Why Am In Tears (Chapter 3)

Author : jung nara

Title : why am in tears chapter 3

Genre: romance, sad

Main cast : – park jiyeon as jiyeon

–          Oh sehun as sehun

–          Kim jongin as kai

–          Jung  hyemi as hyemi

–          The other cast please find by your self

Support Cast      : Park jieun as eonni jiyeon

Pembukaan:   Annyeong readers 😀  ,mungkin nantinya untuk chapter 4 bakal lama keluar soalnya sekarang aku mau ujian, yaa jadi buat yang nungguin chapter selanjutnya mohon pengertiannyaß emang ada yang nungguin? *jeongmal mainhe*.  Aku saranin bacanya sambil dengerin kim hyun joong-one more time ostnya Naughty Kiss/Playfull Kiss.

Author POV

“tentang surat itu apa kau juga yang membuatnya?”Tanya jiyeon.

“tentang surat itu bukan aku yang membuatnya , aku juga tidak tau” jawab Sehun.

“hmm , begitu yaa?” jawab Jiyeon salting. “ tapi Jiyeon aku sa- aku..” Sehun mengantungkan kalimatnya.

“sa?sa apa Sehun?” jawab Jiyeon pelan. “ saranghaeyo Jiyeonnie”.jawab Sehun sangat pelan dan lembut.

Mwo?apa yang aku katakan? Kenapa mulut ini begitu lancang? Aku takut dia malah menjauh dariku gara-gara kata-kata yang kuucapkan barusan. Rutuk Sehun dalam hati.

“Mwo? Mworago?Naega Arraji Anayo(Aku tak mengerti)aku tidak mendengar apa yang kau katakan” aku bingung. Apa yang dia katakan sangat pelan?. Ucap Jiyeon

“ saranghaeyo Jiyeonnie aku sudah lama ingin mengatakan ini”.jawab Sehun kini dengan lantang.entahlah aku tidak yakin tapi satu hal yang kutau –aku-sangat-nekat-. Sehun merutuki dirinya.

“Sehun?kau?…” jawab Jiyeon terbata-bata. “nee aku menyukaimu, mencintaimu tapi aku tidak memaksa” jawab Sehun lembut. “ah ani…. nado saranghaeyo” jawab Jiyeon pelan. “nde? Apa aku tidak salah dengar?kau… kamshahamnida Jiyeonnie” jawab Sehun tidak percaya. “nee chagi! apa kau tuli hah?” seru jiyeon salting. “anio chagiya” kata sehun sambil memeluk Jiyeon.

Meskipun agak kaget dengan apa yang dikatakan Sehun secara mendadak ini tapi dengan pelukannya aku merasa senang dan bahagia. Dan pelukaan ini yang menyadarkanku bahwa ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Jiyeon bicara dalam hatinya.

Sehun melepaskan pelukan mereka yang cukup lama. “chagiya lihat pemandangannya indah bukan?” .ucap Sehun sambil memandang matahari terbenam. “woah saangaat indah chagi.. jadi ini alasanmu membawaku kemari ?”. Tanya Jiyeon. “hehehe.. nee aku pikir tadinya ini waktu yang salah” . jawab Sehun sambil menatap penuh arti. “oppa gomawo” jawab Jiyeon tersenyum manis.

Setelah cukup lama melihat matahari terbenam mereka memutuskan untuk pulang.

“oppa gomawo untuk hari ini” ucap Jiyeon yang sudah ada di depan gedung apartemennya. “sekarang kau ini yeojaku jadi aku yang akan bertangung jawab atas dirimu. Mengantarmu seperti ini kau tidak usah bilang terima kasih ini tanggung jawabku, arraseo chagiya?” ucap Sehun sambil menatap penuh arti. “oppa kenapa kau sangat baik?pokoknya aku sangat berterimakasih” jawab Jiyeon . “haha yasudah cepat masuk nanti kedinginan lagi”. “nee oppa hati-hati aku mencintaimu”. “ nado chagi..”.

*skip*

-keesokan harinya-

Drt~drt~drt

Ponsel Jiyeon bergetar. Tanda ada pesan masuk.

From : sehunnie oppa ^^

“annyeong chagi selamat pagi, hari ini aku akan menjemputmu jadi jangan berangkat duluan”

“Senangnya pagi-pagi sudah di semangati ole namjachinguku apa lagi ini yang pertama kalinya”gumam Jiyeon.

