MWO?! Tinggal di Dorm EXO? (Chapter 3)

Title                    :  MWO?! Tinggal di Dorm EXO? {Chapter 3}

Author                :  Lyka_BYVFEGS

Main Cast           :  Shin Chae Young (OC)

                              All of Member EXO

Other Cast          :  Tidak ada untuk chap ini -lagi

Genre                 :  Friendship, comedy, romance (just a little)

Rating                :  PG15

Length                :  Chapter

Summary            :  Apa yang akan terjadi jika kau tinggal bersama dengan idolamu?

A/N                    :

Annyeonghaseyo…

Aku nampak lagi!!!

Adakah yang masih ingat aku?

Kali ini aku membawa kelanjutan dari FF gajeku yang satu ini. Untuk chapter ini sedikit lebih panjang dari sebelumnya.  Semoga kalian tidak bosan membacanya.

Oh iya, disini kamar masing-masing member EXO aku beri nama. Inilah dia daftarnya. Jangan tanya kenapa aku milih nama –yang menurutku norak itu. Karena ide ini terlintas begitu saja dalam otakku.

HunHan                :  Twins Room

KaiD.O                 :  Mains Room

SuLay                    :  Awesome Room

TaoRis                   :  Chinesse Room

ChenMin               :  Hanguk Room

BaekYeol              :  Happy Room

Selamat menikmati. Maaf jika ceritanya tidak sesuai harapan kalian dan mengecewakan.

Maaf juga untuk typo, kata-kata yang berantakan dan kekurangan lainnya. Bikinnya di tengah-tengah kesibukan kerja.

Jangan lupa comment dan like-nya.

HAPPY READING

* * *

“Ne. Dan noona harus benar-benar terlihat mengidolakan mereka. Dengan ekspresi yang berbeda tentunya.” Kali ini giliran Baekhyun yang menjelaskan. “Apakah kalian semua setuju?”

“Ne.” Jawab mereka serempak.

“Aku…”

“Tidak ada penolakan.” Sahut Chanyeol sebelum ChaeYoung sempat meneruskan kata-katanya.

“Baiklah. Aku akan melakukannya. Tapi kalian harus berjanji satu hal kepadaku.” Pinta ChaeYoung.

“Apa itu?” Tanya D.O.

“Kalian tidak boleh menertawakanku.” Jawab ChaeYoung.

“Tergantung. Jika memang noona lucu ya kami tertawa. Bukankah tidak normal jika kita melihat sesuatu yang lucu tapi tidak tertawa?” Jawab Kai.

“Kalau begitu aku tidak jadi melakukannya.” Gerutu ChaeYoung kesal.

“Tidak bisa! Noona harus melakukannya. Jika tidak, kami akan memberitahu Donghae hyung dan Yoona noona kalau noona sangat merepotkan kami.” Ancam Chanyeol.

“YA! Ancaman macam apa itu, Park Chanyeol?”

“Sekarang keputusan ada ditangan noona. Melakukannya dan noona aman atau menyerah dan noona akan kami adukan kepada Donghae hyung dan Yoona noona.” Ancam Chanyeol sekali lagi.

“Aish! Baiklah! Akan aku lakukan.” Kata ChaeYoung yang kemudian beranjak dari duduknya. “Suho oppa, bisakah oppa berdiri?” Pinta ChaeYoung.

“Ne.” Sanggup Suho yang kemudian berdiri dihadapan ChaeYoung.

Setelah Suho berdiri dihadapannya, ChaeYoung tampak memejamkan matanya dan menghela nafas berat. Suho yang melihatnya hanya tersenyum.

“Huwaaa!!! Suho oppa ternyata kau lebih tampan jika dilihat dari jarak sedekat ini.” Kata ChaeYoung tiba-tiba sambil tersenyum ceria ke arah Suho dan mengedipkan sebelah matanya. Sedangkan Suho hanya terpaku ditempatnya, tapi sedetik kemudian namja itu tidak dapat menahan tawanya.

“YA! Suho oppa! Kenapa kau tertawa?” Tanya ChaeYoung kesal.

“Aigo! Kau tidak lihat ekspresimu itu? Benar-benar mirip anak kecil yang mendapat sebuah lollipop.” Jawab Suho sambil menahan tawa.

“HAHAHAHA…” Koor semua member EXO kecuali Sehun.

‘Aish! Sepertinya dorm ini akan menjadi lebih ramai dari sebelumnya.’ Keluh Sehun dalam hati

“YA! Kalian juga menertawakanku? Aish! Aku tidak mau lagi.” Omel ChaeYoung yang langsung kembali terduduk.

“Tidak bisa. Noona masih harus melakukannya lagi. Luhan hyung dan Sehun. Jatah mereka belum, ChaeYoung noona.” Tolak Baekhyun yang disertai anggukan kepala oleh yang lain.

“Baiklah.” Kata ChaeYoung pasrah kemudian bangkit dari duduknya. “Aku akan memulai dengan Luhan oppa saja.” Lanjut ChaeYoung. Luhan yang merasa namanya disebut, segera berdiri dihadapan ChaeYoung.

