I Refuse to Lose You! (Chapter 6)

I Refuse to Lose You! (Chapter 6)

Author : @kim_mus2

Note : Sequel of HMH: Luhan Version

Main Casts: Xi Luhan & Lee Myung Hee

Other Casts:

  • Oh Sehun
  • Lee Taemin (SHINee)
  • Kim Myungsoo (L Infinite)
  • Kamiki Ryunosuke
  • Shida Mirai
  • Son Naeun
  • Etc.

Length: Multi Chapter

Genre: Romance, Comedy, School Life

Rating: PG-15

Sebelumnya di IRTLY :

Myunghee eomma:

“…. Kalau begitu, persiapakan dirimu. Perusahaan kita sedang membutuhkan banyak suntikan dana. Tanggal pernikahanmu akan segera kami tentukan.”

Myunghee:Ne, arasseo!

~ Sementara itu…

Sehun:

“…. Ayo hyung! Maju! Dapatkan Myung Hee lagi! Aku yakin dia masih mencintaimu. Aku yakin!”

Luhan:

“Baiklah kalau begitu. Aku akan mengejarnya dari awal lagi hun! Gomawoo!

Aku menolak untuk kehilanganmu, Lee Myung Hee.

=♡♡♡=

Flashback

“Naeun, kau harus menjelaskan sesuatu padaku!”

Mwoya?”

“Apa hubunganmu dengan Kim Myungsoo? Aku pernah melihatmu berpelukan dengannya.”

Naeun sangat terkejut dengan pertanyaan Luhan.

“Itu… aku tak bisa memberitahumu, opaa.”

“Katakan Naeun. Aku mohon! Kim Myungsoo itu sudah bertunangan. Kau tak boleh mendekatinya.”

Waeyo? Dari dulu, Myungsoo sudah menjadi namjachinguku! Aku tak mau menyerahkannya pada siapapun!” Pekik Naeun sambil menyeka air matanya dengan kasar.

“Naeun? Kau menangis?”

Aniyo… berhenti menanyakanku tentang hal itu oppa! Lagipula, kau tak ada hubungannya dengan semua ini.”

“Tentu saja ada. Aku tak ingin orang yang kucintai menderita.”

Naeun berhenti sejenak,mencoba mencerna perkataan Luhan yang sedikit membingungkan baginya.

“Jadi, selama ini, oppa mencintaiku?”

“Ya Tuhan!” Luhan menepuk dahinya frustasi. Dia baru sadar kalau perkataannya itu sangat amat ambigu.

“Eh?” Naeun terus menatap Luhan, mencoba mencari jawaban dari namja di hadapannya.

“Bukan begitu Naeun. Orang yang kumaksud adalah Myunghee. Tunangan namjachingumu.”

“Oh… jadi, ternyata nasib kita sama oppa. Kita akan segera ditinggal menikah oleh mereka berdua. Huaaa… oppa… kenapa nasib kita seburuk ini? Huaaaa….” Tangisan Naeun menjadi semakin keras.

“Apa maksudmu? Mereka kan baru bertunangan.”

Oppa tidak tahu?

Luhan hanya menggeleng pelan. Dia memang tak pernah tahu dengan apa yang terjadi pada Myunghee. Selama ini, yang ia ketahui hanya kenyataan bahwa Myunghee sudah bertunangan dengan lelaki lain, lelaki yang mungkin lebih dia cintai.

“Myungsoo bilang, perusahaan keluarga tunangannya itu sedang mengalami masalah keuangan. Mereka sudah meminta bantuan pada beberapa perusahaan, tapi semuanya menolak. Saat ini, hanya keluarga Myungsoolah yang mau memberikan bantuan. Tapi, karena keluarga Myungsoo tak ingin rugi, mereka memutuskan untuk menikahkan Myungsoo dengan gadis itu. Sekarang, kondisi keuangan perusahaan tunangan Myungsoo sudah semakin parah. Jadi, tanggal pernikahan mereka pun kemungkinan akan dipercepat.”

Flashback Ends

Dengan dukungan dari Sehun, Luhan memang kembali bersemangat untuk kembali mendapatkan Myunghee. Namun, jika ia teringat dengan kata-kata Naeun tentang tanggal pernikahan Myunghee yang dipercepat, membuat hatinya sedikit risau. Luhan berpikir sangat keras untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Kali ini, masalah yang dihadapinya bukan hanya masalah personal antara dirinya dengan Myunghee. Tapi juga dengan keluarga Myunghee.

