Good Bye, Hello

Title :

Goodbye, Hello! (1st Shoot)

Author :

Park Yoo An aka Ega Arista

Length :

Oneshot

Genre :

Romance

Main Cast :

Seohyun

Other Cast :

SNSD, EXO-K, Others…

Annyeong! Sebenernya, ini FF twoshot. Tapi karena menurut saya terlalu pendek, saya jadikan satu. Semoga suka! ^^

 

Pernah dipublish di blog pribadi saya egaarista.wordpress.com dan beberapa blog lainnya

 

~ Goodbye, Hello! ~

 

2001

 

Seorang gadis kecil sedang menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya di taman bermain. Lalu, seorang laki-laki kecil menghampirinya yang sedang menangis dan mencoba untuk menenangkannya.

 

“Uljimayo. Mengapa kau menangis aggasi?” tanya laki-laki kecil itu.

 

“Es…hiks…krimku…hiks…jatuh…hiks hiks.” jawab gadis itu dengan sesenggukan dan masih enggan menurunkan kedua tangannya.

 

“Uljimayo. Nanti beli lagi.” Ujar laki-laki itu mencoba menghiburnya.

 

“Aku…hiks…tidak…hiks hiks…punya…hiks…uang…hiks hiks hiks…”

 

“Aigoo… kalau begitu, kita membelinya bersama. Otte?” tawar laki-laki itu.

 

“Ne?” gadis kecil itu menurunkan tangannya yang tadi sibuk menutupi wajahnya. Kini tampaklah wajah cantik dari gadis kecil itu.

 

“Omona…” laki-laki itu bergumam. Dia kagum setelah melihat wajah cantik gadis kecil itu yang, seperti dewi.

 

“Waeyo? Ada yang salah denganku?” tanya gadis kecil itu.

 

“Aniyo. Gwenchana. Kau cantik sekali.” Ujar laki-laki itu malu-malu. Semburat merah muncul dari pipi kedua anak kecil itu. Keduanya tertunduk malu. Tapi kemudian, si gadis kecil itu menarik tangan laki-laki itu dan langsung mengajaknya membeli es krim.

 

“Kajja. Kita beli es krim.” ajak gadis kecil itu. Namun sesaat kemudian, gadis itu menghentikkan langkahnya. “Chankam, tapikan aku tidak punya uang.” Raut gadis kecil itu berubah menjadi sedih lagi.

 

“Tapi aku punya uang. Aku akan membayarkannya.” Kata laki-laki itu sambil tersenyum. Si gadis kecil menatap si laki-laki dengan matanya yang berbinar.

 

*skip

 

Setelah membeli es krim, kedua anak kecil itu jungkat jungkit yang ada di taman.

 

“Kamsahamnidah.” Gadis kecil itu berterimakasih.

 

“Cheonmanaeyo.”

 

“Siapa namamu?”

 

“Namaku Sehun. Oh Sehun. Kau?”

 

“Seohyun. Seo Joo Hyun.”

 

Sejak perkenalan itu, Seohyun dan Sehun menjadi sahabat. Keduanya sangat lengket hingga tidak bisa dipisahkan. Bahkan ketika Sehun ingin buang air kecil, Seohyun menungguinya di toilet. Satu lagi, setelah beberapa bulan persahabatan mereka, mereka dengan berani menyatakan perasaan mereka satu sama lain. Sehun menyukai Seohyun. Seohyun menyukai Sehun. Hmmm… anak kecil ini. Wkwkwkwkw xD

 

2004

 

“Kenapa kau tidak pernah bilang kalau kau 3 tahun lebih muda dariku?” pertanyaan dari Seohyun yang ditujukan untuk Sehun.

 

“Kukira, aku lebih tua darimu. Ternyata, aku lebih muda.”

 

“Hmmm… Jadi selama ini salah ya kalau aku memanggilmu ‘Oppa’.”

 

“Ne. Kalau begitu, mulai sekarang aku harus memanggilmu ‘Noona’”

 

“Aishh… Aku tidak suka kau memanggilku seperti itu.”

 

“Wae? Kau kan lebih tua dariku.”

 

“Begini saja, kita gunakan panggilan akrab? Otte?”

 

“Panggilan akrab?”

 

“Ne, kau bisa memanggilku Seo, Hyun-ah, Seororo, atau…” Seohyun menggantungkan katanya.

 

“Atau apa?” tanya Sehun yang penasaran dengan kelanjutannya.

 

“Eumm… er.. Seobaby.” Sedetik setelah itu, pipi tembem Seohyun berubah menjadi merah merona.

 

“Oo… Arraseo. Kalau begitu kau panggil aku Sehun-ah saja.”

 

“OK OK.”

 

2005

 

Seohyun dan Sehun sedang duduk berhadapan di kursi bundar kecil taman milik Seohyun.

 

“Otte. Aku tidak bisa menolaknya.” Ujar Seohyun sembari menundukkan wajahnya. Dari suaranya terlihat sekali kalau dirinya sedang sedih.

