Dear Diary (Chapter 2)

Dear Dairy part 2

Author: Nur RyeoRi0694

Title: Dear Dairy

Main cast:         Heo Woori (Self Insert >_<)

EXO K’s Byun Baekhyun

Support cast: F(x)’s Sulli

JYJ’s Jaejoong

Genre: Romance, Fantasy

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Disclaimer: FF murni karya saya sendiri, jika ada kesamaan cerita dengan FF lain,, wah saya tidak tahu sama sekali. 100% ide dari kepala saya 😀

Dan, selain di EXO Fanfiction ini saya juga mengirim FF perdana saya ini di ‘Read Fanfiction’, jadi jika melihat ff ini di ‘Read Fanfiction’ harap maklum. Namun, jika readers menemukan ditempat lain, wah perlu dipertanyakan itu 😀

*****

**Cerita sebelumnya**

“saat nona merasa sangat sesak didada, nona bisa mencurahkan semua isi hati nona di diary ini. Dan saya jamin semuanya akan menghilang. Ya menghilang.”

***

Krysatal menghilang. Tulisan di diaryku juga menghilang. Apa dua kejadian ini saling berkaitan ? terlalu mustahil. Bagaimana bisa hanya melalui tulisan-tulisan bisa melenyapkan seseorang dari muka bumi ini ?!

***

“huft. Aku mencari sesuatu yang sepertinya tidak akan kutemukan selamanya.”

***

“ehem. Aku memilih satu orang uri chingu dikelas sebagai orang yang akan dihilangkan agar aku percaya pada kata-katamu.” Baekhyun memulai percakapan dengan nada santai.

“nuguya ?”

“Kim Jong In alias Kai.”

***

‘Aku mewakili Baekhyun meminta maaf pada Kai karena menjadikannya bahan percobaan pelenyapan ini. Tak lupa juga seribu maaf pada orang tua, sanak saudara, dan chingudul Kai. Mianhae, semua kenangan kalian bersama Kai selama ini akan menghilang, lenyap malam ini.’

*****

Woori POV

Hari ini cuaca sangat cerah, matahari bersinar terang, langit biru dengan awan putih menghiasi langit.

Tapi suasana hatiku tidak secerah cuaca, selain karena masalah Krystal yang belum kutemukan jalan keluarnya, ditambah lagi chinguku yang bernama Kai yang sepertinya mulai hari ini tidak dapat kulihat lagi.

Kuambil tasku yang berada dimeja belajar, bersebelahan dengan diary gratisan penyebab semua masalahku ini. Karena aku takut melihat sendiria tulisan Baekhyun semalam lenyap, jadi kuputuskan membawa dairy itu kesekolah dan kulihat bersama dengan Baekhyun nanti.

*disekolah*

Saat hendak memasuki kelasku, terdengar dari luar suara chingudeul ku ribut seperti biasanya.

Kulangkahkan kakiku memasuki kelas, dan ternyata keributan pagi ini karena ulah Kai dan dua rekannya, Park Chanyeol dan Oh Sehun. Mereka sedang ng’dance gaje didepan kelas.

‘Mwo ?! Kai !!!’

Setelah beberapa menit tersadar bahwa Kai, korban uji cobaku dan Baekhyun masih ada dimuka bumi ini, masih dengan dance ulat keketnya, aku hanya tercengang.

Kulirik dimana Baekhyun duduk, dari tatapan dinginnya itu dapat kuartikan bahwa dia juga bingung  ternyata Kai tidak lenyap seperti apa yang kuceritakan, karena seharusnya Kai menghilang. Tuing… Jini oh jini.

“tiga sekawan itu benar-benar lucu hhehehehe.” Komentar Sulli saat aku duduk disebelahnya. Aku tidak terlalu memperdulikan ucapan-ucapan Sulli setelah itu, karena otakku penuh oleh pikiranku sendiri, sehingga mentulikan pendengaranku sesaat.

Hingga kurasakan saku rok ku bergetar. Sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak kukenal masuk.

Sampai detik ini aku belum menganggapmu sebagai seorang pembohong. Aku yakin ada alasan kenapa Kai masih ada.

Pulang sekolah temui aku dilapangan.

Dari isi pesan ini jelas Baekhyunlah yang mengirimnya barusan. Kemaren malam tiba-tiba datang kerumah, sekarang tiba-tiba mengirimiku pesan singkat. Sepertinya dia sudah mencari tahu tentangku. Dari siapa ?!

