HunJiHan (Chapter 4)

Author : xoxo_baekhun

Cast:

Yang Yunji

Xi LuHan

Oh Sehun

Other Cast: Find it! Kekeke~

Genre : Romance, Sad, Funny(maybe)

PG 16

Cekidot!

***

@ Car

August, 22nd 2012

17.45 PM KST

Berhubung malam ini, EXO M maupun EXO K tidak memiliki jadwal latihan, maka Luhan meminjam mobil manager hyung nya dan memberikan kejutan kecil pada Yunji. Ia mengajak Yunji makan malam bersama di sebuah restaurant kecil di ujung kota Seoul. Luhan yang memang sudah lama mengenal korea, dengan mudah menelusuri jalanan kota Seoul yang semakin padat.

“Luhan ssi” Panggil Yunji

Luhan yang sedang mengemudikan mobil, hanya menoleh singkat kearah Yunji dan bertanya “hmm?”

“Apa kau sudah meeminta izin pada CEO mu?” Tanya Yunji sambil menatap samping wajah Luhan

“O?” Tanya Luhan lagi lalu menatap singkat Yunji

“Tenti saja aku sudah meminta izin pada sajangnim” Jawab Luhan lalu memfokuskan penglihatannya pada jalanan

“Oh, arraseo” Jawab Yunji lalu kembali diam

“Kau tak perlu khawatir” Ucap Luhan tiba-tiba lalu tangan kanannya memegang lembut tangan Yunji, sementara tangan kirinya masih focus mengatur laju mobil

“Ah ye” Jawab Yunji pelan lalu tersenyum tipis

“Wuah, senang sekali rasanya mendapatkan waktu tenang” Ucap Luhan tiba-tiba sambil melepaskan tangannya dari tangan Yunji dan memencet tombol on di radio

“Setelah debut, kami benar-benar sangat sibuk. Apalagi member EXO M yang harus bolak-balik Beijing-Seoul. Huuh, sangat melelahkan” Sambung Luhan lalu tersenyum singkat kearah Yunji

“Kau harus mensyukuri semua ini, Luhan ssi. Jangan selalu mengeluh dan mengeluh. Ini semua kan bagian dari cita-citamu” Ucap Yunji memberi saran

“Hmm, benar juga. Arraseo, mulai sekarang aku akan lebih bersemangat dalam bekerja” Seru Luhan bersemangat lalu tertawa kecil

Yunji pun memperhatikan kelakuan Luhan kali ini dengan tawa kecil. Ia benar-benar menyukai sifat Luhan yang lucu,polos,dan bersemangat.

“Oh Yunji ssi, kau tau, Ommaku kemarin baru saja menelfonku” Ucap Luhan tiba-tiba

“Oh, jinjja?” Tanya Yunji datar

“Ne, Ommaku bertanya tentang dirimu”

“Ne??” Tanya Yunji kaget

“Hmm, ia bertanya kapan aku akan mempertemukannya pada kekasihku. Padahal aku sudah memberitahunya kalau semua ini hanya rekayasa, namun ia tetap tidak percaya dan bersikeras memintaku mempertemukan kalian. Ada-ada saja” Jelas Luhan sambil tertawa kecil mengingat percakapannya dengan Ibunya yang sedang berada di Beijing, China

Yunji pun hanya diam dan tersenyum sambil tersipu malu. Tentu saja ia kaget dengan perkataan Luhan barusan. “Omma Luhan? Hmm, Sehun pun tidak pernah membicarakan soal Ommanya padaku” Pikir Yunji

“Gwaenchannayo. Kau tenang saja” Ucap Luhan tiba-tiba

“Ne?”

“Aku akan memperkenalkanmu pada Ommaku jika suatu saat kita benar-benar berkencan” Jawab Luhan lalu tersenyum manis

Yunji pun hanya tersenyum kecil mencoba menutupi degupan kencang di dadanya.