 

“Itu hakmu. Kau boleh menolak atau menerimanya.” Ujar Sehun dengan nada datar. Posisinya sama dengan Seohyun, menundukkan kepalanya menatap lurus kea rah meja putih yang kosong.

 

“Aku…Aku mau saja menerima tawaran itu Sehun-ah.” Seohyun menelungkupkan kepalanya.

 

“Jika itu pilihanmu…” Sehun mengangkat wajahnya sebelum meneruskan. “aku akan mendukungnya.” Sehun tersenyum sambil melihat Seohyun. Walau yang terlihat sekarang adalah rambut Seohyun yang hitam panjang itu.

 

“Ne.” Seohyun menengadahkan kepalanya. Tampak wajah dewinya yang sekarang basah. Sehun tahu itu. Air mata.

 

“Ne. Aku mendukungmu.” Sehun mengusap lembut pipi Seohyun yang basah sehabis air bening itu keluar dari mata gadis itu.

 

“Gomawo Sehun-ah.” Seohyun tersenyum. Walau masih ada perasaan sedih di hatinya. Bagaimana tidak? Kalau dia menerima tawarannya sebagai trainee di SM Entertainment, berarti sama saja dia harus berpisah dari Sehun, tetapi di sisi lain, kemungkinan untuk menjadi K-Star seperti impiannya bisa terwujud. Namun jika dia menolak tawaran itu, impiannya mungkin akan sirna. Tetapi sisi lainnya, dia tidak akan terpisah dari Sehun juga keluarganya.

 

“Gwenchana. Aku akan menunggumu.” Sehun mengelus rambut Seohyun.

 

KEBERANGKATAN SEOHYUN KE SM ENT.

 

“Doakan aku Umma, Appa?” Seohyun memeluk kedua orangtuanya secara bergantian. Matanya yang sayu membuktikan bahwa gadis itu tidak tidur semalam karena sibuk memikirkan hari ini.

 

“Jaga baik-baik dirimu. Arraseo?” kata Mrs. Seo.

 

“Ne Umma.”

 

“Ingat, putriku harus selalu menjaga kesehatan dan patuh pada sunbaemu.”

 

“…” Seohyun mengangguk.

 

“Semoga kau bisa meraih impianmu Joohyunnie…” kata Mr. Seo.

 

“Ne Appa.”

 

“Baiklah, naiklah sekarang. Supir sudah menunggumu.” Suruh Mr. Seo.

 

Seohyun kemudian memeluk kedua orangtuanya lagi sebelum memutuskan untuk naik ke mobil pribadi keluarganya yang saat itu disupiri oleh Ok Ahjussi. Kedua orangtuanya tidak ikut mengantarkan putri semata wayangnya itu ke gedung SM Entertainment. Karena, jika mereka ikut, mereka takut kalau kalau Seohyun berubah pikiran dan memilih pulang kerumah yang akan berakibat semua impiannya sirna begitu saja.

 

DI MOBIL.

 

“Ahjussi, bisa kita berhenti ke taman dulu?” tanya Seohyun di jok depan mobil.

 

“Ne? Untuk apa Nona?” tanya Ok Ahjussi *Taecyeon maksudnya #hahahaha xD #PLAK!*

 

“Aku mengucapkan selamat tinggal pada sahabatku. Boleh kan?”

 

“Tentu saja.”

 

Sesampainya di taman, Seohyun cepat-cepat turun dari mobilnya dan menuju kursi yang biasa ia tempati bersama Sehun. Namun, rupanya Sehun tidak ada. Seohyun menyapu pandangannya di setiap taman. Dia agak kesulitan karena saat itu taman sedang ramai dengan anak-anak TK yang bermain. Setelah beberapa waktu, Seohyun menangkap sosok Sehun sedang duduk di dekat danau taman, tempat yang agak sepi dan tertutupi oleh pepohonan, sambil memegang sesuatu di tangannya. Ekspresinya terlihat sedih dan murung.

 

Seohyun menghampiri Sehun. Lalu menepuk bahu sahabat sekaligus first lovenya itu.

 

“Sehun-ah…” kata Seohyun pelan.

 

Sehun lalu berdiri dan menatap Seohyun. Seohyun menundukkan wajahnya.

 

“Aku ingin berpamit padamu Sehun-ah.”

 

“Ne. Semoga kau berhasil.” Kata Sehun sambil mengelus kepala Seohyun.

 

“Sehun-ah, ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Seohyun. Kini Seohyun menatap kedua manik Sehun.

 

“Aku ingin kau focus disana. Jangan nakal. Jangan bandel. Dan jangan cengeng lagi. Kau harus berlatih dengan baik disana. Agar kau bisa meraih impianmu. Arraseo?”

 

“…” Seohyun mengangguk. Matanya kini berair.

 

“Kau harus menjaga kesehatanmu. Aku tidak ingin kau sakit. Aku ingin kau tetap sehat dan terus berlatih.”

 

“Eummm. Seobaby, kau tidak boleh dekat-dekat dengan er…” Sehun ragu untuk melanjutkan.

 

“Mwoya Oppa?”