Ditengah dilemanya ini, Luhan masih tetap berusaha menyelesaikan project game yang akan dia ikutsertakan pada lomba International Game Programming. Terkadang, konsentrasinya terbagi karena memikirkan masalah Myunghee. Tapi, mengingat deadline yang semakin dekat, Luhan terpaksa melawan hatinya dan tetap bertekad untuk menyelesaikan projeknya itu.

Kesibukan Luhan dengan projeknya memang tak patut dipersalahkan, karena itu memang sudah menjadi komitmennya. Namun, tanpa disadarinya, seseorang merasa sangat kehilangan akan dirinya. Orang itu tentunya adalah Myunghee. Di saat hari pernikahannya semakin dekat, dia bahkan tak diberi kesempatan untuk sekedar melihat namja yang paling dicintainya.

=♡♡♡=

Karena pikiran dan perasaannya yang semakin tak karuan, Myunghee memutuskan untuk mendatangi apartemen Myungsoo. Sesampainya di apartemen itu, Myunghee mendapati suasana yang sangat tidak enak dilihat. Pintu masuk dibiarkan terbuka begitu saja, pakaian kotor dan sampah bekas snack berserakan dimana-mana. Tanpa menghiraukan keadaan apartemen yang sekacau itu, sang pemilik malah tetap bersantai di sofa empuknya sambil memejamkan mata, menikmati alunan lagu yang ia dengarkan.

Tanpa banyak bicara, Myunghee menghampiri sang pemilik apartemen dan mencabut earphone putih yang menempel di telinganya itu.

“Myungsoo, kita perlu bicara.”

“Hey, kau mengagetkanku! Ada apa  kau datang kemari?”

“Begini. Kau sudah tahu kan, kalau tanggal pernikahan kita akan segera ditentukan? Bahkan mungkin akan dipercepat.”

“Ne.” Jawabnya santai sambil mengacak-acak rambutnya yang memang sudah semerawut. Keadaan namja ini sangat kacau.

Yaa! Kenapa kau santai sekali? Ini masalah besar, tahu!”

“Lalu, aku harus bagaimana?” Kali ini Myungsoo membetulkan posisi duduknya dan memfokuskan pandangannya pada Myunghee meskipun masih dengan pandangan mata yang sayup.

“Ya Tuhan! Kau ini bodoh atau apa sih? Bagaimana dengan yeojachingumu? Dia pasti sakit hati kalau kau menikah denganku. Kita batalkan saja rencana pernikahan ini. Aku lebih baik jatuh miskin daripada menyakiti banyak orang.”

“Santai saja. Masalah yeojachinguku, aku kan masih bisa menikahinya. Aku boleh poligami kan?” Ujarnya dengan wajah datar.

PLETAAKKK!

Neo, michigesseo? Itu sama saja kau membunuhnya dengan perlahan, Kim Myungsoo, paboya!” Geram Myunghee sambil melemparkan bantal yang sukses mendarat di wajah sasaran bidiknya.

“Dia tak akan mati, karena aku yang akan mati duluan. Yeoja itu pasti membunuhku.”

“Kata-katamu semakin ngawur. Aku tahu, kau pasti sangat tertekan. Maafkan aku. Aku sudah menyeretmu dalam masalah keluargaku.”

“Sudahlah Myunghee, kau masih menganggapku sebagai sahabatmu kan?”

“Tentu saja, bodoh!”

“Kalau begitu, tenanglah. Serahkan saja semuanya padaku. Ini, bukumu.” Myungsoo memberikan sebuah buku bersampul hitam yang sudah lama tak dilihatnya.

“Myungsoo-ya, buku ini.”

“Milik Luhan hyung. Dulu, buku ini tertukar dengan punyaku kan? Bawalah! Sepertinya, ada bagian yang belum kau baca.”

“Maksudmu? Apa kau sudah membaca semua isinya?”

Myungsoo hanya tersenyum jahil

Yaa! Kau tidak sopan!” Protes Myunghee sambil merebut buku agenda itu dari tangan Myungsoo.

