Order A Cute Maid (Chapter 2)

Author: Nisha_gaem407

Main Cast: Park Chanyeol & (…………..)

Genre: Romance / Friendship / School Life

Lenght: Chapter

Warning: YAOI!

credit pict: to the owner

.

.

Hari Sabtu adalah hari yang indah untuk kebanyakan orang, terutama siswa tentunya. Siapa yang tak suka menghabiskan sabtu malam bersama teman, keluarga, atau pacar lebih lama dari biasanya?! Tanpa perlu memikirkan waktu, karena hari Minggu –dimana semua orang menghentikan aktivitasnya sejenak telah menanti, atau dengan kata lainnya, libur telah menanti.

Begitupun dengan anak tunggal pemilik Park Cooperation dan sekolah swasta Hyundai High School, Park Chanyeol.
Tentu saja ia telah menyusun rencana sebaik mungkin untuk menikmati malam minggunya kali ini.

DRRT…DRRT…

Ia tersenyum tipis begitu melihat tulisan ‘Kai‘s Calling’ sebagai id caller pada layar handphone yang berada digenggamannya.  Akhirnya benda itu berdering juga setelah sekian menit ia menunggu.

“Kau sudah siap?” Tanpa sapaan apapun sebagaimana sopan santun dalam menerima telepon telah diajarkan, ia langsung berbicara pada intinya. Yeah, begitulah seorang Park Chanyeol, tak suka berbasa-basi dan to the point.

Tentu saja. Aku baru saja akan berangkat.” Jawaban Kai diseberang sana membuat Chanyeol yang tadinya hanya tersenyum tipis berubah menjadi sumringah, seolah-olah lelaki itu baru saja memenangkan sebuah lotre.

“Ok! Kutunggu kau disana.”

Sambungan terputus setelahnya. Dengan cepat ia menyimpan handphonenya pada saku celana dan masuk ke dalam mobil yang sedari tadi disandarinya.
Segera ia menstater mobil itu dan tak sampai dalam kurun waktu tiga detik, telah terlihat mobil sport putih melaju meninggalkan mansion keluarga Park.

-oo00oo-

Hari baru saja menjelang malam ketika parkiran club bernama Night Bar juga sudah mulai hampir terisi penuh. Salah satunya Chanyeol yang menjadi pengunjungnya.

Baru beberapa menit yang lalu ia sampai dan langsung saja mengambil tempat yang selalu menjadi tempatnya bersama Kai yang sekarang sedang berada disana bersama para gadis-gadis sexy dan cantik tentu saja.
Tak perlu menunggu lama baginya untuk segera bergabung bersama Kai dan dikerumuni oleh gadis-gadis yang sama sexy dan cantiknya.

Chanyeol menatap semua gadisnya, mencari yang berwajah paling goddess di antara semuanya untuk dijadikan target ‘bermain’nya malam ini.

Sudah beberapa minggu terakhir ini dirinya kalah cepat dengan Kai. Dan ia tak mau menyerahkan target bermain selanjutnya pada Kai yang menjadi pemenang.

Dengan gerakan cepat, ia menarik salah satu dari gadis itu dan membawanya duduk pada pojokan, meninggalkan gadis lainnya yang merenggut kesal.

Tangannya bermain pada paha mulus gadis yang sekarang berada pada pangkuannya. Sedangkan wajah mereka saling memperkecil jarak satu sama lain –berciuman dalam waktu yang cukup lama, lalu saling melepas untuk mengambil pasokan udara, dan kemudian saling menautkan bibir mereka kembali.

Mata Chanyeol melirik pada Kai yang ternyata juga melihatnya,  menyeringai menandakan bahwa ia yang memulai permainan dan akan selesai lebih dahulu nantinya.

“Ayo!” Chanyeol memutuskan kontak matanya dengan Kai lalu menarik cepat sang gadis untuk menuju ke suatu tempat, berniat dengan cepat menyelesaikan permainan akhirnya.

Ia memanggil salah satu pelayan terdekat,membisikkan sesuatu padanya.

“Ada yang kosong?”

Pelayan itu mengangguk, “Ya, kamar 34.”

“Ok! Terimakasih.” Seraya mereka kembali berjalan, Chanyeol menyelipkan tip sebagai tanda terimakasihnya dan tentu saja diterima dengan senang hati oleh sang pelayan.

BRUK!!

-oo00oo-

Seorang lelaki berjalan cepat di antara para kerumunan orang-orang yang sedang menari dalam keadaan tak sadar mungkin dengan pasangan mereka masing-masing.

Yang ada di dalam pikirannya sekarang adalah lari sejauh mungkin dari tempat terkutuk ini –menurutnya dan tak akan pernah kembali lagi. Demi Tuhan, ia bersumpah!

Semakin cepat ia berlari, semakin banyak juga permintaan maaf yang ia ucapkan berulang kali karena tak sengaja menabrak beberapa orang, sampai…

BRUK!!

“AW!”

Ia terduduk setelah tubuhnya sepertinya menabrak dua orang di hadapannya. Dengan sedikit ringisan sakit ia berdiri dan membungkuk dalam,  “Maaf, aku tak-,”

“Maaf katamu? Cih! Lihatlah apa yang kau perbuat pada gadisku?!” Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya,salah seorang lelaki yang ditabraknya bersama gadis itu telah memarahi dan membentaknya dan tubuhnya yang memang lebih pendek semakin membuat keberaniannya hilang, bahkan untuk menatap balik wajah lelaki dan gadis yang telah ditabrak olehnya.

“Kau tak apa sayang?”

