You’re The One (Chapter 2)

You’re The One  (Part 2)

 

Author                          : Yoon MinHyo ^^

Main Cast                    : Oh Sehun (EXO K)

Jung Soohe (OC)

Support Cast               : Kim Heera

Luhan (EXO-M)

Genre                          : Romance,drama,sad (?),AU.

Rate                            : 13 PG

Length                         : TwoShoot

“Oppa?!”

“Nde?!”

“Aku ingin pulang!” Ucapku pelan.

Sehun Oppa menatapku heran, “Mwo?kau ingin pulang?ini masih jam 11?!”

“Aku ingin pulang,Oppa!Sekarang!” Ucapku lagi,rasanya kali ini air mataku sudah tak terbendung lagi. Dengan cepat aku segera membalikan tubuhku,menghindari Sehun Oppa melihat air mataku.

“Apa yang terjadi padamu,Soohe-ah?!” Sehun Oppa kembali menatapku khawatir.

“………..”

***

 

Sehun’s Pov

“Aku ingin pulang,Oppa!Sekarang!” Ucap Soohe lalu segera membalikan badannya dari pandanganku.

“Apa yang terjadi padamu,Soohe-ah?!” Tanyaku khawatir. Saat ini aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Soohe, tapi satu hal yang dapat ku rasakan saat ini adalah perasaan khawattir, kali ini aku benar-benar mengkhawatirkannya.

Soohe menggeleng pelan, “ne gwenchana,Oppa!” Suaranya bahkan hampir tak terdengar ditelingaku.

Aku menarik nafas dalam-dalam, “Baiklah,ayo kita pulang!” Ucapku lembut lalu  segera memasukan buku sketsa dan beberapa alat menggambarku yang lainnya kedalam tas, “Kajja!” aku tersenyum sambil meraih tangannya.

Soohe sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun, saat ini kami sudah berada di kereta yang akan membawa kami kembali ke Seoul, perjalanan yang kami butuhkan kurang lebih 3 jam, dan pastinya akan sangat melelahkan.

“Soohe-ya!!Lihat sini!” Ucapku sambil menghadapkan ponselku padanya, Klik! Aku berhasil memotretnya kali ini.

“Yak!!Oppa!apa-apaan kau ini?!” Soohe mencoba merebut ponselku,namun usahanya sia-sia, “Oppa! Aish hapus foto itu,ppali!” Pintanya.

Aku tidak menghiraukan perkataannya, “Huah!!kau cantik sekali di foto ini!” Ucapku seraya menunjukan ekspressi penuh kagum

Soohe berdecak kesal,”Lakukan apapun yang kau inginkan!” gumamnya

“Yahh,sayang sekali padahal aku baru saja ingin memperlihatkannya padamu!”

Dengan cepat Soohe segera merebut ponselku,sebuah senyum kini terlukis diwajahnya, “Ya!!dapat-dapat! Aku memang hebat, dan kau dasar Pabo!”

Aku tersenyum melihatnya, keadaan saat ini jauh lebih baik dari pada keadaan sebelumnya, pikirku dalam hati.

Kini kulihat Ia nampak begitu antusias dengan ponselku, nampaknya Ia juga penasaran dengan fotonya yang baru saja kuambil, “Yak!!!Oppa!!aku benar-benar nampak bodoh di foto ini!” Ucapnya sambil terkekeh.

“Ahniyo!kau nampak begitu cantik!” Soohe tertawa kecil mendengar perkataanku.

I lost my mind  dang ni zhou jin wo shi xian

Jiu zai ni zhou wei zheng ge shi jie get in slow motion…

Soohe mengerutkan keningnya,Ia menatapku “Oppa!tak ada namanya!” Ia menunjukan layar ponseku yang ada ditangannya padaku.

Aku mengangkat kedua bahuku, “Angkatlah!”

Ia mengangguk cepat, “Yeobosseyo?!”

 

Author’s Pov

“Yeobosseyo?!” Ucap Soohe ramah.

“Yeobooseyo?! Ini benar nomor ponsel Sehun Oppa?!” terdengar suara seorang yeoja dari sebrang sana, Soohe mengerutkan keningnya, “benar, ini dengan siapa?!”

“Ah ini aku Heera,Kim Heera!” Ucap Yeoja itu begitu percaya diri, “Ah kau pasti Soohe kan?!” Tanya Heera lagi.

Soohe terdiam,tanpa mengeluarkan sepatah katapun , apa-apaan ini? Bagaimana mungkin yeoja genit itu bisa memiliki nomor ponsel Sehun Oppa, darimana Ia mendapatkannya?atau apa mungkin Sehun Oppa yang dengan sengaja memberikannya, Aishh, Pikir Soohe dalam hati.

“Soohe-ya?!” Panggil Sehun,begitu melihat Soohe yang tiba-tiba seperti tidak sadarkan diri.

“Ah,nde?!”

“Siapa yang menelpon?!” Tanya Sehun.

Soohe terdiam,”Ah ini Heera-ssi!sepertinya Ia ingin berbicara denganmu!” Soohe menyerahkan ponsel itu kepada Sehun, sementara itu Sehun meraih ponselnya lalu dengan segera meletakannya di telinga.

“Yeobooseyo?!” Sehun tersenyum, percakapan Sehun dengan Heera terus berlangsung, sementara itu Soohe hanya terus memperhatikan Sehun yang sepertinya sedang asik sekali.

Kini Soohe kembali teringat dengan kejadian tadi, Aishh bagaimana jika Sehun Oppa memutuskan untuk kembali pada Heera dan meninggalkanku begitu saja? Ahhh kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini?! Batin Soohe.

Sehun menutup ponselnya,lalu kembali menatap Soohe heran, “Kau kenapa,Soohe-ya?!”

“Ahniyo!” Soohe menggeleng, Hissh rasanya saat ini menyebalkan sekali melihat wajah Sehun Oppa yang sama sekali tidak merasa bersalah itu.

“Heera bilang,Ia akan kembali ke Seoul! Study-nya di amerika sudah selesai!” Ucap Sehun tiba-tiba, dan ucapan Sehun telah sangat berhasil menusuk ke dalam dada Soohe tanpa Ia sadari.