 

“Jangan dekat-dekat dengan namja lain.” Mendengar itu, raut wajah Seohyun menjadi cerah. “Jangan melirik namja lain.” Perlahan sebuah senyuman mengembang dari bibir Seohyun. “Kau harus jaga jarak dengan mereka.” Seohyun merasa agak senang dengan perkataan satu namja itu. “Karena kau hanya bisa melihatku. Bukan namja lain.” Seohyun makin mengembangkan senyumannya. Ingin rasanya dia berteriak sangking bahagia. Sedangkan Sehun? Namja itu salah tingkah dan tertunduk malu.

 

“Arraseo. Kalau begitu kau juga tidak boleh dekat-dekat dengan yeoja lain. Karena hanya aku yang berhak menjadi yeoja pertama di matamu. Aku sudah merebut tempat nomer 2 di hatimu, setelah nomor 1 yang ditempati Ummamu, sejak aku masih berupa benih cinta berwarna kuning *Ya! Author yadong nih! #PLAK*!” Seohyun bicara dengan nada semangat. Sehun yang mendengarnya hanya bengong.

 

Namun, sedetik kemudian, dia tersenyum lebar walau bibirnya kecil dan tipis. Keduanya tersenyum karena malu.

 

“Hyun-ah…”

 

“Wae Sehun-ah?” Seohyun mendongakkan kepalanya menatap Sehun. Walau Sehun lebih muda darinya, tetapi Sehun lebih tinggi sekitar beberapa cm darinya.

 

“Aku ingin kita bersungguh-sungguh dengan janji kita.” Kata Sehun sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku hoodienya : dua buah cincin yang dilapisi manik-manik kecil berwarna merah putih.

 

“Aku menghabiskan waktu 1 minggu untuk membuat cincin ini. Bagaimana?” tanya Sehun sambil menunjukkan kedua cincin itu.

 

“Yeppuda.” Seohyun berbinar menatap kedua cincin manis itu.

 

“Aku membeli cincin yang polos. Lalu aku merekatkan (?) manik-manik kecil ini di cincin.”

 

Benar! Cincin itu memang hanya cincin polos. Tapi rupanya, Sehun menempelkan manik-manik kecil itu di bagian luar cincin.

 

Sehun meraih tangan kiri Seohyun. Dipasangkannya cincin itu di jari manis kiri Seohyun. Kemudian, memasangkan pasangan dari cincin Seohyun kejari manis kiri Sehun.

 

Perlahan tapi pasti, Seohyun mendekatkan dirinya ke arah Sehun. Seohyun berjinjit ke arahnya dan,

 

CHU Seohyun mengecup lembut pipi kanan Sehun. Sehun hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya saking kagetnya. Sedangkan Seohyun menikmatinya sambil memejamkan kedua matanya.

 

“Aku berangkat ya Oppa.” Kata Seohyun setelah selesai mencium pipi namja manis itu. Sehun masih belum percaya dirinya baru saja dikecup manis oleh sahabatnya, yeoja yang menjadi yeoja nomor 2 setelah nomor 1 adalah ibunya.

 

~ Goodbye, Hello! ~

2007

 

Seohyun mengalunkan kakinya dengan gontai menelusuri koridor-koridor SM Entertainment. Ekspresinya kosong ke dan menatap lurus ke depan. Apakah aku bermimpi? Batin Seohyun. Seohyun menghentikan langkahnya.

 

“ASAAA!!!” pekik Seohyun tiba-tiba. Dirinya melompat-lompat seperti anak kelinci. “Terimakasih Tuhan, akhirnya impianku bisa menjadi kenyataan.” Ujar Seohyun. Hati Seohyun benar-benar bahagia sekali. Bagaimana tidak? Seohyun terpilih sebagai salah satu member GB besutan SM yang akan debut sebentar lagi.

 

@ Asrama

 

Seohyun merapihkan barang-barangnya. Sebentar lagi, dia akan pindah ke dorm yang telah dibeli SM untuk dirinya dan member-member lainnya.

 

TOK TOK TOK…

 

“Masuk…” Seohyun mempersilahkan.

 

CKLEK…

 

Seorang yeoja manis muncul dari balik pintu.

 

“Annyeong Seohyunnie! Sudah siap?” tanya seorang yeoja cantik itu. Im Yoona.

 

“Sebentar lagi Unnie.” Jawab Seohyun tanpa memandang Yoona. Yoona mendekati Seohyun dan membantunya. Ketika Yoona sedang memasukkan novel dan buku koleksi Seohyun, sebuah foto terjatuh dan Yoona mengambilnya.

 

“Nugu? Hyun-ah?” tanya Yoona kepada Seohyun sambil melihat foto seorang namja tampan.

 

Seohyun mengangkat kepalanya dan menatap Yoona. Kemudian matanya membulat saat melihat sesuatu yang dipegang Yoona. Seohyun-pun berjalan cepat kearah Yoona dan merampas foto itu.

 

“Nuguyo?” tanya Yoona dengan wajah bingung.

