Sweetest Mistake

Title:    Sweetest Mistake

Author: A Bubble Tea

Main Cast:       -Kim Jun Myeon (Suho) EXO K

-Jung Min  (OC)

Other Cast:      Wu Yi Fan (Kris) EXO M

Genre: romance, sad

Note: annyeong~ author kembali dudududu \(^o^)/ kali ini author menjadikan suho dan kris jadi tokoh di ff kedua ini ya walaupun kris Cuma peran pembantu sih…. *ditabok kris* ok, happy reading and sorry for the typos~

 

***

 

Summary: I never believe in angel since I found you, I never believe in a sweetest mistake since we did it…

Suho’s pov

Kusandarkan kepalaku dijendela kamarku menatap rintik air hujan yang semakin deras. Aku rasa Tuhan memang sedang ingin menemaniku dan menurunkan hujan untuk mewakili perasaanku. Sudah satu minggu semenjak aku dan dia memutuskan untuk mengakhirinya. Mengakhiri hubungan kami yang begitu membahagiakan sekaligus menyakitkan. Kurasakan kristal kristal bening itu membasahi kedua pipiku. Kulayangkan pandanganku pada sebuah bingkai yang terbaring manis di tempat tidurku. Segera kuambil dan kudekap erat.

“aku merindukanmu…aku sangat merindukanmu” ucapku lirih dan semakin terlarut dalam isak tangisku. Jung Min nama yeoja yang sudah menghiasi hidupku selama 3 tahun terakhir ini. yeoja yang selalu menemani pagi hingga malamku. Yeoja yang selalu kusayangi dan kucintai. Yeoja yang selalu kujaga agar tak pernah tersakiti.

Masih terekam jelas kejadian itu. saat kami memutuskan untuk mengakhirinya, saat kami saling melepas satu sama lain. Saat aku tahu, perasaanku sudah tak mungkin disambut olehnya lagi. Saat aku tahu, aku mencintainya lebih dan lebih setiap waktunya dan hal ini justru membuatku semakin gila.

“aaargh, sial!” teriakku sambil mengacak rambutku frustasi. Kutatap lagi jendelaku yang kini sudah berembun dan kurasakan dinginnya hujan sudah menusuk tulang tulangku. Aku butuh kau Min, aku butuh kau memelukku sekarang.

 

Min’s pov

Aku baru saja terbangun dari tidurku, menyadari sosoknya tak ada disampingku. Takkan pernah ada lagi. Kusadari ada rasa sakit yang menghujam jantung dan hatiku. Kutatap layar iphoneku dan mencari sebuah nama disana ‘Suho♥’. Dia tak pernah menghubungiku lagi semenjak saat itu. dia, Kim Jun Myeon lelaki yang sudah 3 tahun menemani hidupku namun kuputuskan untuk meninggalkannya. Bukan, bukan karena aku sudah tidak mencintainya. Kami saling mencintai hingga detik ini. kupejamkan mataku dan kembali mengingat saat pertama kali kami bertemu

Flashback

*Incheon Airport

Kulangkahkan kakiku gontai, pikiranku sedang sangat kalut saat ini dan aku sedang tidak dalam mood yang baik. Aku jalan tertunduk karena merasa begitu pusing dengan semuanya

BRUK!

Seseorang menabrakku….atau aku yang menabraknya? Membuatku jatuh tersungkur. Oh Tuhan, hari ini sudah lebih dari buruk untukku haruskah kau membuatnya lebih buruk lagi. Aku pun segera berdiri ketika sebuah tangan menopang tubuhku

“YAA! JANGAN SENTUH AKU! KAU TIDAK BISA MENGGUNAKAN MATAMU DAN JALAN DENGAN BENAR HAH?!” kutepis tangannya dengan kasar dan meneriakkinya membuat beberapa orang melihat kearah kami.

“ah, mianhae nona. Saya kurang berhati hati tadi. Anda tak apa apa?” katanya sambil membungkukkan badannya 90 derajat.

“aku tidak apa apa.” Ucapku singkat lalu merapikan bajuku yang kusut karena jatuh tadi.

“mianhae” ucapnya sekali lagi membuatku malah semakin ‘gerah’

“arasseo arasseo, aku tidak apa apa TUAN” ucapku sambil menekankan kata tuan

“oh baiklah, terimakasih” ucapnya sambil tersenyum. Omo! Ternyata dia sangat tampan saat tersenyum! >///<

“ne, sama sama” jawabku lalu aku pun berbalik bersiap untuk berjalan ketika sebuah tangan menarikku membuatku menoleh kearah pemilik tangan itu.

“kim jun myeon, kau?” ucap lelaki yang menabrakku tadi, masih memegang tanganku

“jung min. nggg, tanganmu?” jawabku sambil menunjuk tangannya dan membuatnya segera menjauhkannya dari tanganku

“ah mianhae. Kau mau kemana?”

“tidak tahu, kau?”

“ingin makan siang. Mau menemaniku, nona min?” tanyanya sambil menunjukkan senyum mematikannya lagi. Sial, aku menyukai senyumannya. Namun aku masih memiliki akal sehat untuk menerima ajakan pria yang baru dikenal

“makan? Denganmu?”