Soohe menarik nafas dalam-dalam, lalu berusaha untuk tersenyum, “Begitukah?!”

Sehun mengangguk lalu tersenyum, Yak!!apa-apaan ini kenapa sepertinya Sehun Oppa begitu gembira, Aishh jinjja!Ini benar-benar hari terburuk ku, gerutu Soohe dalam hati.

Setelah hampir 3 jam mereka melalui perjalanan untuk kembali ke Seoul,akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Soohe dan Sehun menuju ke tempat parkir mobil yang terletak di sekitar stasiun, sebenarnya mereka berencana untuk pergi ke pantai dengan menggunakan mobil,namun Soohe mengatakan bahwa perjalanan mereka akan lebih menyenangkan jika mereka menggunakan kereta.

Soohe dan Sehun masuk kedalam sebuah mobil sedan berwarna putih, “Kau lapar?!” Sehun menoleh pada Soohe yang sudah duduk disampingnya.

“Oppa,lapar?!”

Sehun mengangguk, “Kita makan dulu, oke?!”

“Baiklah!” Soohe tersenyum kecil pada, walaupun saat ini moodnya sedang sangat tidak baik, tapi Ia benar-benar tidak akan pernah bisa menang dari Sehun,dan Ia benar-benar tidak akan pernah bisa untuk membencinya.

Sehun balas tersenyum,lalu segera menjalankan mobilnya menuju kesebuah restaurant yang biasa mereka kunjungi.

“Kau mau makan apa,Oppa?!” Tanya Soohe pada Sehun seraya membolak-balik buku menu yang sudah ada dihadapannya.

“Kau apa?!”

“aku?hmm…!” Soohe terus membolak-balik buku menu itu, “Ah aku spaghetti saja!”  Soohe menunjuk kan jarinya kesebuah gambar spaghetti yang nampaknya sangat menggiurkan.

“Baiklah aku juga spaghetti!” Ucap Sehun cepat.

“Permisi,aku ingin pesan 2 spagheti, 1 lemon tea, dan …!” Soohe mengalihkan pandangannya pada Sehun, “Sama kan saja!” Ucap Sehun, “Baiklah aku pesan 2 spagheti,dan 2 lemon tea!” Soohe tersenyum pada seorang pelayan yang sedang menulis pesanan mereka.

“Baiklah,mohon di tunggu agghasi!” Ucap pelayan itu sambil tersenyum juga,lalu segera meninggalkan mereka berdua.

***

Soohe’s Pov

“Oppa!” Aku menatap Sehun Oppa dengan penuh heran.

Ia menghentikan kegiatan makannya,lalu menoleh padaku “Mwo?!”

“Sepertinya kau lapar sekali,Oppa!” Aku menggeleng pelan,lalu tersenyum.

“Tentu saja,dari pagi kita kan belum makan!” Ucapnya sambil terkekeh, “Ya.. ya arraso!” Ucapku, kali ini aku berusaha untuk melupakan kejadian tadi sambil berharap bahwa kejadian yang sedari tadi terjadi adalah sebuah mimpi.

Setelah selesai makan aku dan Sehun Oppa pergi meninggalkan restaurant,Ia menjalankan mobilnya menju rumahku yang tidak begitu jauh dari restaurant itu,yah mungkin hanya sekitar 30 menit.

“Gomawo,Oppa!sudah mengantarku!” Ucapku sambil tersenyum padanya.

“Bukan masalah, sana masuk!”

Aku menggeleng,”Ahniyo!kau pergi dulu baru aku masuk!”

Ia mengacak rambutku, “Kau ini, baiklah! Sampai jumpa!”

“Berhati-hatilah,Oppa!”

“Ne!” Sehun oppa masuk kedalam mobilnya,dapat kulihat sosoknya tersenyum, aku balas tersenyum, dengan segera Ia menjalankan mobilnya dan segera menghilang dari pandanganku.

Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah, kulihat Eomma sedang duduk bersama Sooya sambil menonton televise.

“aku pulang,Eomma!”

Eomma menoleh padaku,lalu tersenyum, “Kau sudah pulang? Mana Sehun? Ia tidak mampir dulu?!”

Aku mengangguk pelan, “Ahniyo,Sehun Oppa sepertinya cukup lelah,jadi Ia tidak mampir!”

“Begitukah?kau besok masuk sekolah?!”

“Ne!”

“Bukankah kau sudah menyelesaikan ujianmu?!” Eomma terus-terusan bertanya.

“Ya,tapi tetap harus kesekolah,Eomma!” Aku tersenyum pada Eomma, dan dibalas dengan anggukan kepalany, kini kuliha Sooya datang menghampiriku, “Ya,Eonni!kenapa kau begitu cepat pulang?!”

Aku menatap adik perempuan ku itu dengan heran, “Ya?waeyo?!”

Ia menggeleng, “Ahniyo,hanya saja hm.. cukup mencurigakan!apa terjadi sesuatu antara kau dan Sehun Oppa?!” Kini Ia semakin mendekatkan dirinya padaku.

“Yak!!kau ini! Tak ada yang terjadi antara aku dan Sehun!” Ucapku lalu mengacak-acak rambut Sooya pelan.

Ia mendengus kesal, “Yak!!Eonni!kau membuat rambutku berantakan!” Ia merapikan kembali rambutnya yang panjang itu.

“Kau masih begitu kecil,tapi lihat gayamu..aigo!! kau terlihat seperti yeoja genit!” Ucapku sambil terkekeh.

“Ya!!aku sudah kelas 3 Smp!dan aku bukan yeoja genit!” Ucapnya jengkel, aku hanya tertawa lalu memutuskan untuk segera meninggalkannya yang terlihat masih kesal,dan menuju ke kamarku. Sejujurnya hari ini pikiranku lelah sekali, begitu banyak yang terjadi hari ini, dan yang paling utama adalah aku pastinya tidak akan bisa menerima jika Sehun Oppa memutuskan untuk kembali pada Kim Heera, Aishhh.

