Kris is Mine (Chapter 2)

Tittle                      : Kris is Mine Chapter 2 [Sequel KRIS(is) Love]

Author                  : Double Kim (@mararatunss)

Cast                       : Wu Yi Fan/Kris, Shin Hyera, Kim Min Young, Ahjussi Park.

Genre                   : Romance, little bit angst.

Length                  : Chaptered

Note                      : Haha chapter 2 nih. Gimana ya? Duh baca aja deh, ya semoga terhibur. Oh iya buat chapter ini emang sengaja author bikin pendek gak panjang, nah di chapter berikutnya baru deh lebih panjang dari ini. Udah ya hayu dibaca…

Previous Chapter

Kris POV

Kudengar suara pintu kamar tertutup. Apa yang dilakukan gadis itu? Seharusnya setelah melihatku dia tersenyum, berlari padaku dan memelukku. Tapi kenapa sekarang seperti ini?

“YA! SHIN HYERA APA YANG KAU LAKUKAAAAN!!!” teriakku frustasi dari luar kamarnya.

Hyera POV

Aku berjalan menuju apartemenku. Sudah cukup, aku sudah selesai dengan aktifitasku untuk menjernihkan pikiran dari orang-orang itu. Tapi bukannya tenang, aku malah semakin memikirkan Kris yang sampai saat ini sama sekali tidak menghubungiku. Aku tidak bodoh dan tidak munafik untuk menghubunginya terlebih dahulu hanya sekedar menanyakan bagaimana kabarnya disana? Apakah dia sudah makan? Apakah dia baik-baik? Tapi rasanya semua niat itu selalu kuurungkan ketika aku mengingat kembali pesan terakhir yang kukirim padanya. Dia bahkan tidak merespon pesanku walaupun itu hanya sekedar membalas pesan.

Ini menyakitkan bagiku, tapi kenapa aku tidak bisa lepas darinya? Bahkan dalam setiap langkahku saja, wajahnya yang sudah 3 tahun tidak kulihat secara langsung masih terbayang dikepalaku. Aku hanya bisa membayangkan saat aku membuka pintu apartemen nanti akan ada dia disana dan tersenyum padaku, walau hanya sedetik saja, walau hanya sebuah ilusi yang dapat kulihat dengan jelas. Aku sudah cukup senang. Hah, berkhayal memang indah tapi sangat sulit dan hal itu tidak mungkin terjadi. Mungkin sekarang dia sedang sibuk disana, dengan semua tugas-tugasnya.

Kubuka pintu apartemenku dan…

“Saengil chukkae hamnida.. Saengil chukkae hamnida.. Saengil chukkae uri Hyera. Saengil chukkae hamnida”

Aku membeku. Tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan dan jika aku melakukan sesuatu-pun rasanya sulit karena semua sistem saraf yang ada ditubuhku terasa tidak berfungsi. Aku melihat tiga bayangan orang-orang dihadapanku. Mereka adalah Min Young, Ahjussi Park dan orang itu, orang yang ditengah membawa kue dengan lilin yang sudah menyala, dia tampak tampan sekali dengan senyumannya. Cukup lama aku ternganga melihat apa yang ada dihadapanku, namun sedetik kemudian aku sadar bahwa ini semua hanya ilusiku saja. Ini tidak nyata. Huh. Shin Hyera, apakah sebegitu rindunya kau pada Kris sampai-sampai ilusi dan khayalanmu bisa senyata ini? Ini begitu menyakitkan dan aku hanya bisa menahan airmataku.

“Cih, Hyera babo! Khayalanmu itu sangat tinggi sekali” ucapku

Aku lelah, aku ingin tidur, aku ingin mengistirahatkan diriku dari semua khayalan dan ilusi yang menyakitkan ini. Segera saja kulangkahkan kakiku masuk ke kamar. Kutempatkan tubuhku disisi ranjang. Satu tetes airmata yang kutahan akhirnya jatuh juga. Kris, kenapa bayanganmu selalu ada dan kenapa ini begitu nyata?

“YA! SHIN HYERA APA YANG KAU LAKUKAAAAN!!!”

Tangisku pecah saat kudengar seseorang berteriak, bahkan suara itu mirip sekali dengan suara Kris.

