Day By Day

Author: OSH98 (sehuney)

Genre: Romance, bit Angst

Cast: Xi Luhan (EXO), Mei yua (OC/You), Oh Sehun (EXO/Support), Kris (EXO/numpang lewat doang)

Rating: T

Length: Oneshoot (atau Songfic?)

Disclaimer: Storyline is 100% pure from my imagination. Inspirited by: T-ara Day by Day. I want to own Sehun but readers will ngamuk (?). So cast are themselves except OC.

A/N: Hei yoo wassuuppp? 😀 Saya author berotak sebelah kembali membawa ff atau mungkin songfic (?) galau karena authornya lagi bahagia (?). Puyeng yah ngomong sama orang yang otaknya sebelah, mending capcus aja dah~

Summary: Ia merindukan seorang wanita. Wanita yang membuatnya memberikan hatinya kepada wanita tersebut. Wanita yang menurutnya jauh lebih indah dari bintang-bintang di angkasa. Jauh lebih cantik dari bunga-bunga sakura yang bermekaran di musim semi. Dan jauh lebih berharga dari seribu batu permata yang berkilauan. Namun sayang sekali wanita itu telah pergi meninggalkannya bersama kenangan-kenangan yang jauh lebih manis daripada madu. Tetapi pada akhirnya, ia merasakan hal yang lebih penting untuk mereka berdua: belajar untuk menerima semuanya dan memulai lembaran hidup yang baru, meski itu berat bagi sang lelaki.

-***-

Seorang lelaki tengah menatap indahnya langit malam dari balkonnya. Ia menghitung satu per satu bintang yang ada di langit-meskipun ia tahu, pekerjaan itu sangat-sangatlah tidak berguna dan hanya membuang-buang waktu saja. Namun ada alasan mengapa ia melakukan hal tersebut. Ia merindukan seorang wanita yang seperti bintang-bintang tersebut. Wanita yang membuatnya memberikan hatinya kepada wanita tersebut.

Wanita yang menurutnya jauh lebih indah dari bintang-bintang di angkasa. Jauh lebih cantik dari bunga-bunga sakura yang bermekaran di musim semi. Dan jauh lebih berharga dari seribu batu permata yang berkilauan. Karena baginya, wanita itu merupakan perpaduan dari ketiga hal tersebut; indah, cantik, dan sangat berharga.

Namun sayang sekali wanita itu telah pergi meninggalkannya. Meninggalkannya bersama kenangan-kenangan mereka yang jauh lebih manis daripada madu. Wanita itu memilih pria lain dibanding dirinya, dan berjalan mengikuti kebahagiaannya tanpa mengetahui perasaan si lelaki. Tapi si lelaki ini juga mengerti, dan menyesali mengapa ia tidak segera menyatakan perasaannya kepada wanita tersebut.

Tentu saja ia tahu kalau ia mencintai gadis itu. Tapi ia takut semakin jatuh ke dasar palung cinta yang gelap, yang dapat membuatnya menangis seperti orang yang menangis kehausan di padang pasir. –

Sarang geu kkeuteun kkaman teoneolsok boiji anneun giri naneun neomu duryeowo

Taeyangi naerijjoeneun bureun samakcheoreom mokmalra ugo itneun saramcheoreom

Love – I can’t see the end of that dark tunnel so I’m very afraid

Like a desert with a blazing sun, like a person crying out of thirst

Lelaki itu selalu berpikir; Akankah ia kembali dapat merasakan hangatnya pelukan gadis itu? Akankah ia kembali dapat mencium aroma gadis itu-yang masih setia tercium di hidungnya? Akankah kenangan-kenangan indah -seperti mimpi- itu akan ikut menghilang? Ketika malam itu berlalu, mungkin saja semua itu akan menghilang seperti tetes hujan.

Ni pumi geuriwojyeo neomu sarang haetnabwa

I bami jinagamyeon nunmuldwieo dok!Dok!Dok!

