Blossom

Blossom

“And we started to walk, hand in hand still in an unfamiliar way

Now we have taken a step forward, and this moment will change the future”

Ayumi Hamasaki – Blossom

 Author        : @Ririe_chi

Main Cast   : Xi Luhan

                          Ryu Hye Ji (OC)

Genre         : Romance

Length        : Ficlet

Ryu Hye Ji POV

Aku, bertemu dengannya di saat umurku 16 tahun. Dan disaat itu aku jatuh cinta padanya, ya disaat bunga sakura bersemi dan jatuh secara perlahan.[1]

Xi Luhan POV

“ Bisakah kau diam?” tanyaku pelan padanya. Ia terus saja mengomel dan itu membuatku kesulitan menggambarkan sketsa dirinya. “Ayolah, hanya sebentar!” Ia segera berdiri dan membentakku sekarang, “Apa yang dibilang sebentar, ini sudah satu jam!”. “Ayolah, kau terlalu banyak bergerak, bisakah kau diam untuk beberapa menit saja?” tanyaku memelas. “Bisakah ditunda sebentar? Bagaimana dengan besok?”. Aku diam, ya tak ada yang bisa melawannya saat dia melakukan aegyo. Bahkan diriku hanya memaku di depannya.

Aku menghela nafasku, “Baiklah besok pagi jam 10 pagi di ruangan ini !” Dia diam dan begitu lembutnya tersenyum padaku. “Baiklah, tapi besok kau harus mengtraktirku, arreseo?” Aku mengangguk, menolak permintaannya adalah hal yang tak akan pernah aku lakukan.

Ryu Hye Ji POV

Jika aku bisa menjadi orang yang baik, aku akan mencoba menyukaimu. Aku tak bisa kembali ke masa lalu, karena kita telah memulainya seperti ini.[2]

Xi Luhan POV

Aku tahu, aku seorang lelaki yang pengecut baginya. Aku terlalu takut untuk menyatakan perasaan ini. Perasaan yang tak aku tahu sejak kapan aku memilikinya. Ya, aku tahu hatiku sudah terlalu dalam kau rengut. Di depanmu, aku mungkin seorang yang bodoh. Apa kau tahu apa yang aku rasakan atau kau berpura – pura untuk membohongiku bahwa kau mengetahuinya?

Aku merindukanmu, apa ini yang disebut candu? Rasa penasaran akan dirimu semakin besar. Aku ingin mengakhirinya, aku ingin mengakhiri hubungan kita yang tak jelas ini. Tapi, aku seorang lelaki biasa di depanmu. Tak punya apapun untuk bisa menjagamu, mendekapmu dan menyayangimu…

Aku diantara yakin atau tidak, ya aku harus memutuskannya secepatnya. Apa aku harus terus menggantung hubungan ini?

Rye Hye Ji POV

Jika kekakuan adalah apa yang kita sukai untuk hidup bersama, aku seharusnya menutup mataku di bawah dinginnya langit.[3]

Xi Luhan POV

Beberapa kali aku mencoretkan beberapa garis pada kanvas. Hari ini, ia terlambat lagi! Tapi aku tak bisa memarahinya. Aku, aku, aku benar – benar tidak bisa melihatnya sedih.

“ Anneyong, Luhan-ssi !” teriaknya semangat. Aku diam dan tersenyum.

“ Bagaimana harimu, Luhan-ssi ?” dengan semangat ia duduk di dekatmu, wajahnya sangat dekat dengan diriku. Bagaimana ia bisa membuat detak jantungku lebih cepat?

“Tentu saja baik!” Aku membeku, bahkan aku tetap membual di hadapannya. “Wajahmu sepucat itu, dan kau bilang baik?” tawanya, ah tawanya adalah sebuah kebahagian bagiku. “Aku baik – baik saja!”

Bisakah kau berhenti menatapku? Aku masih tidak bisa melakukannya karena senyummu. Kau membuatku pusing dan tetap gelisah. Oh, bagaimana aku bisa menyatakannya hari ini, jika aku terus saja begini.

“Ada apa denganmu Luhan-ssi? Kau terlihat pucat?” tanyanya lagi. Ya, siap atau tidak aku harus menyatakannya. Aku terlalu gila untuk memendam perasaan ini.

“ Hye Ji-ssi !” kataku pelan. Dia menoleh ke arahku, tersenyum memandang diriku. “Apa aku terlihat aneh?” aku berusaha membuat suaraku terdengar santai, tetapi itu membuatku semakin kacau, gelisah. “Kau terlihat aneh hari ini Luhan-ssi!”