“Ottoke? Ottoke? Omma, Ottoke?” Batin Yunji

***

EXO’s Dorm

August, 22nd 2012

18.40 PM KST

“Haaah, aku bosan jika hanya di dorm tidak melakukan apapun” Ucap Chanyeol sambil menatap kosong kearah layar televisi

“Setidaknya ini baik untuk tubuh kita. Akhir-akhir ini kita berlatih sangat keras demi comeback kita” Ucap Suho sambil memainkan laptopnya

“Ne, hyung” Ucap Kai menyetujui perkataan Suho

“Ya aku tahu, tapi kalau hanya di dorm seperti ini, aku bisa mati kebosanan” Ucap Chanyeol sebal

“Berhentilah mengeluh” Ucap Lay mencoba masuk dalam percakapaan Chanyeol-Kai-Suho

“Ne ne” Jawab Chanyeol lalu tersenyum malas

“Percuma saja aku berdebat dengan kalian” Lanjut Chanyeol lagi

“Hyung, kau lihat dimana iPad ku?” Tanya Chen kepada Kris yang baru keluar dari kamarnya

“Aniyo. Memang kau taruh dimana?” Tanya Kris bingung

“Mollaseo, aku lupa”

“Hmm, Sehun kan kemarin meminjamnya” Ujar Baekhyun mengingatkan Chen

“Oh iya! Aku lupa. Kemana Sehun?”

Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Chen, karena memang mereka juga tidak mengetahui keberadaan sang absolute magnae.

***

Seoul Traditional Resto

August, 22nd 2012

19.30 PM KST

Setelah menikmati makan malam berdua, Luhan dan Yunji tidak memutuskan untuk segera kembali. Mereka memilih untuk mengobrol di dalam mobil yang berada di tengah lapangan kosong dekat restaurant tadi.

Tiba-tiba Luhan memutar lagu A Thousand Year dari Christina Perri dari tape yang ada di mobil. Dalam kondisi hening dan gugup yang menyelimuti hati mereka, Luhan mencoba untuk mencairkan suasana dengan bersenandung kecil.

“Otte?” Tanya Luhan tiba-tiba ditengah senandungan kecilnya

“Hmm?” Tanya Yunji yang bingung karena tidak mengerti maksud pertanyaan Luhan barusan

“Kau suka lagu ini?” Tanya Luhan lalu menatap lembut mata Yunji

“Ne. Aku menyukainya” Jawab Yunji gugup karena tatapan mata Luhan

“Aku juga suka”

“Suaramu bagus” Ucap Yunji tiba-tiba membuat Luhan kembali menatap wajah Yunji

“Gomawo” Jawab Luhan sambil tersenyum manis dan megusap lembut kepada Yunji

Kontras saja Yunji tersipu malu dan semakin menambah rasa gugup dihatinya.

“Yunji-ya” Panggil Luhan, kali ini tidak memakai embel-embel ‘ssi’ seperti biasanya

“O?” Ucap Yunji sedikit kaget

“Bolehkan jika aku memanggilmu hanya dengan namamu?” Tanya Luhan memastikan

“Ne” Jawab Yunji singkat lalu tersenyum

“Gomawo” Ucap Luhan lalu menggenggam kedua tangan Yunji lembut

“Boleh aku tanya sesuatu?” Ucapnya lagi

“Ne?” Tanya Yunji sambil memperhatikan Luhan yang tampak sedang memikirkan sesuatu

“Apa kau punya hubungan dengan Sehun?”

“Ne?” Pertanyaan Luhan kali ini, membuat Yunji terkejut dan sedikit merasa takut jika ternyata selama ini Luhan mengetahui hubungan masalalunya atau entah hubungan apa antara dirinya dengan Sehun

“Jawab saja. Aku mengharapkan jawaban terjujur dari seorang gadis manis bernama Yang Yunji” Ucap Luhan sambil tersenyum menatap Yunji

-Flashback-

A day before

“Hyung, aku ingin memberitahumu sesuatu” Ucap Sehun kepada Luhan yang tengah memainkan rubiks

“Ne? Waeyo?” Tanya Luhan tanpa mengalihkan perhatiannya dari rubiks

“Ini masalah Yunji” Jawab Sehun singkat yang membuat Luhan benar-benar memfokuskan perhatiannya pada Sehun

Luhan sempat diam sejenak dan menatap Sehun bingung, hingga akhirnya ia menyuruh Sehun untuk duduk disampingnya.