 

“Aniyo… Bukan siapa-siapa.” Jawab Seohyun. Dari rautnya sudah cukup menunjukkan kalau Seohyun gugup. Yoona mengerutkan dahinya.

 

“Maldo andwe. Apakah itu namjachingumu?” goda Yoona.

 

Seohyun menatap Yoona dengan tatapan mwo-apa-maksudmu?. “Unnie…” elak Seohyun. Wajahnya kini memerah.

 

2009

 

“Ya maknae. Aku hari ini ingin siaran di radio. Bisakah kau menggantikanku?” tanya Taeyeon.

 

“menggantikan apa Unnie?” tanya Seohyun.

 

“Hari ini seharusnya aku menjadi juri untuk test para trainee. Tapi hari ini aku harus siaran. Aku sudah bilang pada sajangnim kalau kau yang akan menggantikanku.” Kata Taeyeon.

 

“Mwo?” Seohyun tersentak. Namun beberapa saat kemudian “Arra arra…”

 

@ SM Ent.

 

Seohyun sedang sibuk sendirian menilai para trainee yang sedang mengikuti ujian menyanyi.

 

“Kamsahamnidah…” seorang trainee membungkuk memberi penghormatan kepada Seohyun dan keluar dari ruangan itu.

 

“Selanjutnya, nomor 174.” Kata Seohyun dengan suara yang keras. Seohyun masih sibuk dengan berkas-berkas di mejanya hingga tidak mengalihkan pandangannysa saat seorang trainee dengan nomor 174 masuk kedalam ruangan itu.

 

“Annyeonghaseyo. Oh Se Hun imnida.”

 

DEG… Suara itu… Nama itu… Seohyun menghentikan aktifitasnya. Entah kenapa kepala atau matanya tidak mampu digerakkan hanya untuk melihat siapa trainee itu. Seohyun menatap kosong kea rah berkas-berkas di meja.

 

Sedangkan trainee itu hanya menatap kea rah Seohyun. Perlahan Seohyun mendongakkan kepalanya dan melihat siapa trainee itu. Sebulir air mata meluncur dari matanya. Seohyun tidak percaya. Seohyun bahagia. Seohyun terharu.

 

“Annyeong Seohyunnie…” kata namja itu.

 

“Annyeong Sehun-ah…” kata Seohyun. Seulas senyum terlukis di bibir mereka masing-masing.

 

“You can choose your future

The concept of your life

I’m doing well, I’m a fine person.

Trust yourself. Look into the mirror

With the light glimmering around

You as you smile” Itulah penggalan laguyang dinyanyikan Se Hun.

 

“Yeppuda…” komentar Seohyun. Air matanya kini menyeruak keluar. Perlahan Se Hun mendekatinya kemudian mengulurkan sesuatu kepada Seohyun. Sapu tangan. Seohyun mendongakkan kepalanya dan meraih sapu tangan itu. Diciumnya sapu tangan itu. Perlahan Seohyun beranjak dari kursinya. Kemudian berjalan pelan mendekati Se Hun.

 

Keduanya kini berhadapan. Hanya Seohyun yang enggak mendongak untuk menatap Se Hun. Dirinya tidak mau jika Se Hun melihatnya sedang menangis. Walau dia menangis karena terharu dan bahagia.

 

Namun, Se Hun mengangkat wajah Seohyun dengan tangannya. Se Hun tersenyum menatap Seohyun kemudian mengusap lembut pipi Seohyun yang berbanjirkan air mata.

 

“Sudahlah jangan menangis…” ujar Se Hun lembut.

 

“Aishhh, aku kan menangis karena aku terharu Se Hun-ah…”

 

“Jadi… kau bahagia?”

 

“Ne…” perlahan Seohyun mengalungkan tangannya di leher Se Hun kemudian menenggelamkan wajahnya di dada bidang Se Hun. “Nan jeongmal haengbokhae.” Seohyun terisak bahagia. Se Hun mengelus ujung kepala Seohyun.

 

“Kau mengikutiku? Bagaimana kau bisa disini?” tanya Seohyun.

 

“Tidak sengaja. Aku hanya iseng-iseng menari di jalanana dengan teman-temanku untuk menarik perhatian. Kemudian seorang ahjussi dan ahjumma menghampiriku dan mereka bilang mereka adalah staff dari SM. Aku mau karena aku ingin bertemu denganmu.”

 

“Aishhh kau ini. Seberapa sukanya kau padaku?” tanya Seohyun sembari melepas pelukannya.

 

“Tak terhingga.” Ucap Sehun tulus.

 

Mereka berdua saling mendekatkan wajah. Hampir dekat sekali. Hingga akhirnya…

 

CKLEK… seseorang memasuki ruangan itu. Merusak suasana yang mengharukan dan membahagiakan itu.

 

“Omo… Seobaby?” tampak Yoona kaget.

 

Seohyun dan Sehun cepat

 

“Seo… apa kau tadi hamper saja CHU~?” tanya Yoona hati-hati karena tidak hanya ada Seohyun di dalam itu. Tapi juga seorang murid trainee.