#keesokan harinya

Hari ini aku masuk kesekolah seperti biasa walaupun kami semua sudah melewati ujian akhir, semalam rasanya aku sama sekali tidak bisa tidur dengan lelap, terlalu banyak yang kupiikirkan sampai saat ini, Aishh ini semua karena si Kim Heera itu, bagaimana bisa dengan tiba-tiba Ia datang lalu dengan seenaknya merusak hubungan ku dengan Sehun Oppa.

“Soohe-ya!”

“Yakk!Jung Soohe!” Aku terhentak dari lamunan ku, kulihat kini Jiyeon yang sedari tadi bersama ku mulai berdecak kesal, “Kau!!apa yang kau lamunkan sampai terus terusan mengabaikan-ku?!”

Aku menggeleng,”Ahniyo!”

“Hish! Soohe-ya kau bisa kan menemaniku ke toko buku hari ini kan?!” Tanya Jiyeon.

“hari ini?!”

Jiyeon mengangguk, “Ya! Kau mau kan?! Soohe ku yang manis?!” Ia menunjukan aegyo-nya.

Aku tertawa, “Yak!!kau tak perlu menunjukan aegyo mu!aku akan menemanimmu Jiyeon-ah!”

Jiyeon tersenyum lebar,”Kau yang terbaik,Soohe-ya!”

Aku balas tersenyum,lalu dengan segera ku putuskan untuk memberitahu Sehun Oppa,bahwa hari ini aku tidak bisa pulang bersamanya, ku raih ponsel ku lalu dengan segera menghubunginya.

“Yeobboseyo?!” Ucapku ramah.

“Yeobboseyo,Soohe-ya! Ada apa?!” Terdengar suara Sehun Oppa dari sebrang sana.

“Oppa!hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu!Mianhe!”

“begitukah?arraso!”

“Baiklah kalau begitu,sampai jumpa!”

“Sampai jumpa!”

Aku menutup ponselku,lalu mendesah pelan. Sejujurnya aku cukup kecewa dengan Sehun Oppa yang sama sekali tidak memberikan perhatian apapun padaku, Ia bahkan tidak bertanya kenapa aku tidak bisa pulang bersamanya, dia benar-benar keterlaluan,Pikirku dalam hati.

***

Sehun’s Pov

Aku menutup ponsel ku, Soohe baru saja menghubungiku Ia bilang hari ini Ia tidak bisa pulang bersama, waeyo? Tanya ku dalam hati, namun mungkin saja Soohe punya urusan lain dan mungkin saja aku memang tak perlu tau urusan apa yang akan ia lakukan itu. Aku menarik nafas dalam-dalam lalu mulai memandang ke arah jendela, ruang kelasku, tanpa terasa sudah hampir 3 tahun aku berada disekolah ini, dan yang sangat tidak terasa adalah sudah hampir 1 tahun pula Soohe menjadi yeojachinguku.

Kehadiran Soohe perlahan membuat hidupku semakin berarti,kadang aku malah takut kehilangannya, maka dengan berat hati aku selalu berusaha untuk membuatnya bebas tanpa kekangan apapun, dan sepertinya Soohe juga memang sangat menyukai kehidupannya yang bebas seperti sekarang ini. Namun belakangan entah kenapa sikap Soohe jadi agak lain,Soohe selalu beranggapan bahwa aku terlalu sering mengabaikannya, padahal yang kulakukan semata-mata hanya untuk membuatnya merasa nyaman. Namun aku suka dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah menjadi yeoja manja, Ia sangat lucu dan menggemaskan.

I lost my mind  dang ni zhou jin wo shi xian

Jiu zai ni zhou wei zheng ge shi jie get in slow motion…

Terdengar suara panggilan dari ponselku, siapa lagi yang menghubungiku?apa Soohe? Kuraih ponselku, lalu segera mengangkatnya, “Yeobboseyo!”

“Yeobboseyo!Sehun Oppa!” terdengar suara yeoja dari sebrang sana,namun ini bukan suara Soohe, pikirku.

“Ini siapa?!”

“Yakk!!kau melupakan suaraku Oppa! Ini aku Kim Heera!” Ucap Yeoja itu, ah ini Heera rupanya, entah sejak kapan kini satu-satunya suara yeoja yang dapat kuingat dengan baik adalah suara Soohe.

“Ah Heera-ya!ada apa?!”

“Aku ingin bertemu denganmu,Oppa!” Ucap Heera penuh semangat, “Kau ingin makan siang bersama ku?!”

Aku terdiam sejenak,hmm baiklah tak ada salahnya jika aku sesekali makan siang bersama Heera, lagi pula sudah cukup lama kita tidak bertemu, “Ne,aku akan menjeputmu begitu aku pulang sekolah! Kau dimana?!”

“Ah aku sedang di apartement! Di daerah xxx!”

“Baiklah,sampai jumpa nanti Heera-ya!”

“Ne,sampai jumpa Oppa!” Kembali kututup ponselku, aku terdiam sejenak mencoba berpikir. Apa aku harus memberitahu Soohe bahwa aku akan makan siang dengan Heera? Ah tapi untuk apa? Hal ini sama sekali tidak penting Oh Sehun, pikirnya dalam hati.

***

Author’s Pov

Sepulang sekolah, Soohe dan Jiyeon pergi menuju kesebuah toko buku yang cukup terkenal di daerah myeongdong.

“Soohe-ya!” Panggil Jiyeon ketika Soohe sedang memilih-milih sebuah buku.

“Nde?!”

“Mianhe,Soohe-ya! Aku harus pergi!” Ucap Jiyeon menyesal.

Soohe menatap sahabatnya itu heran, “Waeyo?apa terjadi sesuatu?!”

Jiyeon mengangguk pelan, “Eomma ku masuk rumah sakit!”

“Mwo?kau mau pergi sekarang? Pergilah! Apa kau mau aku menemanimu?!”

“aku akan pergi sekarang,Soohe-ya!mianhe!ahniyo kau tak perlu menemaniku!” Ucap Jiyeon lagi.

“Benar?kau tak apa-apa?!”

Jiyeon mengangguk, “Baiklah aku pergi dulu Soohe-ah, sampai jumpa!”