“Ada apa dengan Yunji ssi?” Tanya Luhan langsung sambil menatap Sehun

“Hyung, kumohon menjauhlah dari Yunji”

“Wae?” Tanya Luhan bingung

“Kenapa aku harus menjauhi Yunji ssi?” Sambung Luhan

“Yunji adalah kekasihku, hyung” Jawab Sehun pelan sambil menatap Luhan

“Ne?”

“Bwoya, Sehun-ah? Jangan bercanda seperti ini. Ini sama sekali tidak lucu” Ucap Luhan lalu tertawa garing

“Hyung, aku serius” Ucap Sehun ditengah tawaan aneh Luhan

“Aku tidak bercanda, hyung” Sambungnya lagi

“Sehun-ah” Ucap Luhan, kali ini lebih serius dari sebelumnya

“Hyung, aku dan Yunji sudah 3 tahun berpacaran, namun belum lama ini, kami berpisah karena kami ingin intropeksi diri masing-masing, dan kurasa saat kejadian itu berlangsung, ia bertemu denganmu dan terperangkap dalam masalah bodoh ini” Jelas Sehun sedih

“Sehun-ah” Potong Luhan pelan

“Hyung, aku bersungguh-sungguh memohon padamu untuk meninggalkan Yunji. Aku benar-benar tidak bisa melihatnya dengan laki-laki lain” Potong Sehun

“Sehun-ah, aku minta maaf sebelumnya” Ucap Luhan lalu menepuk pelan punggung Sehun mencoba untuk menyemangati sahabatnya itu

“Tapi aku juga bersungguh-sungguh menyukai Yunji ssi, ani, maksudku aku mencintainya” Lanjut Luhan

“Hyung” Protes Sehun

“Entah bagaimana perasaan ini muncul, tapi disaat ia bersamaku, aku merasa ada ketenangan dalam hatiku”

“Mianhae, Sehun-ah. Lebih baik kita bertarung secara sportif untuk mendapatkan hati Yunji”

“Kalau ia masih mencintaimu, aku rela mengubur perasaanku padanya. Tapi kalau ia ternyata memilihku, aku harap kau bisa menghargai keputusannya dan juga persahabatan kita, Sehun-ah” Sambung Luhan

“Hyung”

“Mianhae, Sehun-ah. Aku tidak bermaksud merebut kekasihmu. Bukan salahku jika hatiku bahkan sudah memilihnya sejak pertama kali kami bertemu” Ucap Luhan lalu bangkit berdiri meninggalkan Sehun yang masih duduk termenung

-Flashback end-

“Jadi apa benar yang Sehun katakan padaku kemarin?” Tanya Luhan lagi memastikan

“Lu..Luhan ssi” Ucap Yunji terbata-bata karena bingung

“Yunji-ya, aku mau mendengarkan semuanya langsung dari mulutmu sendiri” Potong Luhan lembut

“Aku dan Sehun.. memang pernah berpacaran sebelum aku bertemu denganmu” Jawab Yunji lalu menundukkan kepalanya takut menatap mata Luhan

Luhan pun menghela nafas singkat sebelum mengangat pelan dagu Yunji agar dapat menatapnya.

“Apa kau masih berpacaran dengan Sehun?” Tanya Luhan sambil menatap mata Yunji

“Ani” Jawab Yunji pelan sambil menggelengkan kepalanya

“Apa kau masih ingin menjadi kekasihnya lagi?” Tanya Luhan lagi

“Luhan ssi…”

“Jawab saja pertanyaanku, Yunji-ya” Potong Luhan, masih dengan suara pelan, bahkan terdengar seperti desahan

Yunji pun hanya diam menatap Luhan hingga akhirnya ia memberanikan diri mengatakan segala hal yang selama ini ia tutup-tutupi.

