Cruel (Chapter 3)

Title     : Cruel

Author : lollicino

Cast    : Byun Baek Hyun [EXO-K], Park Yong Ri [OC’s], Kris Wu [EXO-M], Tiffany Hwang [SNSD]

Genre : sad romance

Rating : PG

Length            : Chapter

= = =

Author’s Point of View

“ Baekhyun? “

Sementara yang disebut namanya hanya tersenyum kecil. Sedikit bahagia karena Yongri mengingatnya. Baekhyun berjalan mendekati Yongri, lalu berdiri di sampingnya.

“ Aku bertanya padamu. Dan kau harusnya menjawab, bukan malah bertanya balik. “ Baekhyun melipat tangannya, menunggu jawaban dari Yongri.

Hening. Tidak ada yang berbicara. Hanya ada suara daun kering yang bergesekan, atau suara kicauan burung.

“ Apa yang kau lakukan disini? “ Yongri akhirnya membuka pembicaraan, merasa bosan dilanda keheningan.

“ Aku? Memangnya aku tidak boleh kesini? Ini adalah tempat favoritku, Yong. Tempat dimana kita sering bermain, dan tempat dimana terakhir kalinya kau bertemu denganku. “ jawab Baekhyun, sambil menerawang ke masa lalunya.

Yong.

Panggilan yang sangat dirindukannya. Panggilan sayang yang khusus untuk memanggil Yongri.

Sejenak. Pikiran Yongri melayang ke masa lalunya yang agak menyedihkan. Dimana sebuah kebahagiaan hancur disaat semuanya berakhir. Dimana saat yeoja itu menyampaikan semuanya. Semuanya sebelum dia benar-benar pergi.

Yongri mengerjapkan matanya, berusaha menyadarkan dirinya sendiri dari alam mimpi. Sejenak dipejamkan matanya, menenangkan dirinya.

“ Jangan bicarakan masa lalu, Baekhyun-ssi. Sekarang kau harus menatap masa depan. “ Yongri menegaskan kata-katanya, membuat Baekhyun sedikit tercengang.

“ Kau… benar-benar melupakan semuanya? Semua kenangan kita, Yong? “ Baekhyun mengecilkan suaranya, tak mampu lagi menahan rasa sakit di hatinya.

“ Semuanya memang harus dilupakan, Baekhyun­-ssi. Aku sudah mempunyai calon suami, dan kau punya yeojachingu yang harus dicintai. “ Yongri menghela nafasnya, “ Aku pergi dulu. “ lanjutnya, lalu melangkah pergi meninggalkan Baekhyun.

Dengan sigap, Baekhyun menahan pergelangan tangan Yongri. Tak disangka kata-kata Yongri tadi membuatnya marah –dan sakit hati. Bagaimana mungkin dia melupakan semuanya dengan mudah? Sedangkan dengan susah-payah –dan berakhir dengan sia sia- Baekhyun tidak bisa melupakan masa lalunya.

“ Katakan padaku, kalau kau belum melupakan semuanya, Yong. “ Baekhyun berusaha mengontrol emosinya yang sudah di ubun-ubun.

‘ Oh, bagaimana mungkin aku melupakan semuanya? ‘ batin Yongri.

“ Aku sudah melupakan semuanya. Bahkan aku tidak ingat kapan terakhir kali kita bertemu. 4 atau 5 tahun lalu mungkin? Lupakan. Itu hanya membuatku pusing. Aku harus pergi. “ Yongri menyentakkan tangannya dengan kasar, melepaskan tangan Baekhyun yang mencengkram kuat pergelangan tangannya. Yongri kembali melanjutkan perjalanannya.

“ LALU APA YANG KAU MAKSUD DENGAN ‘SARANGHAE’ SAAT ITU? “ tanya Baekhyun dengan nada tinggi, penuh emosi.

[DEG]

Yongri terdiam membisu. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya. Oh, Baekhyun, kenapa kau bertanya tentang itu?

