Power Users (Chapter 6)

Power Users

(Part 6)

Author:

@ridhoach

Main Cast:

–          Kim Jong Dae (EXO-M)

–          Nam Shin Ra (OC)

–          Do Kyung Soo (EXO-K)

Support Cast:

–          All members of EXO.

–          Kim Jae Hyun (OC).

 

Previous Chapter:

 

“Apa yang kau laku….”, ujar ShinRa terputus. Kesadarannya hilang.Tampaknya, pukulan itu cukup keras untuknya sehingga membuat kesadarannya menipis dan kemudian hilang.Dia pingsan.Tubuhnya yang awalnya berdiri langsung terjatuh dan tergeletak di atas ubin kelas yang kotor.D.O mengangkat tubuh kecil ShinRa lalu membopongnya di belakang punggungnya.

“ShinRa-yah, mianhe.Tapi, ini demi kemenangan rasku.Aku harap kau tak membenciku ShinRa-yah.Saranghaeyo”, ujar D.O pelan.

 

*****

 

Jae Hyun’s POV

 

Aku merogoh – rogoh saku celana sekolahku.Tidak ada.Aku meraba saku yang ada di dadaku.Juga tidak ada. Ku keluarkan semua isi dari tas yang sedang aku panggul, tapi benda itu juga tidak ada.

“Hhhh, bagaimana bisa aku meninggalkan head setku di kelas? Aku harus naik kesana lagi?Capek”, ujarku bergumam pada diriku sendiri.

 

Aku memutuskan untuk kembali menuju ruang kelasku yang ada di lantai kedua dari gedung sekolahku.Ku langkahkan kakiku begitu gontai dan malasnya.Bagaimana mungkin aku melupakan head setku sendiri? Ah, pasti nanti ShinRa-yah akan  mengejekku sebagai seorang namja yang pelupa.

 

Tapp… tapp… tapp…

Aku mendengar sebuah langkah yang begema tak jauh dari tempatku berada. Siapa? ShinRa-yah?Langkahnya berat sekali kalau itu ShinRa-yah.Apa ada orang lain? Aku mencoba untuk terus berjalan menuju kelasku dan mendekati sumber suara tadi.Dari jauh, aku melihat sesosok namja sedang berjalan sambil membopong seseorang pada punggungnya.Wajahnya sedikit tak terlihat jelas karena gelapnya lorong kelas pada siang itu.Semakin aku mendekati namja itu, aku semakin mengenali wajahnya.Dia D.O-yah bukan?Kenapa dia masih ada disini?Bukannya dia sudah pulang dari tadi?

 

“D.O-yah? Sedang apa kau disini? Kenapa kau belum pulang?”, tanyaku seraya menghampiri D.O.

“Bukan urusanmu JaeHyun.Jangan menggangguku”, jawab D.O dingin dan berlalu tanpa memperdulikanku.

“Hei, kenapa kau begi… hei, ini kan ShinRa-yah? D.O-yah! Apa – apaan ini?”, tanyaku kebingungan.

 

Baghh! Brugh!!

Dua pukulan keras aku rasakan menghantam pelipis kanan dan ulu hatiku.Sangat sakit, tapi aku masih bisa mempertahankan kesadaranku.Walaupun begitu, aku terjatuh sambil memegangi perutku dan bertumpu pada kedua lututku.Aku pusing.Aku melihat tangan D.O mendekat dan meraih pinggangku.Sepertinya dia juga ingin mengangkatku.Dan hup, aku sudah diangkatnya.Entah bagaimana dia bisa secara bersamaan mengangkatku dan ShinRa-yah.

 

Aku dibawanya turun menuju pelataran sekolah kami yang sudah sepi.Dia bergerak mengambil ancang – ancang. Dan, whusssh!! Dia melompat begitu tingginya.Di antara kesadaranku yang semakin menipis, aku melihat wajah D.O-yah yang sendu dan datar itu.sebenarnya, ada apa ini D.O-yah? Sebenarnya, kamu itu apa?

 

END of Jae Hyun’s POV

 

*****

 

Author’s POV

 

“Nah, apa kalian sudah siap dalam acara perlawanan ini?”, tanya seorang namja berwajah tua kepada keempat namja temannya.