“ah, mianhae sekali lagi. Anggap saja sebagai permintaan maafku padamu, bagaimana?” ajaknya sekali lagi, sebagai permintaan maaf? Baiklah kurasa ini tak apa.

“hmmm ok suho” ucapku

“suho?” tanyanya sambil menaikkan sebelah alisnya membuatnya terlihat semakin tampan

“ah, entahlah aku ingin memanggilmu begitu saja begitu kulihat wajahmu” jawabku sambil melihat kearah lain. Min bodoh, alasan macam apa itu?

“aku terlihat seperti malaikat, ne?” godanya sambil mengedipkan sebelah matanya dan sukses membuat jantungku melompat lompat sekarang. Namun segera kupukul lengannya pelan

“yaaa! Pede sekali”

“hahaha arasseo, terserah kau mau memanggilku apa min” ucapnya sambil tertawa. Lalu memberiku kode untuk berjalan berdampingan dengannya. Lelaki ini tinggi juga, kulitnya mulus dengan rambut berwarna merah yang jatuh dengan indahnya tambah lagi bibirnya yang sangat amat menggoda begitu dia tersenyum. Aish! Jung min! apa yang kau pikirkan? Segera kutepis pikiran yadongku itu dan menuju restoran bersama suho.

Flashback end

Kubuka mataku yang sedari tadi terpejam, sebuah senyum tersungging diwajahku. Senyum pahit. Suho oppa, apa kau tak merindukanku? Apa kau sudah melupakanku? Apa rasa itu sudah sepenuhnya hilang?  Kubenamkan wajahku dikedua tanganku. Aku menangis dan menangis. Begitu bodohnya aku hingga menyakitimu dan diriku sendiri. Maafkan aku, maafkan aku oppa….

 

Suho’s pov

Kuletakkan lagi bingkai foto itu dan kini kutatap layar iphoneku dengan nanar. Foto yang sama masih menghiasi layarnya. Fotoku dan fotonya, foto min. kuelus lembut wajahnya di foto itu. aku tahu mengurung diri dan menangis itu bukan sikap seorang namja , lagipula aku ini tampan dan banyak yeoja yang mengejarku dan memintaku menjadi kekasihnya. Tapi takkan pernah ada yang sama dengannya, dengan min. dan rasa sayangku padanya takkan pernah tertandingi oleh apapun didunia ini.

Kurebahkan diriku di kasur putihku dan menatap ke langit langit kamarku. Aku kembali mengingat serpihan kenanganku dengan, kenangan yang begitu manis namun selalu menyesakkan hatiku.

Flashback

Hari ini, tepat setahun setelah aku dan min memutuskan untuk menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Klise sekali memang persis seperti di drama drama ketika kau tidak sengaja bertemu seseorang dan kau mencintainya lalu kalian berpacaran dan sebagainya. Tapi aku jelas tak mau akhir kisah cintaku sedih. Kutatap yeoja disampingku dengan penuh kasih sayang, kuelus lembut rambut coklatnya membuatnya mendongakkan kepalanya kearahku

“wae oppa?” tanyanya sambil ber-aegyo? Entahlah. Dia terlihat sedang menunjukkan aegyo dimataku

“ani chagi. Aku hanya tak menyangka sudah setahun kita berpacaran” ucapku sambil tersenyum dan mengacak lembut rambutnya membuatnya ikut tersenyum

“aku juga, aku sangat sayang padamu oppa”

“aku lebiiiiiih sayang padamu chagi”

“yaa! Kenapa kau selalu tak mau kalah denganku?” katanya sambil mengerucutkan bibirnya membuatku justru semakin gemas. Segera kutarik tangannya membuatnya kini berhadapan denganku. Kutundukkan wajahku dan mendekatkannya ke wajah min

Chu

Ciuman manis itu pun terjadi, kuberikan rasa sayangku disetiap sentuhan yang kulakukan membuatnya memelukku erat hingga akhirnya bibir kami berjauhan.

“saranghae, min” ucapku sambil mengecup puncak kepalanya dan mempererat pelukan kami

“nado oppaaaa. Hm mau kemana kita hari ini?” tanyanya

“terserah padamu. Kau ingin merayakan hari jadi kita dimana chagi?”

“aku…..ingin disini oppa” ucapnya sambil tersenyum. Disini? Di apartemenku?

“eh? Disini tak ada apa apa chagi. Kau tidak ingin berjalan atau menonton film?”

“ani. Aku ingin disini menghabiskan waktu denganmu! Bolehkah?”

“kau ingin menginap?” tanyaku ragu ragu. Bukannya aku tak mau dia menginap tapi….ini pertama kalinya pacarku menginap diapartemenku.

“ya, aku ingin menginap oppa” ucapnya lagi sukses membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

“kau…yakin aku tidak akan menyerangmu?” tanyaku usil padanya padahal aku sendiri sedang berusaha mengendalikan degup jantungku

“yaaa! Suho oppa bukan lelaki seperti itu. aku percaya karena aku mencintainya” jawabnya sambil memelukku lagi. Ya Tuhaaaan, semoga dia tidak mendengar degup jantungku ini. ini sangat memalukan.

