Ah, Hyo Rin-ah, Ada apa?

“Aniya, kau ada waktu? Bagaimana kalau kita makan siang bersama.”

Ne, kapan?

Tae Ri POV

*Ditempat latihan dance*

Sudah pukul 5 lewat 15 menit, tapi Kai belum datang juga, kemana dia.

-17.50-.  -18.30-  -19.45-.   -20.30-.   -21.00-

Sudah jam 9 malam, kemana Kai, apa dia lupa. Disini dingin sekali.

-22.20-

Dingin sekali, aku ngantuk, dimana dia? Dia Bilang Tunngu Aku sampai datang.

-23.00-

Aku Tertidur.

—–

Sudah pagi. Sekarang jam 8. Apa? Jam 8? Mati aku, aku masuk akan terlambat masuk kelas menyanyi.

*Di kelas latihan menyanyi*

“Lee Tae Ri Kemana saja kau, ini sudah jam 8 lewat.”

Mianhamnida (Membungkukkan badan)

“cepat duduk di sana, ambil kertas.”

_ _ _ _

*Selesai latihan menyanyi*

Achis, Achis Aku bersin sambil menutup hidungku dengan tisu. Achis, Achis, lagi lagi bersin, kenapa ini, apa aku sedang flu, tidak mungkin, kenapa aku bisa flu, apa karena malam tadi kedinginan, tidak mungkin, hanya kedinginan. Achis, Achis. Aw, aduh, tanganku mengenai hidungku yg bengkak karena kejedot pintu kemarin. Achis. Ah, Semangat Tae Ri Semangat.

(Skip)

*Latihan Dance pun dimulai*

Satu, dua, tiga, empat

Author POV

Tae Ri tiba – tiba terjatuh pingsan. Semua trainee baru yang ada disana heran dan berteriak. “Tae Ri-ssi, Tae Ri-ssi, Kau Tak Apa?” Kata Yu Ri yang berada di sebelah Tae Ri. Badan Tae Ri lemas dan suhu tubuhnya benar benar panas. Lalu pelatih dance *Pengganti Kai*(Kai menghilang sejak tadi malam)  melihat keadaan Tae Ri dan memegang dahinya, lalu Pelatih itu menggendong Tae Ri membawanya kerumah sakit. “Kalian Tetap berlatih jangan sampai kacau” kata Pelatih kepada semua Trainee baru di ruang latihan Dance.

(Skip)

*Di Rumah Sakit*

Tae Ri Membuka matanya dan disana ia Melihat Tao.

-Tao-    “Apa Kau merasa lebih baik?”

-Tae-    “Ne, Kasahamnida.”

-Tao-    “Untuk apa?”

-Tae-    “Yang membawaku kesini kau kan?”

-Tao-    “Ah, bukan, yang membawamu kesini Pelatih dancemu.”

-Tae-    “Oh, apa aku sudah bisa pulang Sore ini?”

-Tao-    “Tentu saja tidak, kau tidak hanya demam, kau kena angin duduk. Mungkin kau akan dirawat 2 hari disini.”

-Tae-    “benarkah? Lalu bagaimana latihanku?”

-Tao-    “Tenang saja, tak apa, tapi debutmu akan diulur jadi 1 minggu sesuai tanggal penentuan sebelumnya.”

-Tae-    “Oh”

-Tao-    “Tae Ri Maaf aku ada jadwal, nanti aku besuk lagi, sampai jumpa.” (Langsung meninggalkan kamar rumah sakit)

-Tae-    “Tapi, aku, Oppa tunggu. *Suaranya memelan*”

Tae Ri Duduk diam di kasurnya, tak lama Yu Ri datang. Mereka berbincang (Skip). Lalu Yu Ri kembali ke Hotel karena ingin istirahat, saat itu hari sudah mulai gelap, waktu pun menunjukkan pukul 19.00.

Kuharap ada Seseorang disini, Tuhan aku mohon, aku benar benar takut, aku ingin ada seseorang disini. Aku takut. Darahku keluar dari hidungku, itu pertanda aku benar benar takut. Ujar Tae Ri yang sangat takut di kamar inapnya.

–          – – — – – –  —  – — – –  – – –  –

“ Kai, Kemana saja kau, semalaman kau tak ada, kau melupakan kelas mengajarmu” Kata Chanyeol yang melihat Kai pulang dan membuka Pintu Dorm nya.

“Aku Tidak Tahu.” Jawab Kai dengan wajah yang terlihat sangat lelah.

“Dasar, aku tanya, kau harusnya menjawab dengan sopan, aku hyungmu.”

Kai pergi begitu saja tanpa mempedulikan Chanyeol yang sedang memarahinya.