ChaeYoung menghela nafas sejenak, seperti yang dilakukannya tadi saat telah berhadapan dengan Suho.

“Luhan oppa, tahukah kau bahwa aku adalah fansmu?” Tanya ChaeYoung sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada, dan memasang wajah kagum dengan mata berbinar-binar.

“Aku tahu.” Jawab Luhan sambil memeluk ChaeYoung. Sedangkan ChaeYoung hanya bisa membelalakkan matanya menerima pelukan Luhan. Reaksi Luhan sama sekali tidak terpikirkan olehnya.

“Hyung, lepaskan pelukanmu dari ChaeYoung noona.” Teriak Chen tidak terima.

“Waeyo?” Tanya Luhan setelah melepaskan pelukannya.

“Aku juga ingin.” Kata Chen dengan mimik wajah memelas.

“Dasar!” Cibir Luhan.

“Chen-ah, kemarilah!” Pinta ChaeYoung.

“Ada apa, noona?” Tanya Chen bingung.

“Kemarilah!” Pinta ChaeYoung –lagi. Chen hanya menganggukan kepalanya dan berjalan mengitari meja berdiri dihadapan ChaeYoung.

Setelah Chen sampai dihadapannya, ChaeYoung langsung memeluk Chen sekilas. Sedangkan Chen hanya bisa melongo. Terlalu terkejut dengan pelukan ChaeYoung yang tiba-tiba.

“Sudah, kan?” Tanya ChaeYoung sambil menahan tawa melihat ekspresi Chen. “Chen-ah?” panggil ChaeYoung lagi karena Chen tidak kunjung tersadar dari keterkejutannya.

“Ne?”

“Kau sudah aku peluk. Jadi tidak perlu iri dengan Luhan oppa. arasseo?”

“Ne.” Jawab Chen masih setengah sadar dan kembali ke tempat duduknya semula.

“ChaeYoung-ah, sepertinya sebentar lagi Chen akan pingsan.” Celetuk Xiumin saat Chen telah duduk disampingnya. Sedangkan ChaeYoung hanya menanggapinya dengan senyuman.

“Kita lanjutkan!” Seru Chanyeol tiba-tiba.

“Aigo, Chanyeol-ah. Apakah aku masih harus melakukannya lagi?” Tanya ChaeYoung dengan lemas.

“Ne.” Jawab Chanyeol singkat. “Sekarang giliranmu, Sehun-ah.” Lanjut Chanyeol sambil menatap Sehun.

“Aku tidak mau.” Jawab Sehun datar.

“Waeyo?” Tanya Baekhyun sambil mengerutkan alisnya.

“Pokoknya aku tidak mau. Aku tidak perlu melihat reaksi ChaeYoung noona saat pertama kali melihatku.” Jawab Sehun cuek kemudian pergi meninggalkan ruang tengah. Menyisakan member lain yang menatapnya bingung.

“Aku akan menyusulnya.” Kata Luhan yang kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah dimana Sehun pergi.

“Apakah Sehun membenciku?” Gumam ChaeYoung yang terdengar oleh Suho yang duduk didekatnya.

“Kurasa tidak. Sehun memang seperti itu. Tidak cepat akrab dengan orang baru.” Sahut Suho.

“Tapi sepertinya, ada kebencian dalam matanya saat memandangku.” Kata ChaeYoung sambil menghela nafas.

“Mau ikut denganku?” Tanya Suho tanpa mempedulikan keluhan ChaeYoung.

“Kemana?” Tanya ChaeYoung bingung.

“Ikut saja.”

“Semuanya, aku pergi dulu. Jangan menunggu ataupun menghubungiku. Kalian boleh makan terlebih dahulu jika saat jam makan malam nanti aku belum pulang.” Pesan Suho kepada dongsaeng serta hyung-nya.

“Hyung mau kemana?” Tanya Kai.

“Hanya berjalan-jalan disekitar Dorm.” Jawab Suho singkat. “Kajja!” Ajak Suho sambil menarik tangan ChaeYoung.

“Lho? Hyung pergi dengan ChaeYoung noona?” Tanya Tao.

“Ne, waeyo?”

“Aku ikut.” Rengek Tao.

“Tidak boleh!” Tolak Suho.

“Aku juga ikut, hyung.” D.O pun tidak ingin ketinggalan.

“Kalian semua tidak boleh ikut. Lebih baik jaga dorm baik-baik. Arasseo?” Tolak Suho tegas. Beberapa member tampak mengerucutkan bibirnya, kesal. Sedangkan yang lain nampak tidak peduli.

“Kalau begitu bawakan kami makanan.” Pinta Chanyeol.

“Baiklah.” Jawab Suho singkat. “Kajja!” Suho menarik ChaeYoung yang sedang membungkuk kepada beberapa member yang masih ditempat. “Annyeong.” Sapanya sebelum menghilang dari pintu bersama dengan Suho.