Aigoo, ini bukan saatnya memikirkan tentang Baekhyun. Aku harus memikirkan mengapa Kai bisa tidak menghilang seperti Krystal.

Alhasil selama jam pelajaran, tidak ada sedikitpun ilmu yang guruku berikan lengket di otakku. Otakku sibuk memikirkan masalah lenyap dan tidak lenyap.

*****

Author POV

Sesuai isi pesan Baekhyun, Woori dan Baekhyun ‘janjian’ sepulang sekolah bertemu dilapangan sekolah.

Woori duduk dibangku pinggir lapangan sambil memperhatikan beberapa sunbaenim kelas 3 bermain bola basket.

Suasana sekolah saat ini sudah mulai sepi, hanya  siswa yang mengikuti klub yang ada.

“nih.” Sekotak susu chocolate berada didepan mata Woori, Baekhyun menawarinya.

“gomawo.” Woori menerima kemudian meminumnya. Baekhyun ikut duduk disampingnya.

“Kai memang tidak pantas dilenyapkan. Dan lihat, tulisanmu  semalam masih ada.” Woori memperlihatkan tulisan Baekhyun semalam yang ternyata masih terukir rapi.

“koq bisa ?”

“menurutku karena memang antara kasus Krystal dan Kai berbeda.” Woori diam sejenak kemudian melanjutkan kata-katanya.

“aku menginginkan Krystal lenyap karena saat aku menulis itu  hatiku dipenuhi kebencian padanya, kemarahan, emosi membabi buta. Sedangakan kau tidak begitukan ?”

“ne.” jawab Baekhyun singkat.

“jadi, diary ini murni hanya melenyapkan orang yang berbuat salah pada kita.”

Keduanya kemudian hanya terdiam. Larut dalam pikiran masing-masing.

“kkaja ! kita pulang saja, masalah diary ini biarkan aku yang menanggung rasa penyesalan seumur hidup.” Woori berdiri sambil menepuk roknya mungkin saja kotor. Baekhyun hanya mengikutinya.

Mereka berdua siap berjalan menuju gerbang sekolah, jika saja bukan karena teriakan kearah mereka.

“awaaasss !!!” suara yeoja-yeoja dari arah pinggir lapangan lain, tapi terlambat.

‘bugh’ sebuah bola basket brutal tepat mengenai kepala Woori dan membuat yeoja itu terjatuh. Rasa sakit cukup terasa dikepalanya.

“gwenchana Woori-ah ?” Baekhyun terlihat sangat khawatir.

Beberapa saat kemudian seorang sunbae berjalan kearah mereka, mengambil bola basket.

“ya sunbae, bolamu sudah mengenai chinguku. Kau harus minta maaf !” bentak Baekhyun pada sunbae itu. Mereka mengenal sumbaenim itu, Kim Jaejoong.

“hah, terlalu rendah bagiku untuk meminta maaf pada yeoja itu. Lagipula ini bukan salahku, jika tidak ingin terkena bola jangan dekat-dekat lapangan !” Jaejoong membalas dengan suara tinggi. Kemudiam kembali berbalik menuju chingudeul nya.

(ya maaf kali ini Jaejoong oppa yang mendapat peran antagonis, buat fans Jaejoong oppa dimana saja harap maklum. Hanya FF 😉 )

Baekhyun sudah siap berdiri ingin menyusul Jaejoong –mau ajak berkelahi–, jika saja Woori tidak menahannya. Digenggamnya erat tangan Baekhyun.

“sudahlah, jangan cari ribut dengan senior. Aku baik-baik saja.” Dengan senyum manis Woori meyakinkan Baekhyun bahwa dia benar-benar tidak apa-apa, walau rasa sakit masih terasa dikepalanya.

Baekhyun mengerti dan membantu Woori berdiri kemudian mereka berjalan pulang.

Sepanjang jalan Baekhyun terus menggandeng tangan Woori, takut yeoja itu pingsan ditengah jalan.

Sebenarnya Woori tidak enak dengan perlakuan Baekhyun ini, karena meski hanya bergandengan tangan, cukup membuat jantung yeoja itu berdetak tidak karuan. Dia gugup.

*****

Woori POV

Akhirnya kami sampai didepan rumahku.