“Kami sangat siap hyung”, ujar keempat namja yang ada secara serempak.

“Nah, sekarang kita tinggal menunggu D.O. Setelah itu kita akan melakukan ‘itu’. Persiapkan diri kalian”, titah sang ketua yang berwajah lebih tua dari keempat namja lainnya.

“Baiklah hyung”, ujar seorang namja yang memiliki kulit lebih gelap daripada namja yang lain.

 

Bumm!!

Seorang namja terjun dan mendarat di dekat kerumunan kelima namja itu.tepat saat kaki namja itu menghentakkan kakinya di tanah, tanah itu bergetar dan menimbulkan sebuah retakkan yang tidak begitu besar. Seorang namja bermata bulat, namanya D.O. Dia tidak sendiri.Dia ‘membawa’ seorang namja dan seorang yeoja yang tidak sadarkan diri di kedua sisi pingganggnya.

“Akhirnya kau datang juga D.O”, ujar seorang namja berwajah imut dari kerumunan namja yang berdiri tak jauh dari tempat D.O berada.

“Dan sepertinya kau membawa apa yang aku minta.Tapi, aku tidak ingat pernah memintamu untuk membawakanku seorang namja”, ujar namja yang terlihat berwajah paling tua di antara keenam namja itu.

“Ah, ini bonusnya hyung.Akan sangat merepotkan kalau aku tidak membereskannya juga.Dan lagi, sepertinya namja ini lebih menguntungkan kita untuk dijadikan sandera daripada yeoja ini”, ujar D.O.

“Ne? Siapa namja itu?”,tanya namja yang berwajah lebih tua.

“Ah, dia JaeHyun.Dongsaeng dari JongDae.Namja yang selama ini kita intai hyung”, ujar D.O dingin.

“Ah, benarkah?Kalau begitu kerja bagus D.O. Letakkan mereka. Kita akan melakukan ‘itu’. Bersiaplah”, ujar sang ketua.

“Baik hyung”.

 

D.O meletakkan dua orang yang ia bawa tadi ke tanah. Dia pun berjalan mendekati kerumunan namja yang sudah berdiri dengan ancang – ancang mereka masing – masing.D.O mengepalkan tangannya ke atas kepala lalu menghentakkan kaki kanannya berkali – kali.Sedangkan namja yang berwajah imut mendekapkan tangannya ke dada, dia berdiam sambil menutup matanya rapat, berusaha konsentrasi.Namja yang bertubuh tinggi menadahkan tangan kanannya, sesekali dia menggerakkan jari – jarinya secara perlahan.Namja yang berwajah paling muda di antara keenam namja itu mengangkat tangan kirinya dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.Matanya terfokus dan terlihat seperti sedang berkonsentrasi. Namja yang berkulit gelap menyatukan kedua telapak tangannya, wajahnya serius sama seperti namja lainnya. Sedangkan namja yang memiliki wajah lebih tua dibandingkan namja lainnya menggerakan kedua tangannya dengan gerakan tertentu, seperti sedang memimpin sebuah kelompok paduan suara.Keenam namja itu membentuk sebuah lingkaran dengan mereka sebagai garis luarnya.

 

Seketika, terjadi sebuah keanehan pada keenam namja itu.tubuh namja yang berwajah imut mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Sedangkan dari tubuh namja yang berkulit gelap tak mengeluarkan apapun. Dari tangan kanan milik namja yang bertubuh paling tinggi muncul api yang bergoyang tertiup angin. Kaki D.O yang ia hentakkan berkali – kali menimbulkan beberapa getaran – getaran kecil, menyebabkan retakan pada tanah yang ia pijak dan mengangkat beberapa retakan tanah ke atas. Dari sekeliling tubuh namja yang berwajah paling muda berputar dengan pelan angin yang semakin lama semakin menutupi tubuh dari namja itu. Sedangkan dari gerakan tangan namja yang berwajah lebih tua dari yang lain itu mengeluarkan air yang terkumpul dan membentuk sebuah bola air yang berputar.