 

“Aishh! Aniya… Bukan-bukan.” Seohyun mengelak. Namun kelihatan sekali dirinya sangat gugup. Tak terkecuali Se Hun yang juga salah tingkah.

 

‘Lalu tadi…” perkataan Yoona kontan dipotong oleh Seohyun.

 

“Itu tadi aku hamper jatuh untungnya Sehun menangkapku.” Ujar Seohyun.

 

“Ooo…” Yoona hanya mengangguk dan berkata itu saja. Walau dalam hatinya ada keraguan. Yoona sangat mengerti Seohyun. Karena dialah yang paling dekat dengan Seohyun di dorm.

 

“Jadi namamu Sehun?” tanya Yoona pada Se Hun.

 

Se Hun menghentikkan aksi salah tingkahnya + garuk-garuk kepala dan pantatnya sekali-sekali (?).

 

“ohh, ne…”

 

“ooo… begitu. Ya Seororo, kau tidak tahu? Trainee di luar sana menunggu kalian. Lama sekali sih.” Kata Yoona.

 

“Hehe, mian Unnie. Yasudah, Oh Se Hun, kau boleh keluar.”

 

Mwo? Sopan sekali… Aishh… keluh Sehun dalam hati. Kemudian perlahan keluar dari ruangan itu. Ekspresinya terlihat agak kecewa, karena Seohyun yang memanggilnya dengan sebutan yang sangat sopan itu. Namun, ekspresi senangnya jauh lebih kelihatan karena dia bisa bertemu dengan Seohyun.

 

2010

 

Semua member Super Junior dan SNSD menyaksikan latihan trainee yang dipilih untuk BB baru SM yang rencananya akan bernama M1. Mereka akan debut tahun 2012.

 

Sedari tadi, mata semua member SuGen tidak lepas dari para trainee itu. Semua mata selalu berpindah tempat dari 1 ke tempat lainnya. Namun, berbeda dengan Seohyun. Matanya tetap focus melihat ke arah Sehun.

 

“Aigoo… dia tidak berubah.” Gumam Seohyun yang kontan didengar oleh Yuri dan Yoona yang berada di sebelahnya.

 

“Apanya yang tidak berubah?” tanya Yoona dan Yuri bersamaan.

 

“Aniya, bukan apa-apa.” Sanggah Seohyun sambil terus tersenyum melihat setiap gerakkan Sehun.

 

Yuri hanya mengangguk saja kemudian mengalihkan perhatiannya pada para trainee itu. Sedangkan Yoona, yang merasa dongsaengnya itu aneh, mengikuti arah pandang Seohyun.

 

Ooo… jadi ini yang dimaksud Seo? Tunggu bukannya namja itu yang hamper berciuman dengan Seohyun waktu itu? Omo! Batin Yoona. Aku harus mengetahuinya… kekeh Yoona dalam hati.

 

11 PM KST

 

Semua member SNSD sudah terlelap. Hanya 2 member paling cantik yang masih terjaga. Seohyun sedang asyik SMS-an dengan Sehun. Sedangkan Yoona sedang nge-mil sereal di dapur sambil menunggu waktu yang tepat (?) untuk menanyakan semuanya pada Seohyun.

 

“Uwekk *aneh banget bunyinya*” Yoona bersendawa *haha masak suara orang lagi sendawa kayak orang yang lagi muntah sih! Hahah xD* “Heuhh enak sekali. Aku mau lagi!” Yoona pun beranjak menuju kulkas. Diambilnya susu dan sereal lalu dituangkan ke dalam mangkuknya tadi. Dasar shikshin YOONG!

 

BUK… Yoona menghentikan aktifitasnya. Ditaruhnya sendok yang sempat dipegangnya tadi. Kemudian mencari asal suara. Kamar Seohyun dan Hyoyeon.

 

CKLEK… Yoona membuka pintu kamar SeoHyo.

 

“Omo… Kenapa kau Hyunnie?” tanya Yoona.

 

“Dahinya membentur dinding (?)” Hyoyeon menjawab.

 

“Hahaha xD kau ini.” Yoona tertawa.

 

“Unnie…” rengek Seohyun.

 

“Ya, Hyun-ah, lebih kau keluar saja daripada terkekeh tidak jelas seperti tadi. Kau mengganggu tidurku tau!” gerutu Hyoyeon kemudian tidur lagi.

 

“Mian…” kata Seohyun lirih kepada Hyoyeon yang sudah membenamkan tubuhnya ke dalam selimut.

 

“Seo… Aku ingin bicara sesuatu padamu.” Kata Yoona lembut kepada Seohyun.

 

“Ne… “ Seohyun mengangguk kemudian mengikuti arah Yoona pergi. RUANG TENGAH.

 

“Seo… Apa kau menyukai salah satu trainee itu?” tanya Yoona hati-hati. Takut kalau-kalau pertanyaannya menyinggung (?) Seohyun.

 

“Maksudmu?” tanya Seohyun bingung.

 

“Maksudku dengan trainee yang hamper berciuman denganmu waktu itu.” Seohyun membulatkan matanya.

