Play Ur Love (Chapter 2)

Author : Hwang Yeon Li / ISTY AULIA

Twitter : @Esthe_ntrick

Main Cast :  Sehun EXO

                      Luhan EXO

                     Sung Hye Jin (oc)

                     Baekhyun EXO

                     Jang Na Ra (oc)

                     EXO Member

 

 

Annyeong #lambai2 bareng BaekYeol , saya kembali membawa FF ‘PLAY UR LOVE ‘ yg chapter 2 nya.  Setelah  merombak sedemikian rupa, akhirnya saya putuskan kembali mengirim FF ini . Dengan segenap kekuatan jiwa dan raga plus dukungan dan doa dari para Abang-abang EXO #plakk…  hohoho..

Happy Reading.. J

Setelah keluar dari ruangan , Luhan memutuskan membawa Hye Jin ke tempat yg cukup sepi , agar yeoja itu dapat menenangkan perasaannya yg mungkin masih shock.

Mereka sampai di lantai paling atas . Luhan menghela napas berat, sambil melepaskan pegangan tangannya di pundak Hye Jin. Selama menuju ke sini, ia dapat merasakan bahu yeoja itu bergetar, susah payah menahan air matanya agar tak keluar.

“Hmm, gwenchanayo?” tanya Luhan hati-hati, memastikan keadaan yeoja di sampingnya itu.

“Huummhh… Ne, gwenchana”  jawab Hye Jin sambil berusaha tersenyum secerah mungkin. Namun Luhan berfirasat kalau Hye Jin hanya pura-pura bersikap baik – baik saja didepannya, padahal ia tahu yeoja itu masih sangat terpukul atas perlakuan Sehun barusan.

“Kau pasti sangat marah dengan Seh…”

“Aniyo ,Sehun benar, mungkin aku yang memang terlihat seperti orang aneh” potong Hye Jin cepat sambil membuang pandangannya ke bawah, mencoba menikmati keramaian mall dari atas.

Luhan diam tertegun,tak mampu menjawab pernyataan Hye Jin barusan yg jelas – jelas mengarah membela Sehun.

“Sekali lagi, aku minta maaf atas perlakuan Sehun tadi padamu” ujar Luhan akhirnya, setelah berusaha keras mencari kata-kata yang pas untuk memohon kata ‘maaf’ dari Hye Jin

“Nde, aku sudah maafkan kok” jawab Hye Jin, kini ia sibuk memandang intens wajah Luhan . Perasaan Hye Jin seketika campur aduk antara senang dan sedih. Senang karena Luhan , namja yg selalu ia bangga-banggakan di depan Yenji, mau menolong dan kini berada tepat di sampingnya. Namun juga sedih, karena harus mendapat perlakuan memalukan dari seorang Sehun. Tanpa sadar matanya kini kembali berkaca-kaca, namun berusaha menahannya agar tidak terlihat lemah di depan Luhan.

“Gamsahamida Luhan-sshi, kau sudah mau peduli denganku” Hye Jin membungkukkan badannya,lalu berniat segera pergi dari hadapan Luhan. Namun Luhan dengan sigap meraih pergelangan tangan Hye Jin dan menggenggamnya erat.

“Mau kemana?” tanya Luhan, seperti tak rela yeoja itu cepat-cepat pergi

“Pulang, wae?” tanya Hye Jin bingung. Ia merasakan pergelangan tangannya nyeri akibat genggaman tangan Luhan yg terlampau erat

“Mau kuantar?”

“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Sekali lagi gomawo . Annyeong”

Luhan terpaksa melepas pegangan tangannya ,membiarkan Hye Jin pergi dengan perasaan sedikit kecewa  .Namun Ia tak mungkin menyuruh yeoja itu menemaninya lebih lama, sedangkan ia tahu perasaan Hye Jin masih terlihat labil.

“Ya sudah, hati – hati dan jangan menangis lagi”  Pesan Luhan sebelum Hye Jin benar-benar hilang dari pandangannya. Hye Jin menoleh, tersenyum ke arahnya, lalu meneruskan langkahnya ,meninggalkan Luhan yg kini sendirian. Luhan menghela napas lega, setidaknya ia tak akan melihat yeoja itu menangis lagi.

Luhan kini asyik memandang ke bawah, keramaian jalanan kota Seoul nampak jelas di depan matanya.