 

Wajah keenam namja itu semakin serius dan semakin serius.Kemudian dengan serentak dan bersamaan semua namja menggerakkan kedua tangannya ke tengah lingkaran dan memberikan dorongan kekuatan. Tanah, air, api, angin dan cahaya yang ada di sekitar tubuh masing – masing namja itu terkumpul menjadi satu karena dorongan yang diberikan keenam namja itu. 5 unsur itu bersatu membentuk sebuah bola hitam yang berputar dengan cepat dan seolah – olah seperti mau meledak.Kemudian, namja berkulit gelap menarik tangannya dengan cepat dan mengangkatnya lebar ke atas.

“Huwaa!!!!!!!”, teriak namja berkulit gelap itu. Bersamaan dengan teriakanya, bola hitam yang berputar itu terpecah menjadi berpuluh – puluh bola hitam yang sama tapi dengan ukuran yang lebih kecil. Bola – bola itu bergerak dan menyebar ke sembarang arah dalam radius 1 Km. dengan cepat, namja berkulit gelap itu menepukkan kedua tangannya. Bola – bola hitam kecil itu pun melebar dan berubah menjadi sebuah lubang dimensi berwarna hitam. Dari dalamnya keluar berpuluh – puluh makhluk tinggi besar berwarna hitam pekat dan tak memiliki wajah.Makhluk – makhluk itu terus berkeluaran dari dalam lubang dimensi itu tanpa henti.Semakin lama jumlahnya semakin banyak, hampir mencapai 50 ribu.

 

“Keluarlah Diroid. Keluarlah! Bantu kami menghancurkan kota kecil ini, bantu kami membunuh keturunan terakhir dari ras Mystical-M”, ujar namja yang berwajah lebih tua dengan dinginnya.

“Nah, hyung.Apa yang akan kita lakukan sekarang? Apa kita juga ikut menyerang bersama para Diroid ini?”, tanya namja berwajah imut.

“Tidak. Kita akan berpencar. Kau ke barat, Kkamjong ke arah selatan, aku akan ke timur, D.O ke utara. Dan sisanya ke tengah kota. Tunggulah disana. Pasti para makhluk dari ras rendahan itu akan menghampiri kalian dengan sendirinya. Saat itu, bunuh mereka.Dan jangan pernah sampai mengecawakan ras kita.Dan untuk D.O, bawa sandera itu, pojokkan JongDae.Saat dia lengah bunuh dia dengan kedua tanganmu. Arraseo?”, ujar sang ketua.

“Ne!!”, jawab kelima namja lainnya secara serempak.

“Oke. Semuanya, SERAAAAAAAAAAANGGGG!!!!!!”, teriak sang ketua pada kelima namja temannya dan pada pasukan Diroid yang sudah menunggu untuk diberi aba – aba.

 

Keenam namja itu berpencar ke arah yang telah ditentukan. Sedangkan para pasukan Diroid bergerak maju menuju kota dan menghancurkan serta membunuh apa saja yang ditemukan mereka di dekatnya. Entah itu bangunan, hewan, tumbuhan ataupun manusia, Diroid hanya menghancurkan dan membunuhnya.Tanpa belas kasihan.

 

*****

 

Jong Dae’s POV

 

Sudah dari tadi pagi aku merasakan jejak dari keberadaan yang sangat mencurigakan di sekitar Seoul yang bergerak berpindah kesana kemari.Dan dari auranya aku bisa memastikan kalau itu pasti adalah pergerakan dari keenam anggota ras Summer-K.Sepertinya mereka ingin melakukan sebuah pergerakan pada hari ini. Aku, XiuMin-hyung, Kris-hyung, Lay-hyung, LuHan-hyung dan Tao bergegas mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka, apa gerangan yang akan mereka lakukan hari ini?

 

“JongDae-yah, kau pergi ke arah utara.Aku serahkan daerah itu padamu.XiuMin-hyung ke selatan.LuHan-hyung ke barat. Lay dan Tao tengah kota. Dan aku sendiri ke timur.Selediki setiap tempat dan lindungi manusia yang tidak bersalah.Dan bunuh ras itu. Arra?”, titah Kris-hyung.

“Ne!!”, ujar kami serempak.

 

Kami berlima pun pergi sesuai ke arah yang telah dititahkan oleh ketua kami, Kris-hyung.kondisi kami saat ini sedang sangat bagus – bagusnya. Latihan dan istirahat selama lebih 3 hari membuat tubuh kami dan stamina kami begitu prima.Saat ini, prioritas utama kami adalah membalaskan dendam ras kami, membunuh semua utusan ras Summer-K dan melindungi para manusia Bumi dari campur tangan ras Summer-K.