“Ne, hati-hati Jiyeonnie!”  Soohe melambaikan tangannya,Ia pun melanjutkan kegiatan mencari bukunya seraya diselingi dengan perasaan khawatir akan keadaan sahabatnya yang satu itu.

3 hari yang lalu Jiyeon memang bercerita padanya perihal Eommanya yang sakit, namun mungkin keadaannya hari ini sudah menuntut Eommanya untuk segera dibawa kerumah sakit,pikir Soohe dalam hati.

BRUK

Tiba-tiba saja Soohe jatuh tersungkur,sesuatu yang keras nampaknya sudah menghantam tubuhnya, “Aww, sakit sekali!” gerutunya.

“Mianhe!aku benar-benar minta maaf!” Ucap seorang namja,lalu mengulurkan tangannya pada Soohe.

“Ah nde, ne gwenchana!” Soohe berhasil bangkit dari lantai, kini dapat Ia lihat seorang namja yang berparas sangat imut sudah berdiri dihadapannya sambil sesekali membungkukan badannya,tanda menyesal.

“aku tidak apa-apa!” Ucap Soohe sambil tersenyum.

“Benarkah?!” namja itu menatap Soohe aneh, “Kau..rasanya aku pernah bertemu denganmu!” Ucap Namja itu ,kali ia mencoba untuk mengingat-ingat. Soohe hanya terdiam heran melihat namja imut itu,rasanya Ia jadi teringat pada Sehun,Soohe tersenyum ketika dibenaknya muncul sosok sehun.

“Ah!!kau Soohe kan? Jung Soohe?!” Tanya namja itu.

Soohe mengangguk, “Benar!apa kita pernah bertemu?!”

Namja itu tersenyum, “Aishh kau pasti lupa padaku, aku teman baik Sehun! Xi Luhan!”

Soohe terdiam mencoba mengingat, Xi Luhan..Luhan…Luhan….ah Soohe akhirnya ingat, “Ah ya !aku ingat! Aishh mianhe, Luhan-ssi!”

“Harusnya aku yang minta maaf!Ah ya jangan panggil aku Luhan-ssi,terdengar terlalu formal hehe!” Ucapnya sambil terkekeh,Yakk namja ini benar benar manis.

“Lalu? Luhan saja? Atau Oppa?!” Tanya Soohe sambil ikut terkekeh.

Ia tertawa, “Wah Oppa,terdengar baik sekali!”

“Baiklah, Luhan Oppa!bagaimana?!”

Ia mengangguk senang, “Ngomong-ngomong bagaimana dengan Sehun? Dia baik-baik saja kan?”

“Dia baik-baik saja Oppa!” Ucap Soohe, “Ah Oppa!bagaimana jika kita makan siang bersama? Ada banyak hal yang ingin kubicarakan padamu Oppa?!” Lanjut Soohe lagi.

Luhan menatap Soohe heran, “Sehun tidak akan marah padaku kan?!” Soohe memukul lengannya pelan, “Yak!!tidak akan!”

Luhan kembali tertawa, “Haha aku tau, Ia tidak akan marah hanya karena hal kecil, baiklah Kajja!”

***

Soohe’s Pov

Aku dan Luhan Oppa pergi menuju sebuah restaurant yang biasa aku kunjungi bersama Sehun Oppa, Aishh Luhan Oppa benar-benar orang yang menyenangkan,tingkahnya benar-benar seperti namja yang imut.

“Kau mau pesan apa,Soohe-ya?!” Tanya Luhan Oppa padaku,begitu kami duduk disebuah meja yang terletak disamping jendela besar yang mengarah ke luar.

“Wahh kau sangat baik,Oppa!”

Luhan Oppa tertawa, “Tentu saja,kau akan mentraktirku kan?!”

“Yak!!bagaimana bisa aku yang traktir?!” Ucapku sambil ikut tertawa. Akhirnya setelah beberapa saat kami memutuskan untuk memesan sebuah 1 spagheti untukku, dan 1 bibbimbap untuk Luhan Oppa, dan 2 coke untuk kami berdua.

“Sebenarnya,Soohe-ah! Apa yang ingin kau bicarakan denganku?!” Tanya Luhan Oppa, “Ah pasti tentang Sehun kan?!”

Aku mengangguk pelan,”Oppa,sudah berapa lama kau mengenal Sehun Oppa?!”

Luhan Oppa terdiam mencoba berpikir, “Hmm sekitar 5 tahun yang lalu! Kami sangat dekat semejak masuk SMP!”  Ucapnya.

“Jadi…Oppa pasti kenal dengan Kim Heera?!”

“Tentu saja aku ,Sehun,dan Heera dulu memang sangatlah dekat!”

“Sehun oppa menyukai Heera,Ya Oppa?!”

Raut wajah Luhan Oppa kini berubah, “Hmm tapi itu kisah dulu, Soohe-ya!Kan sekarang kau Yeojachingnya sudah pasti sekarang Ia menyukaimu!”

“Tapi Oppa..!” Aku terdiam,apa aku harus memberitahu Luhan oppa bagaimana Sehun oppa selama ini, Yak kau harus memastikannya Soohe, Ia sudah keterlaluan belakangan ini, apalagi semenjak kemunculan yeoja genit itu., “Tapi Oppa, Ia sama sekali tidak…..hmmm tidak begitu menganggapku sebagai yeojachingnya!” Lanjutku.

Luhan Oppa menatapku heran, “Hmm?begitukah?!”

“Ne,bahkan Ia tidak pernah marah sekalipun padaku!”

“Wah itu bagus!” Luhan Oppa tersenyum.

“Ia juga tidak pernah mau melukisku!” Ucapku tidak mau kalah.

“Hmm setauku Ia tidak pernah mau melukis sosok yang hidup!”

“Tapi dia melukis Heera-ssi sebelumnya!”

Luhan Oppa kembali menatapku heran. “benarkah?aku tak pernah tau!”

Aku mengangguk pelan,”Dan yang paling parah, Ia tidak pernah cemburu jika aku bersama namja lain! Padahal aku selalu cemburu jika melihatnya dengan yeoja lain!”