“ JAWAB AKU, PARK YONGRI! “ Yongri semakin diam mendengar bentakan Baekhyun. Bahkan Baekhyun tidak pernah membentaknya dan menyebut nama panjangnya –kecuali saat bercanda.

Baekhyun segera mendekati Yongri dan menarik tangannya. Memeluk pinggang Yongri dengan erat, seperti saat mereka berpisah dulu.

[CUP]

Sebuah ciuman kasar mendarat di bibir Yongri. Dihisapnya dengan kuat bibir Yongri, bahkan menggigitnya, membuat sebuah luka kecil di bibir Yongri. Baekhyun memasukkan lidahnya dengan paksa ke dalam mulut Yongri, mengitari setiap sudut di dalam rongga mulutnya dengan liar. Disalurkannya semua perasaanya saat ini melalui ciuman itu –rindu, emosi, dan juga sakit hati.

Nafas Yongri tercekat. Didorongnya tubuh Baekhyun, berusaha untuk melepaskan diri dari ciuman itu. Walaupun sebenarnya dia menginginkan sentuhan itu lebih lama lagi. Sentuhan hangat Baekhyun…

Namun Baekhyun bukan miliknya lagi. Baekhyun sudah menjadi milik orang lain. Dan sekarangpun, ada orang yang sudah memiliki Yongri. Dan mereka akan segera menikah, setelah itu tidak ada lagi orang yang bisa memiliki Yongri. Sampai kapanpun.

“ Eunghhh… Baek… hyuun! “ erangnya. Dengan seluruh tenaganya, dia mendorong Baekhyun sampai ciuman itu terlepas.

Yongri mengelap bibirnya dengan kasar, menghapus jejak bibir Baekhyun di bibirnya. Baekhyun masih diam. Pandangan Baekhyun tertuju pada tangan kanan Yongri. Atau lebih tepatnya jari manisnya.

“ Kau… masih memakai cincin itu? “ tanya Baekhyun. Yongri melihat tangan kanannya, dan sedikit merutuki dirinya karena lupa melepas cincin itu.

‘ Kenapa aku bisa lupa melepasnya?? ‘ rutuk Yongri dalam hatinya.

“ Aku hanya menggunakannya karena cincin ini bagus. Ambilah, aku tidak memerlukannya lagi! “ ucap Yongri sedikit kasar, lalu melepaskan cincin biru itu dari jarinya dengan berat hati.

“ Tidak! Pakailah cincin itu seterusnya. Jangan pernah lepaskan cincin itu, Yong. “ jawab Baekhyun. Yongri menghela nafasnya, sedikit lega karena cincin itu tidak akan berada jauh darinya.

“ Aku pergi. “ Yongri segera meninggalkan Baekhyun di taman itu sendirian, lalu masuk ke dalam mobilnya dan memacu mobilnya dengan cepat.

= = =

Yongri’s Point of View

“ BAEK HYUN BODOH!! “ kupukul-pukul setir mobilku, melampiaskan emosiku dengan memukul-mukul setir mobilku. Lalu membiarkan air mataku mengalir deras.

“ Baekhyun… “ lirihku. Kutepikan mobilku, lalu mematikan mesin mobilku.

Kusenderkan keningku pada setir mobil. Kupukul-pukul setir mobilku, lalu membiarkan tanganku terjatuh di kedua sisi tubuhku. Kuperhatikan jari manis tangan kananku, dimana cincin pemberian Baekhyun tersematkan disana.

“ Baekhyun… kenapa kau mengingatkanku pada masa lalu kita? Aku bersusah-payah untuk melupakannya Baekhyun! Aku ingin berusaha untuk mencintai Kris, calon suamiku. Baekhyun, tak bisakah kau melupakan aku? “ lirihku. Kutegakkan badanku, lalu menghapus air mataku.

Tiba-tiba bayangan suatu tempat terlintas di kepalaku. Tempat dimana biasanya aku dapat menghilangkan emosi atau rasa sedihku, atau bisa juga menjadi tempat berpesta. Kris melarangku untuk mendatangi tempat itu, namun tempat itulah, satu-satunya tempat yang bisa membuatku tenang sekarang.