“Ah! Kenapa Suho hyung tidak mengajak kita? Aku juga ingin jalan-jalan.” Keluh Tao yang hanya mendapat tatapan iba dari Kris, teman sekamarnya.

“Sudahlah, Tao-ah. Kalau kau ingin pergi hyung akan menemanimu. Kau ingin kemana?” Hibur Kris.

“Benarkah?” Tanya Tao dengan mata berbinar-binar.

“Ne.”

“Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang!” Ajak Tao sambil menarik tangan Kris.

“YA! HUANG ZI TAO! JANGAN MENARIKKU! AKU BISA BERJALAN SENDIRI.” Teriak Kris yang berjalan sempoyongan (?) karena Tao menariknya dengan keras. Sedangkan Tao tidak mempedulikan teriakan hyung-nya itu dan tetap menariknya menuju kamar mereka untuk mengambil jaket serta keperluan yang lain sebelum mereka pergi.

“Lay hyung, Xiumin hyung, Chen hyung, ayo kita menyiapkan makanan untuk nanti malam.” Ajak D.O kepada ketiga hyung-nya itu.

“Tapi ini masih sore, Kyungsoo-ah.” Kata Xiumin yang tidur terlentang di lantai.

“Ayolah, hyung! Aku ingin membuat beberapa makanan kecil untuk ChaeYoung noona.” Bujuk D.O.

“Kenapa kau perhatian sekali dengan ChaeYoung?” Tanya Lay.

“Tidak. Aku hanya merasa senang saja dengan adanya ChaeYoung noona disini. Dorm ini benar-benar menjadi penuh warna.”

“Aish! Terserah kau sajalah!” Kata Lay yang kemudian beranjak dan berjalan menuju kamarnya.

“YA! Lay hyung! Kau mau kemana?” Tanya D.O.

“Ada yang harus aku kerjakan. Kalian duluan saja. Nanti aku menyusul.” Kata Lay sebelum menghilang dibalik pintu kamar ChenMin.

“kajJa! Kita buatkan ChaeYoung noona makanan yang enak.” Seru Chen semangat.

“Kenapa kau semangat sekali?” Tanya Xiumin heran. Sedangkan Chen hanya tersenyum.

 “Kajja, hyung!” Ajak Chen sambil menarik tangan Xiumin yang tengah tiduran di lantai. Dengan terpaksa Xiumin mengikuti kedua dongsaengnya itu ke dapur. Entah apa perannya di dapur ia sendiri pun tak tahu.

“Aish! Ada apa dengan mereka?” Gerutu Baekhyun kesal.

“Waeyo, hyung?” Tanya Kai.

“Aku tidak habis pikir dengan mereka. Seharusnya kan kita menghabiskan waktu bersama-sama saat libur seperti ini. Tapi mereka malah sibuk dengan urusan masing-masing.” Keluh Baekhyun.

“Biarkan saja. Aku lebih senang jika dorm ini sepi daripada harus mendengar pertengkaran tidak jelas dari hyungdeul.” Sahut Kai.

“Aish! Kau ini benar-benar…” Kata Baekhyun frustasi. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Tanya Baekhyun lebih kepada dirinya sendiri.

“Bagaimana jika hyung ikut denganku?” Tawar Chanyeol.

“Kemana?” Tanya Baekhyun.

“Kamar.” Jawab Chanyeol.

“Apa yang akan kita lakukan dikamar?” Tanya Baekhyun dengan wajah polos imutnya.

“Bermain.” Jawab Chanyeol singkat.

“Bermain apa?” Tanya Baekhyun mengerutkan keningnya.

“Rahasia.” Jawab Chanyeol sambil tersenyum misterius.

“YA! CHANYEOL HYUNG MESUM!” Teriak Kai tiba-tiba.

“Apa maksudmu, Kkamjong-ah?” Tanya Chanyeol.

“Baekhyun hyung, jangan pernah ikut dengan Chanyeol hyung. Nanti terjadi sesuatu denganmu. Kau akan menjadi tidak normal dan keluar kamar dalam keadaan tidak utuh.” Jawab Kai sambil menggerak-gerakkan bahunya.

“memang apa yang akan Chanyeol lakukan padaku?” Tanya Baekhyun yang masih tidak mengerti maksud Kai.

Sedangkan Kai hanya bisa menghela nafas dan memutar kedua bola matanya. ‘Aish! Baekhyun hyung ini memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Salah satu member yang paling ramai tapi polosnya tidak ketulungan.’ Batin Kai.

“Hyung pasti akan di ….oleh Chanyeol hyung.” Jawab Kai sambil mengangkat kedua tangannya dan membentuk cakar. Menggambarkan Chanyeol yang seakan-akan ingin memangsa korbannya –Baekhyun.

Pletak!

“Aish! Appo, hyung!” Rintih Kai saat tangan Chanyeol memukul kepalanya.