Jeo eunbit dari jimyeon sarajilkka.. Ajik namaitneun ni hyanggi

Kkumgatdeon chueokdeuldo heuteojilkka…bitmulcheoreom meolri dok!Dok!Dok!

When this night passes, it’ll become tears to wipe off – tok tok tok

If that silver moon sets, will it disappear – Your scent that stillremains?

Will the dream-like memories also scatter?

Like rain drops, far away, tok tok tok

 

“Luhan hyung!” panggil seseorang dan lelaki itu menoleh. Ia mendapati teman sekamarnya-Sehun tengah berlari ke arahnya dengan tergopoh-gopoh.

“Waeyo Sehun-ah? Sepertinya buru-buru sekali.” Tanya lelaki bernama Luhan itu bingung.

“Ah.. igeo, Mei yua noona menelepon!” jawab Sehun seraya berusaha mengumpulkan kembali nafasnya yang terasa habis setelah berlari tadi. Mendengar kata-kata Sehun, mata Luhan sontak membulat.

“Jin.. jinjjayo?” tanya Luhan tidak percaya. Sehun hanya menganggukkan kepalanya dan masih terengah-engah.

Luhan segera berlari keluar kamarnya dan menghampiri telepon yang ada di koridor. Ia menyambar gagang telepon itu cepat, merasa tidak sabar untuk mendengar suara gadis pujaannya.

“Yeo.. yeoboseyo.” Sapa Luhan. Sedangkan wanita di seberang sana hanya mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

“Ha? Sapaan macam apa itu? Kau menganggapku orang Korea?” tanya Mei yua seraya terbahak. Luhan menepuk dahinya menyadari kebodohannya.

“Maaf, aku lupa. Da jia hao, Mei yua.”

“Nah, ini baru benar. Da jia hao, Luhan.”

“Ehm.. Kenapa meneleponku?” tanya Luhan dan disambut dengan tawa Mei yua.

“Apa kau tidak suka kutelepon? Baiklah, kututup saja ya.” jawab Mei yua di sela tawanya.

“Eh, jangan! Aku hanya bertanya, tentu saja aku tidak apa-apa kau telepon.” Ujar Luhan panik. Aku justru merindukan suaramu, Mei yua, pikir Luhan.

“Oh baguslah. Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku dan Yi Fan akan ke Korea besok. Kami berencana untuk mampir ke tempatmu, apa kau ada waktu?”

Luhan terdiam sejenak. Ia memaksa otaknya untuk berpikir dengan keras tapi dalam waktu yang singkat. Akhirnya ia memutuskan untuk berbohong. Ya, ia tidak ingin melihat orang yang dicintainya mendatanginya dan bermesraan di depannya bersama orang lain yang juga adalah sahabatnya.

“Maaf Mei yua, tapi untuk seminggu ke depan aku tidak punya waktu. Aku sibuk mengerjakan tugas kuliahku.” Ujar Luhan berbohong. Pada kenyataannya, ia sudah menyelesaikan semua tugas kuliahnya pada awal liburan musim panas.

“Benarkah? Sayang sekali, padahal kami merindukanmu. Baiklah kalau begitu, kalau ada waktu hubungi aku ya.”

“Tentu. Aku akan segera menghubungimu.”

“Sampai jumpa, Lu!”

“Sampai jumpa juga Mei.”

KLIK! Sambungan diputuskan. Luhan meletakkan gagang telepon ke tempatnya semula dan ia berjalan lemas ke arah kamarnya. Sesampai di kamarnya, ia melihat Sehun tengah berdiri di depan pintu. Tampaknya ia baru saja mendengar seluruh isi percakapan antara Luhan dan Mei yua.

“Kenapa hyung berbohong? Bukankah hyung rindu kepadanya?” tanya Sehun seraya mengikuti Luhan yang berjalan menuju balkon yang ada di kamar mereka.

“Aku.. tidak mau melihatnya bermesraan bersama pria lain.. di depanku.” Jawab Luhan seraya menatap kosong ke arah langit malam. Sehun yang lebih tinggi dari Luhan dapat melihat dengan jelas kekosongan di dalam matanya-Luhan.