Kini Luhan Oppa malah tertawa, “Yakk!!kau ini Soohe-ya!Itu artinya dia mempercayaimu!”

“Tapi aku butuh perhatiannya Oppa,aku rasa Ia tak sepenuhnya menyukaiku!”

***

Luhan’s Pov

“Tapi aku butuh perhatiannya Oppa,aku rasa Ia tak sepenuhnya menyukaiku!” Soohe menopang dagunya lemah.

Aku terdiam bagaimana bisa seorang Sehun yang sangat ku kenal melakukan semua ini, aku rasa ada yang aneh. Setauku Ia adalah seorang yang begitu perhatian pada yeojachingnya, bagaimana bisa Ia berubah secepat ini. Ia bahkan tidak pernah melakukan hal seperti ini pada Heera dulu, pikirku dalam hati.

“Soohe-ya!aku rasa Sehun pasti punya alasan!dan yang paling penting Ia pasti menyukaimu,Soohe-ya!” Ucapku sambil kembali tersenyum.

Soohe mendengus pelan,aku tertawa melihat tingkahnya, Ya Soohe begitu mirip dengan Sehun mereka sangat cocok. Tiba-tiba saja perhatianku teralihkan pada kedua orang namja dan yeoja yang baru saja masuk kedalam restaurant ini,mereka…. kedua orang yeoja dan namja….. ini aku sangat mengenal mereka, bagaimana bisa itu Sehun dan Heera,aku mengerjapkan kedua mataku tak percaya namun kenyataan berkata lain itu betul mereka.

“Soohe-ya!” Aku menatap Soohe yang sedang menikmati spaghetinya.

“Ya,Oppa?!”

“Hmm Mianhe, Soohe-ya!tapi bukan kah itu Sehun dan Mmmm Kim Heera?!” Ucapku ragu-ragu, aku menunjukan jariku pada kedua orang namja dan yeoja yang sedang duduk membelakangi kami. Soohe menoleh,kini dapat kulihat kedua matanya terkejut dengan pemandangan itu.

“Kau baik-baik saja,Soohe-ya?!”

Ia mengangguk pelan, “Ah ayo kita hampiri mereka!” Ajak ku, mencoba membuat suasana menjadi lebih baik, dan satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman.

Soohe menggeleng,”Jangan Oppa!”

“Ahniyo!kajja!” Aku bangkit dari tempat duduk-ku lalu melangkahkan kedua kaki ku menuju meja Sehun dan Heera, sedangkan kulirik Soohe masih terdiam di mejanya.

“Sehun-ah!Heera-ya!!apa kabar?!” Sapaku ramah,sambil tersenyum senang melihat kedua teman baikku itu.

Mereka cukup terkejut dengan kehadiranku, “Huaa!Oppa!!lama tak berjumpa!” Heera bangkit dari tempat duduknya,lalu memeluku,aku balas memeluknya sambil tersenyum.

“Lihat Oppa!kau terlihat semakin muda saja!” Ucapnya sambil tertawa.

Aku tertawa, “Kalian berdua saja?!”

Sehun mengangguk, “Ia baru pulang ke korea kemarin,jadi kami meutuskan untuk makan bersama!”

“Kau,Oppa?!”Tanya Heera bersemangat.

Aku tersenyum,”Aku?aku bersama yeojachingunya!” Ucapku sambil melirik Sehun, lalu menunjuk ke arah Soohe yang masih duduk membelakangi kami.

Sehun cukup terkejut, “Kau bersama Soohe?!”

Aku mengangguk,”Ne,tadi kami bertemu di toko buku! Dan memutuskan untuk makan siang bersama! Tidak apa-apakan?!” Godaku pada Sehun.

Ia tersenyum, “Tentu saja tidak apa-apa!”

“Kalian mau bergabung?!Kajja!” Ajaku, mereka melangkah mengikuti menuju mejaku bersama Soohe. Kini dapat kulihat tatapan penuh kecewa Soohe padaku, “Mianhe!” bisiku padanya, Ia tersenyum kecil.

“Annyeong Oppa,Heera-ssi!” Sapa Soohe,dapat kulihat Ia menyapa dengan begitu berat.

“Soohe-ssi!kuharap kau baik-baik saja!” Heera tersenyum,pada Soohe.

Soohe mengangguk, “Oppa,kau kemari bersamanya?!” Tanya Soohe pada Sehun yang kini tengah duduk disebelahnya. Sehun mengangguk lalu tersenyum,”Ne!kau bersama Luhan?!”

Soohe mengangguk, “Ya kami bertemu di toko buku tadi, jadi aku mengajaknya makan siang! Luhan oppa benar-benar orang yang menyenangkan!” Ucap Soohe lagi.

Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua , aku tau betul Soohe sedang berusaha menunjukan padaku bagaimana sikap Sehun padanya, dan nyatanya benar dengan semua perkataanya, Sehun bahkan tidak menunjukan ekspressi apa-pun Ia terlihat santai.Tapi sepertinya aku tau apa yang terjadi pada Sehun, sepintas terlintas ide gila dikepalaku, aku tersenyum sendiri, Yah ini semua demi kebaikan bersama, pikirku dalam hati.

***

Sehun’s Pov

Apa-apaan ini?Kenapa Soohe bisa berada disini bersama Luhan? Pikirku dalam hati. Aku hanya tersenyum berusaha bersikap normal dan santai didepan mereka.

“Oppa,kau kemari bersamanya?!” Tanya Soohe padaku ketika aku baru saja duduk disebalahnya, aku mengangguk pelan lalu tersenyum,”Ne,kau bersama Luhan?!”

Soohe mengangguk, “Ya kami bertemu di toko buku tadi, jadi aku mengjakanya makan siang! Luhan oppa benar-benar orang yang menyenangkan!” Ucap Soohe lagi.

Yakkk apa-apaan itu menyenangkan?Batin Sehun. Oh Sehun?ada apa denganmu!berusahalah bersikap normal, atau Soohe akan pergi meninggalkanmu.