“Luhan ssi, kuakui kalau dulu, aku memang menyesalkan perpisahan antara diriku dan Sehun, aku berusaha mati-matian melupakannya, hingga akhirnya kau datang” Jawab Yunji pelan

“Ingatkah kau saat aku menjauhimu setelah mengetahui bahwa kau adalah salah satu dari member EXO?” Sambungnya lagi

Luhan pun menganggukan kepalanya tanda ia mengingat kejadian memalukan itu.

“Aku menjauhimu karena aku tahu bahwa kau adalah sahabat Sehun dan aku tak mau mengingatnya disaat aku sedang berusaha untuk melupakannya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, ditambah dengan berita tentang kita, aku merasa kedekatan kita sudah membuatku sepenuhnya melupakan Sehun” Jelas Yunji sambil sedikit terisak

“Aku..Aku.. merasa senang ketika berada disampingmu. Melihatmu tersenyum, tertawa, mengeluh, atau semuanya tentang dirimu” Sambung Yunji yang kali ini sudah menangis dan terisak

“Yunji-ya, Uljimma” Ucap Luhan lalu menghapus air mata dipipi Yunji dengan lembut

“Maafkan aku yang tak bisa jujur padamu sebelumnya” Ucap Yunji tiba-tiba

“Aku takut kau akan menjauhiku jika kau mengetahui hal ini. Bagaimanapun, Sehun adalah sahabatmu. Aku takut kau meninggalkanku karena merasa sungkan terhadap Sehun” Sambungnya lagi sambil menjauhkan dirinya dari Luhan

Yunji memilih untuk bersandar kekursi dan mengalihkankan pandangannya ke kaca jendela mobil karena tak mau melihat wajah Luhan.

Luhan pun juga memillih untuk diam memikirkan solusi terbaik. Disatu sisi, ia sangat mencintai gadis disampingnya ini, namun disisi lain, ia juga tak mau sahabatnya terluka atas keegoisan dirinya.

“Lebih baik aku pulang sendiri, Luhan ssi. Terimakasih untuk makan malamnya dan maaf untuk semua ini” Ucap Yunji tiba-tiba lalu mengambil tasnya dan membuka pintu mobil

Luhan yang melihat kejadian itu, tentunya langsung menahan pergelangan tangan Yunji. Luhan menatap lekat mata Yunji yang masih terlihat sembab.

“Apa kau mencintaiku?” Tanya Luhan serius dan terus menatap mata Yunji

Yunji pun hanya diam tak menjawab karena sejujurnya ia sangat terkejut dengan pertanyaan Luhan. “Sungguh, perilaku Luhan hari ini benar-benar membuatku terkejut” Pikirnya

“Kutanya sekali lagi, apa kau mencintaiku?”

“Lu—Luhan ssi” Ucap Yunji terbata-bata namun tetap menatap mata Luhan

Kedua mata mereka bertemu satu sama lain. Luhan yang sudah tidak tahan menahan hasrat lelakinya, mendekati Yunji hingga akhirnya semakin dan semakin dekat. Awalnya dahi mereka bersentuhan, hidung, hingga bibir mereka bersatu. Luhan sudah lebih dulu menutup matanya demi menikmati kecupan ini, berbeda dengan Yunji yang masih membuka matanya terkejut.

“Tutuplah matamu, dan nikmati saja” Ucap Luhan tiba-tiba ketika ia melepaskan tautan bibir mereka

Yunji pun langsung menutup matanya dan Luhan kembali menempelkan bibirnya ke bibir Yunji. Awalnya hanya sentuhan, namun lama kelamaan Luhan mulai melumat bibir Yunji, begitupun sebaliknya. Luhan mengerahkan tenaganya demi menikmati ciuman mereka, hingga Yunji yang merasakan berat tubuh Luhan merebahkan tubuhnya ke sandaran kursi.