To: Sehunnie oppa ^^

“annyeong oppa baiklah aku menunggumu di Halte ^^”

Setelah mengambil roti Jiyeon langsung pamit pada eonninya padahal sebenarnya ia masih kesal atas perlakuaan eonniya kemarin yang tidak membangunkannya, tapi karena namjachingunya itu ia melupakkannya.

“oppa kau sudah datang?cepat sekali?” tanya Jiyeon melihat namjachingunya yang sudah berada di depan apartemennya. “tentu saja aku tidak ingin melihat yeojaku telat lagi” jawab Sehun. “ihh oppa bisa saja!” seru Jiyeon. “hahaha kajja”.

“kalian?sudah lama tidak liat kalian tidak berangkat bersama lagi” ucap hyemi yang berada di depan pintu kelas. “ya hyemi dia akan terus berangkat dan pulang bersamaku” seru Sehun. “waeyo?” kata hyemi heran. “dia yeojachinguku yang paling nappeun!” kata Sehun sambil mengengam tangan Jiyeon.

BLUSH!

Pipi Jiyeon langsung merah merona. “oppa?” ucap Jiyeon lirih. “ sudah seharusnya ku beri tau sahabatmu” kini Sehun memandang Jiyeon penuh arti.

(end Author POV)

Kai POV

MWO?apa yang Sehun katakana?dia namjachingunya Jiyeon? ANDWAE sejak kapan?. Saat mendengar itu hatiku sangat sakit, badanku juga sangat lemah rasaya, saat melihat tatapan Jiyeon pada Sehun. satu hal yang kutau aku sudah harus menjauh dari Jiyeon dia tidak bahagia denganku dia bahagia dengan Sehun. Jongin kau harus melepasnya, ya aku harus melepasnya karena aku mencintainya lebih dari cara Sehun mencintai Jiyeon. Rutuk Kai dalam hatinya.

(end Kai POV)

Author POV

“jiyeon kau langsung pulangkan?” Tanya hyemi. “ya waeyo?” Tanya Jiyeon balik.

“dia akan pulang bersamaku, kau lupa ucapanku tadi pagi hah?” sambung Sehun. “ah iya ya ckckc mian aku harusnya mengerti pasangan baru” sindir hyemi.

“yaa! Hyemi kau itu” sahut Jiyeon salting.  “sekarang aku yang pulang bersama Jiyeon, hyemi tidak apa-apakan?hehehe” sambar Sehun. “anio neo gwenchana, silahkan lanjutkan.. aku pulang duluan daaah~” jawab hyemi sambil melambaikan tangan.

(end Author POV)

Kai POV

Hari ini aku tidak langsung pulang kerumah melainkan pergi kemakam eommaku. “sudah lama aku tidak member salam padamu eomma” pikir Kai. “eomma aku datang untuk memberi salam padamu dan juga memberi tau keluh kesahku” kata Kai berbisik. “awalnya hidupku bahagia karena aku bisa membuka hatiku, tetapi dia tidak menyukaiku atau mungkin caraku yang salah? Eomma kenapa menyukai seorang yeoja saja rasanya begitu sakit.

(end Kai POV)

Jiyeon POV

Hari demi hari kulewati bersama Sehun oppa tak terasa aku sudah 5 bulan dengannya, untuk merayakan hari jadi kami Sehun oppa mengajakku untuk makan malam. Aku hanya mengenakan baju hangat berwarna peach dan syal pemberiannya bulan lalu. Sederhana tapi aku kira ini cocok mengigat malam yang sangat dingin.

“eonnie aku pergi dulu” seru Jiyeon.

(end jiyeon POV)

Author POV

Jiyeon langsung memasuki sebuah café bertemakan vintage itu. Café yang selalu ia datangi bersama kekasihnya. Café kesukaan mereka dan café ini juga yang menjadi saksi buta akan cinta mereka.Kepulan asap panas dari dalam cangkir cappuccino terlihat jelas. jiyeon meneguknya perlahan. Ia mengeratkan pelukannya pada mantel peach yang ia kenakan, sambil menggosok-gosokan telapak tangannya untuk mengurangi udara dingin yang menyergap tubuhnya.

Lagi-lagi ia lirik jam di pergelangan tangannya, 19.35  terlalu awal  memang dari waktu pertemuannya. Yeoja itu kembali meneguk cappuccinonya. Kali ini ia menengok ke luar café yang sedang ia tempati saat ini. Malam ini salju akan turun katanya. Jiyeon terlihat sangat cemas takut sesuatu terjadi pada Sehun, namjachingunya. Sudah 30 menit lebih berlalu tapi sosok yang ia tunggu-tunggu juga belum muncul.