 

“Aniyo!” elak Seohyun dengan nada yang sekecil mungkin agar member lain tidak tahu.

 

“Lalu? Jangan bohong padaku Seo. Kau tahu, aku yang paling dekat denganmu. Jangan lupa!” Yoona mengingatkan. Benar saja. Yoona adalah member SNSD yang paling dekat dengannya. Jika ada sesuatu yang Seohyun sembunyikan, Yoona bisa mengetahuinya.

 

“geurae, tapi jangan kaget dan jangan bilang-bilang onniedul yang lain ya?”

 

“Geurae… Malhaebwa…” Seohyun mendekatkan dirinya ke telinga Yoona. Membisikkan sesuatu.

 

“MWO?” pekik Yoona.

 

“Sttt…” Seohyun mengisyaratkan agar Yoona tidak memekik sambil meletakkan jari di bibirnya.

 

“mian mian…” Yoona meminta maaf. Suaranya setengah berbisik. “Jadi begitu?” Yoona memastikan.

 

“Ne…” angguk Seohyun.

 

2012

 

“Annyeong…” sapa Sehun kepada Seohyun.

 

“Annyeong…” sapa Seohyun balik.

 

“Sudah lama Noona?” tanya Sehun.

 

“Aishh aku ini! Aku tidak suka dipanggil ‘noona’!” tolak Seohyun

.

“Wae? Kau kan lebih tua dariku.” Kekeh Sehun.

 

“Aishh shireoyo!” Seohyun mengerucutkan bibirnya. Membuat Sehun ingin mencubitnya.

 

“Hahha xD kau lucu sekali!” Sehun mencubit pipi tembem Seohyun.

 

“Appo!” rintih Seohyun. Sehun merasa kasihan kemudian melepaskan cubitannya. Sementara Seohyun sibuk mengelus-elus pipinya yang kesakitan.

 

“hehe, ngomong-ngomong Chukae atas debutmu.” Seohyun memberikan selamat pada Sehun.

 

“hehe, gomawo…” Sehun tersenyum.

 

“Oiya, kalau begitu apa yang harus kita lakukan untuk merayakan debutmu?” tanya Seohyun.

 

“Tidak usah berlebihan.” Tolak Sehun halus.

 

“Aniyo! Itu harus!” tekan Seohyun.

 

“Baiklah…. Kalau begitu, kita jalan-jalan?” tawar Sehun.

 

“Mmm…” Seohyun memutar bola matanya dan meletakkan telunjuk dibibirnya. Tampak sedang berpikir. Aigoo, neomu kyeopta, batin Sehun.

 

“geurae… Di mana?” tanya Seohyun.

 

“mmm… Sungai Han?” tawar Sehun. Tampak ekspresi agak kecewa dari Seohyun. Namun yeoja itu langsung menyunggingkan senyuman.

 

“Geurae…” Seohyun menyetujui. Sedikit ada nada kecewa dan tidak ikhlas disana.

 

Sehun mengerutkan dahinya. Sepertinya namja itu tahu Seohyun agak kecewa.

 

“Eumm… Wae? Sepertinya kau tidak suka…” kata Sehun.

 

Dengan cepat, Seohyun mengelak “Aniya… aku suka…” tuh kan, masih ada nada nggak ikhlas, batin Sehun.

 

“Erm… kau saja yang menentukan tempatnya.” Mendengar ucapan Sehun itu, kedua mata indah Seohyun berbinar.

 

“Geurae. Panti asuhan?” tawar Seohyun dengan nada semangat.

 

Mata Sehun membulat lebar. “Mwo?” ujar Sehun tak percaya.

 

“Ne, kita kesana. Otte?” Seohyun meminta kepastian.

 

“Ehh. Eoohhh, terserah…” mendengar jawaban Sehun yang seperti itu,

 

“Emmm,,, tidak suka? Ani joa?” tanya Seohyun.

 

“Aniyo… Tidak apa-apa. Kajja!” belum sempat Seohyun menjawab, Sehun sudah menarik tangan Seohyun.

 

PANTI ASUHAN

 

“Kajja oppa!” Seohyun menarik tangan Sehun. Sehun hanya menurutinya sambil tersenyum menatap yeoja itu bahagia.

 

“Sehun-ah aku sangat suka dengan anak-anak.” Ujar Seohyun. Perlahan menyenderkan kepalanya ke bahu bidang Sehun. Mereka berdua tengah memandangi anak-anak panti asuhan yang sedang bermain itu.

 

“Ne… Arra.” Balas Sehun.

 

“Annyeong haseyo…” sapa seorang yeoja kecil.

 

“Whoa! Annyeong Lee Ra-ah? Hehe apa kabar?” Seohyun mengangkat kepalanya dan menunduk kepada yeoja kecil bernama Lee Ra itu. Sementara Sehun hanya heran melihat Seohyun mengenal anak kecil itu.

 

“Aku baik. Eumm, Unnie, siapa Oppa itu? Namjachingumu ya?” goda Lee Ra.

 

Seketika pipi Seohyun jadi merah. Malu! Sedangkan Sehun hanya tersenyum gaje saat mendengar ucapan anak kecil itu.

