A Real Family (Chapter 1)

A REAL FAMILY (chapter 1)

Author: WidaLucu

Genre: Friendship, Family, Romance.

Length: Chapter

Main Cast:

  • Oh Sehun (exo-k)
  • Byun Baekhyun (Exo-K)
  • Jung Krystal (Fx)
  •  Other cast.

Note: Annyeong.. Ini Fanfiction pertama yang saya post. Cerita ini murni tercetus dari otak saya, sedangkan semua main cast dalam FF ini adalah milik ALLAH, Byun Baekhyun adalah milik saya.  ff ini pernah di post di tumblr pribadi saya, saint and devil.

Oia di chapter pertama ini, Krystal belum muncul. Sabar ya.. J Silahkan baca dan nikmati.

TYPO Alert!! Please kindlyleave comment ya…

ENJOY!!!!

*Sehun POV*

“Sehun-ah”, suara Appaku memanggil, sejurus kemudian aku melihat pemandangan yang jarang sekali terjadi. Ya, Umma dan Appa duduk bersama di ruang keluarga, ruang yang tidak pernah ditempati, ruang yang selalu kosong dan penuh dengan kehampaan.

Ku langkahkan kaki menuju tempat dimana mereka berada, kulihat Umma yang dari tadi hanya merunduk, entah kenapa pertemuan yang jarang sekali terjadi ini malah membuatku merinding.

“Duduklah”, suara Appaku lagi.

“Ne, ada apa?” kataku, sedikit pelan, menjaga nada suaraku yang sedikit bergetar.

“Kau sudah besar, Sehun-ah. Ku rasa kau akan mengerti apa yang akan kami bicarakan ini dan Appa harap, kau bisa menerimanya dengan baik” Ia diam sejenak menarik napas, memandang ke arah Umma dan kembali melanjutkan kalimatnya “Appa dan Umma akan segera bercerai”.

DEG!!!

Ku harap bumi terbelah saat itu juga dan menelanku hidup-hidup, ku akui aku memang sering memikirkan kalau hal ini akan terjadi, tapi tak pernah tahu bahwa akan sesakit ini. Orang tuaku, mereka dijodohkan dulu, belasan tahun hidup bersama, meskipun tak pernah merasakan hangatnya sebuah keluarga tapi aku tak pernah membayangkan akan bagaimana hidupku tanpa Appa dan Ummaku.

Aku menatap Umma, masih berharap bahwa Umma akan tersenyum dan mengatakan bahwa mereka berdua bercanda dan hanya mengerjaiku saja, tapi tidak. Umma ku menangis, tetesan bening mengalir di pipinya. Hatiku sakit. Hancur.

“Ummaga Mianhae, Sehun-ah” suaranya pelan, nyaris tak terdengar.

*Sehun Pov End*

“Tuan Muda, kau mau pergi kemana? Ini sudah sangat larut.” Asisten Rumah tangga di kediaman keluarga Oh itu bertanya sangat pelan dan lembut kepada Tuan Mudanya, ia sangat menyanyanginya, ia merawatnya sejak Oh Sehun dilahirkan ke dunia.

“Aku…. Aku akan pergi dari rumah ini, aku benar-benar sudah tidak tahan”

Kim Ahjumma, Asisten yang umurnya sudah tak lagi muda itu, menangis.

“Terimakasih Kim Ahjumma, terimakasih karna kau selalu baik padaku, merawatku dengan penuh kasih sayang, dan hanya kau lah yang menyayangiku”

Dilihatnya dengan lekat wajah tuan mudanya, kemudian ke arah tas besar yang dibawanya. Tuan mudanya berbalik, pergi.

*Byun Baekhyun POV*

Krriiiinggg… kriiinggg…

Siapa yang menelepon ku malam-malam begini?

Namun detik berikutnya segera ku pencet tombol hijau, dan ku dekatkan benda tipis itu ke telingaku begitu melihat nama yang tertera di layar.

“Yeoboseoyo” sapaku di telefon, sedikit bingung karna Sehun tidak pernah menggunakan nomer telefon rumahnya, sebelum ini.

“Tuan muda Byun Baekhyun.” Terdengar suara seorang wanita dari seberang telefon.