“Omo, aku lupa tanya namanya” pekik Luhan sambil menepuk jidatnya , meratapi kebodohannya

Setelah  cukup lama berada diluar, Luhan memutuskan kembali ke ruang fansign.

“Siapa yeoja itu sebenarnya? Padahal aku baru mengenalnya, tapi kenapa aku ingin selalu ingin di dekatnya?”  batin Luhan , lalu tersenyum sendiri

2 jam berlalu, akhirnya acara berjalan & selesai dengan sedikit kurang lancar  karena insiden yg dibuat Sehun tadi. Sepanjang acara, Sehun lebih banyak diam daripada biasanya. Luhan juga tak terlalu peduli pada Sehun saat itu,  ingin memberi waktu agar namja itu sadar akan kesalahannya. Luhan juga sengaja berpindah tempat duduk , yang awalnya di samping Sehun menjadi di samping Xumin.  Mungkin baru kali ini HunHan couple tak menunjukkan kemesraannya.

***

Di mobilnya, Hye Jin masih tak berhasil menenangkan perasaannya. Detak jantungnya yg tak karuan membuatnya kehilangan konsentrasi menyetir. Masih dirasakannya, genggaman tangan dan tatapan  mata Lu Han yang menunjukkan kekhawatiran, membuat Hye Jin bersyukur. Ingin rasanya Hye Jin kembali dan  berterimakasih pada Se Hun. Karena kalau namja itu tidak mempermalukan dirinya, mungkin ia tak akan bertemu Lu Han dan berbicara berdua dengannya.

“Setidaknya, hari ini tidak seburuk yang kupikir” batin Hye Jin . Ia menginjak pedal gas sekuat tenaga, agar bisa segera tiba di rumahnya.

***

Selesai acara fansign, para member EXO berjalan menuju mobil van mereka masing-masing. Atas keputusan Sang Leader Suho dan  Kris, seluruh member akan menginap di dorm EXO K. Mereka ingin berkumpul sambil mempersiapkan persiapan kuliah mereka besok, karena mereka semua akan menjadi senior yg bertugas mengurus kegiatan OSPEK di kampusnya.  Tentu itu akan menjadi tantangan baru bagi semua member , apalagi bila ada junior yang susah diatur, mungkin akan butuh tenaga dan kesabaran extra untuk menghadapinya.

***

Di kamarnya, Hye Jin kini sibuk melototi foto Close Up Sehun yg berhasil dicurinya dari kamar Yen Ji. Sambil duduk di depan meja belajarnya, Hye Jin memandang kesal ke arah  foto Sehun yg sedang berpose sangat keren bagi Yenji , tapi sangat aneh menurut Hye Jin.

“Ya,Sehun-a.. Arrrgghh.. aku kutuk kau jadi..”  Hye Jin berhenti sejenak, memikirkan kutukan apa yang pas untuk Sehun, ‘namja menyebalkan’ itu .

“Aaahhh,sudahlah.. terkutuk kau ,Oh Se Hoon. Aku benci padamu. Semoga saja aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi”  teriak Hye Jin akhirnya, lalu sibuk mengacak-acak foto itu, membuangnya ke tempat sampah. Kalau saja Yen Ji tahu, foto biasnya di acak-acak kemudian dibuang begitu saja, mungkin Yenji akan balik mengutuk dan mengangap Hye Jin bukanlah eonninya lagi.

Hye Jin menghela napas lega, setidaknya perasaannya kini sedikit lebih tenang karena bisa melampiaskan amarahnya. Ia pun beranjak meraih tasnya, mengeluarkan semua isinya. Matanya tertumpu pada sebuah benda,tepatnya saputangan berwarna putih susu.

“Ini kan saputangan yg tadi diberikan Baekhyun oppa” gumamnya. Hye Jin duduk di sisi ranjangnya, mengamati intens seluruh bagian-bagian benda segiempat ditangannya itu. Ia menemukan rajutan rapi berwarna ungu di ujung kiri bawah saputangan itu.

백현..

“Baek..Hyun” Hye Jin mengeja tulisan Hangeul hasil rajutan di saputangan milik Baekhyun. Saputangan beraroma strawberry , mulai menyeruak  memenuhi hidung mungil Hye Jin. Hye Jin tersenyum, mengingat betapa baiknya hati seorang Baekhyun , yg rela memberikan saputangan yg mungkin benda kesayangannya itu pada dirinya.

