Perfect Two (Chapter 1)

–          Tittle: Perfect Two

–          Author: @aanalmaidah

–          Main Cast: Oh Se Hoon, Han Min Ri (OC)

–          Support Cast: will appears

–          Genre: Romance(?), Drabble

–          Length: 737 words

–          Rating: PG 13

–           

–          Hi. This is my frst fanfic btw n_n Hope you enjoy it, guys. But, kayaknya karakter Sehun disini jauh dari kenyataan deh (?) Aaaah jangan lupa RCL ya n_n

 

“Mwo? Dia mengacak-acak apartemenku? Apa maksudnya, hyung?” Sehun yang sedang berenang di salah satu tempat olahraga tiba-tiba berteriak.

“Kau cepat pulang atau aku akan ikut bersama gadis itu untuk mengacak-acak apartemenmu, huh?” teriak suara berat seseorang di seberang sana.

“Aish, arrasso”

Sehun segera menutup telfonnya dan bergegas untuk mengganti bajunya. Setelah selesai, ia pergi ke parkiran dan berencana mampir ke sebuah toko untuk membeli makanan. Ya, gadisnya, Han Min Ri akan menjadi sangat menyeramkan ketika sedang marah dan satu-satunya pencegah(?) adalah makanan. Walaupun dia akan makan dengan ekspresi menyeramkan dan death glare yang senantiasa menghiasi wajahnya.

 

Sehun’s apartement

“Kau! Oh Se Hoon bodoh! Beraninya kau berpose seperti itu, huh? Kau sudah bosan hidup atau memang ingin mati di tanganku?” Minri sedang memutilasi(?) kamar Sehun di apartemennya. Dia tidak pernah marah dan secemburu ini. Dan ini pertama kalinya juga dia mengekspresikan kemarahannya.

“Diam atau aku akan menguncimu sendiri disini!” Kyungsoo tampak frustasi dengan perbuatan Minri. Dia mengacak-acak rambutnya sambil sesekali melihat ke arah pintu, memastikan Sehun sudah datang atau belum.

“Kunci saja! Aku yakin Sehun pasti akan membukakan pintu lagi. Dan oppa lebih baik duduk di ruang tengah” Minri tetap teriak dengan nada 7 oktafnya(?) padahal Kyungsoo ada di depannya._.

“ah. ne~” jawab Kyungsoo kikuk(?) dan saat itu juga Minri membanting pintu kamar Sehun. Kyungsoo kaget dan berjalan ke ruang tengah dan saat itu juga dia mendapati Sehun sedang menutup pintu apartemen.

“Ya! Kenapa kau lama sekali huh? Aku pusing mengahadapinya!” bentak Kyungsoo.

“Mana dia, hyung?” tanya Sehun tanpa menjawab pertanyaan yang diberikan Kyungsoo. Tanpa sempat Kyungsoo menjawabnya, Sehun sudah berjalan menuju kamarnya dan membuka pintunya.

Mendapati kamarnya dalam keadaan yang tidak bisa dideskripsikan. Sehun hanya melongo(?). Sedangkan gadisnya tampak sedang berdiri di balkon kamarnya. Sehun menghampirinya dan memeluknya dari belakang.

“Apa yang kau lakukan, bodoh?” bisik Sehun dan membuat Minri kaget.

“Ya! Siapa yang mengizinkanmu memelukku?” Minri membalikkan badan dan mendorong Sehun. Tapi pandangannya teralih pada kantong yang dibawa kekasihnya itu.

“Waaahhh makanan!” Minri merebut kantong yang dibawa Sehun dan berlari ke tempat tidur kekasihnya.

“Kau kenapa?”

“Kau tak menyadari kesalahanmu?” balas Minri sewot sambil memakan biskuit /piiippp/ (?)

“Ya! Aku salah apa?” tanya Sehun sekarang agak membentak.

“Jessica onnie” jawab Minri singkat.

“HAHAHAAHAHHAHAHAHAHAHAH. KAU CEMBURU HAN MIN RI? HAHAHAHAH”

“Jangan tertawa! Ya ya ya ya!” Minri melempari Sehun dengan biskuit yang sedang dipegangnya.

