Never Be The Same Again

Never Be The Same Again (FF PENERIMAAN ADMIN)

Diyayee present

Angst/romance.

Tao-Kris-Lay.

Tao memiringkan tubuhnya kea arah kanan, merasa tidak nyaman Ia membalikan tubuhnya ke arah kiri, berhadapan dengan teman sekamarnya. Xiumin yang sepertinya tidur sangat nyeyak. Tao melihat jam diatas nakas menunjukan 02.00 AM , itu artinya Ia sudah menghabiskan waktu sekitar tiga jam hanya untuk berguling diatas tempat tidur.

Gamang.

Tao menaikkan selimutnya sebatas dada, kembali memikirkan sesuatu yang baru terpikirkan olehnya selama seminggu ini. Bagaimana orang yang dicintainya—bahkan kau bisa menyebutnya kekasihnya—sudah sangat jarang menghabiskan waktu berdua. Hanya untuk mengobrol, berbagi pelukan hangat atau bahkan berciuman disaat keduanya menginginkannya.

Tao mengerti, keasihnya seorang Leader, yang berarti Ia tidak bisa egois untuk memprivatisasi Kris hanya untuk dirinya. Kris memiliki beban yang berat tentu saja, mengurus lima orang dengan karakter berbeda, bahkan dua dintaranya memiliki kesulitan dalam berbahasa. Tao mengerti.

Tapi, sesibuk apapun Kris setidaknya Ia akan menyempatkan diri untuk memberikan Tao perhatian lebih, apapun itu, memberikan cemilan di snack time yang dimilikinya dan tentu saja hanya diketahui oleh Kris, bahkan menemaninya belanja demi memenuhi hasrat belanjanya. Tao sangat suka belanja. Dan Kris satu-satunya orang yang kuat dengan hal itu.

Tentu Tao sangat mencintai Leadernya. Bagaimanapun juga, Leadernya yang paling banyak memberikan perhatian untuknya. Sejak pre-debut bahkan. Disaat Ia banyak dibully oleh Trainee lain karna merasa iri dengannya. Lupakan. Tao tidak ingin mengingat kenangan buruk itu lagi.

Yang pasti Tao sangat mencintai leadernya, bahkan untuk sebuah hubungan yang bisa dibilang tidak wajar.

Lama terjebak dengan flashback masa lalunya Tao merasa Ia butuh sesuatu untuk segera tidur, menghayal tentunya tidak akan membawanya untuk tidur dengan cepat. Ia menurunkan selimutnya dan beranjak pelan turun dari ranjang untuk kemudian berjalan keluar dari kamar. Segelas air putih semoga bisa membantunya.

“hks.. aku tidak menyangka akan seperti ini..”

Tao mendengar sayup-sayup suara dari ruang tengah. Ia baru selesai mengambil segelas air putih yang kini berada di tangan kanannya. Keinginannya untuk kembali ke kamar Ia urungkan begitu mendengar suara lain yang sangat Ia kenal.

“Yixing.. ini semua bukan salahmu, berhentilah menangis.”

Hampir saja Tao tersandung kaki meja dapur ketika melihat pemandangan di depannya. Lay gege dan kekasihnya.. Leader mereka. Kris.

Tangan kekar yang biasa memeluknya kini memeluk tubuh Lay gege nya. Tentu Tao tidak ingin langsung berfikiran buruk. Tentu saja, bagaimanapun juga posisi Lay gege dan Kris ge sangat berperan penting. Mereka bagaikan Umma dan Appa nya EXO-M. Tentu bukan suatu hal yang aneh jika mereka membicarakan masalah ketika semua member sudah tidur. Merasa tertarik Tao memutuskan untuk duduk di kursi dapur sambil memperhatikan keduanya. Hanya penasaran bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah.

“Ini sudah lama ada padaku dan tidak mungkin sembuh, duizhang..”

Sepertinya pembicaraan yang serius. Tao mengerutkan dahinya. Merapatkan tubuhnya ke arah meja agar tidak terlihat. Memasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan.

“Kau pasti bisa, mungkin memang tidak sembuh, tap—“

Matanya membulat ketika omongan Kris dipotong Lay dengan sebuah ciuman di bibir kekasihnya. Bagaimana bibir tipis milik Lay gege nya melumat bibir duizhang, kekasihnya..