 

Druagh!! Kyaaa!! Bumm!! Hwaa!! Tolong!!!

Aku mendengar beberapa teriakan meminta tolong diselingi oleh bunyi dentuman dan suara jeritan yang sangat menyakitkan hati. Ada apa ini? Dari balik bangunan gedung yang runtuh, muncul sebuah, tidak tiga buah bahkan lebih, makhluk hitam pekat tak berwajah yang tingginya mungkin sekitar 4 meter.Makhluk itu menghancurkan bangunan yang ada dan membunuh manusia yang ada di dekat mereka.

“Makhluk itu kan… Diroid??!!!Astaga, itu Diroid?Berarti ini memangulah dari ras Summer-K. Cih!!”,ujarku.

 

Aku gerakkan tanganku dan berkonsentrasi.Mengumpulkan kekuatan dan memusatkannya di kedua tanganku.Perlahan muncul aliran listrik yang mengalir dan menutupi kedua lenganku.Inilah special powerku, petir dan listrik.Aku adalah seorang electrokinesis.Bisa memanipulasi listrik dan petir sesuka hatiku.Ku arahkan listrik itu kepada para Diroid – Diroid yang mengamuk tanpa henti itu. Bzzt!! Cip!! Aliran itu cukup ampuh untuk melumpuhkan para makhluk hitam pekat itu.sesat setelah rubuhnya beberapa Diroid, dari belakangnya muncul berpuluh – puluh Diroid lain. Aku coba angkat tanganku yang tertutup oleh aliran listrik itu ke atas.Mencoba untuk melancarkan beberapa serangan yang lebih hebat pada sekumpulan Diroid itu.Sedikit konsentrasi.

 

Jdum!! Jderr!!

Dua buah petir yang sangat besar menghantam dan menyambar dengan rapi sekumpulan makhluk hitam pekat yang tak berperasaan itu.Aku gerakkan tanganku ke kanan, petir itu pun mengikuti gerakan tanganku dan menyapu Diroid – Diroid itu. Degg!! Sesaat aku merasakan sebuah aura hitam yang besar melintas dan melewatiku.Tapi, aku tak bisa melihat siapapun itu.Sepertinya para Diroid ini adalah umpan untuk mangabaikan perhatian kami pada anggota ras itu.Cih, murahan sekali strategi yang mereka mainkan.Aku bergegas mengikuti jejak aura hitam itu.Mencoba menemui anggota ras terkutuk itu.Dan membalaskan dendam rasku dengan kedua tanganku ini.

 

END of Jong Dae’s POV

 

*****

 

Author’s POV

 

“Apa kau baik – baik saja Tao-yah?”, tanya Lay pada namja yang terjatuh tak jauh dari tempatnya berada.

“Jangan pedulikan aku hyung.Lebih baik kau fokuskan saja pada makhluk – makhluk aneh ini. Aku tidak mungkin kalah dari makhluk rendahan seperti ini”, ujar Tao seraya mengeluarkan pedang yang ia bawa dari sarungnya.

“Kenapa bisa Diroid sampai bisa berada dan mengamuk di Bumi?”, gumam Lay.

 

Wussh!!

Tiba – tiba muncul aliran api yang berhembus menuju lurus tepat ke arah Lay berada.

“Awas hyung!!”, teriak Tao pada Lay.

Dia lalu memejamkan matanya, mencoba untuk memusatkan tenaga dan mengaktifkan special powernya. Seketika aliran api itu berhenti. Tidak hanya itu, semua benda, manusia atau apapun yang ada di sekitar Tao berhenti bergerak.Mereka membeku.Lebih tepatnya, waktu yang berhenti.Inilah special power dari Tao, chronokinesis.Kemampuan untuk menghentikan waktu pada suatu tempat dengan radius tertentu. Tao bergerak menuju Lay dan menariknya menjauhi aliran api itu. Dia memetikkan jarinya, semuanya kembali seperti semula.Waktu bergerak kembali.

 

“Ah, apa itu tadi? Gomawo Tao-yah”, ujar Lay.

“Moella hyung. Sepertinya itu berasal dari sana”, kata Tao sambil mengarahkan ujung pedangnya pada arah yang ia maksud.