“ Aku benar-benar membutuhkan tempat itu, sekarang… “

End Yongri’s Point of View

= = =

8 PM, Seoul

Suara dentuman musik disco memenuhi ruangan yang agak redup didominasi wrna biru es itu. DJ berkulit hitam itu me-remix lagu di meja DJ-nya dengan lihai, me-remix lagu ‘Like a G6’-nya Far East Movement dan ‘Qualify’ yang dinyanyikan Keisha.

Beberapa orang duduk di black bar dikelilingi oleh yeoja-yeoja penggoda, ada juga yang turun ke lantai dansa dan menari-nari tidak jelas bersama teman-teman mereka. Yongri menopangkan kepalanya di tangannya, sambil meminum Gin-nya untuk yang ke-10 kalinya.

“ Seokjung, 1 gelas Gin lagi. “ Yongri menyodorkan gelas kacanya yang kosong pada seorang bartender bernama Seokjung di depannya.

“ Maaf, nona. Tapi anda sudah meminum hampir 10 gelas Gin. “ bartender itu menolak permintaan Yongri.

“ Terserah. Berikan aku segelas Wishky atau Vodka. Mungkin Wishky lebih bagus. “ jawab Yongri masih sadar 90%.

Seokjung menyerah, dan menuangkan Wishky ke dalam gelas kosong Yongri. Yongri langsung meminum Wishky itu, lalu menyodorkan gelasnya ke depan bartender itu, meminta lebih.

[Careless, careless

Shoot anonymous, anonymous

Heartless, mindless, no one who cares about me]

Yongri mengambil handphone-nya yang ada di dalam tas kecil Guess-nya, dan melihat nama yang tertera di layar handphone-nya.

Lovely Wu YiFan is calling…

Hello? YiFan gege? “ masih dengan kesadaran penuh Yongri mengangkat panggilan dari calon suaminya itu.

“ Roselline? Kau dimana? Kenapa berisik sekali? “

Yongri langsung menepuk keningnya. Kenapa dia tidak keluar dulu dari tempat ini sebelum menjawab teleponnya? Bodoh sekali!

“ A… aku… Aku ada di… “

“ Jangan bilang kau ada di club malam! “

Gege, aku tidak- “

“ Pulang sekarang juga ke dorm EXO! Kita harus bicara, nona! “

[PIP]

Yongri menghela nafas beratnya. Kris memang tidak suka jika Yongri mendatangi klub malam dimanapun klub itu berada. Yongri juga tidak mudah mabuk, walaupun dia meminum lumayan banyak. Tapi tetap saja Kris tidak menyukainya.

Yongri mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu meninggalkan tempat itu. Ah, sebenarnya Yongri itu bukan orang yang suka meminum semacam Vodka –atau apalah itu. Sejak kapan dia menjadi seperti ini? Sejak dia meninggalkan Baekhyun, sebenarnya.

= = =

EXO’s Dorm, 9.30 PM

“ Darimana saja kau? “ Kris langsung menyembur Yongri dengan pertanyaannya.

“ Aku… “

“ Kau ke night club lagi kan?! Sudah gege bilang, jangan ke tempat seperti itu lagi! “ belum sempat Yongri menjawab pertanyaan Kris, Kris malah membentak Yongri, membuat Yongri sedikit takut.

“ Tapi gege, aku sering ke night club bersama Luke atau Clarissa atau Lily! Aku sudah terbiasa dengan tempat itu. Toh, aku tidak sakit kan, karena pernah ke night club? “ tanya Yongri.

“ Tapi kau bisa saja terkena penyakit karena minuman itu, Roselline. Aku punya tugas untuk menjagamu. “ Kris menarik nafasnya, “ Kau minum berapa gelas? “ lanjut Kris. Yongri terdiam.

“ A… aku hanya minum 2 gelas Gin, gege… “ jawab Yongri dengan suara kecil. Berdusta, tentu saja.