“Aaaa Han Min Ri. Kenapa kau jadi lebih manis saat cemburu? Aaaaaa poppo” Sehun terus-terusan mencoba menggoda Minri dan serangan biskuit pun semakin menjadi.

“Kau cemburu gara-gara aku berpose seperti pasangan pengantin dengan Jessica noona, hm?” Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Minri, membuat Minri terpaksa memundurkan wajahnya.

“Apa yang mau kau lakukan? Siapa yang tidak marah? Aku akui Jessica onnie itu onnie yang baik, tapi lihat kau memajukan(?) bibirmu seperti mau menciumnya? Sedangkan kita saja belum pernah berciuman. Dan lihat tatapanmu! Aaaarrghhh” Minri memasang death glare terbaiknya sambil tetap melempar biskuit.

“Jadi kau ingin aku menciummu?” sekali lagi, Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Minri.

“Ani~” Minri memalingkan wajahnya yang memerah dan menggigit biskuitnya ganas.

“Kekekekekeke(?) tenang saja itu hanya untuk pekerjaan kok” Sehun menjelaskan.

“Aku tahu. Tapi….aaiiissshhh” Minri mulai kehilangan kata-kata.

“Dengar…” Sehun menelungkupkan kedua tangannya ke wajah Minri(?) sehingga membuat Minri terpaksa menatap kedua mata Sehun.

“You’re the apple to my pie. You’re the straw to my berry. You’re the smoke to my high. And…”

“Sejak kapan kau belajar menyanyikan lagu bahasa Inggris?” tanya Minri shock.

“Kau ini bisa diajak romantis sedikit tidak? Percuma aku menghafal lagu ini”

“Hehehehehe maaf. Aku hanya shock” Minri tersenyum tanpa dosa(?). Dan Sehun pun ikut tersenyum, menampilkan eye smilenya n_n

“Kau sudah tersenyum lagi?” tanya Sehun sambil terus tersenyum.

“Jadi kau sudah memaafkanku?” lanjutnya.

“Tidak! Sebelum kau mentraktirku makan sampai puas.” dan kembali Minri memasang death glare-nya lagi.

“Segampang itu syaratnya? Kajja. Kita kelilingi restoran di Seoul”

Sehun menarik tangan Minri dan membawanya keluar apartemen. Minri menyunggingkan senyum di wajahnya. Ya, dia memang cemburu. Mungkin terlihat kekanakan, tapi ya memang begini kenyataannya. Dia memang CEMBURU karena menurutnya cemburu itu wajar(?). Mereka berdua lalu memasuki lift dan menunggu.

“Yeobo!” panggil Sehun pada Minri sambil terus tersenyum.

“Ya! Kenapa kau memanggilku seperti itu?” Minri pura-pura marah walaupun ia sebenarnya sangat malu.

“Cause you’re the one i wanna marry”

Sehun menatap kedua mata Minri intens. Minri tidak pernah melihat pandangan mata Sehun yang seperti itu. Dan saat itu juga pintu lift terbuka. Minri berjalan mendahului Sehun.

“Siapa yang mau menikah denganmu, bodoh?” Minri berjalan cepat meninggalkan Sehun dibelakang sambil giggle(?)

Sedangkan Sehun? Dia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis yang sudah merubah hidupnya

/eeeaaaa/

/terbang/

 

s� lm�S�3Q-font-family: Wingdings’>J saat aku ada di depan dia, mulutku nggak bisa bicara “saranghae” malahan ‘itu dari teman ku’ paboya!

 

Kalian tau kenapa aku nggak tepuk tangan pas dia selesai nyanyi saat pensi sekolah waktu itu? Lagu itu sangat sangat nggak cocok sama dia. Kenapa dia mau menyanyi lagu itu? Aku benar-benar kecewa. Dan aku sudah menulis surat untuk nya, sudah ku taruh di meja nya, semoga dia membaca nya. aku pun sudah latihan sama Victoria buat nembak Sangkyu suatu hari nanti terus kasih buku berisi foto-foto dia ini deh.