“Aku janji akan selalu menyimpan saputangan ini, demi mengingat kebaikan Baekhyun oppa padaku” janjinya . Hye Jin melipatnya, memasukkannya ke loker meja belajarnya.

Hye Jin menguap lebar,sambil merebahkan badannya ke atas ranjangnya, menarik selimut , lalu tertidur.

***

Sepulang dari acara fansign, semua member EXO memilih tidak ada yang mau bicara dengan Se Hun. Sampai malam harinya, setelah makan malam, akhirnya Baekhyun tak tahan untuk tidak mengomeli sang maknae EXO K tersebut.

“Ya, Sehun-a ,apa kau tidak keterlaluan mempermalukan dia seperti itu?” omel Baekhyun keras. Sehun yang sedang asyik menonton pertandingan game antara Kai dan D.O , hanya bisa menghela napas kesal,sebelum akhirnya menjawab.

“Ya, Hyung, , dia itu memang  yeoja menyebalkan dan aneh. Masa mengenakan sepatu saja sampai berlainan begitu?”  jawab Sehun tak kalah kerasnya. Ia heran, mengapa hyungnya satu ini begitu ngotot membela yeoja yg jelas2 baru dikenalnya tadi siang.

“Tapi, menurutku ia berbeda dengan yeoja lainnya yang sering kutemui, terlihat cantik , walaupun yah.. dandanan saat itu memang aneh” balas Baekhyun lagi.

“Nde, aku juga. Menurutku Ia terlihat berbeda dengan mantan-mantan pacarku” timpal Chanyeol, sambil menyumpal mulutnya dengan popcorn. Baekhyun mendelik sebal ke arah Chanyeol. Lagi bicara serius, malah bicara mantan-mantannya. “Dasar namja aneh”  gerutu Baekhyun

“Sudahlah, bagiku yeoja itu tetaplah orang yg aneh,menyebalkan lagi”

Luhan, yang sedang duduk di meja makan sambil membaca majalah, ikut berkomentar

“Se Hun-a, sudahlah . Menurutku kau memang keterlaluan padanya. Hanya karena dia menabrakmu dengan tidak sengaja, kau sudah mencapnya ‘yeoja yang menyebalkan’ ” kata Lu Han, sambil matanya tak lepas dari majalah.

Se Hun melotot tak percaya , Lu Han lebih memilih membela yeoja yang menurutnya menyebalkan itu, daripada dirinya? Biasanya Lu Han-lah yang selalu membela Se Hun, di saat semua member marah padanya, sekalipun memang Se Hun yang salah

“Ya, kenapa.., kenapa hyung juga ikut membela yeoja itu seperti Baekhyun hyung?” ujar Sehun dg nada  kecewa. Luhan tak menyahut, ia masih sibuk berkutat dengan bacaannya.

Kai yang sedang tanding PS dengan D.O, meletakkan stick PS-nya, ikut duduk di samping Sehun di sofa, namun matanya malah mengarah ke arah Lu Han

“Apa Lu Han Hyung menyukai yeoja itu?”  sindir Kai. Lu Han sedikit tersentak mendengar sindiran Kai

“Aniyaa, aku .. aku hanya kasihan padanya” elak Luhan lirih sambil menyembunyikan wajahnya yg bersemu merah dibalik majalah tebalnya

“Jangan bicara seperti itu, Hyung! Aku yakin suatu hari Hyung akan suka padanya” D.O seperti mendukung Kai, untuk terus menyindir Lu Han. Tao , Xumin, dan Chen yg sedang bermain gunting batu kertas, ikut mengangguk mengiyakan.

Sedangkan Suho yang sejak tadi hanya diam mendengarkan adu argumentasi antara Hyung & dongsaengnya itu , tanpa ada niatan ikut berkomentar, akhirnya beranjak dari kursinya.

“Sudah -sudah , waktunya tidur. Aku capek mendengar kalian berdebat terus” perintah Su Ho, lalu masuk ke kamarnya lebih dulu, meninggalkan  kesebelas member lainnya. Masing-masing kini juga mulai masuk ke kamarnya. Tiba- tiba Su Ho melongokkan kepalanya , bertanya pada Se Hun yang masih bengong sendiri di sofa ruang tengah.

