100 ducks (Chapter 5)

Tittle    : 100 Ducks

Part  5  :  “Date,Start!

Lenght : Chaptered

Rating : T

Genre : School, Comedy and Romance

Author : deeFA (Dedek Faradilla)

Main Cast : D.O EXO-K (Do Kyung Soo)

                   Song Hye Ji (You)

                   Kris EXO-M (Kris Wu)

                   Yoona SNSD

 

(Mohon komentar dan sarannya *bow* ^^)

 

PART  5

Date,Start!’

==================================================================

 

Bermacam model pakaian tergantung rapi di sebuah lemari besar yang panjang. Tangan mulus Kris sibuk memilih baju apa yang harus di kenakan hari ini. Sepertinya hari ini begitu spesial untuknya.

“Perfect!” gumamnya saat melihat bayangan dirinya di depan cermin. Ia menuruni anak tangga dan menuju garasi. Tangan kanannya menghidupkan saklar lampu. Beberapa mobil dan sepeda motor tersusun rapi. Pilihannya tertuju pada sebuah motor sport berwarna hitam.

“Come on black!.” Serunya.

Motornya terparkir mulus di depan Namsan Hakkyo. Ia melihat jam tangannya yang masih menunjukkan pukul 8 pagi. Ia seperti sengaja mendatangi sekolah itu.

Dari jauh tampak Hyeji yang sedang mengayuh sepeda dengan D.O di belakangnya. Kris melihat kearah mereka. Ia turun dari motornya dan membuka helm. Ia terus memandangi Hyeji yang sedang di ceramahi oleh penjaga sekolah karena tidak menggunakan rok, sementara D.O terus berjalan memasuki area sekolah, tanpa memperdulikannya.

“Gadis yang seperti laki-laki itu bertaruh menjadi pacarku?, cih! Yang benar saja.” Batinnya.

Ia terus memandangi Hyeji dengan tatapan mautnya.

“5…4…3…2…1…”,benaknya menghitung mundur dan benar saja, Hyeji menoleh kesamping dan menatapnya. Langkah kakinya mendekat. Dengan sigap ia menarik lengan Hyeji yang diam terpaku, lalu menaikkannya ke atas motornya. Kris tidak peduli dengan penjaga sekolah yang terus meneriaki Hyeji. Bagaimana tidak, ini adalah jam sekolah, dan Kris membawa kabur seorang salah satu siswinya.

 

@ L`ar Boutique

Mata Hyeji melongo melihat bangunan yang menjulang tinggi, bangunan prestisius, dimana yang datang hanyalah orang-orang dari kalangan atas.

“Andwae…” Hyeji meringis tidak ingin masuk. Namun Kris menarik kerah bajunya dan menyeretnya masuk kedalam.

Mereka memasuki lantai satu. Kris sibuk memutar-mutar mencari baju yang cocok. Hyeji seperti terjaga dari tidurnya, ia melihat kesekeliling, semua yang tergantung dan terpajang hanyalah bikini. Ia menelan ludah saat Kris yang tersenyum melihatnya yang masih berdiri di depan pintu.

“Mampus, mampus aku.” Batinnya sambil menyilang kedua tangannya di depan dadanya.

“Kaja!!” Kris yang tiba-tiba datang menarik tangannya.

“Stop! Stop!. Dasar laki-laki kurang ajar. Mentang-mentang kamu kaya, kamu kira bisa seenaknya. Menyuruhku memakai pakaian seperti itu. Dasar otak porno!.” Amarahnya memuncak.

Kris terus memandanginya yang sedang memarahi dirinya. Ia melipat kedua tangannya dan duduk di sebuah kursi dengan santai. Dua orang pekerja di butik itupun datang dan membawa beberapa pakaian.

15 menit kemudian…

Kris sibuk mengotak-ngatik handphonenya, ia duduk tepat di depan ruang ganti. Saat tirai terbuka, jelas tergambar wajah kecewa dan kesal dari Hyeji. Sangat terbalik dengan Kris yang berdiri dan tersenyum puas.

Lagi-lagi Kris menarik lengannya dan pergi kesuatu tempat.

 

@ Cherry Park

 

Ada dua orang terman Kris disana yang sedang mempersiapkan kamera dan pencahayaannya.

“Semua sudah siap?” tanya Kris.

“Ready. Itu modelnya?, tampan juga.” Komentar temannya.

Kris memberi isyarat pada Hyeji agar berdiri di depan kamera. Dengan terpaksa ia menurutinya.

“Sekarang kamu bergaya. Tolong senatural mungkin.” Bisik Kris.