“ Aku ingin mengatakan sesuatu!” kataku. Suaraku semakin lama semakin mengecil dan aku tak punya kepercayaan diri lagi. Wajahnya terus memasang wajah penasaran. Aku menghela nafas, menutup mataku sebentar. ‘Ayo Luhan ! Tidak ada kesempatan kedua !’ teriakku dalam hati.

“ Bagaimana kau membuatku gila?” tanyaku. Dia diam, shock mendengar pernyataanku. “Kau benar – benar membuatku gila. Dan aku tak tahu harus bilang apa padamu.” Tanganku mulai gemetar,”Aku menyukaimu, aku tahu aku masih kurang bagimu, tetapi aku masih menyukaimu.” Ya, Luhan kau berhasil.

Dia tersenyum padaku kemudian memegang tanganku yang sejak tadi gemetar. Rasa hangat, apa ini kehangatan yang ia berikan padaku. “Baboya, Luhan-ssi!” Aku diam, aku siap menerima penolakan. Aku sudah siap. “Aku tahu itu! Bagaimana kau begitu kaku padaku, sementara dengan gadis lain kau biasa saja.” Jelasnya.

“Jadi ?” aku berusaha menanyakannya dengan nada memelas, kepastian. “Jadi apa? Kau hanya menyatakan cinta padaku, bukan?” Dia terus saja tersenyum padaku. “Kau tidak memintamu untuk menjadi yeojachingu-mu, kan ?” Aku mengangguk pelan. Aku tak bisa mendeskripsikan apapun keinginanku sekarang. “Tentu saja…”

Ryu Hye Ji POV

Apa yang aku rasakan saat ini pastilah cinta. Sangat sulit menyembunyikannya, ketika senyum terpatri di wajahku. Aku mulai merindukanmu bahkan sebelum hari berakhir, apa yang harus aku lakukan? Aku rasa hatiku mulai terasa sakit.[4]

Xi Luhan POV

Senyumnya terasa mimpi bagiku. Apa dia baru saja mengatakan iya di depanku ?  “Luhan-ssi, kau harus mengtraktirku makan?” pintanya. Aku mengangguk, tak mungkin menolak permintaan yeojachinguku sekarang.

Author POV

Luhan dan Hye Ji diam saling menatap. Sembari menghabiskan coffee yang mereka pesan. “Kau tahu, kau terlalu kekanak – kanakan?” tunjuk Hye Ji. “aku kekanak – kanakan karenamu. Apa aku salah?” Mereka berdua terlalu lama memuji dan mencela diri mereka sendiri. “Seharusnya kau menyatakannya dari lama. Kau tahu, aku seperti daun yang terbawa angin.”

“Daun? Sejak kapan kau mengambarkan dirimu sebuah daun?”

“Sejak aku berumur 16 tahun. “ Hye Ji menghisap coffeenya. Ia sangat malu mengakui fakta bahwa sejak dulu ia menyukainya. “Apa begitu lamanya?” dengan tajam Luhan menatap mata Hye Ji. “Sangat lama, selama 3 tahun hanya tahu tentang dirimu dan 3 tahun kau menggantung hubungan kita.”

“Maafkan aku!” Luhan berusaha mengatakan itu dengan gentle. “Aku tak tahu kau menyukaiku sejak dulu, oh sejak SMA.” Luhan mulai mengejek Hye Ji dengan fakta yang baru ia tahu. “Apa yang membuatmu menyukaimu?”

Ryu Hye Ji POV

Aku menyukaimu, aku mencintaimu ketika kau menciptakan begitu banyaknnya warna pada senyumanmu. Ya, aku hanya tahu itu dan aku sangat menyukainya.[5]

Xi Luhan POV

Yang kubutuhkan hanya kau di sampingku. Aku tahu itu permintaan yang konyol ? Apa kau tak tahu, betapa aku merindukan dirimu? Aku terlalu gila, tapi itu yang tak bisa aku tolak dari semua permintaan lainnya. Jadi, biarkan aku disampingmu ? Apakah itu permintaan gila?

~ FIN ~


[1] Mai Hoshimura – Sakura Biyori
[2] EXO – Angel

[3] See-Saw – We were so close together

[4] DBSK – My Little Princess
[5] Mai Hoshimura – Sakura Biyori
Iklan

16 pemikiran pada “Blossom

    • heheheheheheheheheheheheh…..
      Author lagi stuck banget, trus karena saking bosannya sama lagu SHINee yang Ready or Not yang nyampe diputar lebih dari 50, cuma bisa dapet segini 🙂
      Kok jadi curhat sih 🙂

  1. aku masih rada roaming nih thor~
    jadi intinya luhan jadian sama itu yeoja terus saling curhat tentang masa lalu gitu?
    jujur aku masih gak ngerti..!! tapi kayanya aku bisa mendalami cerita ini feelnya dapet deh 😀
    Always Fighting and always writing
    Dear Author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s