“Se Hunnie, kau mau tidur  dengan siapa? Aku atau Lu Han?, misalnya kau tidur dengan Lu Han, aku akan segera mengunci pintunya” tanya Su Ho. Se Hun hanya garuk-garuk kepala.

Biasanya kalau semua member  EXO berkumpul di dorm, Se Hun memilih tidur dengan Lu Han. Karena tadi Lu Han langsung masuk kamarnya tanpa mengajak Se Hun seperti biasanya, Se Hun memutuskan untuk tidur bersama Su Ho saja. Mungkin Lu Han masih kesal padanya.

Terpaksa Sehun menyeret paksa kakinya ke kamar yg ditempatinya dan Suho.  Setelah Sehun masuk, Suho segera menutup dan mengunci pintu, lalu mematikan lampu kamar.

***

Keesokan Harinya..

Kriiinggg… Krriiingg..

Hye Jin yg masih tertidur pulas, merasa terganggu dengan suara jam wekernya. Setengah sadar, ia meraba-raba meja di samping tempat tidurnya, mencoba mematikan jam weker.

Klik.. “Good Morning, Hye Jin-a” seperti biasa , jam weker akan menyapanya setelah Hye Jin menekan tombol off alarm. Hye Jin menyibak selimut tebalnya, lalu mulai berjalan gontai menuju kamar mandi sambil menenteng handuk di pundaknya.

15 menit kemudian, Hye Jin keluar dengan wajah fresh sehabis mandi. Sambil bersiul kecil, Hye Jin berajalan menuju jendela, menyibak gorden warna putih polkadot.

“Huuuaaahhh.. segarnya” teriaknya sambil meretangkan kedua tangan , mencoba menghirup udara segar pagi sepuas-puasnya . Dirasa cukup lama, Hye Jin menyudahi kegiatannya.

***

Sementara di dorm EXO, semua member masih tertidur pulas, kecuali D.O yg sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan. Sesekali ia berteriak membangunkan para member yg lain dengan suara 5 oktafnya. Tak lama terdengar langkah kaki seseorang menuju dapur. D.O menoleh, ternyata Kai.

“Annyeong, Kai-ah” sapa D.O sambil tersenyum . Kai hanya mengangguk sedikit

“Setidaknya perjuanganku tidak sia – sia” batin D.O , lalu kembali melanjutkan memasak.

Kai membuka kulkas, meneguk air putih dingin, lalu kembali ke kamarnya lagi, melanjutkan mimpinya yang tertunda. D.O yg menyangka sudah berhasil membangunkan Kai, hanya bisa mengelus dada melihat tingkahnya. Setidaknya ia harus belajar lebih sabar lagi demi menghadapi sifat teman sekamarnya itu.

***

Hye Jin mondar – mandir sambil memencet sederet nomor di ponselnya. Ia ingin menelpon Na Ra , sekedar memastikan apa yeoja itu sudah siap atau belum.

“Ne, Hye Jin-a ada apa?” terdengar suara yeoja dari speaker ponsel Hye Jin saat telponnya berhasil tersambung

“Nara-ya, apa kau sudah siap? Hari ini hari pertama kuliah kan ?”

“Nde, aku sudah siap dari tadi. Kau sendiri?”

Hye Jin memandang pantulan dirinya di cermin, ia sendiri sebenarnya belum siap, bahkan dari tadi ia masih berbalut baju handuk dan handuk kecil membungkus kepala.

“Belum, hehehe.. Mian” jawab Hye Jin lirih. Terdengar desahan napas kesal dari seberang telepon.

“Ya sudah, kau siap2 sekarang. 10 menit lagi aku akan menjemputmu. Cepat ya?” Na Ra memutuskan sambungan telepon lebih dulu sebelum menunggu jawaban Hye Jin. Hye Jin melempar benda mungil itu ke atas ranjangnya , lalu mulai berjalan ke arah lemari pakaiannya yg besar.

Setelah lama berpikir, Hye Jin mengambil baju bermotif bunga berwarna putih dan rok selutut berwarna pink. Setelah selesai, ia duduk di depan meja riasnya dan mulai berdandan.

“Hari ini tidak boleh memalukan seperti kemarin. Hye Jin-a,fighting!” ujarnya sendiri di depan cermin, sambil tangannya kanannya memegang spons,  sedangkan tangan kirinya dikepalkan ke atas.