“jeongmal gomawoyo.” Aku membungkuk berterima kasih pada Baekhyun, aku tidak menyangka dia akan mengantarku sampai rumah. Dia hanya tersenyum, dan aku siap memasuki rumah.

“Jamkkan man !” suara Baekhyun menghentikan langkahku. Kembali kuberbalik badan menghadapnya.

“Berikan diary itu padaku sebentar.” Pintanya dengan tangan menjulur kearahku.

Aku jadi bingung, kali ini apa lagi yang akan dilakukannya.

Kubuka tasku, mengambil diary dan menyerahkannya pada Baekhyun.

Karena sepertinya dia akan menulis, jadi kupersilahkan dia untuk duduk dibangku dihalaman, aku duduk disebelahnya.

“mungkin tidak mempan pada Kai karena hanya aku yang menulis, sedangkan yang melihat tulisan itu kita berdua.” Tiba-tiba Baekhyun menarik tanganku dan meletakkannya dibawah tangannya yang hangat, dan menaruh bolpoint diantara ibu jari dan jari telunjuk kami.

Sekilas kami memang seperti menulis bersama, tetapi kenyataanya hanya Baekhyun yang menulis, tanganku hanya mnegikuti gerak tangannya.

Lagi-lagi jantungku berdetak tidak karuan, padahal aku yakin Baekhyun tidak menganngap ini apa-apa. Semoga dia tidak menyadari perasaan gugupku ini.

Dear Diary..

Hari ini kami bertemu dengan sunbae yang sangat menyebalkan, Jaejoong sunbae. Dia sudah mengenai kepala Woori dengan bola basketnya, tetapi dia tidak sudi meminta maaf. Namja macam apa itu ?? namja yang sangat menyebalkan bukan ?

Akan sangat menyenangkan jika sunbae itu tidak ada. Setidaknya tidak ada yeoja yang akan tersakiti dengan sikapnya yang menyebalkan itu.

Kupikir Baekhyun akan kembali menuliskan nama Kai, ternyata tidak. Dia malah menuliskan nama Jaejoong sunbae dan kejadian tidak menyenangkan hari ini.

Memang kepalaku sangat sakit karena terkena bola tadi, tapi aku sudah tidak memikirkannya lagi. Aku juga merasa tidak terlalu marah pada Jaejoong sunbae, apa karena dia senior ?

Tetapi sepertinya Baekhyun masih memikirkan kejadian tadi sehingga dia menuliskannya di diary.

*****

Woori POV

“andweeee!!” aku histeris sendiri melihat tulisan Baekhyun kemaren menghilang, lenyap seperti tulisanku sebelumnya.

“Baekhyun sudah menghilangkan Jaejoong sunbaenim.”

aku harus segera memberitahukan hal ini pada Baekhyun, jadi secepat kilat kuberangkat sekolah. Bahkan untuk sarapanpun tidak sempat.

Sesampainya disekolah, kuberlari menuju kelas.

“host.. hoosstt..” nafasku terasa sesak karena berlari.

Sebenarnya begitu sampai dikelas aku ingin segera menghampiri Baekhyun, tetapi tidak jadi karena bangku Baekhyun  dipenuhi oleh teman-teman namjaku dikelas, tumben.

“Ya…! Woori-ah kau sudah datang.” Teriak salah satu teman yeojaku yang sedang mengerumuni Sulli.

Tiba-tiba mereka menghampiriku dan menyeretku (?) secara paksa kebangku ku. Ige mwoya ?! -_-‘

“Jadi sejak kapan kalian pacaran ?” Tanya salah satu chinguku itu, Suzy.

Aku menatap Sulli bingung, berharap dia akan membantuku menemukan jawaban yang tepat dari pertanyaan Suzy ini karena memang aku tidak tahu apa-apa.

“benar, sejak kapan kalian pacaran ??” desak chinguku lainnya.

“ne?”

“aisstt… jangan malu-malu, katakana saja sejak kapan kau dan Baekhyun pacaran?”

“Mwo ?! akk—uu dan Baekhyun ??”

Jadi ini yang mereka maksud dari tadi ?! dapat gossip tidak jelas darimana mereka ?

Kulirik sedikit arah bangku Baekhyun, sepertinya namja-namja yang ramai dibangkunya itu juga melalukan hal yang sama seperti yeoja-yeoja yang ada dibangku ku sekarang.