Kai lalu pergi ke luar dorm. Ia ingin pergi ke hotel. (SKIP) ia berada di tempat parkir hotel, lalu ia mendengar ada anak trainee baru membicarakan tae ri

“Ku dengar Tae Ri tidak hanya demam.” / – “Aku juga dengar begitu katanya ia baru bisa pulang dari rumah sakit 2 hari lagi.” / “Bagaimana dengan latihannya?” – Kai yang mendengar lalu menghampiri 2 trainee baru tadi dan bertanya dimana rumah sakit dan kamar tempat Tae Ri di rawat. Setelah ia tahu, ia langsung masuk ke mobil lagi dan menuju rumah sakit. (Skip) Kai sudah sampai dirumah sakit. Kai ingin keluar mobil tapi sepertinya ada yang tertinggal, ternyata ia ingin mengambil sapu tangan dan beberapa tisu, lalu ia bergegas menuju ruang inap Tae Ri.

Ia bergegas masuk ke kamar Tae Ri dan, dan ia langsung menahan darah yang keluar dari hidung Tae Ri. Tae Ri pun berhenti menangis, dan heran. Karena saat datang Kai langsung menahan darah yang keluar dari hidung Tae Ri dengan sapu tangan, yang dibawanya sendiri. Tae Ri bertanya dalam hati, apa dia selalu membawa sapu tangan kemana – mana?, lalu kenapa dia tidak terkejut dan langsung menahan darah di hidungku? Dengan 1000 pertanyaan di kepalanya, akhirnya ia menyimpulkan sendiri apa yang sejang terjadi.

“Oppa Joong.” Panggilnya, entah untuk siapa, tapi tatapannya mengarah ke Kai. Kai langsung menatap mata Tae Ri dengan terkejut. “Apa Kau Oppa Joong, Kau Kim Joong In kan?” Tanya Tae Ri pada Kai dengan serius dan penuh harapan. “Kau, tentu saja nama ku kan kim Joong In, Kau tidak tahu? Lagi pula siapa itu Oppa Joong.” Jawab kai sedikit mengencang. “

“Oh, aku kira kau orang yang ku maksud, tingkahmu memang berbeda dengannya, tapi caramu memperlakukanku tadi, kau sangat persis dengannya, sangat. Aku berharap kau adalah dia, agar aku berhenti menunggu, aku selalu menunggunya, menanti dia memanggilku ‘Chagiya’.  Aku tahu dia tidak akan membuatku menunggu lebih lama lagi, aku yakin itu.” Tae Ri mengatakan itu pada kai dengan airmata yang perlahan membasahi pipinya.

Kai pun balik bertanya dengan sangat lembut “Tae Ri-ah, apa kau yakin dia mengingatmu?”

-Tae-    “Tentu saja, dia pernah bilang padaku aku akan selalu mengingatmu, bukan di pikiranku tapi di hatiku. Itu yang ia katakan.”

-Kai-    “Apa kau yakin kau akan menemukannya? Dan kalau kau belum menemukannya dalam waktu dekat ini apa kau akan menunggunya lebih lama lagi, sampai kapan kau akan menunggunya?.”

-Tae-    “Aku tidak terlalu yakin tapi aku akan berusaha mencari informasi tentangnya. Aku, aku akan menunggunanya sampai ulang tahunku yang ke-17, kalau dia mengucapkan selamat ulang tahun padaku, aku akan menunggunya lebih lama lagi.”

-Kai-    “Kau yakin dia mengingat tanggal ulang tahunmu?”

-Tae-    “Ya, aku yakin dia mengingatnya, di dompetnya ada foto kami berdua, di belakang foto itu ada tulisan tanggal lahirku dan tanggal lahirnya. Sudahlah itu membuatku sedih. Kau tidak pulang?”

-Kai-    “Aku Ingin menemanimu disni sampai matamu lelah dan tertidur.”

-Tae-    “Wae? Ah, Gomaseumnida. Kai, hana tteul set, Be Happy”

Kai hanya tersenyum

            Tae Ri pun akhirnya tertidur, Kai ingin pulang, tapi saat di depan pintu ruang inap Tae Ri, Kai menatap Tae Ri akhirnya ia tidak jadi meninggalkan Tae Ri, ia duduk di dekat kasur Tae Ri, ia pun  ikut tertidur. (Skip) Waktu menunjukkan pukul 03.00, Kai terbangun dari tidurnya, ia kekamar mandi untuk membasuh wajahnya, selesai ia mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu ia mendekat pada Tae ri wajah mereka dekat dan semakin dekat lagi hingga hidung Kai dan Tae Ri bersentuhan.

“Gomawoyo” ucap Kai pada Tae Ri

T B C

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s