“Kris…. Kenapa khayalanku tentangmu begitu nyata? Kenapa kau menyiksaku seperti ini? kenapa kau tidak menghubungiku selama ini, kenapa hanya dengan membayangkanmu saja aku bisa tersiksa seperti ini? Aku merindukanmu Kris hiks… hiks”

Auhtor POV

Kris benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya barusan, kenapa dengan santainya Hyera malah masuk kamar saat melihatnya? Ini sudah benar-benar diluar rencana Kris. Dan karena sudah terlalu kesal dengan usaha surprise-nya yang tidak mendapat respon dari Hyera, ia langsung saja membuka pintu kamar Hyera.

Kris membatu dengan posisinya yang berdiri diujung pintu saat dilihatnya Hyera sedang meringkuk dipinggir ranjangnya. Gadis itu menangis. Kris masih tidak mengerti kenapa Hyera menangis ketika bertemu dengannya, seharusnya ia sangat senang dengan kejutan yang diberikan oleh Kris.

“Kris…. Kenapa khayalanku tentangmu begitu nyata? Kenapa kau menyiksaku seperti ini? kenapa kau tidak menghubungiku selama ini, kenapa hanya dengan membayangkanmu saja aku bisa tersiksa seperti ini? Aku merindukanmu Kris. hiks… hiks”

Dada Kris sesak mendengar lirihan dari gadis yang membelakanginya. Kata-kata yang keluar dari mulut Hyera seperti belati yang saat ini tengah mencabik-cabik hatinya.  Tiga tahun yang lalu ia yang menenangkan gadis ini dikamar, dengan posisi yang sama pula. Kris masih ingat betul saat itu Hyera menangisi Baekhyun yang tega menyakiti gadisnya tapi kali ini apa? Sekarang Kris sendirilah yang menyakiti gadisnya, ia merasa tidak ada bedanya dengan Baekhyun dulu yang menyakiti Hyera seperti ini. Kris terlalu bodoh untuk tidak menyadari bahwa Hyera memang benar-benar tersiksa karenanya, hanya karena Kris tidak memberi kabar sekian lama bahkan ketika melihatnya memegang kue dan menyanyikan lagu ulangtahun untuknya itu semua dianggap khayalan oleh Hyera. Ini semua membuat Kris sesak. Sungguh, bukan ini maksud dan tujuannya.

“Kris…. Aku ingin kau kembali kesini dengan nyata. Bukan karena khayalanku….”

Kris mendekati Hyera sehingga kini gadis itu sudah berada dihadapannya namun masih belum menyadari kehadirannya. Kris mengangkat wajah gadisnya yang menunduk itu, mata mereka berpandangan dengan sangat jelas. Kris kembali melihat mata yang penuh dengan airmata itu. Rasa bersalah begitu besar dirasakannya ketika melihat gadisnya tersiksa seperti ini, bukan karena oranglain lagi tapi ini karena dirinya sendiri. Sedangkan Hyera masih tidak bisa menemukan dimana ia berada saat ini, ia merasa Kris yang dilihatnya sekarang sangat nyata.

“Shin Hyera, aku disini. Aku kembali. Aku sudah kembali untukmu. Kau tidak berkhayal. Ini aku Hyera, Kris. Apa kau lupa denganku, huh?” ucap Kris dengan tatapan yang intens pada Hyera.

Hyera yang mendengar itu semua merasa bingung dan tidak percaya bahwa yang didepannya adalah Kris yang nyata bukan hanya khayalannya saja.

“Kris? Kau Kris? Benarkah? Jadi aku tidak berhalusinasi?” ucap Hyera penuh tanya dan diiringi dengan tangisnya yang semakin pecah.

Kris langsung merengkuh Hyera kepelukannya. Sangat erat, seolah tidak ingin melepaskan gadisnya sedetik pun. Dari dulu hingga sekarang ia tidak pernah tega jika melihat gadis yang dicintainya menangis.

“Kau tidak berhalusinasi chagi, ini aku. Mianhae aku menyiksamu karena tidak menghubungimu, mianhae”

Diciumnya puncak kepala Hyera dengan kasih sayang. Hyera yang menerima perlakuan itu semakin tidak bisa menghentikan tangisnya. ia memang benar-benar tidak berhalusinasi, semua yang dilihatnya adalah nyata.

“Aku hampir mati karena tidak ada kabar darimu. Aku takut Kris. Aku takut disana kau melupakanku, aku takut disana aku akan memiliki gadis lain selain aku, aku takut kau su—-“

“Ssssttt, aku disini. Semua ketakutanmu tidak akan pernah terjadi chagi. Sedetikpun aku tidak pernah melupakanmu, sebanyak apapun gadis disana tidak akan pernah bisa mengalihkan kau dari pikiranku. Dan selama apapun itu ketika aku jauh darimu, tidak pernah sedikitpun rasa sayangku berkurang padamu. Sadarlah Hyera-ah ini bukan halusinasimu, aku ada disini bersamamu, untukmu. Arraseo?” ucap Kris memotong pembicaraan Hyera.