“aku juga mencintaimu” ucapku pelan lalu kami terlarut dalam pelukan hangat. Ya, hari itu jadi kali pertama min menginap diapartemenku dan menghabiskan seharian hanya bersamaku. Kutetapkan hari itu menjadi hari khusus suho untuk min.

Flashback end

Aku pun kembali ke dunia nyata, kualihkan pandanganku ke sebelahku. Kosong. Takkan ada lagi dirinya yang selalu menemaniku tidur disini sambil bercerita tentang teman temannya lagi. Air mataku pun mengalir lagi. Tak tahukah kau disini aku hampir mati karenamu? Tak sadarkah kau aku merindukanmu lebih dari apapun didunia ini? Tak tahukah kau betapa aku merindukan setiap sentuhan kecilmu padaku yang penuh cinta itu? aku ingin kau kembali Jung Min….

 

Min’s pov

Aku mulai dapat menenangkan diriku, kuseka air mataku dan mengambil boneka beruang berkostum malaikat yang entah sejak kapan mulai terabaikan olehku. Boneka ini darinya, dari malaikatku. Malaikat yang selalu menghiasi hidupku selama 3 tahun dan memberiku hangat cintanya. Kupeluk boneka itu erat, mengingat bagaimana aku bisa mendapatkannya dipelukanku

Flashback

“selamat hari jadi 730 hari Jung Min! jeongmal saranghaeeee!” teriak namja berkulit putih didepanku sambil memberiku serangkaian bunga mawar berwarna merah, pink, putih dan ungu. Indah sekali

“omo! Gomawo oppa, nado saranghaeee” ucapku sambil memeluknya erat  membuat beberapa orang melihat kearah kami dengan tatapan iri. Tentu saja, aku ini yeoja paling beruntung sedunia memiliki pacar setampan suho oppa dan seromantis suho oppa.

“cheonmaneyo chagi hehe kau suka bunganya?” tanyanya sambil mengelus kepalaku lembut dan segera kujawab dengan anggukan

“kalau begitu, kau juga harus menerima ini!” ucapnya lagi sambil menyerahkan sebuah kotak besar berwarna merah marun.

“apa ini?”

“hanya sebuah kado kecil untuk putri kecilku” jawabnya sambil tersenyum dan membuatku meleleh saat itu juga. Segera kuambil kotak itu dan membukanya

“KYAAA! Oppa, benarkah ini untukku?” tanyaku riang sambil mengangkat sebuah boneka beruang berkostum malaikat

“he em, kau suka chagi?”

“sangaaaat! Terimakasih oppa!” ucapku lalu memeluknya sekali lagi. Dia tersenyum sangaaaaat manis, lalu merangkul pundakku

“aku tak dapat hadiah? Aishhh, jahatnya….” Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya. Jujur saja aku memang tidak menyiapkan hadiah untuknya karena aku bangun kesiangan. Namun bagaimanapun juga aku harus memberinya hadiah kan? Baiklah! Kuberikan itu saja!

“aku punya kok! Pejamkan mata oppa” dia pun mengangkat sebelah alisnya namun segera menuruti perkataanku. Dengan sigap segera kudekati wajahnya

Chuuu~

Kucium lembut pipi kiri suho oppa dan membuatnya langsung membuka mata karena kaget sepertinya.

“yaaa! Kau masih tak mengerti tempat mencium chagi? Disiniiii~” ucapnya sambil menunjuk bibirnya yang memang sangat menggoda itu membuatku langsung menunjukkan rona merah dikedua pipiku

“aishhh! Oppa genit!” ucapku sambil memukul lengannya

“aku tidak genit kau yang menciumku ditempat umum begini” godanya lagi dan membuatku semakin malu. Aku pun segera membalikkan badanku dan beranjak pergi darinya namun dengan cepat tangannya menarikku dan menjatuhkanku dipelukannya

“oppaaa! Maluuuu dilihat orang orang” kataku setengah berteriak karena kini wajahku sukses terbenam didada bidang miliknya namun dia semakin mempererat pelukan kami

“biar saja, biar semua orang iri pada kita chagi hehehe”

“yaa oppa it…..” belum sempat kuselesaikan kalimatku, bibir merah mudanya dengan mulus mendarat di bibirku. Membuatku mabuk dalam hangat ciumannya. Dia menciumku agak lama dan kami tak memperdulikan keadaan sekitar kami. Begitu selesai, dia menatap wajahku lekat

“jangan pernah meninggalkanku, ara?” ucapnya lagi sambil menaruh kedua tangannya diwajahku

“iya oppa, aku takkan pernah meninggalkanmu” jawabku dan dia mengecup keningku lembut. Semua hal yang dilakukan suho oppa begitu memabukkan dan membuatku kecanduan. Aku mencintaimu oppa. Jeongmal saranghae.

Flashback end

Kupererat pelukanku pada boneka itu. suho oppa, aku ingin bertemu denganmu. Ingin memelukmu seperti aku memeluk boneka ini. kau harusnya tahu seberapa menyesakkannya perasaan ini. kau harusnya ada disampingku sekarang dan memelukku. Kau harusnya bersama denganku selamanya, suho oppa….