“Kalian sudah memesan makanan?!” Tanya ku, Luhan mengangguk riang, “Aku sudah pesan Bibbimbap, Soohe juga sudah pesan Spagheti!” Ucapnya, “Ah Heera-ya!kau mau pesan apa?!” Luhan menoleh pada Heera yang berada disampingnya.

“Sehun oppa,kau mau pesan apa?!” Tanya Heera padaku.

“Aku spaghetti saja!” Ucapku cepat, Heera berdecak pelan, “Baiklah!”

Trak!!

Kini perhatian Luhan,Heera,dan juga diriku tertuju pada Soohe yang baru saja tanpa sengaja menjatuhkan garpunya, “Soohe-ya,kau kenapa?!” Tanyaku padanya.

Ia menggeleng pelan, “Ahniyo,Mianhe!”

“Gwenchana?aku akan mengambilkan garpu yang baru untukmu,Arra?!” Luhan dengan sigap segera bangkit dari tempat duduknya lalu segera mengambilkan sebuah garpu baru untuk Soohe, sementara aku? Aku hanya bisa terdiam melihat mereka.

“Ini!” Luhan menyodorkan sebuah garpu pada Soohe, kini Soohe tersenyum begitu manis pada Luhan, Aishh!! Jinjja?apa-apaan ini?!kenapa aku jadi tampak begitu bodoh,Aku mencoba tenang kembali.

Kini kami berempat sedang menikmati makanan kami masing-masing, dan dengan asiknya Luhan dan Soohe terus berbincang, bercanda,dan bersenda gurau,lagi-lagi aku hanya bisa menjaga sikapku dihadapan Soohe.

Prang!

Yak!!apa lagi kali ini? Aishh Luhan-ahh apa yang terjadi padamu sebenarnya, kenapa hari ini kau begitu menjengkelkan?Batinku.

“Luhan-ah kau tak apa-apa?!” Tanya ku padanya.

Luhan tersenyum padaku, “Ahniyo,aku tak apa-apa!hanya saja!” Ia menoleh pada Soohe yang sedang membersihkan pecahan gelas yang baru saja terjatuh, “Soohe-ya?! Apa yang kau lakukan?!” Tanyanya cemas. Yak!!bukankah itu seharusnya kalimatku?!

“Tidak apa-apa,Oppa!Ini berbahaya sekali!” Soohe terus memungut pecahan gelas itu, dan Ah..jarinya terluka, dengan cepat kutarik tangannya dan membuatnya berdiri, “Jangan lakukan lagi,aku akan memanggil pelayan untuk membersihkannya!” Ucapku mulai jengkel dengan tingkah mereka berdua.

***

Author’s Pov

“Baiklah,Oppa!” Soohe terdiam melhat Sehun yang nampak aneh.

Kim Heera ikut bangkit dari tempat duduknya,lalu tersenyum”Soohe-ssi!aku akan mengantarmu ke toilet!Kajja!”

Soohe dan Heera berjalan menuju toilet meninggalkan Sehun dan Luhan, yang saat ini masih duduk di meja mereka.

“Soohe-ya!”

“Nde?!”

“Bisakah?bisakah kau mengembalikan Sehun padaku!” Heera menatap Soohe lekat-lekat.

“Mwo?!apa maksudmu Heera-ya?!”

Heera menarik nafasnya dalam-dalam, “Aku!aku sangat mencintai Sehun! Kau pasti mengerti kan?aku bahkan tidak bisa hidup tanpa dirinya!”

Soohe cukup terkejut dengan ucapan Heera barusan, “Tapi…tapi aku juga aku juga sangat menyayangi Sehun Oppa!”

“Soohe-ssi!kau tau bagaimana rasanya?jika saat kau mencintai seseorang tapi kalian berdua harus tepisahkan?!”Heera mulai menangis,”Ya itulah kami, aku dan Sehun!kami masih saling mencintai Soohe-ya!”

Soohe benar-benar terpukul dengan ucapan Heera saat itu, hatinya terasa remuk redam, ternyata dugaannya selama ini adalah benar Sehun memang masih menyukai Heera dan Soohe tidak akan pernah bisa mendapatkan hati Sehun.Rasanya saat ini Ia benar-benar ingin menangis, tangisnya pecah air matanya sudah tak terbendung lagi, rasanya Ia seperti ingin melarikan diri dari tempat ini sekarang juga.

“Soohe-ssi!kuharap kau bisa mengerti!” Heera pergi meninggalkan Soohe dalam keadaan menangis, Ia tau betul saat ini Soohe pasti sedang menangis namun harus bagaimana lagi? Ia juga sangat mencintai Sehun lebih dari apapun.

Sementara itu Sehun dan Luhan nampaknya saling menjaga jarak, Sehun benar-benar cukup panas dengan kedekatan Luhan dan Soohe hari ini.

“Sehun-ah!kau tau? Soohe-ya benar-benar yeoja yang manis!” Luhan membuka suaranya lalu tersenyum.

Sehun terdiam mendengar perkataan Luhan, Ia hanya terus menahan semua kekesalannya, “Kau tau? Soohe bilang Ia merasa nyaman bersama ku? Kami pasti akan bisa menjadi teman baik, bagaimana?!”

Kali ini rasanya darah panas sudah hampir meledak dari kepalaku, bagaimana bisa Luhan sahabat ku sendiri memperlakukan ku seperti ini?Pikirnya dalam hati. Namun tiba-tiba saja Heera datang menghampiri Sehun dan Luhan,dan dapat mereka lihat Heera dalam keadaan menangis.

“Kau kenapa,Heera-ya?!” Tanya Luhan khawatir.

Heera tidak menjawab,tangisnya malah semakin pecah. Sebenarnya Heera menangis karena merasa bersalah pada Soohe, Ia merasa dirinya benar-benar jahat dengan mengatakan semua kebohongan itu.

Selang beberapa saat Soohe datang menghampiri mereka, entah kenapa begitu melihat Soohe kesabaran Sehun seakan tak terbendung lagi, Soohe yang kini tengah duduk disamping Luhan tiba-tiba saja terkejut mendengar perakataan Sehun, “Kau!!apa yang kau lakukan pada Heera?!”