Perasaan Hyeji seperti disambar halilintar. Bagaimana tidak, sudah bisa masuk ke butik yang cukup terkenal di Korea. Ia malah di belikan baju laki-laki dan tanpa tahu tujuan yang jelas ia malah di suruh bergaya di depan kamera. Hyeji benar-benar tidak mengerti apa yang ada dipikiran laki-laki peranakan itu.

Beberapa jam telah berlalu, Hyeji duduk di rerumputan luas dan mengipasi dirinya. Dua orang teman Kris telah pulang dan membereskan semua alat-alatnya.

“Fotomu akan terpampang di kalender tahun depan.” Kata Kris yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

“Oya, bayaranmu akan aku berikan cash hari ini.” sambungnya.

Wajah Hyeji begitu kesal, ia berdiri dan mendekati Kris yang berjalan menuju tempat parkiran motornya.

“Aku tidak mengerti kau orang seperti apa. Tapi aku ini perempuan bukan laki-laki.” Hyeji menyampaikan kekesalan hatinya.

“Hah?, benarkah?, kau perempuan?. Tapi kau begitu tampan untuk jadi seorang perempuan. Hmm, sepertinya kau akan merasakan keuntungan yang lebih jika menjadi laki-laki dari pada perempuan.” Ceplos Kris dengan sedikit tertawa.

“Oh! Tolong jangan menatapku sepeti itu. Ini bayaranmu.” Kata Kris menyodorkan sejumlah uang.

“Kenapa?, ambil saja.” Sodornya lagi.

Mata Hyeji begitu sinis menatap Kris, ia bolos sekolah hari ini hanya untuk menjadi model di kalender. Ia semakin menganggap kalau Kris itu laki-laki yang sedikit tidak waras. Tanpa pikir panjang ia mengambil upahnya.

“Uang ini belum cukup untuk membayar ketampanan wajahku. Kau hutang padaku!” Kata Hyeji.

Kris hanya mengangguk. Hyeji langsung angkat kaki dari tempat itu.

“Kau juga hutang padaku!” teriak Kris. Hyeji berbalik saat mendengar suaranya dari belakang. Ia mendekat ke arahnya.

“Baju itu harganya lebih mahal dari upahmu. So, hari sabtu jam 5 sore di depan Mokdo Bookstore, serahkan baju itu.” Kata Kris sambil menepuk bahu Hyeji.

 

@ D.O’s room

D.O sedang sibuk berkutat dengan laptopnya di atas kasur. Angin malam menusuk kesela-sela tubuhnya. Ia menarik selimut tebal menutupi dirinya.

Greeet…greeet… hpnya yang berada di atas meja belajar bergetar. Segera ia bangkit dengan rasa malas.

 

From : Yoona

Nuna trima. Jam 5 saja ya..

 

Saat melihat sms tersebut, D.O membekap mulutnya sangking tak percaya dengan apa yang di bacanya. Ia mencubit pipinya dan meringis sakit.

“Ini bukan mimpi.” Gumamnya. Sontak saja ia melompat-lompat kegirangan.

“Ye..ye…kencan, kencan, kencan. Haha Hyeji-ya, kau pasti kalah.”

***

Hari sabtu tepat jam 5 telah datang. Yoona terlihat sedang merias wajahnya, dengan sentuhan natural glowing, wajahnya tampak cantik. Sebuah bando tiara menghiasi rambutnya yang bergelombang di ujungnya. Ia memilih baju yang cantik untuk hari ini.

“Yoona-ya, Hwaiting!!” batinnya.

Ia menaiki taksi menuju Mokdo Bookstore.

 

@Mokdo Bookstore

Mata Yoona terbelalak saat menuruni taksi. Sosok Kris sedang duduk di atas motornya.

“Kau??” kata Yoona spontan.

Derap kaki dari seseorang yang terburu-buru menghampiri mereka.

“Ih…ini…punyamu…” Sebuah suara dari seorang gadis yang terengah-engah.

“Hyeji?.” Gumam Yoona

“Noona…” teriak D.O yang melihat Yoona dari jarak yang tidak begitu jauh.

Kris tidak mengerti dengan apa yang terjadi, semua ini kebetulan atau memang telah direncanakan?.

“Kau sedang apa disini?” Tanya Yoona pada Hyeji yang mengelap keringatnya dengan kerah kaosnya.

“Si bule ini punya hu..”, kata-kata Hyeji terputus saat Kris melingkarkan lengannya di pinggangnya.

“Ia, aku hutang kencan dengannya.” Jawab Kris.