Berharap Kris akan melakukan penolakan, namun nihil.. tangan yang tadinya merangkul pundak Lay kini naik ke tengkuk milik sang Umma EXO-M. Tao benar-benar tidak percaya, ini..

PRANG!

Tangannya gemetar, gerakannya kikuk, Ia..

takut.

Lay dan Kris yang sempat terlarut menghentikan aktivitasnya dan segera berlari ke dapur—tempat asal suara, mata keduanya membulat sempurna begitu menemukan maknae mereka– dengan tangan berlumuran darah memungut satu-persatu pecahan gelas kaca yang ada di lantai.

“Tao!”

Lay berseru panik, bagaimana tidak, ini tengah malam dan maknae nya kini berlumuran darah memunguti pecahan gelas kaca. Tangannya terulur untuk menyentuh tangan Tao, tapi Tao menepisnya kasar.

“M-maaf, Aku me-menganggu..”

Tao bangun dan membuang pecahan gelas kaca tadi ke tempat sampah, tanpa mencuci dan mengobati tangannya, meninggalkan Kris dan Lay yang masih belum bergerak.

Mereka tidak bodoh, tentu saja, Lay dan Kris sangat mengerti bagaimana air mata lolos dari mata panda maknaenya. Dan Lay mengerti, itu bukan air mata sakit karna pecahan kaca. Mungkinkah..

“M-maaf.. Duizhang.. tidak seharusnya aku melakukan hal tadi, maaf.. maaf..”

Tubuh Lay merosot jatuh, tangannya menutup kedua wajahnya sambil terus menggumamkan kata maaf. Ia tidak menyangka akan melakukan hal seperti tadi, awalnya Ia hanya ingin berbagi keresahannya dengan sang duizhang, dan tadi benar-benar reflek, tanpa ada maksud apapun. Ia tidak tahu kalau ini akan menyakiti perasaan maknaenya. Tentu saja, Kau mencium kekasihnya dihadapannya sendiri, Lay!

Kris menghela nafasnya. Ia juga salah. Bodohnya Ia bisa terlarut dengan ciuman Lay yang mendadak tadi. Kris mendudukan tubuhnya sejajar dengan Lay, mengusap kepalanya pelan.

“Aku juga bersalah dalam hal ini.. kita hadapi bersama.”

Tao menutup pintu kamarnya keras. Perasaannya kalut. Masa bodoh dengan seluruh gegenya yang sudah tidur. Yang pasti Ia butuh menenangkan diri untuk sekarang ini. Tangannya masih berlumuran darah saat Kris dan Lay mengetuk pintu kamarnya.

Tao merebahkan dirinya di tempat tidur, menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Enggan mendengar penjelasan Kris dan Lay semakin jauh. Ia takut, benar-benar takut..

Ia menyadari betul, Ia tidak memiliki sisi yang manis sama sekali, tidak seperti Lay gege nya, Ia manis, memiliki kemampuan dance diatas rata-rata, bahkan jago memasak, ah jangan lupakan sifat dewasanya, tentu Tao kalah jauh.

“Tao.. kumohon buka pintunya, kita obati dulu lukamu, kami akan menjelaskannya..”

Tao menutup kedua telinganya dengan tangan. Yang Ia butuhkan hanya tenang. Ia hanya butuh tenang, itu saja.. biarkan Ia berfikir jernih, tao hanya butuh itu!

Xiumin—teman sekamar Tao—merasa terganggu dengan ketukan di pintu kamarnya yang lumayan keras. Menegok ke sebelah kanannya dan menemukan Tao tengah bersembunyi di balik selimutnya dengan tubuh gemetar, serta tangan yang berdarah?

“Tao! Buka pintunya, kami bisa menjelaskannya..”

Tak butuh waktu lama bagi Xiumin untuk mengerti apa yang terjadi. Panggilan bersahutan dari Kris dan Lay mampu menjelaskan semuanya. Tidak ingin waktu tidurnya terganggu semakin lama Ia bangun dan berjalan ke arah pintu kamar.

“Ta—“

Panggilan Lay terhenti begitu Xiumin membuka pintunya. Tatapannya dingin.

“Kalian menganggu tidurku. Hentikan perbuatan bodoh kalian. Tao biar aku yang urus.”