Ingat sms yang pohon mangga itu? Ya, itu dari aku, bukan dari Sehun. aku tadi nya ingin menghampiri nya dan menyatakan perasaan ku. Tapi saat ada Sehun di sana dan aku tau kalau Sehun suka sama Sangkyu jadi… lebih baik aku mengalah.

Ingat saat Sangkyu dan Sehun menonton ku tanding bola? Aku minta minum sama Sangkyu, saat aku memutar badan ku selesai minum, aku tersenyum-senyum. Jujur saat itu aku ngga konsen main bola nya. Mungkin karena terlalu senang.

Ingat acara ulang tahun Kai? Aku nyaris ingin mencium nya. Tapi kenapa Sehun mengagetkan ku dan Sangkyu? Benar-benar perusak! Mungkin waktu Sehun tanya soal janji kami waktu masih kecil, mungkin secara nggak langsung dia mengingatkan ku kalau aku ngga boleh suka sama Sangkyu.

Ingat saat Sehun memberi tau aku kalo aku harus jauhin dia? Saat dia bilang ‘lo ngga apa-apa kan?’, sebnernya aku udah sedih, tapi aku ngga bisa menolak kemauan sahabat ku :/

Dan… saat Sangkyu nembak aku? Ku tundukkan kepala ku karena aku bener-bener deg-degan. Mungkin aku ini bisa di cap ‘banci’ karena aku ga berani kasih tau perasaan ku. Dan soal tulisan Victoria ini di baju ku, itu sebnernya Victoria melakukan ini ke semua teman 1 kelas. Ya… karena Victoria itu eksis dan pentolan kelas, jadi ya… begitu lah-_- tapi Sangkyu malah salah paham. O… ottoke?

~Esok nya~

“ya begitu lah. Ini semua salah mu”, kata ku kepada Victoria. “mwo? Salah ku? Aish.. iya juga sih”, kata Victoria. “jadi… ottoke???”, kata ku. Aku benar-benar bingung.

“menurut ku, kamu harus bilang perasaan kamu sejujur nya ke Sehun, juga ke Sangkyu”

“bantu aku ne?”

“pasti!”

***

Aku sekarang ada di rumah Sehun. “…begitu… yang sebenarnya”, kata ku setelah selesai bicara pada Sehun. “hm kenapa ngga dari dulu bilang nya? Aku kan jadi ngga tau”, kata Sehun. “ya itu lah bodoh nya aku hehe”. “ya sudah kamu harus nyatakan perasaan kamu ke Sangkyu! Kata teman-temannya, perasaannya nya menjadi memburuk sejak dia ngomong sama kamu kemaren”, kata Sehun.

“mwo? Ne ne, kajja aku mau ke rumah Sangkyu”, kata ku. Aku harus berani demi cinta.

~Di Rumah Sangkyu~

-Author Pov-

“sudah jangan nangis, ini tissue nya”, kata Tiffany sambil menenangkan Sangkyu. Sangkyu terus menangis tiada henti nya. Tiba-tiba ada suara gitar dari bawah. “eh suara dari mana tuh?”, tanya Seohyun. Mereka langsung berlari ke sumber suara. Mereka lari ke luar rumah Sangkyu. “Luhan?”, teriak mereka ber-4. Luhan mulai bernyanyi.

I stay up for so many nights

When the starlight becomes rain

That doesn’t stop like my tears

Remember, that I loved you

 

Even if I can’t have you in the end,

 even when my heart is blocked by the wall of sad connection.

I love you,

if it’s a place where I can just watch you

Because you’re my everything…

 

Lalu Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun bertepuk tangan. Luhan tersenyum kepada Sangkyu. “apa maksud mu Luhan?”, kata Sangkyu sambil menatap nya sinis. “a… aku”, kata Luhan gelagapan.