“Aku tak apa.”

“Se-sekali lagi a-aku minta maaf.” Sambil menunduk dalam ia berkata, dan setelah itu pergi berlari keluar secepat yang ia bisa.

Sedangkan mereka, Chanyeol dan gadisnya masih saja terus menggerutu, lebih tepatnya Chanyeol saja.

“Sudahlah sayang, kita ke kamar saja.” Nada seduktif dari gadisnya mengembalikan kesadarannya. Ah ya, permainannya belum selesai!

Ia melirik pada tempat dimana Kai duduk dan mendapati tempat itu telah kosong. Matanya mencari di sekelilingpun tak ada tanda-tanda dimana Kai berada. Berarti, hanya ada satu kemungkinan.

“Sial!” Tentu saja Chanyeol sadar jika Kai sekarang mungkin berada di dalam kamar dengan gadis yang ia dapatkan dan telah memulai permainannya.

“Ayo sayang~… Tunggu apa lagi.” Sekali lagi, nada seduktif dari gadis itu didengarnya bersamaan dengan elusan lembut yang ia rasakan di dadanya.

Chanyeol mendorong gadis itu pelan, “Maaf, aku harus pergi.”

“Tapi kita belum melaku-,”

“Aku sibuk!” Chanyeol mengeluarkan dompetnya, mengambil beberapa lembar uang won lalu menyerahkannya pada gadis itu. Dan tanpa berkata apapun lagi, ia meninggalkan tempat itu dengan kekesalan yang tergambar jelas pada wajahnya.

-oo00oo-

“Jadi, siapa gadis incaranmu yang akan kau berikan untukku hm?” Kai merebahkan tubuhnya pada tempat tidur king size milik Chanyeol seraya menolehkan kepalanya pada sang pemilik kamar yang sedang duduk santai pada sofa dengan laptop di pangkuannya.

Mala mini mereka pulang lebih cepat dari club

“Jung Krystal.”  Chanyeol menjawab bosan tanpa menoleh, matanya masih terus sibuk menjelajahi apa yang dilihatnya pada layar laptop.

“Jung Krystal? Anak baru itukan?” Sekali lagi dengan tak terlalu menaggapi, Chanyeol hanya mengangguk.

“Boleh juga…”

………………………

Lama keheningan menguasai keduanya, sebelum Kai ikut mendudukkan dirinya tepat di samping Chanyeol, mencoba melihat apa yang membuat sahabatnya itu terlihat serius menatapi layar di hadapannya. Matanya sukses membulat melihat apa yang tertera disana, pada layar itu.

“Kau serius eoh?”

“Tentu saja!” Kai masih ternganga dengan apa yang dilihatnya, dan menjadi lebih ternganga ketika Chanyeol mengklik kata ‘finish’ tepat di ujung bawah pengisian data transaksi.

Success!

“Kukira kau tak serius Park Chanyeol.”

“Sejak kapan aku mengatakan hal yang tak akan kulakukan hm? Kukira kau mengetahui diriku dengan baik Kim Jongin…”

Chanyeol tersenyum puas. Ia tak sabar menanti hari dimana ‘pembantu’ pesanannya itu tiba. Entah bagaimana wajahnya, yang jelas situs itu telah menjanjikan yang terbaik dan memuaskan bukan?!

-oo00oo-

Malam ini bintang bersinar cerah mengisi kekosongan langit hitam yang tak berujung. Seorang lelaki imut menatap ciptaan sang kuasa itu dari tepi Sungai Han yang entah kenapa malam itu terlihat sedikit sepi, tak seperti biasa.

“Ayah, gendong aku~…”

Pandangannya sukses teralihkan pada arah suara seorang anak laki-laki yang sepertinya berumur empat tahun yang meminta gendong dengan menarik-narik baju ayahnya yang berada di sampingnya, sedangkan sang ibu hanya tersenyum melihat kedua orang yang disayanginya.

Ia ikut tersenyum ketika ayah dari anak itu dengan senyuman lebar menggendong sang anak yang sekarang telah berteriak kegirangan. Sungguh keluarga yang harmonis, pikirnya.

Andaikan saja ibunya tak meninggal…

Andaikan saja keluarganya harmonis…

Andaikan saja ayahnya tak menjual anaknya sendiri, dirinya…

Hidupnya pasti sekarang sangatlah bahagia, seperti anak lelaki yang sekarang sedang tersenyum di pelukan ayahnya dengan sang ibu yang menggenggam tangannya.

~To Be Continued~

 ___________________________________________________

Hi~ hi~

Ada yang nunggu ff abal inikah? Lamakah? ToT

Mian~~~ mimin lagi sibuk banget dan sekalinya ada waktu, pasti otak lagi stuck =D

Gimana? Gimana? Udah tau siapakan? Liat aja dari gambarnya~ :p

See you in the next chapter :*

40 pemikiran pada “Order A Cute Maid (Chapter 2)

  1. Nice story, psti yg mnbrak tdi tuh si Baek and yg d’tbrak si Yeol xD
    next ! Chapter 3’a mna thor kok gk ada T_T

  2. Lnjtn Πўǟ cҽÞà† Ÿ̲̣̣̣̥ά̲̣̣̣̥å媪 thot..apakah baekhyun Ɣªήğ λкªη jd maid Πўǟ chanyeol ,makin pensrn aja

  3. Wah jauh banget ketinggalan…..
    Ak udah baca dari prolog baru hari ini….
    Ak suka sama ceritanya…
    Chap.3nya belum ada ya…?
    Udah penasaran banget nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s