 

“Aniya… Kau bicara apa Lee Ra-ah?”

 

“Hehe, mianhae Unnie…” Lee Ra meminta maaf karena baru saja menggoda Seohyun.

 

“Ne… gwenchana.” Seohyun tersenyum dan mengelus puncak kepala Lee Ra.

 

“Unnie…!” seorang gadis menghampiri mereka kali ini gadis kurus tapi energik sambil membawa skateboard.

 

“Whoa! Hye Sung-ah!” Seohyun melambaikan tangannya pada gadis yang bernama Hye Sung. Sehun lagi-lagi mengerutkan keningnya. Kenapa Seo bisa kenal dengan semua anak-anak ini? Tanya Sehun dalam hati.

 

“Unnie, aku punya cokelat. Kau mau?” tawar Hye Sung kepada Seohyun saat sudah berada dihadapannya.

 

“Hye Sung-ah aku juga mau!” kata Lee Ra.

 

Hye Sung menatap tajam Lee Ra “Ya! Aku tidak menawarimu.” Seketika juga, Lee Ra langsung cemberut dan sedih. “Bwahahahahahaha xD” tiba-tiba Hye Sung tertawa lepas. “Yogiyo… Kuberi kau satu.” Kata Hye Sung sambil menyodorkan salah satu bungkus cokelat kepada Lee Ra. Mata Lee Ra berbinar. Kemudian tangannya menyahut cokelat itu.

 

“gomawo Unnie! You are my everything!” Lee Ra mencium pipi Hye Sung kemudian cepat-cepat pergi.

 

“Ya! Ahn Lee Ra!” pekik Hye Sung saat Lee Ra meninggalkannya.

 

“kkeekekeke…” Seohyun terkikik melihat kedua anak kecil itu. Hye Sung mulai meredam kekesalannya(?). Kemudian balik menatap Seohyun.

 

“Otte? Unnie mau?” tawar Hye Sung pada Seohyun.

 

“…” Seohyun mengangguk. Hye Sung tersenyum manis dan memberikan 3 coklat untuk Seohyun.

 

“Wae? Kenapa 3?” tanya Seohyun heran.

 

“1 untuk Unnie. 1 untuk namjachingu Unnie dan 1 untuk dimakan berdua. Hehehe xD” Hye Sung pun kabur sebelum mendapat omelan dari Seohyun.

 

Lagi-lagi pipi Seohyun memerah. Aduhh… gerutu Seohyun dalam hati.

 

ANAHEIM

 

Seluruh artist SM Town baru saja mendarat di Anaheim untuk persiapan SM Town III.

 

Tampak seorang maknae dari SNSD menggunakan baju hitam dan kacamata hitam. Maknae itu beserta member SNSD yang lain menerobos kerumunan SONE yang tengah menunggu kedatangan mereka.

 

Seohyun tak henti-hentinya tersenyum kepada semua orang.

 

HOTEL

 

Seohyun merebahkan dirinya ke ranjang. Kali ini, dia sekamar dengan Yoona. Sementara Yoona keasyikan SMSan dengan ikannya. Tentu saja Donghae!

 

One two nae mami, three four sumgyeori, five six omoni…

 

Dering ponsel Seohyun menandakan ada SMS masuk. Seohyun meraba-raba kasurnya untuk menemukan ponselnya. Setelah dapat, Seohyun cepat-cepat membuka pesan itu.

 

From : Milky Skin Maknae (Sehun!!)

To : Milky Skin Maknae (Seohyun!!)

 

Kutunggu kau di tempat latihan.

 

Begitulah isi pesan singkat Sehun. Seohyun mengerutkan dahinya. Ada apa Sehun menungguku di tempat latihan? Batin Seohyun. Seohyun beringsut dari ranjangnya. Kemudian menuju lemari pakaian dan mengobrak-abrik isinya. Sebuah baju lengan panjang warna ungu dan celana hitam pendek. Itu yang dipilih Seohyun.

 

Seohyun melepas pakaiannya dan memakai baju yang dipilihnya di kamar mandi.

 

Setelah itu, memilih sepatu berwarna hitam. Kemudian pamit kepada leader untuk pergi.

 

“ne… hati-hati…” kata Taeyeon tidak mengalihkan pandangannya dari ponselnya. Mungkin sedang SMSan dengan Leeteuk.

 

Seohyun menumpangi taksi yang lewat saat itu juga.

 

TEMPAT LATIHAN

 

Seohyun membuka pintu itu. Tampak banyak karyawan SM yang tengah mempersiapkan semuanya.

 

Seohyun menyusuri ruangan itu. Mencari Sehun dan sekali-kali tersenyum pada karyawan.

 

CKLEK… Seohyun membuka pintu tempat latihan. Hanya ada penerangan lampu balon. Tetapi Seohyun masih bisa melihat jelas seorang namja tinggi yang duduk di salah satu kursi. Tampan sekali, gumam Seohyun dalam hati.