“Hajiman hyung, kau sangat merindukannya. Tidakkah kau ingin melihat wajahnya sebentar saja?” tanya Sehun lagi, merasa tidak mengerti dengan jalan pikiran hyungnya itu. Luhan menolehkan kepalanya ke arah Sehun, senyum getir terukir jelas di wajahnya.

“Aku tahu aku merindukannya. Benar-benar.. merindukannya. Tapi hatiku mengatakan kalau aku akan lebih sakit ketika melihat mereka berdua di depanku. Makanya aku lebih memlilih menghindarinya.” Jelas Luhan lagi, matanya sayu dan bibirnya terlihat sedikit bergetar. Namun bibir itu masih mencoba untuk tersenyum, walau tampak terlihat sangat getir di mata Sehun.

Sehun hanya terdiam-selain ia tidak tahu apa yang harus ia katakan (karena ia belum pernah berada di posisi seperti ini sebelumnya), ia juga merasa kalau diam adalah tindakan terbaik.

“Kau tahu Sehun, aku selalu teringat tentang kenangan-kenangan indahku bersamanya. Aku dan dia sudah kenal sejak kami masih sangat kecil, dan kami tumbuh sebagai sepasang sahabat. Pada tahun-tahun terakhir di masa SMA, datang seorang siswa pindahan dari Kanada. Ia berdarah Chinese-Canadian, namanya Wu Yi Fan. Dalam sekejap ia menjadi salah satu siswa terpopuler di sekolahku dan banyak yeoja yang menggilainya, termasuk Mei yua.”

“Mei yua benar-benar menyukainya. Tak jarang aku melihatnya berada di sekolah sampai sore hari hanya untuk melihat Yi Fan berlatih basket bersama klubnya. Ia bahkan pernah beberapa kali menulis surat cinta, namun ia selalu malu untuk memberikannya.”

“Hingga akhirnya, aku dan Yi Fan menjadi sahabat karena aku pernah menyelamatkannya ketika ia hampir tertabrak mobil. Gara-gara itu aku harus dirawat di rumah sakit selama kurang lebih seminggu karena kepalaku terbentur cukup keras. Yi Fan selalu menjengukku setiap hari dan kami menjadi teman.”

“Mei yua adalah sahabatku. Jadi mau tidak mau aku juga harus memperkenalkannya kepada sahabat baruku, Yi Fan. Mereka berdua semakin lengket dari hari ke hari dan pada akhirnya, tepat satu minggu sebelum kelulusan, Yi Fan dan Mei yua resmi berpacaran.”

“Mei yua menghampiriku dengan wajah berseri-seri dan tangan yang terkait dengan tangan Yi Fan seraya mengatakan kalau mereka sudah berpacaran. Kau tahu betapa hancurnya hatiku saat itu.”

Sehun yang sedari tadi mendengar cerita Luhan hanya menatap lurus ke depan. Kini ia mengerti perasaan hyungnya. Perasaan cinta yang sangat dalam membuatnya tak bisa berenang ke permukaan, dan akhirnya tenggelam di tengah dalamnya palung cinta. Cinta yang menyakitkan, pikirnya.

“Aku selalu berharap ia dapat kembali ke sisiku dan kami mengulang kembali kenangan-kenangan lama yang sudah kami alami. Aku benar-benar mengharapkan itu, Sehun-ah. Setiap kali aku memikirkan kepergiannya, itu membuatku sakit. Aku juga selalu berharap ia tetap dan selalu mengingat kenangan-kenangan indah di antara kami, dan tidak melupakannya walaupun ia sudah bersama laki-laki lain.”

“Jadi.. itu yang membuat hyung memutuskan untuk kuliah di Korea?” tanya Sehun akhirnya setelah mengunci mulutnya sekian lama.