Yoona seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Oh, aku juga ke sini ingin kencan dengan Kyung soo.” Jelas Yoona.

“Kalian seperti pasangan gay. Kaja nuna.” Kata D.O dengan sinis.

D.O menarik tangan Yoona memasuki Mokdo Bookstore.

 

Mata Hyeji sekarang berbinar-binar. Apalagi saat tadi Kris memeluk pinggangnya.

“Kau benar-benar ingin kencan denganku?” Tanyanya antusias.

“Malas!, ngapain juga aku kencan dengan perempuan setengah jadi kayak kamu. Bisa-bisa aku dikira homo. Mana bajuku?”

“Ambil nih!.” Hyeji menyodorkan kantung plastik putih berisi baju tepat ke dadanya.

“Ini upahmu. Pergi dari hadapanku sekarang juga!. Main jauh-jauh sana.” Kata Kris dengan ekspresi mengusir.

Saat melihat punggung Hyeji yang telah menjauh. Perlahan raut wajah Kris yang terlihat sedang menahan senyuman berubah menjadi sebuah tawa yang meledak. Ia sampai memegang perutnya.

Tak lama tertawa ia langsung menaiki motornya dan mengejar Hyeji yang sedang berada di halte bus.

“Naik!. Aku tidak ada pacar.” Kata Kris yang berada di atas motornya.

Hyeji menatapnya dengan wajah cemberut. Namun pikirannya terus berputar-putar.

“Sepertinya dia ingin mengerjaiku tadi. Aku rasa dia tidak berani jujur padaku kalau dia suka padaku. Ngapain juga dia bilang kalau dia tidak punya pacar. Anak mami, kau pasti akan kalah!” batinnya.

Kris semakin aneh melihat Hyeji berkomat-kamit sendriri.

“Kaja!” Kata Hyeji.

Tanpa berpikir panjang ia pun memutuskan mencuekkan Kris, dengan pergi dari tempat itu.

“Pasti ia akan mengejarku. Hihi…” batinnya yang mulai kegeeran.

Greeeeng…..suara motor Kris yang memacu pergi meninggalkannya. Mata Hyeji terbelalak, Kris hanya melambaikan tangan dari atas motornya.

“HAH??, DIA PERGI?. AAAAAH…..”.

 

@ Super Market

Ibu-ibu berkumpul di sebuah sudut. Mereka berteriak-teriak dan saling tarik menarik satu sama lain. Bagaimana tidak, bisa seganas itu, ternyata sedang ada sembako yang di obral dengan harga miring.

“Gila!, bisa mati tuh ibu-ibu tarik-tarikan.” Gumam ibu D.O yang sedang berbelanja.

“Ya!!, itu punya saya!” teriakan dari suara yang sangat di kenal ibunya D.O, tidak lain adalah suara ibu Hyeji.

“Wuah, ibu calon mantu saya tuh.” Gumamnya lagi.

Buru-buru ia mendekati ibunya Hyeji yang sedang berebutan dengan ibu-ibu lainnya.

“Bu, perlu bantuan?” katanya memegang pundak ibunya Hyeji. Jawabannya hanya sebuah anggukan.

“AWAAAAAAAAS…..” sebuah teriakan yang dapat memecahkan kaca-kaca di super market membuat semuanya tercengang dan terpaku.

Saat ibunya D.O berteriak dengan sangat kencang seperti orang tidak waras, maka kesempatan di ambil oleh ibunya Hyeji untuk mengumpulkan semua barang dengan sambaran super kilat.

“Gumawo…” Kata ibu Hyeji terharu sambil memeluk ibunya D.O.

“Haha…cheonmaneyeo. Wajarlah saya bantu, ibu kan ibunya dari calon menantu saya.” Ibunya D.O jadi cengengesan sendiri.

Mendengar kata-kata menantu ibunya Hyeji jadi tercengan.

“Ada hubungan apa mereka?” tanyanya.

“Ya ampun…., jadi ibu belum tau ya?. Anak kita kan pacaran. Mereka cocok ya, hehe yang satu agak keperempuanan, yang satu kelaki-lakian. Serasi ya.” ibu D.O berkata dengan semangat 45.

Raut wajah ibunya Hyeji sedikit tidak mengenakkan. Ia berusaha tersenyum dengan penuh keterpakasaan.

“Hyeji…” geram ibunya dalam hati.

 

@ Hyeji’s House

Wajah Hyeji bagaikan seekor banteng yang melihat sebuah benda berwarna merah. Jung Hwa, adik kandungnya aneh melihat wajah kakaknya. Ia melihat kakaknya terus berdiri di pintu, padahal pintu sudah terbuka dari tadi.