Selesai berdandan, Hye Jin berjalan menuju rak sepatunya. Mengambil high heels berwarna putih  . Lalu memasukkan barang-barangnya ke dalam tas yang bercorak putih-pink.

Tak lama terdengar suara Na Ra di depan pintu kamarnya

“Hye Jin-a , ppaliwa. Ini sudah lebih dari 10 menit ..”  teriak Na Ra tertahan, takut mengganggu orang-orang di rumah besar Hye Jin.

“Ne,chakkaman..” sebelum keluar kamar, Hye Jin tak lupa menyemprotkan parfume ke leher dan bajunya

Sambil berjalan ke bawah, Hye Jin asyik merapikan rambutnya. Eomma dan Appa  yang saat itu sedang sarapan, menyapa kedua yeoja itu

“Hye Jin-a, Na Ra-ya,sarapan dulu” tawar Eomma sambil bangkit, mengoleskan roti untuk Hye Jin

“Gomawo, Na Ra sudah sarapan di rumah kok,” tolak Na Ra sopan. Hye Jin langsung mengambil roti yang disodorkan eommanya

“Eomma, Appa , Hye Jin berangkat… ”

“Ne, hati – hati” jawab eomma sambil tersenyum.

Hye Jin berjalan menuju mobilnya, begitu pula Na Ra. Mereka memang biasa memakai mobil masing-masing.

***

“Selesai” pekik D.O senang, sambil berjalan membawa hasil ‘eksperimen’nya ke atas meja makan. Sambil melepas celemeknya, D.O berniat kembali membangunkan member lain yg masih tertidur , sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 07.15 AM. Pertama-tama, D.O mencoba membangunkan Kai lagi

“Kai-ah, ireonaaa.. ppali” D.O sibuk mengguncang-guncang badan Kai yg masih menyatu dengan guling.

“Hoooaamm, mwoya?” gumam Kai sambil mengucek-ucek matanya yg setengah terbuka.

“Kita harus cepat ke kampus, hari ini kan masa orientasi bagi mahasiswa baru, kau ingat?”

“Lalu?”

“Kita kan senior di acara orientasi itu, ppaliwa..” D.O kini sudah berjalan ke luar kamar

“Bukankah kita ini senior,bukan lagi junior yang harus bangun pagi-pagi dan datang ke kampus dengan cepat?” tanya Kai cepat, D.O berbalik, menoleh kearah Kai

“Ne, memang kita sudah bukan junior lagi, tapi..”

Belum selesai D.O bicara, Chanyeol yang entah kapan sudah berada di kamar mereka , ikut menjawab

“Bukankah kita artis, jadi datang terlambat pun tidak apa-apa kan?” komentar Chanyeol,sambil menyilangkan tangannya di dada

“Benar kita ini artis, maka dari itu kita harus memberi contoh yang baik kepada junior-junior kita. Sebagai senior dan artis yang baik, kita harus menjadi teladan, di panggung maupun di kehidupan sehari-hari..”

D.O  tidak sadar kalau semua member sudah bangun,kini berdiri di depan kamar D.O – KAI. Mereka hanya bisa melongo melihat D.O yang masih bicara panjang-lebar.

“Ya, D.O hyung, pagi-pagi sudah ceramah” komentar Sehun sambil sesekali menguap

“dia bukan ceramah, tapi sedang pidato,” komentar Tao. Member lainnya ikut tertawa.  D.O hanya berdiri mematung, berusaha menahan malunya

“Sudahlah  , cepat mandi . Aku tunggu di meja makan . Cepattt..” teriak D.O  setengah membentak, kemudian berjalan menuju meja makan.

***

Para member EXO  kini  sedang menyantap sarapan mereka . Masakan hasil racikan terbaru D.O

“Gomawo, D.O , kau sudah memasak sarapan lagi pagi ini” ucap Su Ho,sambil mengunyah makanannya

“Ne,cheon. Ini memang sudah menjadi tugasku, Hyung” jawab D.O sambil menuang air putih ke gelasnya

‘Ini menu baru Hyung?” tanya Se Hun,sambil kembali melahap sarapannya

“Ne, namanya pasta kimchi. Aku akhirnya berhasil mencampurnya” ujar D.O sambil tersenyum sekilas

“Woow, kau hebat…’ puji Chanyeol.

“ Ne, sangat enak,” tambah Xumin . Semua member mengacungkan jempolnya tanda setuju. D.O hanya tersenyum.