Hyera mengangguk didalam pelukan Kris. Ia tidak peduli dengan rasa kesalnya pada Kris karena tidak memberinya kabar. Yang terpenting saat ini adalah ia bisa melihat Kris lagi, bukan  dalam khayalannya tapi secara nyata. Cukup lama Kris memeluk Hyera dalam pelukannya, mengelus setiap inci rambut gadis bermarga Shin itu berusaha untuk menenangkannya. Dilihatnya Min Young dan Appa diujung pintu sedang memperhatikan pasangan yang baru berjumpa itu. Miris, ini namanya rencana mereka untuk memberikan kejutan untuk Hyera gagal. Seolah mengerti dengan tatapan Min Young dan appanya, Kris melepaskan Hyera dari pelukannya dan tersenyum manis pada gadis itu.

“Hyera-ah kau tidak mau meniup lilin diatas cake yang dibuat oleh namjachingumu sendiri, huh?” tanya Kris.

“Nde??” jawab Hyera yang tidak mengerti dengan pembicaraan Kris.

Kris tersenyum melihat kepolosan gadisnya itu, disekanya airmata yang tersisa diwajah Hyera dengan kedua tangannya.

“Kajja, jangan menangis lagi. Ayo tiup lilin,  masih jam 11 lewat jadi ini masih hari ulangtahunmu kan”

Kris langsung menggenggam tangan Hyera, menuntun gadisnya keluar dari kamar. Kini dihadapan Hyera sudah ada Min Young dan Ahjussi Park yang dengan setia menunggu kemesraan pasangan yang baru bertemu itu untuk merayakan pesta ulangtahun kecil-kecilan gadis kesayangan mereka semua.

“Min Young-ah biar aku saja yang memegang kuenya” kata Kris seraya melepas genggaman tangannya pada tangan Hyera namun dengan cepat Hyera kembali menggenggam tangan namjanya dengan erat dan hal itupun sukses membuat Kris terkaget. Saat ini, sedetikpun Hyera tidak mau lepas dari genggaman Kris.

“Gwenchana, Min Young saja yang memegang kuenya” ucap Hyera. Kris hanya bisa tersenyum pertanda menuruti keinginan gadisnya itu, ia mengerti Hyera yang saat ini tidak ingin lepas darinya.

“Ne, Shin Hyera sekarang kau sudah menginjak 24 tahun. Jadilah Shin Hyera yang lebih dewasa lagi. Ayo cepat make a wish dan tiup lilinnya” ucap Min Young.

Hyera menutup matanya mencoba menghayati semua doa-doanya yang akan diucapkan didalam hati dan diadukan pada Tuhan.

“Tuhan, terima kasih atas semua keajaibanmu. Aku mohon ijinkan aku untuk tetap menjadi anak yang baik bagi appa dan eomma disana. Ijinkan aku untuk selama bisa menjadi gadis yang terbaik untuk orang-orang yang ada disekelilingku saat ini. . Ijinkan aku untuk selamanya bisa menggenggam tangan pria ini, aku mohon jangan lepaskan genggaman ini. Aku menyayanginya, Sungguh…” Batin Hyera.

Kris terpana melihat Hyera yang sedang memejamkan matanya yang sedang memngadukan beberapa harapan dan permohonan kepada Tuhan. Meskipun matanya sembab karena habis menangis, tapi bagi Kris melihat Hyera berdoa dan memejamkan mata membuat gadis itu seperti malaikat. Ya, malaikat yang ada dihidupnya. Malaikat yang sebentar lagi menjadi miliknya untuk selama-lamanya.

Hyera membuka matanya ketika ia sudah selesai berdoa dengan semua harapannya dan kemudian ditiupnya lilin, berharap semua yang baru saja diadukan kepada Tuhan bisa menjadi kenyataan.

“Selamat ulangtahun nona Shin Hyera. Aku hanya berdoa kepada Tuhan agar kau selalu diberi kebahagiaan oleh-Nya, dan karena sekarang angry bird-mu sudah kembali aku harap intensitas menangismu dan uring-uringanmu padaku berkurang, ne? haha” ucap Min Young sambil memeluk sahabatnya itu.