Lay dan Kris langsung terdiam begitu mendengar kata-kata Xiumin barusan. Singkat dan sangat jelas. Tentu Xiumin tak membutuhkan respon lain selain ‘Ya’ hingga membuatnya menutup pintu agak keras bermaksud mengusir dua orang dongsaengnya yang masih diam di depan pintu kamarnya.

“Sudah Tao.. mereka sudah pergi.”

Xiumin bergumam pelan dan masuk ke kamar mandi sambil membawa handuk kecil untuk dibasahi. Begitu kembali dari kamar mandi Xiumin sudah mendapati Tao duduk di sisi tempat tidurnya. Xiumin menghela nafas dan meraih tangan Tao untuk dibersihkan.

“Semua yang kau lihat belum tentu benar, Tao..”

Xiumin mengusap tangan kanan Tao dan menemukan banyak luka disana. Ia menghela nafas sekali lagi dan menatap mata kosong Tao.

“Besok mintalah penjelasan. Walau bagaimanapun juga aku tidak ingin kehilangan sifat ceriamu, maknae..”

Xiumin mengakhiri usapan terakhir di tangan kiri Tao dan mengelus pipinya memberikan kehangatan. Setetes air mata Tao jatuh. Ia terharu, Xiumin ge memang bisa diandalkan..

Tao mengangguk, “Xie xie, gege..”

Xiumin tersenyum menunjukan ekspresi Baozi nya yang menggemaskan. Tao sudah bisa tersenyum tulus. Semoga Ia tidak apa-apa besok.

….

Tao membuka matanya pelan, merasakan cahaya matahari masuk menusuk matanya. Ia mengusapnya pelan dan menghela  nafas berat. Ternyata bukan mimpi..

Sedikit banyak Tao berharap apa yang terjadi semalam hanya mimpi semata. Tentang apa yang dilihatnya.. namun rasa perih dan ngilu di tangannya membuktikan bahwa semuanya nyata.. Kris gege dan Lay gege memang berciuman semalam.

Tok! Tok!

“Tao, sudah jam setengah delapan, cepat bangun dan sarapan kita ada jadwal jam sembilan.”

“Ya, gege.”

Tao bangun dari tempat tidurnya, kepalanya terasa pusing, Ia baru tidur jam empat tadi, ditambah matanya yang sedikit perih karna terlalu banyak menangis. Jangan lupakan fakta bahwa Tao member yang paling mudah menangis.

Pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, berkaca sebentar dan melihat wajahnya yang sembab, mengabaikannya dan pergi ke dapur. Ternyata tidur tidak bisa mengurangi perasaan sakit hatinya. Tao harus menyiapkan mentalnya untuk bertemu gege nya dan tentunya menjawab seluruh pertanyaan mereka.

Deg!

Pandangannya langsung terhenti begitu melihat Kris yang tengah memeluk Lay dari belakang. Dulu, Tao mungkin berfikir bahwa kekasihnya hanya ingin mencoba masakan sang Umma. Dan biasanya Ia akan datang untuk bergabung dan mereka tertawa bersama. Tapi tidak untuk kali ini.

“Luhan ge, Chen ge, Xiumin ge, Pagi..”

Mendudukan dirinya di tengah antara Luhan di Xiumin. Berlindung dibalik gege yang paling tua membuat Tao merasa nyaman. Tao mengabaikan tatapan heran yang dilayangkan Luhan dan Chen. Tentu tidak dengan Xiumin, dan jangan lupakan Kris dan Lay yang merasakan tubuhnya menegang.

“Pagi, Tao..”

Tersenyum begitu melihat Chen membalas sapaannya. Bahkan, Tao dengan sengaja tidak menyapa Kris dan Lay. Wajahnya menunjukan seperti tidak ada sesuatupun yang terjadi. Membuat Kris dan Lay semakin merasa bersalah.

“Pagi, Tao..”

Lay mencoba mencairkan suasana dengan menyapa Tao terlebih dulu, tanpa disangka Lay dan Kris sebelumnya Tao tersenyum.

“Pagi juga, ge..”

Semua gege nya disana tau bahwa senyuman Tao, menyakitkan..

Hari ini jadwal EXO-M hanya latihan koreo untuk album selanjutnya, dan latihan sudah berakhir pukul enam sore tadi. Semua member sudah pulang ke dorm untuk mandi dan beristirahat tentunya. Kecuali satu orang..