Sadar akan pintu mobil yang masih terbuka, salah satu tangan Yunji menutup pintu tersebut tanpa melepaskan ciuman hangat dan dalam mereka. Yunji pun mengalungkan lengannnya dileher Luhan, sementara Luhan mulai mengelus-elus lembut punggung Yunji. Yunji yang merasa butuh udara, melepaskan ciuman mereka, Luhan pun tak bisa menghilangkan rasa kecewanya lewat tatapan matanya.

“Waeyo?” Tanya Luhan tanpa melepaskan tangannya dari punggung Yunji

Yunji, yang masih mengalungkan lengannya dileher Luhan, hanya bisa menatap Luhan singkat lalu dengan cepat mencium Luhan lagi.

“Saranghae” Ucap Luhan disela-sela ciuman hangat mereka

“Nado saranghae” Ucap Yunji sebelum benar-benar menyelesaikan ciuman mereka malam ini

“Maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya Luhan memastikan

“Ne” Jawab Yunji sambil tersenyum memamerkan rentetan gigi putihnya

Luhan pun tersenyum senang dan bahagia lalu kembali mencium Yunji, kali ini lebih dalam dari sebelumnya.

“Mulutmu beraroma daging” Canda Luhan setelah melepaskan ciumannya dan tertawa kecil

Yunji pun menatap Luhan dengan kesal lalu menggembungkan kedua pipinya, lalu mendorong tubuh Luhan pelan agar Luhan menjauh dari dirinya.

Luhan pun hanya menatap kekasihnya itu dengan tawa lalu mencium singkat bibir Yunji yang masih dimanyunkan oleh sang empunya.

“Aku hanya bercanda, jagiya” Ucap Luhan menggoda. Ucapannya itu, membuat Yunji memukul pelan bahu Luhan sebelum akhirnya tersenyum malu

Luhan pun menyalakan mesin mobilnya dan berniat untuk mengantar Yunji pulang sekarang juga.

***

Yang Family’s House

August, 22nd 2012

21.45 PM KST

“Darimana saja kau Yunji-ya?”

“O?”

“Kutanya darimana kau?” Tanya seorang namja bertubuh tinggi dan berkulit putih, ya siapa lagi kalau bukan Sehun

Sehun ternyata sudah menunggu Yunji selama 3 jam. Ia hanya diam menunggu Yunji di ruang tamu milik keluarga Yang dan terkadang berbincang singkat dengan Oppa dan Eonni Yunji. Yang Ajhussi dan Ajhumma memang tidak ada di rumah karena mereka sedang menyelesaikan bisnis mereka di Jepang

“Sehun-ah, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Yunji yang masih terkejut dengan keberadaan Sehun di dalam rumahnya

“Apa aku sudah harus memiliki alasan untuk datang menemuimu?” Tanya Sehun pelan namun terdengar sedikit kesal

Sehun pun berjalan menuju tempat dimana Yunji tengah berdiri menatapnya datar.

“Apa sudah tak ada kesempatan bagiku untuk kembali denganmu?” Tanyanya lagi setelah berdiri dihadapan Yunji

“Sehun-ah, mianhae”

“Aku sudah memilih Luhan” Sambungnya lagi

“Yunji-ya” Ucap Sehun lalu menghela nafas panjang

“Aku yakin persaanmu sekarang hanya akan berlangsung sesaat. Aku yakin didalam hatimu, kau masih benar-benar mencintaiku. Pikirkanlah lagi dengan baik” Jelas Sehun

“Aniyo, Sehun-ah. Lupakanlah aku. Aku yakin kau pasti bisa mendapatkan kekasih yang jauh lebih baik daripada diriku yang selalu saja mengeluh akan kesibukanmu” Ucap Yunji lalu berjalan mendekati Sehun

“Yang lebih baik darimu?” Ulang Sehun sambil tersenyum sinis

“Tidak ada, Yunji-ya. Tidak ada” Sambung Sehun menatap Yunji

Yunji pun langsung memeluk Sehun saat itu juga, namun Sehun tidak membalas pelukan Yunji, karena ia yakin maksud pelukan Yunji kali ini adalah ucapan selamat tinggal.