 

Suho’s pov

Aku beranjak dari kasurku menuju kamar mandi. Kutatap diriku yang begitu mengenaskan di cermin. Lingkaran hitam yang sangat menyedihkan menghiasi kedua bola mataku, pipiku pun terlihat semakin tirus karena aku jarang sekali bahkan memilih untuk tidak makan akhir akhir ini. kutatap lagi penampilanku. Begitu menyedihkan. Kunyalakan wastafel lalu membasuh mukaku dengan air. Kucoba mencari ketenangan disetiap tetes airnya. Nihil, yang kutemukan justru serpihan kenangan bersamanya

Flashback

Hari ini tempat 3 tahun peringatan hari jadi kami. Namun belum ada satupun pesan darinya untukku. Kemana dia? Membuatku khawatir pagi pagi begini. Aku pun menatap layar iphoneku dengan penuh harapan ketika akhirnya sebuah nama terpampang di layar iphoneku

“Min♥ is calling”

Aku pun langsung tersenyum dan mengangkat telfon dari yeoja kesayanganku itu.

“chagiiii” sapaku lembut

“ah oppaaa, mianhae aku baru saja bangun. Selamat 3 tahunaaaan” ucapnya riang membuatku tersenyum mendengarnya

“haha dasar kau tukang tidur! Yaa, selamat 3 tahunan jugaaaa. Kujemput dirumahmu, ne?”

“ye oppa, aku akan segera mandi agar tak membuatmu menunggu lama. Hari ini ingin kuhabiskan denganmu!”

“ne ne, baiklah sampai berjumpa chagi. Saranghae”

“nado saranghae oppa”

Klik. Telfon pun terputus. Segera kuambil kunci mobilku dan melaju menuju rumah min. hari ini ingin kuhabiskan dengannya, ya seperti tahun tahun yang lalu. Aku ingin merayakan hari jadi kami berdua seperti biasanya. Begitu sadar aku sudah tiba dirumah min, segera kuturun dari mobil dan melihatnya sedang berdiri manis didepan  pintu rumahnya

“ayo jalan tuan putri” ucapku sambil memberi tangan kananku dan dia pun menyambutnya dengan memberi tangannya padaku. Aku pun langsung menggenggamnya dan menuntunnya kedalam mobil lalu aku menyusul duduk dikursi pengemudi disampingnya

“mau kemana kita?” tanyaku

“aku lapar oppa, ke café dulu bagaimana?”

“as you wish chagi” ucapku sambil tersenyum dan diapun ikut tersenyum lalu segera kukendarai mobil sportku menuju café favorit kami. Aku dan min memilih tempat duduk dekat dengan jendela agar dapat melihat kondisi diluar.

“oppa ingin pesan apa?” tanyanya sambil membuka menu dengan kedua tangan mungilnya

“ingin itu” ucapku sambil menunjuk bibir dengan warna pink yang begitu menggodaku membuatnya langsung membulatkan kedua matanya

“yaa! Aku serius!” ucapnya dan aku pun tertawa renyah

“ne ne, sama saja denganmu” jawabku dan dia pun segera memesan. Setelah memesan dia menatap lurus keluar jendela. Kufokuskan pandanganku padanya. dari ujung kepalanya kutatap rambut coklatnya yang begitu indah, matanya yang jernih, pipinya yang chubby, hidungnya yang cukup mancung, dan favoritku bibir pinknya yang selalu menggodaku. Namun lamunanku segera sirna ketika hp min berbunyi, sesaat kulihat jelas muka kaget saat dia menatap layar hpnya membuatku sedikit penasaran. Namun dengan segera dia mengangkat telfon yang entah dari siapa itu

“yeoboso”

“…..”

“eh? Kau? Kenapa tiba tiba?” kulihat wajah khawatir min membuatku semakin penasaran siapa yang menelfonnya

“…..”

“hem, aku sedang makan dengan temanku” teman? Apa yang dia maksud aku?

“…..”

“ne, arasseo. Kalau begitu berhati hatilah”

“…..”

“nado”

Klik. Min mematikan telfon itu. aku pun langsung menatapnya dengan bingung namun kusadari wajah min masih saja sama seperti tadi. Panik. Entah kenapa. Aku hanya merasakan firasat buruk saat ini.

“telfon dari siapa chagi?” tanyaku

“ah engg itu…temanku oppa!” kuangkat sebelah alisku mendengar jawabannya. Aku mulai curiga padanya. entahlah, aku merasa dia menutupi sesuatu dariku.

“temanmu? Siapa?”

“kau tidak kenal oppa” jawabnya singkat. Baru ingin kulanjutkan pertanyaanku namun pesanan kami sudah datang dan membuatku mengurungkan niatku itu.

Begitu selesai makan, kami menghabiskan waktu dengan menonton film dan melihat petshop bersama. Kulihat dia sangat menyukai anak anak anjing di petshop itu. aku berjanji padanya akan membelikannya nanti jika kami sudah menikah. Menikah? Tentu saja. Aku tidak sedang main main dengan min. aku ingin menikah dengannya dan membina sebuah keluarga. Itu impianku sekarang, mungkin secepatnya aku akan mengenalkan min pada kedua orangtuaku.