“Apa yang kau pikirkan? Memang kau pikir aku akan memakan Baekhyun? Dasar, kau ini! Yang berpikiran mesum itu kau bukan aku.” Kata Chanyeol. “Aku menyuruh Baekhyun hyung untuk memijat kakiku yang rasanya pegal ini, bukan untuk melakukan hal yang tidak-tidak. Aku bilang rahasia karena jika nanti aku katakan sekarang, Baekhyun hyung tidak akan mau melakukannya.” Jelas Chanyeol panjang lebar.

Sedangkan Baekhyun dan Kai hanya mengganggukan kepala mereka tanda mengerti.

“Baiklah. Aku bersedia memijat kakimu. Tapi ada imbalannya.” Kata Baekhyun kemudian.

“Apa itu, hyung?” Tanya Chanyeol.

“Kau harus memberikan setengah jatah makananmu kepadaku.” Jawab Baekhyun.

“Mwo? Ya! Aku tidak mau! Dagingku nanti saja sudah harus aku berikan untuk Sehun, masak hyung tega meminta sisanya?” Tanya Chanyeol dengan wajah memelas.

“Terserah! Kalau kau tidak mau aku tidak akan memijat kakimu.” Kata Baekhyun cuek.

“Ya! Hyung! Tidak bisa seperti itu.”

“Tentu saja bisa. Sekarang tinggal pilih.”

“Jangan jatah makanku, Baekhyun hyung.” Tolak Chanyeol.

“Lalu apa?” Tanya Baekhyun.

“Bagaimana jika besok setelah selesai jadwal aku mentraktir hyung makan diluar?” Tawar Chanyeol.

“Kau akan mentraktirku apa?” Tantang Baekhyun.

“Terserah hyung.”

“Bagaimana jika daging asap pedas, mie pedas, dan juga jajjangmyeon? Ah! Makanan ringan dan es krim juga.” Kata Baekhyun sambil menerawang, membayangkan betapa lezatnya semua makanan itu.

“Ya! Hyung ingin membuatku bangkrut?”

“Kenapa? Kau itu kan artis? Membeli semua itu tidak akan membuat uangmu ludes.”

“Tapi tidak perlu sebanyak itu, Baekhyun hyung.” Tolak Chanyeol.

“Kalau tidak mau ya sudah.” Kata Baekhyun sambil beranjak dari duduknya.

“Ya! Baekhyun hyung! Tunggu aku! Kita belum selesai bernegosiasi.” Kata Chanyeol sambil mengejar Baekhyun.

Sedangkan Kai hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kedua hyung-nya itu.

“Hah! Aku bisa gila jika terus berada di dorm ini.” Gumam Kai kepada dirinya sendiri.

Entahlah. Atas alasan apa Kai menggumam seperti itu. Padahal sering sekali dia lebih ribut dibandingkan kedua hyung-nya itu. Apalagi jika sudah berhadapan dengan Luhan dan Sehun. Ketiga orang itu bisa membuat semua penghuni dorm menutup telinga mereka karena tidak tahan mendengar teriakan mereka bertiga.

* * * * *

“Sehunnie, apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Luhan begitu membuka pintu Twins Room dan mendapati Sehun tengah duduk di tepi ranjang sambil menatap sebuah buku yang diyakini Luhan sebagai album foto.

“…” Tidak ada jawaban dari sang magnae.

“Bolehkah hyung masuk?” Tanya Luhan.

“…” Luhan memutuskan untuk masuk begitu saja karena bagaimanapun Sehun tidak akan menjawabnya ketika moodnya sedang jelek seperti ini. Ya. Luhan tahu pasti bahwa Sehun sedang dalam keadaan mood yang tidak baik. Tapi yang tidak Luhan ketahui adalah alasan dibalik semua itu. Dan sekarang Luhan ingin mengetahuinya. Dengan perlahan Luhan mendekati Sehun dan duduk di sebelah Sehun.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” Tanya Luhan sambil mengusap punggung Sehun.

“…” Sehun tidak juga menjawab. Dia hanya memandangi album foto yang semuanya berisi fotonya dengan Luhan ketika masih trainee hingga sekarang.

“Apa ada yang mengganggu pikiranmu? Atau membuatmu merasa tidak nyaman?” Tanya Luhan sekali lagi mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan dongsaeng kesayangannya itu.

“Akankah kita bisa terus seperti ini selamanya, hyung?” Tanya Sehun sambil menatap sebuah foto dimana dirinya tengah tertawa bersama dengan Luhan sambil berpelukan.

“Tentu saja.” Jawab Luhan. “Memangnya apa yang membuat kita tidak bisa bersama?” Tanya Luhan heran.

“Entahlah. Aku merasa suatu saat nanti aku akan kehilangan kasih sayang hyungdeul. Terutama Luhan hyung.” Jawab Sehun dengan lesu.

“Jangan berpikir yang tidak-tidak. Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama. Arasseo?”

“Ku harap demikian.” Gumam Sehun.

Luhan hanya tersenyum menanggapi gumaman Sehun. Diraihnya wajah Sehun dengan kedua tangannya sehingga berhadapan dengannya. “Tersenyumlah!” ditariknya kedua sudut bibir Sehun hingga membentuk senyuman. Melihat Luhan tersenyum membuat Sehun ikut tersenyum.