Setelah selesai, semua member menuju mobil van masing-masing. Mereka tidak sadar bahwa satu orang masih berada di peraduannya. Yang tidak lain adalah LU HAN.

“Hyung, kau tidak merasa ada yang kurang?” tanya Se Hun pada Lay. Lay memang tidur dengan Lu Han tadi malam.

“Hmm, mwoya?” ujar Lay sambil berpikir. Ia benar-benar lupa pada Lu Han.

Mobil mereka mulai berjalan meninggalkan dorm, namun Lay masih berpikir, apa yang masih ketinggalan di dorm mereka.

Setelah lama berpikir, Lay tiba-tiba berteriak kencang

“Aigoo.., Lu Han ketinggalan,” pekik Lay sambil menepuk dahinya.  Semua member juga ikut kaget, menyadari Lu Han tak bersama mereka sejak tadi

“Apa kau tidak membangunkannya tadi?” tanya Kris dengan muka sedikit kesal

“Sudah, tapi kau tau kan Lu Han sangat susah bangun pagi” gerutu Lay dengan nada menyesal. Seharusnya aku tadi membangunkan Lu Han dengan seember air, pikir Lay.

Lu Han memang paling susah dibangunkan, apalagi harus bangun pagi-pagi. Ia tak segan – segan menendang siapa saja yang berani mengganggu tidurnya.

“Jadi sekarang baiknya bagaimana?, apa kita harus kembali ke dorm dan membangunkan Lu Han hyung?” tanya Baekhyun

“Tidak ada waktu lagi, ia bisa ke kampus sendiri. Kalau tidak salah, aku kemarin menaruh kunci mobil di dekat kamarnya. Ia akan berangkat sendiri dengan mobil itu” putus Su Ho akhirnya

Sehun hanya bisa diam mendengarkan segala komentar bernada kekhawatiran para Hyungnya. Sambil memandang keluar jendela, Sehun berdoa agar Luhan segera bangun dan cepat tiba di kampus nanti.

***

Luhan terbangun, bingung melihat dorm yg sepi tanpa penghuni.
“Huaaah.., mungkin semuanya sudah pergi ke kampus duluan” gumamnya sambil melirik jam wekernya, pukul 08.00 AM. Sebenarnya ia sudah memasang alarm agar bisa bangun pagi dan pergi kampus bersama, namun sepertinya usahanya tak berhasil, buktinya ia masih mempertahankan predikatnya sebagai ‘member yg paling susah bangun tidur’.

Luhan beranjak ke kamar mandi sambil memegang handuk. Ia ingin cepat menyusul member lainnya,  terlebih mengingat tugasnya sebagai salah satu senior di masa orientasi mahasiswa baru nanti.

***

Dua mobil jazz warna merah & putih memasuki area parkiran ‘Namgang Middle University’ bersamaan, mengundang perhatian orang – orang yg kebetulan lewat di sekitar area parkir. Apalagi saat Hye Jin keluar dari mobilnya bersamaan dengan keluarnya seorang yeoja cantik, yg mengenakan pakaian yg tak kalah modis dengannya, semakin mengundang pandangan bernada kagum kearah dua yeoja itu.  Salah satu namja yg sedang berjalan bersama teman-temannya,mulai berkomentar.
“Mereka siapa? Cantik sekali”
“Benar, mereka sangat cantik. Mungkin mereka mahasiswa baru di sini” sahut temannya
“Aku  rasa lebih cantik yeoja yg mengendarai mobil jazz itu”
“Ne, ia terlihat lebih manis dari yeoja yg mengendarai mobil jazz putih itu”
“Hmm.. Iya ya,benar juga”

“Shin Yeong.. Shin yeong-aaa..”