Tak terasa hari sudah cukup malam, aku dan min pun memutuskan untuk pulang. Kami berjalan berdampingan ditaman kota sengaja sebelum mengambil mobilku yang terparkir tak jauh dari sini. Kami suka sekali berjalan berdua dan menatap langit malam bersama. Aku menggandeng tangan min dan dia menyandarkan kepalanya dipundakku. Aku pun menatap langit yang bertabur bintang begitu banyak malam itu ketika kurasakan min ditarik menjauh dariku

GREP!

Segera kutengok kebelakang dan kutemukan sesosok namja tinggi menarik min mendekat kearahnya. Aku tak bisa melihat jelas siapa namja itu. namun dengan cepat tangan namja itu kini sudah berada dikerah bajuku, menariknya dengan kasar

“SIAPA KAU HAH?” ucap namja itu dengan suara berat, kufokuskan pandanganku dan mendapati seorang namja dengan rambut coklat muda itu didepanku.

“aku kim jun myeon, namjachingunya min” ucapku singkat masih dengan kerahku yang digenggamnya

“mwo? Namjachingu kau bilang? HAHA” ucapnya dengan wajah angkuhnya membuatku agak kesal namun kucoba untuk tetap menstabilkan emosiku. Aku tak mau lepas kendali

“ada apa tuan? Ada yang salah?” tanyaku sambil mengangkat sebelah alisku. Dia terlihat kaget dengan reaksiku dan segera menarikku lebih dekat dengannya

“kau tahu, tuan jun myeon? Aku Wu Yi Fan, dan dia…” ucapnya sambil menunjuk min yang sedang tertunduk dibelakang namja itu lalu dia melanjutkan ucapannya

“dia Wu Jung Min, ISTRIKU” ucapnya dengan tatapan angkuh dan senyum evil padaku sukses membuatku membulatkan kedua mataku.

DEG!

Apa katanya? Istri? Dia sedang bercanda kan? Aku pun segera menatap min namun min hanya tertunduk dan kulihat punggungnya bergetar, dia menangis. Aku mencoba menenangkan diriku

“min, siapa dia? Bilang padanya aku ini namjachingumu. Kau dan aku sudah bersama 3 tahun….” Ucapku lirih mencoba mencari pembelaan dari yeoja itu namun nihil dia hanya diam dan terus menangis. Katakan padanya min, jangan bilang. Jangan bilang 3 tahun ini hanya permainan bagimu. Wu fan pun segera memperkencang cengkramannya dikerah bajuku

“kuberitahu kau satu hal, jun myeon-ssi. Aku pergi ke china karena urusan pekerjaan dan meninggalkan min di sini. Tak kusangka dia malah menjalin kasih dengan lelaki lain dan sepertinya kau sudah benar benar jatuh hati pada istriku, heh? Tapi sekarang akan kupastikan kau tidak perlu susah payah untuk tidak menemui istriku ini. aku akan membawanya pergi ke china. Karena itu JANGAN PERNAH MENGGANGGU MIN LAGI ATAU KUBUNUH KAU!!” ucapnya sambil berteriak di akhir kalimatnya lalu menghempaskanku kejalan dan menarik min pergi dari situ. Tak ada perlawanan dari min. dia bahkan tidak melihatku sama sekali. Kudapati diriku yang menyedihkan masih tersungkur diaspal yang dingin ini, kurasakan air mata turun dari kedua mataku. Betapa bodohnya kau jun myeon. Kutatap langit malam yang entah sejak kapan berubah menjadi langit yang mendung. Rintik hujan pun mulai turun dan membasahi setiap inci dari tubuhku. Kupejamkan mataku, rasanya air mata dan air hujan sudah menyatu diwajahku. Membuat semua terasa semakin memilikukan. Bagaimana mungkin aku bisa melakukannya? Mencintai gadis yang sudah bersuami. Kurutuki diriku sendiri lalu segera bangkit dan mengambil mobilku lalu melaju dengan kencang menuju rumah. Buruk, ini perayaan hari jadi terburuk seumur hidupku.

Flashback end

Lagi lagi aku merasa hatiku seperti tertusuk seribu pisau dalam waktu bersamaan. Rasanya aku sudah mati. Ya, aku memang sudah mati semenjak kejadian itu. Aku kembali tertunduk dan menangis. Bodoh, aku memang sangat bodoh. Bagaimana mungkin mencintai seorang yeoja tanpa mengetahui latar belakangnya? Kenapa tidak mencari tahu tentangnya terlebih dulu? Kenapa begitu terburu buru dan yakin bahwa dia memang sendiri dan kami bisa menikah suatu saat nanti? Kenapa aku bermimpi terlalu jauh hingga membayangkan kami akan memiliki keluarga yang bahagia nantinya? Semakin bodohlah aku yang hingga detik ini masih mencintai dan mengingatnya tanpa ada sedikit pun niat untuk melupakannya.