“Kumohon, Yunji-ya. Aku benar-benar minta maaf” Bisik Sehun pelan ditelinga Yunji

“Gwaenchannayo. Aku sudah memaafkanmu” Jawab Yunji lalu melepaskan pelukannya dan menatap wajah Sehun

“Tidak ada siapapun yang patut disalahkan, Sehun-ah. Ini semua adalah takdir dari Yang Maha Kuasa. Jika kita memang berjodoh, pasti Ia akan mempersatukan kita kembali. Tapi untuk saat ini, takdirku bukan bersamamu, Sehun-ah” Sambung Yunji lalu tersenyum kepada Sehun

“Kita masih bisa berteman, bukan?” Tanya Yunji lagi lalu mengulurkan jari kelingking tangan kanannya kedepan dada Sehun

Sehun pun menerima uluran jari kelingking Yunji dengan senyuman tipis.

“Gomawo” Ucap Yunji lalu tersenyum manis. Sehun pun membalas senyuman Yunji.

“Cukkhae” Ucap Sehun tiba-tiba

“Untuk?” Tanya Yunji bingung sambil melepaskan tautan jari kelingking mereka

“Untuk hubunganmu dengan Luhan hyung. Aku yakin Luhan hyung mampu membuatmu tersenyum dan tertawa lebih dari yang aku lakukan” Jawab Sehun sambil tersenyum merelakan kekalahannya

“Ne, gomawo”

“Beritahu aku jika Luhan hyung mencoba berbuat macam-macam padamu, arra?” Canda Sehun lalu tertawa kecil

“Ne, ne. Lagipula ia tidak lebih yadong dari dirimu” Canda Yunji lalu tersenyum lebar

“Hahaha”

***

EXO’s Dorm

August, 23rd 2012

08.00 AM KST

“Sehun-ah, gomawo untuk pengertianmu” Ucap Luhan lalu tersenyum

“Ne” Jawab Sehun singkat dan membalas senyuman hyungnya itu

“Kuminta jagalah Yunji dengan baik, hyung. Ia gadis lugu dan polos, jadi jangan mencoba mencari-cari kesempatan, arra?” Ucap Sehun lalu tertawa dan merangkul Luhan yang sedang duduk disebelahnya

“Ne, ne. Arraseo” Jawab Luhan lalu tertawa

“Waaah, uri HunHan is back” Teriak Chanyeol dan Tao yang baru keluar dari kamar Kai dan D.O

“Waaah, daebak” Lanjut Baekhyung yang sedartadi memperhatikan couple tersebut

“HunHan couple memang tak pernah terpisahkan” Puji Kris yang kini mulai asik menonton berita di televisi

“Tentu saja” Jawab HunHan bersamaan lalu tertawa

“Sehun benar-benar sosok magnae penuh kedewasaan” Puji Kai lalu menepuk pundak Sehun bangga

“Tentu saja. Aku kan bukan anak kecil lagi” Ucap Sehun sambil menepuk-nepuk dadanya tanda kebanggaan

“Berhentilah percaya diri seperti itu. Aku mual” Ucap Baekhyun

“Gwaenchanna, Sehun-ah. Baekhyun hanya sedang iri saja kepadamu karena selama ini hanya dia yang suka bersikap seperti anak-anak” Bela Luhan yang membuat seluruh isi dorm tertawa

***

Seoul National University

September, 20th 2012

12.05 PM KST

From: Luhannie

Aku sudah menunggu diparkiran JJ

Yunji yang sedang pusing sehabis belajar bersama temannya di perpustakaan kampus, tiba-tiba bahagia hanya oleh 4 kata yang dikirimkan kekasihnya tersebut.

Siang ini, Luhan memang mengajak Yunji makan siang sekaligus melepas rindu lantaran tak bisa bertemu karena terhalang jadwal padat keduanya. Yunji sibuk menyiapkan ujian semester pertamanya, sementara Luhan, seperti kebanyakan idola lainnya, pastinya sibuk latihan dengan groupnya.

Yunji pun sengaja tak membalas pesan singkat dari Luhan. Ia memilih langsung menemui Luhan diparkiran kampusnya. Dengan riang dan bersenandung kecil, akhirnya ia sampai di parkiran kampusnya yang cukup ramai diisi oleh sunbae-sunbae nya.