“oppa kau kemana?” keluh Jiyeon. Ia memutuskan untuk menghubunginya tapi nomernya tidak aktif. Ia memutuskan untuk menuggu 15 menit lagi tapi kalau dia tidak juga kemari ia akan pergi kerumah Sehun.

“sudah 15 menit oppa kau kemana?” gumam Jiyeon sambil terisak. “aku disini chagi..” ucap seorang namja dengan tersengal-sengal. “oppa..” ucap Jiyeon lirih. Air matanya sudah tidak terbendung lagi melihat namja yang sangat ia cintai pucat pasi karena kedinginan. Melihat air mata Jiyeon Sehun tidak tinggal diam ia langsung meraih tubuh yeojachingunya.

“jangan bergerak aku sedang menghangatkan suhu tubuhku” ucap Sehun berbisik. “nee oppa” jawab Jiyeon masih terisak. “ waeyo?kenapa menangis? Uljima” Tanya  Sehun pelan. “anio, aku sangat khawatir tentang dirimu, apa lagi dengan keadaanmu yang kedinginan seperti ini” jawab Jiyeon lirih. “uljima.. gwenchana chagi.. mianhe membuatmu menunggu lama” ucap Sehun sambil melepas pelukan mereka.

Sehun menatap Jiyeon penuh arti lalu ia menghapus aliran air mata Jiyeon. “ uljima.. suhu badanku sudah normal karena kau” ucap Sehun. Jiyeon tidak tau harus bicara apa otaknya masih belum bisa mencerna dengan baik.

“oppa apa yang terjadi?gwenchana oppa?oppa terlihat tidak baik, sebaiknya aku mengantarmu pulang saja” ucap Jiyeon dengan wajah risau. “tidak perlu di besar-besarkan, Cukup memikirkan untuk hari ini” ucap Sehun ringan. “tapi oppa ka-“. “ nikmati saja perayaan ini” ucap Sehun memotong pembicaraan.

*skip*

(end Author POV)

Jiyeon POV

Tadi kenapa dia terlihat sangat aneh? Dia seperti akan meninggalkanku saja. Pelukan tadi.. seperti pelukan terakhir, “oppa apa yang terjadi denganmu” gumam Jiyeon sambil menatap langit-langit kamarnya. Kenapa juga ia bilang pikirkan saja hari ini? Apa maksudnya?. “oppa kau membuatku cemas..” lirih Jiyeon. Dari pada membuat pertannyaan sendiri lalu menjawab yang tidak-tidak sendiri lebih baik aku mengirim sms padanya. Aku sangat cemas ia sangat buruk tadi pucat sekali.

To : sehunnie oppa ^^

“Oppa kau sudah tidur? Aku sangat khawatir..”

Drt ~ drt~ drt~

Handphoneku bergetar pasti oppa!.

From : sehunnie oppa^^

To : saranghaneun jiyeonnie

“ gwencana chagiya, hanya sedikut flu, tidurlah sudah malam”

Benarkah hanya flu saja? Tapi tadi dia tidak terlihat begitu. Aiissh jiyeon kau harusnya bersyukur kalau dia hanya flu setidaknya tidak demam atau semacamnya. Rutuk Jiyeon.

To : sehunnie oppa ^^

From : saranghaneun jiyeonnie

“besok kau tetap sekolah tidak? Kalau kau merasa tidak baik , lebih baik jangan.. besok aku akan kerumahmu ^^”

Drt ~ drt~ drt~

Dia membalas pesanku lagi.

From : sehunnie oppa^^

To : saranghaneun jiyeonnie

“anio kau ini aku hanya terkena flu aku tidak apa-apa.. tidurlah sudah malam. SARANGHAMNIDA *chuu~ ^^”

Huuhh, benar dia hanya terkena flu kenapa aku merasa gelisah dan sangat khawatir?

To : sehunnie oppa^^

From : saranghaneun jiyeonnie

“nee oppa baiklah aku akan tidur kau juga ^^, nado saranghayo *chuu~”

Tuhan semoga dia baik-baik saja aku merasa sangat khawatir. Tuhan jaga dia baik-baik.. aku ingin melihat senyumannya besok.

(End Jiyeon POV)

Sehun POV

Badanku terasa lemas, rasanya sangat sulit bernafas nafasku sesak.dan entah kenapa kepalaku pusing bukan main. Setahuku tadi siang aku tidak makan sesuatu yang berbahaya? Lebih baik aku memita obat kepada hyung.