 

Min’s pov

Aku menatap koper biru mudaku dengan tatapan nanar. Hari ini, akhirnya aku harus pergi dengan kris ke china. aku masih bisa merasakan rasa sakit yang sama bahkan kian menjadi di hatiku. Aku menangisimu setiap saat suho oppa, aku tak bisa membayangkan seberapa besar luka yang kugoreskan direlung hatimu saat itu. seberapa besar rasa sakit yang kau tanggung saat kau mengetahui kenyataan bahwa kau selama ini saling bertukar kasih dengan seorang wanita yang sudah bersuami. Kupejamkan mataku dan mengutuk diriku sendiri yang begitu berdosa, aku pun kembali mengingat saat terakhir kali aku bertemu dengannya, dengan kim jun myeon…

Flashback

Kejadian semalam sukses membuat mataku bengkak karena menangisi suho oppa, kris pun hanya diam seribu bahasa. Dia tidak marah atau membentakku. Dia hanya mengelus puncak kepalaku pagi ini dan berkata

“aku tahu, aku salah. Aku mengabaikanmu 3 tahun ini karena pekerjaan dan bahkan aku pergi ke china tanpa memikirkan perasaanmu. Aku mengerti kau merasa nyaman dengan namja itu. hanya saja….aku cemburu. Aku tak mau kau diambil olehnya. Aku sangat mencintaimu, tapi aku mengerti. Sekarang menangislah hingga kau puas. Aku tahu kau sakit, tapi aku juga sakit min-ah. Kalau kau sebegitu mencintainya tak apa. Mungkin lebih baik kita berpisah aku tak mungkin memaksamu hidup denganku terus kan, bagaimana?”

Aku hampir saja mati kaget karena ucapannya itu. namun segera kugelengkan kepalaku dan kucoba untuk berbicara dalam isak tangisku

“ani…tidak. Aku tak mau. Aku tak mau merusak hidupmu kris oppa. Cukup kurusak hidup namja itu. aku pasti bisa mencintaimu seperti dulu oppa. Tunggulah. Tunggu hingga air mataku habis untuknya. Maaf oppa. Jeongmal mianhae. Aku tahu aku sangat berdosa. Aku menyakiti dua orang sekaligus. Mianhae….” Ucapku lirih dengan suara parauku, kris segera menarikku ke dalam pelukannya. Pelukan namja yang seharusnya kucintai seperti 3 tahun yang lalu. Namja yang begitu sabar dan setia padaku. Namja yang selalu mencoba mengerti perasaanku. Namja yang mau memaafkan kesalahan terbesar seumur hidupku.

Hari ini kuputuskan untuk menemuinya terakhir kali. Aku sudah mengiriminya pesan untuk bertemu ditaman jam 10. Akupun sudah duduk manis dibangku taman. Bangku yang biasanya kami duduki berdua untuk mengobrol tak jelas dan bercanda bersama. Aku terlalu sibuk dengan lamunanku ketika kurasakan sebuah tangan menepuk pundakku

“annyeong, min-ah” sapanya sambil tersenyum, namun dapat kulihat jelas matanya yang cukup bengkak. Apa dia menangis semalaman sama sepertiku?

“ah annyeong suho oppa”

“waaah kau masih memanggilku suho? Hehe ada apa mengajakku kemari?” tanyanya sambil duduk disampingku dan tak menghentikan senyumannya itu.

“tentu saja, itu kan panggilan untukmu oppa. Nggg soal kemarin….” Aku merasa tenggorokanku tercekat sesuatu. Aku takbisa melanjutkan omonganku. Aku pun tertunduk. Min! jangan menangis sekarang!

“hemmm arasseo. Tak usah kau lanjutkan. Aku mengerti hehe kita sudah tidak mungkin kan?” ucapnya sambil tertawa. Tidak oppa, jangan tertawa, aku justru semakin paham hatimu sangat sakit sekarang

“oppa…mianhae….” Ucapku lirih sambil tertunduk. Dengan sigap dia mengelus puncak kepalaku sama seperti saat kami masih bersama.

“gwenchana. Aku mengerti min. kapan kau berangkat ke china?”

“seminggu lagi oppa. Kalau kau mau temui aku disana. Jam 11 aku akan berangkat ke china.”

“oh arasseo. Kau harus hidup dengan baik disana, ne?” ucapnya lagi dan aku pun mengangguk mantap. Setelah itu dia berpamitan pulang padaku katanya masih ada urusan. Kutatap nanar punggung yang kian menjauh dariku itu. ya Tuhan, aku ingin sekali mengejarnya dan memeluknya. Tapi tak mungkin. Aku tak mungkin melakukannya lagi.

Flashback end

Kuambil iphoneku dan memastikan apakah ada pesan darinya atau tidak. Namun nihil, tak ada kabar darinya. Padahal hari ini aku akan berangkat ke china dan dia bahkan tak memberiku salam perpisahan? Hhh…bodoh. Mana mau dia memberimu salam perpisahan min? kau itu sudah berdosa padanya. kuhela nafasku berat ketika kudengar suara berat dari luar rumahku

“chagiiiii, sudah siapkah? Ayo berangkat” teriak kris dari luar. Suara beratnya itu begitu seksi dan membuatku tersenyum tipis begitu mendengarnya

“ne, arasseo oppa. Chankamman” ucapku lalu segera menarik koperku keluar rumah. Aku akan meninggalkan korea hari ini. aku juga akan meninggalkanmu hari ini, karena itu….selamat tinggal suho oppa.