“Min Young-ah jangan berbicara seperti itu, aku malu” jawab Hyera. Kris yang tau maksud Min Young hanya bisa tersenyum melihat ekspresi gadisnya yang malu itu.

“Selamat ulangtahun Hyera-ah, rasanya baru kemarin ahjussi melihatmu lulus kuliah bersama Kris dan Min Young, sekarang kau sudah dewasa sekali. Ahjussi harap kau akan secepatnya memanggilku appa bukan ahjussi lagi hehe” kata Ahjussi Park member selamat pada Hyera dan Hyera hanya bisa tersenyum malu mendengar harapan ahjussi park. Sudah jelas betul bahwa ia berharap Hyera dan anaknya segera melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

“Kalian ini kenapa tega sekali padaku. Aku hampir gila karena tidak ada satupun dari kalian yang menghubungiku. Aku pikir kalian lupa apalagi anakmu ahjussi park, dia tega sekali membuatku seperti ini” adu Hyera pada semuanya dan dibalas oleh tawaan dari mereka semua.

Setelah itu mereka memotong cake yang sudah dibuat oleh Kris. Yah meski tidak seenak koki-koki professional tapi untuk ukuran seorang Wu Yi Fan yang notabene tidak bersahabat dengan segala macam jenis cake, rasanya bisa dibilang cukup enak, mungkin itu karena dibuat oleh rasa cinta (eaaaa gaya banget lo Kris haha)

Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam. Terlihat sekali seraut wajah lelah pada Hyera dihari ulangtahunnya ini sedangkan ekspresi lega terlihat jelas pada Kris, Min Young dan ahjussi park. Setidaknya satu kejutan sudah berhasil mereka laksanakan dan sekarang hanya menyiapkan beberapa kejutan-kejutan lagi untuk gadis kesayangan mereka.

“Kau terlihat lelah, lebih baik kau tidur sekarang” ucap Kris pada Hyera.

“Aniyo, aku masih mau mengobrol dengan kalian” jawab Hyera.

“Kau mau tidur larut malam dan keesokan paginya kau melihatku sudah kembali ke New York, huh?” ancam Kris pura-pura.

“Kris, kau jahat!” rengek Hyera.

“Ayo tidur nona manis, aku antar ke kamarmu”

Dengan langkah yang malas Hyera melangkah menuju kamarnya diikuti dengan Kris dari belakang sedangkan ahjussi park dan Min Young hanya bisa terkekeh melihat tingkah Kris yang mengintimidasi gadisnya itu. Sesampainya dikamar Hyera langsung membaringkan tubuhnya dikasur dan Kris menyingkapkan selimut padanya, mencoba untuk menjaga Hyera agar tidak kedinginan. Kris menatap intens Hyera, mencoba mencari perubahan pada lekuk wajah gadisnya yang selama 3 tahun ini tidak dilihatnya. Tidak ada perubahan yang negatif, yang ada hanya gadis itu terlihat 100 kali lebih cantik dan lebih dewasa dari 3 tahun yang lalu. Kris tersenyum memandangi gadis dihadapannya.

“Jangan menatapku seperti itu, Wufan-ah” ucap Hyera yang memanggil Kris dengan nama aslinya.

Kris tersenyum mendengar Hyera menyebutnya dengan nama asli, entah kenapa tapi ia selalu nyaman dan senang dengan semua panggilan oleh Hyera sekalipun panggilan “Angry Bird” dari Hyera, ia selalu menyukai itu. Kris kembali menatap Hyera, disentuhnya wajah Hyera dengan lembut.

“Selamat ulangtahun Shin Hyera. Mianhae jika selama ini aku menyiksamu, mungkin aku terlalu bodoh karena begitu sibuk dengan kuliahku disana tapi demi apapun itu semua aku lakukan untukmu. Kau sudah dewasa, harapanmu hanya kau sendirilah yang tau. Jadi aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan semoga semua harapanmu bisa terwujud, semoga apa yang diinginkan gadisku ini bisa terwujud. Saranghae Shin Hyera” ucap Kris.

 Dan sedetik kemudian, Hyera merasakan dadanya berdebar lebih cepat ketika dirasakannya Kris mencium keningnya dengan lembut. Sudah pasti hal itu membuat wajah Hyera merona.

“Kajja, sekarang kau tidur chagi”

“Kris” panggil Hyera.

“Hmm?”