“Hehehe… mianhae… aku kira itu bukuku jadi, aku sudah membacanya.”

Issh! Dasar!”

“Sudah, pergi sana! Bacanya jangan disini ya.”

Myunghee langsung beranjak dari duduknya sambil menghentakkan kaki. Dia benar-benar kesal dengan tingkah Myungsoo hari ini. Pura-pura cuek, padahal galau.

“Tolong tutup pintunya ya!” Ujar Myungsoo sedikit berteriak.

BUG!

=♡♡♡=

Kini, Myunghee sudah berada di kamarnya. Setelah perjalanan yang cukup jauh dari apartemen Myungsoo, ia memutuskan untuk beristirahat terlebih dulu dengan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya.

“Haah… lelah sekali. Aku mau tidur dulu saja. Ini jam berapa sih?”

Myunghee merogoh ponselnya di dalam tas kecil berwarna putih yang tadi ia bawa, untuk melihat jam. Tangan Myunghee memang sudah berhasil menemukan apa yang dicarinya, tapi ada benda lain yang terasa lebih menarik. Tangannya menyentuh sebuah benda berbentuk kotak yang lebih besar dari ponsel miliknya. Benar. Itu adalah buku agenda milik Luhan.

Dengan sedikit malas, Myunghee membuka halaman demi halaman dari buku itu dengan asal. Isinya tetap sama, tak ada yang berubah sama sekali. Semuanya hanya jadwal kegiatan milik Luhan. Tapi, kenapa Myungsoo bisa mengatakan kalau ada bagian yang belum Myunghee baca? Sok tahu sekali, pikir Myunghee.

Karena rasa ingin tahunya, Myunghee bahkan membuka sampul buku agenda itu. Tapi tetap saja, di cover depan pun tak ada sesuatu yang spesial. Hanya cover berwarna putih polos. Terlihat sangat biasa.

Untung saja Myunghee tak menyerah begitu saja. Jika tadi, dia hanya membuka setiap halaman dengan asal, sekarang dia membukanya satu persatu sambil memperhatikan setiap ukiran tulisan milik Luhan di dalamnya. Saat Myunghee sampai pada halaman tengah buku itu, akhirnya ia menemukan sesuatu. Ia yakin, inilah yang dimaksud Myungsoo.

=♡♡♡=

To: Lee Myunghee (Nae yeojachingu)

Myunghee, bagaimana kabarmu?

Sekarang hari apa? Tanggal berapa?

Haha… aku penasaran, kapan kau akan menerima suratku ini.

Aku tak yakin tak percaya diri memberikannya. Jujur, aku malu menulis surat ini karena bahasaku sering terlalu berlebihan. Kau pasti tak tahu kan? Kuharap kau tak mual saat membaca surat ini, hehe ^-^

Sudah hampir satu tahun kita bersama. Apa yang kau rasakan Myunghee? Apa kau bosan berada di sampingku?

Kalau aku…

Aku bahagia, bahkan teramat bahagia bisa bersamamu.

Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu setiap hari. Menjemputmu untuk berangkat sekolah. Mengantarmu pulang ke rumah dengan selamat. Benar-benar menyenangkan, karena aku bisa melihat wajahmu yang selalu ceria.

Apa kau tahu?

Aku bahagia saat kau tersenyum padaku. Senyumanmu selalu membuatku membeku. Mungkin kau melihatku seperti acuh tak acuh. Tapi, sungguh, aku selalu bingung harus berbuat apa saat kau tersenyum. Kau benar-benar cantik saat tersenyum.

Oh ya, apa kau masih suka ketiduran di sembarang tempat?

Aissh! Jangan lakukan itu kalau tak ada aku, Myunghee! Itu sangat berbahaya! Bagaiamana kalau ada orang yang macam-macam saat kau tidur?

Setiap menemaniku membaca di bukit, kau juga selalu tertidur di pundakku. Apa kau bosan? Haah… aku tahu, kau pasti sangat bosan. Kalau bosan, carilah kegiatan lain, jangan tidur! Kita ini masih muda, harus banyak beraktivitas. Jangan jadi pemalas. Arrachi?

Ingat! Kalau kau mau ketiduran, harus ada aku. Kau harus tidur di pundakku. Karena…

Karena aku senang melihat wajahmu saat kau tertidur. Sangat menggemaskan!