 

“Sangkyu, Luhan suka sama kamu. Mungkin cinta”, kata Vicotria tiba-tiba menghampiri Luhan dan Sangkyu. “mwo? Bukannya kalian…?”, kata Sangkyu kaget. “apa? jadian? Kkk, kami ngga jadian kok. Yang tulisan di baju Luhan kemaren itu ada di baju Sehun juga, bahkan diseluruh murid kelas ku hehe. Aku melakukan itu ke semua teman kelas ku”, kata Victoria sambil menujukkan gigi putih nya.

 

“Lee Sangkyu… saranghae. Mau menjadi yeoja-chingu ku?”, kata Luhan sambil tersenyum. “pasti mau lah!”, kata Taeyeon tiba-tiba. “ssshh!”, kata Tiffany dan Seohyun. “saranghae… Xi Luhan”, kata Sangkyu sambil tersenyum malu. Pipi nya merah kayak udang rebus sekarang. Luhan langsung memeluk nya erat, begitu juga Sangkyu. Bahkan Sangkyu meneteskan air mata nya. Menangis bahagia.

 

END

 

YEEEYYY jadi jugaaaa! \(^o^)/ maaf ya kalo kurang romantic atau terlalu banyak konflik hehe. Gomawo udah dibaca ^^

p< � a�S�3Qh yang tingginya mungkin sekitar 4 meter.Makhluk itu menghancurkan bangunan yang ada dan membunuh manusia yang ada di dekat mereka.

 

“Makhluk itu kan… Diroid??!!!Astaga, itu Diroid?Berarti ini memangulah dari ras Summer-K. Cih!!”,ujarku.

 

Aku gerakkan tanganku dan berkonsentrasi.Mengumpulkan kekuatan dan memusatkannya di kedua tanganku.Perlahan muncul aliran listrik yang mengalir dan menutupi kedua lenganku.Inilah special powerku, petir dan listrik.Aku adalah seorang electrokinesis.Bisa memanipulasi listrik dan petir sesuka hatiku.Ku arahkan listrik itu kepada para Diroid – Diroid yang mengamuk tanpa henti itu. Bzzt!! Cip!! Aliran itu cukup ampuh untuk melumpuhkan para makhluk hitam pekat itu.sesat setelah rubuhnya beberapa Diroid, dari belakangnya muncul berpuluh – puluh Diroid lain. Aku coba angkat tanganku yang tertutup oleh aliran listrik itu ke atas.Mencoba untuk melancarkan beberapa serangan yang lebih hebat pada sekumpulan Diroid itu.Sedikit konsentrasi.

 

Jdum!! Jderr!!

Dua buah petir yang sangat besar menghantam dan menyambar dengan rapi sekumpulan makhluk hitam pekat yang tak berperasaan itu.Aku gerakkan tanganku ke kanan, petir itu pun mengikuti gerakan tanganku dan menyapu Diroid – Diroid itu. Degg!! Sesaat aku merasakan sebuah aura hitam yang besar melintas dan melewatiku.Tapi, aku tak bisa melihat siapapun itu.Sepertinya para Diroid ini adalah umpan untuk mangabaikan perhatian kami pada anggota ras itu.Cih, murahan sekali strategi yang mereka mainkan.Aku bergegas mengikuti jejak aura hitam itu.Mencoba menemui anggota ras terkutuk itu.Dan membalaskan dendam rasku dengan kedua tanganku ini.

 

END of Jong Dae’s POV

 

*****

 

Author’s POV

 

“Apa kau baik – baik saja Tao-yah?”, tanya Lay pada namja yang terjatuh tak jauh dari tempatnya berada.

“Jangan pedulikan aku hyung.Lebih baik kau fokuskan saja pada makhluk – makhluk aneh ini. Aku tidak mungkin kalah dari makhluk rendahan seperti ini”, ujar Tao seraya mengeluarkan pedang yang ia bawa dari sarungnya.

“Kenapa bisa Diroid sampai bisa berada dan mengamuk di Bumi?”, gumam Lay.

 

Wussh!!

Tiba – tiba muncul aliran api yang berhembus menuju lurus tepat ke arah Lay berada.

“Awas hyung!!”, teriak Tao pada Lay.