“hyung kau ada obat pusing? Atau apa sajalah, aku merasa tidak enak badan”

“waeyo? Gwenchanayo?kau terlihat buruk… sangat pucat”

“entahlah aku tidak memakan yang aneh-aneh tadi”

“ini obatnya istirahatlah cepat” “ nee gomawo hyung”

Semoga besok akan baik-baik saja ya Tuhan aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi aku takut kehilangan Jiyeon secepat ini.

*skip*

(end sehun POV)

Author POV

Pagi ini seperti biasa Jiyeon bergegas untuk perg ke sekolah, tapi sebelum itu iya menyempatkan diri ntuk mengucapkan selamat pagi pada namjachingunya. Tapi sampai saat ini pesan tersebut belum juga dibalasnya. “aish kemana kau oppa” gerutu Jiyeon. Jiyeon tetap mencoba mentelfon Sehun berkali-kali namun tak kunjug diangkatnya. “oppa apa susahnya say hello?aku ini yeojachingumu” gerutu Jieon sambil mengetuk-ngetuk layar ponselnya.

“aigoo, pagi-pagi sudah ngomel. Waeyo?” Tanya hyemi yang muncul tiba-tiba.

“apa kau melihat Sehun?”. “dia belum datang juga?”Tanya hyemi berbalik.

“sudah ku telfon tapi hasilnya nihil. Tidak biasanya dia seperti itu”ucap Jiyeon resah.

“apa dia sakit? Bukannya tadi malam kalian dinner yah?”

“entahlah memang sih semalam dia terlihat aneh.

Kriiiiiinnngggg~ kriiiiiiiiiinnngggg~ krinnnggg..

Suara bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran akan dimulai.

“sudah 30 menit berlalu, apa dia sakit?”pikir Jiyeon dalam hati.

Selama pelajaran berlangsung Jieon terlihat tidak focus ia terus melihat layar handphonnya dari kolong meja berharap ada balasan dari kekasihnya. Namun sampai pulang sekolah pun ia tidak mendapatkan balasan dari Sehun.

“yaa!! Sampai kapankau terus begitu jiyeonnie” keluh hyemi. “tentu saja sampai Sehun membalas pesanku” jawab Jiyeon. “kenapa kau tidak kerumahnya lalu,haaah??” usul Hyemi.

“naaahhh! Brilliant kenapa tidak dari tadi pabo!!” “hey siapa yang pabo sih??”

Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Sehun dengan membawa bunga segar dan buah yang juga segar.

Tok~tok~tok~..

“yeoboseyo?” ucap suara didalam rumah Sehun. “eh Jiyeon? Emm kau?” Tanya Luhan kakak Sehun. “ah ne choneun Hyemi imnida bangapseumnida” jawab hyemi sambil menunduk.

“choneun Luhan imnida, masuklah..”. kata Luhan mempersilahkan masuk. “emm Luhan-ssi aku kesini ingin menanyakan keadaan Sehun” tutur Jiyeon. “hmm nee aku tau itu, Sehun sedang sakit entahlah ia sangat pucat. Ia sedang tidur, dia belum makan siang masuklah bangunkan saja dia” ucap Luhan.

“nee, aku masuk dulu”.

Cklek~

Jiyeon membuka pintu kamar Sehun, ia melihat Sehun tertidur lemah di tempat tidurnya dengan handuk hangat untuk mengkompres tubuhnya. Jiyeon duduk di tepi tempat tidur Sehun.

“chagiya bibirmu sangat pucat, waeyo hmm?” Tanya Jiyeon sambil mengelus pipi Sehun lembut.

Tangan Sehun tiba-tiba bergerak dan langsung mengengam tangan Jiyeon. Pertanda Sehun terbangun. Ia membuka matanya perlahan menatap Jiyeon dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan. Sementara Jiyeon sudah berkaca-kaca melihat Sehun yang menatapnya seperti itu.

Ada perasaan ingin kehilangan yang Jiyeon rasakan melalui tatapan Sehun. jiyeon menggigit bibir bawahnya pelan, berusaha sekuat tenaga menahan cairan bening yang akan segera keluar dari matanya yang berkaca-kaca. “oppa..” ucap jiyeon lirih sambil terisak. Jiyeon tidak tau harus bagaimana melihat keadaan Sehun yang seharusnya dibawa kerumah sakit.