Sepertinya Sehun tidak menyadari bahwa Soohe baru saja menangis, amarahnya terlalu besar kali ini, dan entah bagaimana amarahnya,kecemburuannya malah tertuju pada Soohe yang sama sekali tidak bersalah.

“aku…aku tidak melakukan apapun,Oppa!” Ucap Soohe pelan.

“LALU?KENAPA HEERA MENANGIS?!” Suara Sehun meninggi.

“Semuanya bukan salah Soohe,Oppa!akulah yang bersalah!” Heera berusaha menenangkan Sehun, namun upaya Heera malah semakin membuat Soohe nampak bersalah.

“KAU!Kau pasti berkata sesuatu yang buruk pada Heera,kan?!Jujur saja aku kecewa padamu Jung Soohe!” Ucap Sehun kasar.

Soohe hanya bisa terdiam mendengar semua perkataan Sehun barusan, tanpa ia sadari kini tetesan air mata mengalir dari pelupuk matanya.

Luhan berdecak kesal melihat sikap Sehun yang benar-benar keterlaluan, “Sehun-ah!kau keterlaluan!”

“Kau tak apa-apa, Soohe-ya?!” Luhan menatap Soohe khawatir,dan hal itu malah semakin membuat Sehun berada di puncak amarahnya.

“Kau hanya bisa menangis!seharusnya kau minta maaf!” Ucap Sehun lagi,dan benar saja ucapan terakhir Sehun benar-benar menusuk hati Soohe, Ia menghapus air matanya, “Oppa,Heera-ya!Mianhe!” Ucapnya lalu dengan cepat Ia segera pergi meninggalkan Sehun,Heera,dan Luhan.

***

Heera’s Pov

Aku benar-benar terkejut dengan sikap Sehun Oppa yang dalam sekejap bisa berubah seperti ini, apa yang terjadi padanya? Apa benar Ia marah seperti ini hanya karena melihatku menangis? Ahniyo Itu tidak mungkin Ia lakukan, tidak mungkin Ia sampai membentak Soohe hanya karena diriku. Sebenarnya sejak pertama aku sudah tau betul bahwa Sehun Oppa benar-benar sudah mengahapusku dari dalam hatinya, dan kini hanya ada Soohe yang ada didalam hatinya, saat ini aku benar-benar terpukul.

Soohe pergi meninggalkan kami,dapat kulihat tadi air matanya kembali mengalir. Ia kembali menangis, aku benar-benar jahat,pikirku dalam hati. Kini kulihat Luhan Oppa juga pergi meninggalkan kami, kini hanya ada aku dan Sehun oppa yang nampak sangat berbeda.

“Oppa!” Panggilku, kulihat Sehun Oppa menarik nafas panjang-panjang, “Mwo?!”

“Kau membuat keputusan yang salah,Oppa!” Ucapku pelan.

“Apa maksudmu?!”

Aku berusaha tegar, “Aku tau Oppa!kau marah bukan karena aku!kamu marah karena cemburu dengan Luhan Oppa?benarkan?!” Sehun Oppa terdiam, Ia tidak menjawab, “Kau bodoh Oppa! Kau tau pada siapa baru saja kau melampiaskan amarahmu?!”

Aku menarik nafas dalam-dalam, kali ini air mataku mulai mengalir, aku kembali mencoba untuk tegar aku sudah menyerah, “Oppa,Mianhe!akulah penyebab semua kekacauan ini!”

“Waeyo,Heera-ya?!” sepertinya Sehun Oppa mulai tenang.

“aku..aku memintanya untuk melepaskanmu,Oppa!aku bilang kau masih mencintaiku,dan ternyata Ia percaya Oppa!aku benar-benar minta maaf!”aku terduduk di bangku ku, kini kulihat Sehun Oppa diam seribu bahasa, Ia menoleh padaku, “Ahniyo!ini semua salah ku!Mianhe!” Ucapnya lalu segera pergi meinggalkanku seorang diri, aku tersenyum lega! Oppa maafkan aku karena telah merusak kebahagiaan mu.

***

Sehun’s Pov

Bagaimana ini?semua yang dikatakan oleh Heera memang benar!aku terlalu bodoh untuk menjadi seorang namja! Apa yang baru saja ku lakukan?aku melampiaskan semua kemarahanku pada orang yang sangat kucintai?bagaimana bisa? Yaakk!!Oh sehun kau benar-benar nappeun namja.

Aku mempercepat langkahku,kuharap aku masih bisa mengejar Soohe! Bagaimana bisa selama ini aku tidak sadar bahwa Soohe sangat memikirkanku?aku tidak sadar bahwa Soohe juga merasa cemburu dengan kehadiran Heera?bahkan Ia rela melepasku hanya untuk Heera? Bagaimana mungkin Aishh.

Kini kulihat Luhan sudah berdiri depan restaurant, “Luhan-ah!!” Panggilku, Ia menoleh!

“Mwo?!Kau benar-benar Sehunnie Pabboya!” bentaknya.

“Kau tau? sedari tadi aku hanya menguji mu?mau sampai kapan kau akan terus menahan perasaanmu itu,pabo?!” Aku hanya melongo mendengar semua perkataan Luhan, Mwo?Jadi sedari tadi Ia hanya berpura-pura? aish jinjja.

“Soohe butuh perhatianmu Sehun-ah!Ia itu yeoja biasa yang ingin merasakan perhatian dari namjachingunya, kau terlalu membebaskannya, hingga Ia merasa kau tak betul-betul mencintainya!” Lanjut Luhan lagi,dan perkataannya kali ini benar-benar menyadarkanku. Ternyata perasaanku takut kehilangannya malah membuatku semakin cepat kehilangannya.

“Kau keterlaluan Luhan-ah!kau benar benar membuat kesabaranku habis!”

“Sudahlah itu tidak penting,lebih baik kau cepat kejar Soohe!” Luhan menyarankanku, lalu aku mengangguk cepat dan segera berlalu dari pandangannya, “Gomawo,Luhan-ah!” Ucapku sebelum meninggalkannya.