“ Bohong! Jawab dengan jujur! “ elak Kris, menangkap suatu kebohongan dari Yongri.

“ Baiklah gege. Aku minum 10 gelas Gin. Gege puas? “ Yongri pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya. Mungkin Kris akan menceramahinya, atau mungkin menjaganya selama 1 minggu penuh agar tidak pergi ke klub lagi…

“ Hah… Baiklah, kali ini gege tidak akan memarahimu. Tapi lain kali jangan pergi ke tempat seperti itu lagi, mengerti? “ tanya Kris. Yongri hanya mengangguk lemah.

“ Aku mengerti, gege. I’m sorry. “ jawab Yongri sambil menunduk, “ Aku hanya sangat pusing. “ lanjutnya.

Kris segera memeluk Yongri dan mengelus-elus punggungnya. Yongri hanya diam, sambil menahan tangisannya.

‘ Bagaimana mungkin aku mengabaikan kasih sayang YiFan? Dia terlalu baik. Aku tidak mau menyakitinya. ‘ batin Yongri.

Tanpa disadari, sedari tadi Baekhyun mendengar semua pembicaraan mereka. Baekhyun meutup mulutnya, tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya.

‘ Yongri peminum? ‘ batinnya tidak percaya.

 

= = =

Tiffany’s Point of View

“ Kyungsoo-ah, Baekhyun dimana? “ tanyaku pada Kyungsoo yang sedang duduk sambil menonton TV. Dia menoleh, lalu menunjuk pintu kamar.

“ Dia sedang tidur, noona. Badannya sangat panas. Dia juga malas makan. Padahal dokter bilang dia baik-baik saja. “ jawab Kyungsoo, lalu kembali menonton.

“ Ah, baiklah. “ aku segera berjalan ke arah kamar Baekhyun.

[CKLEK]

Kubuka pintu kamarnya perlahan, lalu mengintip ke dalam kamar. Baekhyun masih tertidur sambil memeluk bonekanya. Aku masuk ke dalam kamar itu lalu menutup pintu kamarnya.

Kulangkahkan kakiku menuju meja kecil milik Baekhyun. Kusapukan jari-jariku diatas meja itu. Kuambil jaket Baekhyun yang tergeletak di atas meja itu. Kurapikan jaket itu.

[BRUK]

“ Eh? Ige mwoya? “ kuambil buku hitam yang tergeletak di lantai.

‘ Baekhyun’s Diary ‘

Kubuka buku itu, penasaran dengan isinya. Hey, aku yeojachingu Baekhyun kan? Aku ber-hak memeriksa semua barangnya.

“ Apa yang kau lakukan, Tiff? “ aku langsung meletakkan buku itu di meja setelah mendengar suara Baekhyun, lalu menatap Baekhyun.

“ Sudah bangun, chagi? “ tanyaku basa-basi. Baekhyun berdiri, lalu berjalan ke arahku. Dia langsung mengambil bukunya.

“ Aku tidak suka jika kau membuka buku ini tanpa sepengetahuanku. “ ucapnya, lalu meletakkan buku itu kembali.

“ Kenapa? Aku yeojachingu-mu, chagi. Aku berhak mengetahui rahasiamu. “ ucapku sedikit kesal.

“ Terserah jika kau mau memeriksa handphone-ku atau barang-barangku yang lainnya. Tapi tidak dengan buku hitam ini. Kau dan yang lainnya dilarang untuk membuka buku ini. “ ucapnya masih tetap pada pendiriannya.

Arraseo. Mianhae. “ aku minta maaf, lalu menundukkan kepalaku.

“ Baiklah, kumaafkan. Tapi jangan diulangi lagi. “ Baekhyun memelukku, lalu mengelus-elus punggungku.

Mataku tertuju pada buku hitam Baekhyun yang ada di atas mejanya. Keningku berkerut.

‘ Apa ada rahasia yang disembunyikannya? ‘ batinku.

Cruel status ::: To Bo Continued

Iklan

19 pemikiran pada “Cruel (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s