Sehun langsung meraih tubuh Jiyeon dan mendekapnya erat. “aku ingin menurunkan suhu tubuhku, jangan bergerak” titah Sehun. Entah kenapa justru pelukan ini yang membuat Jiyeon semakin cengeng. “seharusnya kau dirumah sakit tidak disini, keadaanmu sangat buruk”. ucap Jiyeon terisak.

“aku tidak selemah itu.. aku punya kau disisiku”. jawab Sehun.

“uljima chagi.. uljima..nan gwenchana” tambah Sehun. Sehun melepas pelukannya ketika isakan Jiyeon terhenti. Lalu ia menatap Jiyeon lagi namun kini dengan tatapan penuh kasih sayang.

“naah tersenyumlah.. setelah itu suapi aku. Aku lapar”. ucap Sehun dengan puppy eyesnya. “nee oppa”.  jawab Jiyeon bersemangat. Senyumannya membuatku kuat kembali. Gumam Jiyeon dalam hati.

Tiga hari setelah itu Sehun dibawa ke Rumah Sakit karena keadaannya yang semakin memburuk. Jiyeon awalnya sangat khawatir dan merasa bersalah karena keadaan Sehun yang malah semakin memburuk, tapi setelah dirawat 2 hari Sehun sudah bisa bersekolah.

“ oppa, kita rayakan kesembuhanmu yaa, kita ke café favorit kita yaa oppa..” ucap Jiyeon manja.

“anio, aku sangat sibuk lain kali saja” jawab Sehun. “ waeyo? Ah yasudahlah” Jiyeon kecewa. “ hari ini kau pulang sendiri saja ya, aku ada tugas” kata Sehun. “ nee, aku duluan hati-hati.. annyeong” jawab Jiyeon pasrah.

(end Author POV)

Jiyeon POV

Hari ini niatku ingin merayakan kesembuhan kekasihku, tapi anehnya dia malah menolak dengan alasan sibuk ada tugas bla-bla-bla.. huh sebenarnya aku sangat kecewa, sejak pulang dari RS dia agak aneh, aku merasa dia agak cuek dan dingin. Seperti bukan Sehun kekasihku.

“Ah sudahlah diakan sibuk pasti banyak tugas yang menumpuk setelah iya sakit” gumamku sepanjang jalan.

-skip-

Sudah seminggu Sehun menjauh dariku. Dengan alas an ini-itu dia selalu berhasil mengindariku. Bodohnya ak hanya diam saja. Apa yang dia pikirkan? Dia bosan?. Aku tidak tahan kalau terus begini telfonkutidak diangkat apalagi smsku. Jika ku temui dia pasti selalu pergi, Ya Tuhan jelaskan mengapa ini?.

(end Jiyeon POV)

Sehun POV

Sudah seminggu ini aku menghindari Jiyeon. Sebenarnya aku merasa bersalah atas perlakuanku selama seminggu ini, tapi jika aku tidak melakukannya kau akan jauh lebih terluka dari sekarang. Mianhe chagiya… ini demi kebaikan kita.. jongmal mianhae saranghaneun Jiyeonnie.

–          To Be Continued  –

 

Fyuuuhhh *ngelap ingus*. Gimana ini? Gaje abis. Buat chap selanjutnya mungkin bakal lama keluar soalnya sekarang aku mau fokus buat ujian nanti, ohiya aku kelas 9 smp, bangapseumnida ^^ . yang baik-yang rajin nabung-yang kece, minta komentarnya yaaa~~!!

17 pemikiran pada “Why Am In Tears (Chapter 3)

  1. ya ampun tlt bgt baca ni FF Lol *jadi malu*
    apakah ni FF baru sampe chapter 3 ya?cz gak nemu yg chap 4 nya haha penasaran soalnya ^.^
    Ku lgsg kmntr di chap 3 ni aja lah haha..
    ngakak pas ibarat kata sehun&jiyeon sperti sandal jepit Lol *gda ibarat lain apa tp gpp sih unik cute haha*
    haha kai dikatai vampire Lol ngakak aja pas kai jealous Lol Kai diem2 cinta sama jiyeon,knpa dia ga brani ungkapin jg hehe..
    ah galau kai/sehun ya smuanya cocok untuk jiyi haha *resiko cew cantik* hehe
    kenapa sehun jauhi jiyeon ya?perasaan ga enak nih jgn2 sehun py sakit parah&dy gak ingin jiyeon bakal sakit ketika ditinggal sehun andweeee jangan sad end.. kyaa penasaran bgt tp blom nemu chap 4 nya atau sudah discontinue ga dilanjutin ? pdahal ku cuma baca FF kl main cast female nya jiyeon… haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s