“Kau bilang tadi kau hanya berdoa kepada Tuhan agar harapanku bisa terwujud kan?” tanya Hyera dan dibalas anggukan oleh Kris.

“Bisakah kau membuat harapanku terwujud sekarang?”

“Apa?”

“Jangan lepaskan genggaman ini” kata Hyera seraya meraih tangan Kris dan menggenggamnya erat.

“Sedetikpun tidak ada niat dariku untuk melepasnya karena tanganku hanya akan nyaman jika bersama tanganmu”

“Gomawo Kris”

“Ayo tidur nona manis, kau tidak mau kan besok pagi aku kembali ke New York?”

“KRISSSS!!!!!” rengek Hyera yang dibalas tawaan oleh Kris.

Akhirnya Hyera mencoba untuk tidur saat itu juga dan Kris masih disampingnya masih dengan menggenggam tangan Hyera sampai gadis itu terlelap dari tidurnya. Dan ketika Hyera benar-benar terlelap ia kembali menuju Min Young dan Appa-nya yang berada didepan ruang tamu.

“Dia sudah tidur?” tanya Min Young.

“Ne, apakah sudah siap semuanya?” tanya Kris.

“Tenang saja sudah beres, sekitar dua jam lagi baru kita akan berangkat”

“Aaaah aku harap kali ini lancar” ujar Kris.

“Tenang saja Kris, kali ini pasti tidak ada acara khayal-khayalan lagi. Lebih baik kau istirahat dulu sekarang nanti appa bangunkan. Semua sudah disiapkan oleh bawahan appa” kata ahjussi Park.

“Gomawo appa, gomawo Min Young-ah. Aku beruntung sekali memiliki kalian” ucap Kris.

***

Hyera POV

Rasanya mataku sulit sekali untuk dibuka, entah karena terlalu larut tidur atau karena kelelahan  jadi seperti ini namun aku menyadari sesuatu terasa berbeda dengan kasurku. Kucoba buka kedua mataku, samar-samar kulihat disekelilingku terasa asing sekali, semua serba putih dan kudengar seperti ada suara mesin. Kutengok sebelah kiriku dan betapa kagetnya aku melihat Kris yang berada disampingku sedang tertidur setelah kusadari lagi tangan kami saling menggenggam. Aish jinjja, apakah dari semalam dia tidak melepaskan genggamannya? Tapi aku masih bingung sebenarnya dimana aku saat ini. Kualihkan pandangaku kearah kiri dan itu sukses melebarkan mataku yang tadinya segaris bisa terbuka lebar. AWAN?

“YAAAA!!!! KRIS, INI DIMANAAAAA!!!!!” teriakku panik.

-TBC-

Bahahaha tbc tbc tbc. Duh readers maafnya kalo ada typo, author ngerjainnya malem-malem pas mata kreyep-kreyep dan gak di edit lagi. Gimana? Serunya gak? Kependekan ya?  Hahahaha gapapa ya author sengaja di chapter ini dibikin pendek tapi next chap mah lebih panjang dari ini kok. Dikomen Alhamdulillah, nggak juga gapapa. Ada yang mau baca ff abal ini juga author Alhamdulillah banget wkwk. Sampai ketemu di chapter selanjutnya ya, dadaaaaah 😀

Iklan

39 pemikiran pada “Kris is Mine (Chapter 2)

  1. Min sorry baru komen dichapter 1 eror keburu abis paket internet nya 😀 *nyengirkuda* btw ini rame looo geregetan bacanya dan pas nyampe bawah TBC Щ(º̩̩́Дº̩̩̀Щ) ayolaaahhh Next kepo part 3 😦 , nomu daebak!!! Next!!!!!!!!!!

  2. Sata telat lagi hehehe.. Tapi saya gak mau lewatin untuk comment FF ini! Saya suka baca ff tanpa konflik! Bikin senyam-senyum terus bahagia banget. Saya bener-bener suka! Ahhhh Autrhor keren! Huhuhuhuhuhu.. Bahagianya jadi si Hyera.. Wkwkwkwk Daebak Thor!

  3. Aku new readers :3 Dari pertama aku baca chapter 1 aku udah suka. Soalnya ceritanya enggak panjang-panjang, jadi enggak banyak basa basi, ceritanya juga di bikin Chapter bukan Sequel jadi gabingung sama judul sebelum atau sesudahnya xD *banyakan cingcong*
    Cuma mau bilang kalo ff mimin itu ga daebak!! tapi SUPER DAEBAKKKKKK!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s