Tak butuh waktu lama bagi Yunji untuk mencari mobil Luhan. Yunji pun segera masuk kedalam mobil dan setelah Yunji benar-benar duduk dengan sempurna dikursinya, Luhan mencium bibir Yunji singkat lalu tersenyum manis singkat seperti biasanya.

“Bogoshipo” Ucap Yunji sambil menatap Luhan yang mulai mengendarai mobilnya

“Nado bogoshipoooo” Ucap Luhan manja lalu menatap singkat Yunji dan tersenyum

“Bagaimana konser SMTown?” Tanya Yunji basa-basi

“Baik. Semua berjalan dengan lancer dan sesuai dengan yang diharapkan” Jawab Luhan

“Oh”

“Besok kami akan berangkat ke Indonesia” Ucap Luhan

“Jeongmal?” Tanya Yunji antusias

“Ne. Hmm kami akan mengadakan konser disana tanggal 22 dan akan kembali pada tanggal yang sama pula” Jelas Luhan

“Wuah”

“Wae? Kau terdengar sangat antusias sekali. Biasanya juga tidak pernah seantusias ini”

“Aniyo. Aku hanya tidak menyangka ternyata kepopuleran kalian semua sudah sampai ke negeri di Asia Tenggara” Jawab Yunji

Luhan pun hanya merespon jawaban Yunji dengan anggukan ringan.

“Hmm, jagalah kesehatanmu. Lihatlah tubuhmu yang sangat kurus. Bahkan aku tampak lebih besar jika berada disampingmu” Ucap Yunji sambil memperhatikan Luhan

“Neeee. Kau sudah berapa kali mengatakan itu? Aku tidak pernah lupa, jagiya” Jawab Luhan

“Lagipula, kau juga harusnya jaga kondisi kesehatanmu” Sambungnya lagi

“Jangan tidur larut malam, lihatlah lingkaran hitam di matamu” Sambung Luhan lagi yang masih fokus memperhatikan jalanan kota Seoul siang ini

“Ne” Jawab Yunji singkat lalu merebahkan tubuhnya kekursi sandaran serta menatap matanya

“Kau lelah?” Tanya Luhan tiba-tiba karena secara tak sengaja melihat Yunji

“Ne” Jawab Yunji singkat

“Kau sakit?” Tanya Luhan lagi sambil mengecek suhu badan Yunji lewat tangannya

“Aniyo. Hanya lelah karena ujian pertamaku akan segera datang”

“Kalau begitu, jangan terlalu memaksakan tubuhmu untuk belajar terus menerus. Cobalah ambil waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikiranmu sebelum kau belajar lagi” Jelas Luhan sambil mengelus lembut bahu Yunji

“Arraseo. Gomawoyo atas sarannya” Ucap Yunji lalu tersenyum

“Setidaknya itulah yang diberitahu Sajangnimku”

***

August, 21st 2012

09.00 AM KST

ANOTHER PICTURE OF EXO M’s LUHAN AND GIRLFRIEND!

Netizen got a picture of Luhan and his girlfriend yesterday. Luhan and girlfriend was kissing in the car where were parked in the parking area of Seoul National University.

“IGE BWOYA?” Teriak Yunji setelah membaca berita baru mengenai dirinya dengan Luhan

Ternyata saat Luhan mencium dirinya di parkiran kampus, sudah ada beberapa sunbae nya yang mencurigai dirinya. Maka Luhan dan Yunji berciuman, para sunbae nya langsung memotret kejadian tersebut hingga akhirnya berita tersebut muncul di internet pagi ini.

***

YEAY akhirnya selesai juga ini FF. Gaje? Ga memuaskan? Jeongmal mianhae. Dan tak lupa, makasih buat readers setia yang udah luangin waktu baca FF ini. Terakhir kritik dan saran kutunggu ya. KAMSAHAMNIDA 😀

 

11 pemikiran pada “HunJiHan (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s