Tao mengambil tongkat dan pedang yang biasa Ia gunakan untuk latihan wushu nya. Selesai menaruh pada posisinya Ia bangun untuk menyetel lagu metal yang biasa Ia gunakan untuk latihan. Pikirannya kembali berkecamuk. Ia kalut..

“Lay biar pulang denganku ge, ada sesuatu yang harus kami bicarakan.”

“Tapi, Tao..?”

“Tao, kau bisa pulang sendiri kan?”

“Aku masih mau latihan Luhan ge, tidak apa-apa.”

“Baiklah, aku buru-buru ge hati-hati di jalan, Lay kita pergi.”

Masih diingatnya dengan jelas bagaimana Kris begitu terburu-buru begitu selesai latihan tadi. Tao terlanjur sakit hati. Baru kali ini Ia merasakan sakit yang seperti ini. Kakinya mulai merasa sakit. Tao tidak menghiraukannya sedikitpun, Tubuhnya terus meliukkan gerakan yang sudah sebelas tahun Ia pelajari. Keringatnya mulai mengucur deras, menyatu dengan air matanya yang mengalir sedari tadi. Mengabaikan rasa lelahnya Ia terus mengayunkan tongkat wushunya. Gerakannya terhenti begitu merasakan sepasang lengan memeluknya dari belakang.

“Hentikan, Tao..”

Tao kenal suara ini, reflek tubuhnya mendorong keras tubuh yang memeluknya dari belakang. Kris.

“Kalau kau kesal denganku bukan dengan meyiksa dirimu seperti ini.”

Kris menatap Tao yang diam di tempatnya. Sudah lebih dari tiga jam Kris terus memperhatikan Tao melakukan gerakan wushu tanpa henti. Dan itu membuat Kris merasakan sakit tentu saja, kekasihnya menangis menyiksa dirinya sendiri.

“Setidaknya hentikan tangisanmu, Tao..”

Tangan Kris terjulur untuk menghapus jejak air mata Tao. Namun dengan gerakan cepat Tao menepisnya.

“Aku tidak menangis, ge.. Aku hanya terharu dengan lagu pengiringnya.”

Jawaban yang bodoh mengingat lagu yang menemani Tao latihan tadi adalah ‘metal’.

“Tidak ada orang yang terharu karna lagu metal, Tao..”

“Ada, itu aku.”

Tao mengambil tongkat dan pedangnya untuk bersiap pulang ke dorm. Mengabaikan Kris yang masih disana, menatap kepergian Tao.

“Ah, aku hampir lupa, ge..”

Kris menaikkan kepalanya dan menatap Tao penuh harap. Berharap sesuatu..

“Sebaiknya kita akhiri saja sampai disini, ge.. Aku tidak kuat..”

Tanpa menunggu jawaban Kris, Tao pergi meninggalkan ruang latihan.

Ia tidak kuat jika harus merasakan sakitnya lagi. Sudah cukup bahkan, Ia merasakan dadanya begitu sesak. Biarkan Ia bernafas lega, sebentar saja.. bisakah?

Tao membuka pintu dormnya lemas. Namun tubuhnya kembali menegang begitu Lay berdiri di hadapannya.

“Tao, darimana saja?”

Terlihat dengan jelas bagaimana mata itu menunjukan kekhawatiran. Wajar mengingat ini sudah pukul sebelas malam. Itu artinya sudah lima jam Tao berada di luar dorm.

“Aku hanya melatih kemampuan Wushu ku, ge..”

Berjalan melewati Lay untuk melepas sepatunya dan beranjak ke kamarnya. Tangan Lay mencengkram lengan Tao kuat. Mencegah maknaenya untuk masuk ke kamarnya.

“Tao, dengarkan dulu penjelasanku, aku dan Kris tidak memiliki hubungan apa-apa..”

Tao melepas cengkraman Lay dan tersenyum.

“Ya, aku tahu ge.. karna itu kalian berciuman malam itu kan?”

Nadanya sakartis, Lay kembali mencengkram lengan Tao.

“Ini tidak seperti yang kau lihat, Tao!”