“Kau semakin tampan jika tersenyum. Hyung ingin ke dapur. Apa kau mau ikut?” Tanya Luhan sambil beranjak dari duduknya.

“Tidak. Aku disini saja. Nanti aku akan menyusul jika aku ingin.” Kata Sehun.

“Baiklah. Ingat! Jangan berpikiran yang macam-macam. Ara?” Nasihat Luhan sambil mengusap-usap kasar rambut Sehun. Membuat si magnae hanya mengerucutkan bibirnya.

“Ne, aku tahu.” Jawab Sehun. Luhan hanya tersenyum kemudian berjalan menuju pintu kamar mereka. Tapi baru beberapa langkah dia membalikkan badannya. “Satu lagi! Bersikap baiklah kepada ChaeYoung. Hyung tahu kau tidak mudah akrab dengan orang baru, tapi cobalah menerima kehadiran ChaeYoung di dorm ini.” Kata Luhan yang langsung berbalik tanpa menunggu reaksi dari Sehun. Sedangkan Sehun hanya menghela nafas berat. Entahlah. Dia merasa terancam dengan kedatangan ChaeYoung di dorm mereka. Tapi Sehun sendiripun tidak tahu sesuatu yang terancam itu apa.

* * * * *

Matahari sudah nampak terbit dari arah timur, menandakan bahwa hari telah beranjak siang. Seorang gadis menggeliat kecil di atas ranjangnya, mencoba menyesuaikan matanya akan silau dari cahaya matahari yang menembus tirai jendela yang tertutup.

“Jam berapa ini?” Gumam gadis itu. Sekilas dia melirik ke arah sebuah jam yang terletak di meja dekat tempat tidurnya. Mata gadis itu terbelalak lebar.

“MWO?! Sudah jam 8 pagi? Kenapa tidak ada yang membangunkanku?” Teriak gadis itu yang tidak lain adalah ChaeYoung.

“Noona, kau tidak apa-apa?” Tanya sebuah suara dari arah pintu Awesome Room – yang sekarang ditempati oleh ChaeYoung sambil mengetuk pintu itu dengan kasar. Pemilik suara itu tampak khawatir, takut terjadi sesuatu dengan ChaeYoung, terlihat dari caranya mengetuk pintu.

ChaeYoung yang mendengar suara itu segera beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju pintu.

“Noona, bukalah pintunya!” Kata suara itu lagi saat ChaeYoung hendak menyentuh kenop pintu.

“Waeyo?” Tanya ChaeYoung begitu mendapati Tao berdiri dihadapannya dengan raut wajah khawatir.

“Apa terjadi sesuatu? Kenapa noona berteriak?” Tanya Tao sambil mengintip ke dalam kamar.

“Tidak ada apa-apa. Aku hanya terkejut saja saat tahu hari sudah siang. Kenapa tidak ada yang membangunkanku?” Tanya ChaeYoung dengan wajah kesal.

“Mianhe. Seharusnya aku yang mendapat jatah membangunkan member. Tapi saat aku ingin membangungkan noona, aku tidak tega. Noona terlihat tidur dengan sangat pulas.” Jawab Tao dengan nada bersalah.

“Ah! Tidak apa-apa jika seperti itu. Lain kali bangunkan saja aku. Aku jadi tidak enak jika harus bangun paling akhir di antara para namja.” Kata ChaeYoung berusaha menghibur Tao yang merasa bersalah.

“Tidak apa-apa, noona. Semuanya mengerti noona pasti lelah. Lagipula kemarin noona pulang larut malam setelah keluar bersama Suho hyung.”

“Tao-ah. Mana jaket yang ku minta?” Teriak seseorang dari arah dapur.

“Aish! Benar-benar…” Gerutu Tao. “Noona, aku pergi dulu. Aku tidak ingin mendengar omelan Lay hyung pagi-pagi seperti ini. Lebih baik noona segera mandi. Kami menunggu noona dibawah.” Kata Tao sebelum berlari meninggalkan ChaeYoung tanpa menunggu respon dari yeoja itu. Sedangkan ChaeYoung hanya tersenyum tipis.

* * * * *

“Annyeong.” Sapa ChaeYoung begitu memasuki ruang makan yang menjadi satu dengan dapur.

“Annyeong.” Sapa BaekYeol bersamaan. Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum.

“Duduklah, noona!” Pinta D.O.

“Ne.” Jawab ChaeYoung yang kemudian duduk ditempat seperti kemarin dia duduk saat makan siang, yaitu disamping Baekhyun dan sejajar dengan Suho serta Lay.

“Hyung, jadwal hari ini apa?” Tanya Sehun kepada Suho yang duduk dihadapannya.

“Hanya pemotretan di sebuah majalah. Setelah itu kita kosong hingga sore. Malamnya kita ada siaran off air di sebuah radio.” Jelas Suho.