 

CKLEK… Seohyun menutup pintu itu. Kini tinggal mereka berdua di ruangan itu. Sehun tersenyum melihat kedatangan Seohyun. Sehun beranjak dari tempatnya dan menghampiri Seohyun. Memberi salam hangat pada yeoja itu.

 

“Ada apa kau menyuruhku kesini?” tanya Seohyun.

 

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.” Jawab Sehun. Nadanya tampak serius. Seohyun makin penasaran dan melekatkan pandangannya pada Sehun.

 

“Apa kau masih menyimpan cincin itu?” tanya Sehun.

 

“Cincin?” Seohyun memutar bola matanya. Kemudian merogoh isi tas kecil yang dibawanya. Senyum terlukis dari wajahnya saat tangannya meraih cincin dari Sehun dulu. Seohyun menunjukkan cincin itu pada Sehun.

 

“Gomawo…” Sehun tersenyum. Ternyata kau masih menyimpannya, batin Sehun.

 

“Untuk?” Seohyun bingung.

 

“gomawo karena masih menyimpan cincin ini. Ternyata kau masih menyimpannya.” Ujar Sehun.

 

“hehe, tentu saja. Aku sangat menyayangimu.” Kata Seohyun jujur. Bukan karena keceplosan atau apa. Tapi Seohyun sudah berpikir matang-matang sebelum mengucapkan kata-katanya barusan.

 

“mwo?” tanya Sehun lirih.

 

“ne, aku menyayangimu. Tahukah kau? Saat aku trainee aku selalu menghibur diriku dengan hanya melihat cincin ini. Bahkan aku juga menciuminya. Kau selalu muncul dalam pikiranku. Setiap detik dan menit. Walaupun begitu aku tidak pernah lelah memikirkanmu.” Nada suara Seohyun sedikit tercekat.

 

“Jeongmal?” Sehun masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Seohyun.

 

“Ya! Mana mungkin aku bohong.” Perlahan air mata mulai turun dari pelupuk mata Seohyun. Bukan air mata karena kesedihan. Namun air mata kebahagiaan.

 

Sehun menghapus air mata Seohyun. “Jadi…” Sehun menggantungkan ucapaknnya.

 

“Aku mencintaimu.” Ucap Seohyun tulus. Air mata terus mengalir. Bahkan lebih deras.

 

“Uljima, kenapa kau menangis?” tanya Sehun.

 

“Aku menangis karena aku bahagia Sehun-ah.” Ucap Seohyun.

 

“…” Sehun tersenyum. Senyuman yang hanya pernah ditujukannya pada Seohyun. Bahkan senyuman yang tidak pernah ditunjukannya saat berfoto atau dalam acara-acara televise. Bagi Sehun, senyum itu hanya untuk Seohyun seorang.

 

“Saranghae.” Ucap Seohyun.

 

“Nado saranghae.”

 

Keduanya saling mendekatkan wajah. Kulit mereka bergesekan. Hidung mereka sudah menempel. Kemudian mereka memejamkan mata. Sedetik kemudian, bibir mereka menyatu. Ciuman pertama Seohyun juga ciuman pertama Sehun. Sedari tadi air mata Seohyun sudah basah. Membasahi pipinya juga pipi Seohyun karena mereka sedang berciuman. Ditengah-tengah ciuman itu, Sehun mengeluarkan air matanya. Namja itu menangis terharu. Ciuman mereka sangat lama. Mungkin karena terbawa suasana mereka sampai tidak menyadari kalau sedari tadi pintu sudah dibuka. Nampak semua member Super Junior, SNSD, f(x), SHINee, dan EXO menatap heran dan terkejut melihat adegan romantic ini. Semua yang menyaksikannya hanya bisa mengangakan bibir mereka.

 

Ketika Sehun dan Seohyun hendak melepaskan ciuman mereka dan mulai membuka mata mereka, semua member SUJU, SNSD, f(x), SHINee, dan EXO segera keluar dari tempat latihan itu. Kemudian menutup pintunya lagi.

 

“Omo… apa benar itu tadi?” tanya Taeyeon tidak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya.

 

“Ne,,,” jawab mereka semua serentak.

 

“Aigoo…” Suho menepuk dahinya.

 

CKLEK… Pintu terbuka. Sehun dan Seohyun keluar dari ruangan itu. Semua mata tertuju pada mereka. Seakan meminta penjelasan. Sementara itu Sehun dan Seohyun menatap mereka semua dengan tatapan bingung.

 

“YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN???” tanya semua orang disitu serentak kecuali Sehun dan Seohyun.

 

“…” SeoHun hanya meringis. Sepertinya semua sudah tahu, batin SeoHun.

 

THE END

Iklan

7 pemikiran pada “Good Bye, Hello

  1. Unik, dari jaman masih anak-anak, sampe Seohyun jadi member SNSD dan Sehun jadi member EXO masih aja setia, kkk~
    Apalagi yang bagian terakhir di ruang latihan, semua member SJ, SNSD, Shinee, f(x), EXO liat SeoHun ciuman terus yang Suho nepuk jidat, neomu joa! 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s