***

Soohe’s Pov

Aku berjalan lemah tak tentu arah, kali ini semua yang terjadi benar-benar menyakitkan. Aku benar-benar sedih dengan semua perkataan Sehun Oppa, Ia yang bahkan tidak pernah marah padaku, benar-benar terlihat mengerikan hanya karena melihat Heera-ssi menangis, kini aku tau semua jawabannya. Sudah tak ada lagi celah untukku, aku benar-benar akan menyerah, Sehun Oppa terima kasih atas semua kebahagiaan yang telah kau berikan,ucapku dalam hati tanpa terasa air mataku kembali mengalir.

“Jung Soohe!” Kudengar seseorang memanggil namaku, aku menoleh ke arah sumber suara itu datang dan kini kulihat sosok Sehun Oppa sudah ada dihadapanku.

“Op…Oppa!Mianhe Oppa!aku tidak akan pernah muncul lagi dihadapanmu!” Tangisku kembali pecah. Kini dapat kurasakan Sehun oppa memelukku, “Pabo!!ah bukan akulah yang pabo saat ini!” Ucapnya, kini aku hanya terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.

“Kau!!bagaimana bisa kau percaya jika aku masih mencintai Heera!?” Tanyanya padaku, aku menatapnya lekat-lekat, “Oppa!dari semua sikapmu selama ini pun aku tau, bahwa kau masih mencintainya Oppa!”

“Mwo?!”

Aku menghapus air mataku,rasanya ini lah saatnya aku mengeluarkan semua isi hatiku padanya, “Kau!Oppa! bahkan kau sampai marah dan berteriak padaku saat melihat Heera-ssi menangis?! Kau pikir aku tidak merasa sedih?!”

Ia hanya terdiam sambil kembali menatapku, “Kau kira aku marah karena hal itu?!”

Aku mengangguk pelan,”Tentu saja!”

“Aku marah karena kau bersama namja lain bodoh, kau tertawa dengannya! Bahkan kalian terlihat begitu mesra!!JANGAN LAKUKAN HAL SEPERTI ITU LAGI!” Ucapnya dengan suara meninggi.

“Waeyo?bahkan sebelumnya Oppa tidak pernah peduli?!kau bahkan tidak pernah mencium…!” Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, kini kuarasakan sesuatu yang lembut menempel pada bibirku, Aigo.. apa yang dilakukan Sehun oppa?bagaimana bisa Ia menciumku di tempat umum seperti ini? Pikir ku dalam hati. Aku berusaha untuk melepaskan ciumannya,namun gagal tenaganya begitu kuat. Kini satu hal yang dapat aku lakukan hanya menutup kedua mataku.

Akhirnya Sehun Oppa melepaskan ciumannya, “Kau! jangan pernah mencoba mengujiku lagi?! Dan jangan pernah sekalipun  kau meragukan perasaan ku padamu!Arraso?!”

Aku hanya mengangguk,rasanya begitu canggung untuk bertatap muka dengannya saat ini, kini dapat kulihat beberapa orang sedang memperhatikan kami ahniyo bahkan sampai ada yang menggunakan ponselnya untuk?merekam atau memfoto?aku sama sekali tidak tau.

“Saranghae!” Bisiknya tepat ditelingaku,rasanya jantungku berdetak begitu cepat.

Aku tersenyum kecil, “Nado saranghae!” Kini Sehun Oppa kembali mendekatkan dirinya padaku, Ia berusaha untu menciumku lagi, dengan cepat aku segera menghindar.

“Oppa,kau pabo!” Ucapku pelan.

Ia menaikan salah satu alisnya, “Waeyo?!”

“Kau tau ini tempat umum,Oppa!Lihat bahkan sedari tadi banyak orang yang sedang memperhatikan kita!dan kau ingin menciumku lagi?!” Sehun Oppa tersadar, Ia memperhatikan kesekeliling kami yang sudah dipenuhi cukup banyak orang,yang hanya bisa tersenyum lebar melihat aksi kami barusan.

Sehun oppa tersenyum jahil, “Baiklah,aku akan melakukannya hanya ditempat sepi!Ayo kita menuju  mobilku!”

“Yak!!Oppa!kau benar-benar!!Jinjja?!Aishh!”

Sehun Oppa tertawa,lalu meraih tanganku,aku tersenyum, “Saranghaeyo,Sehun Oppa!”

Ia menoleh lalu balas tersenyum,”Nado Saranghae!”

 

The End

Stub…stub…stub…hup…hup…hupp!!Annyeong!! Luhan’s wife is back!!!  Yuhuuu akhirnya selesai juga!! maaf banget jika ff ini kurang jelas dan rada aneh!! Akhirnya juga rada ga nyambung!Mian!!

Tapi Author tetep seneng udah bisa nyelesain FF ini kkk~ Sehun tetep cool sampe akhir azeekk #ditampolLuhan

Oke maaf juga kalo misalnya banyak typo bertebaran,hehe sekian sampai jumpa di ff berikutnya~~

#PelukCiumLuhannn :***

7 pemikiran pada “You’re The One (Chapter 2)

  1. huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah~ akhirnya XD
    akhirnya Sehun sadar juga, untung ada Luhan yang mengingatkan, kkk~
    untung juga si Heera ngga jahat2 amat ya, hehe dia mau jujur di ending.

    wah chingu suka Luhan ya? aku jugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :3
    ayo bikin FF ttg Luhan doooongs XD
    ditunggu karya2 berikutnya ya, aku suka kok cara chingu menyampaikan cerita, cukup simple tapi isinya dapet, hehe. keep writing! ^^

  2. eummmm yang chapter 1 nya mana ya ?? #males nyari jauh amattt
    mianhae merepotkan habisss yg chapter 2 nya seruuuu bgt pengen tau yang chapter 1 nyaaa xD

  3. daebak ff thorrrrrrr!!! 😀
    pas sehun bentak soohe aku sampeee nangiss 😥

    gomawo untuk heera udahh sadar klo keputusan yg dia ambil itu salah, nado gomawo untuk luhan oppa udh bantu nyelesein masalah hingga hubungan SooHun couple happy ending 🙂
    ditunggu karya2 selanjutnya ya thorr 🙂
    author HWAITING!!! 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s