“Aku bahkan baru tahu kalau kalian sering bangun tengah malam, berbicara berdua, menghabiskan waktu berdua, berbagi pelukan hangat, bahkan berciuman seperti kema—“

PLAK!

Tangan Lay terangkat menampar pipi maknaenya. Tao berani bersumpah ibunya sekalipun belum pernah menamparnya.

Air mata entah untuk kesekian kalinya kembali terjatuh dari matanya.

“T-tao du-duibu—“

“Meiyou, Ini memang salahku ge, aku yang keterlaluan, maaf dan terimakasih.”

Tao melepas kasar cengkraman Lay dan masuk ke kamarnya. Meninggalkan Lay yang kini merosot jatuh, kembali menyesali perbuatannya. Menatap tangannya nanar, bagaimana bisa tangan yang biasa mengelus puncak kepala maknaenya sayang kini Ia gunakan untuk menampar pipinya..

Hari ke hari berlalu sejak kejadian tangan Lay menampar Tao, bukan hanya Lay, bahkan seluruh member merasakan perubahan sikap Tao. Kini tatapan mata maknaenya kosong. Seperti tidak ada satu hal pun yang Ia pikirkan, EXO-M kehilangan sosok maknaenya.

Tentu selain Xiumin, Lay dan Kris tidak ada seorang pun yang mengetahui sebab kenapa maknaenya kini berubah. Tao lebih sering menyendiri. Ia bahkan terlihat jarang untuk berkumpul makan bersama. Lebih suka menghabiskan waktunya berdiam di kamar.

“Tao.. Aku benar-benar butuh bicara dengamu.”

Kris menarik lengan Tao ke kamarnya. Mengunci pintunya rapat dan memojokan Tao ke dinding.

Tanpa banyak bicara, Kris langsung melumat bibir Tao paksa, tangannya tidak tinggal diam. Mengungkung tubuh Tao kedalam pelukannya sambil terus memperdalam ciumannya. Namun percuma, Tao tidak merespon apapun.

“Hentikan, ge..”

Ciuman Kris kini beralih ke leher bersih Tao, tak menghiraukan perkataan Tao barusan Tangan Kris mencoba membuka baju Tao, mengelus punggung Tao dari balik kaosnya, beralih ke arah dadanya dan ciumannya terlepas begitu tangannya meraba guratan luka.

“I-ini..”

“Hentikan..”

Tao menutupi tubuhnya yang penuh guratan luka. “Sudah kukatakan dari tadi.. ge.”

Tao membenarkan kaosnya dan merapikan rambutnya, menghiraukan Kris yang masih ada di hadapannya. Kris masih bisa merasakan bagaimana beberapa dari guratan luka tersebut masih basah. Mungkinkah Tao..

“Tao.. tidak bisakah kita kembali seperti awal? Apa kau sudah tidak mencintaiku?”

Tao menghentikan gerakan tangannya untuk membuka knop pintu. Ia membalikan tubuhnya, menatap sang duizhang yang menunjukan wajah frustasinya.

Tanpa aba-aba Tao langsung mencium bibir Kris dan melumatnya. Mencoba meyakinkan perasaanya. Tentu Kris tidak mungkin melewaatkan kesempatannya. Tangannya membawa Tao menuju tempat tidurnya. Namun belum sempat berlanjut Tao melepas pagutannya.

Ia menatap mata Kris dalam, namun sayang.. Ia tidak lagi menemukan perasaan menggebu-gebu seperti dulu, perasaan yang mampu membuatnya merasa di awang.

“Maaf ge.. Aku.. tidak lagi mencintaimu.”

.

.

.

FIN

Entahlah ini masuk angst apa engga hehehe xDD semoga masih masuk yah!! Hehehe gomawoo adminya udah mau baca ff abal buatan saya juga readers (kalo diterima jadi admin) hihi

Sankyuuuu :*

Iklan

34 pemikiran pada “Never Be The Same Again

  1. YEAH!!!!! Aku nge-admire banget sama Tao disini!!!! Dia kuat, nggak gampang dia nerima Kris yang memang Udah nyakitin dia! Daebak! Keep writing thor!!!!!

  2. .gatau knpa ak mlah suka sma karakter xiumin dsini >< apa lgi ps bagian 'ngusir KrAy' dr kamar!!!! Sumvah xiumin glak bngt!!!! XD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s