Dia lalu memejamkan matanya, mencoba untuk memusatkan tenaga dan mengaktifkan special powernya. Seketika aliran api itu berhenti. Tidak hanya itu, semua benda, manusia atau apapun yang ada di sekitar Tao berhenti bergerak.Mereka membeku.Lebih tepatnya, waktu yang berhenti.Inilah special power dari Tao, chronokinesis.Kemampuan untuk menghentikan waktu pada suatu tempat dengan radius tertentu. Tao bergerak menuju Lay dan menariknya menjauhi aliran api itu. Dia memetikkan jarinya, semuanya kembali seperti semula.Waktu bergerak kembali.

 

“Ah, apa itu tadi? Gomawo Tao-yah”, ujar Lay.

“Moella hyung. Sepertinya itu berasal dari sana”, kata Tao sambil mengarahkan ujung pedangnya pada arah yang ia maksud.

“Siapa kalian?!! Tunjukkan diri kalian! Jangan pengecut!”, teriak Lay.

 

Dari balik puing – puing reruntuhan itu muncul dua sosok namja.Yang satu bertubuh tinggi dan yang satunya lagi memiliki wajah yang lebih muda dari namja satunya.

“Oh Se Hoon imnida.Maknae dari ras Summer-K”, ujar namja yang berwajah muda dengan ekspresi yang datar.

“Park Chan Yeol imnida.Pemilik pyrokinetis.Nah siapa yang mau aku bakar? Kau apa kau?”, tanya namja yang bertubuh cukup tinggi dengan sebuah senyum yang aneh.

 

*****

 

“Bagaimana mungkin makhluk yang sudah di segel beratus – ratus tahun yang lalu bisa muncul dan mengamuk di Bumi? Apa rencana dari ras rendahan ini?”, ujar Kris seraya bergerak menghindari serangan dari makhluk yang berwarna hitam pekat.

 

Brussh!!

Sebuah aliran air terlempar dan mengarah tepat ke arah Kris berada.Beruntung, Kris memiliki special power yang sangat bagus dan hebat dalam mendukungnya menghindari serangan musuh.Levitation. Special power yang memungkinkan untuk melawan gaya gravitasi. Dengan kata lain, terbang.

“Jadi, ketua dari ras rendahan ini hanya berani menyerangku secara diam – diam? Apa – apaan itu?”, ujar Kris dingin pada sebuah tumpukkan puing – puing di belakangnya.

“Wah, kau memang hebat.Tak salah kalau kau menjadi ketuanya”, ujar seorang namja dari balik puing – puing itu.

“Siapa namamu bedebah?”, tanya Kris.

“Kim Joon Myeon. Panggil saja aku SuHo.Persiapkan dirimu, karena waktumu tak akan lama lagi”, ujar SuHo.

 

*****

 

XiuMin berlari semakin cepat menuju pusat kerusuhan yang sudah berjarak tak jauh lagi dari tempatnya.Selagi berlari, dia mencoba untuk mengosentrasikan pikirannya.Mencoba untuk mendapatkan tenaga yang besar agar mampu menggunakan special powernya secara efisien dan mematikan. XiuMin sudah menduga kalau ras Summer-K akan menyerang dengan cara yang tak biasa, tapi dia tidak menyangka kalau mereka akan menyerang menggunakan Diroid, makhluk penghancur yang sudah disegel ratusan tahun yang lalu di Planet EXO.

 

“Hai, lama tak jumpa”, ujar sebuah suara di belakang XiuMin.

“Ah, kau lagi. Masih mau dikalahkan lagi olehku?”, tanya XiuMin.

“Ah, jangan sombong dulu manusia es.Sekarang kekuatanku sudah berbeda”, ujar suara itu lagi.

“Berbeda? Oke, kalau begitu biar aku liat seberapa jauh perbedaan kekuatanmu sekarang, Kkamjong!”.