 

Suho’s pov

Kutatap lagi diriku di cermin. Ya, cukup tampan dan lebih baik dari sebelumnya. Aku baru saja selesai mandi dan segera kurapikan rambutku. Aku pun mengambil kunci mobilku dan berharap semua belum terlambat. Aku harap ini menjadi akhir dari semuanya. Kurasakan pundakku bergetar karena menahan air mata yang memaksa untuk keluar namun segera kugigit bibirku sendiri merutuki betapa lemahnya aku sekarang.

Dengan sigap segera kubuka kunci mobilku dan melaju menuju incheon airport, ayolah min. kau pasti belum berangkat kan? Waktu sudah menunjukkan 10.30 dan aku sudah panik sekarang. Ku percepat laju mobilku menuju bandara

*Incheon Airport

Aku berlari masuk ke dalam bandara, semua masih sama. Kali ini pun aku akan bertemu dengannya seperti saat pertama kali kami saling mengenal. Tapi bedanya kali ini dia dengan seorang namja, ya wu yi fan suami wu jung min. aku pun tersenyum miris. Kulihat jam tanganku, 5 menit lagi. SIAL!! Apa yang harus kulakukan? Begitu banyak orang disini. Kuhubungi nomor min namun tak ada jawaban, dia pasti mematikan hpnya. Aku mulai kesal ketika kulihat seorang yeoja yang sangat mirip dengan min dan aku pun segera menarik tangannya

“MIN!!” ucapku, yeoja itu pun menengok ke arahku dengan muka bingung

“maaf, anda siapa?” tanyanya. Ternyata bukan min. aku pun segera membungkuk meminta maaf dan melanjutkan pencarianku. 3 menit lagi! Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus menyerah dan tak mengucapkan salam terakhir padanya?

“keberangkatan menuju china akan segera dilaksanakan. Diharapkan kepada para penumpang untuk bersiap siap”

Sebuah suara dari pusat informasi menggema keseluruh bandara. Aku pun mengacak rambutku frustasi. Tapi tunggu! Kalau dengan cara itu setidaknya dia pasti mendengarku kan? Bagus! Aku pun segera berlari menuju tempat itu

 

Min’s pov

Kulayangkan pandanganku keseluruh penjuru semampu yang kubisa, namun nihil. Tak ada tanda tanda suho oppa. Mungkin dia memang takkan pernah datang. Aku pun tertunduk lesu menyadari aku memberi harapan kosong pada diriku sendiri

“chagi, kau kenapa?” tanya kris sambil mensejajarkan wajahnya dengan wajahku. Dia nampak begitu khawatir.

“ani, gwenchana oppa. Kita berangkat kapan?” tanyaku tak ingin terus terpuruk dan menyakiti kris oppa lagi

“sekarang chagi, bersiaplah”

Aku pun segera berdiri dari tempatku duduk, namun ketika sebuah suara muncul. Suara namja yang sangat kukenal

“annyeonghaseyoooo, maaf aku menyalah gunakan pusat informasi disini. Maaf kalau menganggu kenyamanan kalian semua. Aku hanya meminta waktu 5 menit saja hehe” ucapnya. Ini suaranya. Suara suho oppa. Kris oppa segera merangkul pundakku dan tersenyum

“dia kesini? Dengarkan dia chagi. Terakhir kali…” ucapnya dan segera kujawab dengan anggukkan lalu kufokuskan kembali pendengaranku. Tak berapa lama kudengar helaan nafas khas miliknya, sepertinya dia bersiap melanjutkan omongannya