“Jadwal individu?” Tanya Kai.

“Ah! Aku lupa. Sehun, Kai, Lay, dan Luhan. Setelah pemotretan nanti, SooMan sonsaengnim ingin bertemu kalian.”

“Memang ada apa, hyung?” Tanya Lay.

“Entahlah!”

“aish! Firasat burukku tiba-tiba menyeruak.” Kata Kai mendramatisir.

“Cih! Dasar! Mungkin saja kalian dijadikan dance pengganti untuk sunbae kita yang berhalangan atau untuk jadi dancer SNSD noona.” Tebak D.O.

“Kalau begitu kenapa tidak aku saja?” Tanya Baekhyun dengan wajah polosnya.

Member yang lain hanya menatap Baekhyun dengan tatapan kau-itu-harus-sadar-diri. Sedangkan Baekhyun hanya mengerjapkan matanya menanggapi tatapan dari chingudeulnya itu.

“Hyung tahu kenapa hyung menjadi lead vocal?” Tanya Kai.

“Tentu saja karena suaraku sangat merdu.” Jawab Baekhyun membanggakan dirinya sendiri.

“Kalau begitu kenapa saat menyanyikan lagu Dear My Family, OST I.AM bukan hyung yang terpilih? Melainkan D.O hyung dan Luhan hyung?”

“Entahlah. Mungkin saat itu mereka salah memilih.” Jawab Baekhyun asal yang langsung mendapat tatapan tajam dari D.O serta Luhan.

“Aku tahu alasannya.” Kata Kai.

“Memang kenapa?” Tanya Baekhyun bingung.

“Karena suara hyung tidak sebagus yang hyung kira.” Jawab Kai sekenanya.

“Tentu saja suaraku bagus dan juga merdu. Buktinya aku terpilih menjadi lead vocal.” Bangga Baekhyun.

“Apakah hyung tahu alasan utama hyung terpilih sebagai lead vocal?” Tanya Kai.

“tidak. Memang apa?” Tanya Baekhyun penasaran

“Karena lead dance sudah dihandle oleh Luhan hyung dan Sehun. Main dance aku dan Lay hyung yang pegang. Untuk posisi rapper sudah terlalu banyak, Tao, Kris hyung, Chanyeol hyung, Xiumin hyung, Sehun, bahkan aku. Main vocal, ada D.O hyung dan Chen hyung yang aku akui kemampuan vocalnya ditambah dengan Suho hyung yang suaranya bagus menurutku. Hanya tinggal Luhan hyung yang merangkap menjadi lead vocal saja yang tidak mendapat partner. Karena SooMan sonsaengnim merasa kasihan dengan Luhan hyung yang mendapat peran ganda, mau tidak mau SooMan sonsaengnim terpaksa memilih hyung yang notabenenya tidak mendapat peran apa-apa untuk menjadi lead vocal menemani Luhan hyung.” Jelas Kai panjang lebar. Sedetik kemudian dia berdiri dari duduknya dan berlari menjauh dari meja makan begitu melihat Baekhyun menatap tajam ke arahnya dan beranjak dari duduknya.

“KIM JONG IN!!! KU BUNUH KAU!” Teriak Baekhyun sambil mengejar Kai yang berlari mengelilingi meja makan.

“Ampun, hyung! Tapi bukankah yang ku katakan benar? Iya kan, Chanyeol hyung?” Tanya Kai kepada Chanyeol yang saat itu berada didepannya. Karena Kai sembunyi dibalik punggung Chanyeol.

“Ne.” Jawab Chanyeol dengan santainya.

“YA! PARK CHANYEOL! KAU KETULARAN EVIL MAGNAE SATU ITU, HUH? DASAR! MALAM INI TIDUR SAJA KAU DILUAR!” Teriakan Baekhyun membahana di ruang makan yang menjadi satu dengan dapur itu. Chanyeol yang mendapat ancaman dari Baekhyun hanya mengedikkan bahunya cuek. Sedangkan Baekhyun mendengus kesal, Kai yang melihatnya malah menjulurkan lidahnya, mengejek Baekhyun.

“KIM JONG IN!!!” Teriak Baekhyun yang langsung mengejar Kai.

“Suho hyung, tolong aku! Teman sekamarmu menyeramkan. Wajahnya saja yang imut tapi jika sudah marah melebihi seramnya wajah hantu.” Kata Kai yang justru memancing amarah Baekhyun.

Suho yang mendengar permintaan Kai segera memegang tangan Baekhyun yang kebetulan lewat dibelakangnya. “Sudahlah, Baekhyun-ah! Percuma kau menanggapi Kai, dia itu sama evilnya dengan Sehun. Kau tahu mereka berdua sudah tertular oleh Kyuhyun hyung?” Kata Suho berusaha meredam amarah Baekhyun. Dan berhasil. Dengan wajah yang masih ditekuk, perlahan Baekhyun kembali duduk ke posisinya.

“Kenapa namaku dibawa-bawa juga?” Gerutu Sehun kesal.