‘Baekhyun-ah otthokae ?’

“sebenarnya aku dan Baekhyun ti..”

“kemaren anak kelas sebelah melihatmu pulang sambil bergandengan tangan dengan Baekhyun. Jadi kau tidak usah malu lagi untuk mengungkapkan hubungan kalian pada kami.”

Bahkan belum sempat kumenjelaskan, Suzy sudah memotong ucapanku. Dan hasil yang kutemukan adalah mereka semua benar-benar salah paham.

“malhaebwa ! sejak kapan kalian pacaran ?”

“siapa yang menyatakan perasaan duluan ? dan dimana”

“apa kalian sudah pernah kisseu ?”

Pertanyaan bertubi-tubi menghampiriku, mereka tidak sedikitpun memberiku kesempatan menjawab. Aku hanya menggenggam tangan Sulli.

‘braaakkkk’ sebuah suara pukulan nyaring dari arah meja Baekhyun yang berhasil menghentikan kegaduhan yang ada. Teman yeojaku yang sedari tadi terus bertanya kini mengunci mulut mereka rapat-rapat.

Terlihat Baekhyun berdiri, dan membuka mulutnya untuk berbicara.

“Aku dan Woori memang pacaran. Kami baru-baru saja jadiannya. Jadi berhentilah menanyakannya.”

Chingudeul ku mulai dari yeoja hingga namja hanya mengangguk tanda mengerti.

Dan aku ?! aku hanya ternganga, seperti sulit sekali untuk menutup mulutku.

‘apa-apakan kau Byun Baekhyun ?!’

*****

Woori POV

“Mianhae, hari ini kita tidak bisa kekantin bersama.” Kuucapkan maaf pada Sulli saat jam istirahat tiba.

“gwenchanayo, pergilah bersama namjachingu mu.” Sulli tersenyum menggodaku. Kubalas senyumnya kemudian berdiri dan bersiap menuju bangku Baekhyun dengan diary ditangan.

“ireona !!” perintahku pada Baekhyun.

Terlihat dia malas-malasan bangkit dari bangkunya, membuatku gregetan saja.

Melihat tingkah malasnya itu membuatku berinisiatif sendiri untuk menarik pergelangan tanganya secara paksa dan menyeretnya mengikuti langkahku menuju luar kelas.

Tergengar suara gaduh dari chingudeul dikelas yang melihat tindakanku tadi, tapi aku tidak menghiraukan mereka dan tetap melangkah keluar kelas menyeret Baekhyun.

Sampailah kami dibawah tangga utama sekolah ini. Dan untungnya sepi, padahal biasanya ada saja siswa yang berada disini.

“ya.. kenapa kamu bilang kita berdua pacaran pada chingudeul dikelas ?” pertanyaan yang kupendam selama dua jam pelajaran tadi akhirnya tersampaikan juga.

“bukankah dengan begini kita berdua bisa lebih leluasa ? jika tidak kukataan seperti tadi, pasti sekarang sangat sulit untuk kita bicara berdua membahas diary itu.” Baekhyun menyilangkan kedua tangannya di dada.

“Taa—pii”

“Wae ? ada namja yang kau taksirkah ? sehingga akan sulit jika dia mengira kita benar-benar pacaran ?”

Aku diam sesaat, memikirkan kata-kata Baekhyun.

Memang saat ini tidak ada namja yang sedang mengisi relung hatiku. Hanya saja, apa aku pantas menyandang status sebagai yeojachingu nya ? entah mengapa aku minder sendiri.

Alhasil, suasana menjadi canggung sekarang. Dan setelah lima menit, akhirnya aku memulai pembicaraan kembali. Setelah berfikir setengah mati.

“OK. Aku terima alsanmu tentang masalah pacaran kita. Karena memang hanya padamu aku bisa membahas diary itu.” Dan Baekhyun hanya mengangguk.

“ah..!” kembali kuteringat soal diary itu, tentang sesuatu yang seharusnya kuberitahukan pada Baekhyun sejak tadi pagi tetapi tertunda karena masalah ‘pacaran’ kami.

“lihat !! tulisanmu kemarin lenyap.”  Kubuka lebar diary itu didepan wajah Baekhyun.