“aku kim jun myeon, aku sedang mencari seseorang namun dia tak dapat kutemukan padahal aku sudah menelfonnya berkali kali. Yaa! Jung Min! kau kemana heh? Aku sudah sangat frustasi mencarimu dan menelfonimu! Kau tak mau melihatku untuk yang terakhir kali ya? Hahaha. Mianhae aku tak mengabarimu sama sekali karena aku berniat memberikan salam perpisahan ini sebagai kejutan tapi ternyata kau terlalu transparan min-ah haha. Maaf juga aku tak memberimu yang terbaik selama ini. dan untukmu hey namja bernama wu yi fan! Kau harus menjaga yeoja disebelahmu itu baik baik ara? Jika tidak kupastikan aku akan berlari dan menariknya dari pesawat lalu menikahinya! Aku sedang mengancammu loh ya! Hem… Min-ah, aku…sebenarnya aku sendiri tidak mengerti apa yang ingin kusampaikan padamu. Yang jelas aku ingin berterima kasih padamu untuk semuanya, kau itu cinta pertamaku. Terimakasih sudah mengajariku apa itu cinta dan menjadi pendamping hidupku selama 3 tahun ini. semua terasa begitu membahagiakan dan kuharap kau juga bahagia ketika bersamaku. Aku tak ingin kau terus terusan terpuruk sepertiku min, aku mengurung diri selama seminggu dan terus menangisi keadaan ini. kau tahu kan seberapa cengengnya aku sekarang? Haha tapi sekarang aku sudah baik baik saja. Aku mencoba untuk menerima semuanya jadi kau jangan khawatir dan menangisi hubungan kita lagi, ara? Yang harus kau khawatirkan itu namja disebelahmu. Dia sangat tampan dan pasti banyak gadis yang mengejarnya, dia juga sangat mencintaimu dan dia sangat baik buktinya dia mau setia kan padamu? Karena itu, jika memang sangat menyakitkan maka lupakan saja kenanganmu bersamaku, lebih baik aku yang menyimpan semuanya. Biarkan aku hidup lebih lama dengan kenangan kita ya? Karena hingga detik ini aku juga kadang masih berharap kita itu masih bersama dan duduk berdua atau bergandengan tangan seperti pasangan pada umumnya….tapi aku tahu itu semua hanya mimpiku belaka. Haaaah aku ini memang tidak sesuci malaikat (suho) seperti kau memanggilku min-ah. Aku begitu egois masih saja mengharapkanmu akan berlari dan memilihku untuk menjadi pendamping hidupmu dan menyakiti hati seorang namja disampingmu. Jika aku mau aku bisa merebutmu tapi tidak min-ah. Aku tak mau. Aku tak mau menghancurkan hidupmu dengannya, dengan dia yang lebih dulu mengenal dan mencintaimu. Dengan dia yang sudah begitu bersabar dengan rasa sakit yang bahkan melebihi rasa sakit kita berdua hehe. Jadi, sekarang berbahagialah kau dengannya di china. kau harus memulai hidup baru, ne? karena aku pun disini akan memulai hidup baruku. Ya…walaupun tanpamu disampingku lagi, aku ingin kita bisa berteman baik! Kalau kau main ke korea kau harus menghubungiku ya? Nanti kita jalan bersama, kau dengan wu fan dan aku…dengan yeojachinguku tentunya! Aku tak ingin menjadi nyamuk diantara kalian berdua hehe. Hanya itu yang ingin kusampaikan, terimakasih untuk semuanya. Jagalah dirimu baik baik dan makan yang benar ya, aku tak mau kau sakit. Aku….masih mencintaimu Jung Min. saranghae. Aku juga akan merindukanmu hehe. Terima kasih sekali lagi dan selamat tinggal.” Ucap suho lalu suaranya pun menghilang.

Kurasakan pundakku bergetar hebat, aku menangis. Ya Tuhan, gadis macam apa aku ini hingga menyakiti lelaki sebaik suho? Aku begitu busuk, bisa bisanya kunodai rasa sayang yang begitu tulus dari suho. Tak berapa lama, kris pun memberi isyarat padaku untuk segera menuju kedalam pesawat.

“chagi, kapan kapan kita harus jalan bersamanya…kurasa dia lelaki yang sangat baik” ucap kris sambil merangkul pundakku membuatku agak kaget mendengarnya namun segera ku tersenyum

“ne, tentu saja. Dia memang sangat baik oppa” jawabku lalu kami pun duduk di bangku yang sudah disediakan di dalam pesawat. Kris segera mengeluarkan headphonenya dan sibuk dengan lagunya sendiri, aku pun memandang keluar jendela pesawat. Sebentar lagi, aku akan meninggalkanmu suho oppa. Mataku menerawang keseluruh penjuru yang bisa kucapai dari jendela itu, ketika mataku tertuju pada satu orang. Orang yang begitu kukenal, suho oppa! Dia menemukanku? Aku pun melambaikan tangan padanya, dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku. Kulihat tangannya bergerak membentuk huruf huruf dan aku pun memperhatikannya dengan seksama

“gomawo, saranghae Wu Jung Min”

Aku terisak kecil begitu menyadari apa yang dia sampaikan, dia menulis kata ‘Wu’ di namaku. Marga milik kris, suamiku. Dengan segera ku gerakkan tanganku membentuk kalimat dan dia terlihat berusaha keras untuk memahami kalimatku

“nado saranghae Kim Jun Myeon, selamat tinggal”

Begitulah kalimat yang kusampaikan. Setelah itu dia tersenyum dan mengangguk padaku, akhirnya pesawatku lepas landas. Mulai sekarang berbahagialah, mulailah hidup baru tanpaku. Karena jika kita bertemu lagi entah kapan, aku ingin melihatmu berbahagia lebih dari saat kita bersama dulu. Perasaanku juga masih sama, aku masih mencintai dan menyayangimu. Aku pun masih menginginkanmu disisiku tapi semua tak mungkin. Terimakasih, terimakasih untuk semua yang kau berikan padaku selama ini suho oppa. Kau selalu menjadi malaikat bagiku. Selamat tinggal suho oppa, selamat tinggal kesalahan termanis seumur hidupku….

 

The End

 

Hoaaaaa! Selesai juga! Gimana gimana gimana? Biasa aja ya? Okedeh author tau kok…. *nangis sama sehun* Maklum masih pemula ^^ hehe mohon RCL-nya, author sangat butuh saran kalian. gomawooooo♥

 

Iklan

20 pemikiran pada “Sweetest Mistake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s