“Kau kan memang sehati dengan Kai.” Sahut Xiumin.

“Tidak mau. Aku hanya sehati dengan Luhan hyung.” Tolak Sehun.

“Tentu saja. Kita adalah couple dengan chemistry terkuat.” Sahut Luhan yang langsung mendapat pelukan hangat dari Sehun.

“Ya…Ya… kami tahu. Tapi bisakah kalian tidak berpelukan di depan kami?” Tanya Kris yang sedari tadi terdiam.

“Waeyo? Hyung iri?” Tanya Sehun sambil mengedipkan sebelah matanya setelah melepas pelukan ringannya.

“Tidak.” Jawab Kris singkat.

“Benarkah? Apakah hyung juga ingin dipeluk olehku?” Tanya Tao sambil melakukan puppy eyes.

“YA! Huang Zi Tao! Jangan membuat ekspressi seperti itu! Menjijikkan!” Kata Kris kesal.

“Waeyo, hyung? Bukankah aku terlihat imut?” Goda Tao.

“Ya!”

“Hyung tidak perlu berteriak seperti itu. Aku tahu hyung juga ingin dipeluk olehku. Kemarilah, hyung! Aku akan memelukmu.” Kata Tao sambil merentangkan kedua tangannya dan sedikit memajukan badannya mendekati Kris.

Pletak!

“Appo! Ya, hyung! Kenapa kau memukulku?” Tanya Tao sambil mengelus kepalanya yang baru saja mendapat ‘hadiah’ dari Kris.

“Supaya kau cepat sadar. Dan juga agar virus yang ditularkan oleh Sehun dan Kai bisa segera rontok dari otakmu itu.” Jawab Kris cuek.

“Memang virus apa yang ku tularkan kepada Tao hyung?” Tanya Kai bingung yang saat ini telah kembali duduk ditempatnya setelah acara kejar-kejaran bersama Baekhyun tadi.

“Virus evil.” Jawab Kris singkat.

“Salahkan saja Kyuhyun hyung yang menularkannya kepada kami.” Balas Kai.

“Makanya kau jangan dekat-dekat dengannya.” Saran Xiumin.

“Kyuhyun hyung kan sunbae kita, jadi tidak mungkin jika aku menghindarinya hanya karena tidak ingin tertular evilnya. Aneh sekali kedengarannya.” Sahut Kai.

“Hyung, kenapa jika berhubungan dengan kata ‘evil’ aku selalu dikait-kaitkan?” Keluh Sehun kepada Luhan.

“Takdir.” Jawab Luhan cuek.

“Hyung~” Rengek Sehun.

“Aigo! Diamlah, sehunnie. Kau membuatku susah untuk mengambil lauk.” Kata Luhan sambil melepaskan tangan Sehun yang menarik-narik lengannya.

“Hiks..hiks… huwaaa!!!! Luhan hyung jahat! Hyung tidak sayang lagi kepadaku.” Rengek Sehun tidak jelas sedangkan member lain hanya memutar kedua bola mata mereka, ada juga yang menggeleng-gelengkan kepalanya dan ada juga yang cuek. Sudah bukan rahasia lagi akan sifat manja Sehun yang sangat berlebihan kepada Luhan. Dan untuk sekarang ini Luhan lebih memilih menikmati makanan yang tersaji di hadapannya daripada meladeni Sehun. Biarlah Sehun ngambek. Dia bisa membujuknya nanti setelah perutnya terisi.

“Bisakah kita makan sekarang?” Tanya Chen yang sedari tadi terdiam.

“Tentu. Ayo kita makan!” Ajak D.O.

“Selamat makan!” Kata mereka bersamaan.

‘Bisakah aku tinggal disini selamanya?’ Tanya ChaeYoung dalam hati. Gadis itu hanya menjadi penonton setia atas kericuhan kecil yang terjadi di meja makan. Sesekali gadis itu tersenyum tipis dan sampai tertawa kala melihat kelakukan idolanya yang tidak masuk akal sama sekali.

ChaeYoung pun memandang wajah member EXO satu persatu. Mulai dari Baekhyun yang duduk disebelah kanannya hingga Suho yang duduk tepat disamping kirinya.

‘Baekhyun-ah, aku menyukai suaramu saat kau menyanyikan lagu Angel. Aku berharap suatu saat nanti kau bersedia menyanyikan sebuah lagu untukku.’

 

‘Chanyeol-ah, bisakah kau membuatku tertawa? Ah! Kurasa kau paling mahir melakukannya. Jadi tetaplah selalu tersenyum. Aku menyukai senyummu.’

 

‘D.O-ah, masakanmu sangat enak. Bisakah kita memasak bersama suatu saat nanti? Aku sangat menginginkannya.’

 

‘Kai-ah, ekspressimu saat di atas panggung terlihat menyeramkan dimataku. Tapi aku menyukaimu. Kau mengingatkanku kepada dancing machine sebuah BB yang pertama kali ku sukai. Lee Taemin.’