“Sebenarnya aku mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sini. Pada awalnya ingin kutolak saja, tapi karena akhirnya malah begitu, kuputuskan untuk menerima beasiswa ini.” Jawab Luhan dan Sehun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

Seuchineun chueokdeuri geuriun bam deulryeoohneun neoeui moksori
Yeongwoneul yasokhaetdeon sumaneun bam nunmuldwieo dok!Dok!Dok!

Kiss me baby i’ll must be stay here day by day
Saranghandago soksagyeojwo
Kiss me baby just you can take me day by day
Nae nunmuri mareugi jeone

(ddururururururu ddurudu)
Baram cheoreom modu sarajyeo beorin neo
(ddururururururu ddurudu)
Haruharu neol geurimyeo day by day

Ddeonaganeun ni moseup ni saenggage ddo nunmuri heulreo
Doraondago malhaejwo urisarang yeongwonhadorok

Neon nareul dugo gara jeo meolri meolri gil ddara sarajyeo
Michin sarangkkeut aseulhan nang ddeoreoji jilgin sarange gamyeomdwae gyesokddeoreotji
Seulpeun sireul eulpeodaeneun nae ipsuri neoeui kkaman nundongjae gieokdwiri
Kiss me ma baby i bami gagijeone naege eoseokbbalri day by day

Tonight, I long for the passing by memories, I hear your voice
The countless nights when we promised eternity, they become tears – tok tok tok

At the thought of you leaving, again tears fall
Please tell me you will return so our love can be forever

You leave me and go far far away, follow that road and disappear
At the end of this crazy love is the dangerous cliff,
I was infected by this tough love and kept trembling
I hope my lips that recite this sad poem will be remembered in yourblack eyes
Kiss me ma baby, before this night is over, hurry, to me, day by day

 

“Tapi aku rasa aku harus segera keluar dari keterpurukkan ini.” Gumam Luhan lirih namun masih dapat terdengar jelas oleh Sehun.

“Eo? Maksudmu hyung?” tanya Sehun bingung. Baru saja ia mendengar cerita galau hyungnya itu, namun beberapa menit kemudian ia sudah mendengar hyungnya mengatakan kalau ia harus bangkit dari kesedihannya. Apa maksudnya?

“Aku rasa aku tidak boleh terus menerus lari dari kenyataan seperti ini. Aku harus belajar menerima semuanya dan bangkit kembali menjadi Luhan yang baru.” Ujar Luhan seraya kembali menatap ke arah langit malam.  Kali ini pandangannya tidak kosong seperti tadi, lebih hangat dan.. terkesan berkilau, mungkin? Batin Sehun.

“Baguslah hyung! Kalau begitu kau bisa beri tahu Mei yua noona kalau kau bisa menemuinya besok!” ujar Sehun bersemangat. Luhan hanya menganggukkan kepalanya kecil dan beranjak masuk ke dalam kamar mereka.

To: Mei yua

Da jia hao! Aku lupa kalau aku sudah menyelesaikan semua tugas musim panasku, jadi kau dan Yi Fan bisa main ke tempatku besok 😀

Luhan

Message sent.

-END-

Benar-benar oneshoot yang membosankan. Bahkan saya gak tau ini pantes di bilang oneshoot apa bukan.-. sebenernya isi cerita ini cuman sedikit, tapi kebanyakan liriknya. Ahaha mianhae readers 😦

 

Iklan

8 pemikiran pada “Day By Day

  1. aihh thor kok ngegantung sih? kenapa gak sampe luhan nemuin tambatan hatinya yg baru aja?

    trus thor, ngomong-ngomong, itu ceritanya sehun ngerti bahasa cina ya? O_O

    tapi ffnya bagus kok thor, apalagi kalimat pembukannya, aku suka kata2nya ^^

  2. Thooor nanggungg-____- sedikit koreksi sambil sekalian nambah pengetahuan author(?) *heleh, ‘da jia hao’ itu diganti ‘ni hao’ aja. Soalnya kalo dajia hao itu sapaan untuk orang banyak gitu. Kalo ni hao cuma 1 org. Gitu. Maaf ngebacot xDD untuk sisanya, daebak!!!!^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s