Matanya membulat. Secara bergantian ditatapnya wajahku dan lembar diary yang kosong nan polos itu. Terlihat Baekhyun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“kkaja !” sekarang  Baekhyunlah yang menarik pergelangan tanganku dan menyeretku secara paksa mengikuti langkah tergesa-gesanya.

Entah kemana ia akan membawaku, aku benar-benar tidak tahu.

Hingga akhirnya sampailah langkah kaki kami menaiki tangga menuju deretan kelas 3.

Dan aku sekarang yakin bahwa Baekhyun membawaku kekelas Jaejoong sunbaenim, kelas 3 IPA 1.

Didepan kelas 3 IPA 1 terlihat Jessica sunbae yang sepertinya baru keluar dari kelasnya itu.

“annyeong haseyo sunbae.” Sapaku pada Jessica sunbaenim.

“oh annyeong. Neo ?” Jessica sunbaenim menunjuk kearah ku. Dia ternyata mengingatku, walaupun ku yakin Jessica sunbaenim mengingatku sebagai junior aneh yang menanyaka hal aneh pula padanya.

“ada perlu dengan siapa ?”

“sebenarnya kami sedang mencari se..”

“Jaejoong sunbae.” Potong Baekhyun sebelum ku menyelesaikan kalimatku.

Lagi-lagi sikap seenaknya saja itu, tidak bisakah dia membiarkanku mengucapkan kalimat yang mungkin lebih sesuai agar Jessica sunbaenim tidak menganggap ku orang bodoh untuk kedua kalinya ?

“Jae.. Jaejoong  ?” alhasil, wajah bingunglah yang terlihat diwajah cantik Jessica sunbaenim.

Merasa tidak yakin dengan ekspresi wajah Jessica sunbaenim membuat Baekhyun dengan seenaknya lagi langsung menerobos masuk saja kelas senior kami itu, junior tidak sopan.

“Mianhae sunbae.” Aku membungkuk meminta maaf pada Jessica sunbaenim atas kelakuan Baekhyun barusan, kemudian menyusulnya.

Baekhyun mengedarkan pandangannnya keseluruh penjuru kelas, namun tidak terlihat sosok Jaejoong sunbaenim diantara sunbae-sunbae yang ada.

“kkaja ! cek absensi kelas.” Ajak Baekhyun.

Kamipun menuju meja guru yang ada didepan kelas.

“boleh kami pinjam absensi kelas ini sunbae ?” tanya kami pada Taeyeon sunbaenim yang kebetulan sedang merapikan berkas-berkas yang ada dimeja. Setahu ku, Taeyeon sunbaenim merupakan sekretaris kelas 3 IPA1 ini.

“ne.” jawabnya  singkat kemudian meninggalkan kami berdua, menemui Jessica sunbaenim.

Dari yang kulihat, kedua sunbaenim itu sepertinya sedang membicarakan kami berdua. Bagaimana tidak ? kami berdua hari ini benar-benar menjadi junior kurang ajar dikelas mereka.

“tidak ada nama Jaejoong sunbae dibuku absensi. Dibuku daftar informasi siswa kelas ini juga tidak ada.”  Suara Baekhyun menyadarkan ku untuk kembali menghadap kearahnya setelah aku lebih sibuk memperhatikan Taeyeon sunbae dan Jessica Sunbae.

see ? diary itu benar-benar bisa melenyapkan seseorang dari muka bumi ini. Dari ingatan orang sekitarnya juga.”

*****

Author POV

‘kkrriiinncciiinngggg kkriiinncciinngg’ suara bel dipintu terdengar ketika Woori mendorong pintu toko aksesoris tempat yeoja itu mendapatkan diary pelenyap gratisan beberapa waktu yang lalu.

Karena Woori dan Baekhyun tidak menemukan titik terang bagaimana cara mengembalikan dua orang yang telah mereka lenyapkan itu, Woori mengajak Baekhyun ketoko aksesoris ini dan berharap dapat bertemu dengan pegawai cantik itu lagi. Meminta pertanggung  jawaban pada pegawai toko ini yang telah membuat mereka seperti pembunuh yang menghilangkan jejak sikorban. Dan yang pasti, meminta agar kedua korban mereka dikembalikan kemuka bumi ini lagi.

Namu sayang seribu kali sayang. Tak nampak batang hidung mancung sang pegawai toko cantik itu.

