Soulmate (Prolog)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

Cuap-cuap author:

                Annyeong ^^ Author membuat comeback (?) di wordpress ini dengan FF Chaptered gaje, yaitu Soulmate ^^

                Oh ya, sedikit berkoar (?). FF ini udah lama banget author buat, bahkan sebelum author buat FF ‘Surat Untuh Sahabat’ itu. Hanya saja, FF ini baru sampai part 7 udah mentok ==V Niatnya mau author lanjutin lagi sih, jadinya author kirim kesini ^^

                Okesip, author minta maaf kalau typo bertebaran, cerita gaje dan sukar dimengerti, dan readers semua sibuk nebak ini siapa itu siapa… *dicekek readers* Happy reading! Butuh kritik dan saran. Gomawo… *bow*

Prolog

                “ Oppa… Khh…”

                Suara dari seorang yeoja yang terbaring lemah itu membangunkan namja yang tertidur di tepi tempat tidurnya. Namja itu segera beranjak dan memeriksa suhu tubuh yeoja tersebut.

                “ Chagi, gwenchana?” tanya namja itu khawatir. Yeoja itu menganggukkan kepalanya lemah.

                “ Oppa, segera temukan dia…” ucap yeoja itu yang membuat tubuh namja di sebelahnya terdiam kaku. “ Oppa ingin… aku segera sembuh, bukan? Temukan yeoja itu, oppa… Demi diriku, demi kebaikan kita…”

                “ Ta, tapi, kalaupun aku menemukannya, belum tentu dia mau kesini untuk menolongmu, saengie…” balas namja itu pelan. Yeoja itu menggeleng.

                “ Kau lebih… memilih untuk melihatku, seperti ini… dibandingkan membawa… yeoja itu, oppa?” tanya yeoja itu keras kepala. Namja itu menggeleng cepat.

                “ Aniyo, saengie. Tapi, apa kau yakin untuk melakukan trasferisasi dengannya? Hanya yang kuat yang bisa bertahan, chagi…”

                “ Aku-ukh-yakin, oppa…” jawab yeoja itu seraya meringis. “ Jika aku kalah… maka kau harus, membunuhnya…”

                Namja itu terbelalak mendengar permintaan adiknya itu. Satu-satunya adik perempuan yang ia miliki, yang sekarang terbaring lemah di atas tempat tidur, dengan keras kepala memintanya untuk melakukan itu?

                “ Dia hanya… belahan jiwa yang tidak… kuharapkan.” Ucap yeoja itu lagi, tetap terbata. “ Jika aku mati… dan dia juga mati… kalian semua hanya akan mengingatku, tidak boleh mengingatnya…”

                Tidak ada jawaban dari namja itu.

+++

                “ Benar apa yang Hyura katakan. Belahan jiwanya itu hanya menyusahkannya saja.” Ucap salah satu dari 12 namja yang berkumpul di satu ruangan tersebut. Namja yang tadi berbicara dengan adik mereka menghela nafas pasrah.

                “ Bukankah belahan jiwanya juga mempunyai perasaan, hyung? Kita juga harus memikirkan bagaimana perasaan belahan jiwanya-“

                “ Dia tidak penting!” potong namja lain yang merasa kesal dengan sikap namja itu. “ Seharusnya dia juga memikirkan perasaan Hyura. Gara-gara eomma dan appa membelah jiwa Hyura menjadi dua dan jiwa lainnya dipindahkan ke tubuh belahan jiwa itu, Hyura menjadi sakit-sakitan dan tidak dapat bergerak sedikit pun dari tempat tidurnya!”

                Yang lain mengangguk, menyetujui perkataan namja tadi. Namja itu hanya dapat menghela nafas. 1 banding 11, jelas dia kalah.

+++

                Yeoja itu menatap takut beberapa namja di hadapannya. Tatapan namja-namja itu seakan ingin memakannya. Dia yakin 100% bahwa dia tidak membuat masalah apa pun dengan para namja itu, tapi sepertinya ada sesuatu yang membuat mereka tampak sangat marah.

                “ Dia orangnya?” tanya salah satu namja itu dengan tatapan sinis. Yeoja itu menunduk, takut melihat mereka.

                “ Ne. Auranya mengatakan bahwa dia orangnya. Lihat, wajahnya saja mirip.” Jawab namja yang lain. Dua orang namja berjalan mendekati yeoja itu, kemudian mereka menarik tangannya kasar. Yeoja itu meronta.

                “ Siapa kalian?!! Lepaskan aku!!!” ronta yeoja itu. Salah satu namja memukul kepalanya pelan, namun yeoja itu merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, seakan ada beban berat yang menimpa kepalanya.

                “ Diamlah.” Ucap namja yang tadi memukul kepalanya. Mereka menyeret yeoja itu masuk ke dalam sebuah gang. Dalam pandangannya yang samar, yeoja itu melihat namja-namja itu berbaris membentuk sebuah lingkaran-dan dia juga berdiri membentuk lingkaran itu-dengan tangan yang saling berpegangan. Sesaat sebelum pandangannya berubah menjadi hitam, dia dapat melihat dengan jelas bahwa mereka berpindah tempat-dari satu gang yang kecil, menuju sebuah halaman yang sangat luas.

+++

                12 namja itu membawa yeoja yang mereka  culik ke hadapan Hyura. Seketika, Hyura merasa seluruh tubuhnya pulih. Dia beranjak duduk dengan mudah, membuat 12 saudaranya terkejut.

                “ Oppa! Aku sudah bisa beranjak!” pekik yeoja itu girang. Dia berdiri di atas tempat tidurnya dan melonjak senang, namun kesenangannya berhenti saat melihat yeoja yang pingsan tersebut. “ Aish, singkirkan dia dari hadapanku! Kurung dia di ruang bawah tanah sampai waktu untuk transferisasi tiba! Ah, aku tidak sabar untuk terlepas dari kutukan bodoh ini!”

                12 namja itu hanya dapat mengangguk. Mereka membawa yeoja itu menelusuri lorong-lorong rumah, kemudian menuruni tangga hingga sampai di suatu ruangan. Beberapa namja membaringkan yeoja itu di lantai. Mereka meletakkan kakinya di alat pasung, dan kemudian… memasungnya.

                Yeoja itu tersadar ketika mendengar suara pasungan. Dia membuka matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah dirinya dipasung.

                “ M-mwoya?!! Yak! Apa yang kalian lakukan?!” teriak yeoja itu terkejut bukan main. Namja yang paling dekat dengannya menampar pipinya keras.

                Plak!

                “ Diam kau, belahan jiwa. Untuk sementara waktu kau harus menetap disini! Cih, auramu yang terlalu menyesakkan itu membuat kami mudah mencarimu. Gomawo, manusia kecil…”

                Satu persatu namja itu berjalan meninggalkannya, kecuali seorang namja yang menatapnya datar. Tidak ada ekspresi apa pun di wajahnya.

                “ Kenapa aku dipasung seperti ini…?” tanya yeoja itu pada sang namja.

                “ Karena ini takdirmu…” jawab namja itu datar. Dia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan yeoja itu.

+++

Prolognya sangat pendek sangat? Jeongmal mianhae…. Namanya juga prolog *plak!*

RCL please… Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Gomawoyo…. *bow* ^^

50 pemikiran pada “Soulmate (Prolog)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s