“Kim Ahjumma?”

“Ne. Maaf menggangumu, tuan muda”

“Ani.. sama sekali tak menggangu, waeyo?”

“Tuan Muda Oh Sehun, pergi dari rumah, aku sangat khawatir, dan tak tahu harus menghubungi siapa. Aku takut terjadi hal buruk padanya”

“Jinjjayo? Yatuhan, Oh Sehun. Baiklah. Aku akan segera mencarinya, terimaksih telah menghubungiku Kim Ahjumma.”

*End*

*Oh Sehun POV*

“Sehunie”

Aku melirik kebelakang, melihat siapa yang memanggil namaku barusan. Hyung ku, Byun Baekhyun. Seorang yang teramat sangat baik, selalu ceria, hidupnya sangat bahagia karena dihujani oleh kasih sayang. Aish terdengar seperti aku iri pada Hyungku itu.

“Ne, Hyung. Ada apa kemari?”

“Ada apa katamu? Omona.. Sehunnie, aku sangat khawatir, aku mencarimu kemana-mana. Sampai tak sadar bahwa aku menggunakan baju tidur.”

Aku menatapnya sekilas, berantakan. Seulas senyum terukir di bibirku, begitu melihat sendal yang ia gunakan. Ia mungkin terlalu buru-buru sampai tak sadar bahwa sendalnya berlainan. Kkk..

“kenapa kau malah tertawa? Ayo ikut aku, udara benar-benar dingin.”

Aku mengikutinya pulang ke apartemennya. Mewah. Memang. Hyungku itu anak seorang konglomerat. Tidak berbeda denganku, hanya saja Orang tuanya tinggal di luar negeri, meskipun jauh, kasih sayang Umma dan Appanya sangat jelas terlihat. Ini yang membedakan kami.

“Kau tahu, Aku sengaja berlari dan tidak membawa mobil.” Ia masuk ke mobilku, dan duduk di belakang kemudi, menyalakan mesin dan penghangat.

“Terimakasih Hyung”

“Terimakasih untuk apa, Sehunnie?”

“Terimakasih karna kau sangat perduli padaku.”

“Ya, kau ini babo atau idiot, kau ini dongsaengku, mana mungkin aku tak peduli padamu. …….”

 Ia masih saja bicara panjang lebar, kepala ku pusing, aku memilih tidur.

*BaekHyun POV*

Ini sudah jam 06.48  pagi, kenapa Sehun belum bangun. Astaga. 12menit lagi aku bisa terlambat ke sekolah. Hari ini ada ujian Kimia, dan rapat Osis. Aku ketuanya. Bagaimana bisa aku menungu Sehun.

“Sehunnie, aku duluan ya, aku benar-benar harus berangkat sekarang, kita bertemu di sekolah saja ya”

Aku berteriak kencang di pintu kamar tamu, yang ditempati Sehun. Tak menunggu jawabannya, aku menyambar kunci mobil dan pergi.

Selesai ujian kimia, bel istirahat berbunyi. Aku baru saja hendak ke lantai bawah, ke kelas Sehun dan memastikan bahwa ia baik-baik saja. Tiba-tiba Kai ke kelasku,

“Hyung, ke kantin bersamaku ya.”

“Wae Kai? Kenapa kau tidak bersama Sehun?”

“Sehun, tidak masuk hari ini.”

“Aigoo.. Jeongmal?” aku benar-benar kaget.

“Ne, waeyo hyung?”

Aku mengabaikannya, dan memencet nomer Sehun dari handphoneku. Tidak aktif. Ada apa ini. Sepanjang akhir pelajaran aku tak bisa fokus, dan rapat Osis itu aku serahkan kepada Chanyeol, wakil ketua osis, dengan alasan aku pusing, tidak enak badan dan ingin segera pulang. Dan ia percaya saja.

“Sehunnie”

Aku membuka kamarnya dan menemukannya masih tidur. Tidak. Ia tidak tidur. Badannya panas tinggi dan terus mengigau. Yatuhan Hyung macam apa aku ini, kenapa bisa tak menyadari keadaannya.

-To Be Continued-

Iklan

26 pemikiran pada “A Real Family (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s