Dideretan diary dimana Woori bertemu dengannya saat itu tidak ada, ditempat-tempat barang lainnyapun tidak ada.

“otthokae ? pegawai yang memberikan diary itu padaku tidak ada terlihat.”

“kita tanya pada petugas kasir saja.” Ajak Baekhyun.

“permisi nona, boleh kami bertanya sesuatu ?” Baekhyun mulai mengajak sang petugas kasir berbicara.

“ne. ada yang bisa aku bantu ?” sang petugas kasir tersenyum ramah pada mereka berdua.

“kami sedang mencari seorang pegawai toko ini, kebetulan beberapa waktu yang lalu dia memberikan diary ini padaku saat aku dan chingu ku kesini.” Woori menjelaskan sambil mengangkat diary merah darah pelenyap itu.

Sang petugas kasir hanya terdiam. Berfikir sambil memperhatikan diary ditangan Woori.

“mungkin kalian salah toko. Aku  pemilik sekaligus pegawai satu-satunya toko aksesori ini. Karena tidak terlalu besar, jadi aku belum memperkerjakan pegawai, hanya pegawai bagian pengiriman barang-barang saja.” Sang petugas kasir yang ternyata adalah pemilik toko aksesoris ini balik menjelaskan.

“dan, aku sangat yakin tidak ada diary seperti itu yang masuk penjualan tokoku ini.” Lanjutnya.

“ta..pii.. a..” ucapan Baekhyun terhenti ketika Woori menarik pergelangan tangannya.

Ingin bersitegang dengan yeoja yang ada dihadapan mereka inipun bagi Woori sepertinya percuma.

Akhirnya Woori mengajak Baekhyun pulang saja. Setelah berterima kasih pada pemilik toko itu Woori melangkahkan kakinya lunglai keluar toko, diikuti Baekhyun disampingnya.

“huuuaaaa… otthokae ?? barang aneh diberikan oleh orang aneh yang entah darimana pula. Seharusnya dari awal kutolak saja saat pegawai itu memberikannya padaku. Pabo Woori-ah, mengapa semudah itu menerima barang gratisan dari orang yang tidak dikenal” Woori menyalahkan dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.

Baekhyun berusaha keras menenangkan yeoja disampingnya ini, namun Woori masih tidak bisa tenang dan terus menyalahkan dirinya sendiri.

“jika dari awal kutolak, pasti Krystal dan Jaejoong sunbae masih hidup didunia ini. Hhuuaa !!”

Woori benar-benar terlihat frustasi, sedangkan Baekhyun terlihat santai tak merasa bersalah karena telah melenyapkan Jaejoong.

Baekhyun lebih merasa khawatir melihat yeoja cantik disebelahnya dengan rambut berantakan seperti orang gila, apakah yeoja cantik itu akan benar-benar gila ?

Dari kejauhan, tanpa mereka sadari terdapat sepasang mata indah yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka.

Lebih dari itu, sepasang mata indah itu terus memperhatikan Woori sejak beberapa hari lalu. Memperhatikan apa yang dilakukan Woori, kapanpun dan dimanapun. Tanpa sedikitpun Woori sadari.

“mianhae nona.”

TBC

*****

~Author talks~

Assalamu’alaikum. Anyyeong haseyo. Hello !!!

#teriak pake tao, eh toa masjid 😀

♥Jeongmal kamsahamnida untuk yang baca + coment di part 1. Karena sedikit kata-kata dalam coment pun sangat berarti untuk author.

♥mianhae, di part 1 author kasih Length two shoots. eh ternyata ff ini belum bisa tamat di part 2, insya Allah part 3 baru the end –kayanya–. Jadi author mau klarifikasi kesalahan author aja.

♥jika ada yang berfikir cerita ff ini mirip cerita ‘death note’, mungkin memang mirip tetapi jujur author belum pernah baca komiknya ataupun nonton filmnya, jadi ff ini berisi imajinasi author seorang 😀

#tho kemana aja selama ini ? koq belum nonton filmnya ?! –‘

♥mianhae jika banyak typo.soalnya namanya juga manusia. Udah mata buka lebar-lebar juga masih aja banyak kata-kata yang salah. Aigoo

♥yang terakhir, bagi yang baca ff ini harap tinggalkan comentar !! don’t be siders please !! kamsahamnida 😉

*****

Iklan

12 pemikiran pada “Dear Diary (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s