Oh ya, ibu ketua OSIS, bagaimana pekerjaanmu? Apakah lancar-lancar saja? Jaga kesehatanmu! Jangan sampai pingsan di atap sekolah lagi. Kejadian itu sangat konyol, Myunghee.

Kapan kau akan berlari ke pelukanku lagi? Biasanya, kau akan berlari dan memelukku kalau acara OSIS-mu sukses. Ayo, kemari! Aku sudah lama tak memelukmu. Loh? Kenapa aku jadi terkesan mesum ya? hehe.

Oh ya, satu lagi untuk Miss. Troublemaker. Tolong jangan berbuat konyol dan ceroboh di hadapan orang lain. Cukup aku saja yang menjadi korbanmu. Apa kau masih ingat ulah gilamu? Biar aku sebutkan.

1. Menubruk dan menindihku di depan papan pengumuman.

2. Menjatuhkan makananku dan membuatnya berhamburan ke wajah tampanku

3. Jatuh dari pohon dan tiba-tiba duduk dipangkuanku

4. Membuat celanaku melorot. Ya Tuhan, ini kejadian paling mengenaskan dan memalukan dalam hidupku, dan itu karena kau Myunghee. Ingat itu!

5. Menyatakan cinta sambil berteriak di lapangan basket. Apa kau tak sadar kalau itu bisa merusak reputasimu sebagai ketua OSIS huh? Aku sendiri heran dengan tingkah brutalmu itu.

6. Ini yang terakhir. Kalau kau sakit, jangan menciumku! Aku kan jadi ketularan. Kita jadi pingsan bersama. Itu benar-benar… euuuh… aku tak tahu lagi bagaimana cara mengungkapkanya.

Tapi, asal kau tahu Myunghee…

Tak peduli sekacau apa diriku karena semua kecerobohan dan hal konyol yang kau perbuat, aku bahagia bersamamu.

Semua tingkahmu selalu berhasil mengacaukan hatiku dan pada akhirnya…

Kau berhasil membuatku tersenyum.

Terima kasih Myunghee…

Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku. Kau juga harus tahu kalau sebenarnya…

Aku selalu mengagumimu Myunghee.

Aku selalu ingin memiliki kegigihan dan keceriaan sepertimu.

Kau adalah harta yang paling berharga bagiku.

Sungguh… jika Tuhan mengizinkan. Ingin rasanya aku mengatakan kata-kata ini setiap saat.

Saranghae…

Jeongmal Saranghae, Lee Myunghee.

=♡♡♡=

Tes… tes…

Kedua mata indah milik gadis itu kini menitikan air mata.

“Oppa… kenapa kau tak  mengatakan semua ini dari dulu? Dasar oppa pabo!”

“Aku merindukanmu oppa….”

Jaka Sembung…. Eh?

Ber-sam-bung…. 😀

 

 

Author says:

Huwooowww, ini chapter yang paling pendek haha 😀

Emang sengaja sih… mia ya…

Tapi mudah-mudahan masih pada bisa seneng bacanya…

The last will be coming soon…

Siap-siap ya… 😀

12 pemikiran pada “I Refuse to Lose You! (Chapter 6)

    • Gomawoo udah mampir baca sama komen ya chingu…
      mudah-mudahan sih bentar lagi ya
      tadinya malahan author mau stop publishing FF yg ini, tp ternyata admin lupa dan publish lagi
      tapi ya sudahlah….
      sekali lagi makasih ya…

  1. Heh authorrrrrrrr-___________- pas baca surat Luhan aku cuma bisa speechless dan nge-getokin kepala aku ke meja belajar coba-__-” Paboooo! :p Cepet update ya author-ssi m0ah :* 핱핱핱핱핱<3

  2. Aigo aku pling suka klw bca ff in dri author kim mus2, soalnya crta(y) it pd lucu2 romantis gmna……gt#colekdaguluhan# knp luhan suami rada rada pabo gtu yach#garukgarukkepalathehun~__~# it lg dede thehun koq tba2 crewet mint dicium ya?#plakdijitakluhan# aigoo author pkoknya aku tnggu lnjtannyaaaa…….#laripelukxiumin#saranghae luhan~~~#plakngknyambung (abaikan). Chu~~ciumkris#eh=_=?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s