 

*****

 

LuHan berdiri di antara sekumpulan makhluk besar berwarna hitam yang tak memiliki wajah, Diroid.Dia tak berpindah, hanya berdiam sambil memusatkan pikirannya. Berusaha mendapatkan sedikit tenaga untuk melepaskan serangan terbaik dari special power yang ia miliki. Dia gerakkan tangan kanannya, dan dia hentakkan.Kerumunan Diorid yang ada di samping kanan LuHan pun terhempas semua.Seperti terdorong sesuatu. Lalu, ia menghentakkan tangan kirinya lagi. Dan semua Diroid yang berdiri di sisi kirinya terhempas.

 

“Wahh, special power apa itu?hebat sekali”, ujar sebuah suara yang muncul bersamaan dengan sekumpulan cahaya yang berkumpul membentuk tubuh manusia di hadapan LuHan.

“Telekinesis.Special power yang memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan benda mati ataupun benda hidup”, ujar LuHan santai.

“Wah, daebak sekali.Byun Baek Hyun imnida. Bagaimana kalau kita tes, lebih hebat kekuatanmu apa cahayaku ini?”, ujar BaekHyun dengan segaris senyum dingin.

 

*****

 

Jong Dae’s POV

 

Aku merasakan pergerakkan aura hitam yang aku ikuti dari tadi sudah berhenti.Dari yang aku rasakan, jarakku dan jaraknya hanya berjarak sekitar 50 meter.Tapi, sejauh yang kulihat yang ada hanya sekumpulan Diorid yang menghancurkan apapun.Aku mengangkat kedua tanganku ke atas dan berkonsentrasi. Dan, Jdum!! Jdum!! Jdum!! Berpuluh – puluh petir menyambar secara bergantian, menyapu para Diroid yang ada.

 

“Wah, kau memang hebat.Tak salah kalau SuHo-hyung menaruh perhatian lebih padamu JongDae-yah”, ujar sebuah suara yang berasal dari sebuah tubuh yang terbentuk dari tanah yang muncul dari dalam tanah.

“Suara ini, D.O-yah?!!”, ujarku sedikit terkejut.

“Ah, kau memang benar JongDae-yah. Aku D.O anggota ras Summer-K yang akan membunuhmu”, ujarnya dingin.

“Kau….”.

 

Aku kedepankan tangan kananku.Sedetik kemudian, muncul aliran listrik yang menutupi tanganku itu.Semakin lama, aliran listrik itu semakin besar.Aku fokuskan konsentrasiku pada D.O yang sedang berdiri lurus di hadapanku.Aku coba hentakkan tenagaku.Sebuah bola listrik yang cukup besar terhempas dari tangan kananku dan tertembak lurus ke arah D.O berada.

“Rasakan itu ras rendahan”, ujarku dingin.

“Ah, kau naif sekali JongDae-yah. Kau pikir aku akan melawanmu tanpa persiapan?”, uajr D.O dengan sebuah segaris senyum licik.

“Apapun persiapanmu, aku tak akan kalah oleh ras rendahan sepertimu, bedebah!!”, umpatku.

 

“Benarkah?Bagaimana dengan ini? Apa kau tetap tak akan bisa aku kalahkan?”, ujar D.O dingin sambil menangangkat sesosk tubuh yeoja di hadapan tubuhnya. Wajah itu?!!

“Kau!!Hina sekali kau menggunakan ShinRa-yah sebagai sandera. Bajingan kau!”, umpatku seraya berlari mendekati D.O. Mencoba untuk menyelamatkan ShinRa-yah dari bola petir yang aku lesatkan. Berharap bola itu tak mencapai tubuh tak berdaya ShinRa-yah.Jaraknya seudah sangat dekat.Sangat mustahil untukku berlari menyelamatkannya.

 

Bumm!!

Bola listrik itu meledak karena menabrak sesuatu.Tapi bukan tubuh dari ShinRa-yah. Karena aku masih bisa melihat dengan samar tubuh tak berdaya ShinRa-yah tak goyah sedikitpun. Pundak siapa itu?Kenapa dia melindungi ShinRa-yah?? Teman atau musuhkah ia?

 

-TBC-

 

 

 

*Gomawo sudah bersedia membaca ff author. Comment please 😀 *

3 pemikiran pada “Perfect Two (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s