“Masalah dengan si anak mami?” tanyanya.

“Jung Hwa…” rengek Hyeji yang langsung berlutut di hadapannya.

“Nuna kenapa?”

“Huaaaa….., Kris meninggalkanku. Padahalkan nuna tadi pura-pura cuek sama dia. Nuna kira bakal kayak di film-film, Kris bakalan narik tangan nuna mencegah nuna pergi. Eh, ini, malah dia pergi gitu aja. Kesaaaaaal!.” Curhatnya.

Jung Hwa dengan wajah tersenyum menaruh kedua tangannya di atas pundak nunanya itu.

“Tenang nuna. Selama darah Jung Hwa masih mengalir dan kesepakatan kita tetap nuna tepati, semuanya gampang. Karena aku telah menemukan orang yang dekat dengan Kris.”

Suara langkah kaki ibu mereka dari luar terdengar sampai ke dalam. Saat melihat Hyeji sedang berlutut, ibunya memasang wajah yang begitu ganas.

“Wae eomma?.” Tanya Hyeji ketakutan.

“Ada hubungan apa kamu dengan Kyung Soo hah?” Tanya ibunya dengan nada tinggi.

“CEPAT JAWAB!!” sambungnya.

Hyeji jadi semakin takut dengan ibunya yang tiba-tiba pulang, lalu menanyakan hal yang tidak di mengertinya.

“Kenapa kamu gak bilang, kalau kamu pacaran dengan kyung soo. Kita kan bisa merayakan hari itu bersama-sama.” Kata ibunya yang tiba-tiba senyum-senyum gak jelas.

“Siapa yang pacaran dengan anak mami itu?” Hyeji naik darah.

“Sudah, sudah. Eomma mengerti, kamu masih belum mau menceritakannya. Yang penting, kalian jangan sering bertengkar ya..”

Ibunya langsung menuju dapur untuk memasak. Semenatara Hyeji dan adiknya diam terpaku dan saling menatap.

 

@Gwanakgu Street

D.O berjalan dengan perasaan yang sangat bahagia, karena di sampingnya sosok Yoona sedang jalan berdua dengannya.

Mata D.O tertuju pada sebuah restoran di pinggir jalan, restoran yang bersuasana romantis.

“Nuna kita makan di situ yuk.” ajaknya.

Yoona hanya ikut saja.

Setelah memesan makanan, D.O kembali berbicara.

“Nuna, jadi yang tadi di toko buku itu perempuan ya?. Aku hampir tidak percaya. Walaupun Hyeji itu tomboy, tapi sekali liat orang pasti akan berfirasat kalau dia itu perempuan. Gaya bicara juga ya nuna, seperti laki-laki. Kalau Hyeji gayanya saja seperti laki-laki, kalau sudah bicara seratus persen perempuan. Kalau dengar dia bicara seperti ibu-ibu yang punya anak tiga dirumah. Haha. Nuna juga pake bantuin nyariin baju cewek buat dia, hahaha warna pink segala lagi, udah gitu ada bling-blingnya lagi. Haha, aku gak bisa bayangin nuna, kalau baju yang tadi nuna pilihin di pakai sama babu aku itu.” Sangking semangatnya D.O tertawa sambil memegang perutnya yang mulai keram karena tertawa.

“Hmm…Kyung Soo-ya, dari tadi kita di toko buku, lalu ke mall sampai sekarang kita makan, yang kamu bahas itu hanya Hyeji. Kamu ngajak nuna untuk dengerin curhat kamu tentang dia?.” Tanya Yoona to the point.

“Anio nuna, a..a…aku gugup. A…a..aku tidak tahu harus membahas apa.” D.O terbata-bata sambil menggenggam tengannya yang mengeluarkan keringat dingin.

“Jadi apa dong?” Kata Yoona yang menumpang dagunya dengan tangan kanannya. Wajah Yoona yang semakin dengan dengannya, membuat D.O semakin deg-degan. Otaknya tidak bisa di kontrol. Keringatpun semakin bercucuran.

“Kamu sakit?, kok pucat dan berkeringat?” tanya Yoona khawatir. Buru-buru ia mengambil tisu dan mengelap keringat D.O. Namun D.O melepaskan tangan Yoona dari wajahnya.

“Haha…, hmm..tidak nuna. Haha hanya saja. A..aku, se..sepertinya jatuh cinta dengan nuna.”

To be continued..

24 pemikiran pada “100 ducks (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s