 

‘Sehun-ah, apakah kau tahu bahwa kaulah orang pertama dari kalian berdua belas yang aku pilih untuk ku jadikan biasku? Tapi sepertinya kau membenciku. Aku bisa melihatnya dari tatapan matamu. Apakah aku punya salah? Jika iya, maafkan aku. Aku harap kita bisa berteman baik suatu saat nanti.’

 

‘Luhan oppa, kenapa kau sangat cantik? Aku iri kepadamu. Iri dengan semua kelebihan yang kau miliki. Kemampuan vocal dan dance yang tidak diragukan lagi. Caramu menjaga Sehun dan juga member yang lain. Aku sangat menginginkan kau menjadi kakak bagiku. Dan aku harap kau bersedia. Aku ingin kau menjagaku seperti kau menjaga member lain.’

 

‘Kris oppa, bisakah kita menjadi lebih dekat? Saat melihatmu dilayar kaca aku merasa kau orang yang sulit untuk didekati. Tapi semoga kita bisa cepat akrab. Aku iri denganmu, oppa. kenapa kau begitu tinggi? Sedangkan aku? Huft! Jangan ditanya lagi.’

 

‘Tao-ah, kau pasti akan menjagaku dari orang iseng dengan keahlian wushumu bukan? Jika nanti aku mengajakmu keluar, kau jangan menolak, ya? Aku ini gadis lemah yang tidak tahu apa-apa tentang cara membela diri.’

 

‘Chen-ah, jangan tertawa! Orang-orang akan mengira kau tidak mempunyai mata. Nanti jika member lain bersembunyi saat kau tertawa, kau juga yang repot harus mencari mereka bersebelas. Bukankah itu membutuhkan waktu yang lama?’

 

‘Xiumin oppa, aku ingin mencubit pipimu? Bolehkah? Mari kita makan camilan bersama saat malam hari. Karena jujur saja aku juga sering melakukannya.’

 

‘Lay oppa, hilangkanlah sifat pelupamu itu! Tidak baik untukmu dan member lain. Mulai sekarang aku akan menjadi note alarm-mu yang akan selalu mengingatkanmu akan semua hal yang mungkin kau lupakan.’

 

‘Suho oppa, aku tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi jantung ini berdetak lebih cepat saat aku melihatmu di layar TV. Dan sekarang jantungku serasa berhenti saat kau duduk disampingku seperti ini. Apakah aku sedang bermimpi? Ku harap tidak.’

 

“ChaeYoung-ah, apa yang kau lihat?” Tanya Suho yang mendapati ChaeYoung tengah menatapnya.

“Tidak.” Jawab ChaeYoung.

“Benarkah? Lalu kenapa kau melihatku seperti itu?” Tanya Suho curiga.

“Tidak apa-apa.” Elak ChaeYoung. “Oppa lanjutkan makan saja, aku akan makan sekarang.” Lanjut ChaeYoung berusaha mengalihkan pembicaraan.

‘Arasseo. Habiskan makananmu!” Kata Suho yang kemudian kembali sibuk dengan makanan didepannya.

‘Shin Chae Young, kau benar-benar bodoh! Kenapa kau memandanginya tanpa berkedip seperti tadi? Memalukan!’ Batin ChaeYoung.

TBC

* * * * *

Huwaaa!!! FF gajeku semakin lama semakin tidak jelas ujungnya.

Hiks…hiks…

Tapi tak apa. Asalkan masih ada yang mau nunggu dan comment akan tetap aku lanjutkan FF ini.

Gimana? Kalian udah tahu kan ChaeYoung aku pairing dengan siapa? Semoga kalian tidak kecewa saat aku memilih ‘dia’ sebagai namja yang terlibat cinta dengan ChaeYoung.

Oh iya, untuk Dear My Family, waktu aku cari liriknya aku nemu 3 versi. Dimana versi satu disitu ada vocal dari Chen, D.O, dan Luhan, versi kedua ada vocal Chen, D.O, Luhan, dan Baekhyun trus di versi ketiga cuma ada vocal dari Luhan dan D.O (yang aku maksud dipembagian vocal dalam liriknya). Tapi waktu aku lihat MVnya nggak ada muka Chen dan Baekhyun. Oleh Karena itu, aku simpulkan bahwa versi ketiga yang benar. Yaitu hanya D.O dan Luhan lah yang menjadi wakil dari EXO untuk menyanyikan ost film I.AM tersebut. Kalau ada salah, mianhe. Aku sendiri juga tidak tahu.

Satu lagi, disitu aku seneng banget sama suara Luhan oppa, setiap kali ndengerin pas bagian Luhan oppa aku ulang terus. Kekekeke….:D

Segitu ajalah cuap-cuap dariku. Jika ada yang ditanyakan atau kurang jelas atau sekedar say hai denganku, silahkan memberikan komentar kalian dibawah ini.

Aku tunggu. Sampai jumpa di chapter 4.

Jangan lupa comment+like.

Dadah…..

Iklan

55 pemikiran pada “MWO?! Tinggal di Dorm EXO? (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s