Dari arah koridor terdengar suara seorang yeoja berambut coklat sibuk berteriak memanggil yeoja yg masih berdiri di samping mobil jazz putihnya . Hye Jin yg kebetulan berdiri hanya beberapa jarak dengannya, menoleh ke arah objek yg dipanggil. Dan entah kenapa, yeoja itu pun kini ikut  menoleh ke arah Hye Jin.
“Annyeong – haseyo” sapa Hye Jin  ramah, sambil membungkukkan badannya. Namun yeoja itu hanya membalas menatap Hye Jin angkuh, lalu beranjak begitu saja menyusul temannya.  Hye Jin melongo melihat tingkah aneh yeoja itu.
“Hye Jin-a, apa yg kau lakukan disini?” Nara yg baru selesai memarkir mobilnya, menepuk pundak Hye Jin pelan.
“A.. aniyaa, bukan apa-apa”
“Ooh.. Ya sudah, ayo kedalam”
“Aahh.. Ye”

Hye Jin dan Nara kini sibuk melihat-lihat lingkungan kampus mereka yg baru. Tepat di depan gedung universitas Namgang Middle , mereka menangkap kerumunan yeoja yg sedang asyik berteriak histeris , seperti melihat sesuatu yg menghebohkan.
“Ada apa ya?” gumam Nara penasaran, menengok ke sana kemari sambil menjinjitkan kakinya.
“Mungkin ada kecelakaan” jawab Hye Jin santai ikut memandang kerumunan yg semakin bertambah banyak itu
“Tidak mungkin , mereka berteriak seperti melihat sesuatu yg ajaib” tunjuk Nara
“A..” Belum sempat Hye Jin bicara, Nara sudah menarik tangannya ke arah kerumunan disana.

“Chakkaman, chakkamanyo” Hye Jin berusaha menjajari langkah Nara yg berjalan sangat cepat

“waeyoo?” Nara terus berjalan tanpa mempedulikan keadaan Hye Jin yg setengah kesal mengikutinya.  Akhirnya Hye Jin pasrah membiarkan Nara menarik –narik tangannya .

Nara berusaha menerobos kerumunan didepannya, sedangkan Hye Jin merasa risih harus berdesakan seperti itu.
Setelah berhasil sampai didepan, Hye Jin terkejut melihat 11 namja yg berdiri dengan senyum cerah didepannya, terutama setelah matanya menangkap sosok Sehun diantara mereka. Hye Jin mengucek-ucek matanya, berharap semua ini hanya mimpi , efek dari kejadian memalukan kemarin. Namun setelah itu, ia mendongak , dan ternyata ini semua bukan mimpi…

Sehun yg  sejak tadi berdiri, sekarang sedang memandang kearahnya. Hye Jin buru-buru memalingkan wajahnya.  Dipandangi begitu, Hye Jin kalang kabut ingin segera pergi dari situ.

“Kajja, Nara, kita pergi dari sini” ujar Hye Jin  sambil menarik-narik lengan Nara.
“Waeyo? Bukannya kau menyukai mereka? Kau kan fansnya mereka?” tanya Nara bingung melihat tingkah Hye Jin yg aneh.
Hye Jin tak menjawab , ia masih menarik lengan Nara agar cepat-cepat pergi dari situ. Nara hanya bisa pasrah sekaligus bingung sambil mengikuti langkah Hye Jin.

“Ya, Kau .. Senang bertemu denganmu lagi di sini”

Hye Jin sebenarnya tahu siapa pemilik suara itu, namun ia mencoba tak mempedulikannya sambil mempercepat langkahnya.

“Apakah style pakaianmu sekarang berubah?”
Hye Jin menghentikan langkahnya, merasa tersinggung mendengar kalimat kedua dari mulut Sehun. Ia melepas pegangan tangannya di lengan Nara,  lalu berbalik , berjalan ke arah dimana Sehun berdiri. Seketika para yeoja mulai menyingkir ,membuka jalan untuk Hye Jin .  Hye Jin kini sudah berhadapan dengan Sehun , ia memandang Sehun dengan tatapan emosi , sedangkan Sehun sendiri malah menyunggingkan senyum lebar padanya.

“Kau.. sebenarnya tidak pantas jadi idola, kau tahu kenapa? Karena wajahmu yg di bawah standar dan..” Sesaat Hye Jin memandang Sehun dari ujung rambut sampai ujung kepala dengan tatapan angkuh.

“ Style mu juga sangat buruk.. huh dan yg paling penting kau sama sekali tidak punya perasaan..” Hye jin mundur beberapa langkah, sambil melempar pandangan pada seluruh yeoja yg masih berkumpul di sekitarnya.

“Dan pasti akan menarik jika fans mu tahu kalau Sehun yg mereka idolakan, sebenarnya adalah namja yg tidak punya perasaan..”

Hye Jin berbalik ,namun sedetik kemudian ia kembali menghadap kearah

Iklan

4 pemikiran pada “Play Ur Love (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s