“Siapa kalian?!! Tunjukkan diri kalian! Jangan pengecut!”, teriak Lay.

 

Dari balik puing – puing reruntuhan itu muncul dua sosok namja.Yang satu bertubuh tinggi dan yang satunya lagi memiliki wajah yang lebih muda dari namja satunya.

“Oh Se Hoon imnida.Maknae dari ras Summer-K”, ujar namja yang berwajah muda dengan ekspresi yang datar.

“Park Chan Yeol imnida.Pemilik pyrokinetis.Nah siapa yang mau aku bakar? Kau apa kau?”, tanya namja yang bertubuh cukup tinggi dengan sebuah senyum yang aneh.

 

*****

 

“Bagaimana mungkin makhluk yang sudah di segel beratus – ratus tahun yang lalu bisa muncul dan mengamuk di Bumi? Apa rencana dari ras rendahan ini?”, ujar Kris seraya bergerak menghindari serangan dari makhluk yang berwarna hitam pekat.

 

Brussh!!

Sebuah aliran air terlempar dan mengarah tepat ke arah Kris berada.Beruntung, Kris memiliki special power yang sangat bagus dan hebat dalam mendukungnya menghindari serangan musuh.Levitation. Special power yang memungkinkan untuk melawan gaya gravitasi. Dengan kata lain, terbang.

“Jadi, ketua dari ras rendahan ini hanya berani menyerangku secara diam – diam? Apa – apaan itu?”, ujar Kris dingin pada sebuah tumpukkan puing – puing di belakangnya.

“Wah, kau memang hebat.Tak salah kalau kau menjadi ketuanya”, ujar seorang namja dari balik puing – puing itu.

“Siapa namamu bedebah?”, tanya Kris.

“Kim Joon Myeon. Panggil saja aku SuHo.Persiapkan dirimu, karena waktumu tak akan lama lagi”, ujar SuHo.

 

*****

 

XiuMin berlari semakin cepat menuju pusat kerusuhan yang sudah berjarak tak jauh lagi dari tempatnya.Selagi berlari, dia mencoba untuk mengosentrasikan pikirannya.Mencoba untuk mendapatkan tenaga yang besar agar mampu menggunakan special powernya secara efisien dan mematikan. XiuMin sudah menduga kalau ras Summer-K akan menyerang dengan cara yang tak biasa, tapi dia tidak menyangka kalau mereka akan menyerang menggunakan Diroid, makhluk penghancur yang sudah disegel ratusan tahun yang lalu di Planet EXO.

 

“Hai, lama tak jumpa”, ujar sebuah suara di belakang XiuMin.

“Ah, kau lagi. Masih mau dikalahkan lagi olehku?”, tanya XiuMin.

“Ah, jangan sombong dulu manusia es.Sekarang kekuatanku sudah berbeda”, ujar suara itu lagi.

“Berbeda? Oke, kalau begitu biar aku liat seberapa jauh perbedaan kekuatanmu sekarang, Kkamjong!”.

 

*****

 

LuHan berdiri di antara sekumpulan makhluk besar berwarna hitam yang tak memiliki wajah, Diroid.Dia tak berpindah, hanya berdiam sambil memusatkan pikirannya. Berusaha mendapatkan sedikit tenaga untuk melepaskan serangan terbaik dari special power yang ia miliki. Dia gerakkan tangan kanannya, dan dia hentakkan.Kerumunan Diorid yang ada di samping kanan LuHan pun terhempas semua.Seperti terdorong sesuatu. Lalu, ia menghentakkan tangan kirinya lagi. Dan semua Diroid yang berdiri di sisi kirinya terhempas.

 

“Wahh, special power apa itu?hebat sekali”, ujar sebuah suara yang muncul bersamaan dengan sekumpulan cahaya yang berkumpul membentuk tubuh manusia di hadapan LuHan.

“Telekinesis.Special power yang memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan benda mati ataupun benda hidup”, ujar LuHan santai.

“Wah, daebak sekali.Byun Baek Hyun imnida. Bagaimana kalau kita tes, lebih hebat kekuatanmu apa cahayaku ini?”, ujar BaekHyun dengan segaris senyum dingin.

 

*****

 

Jong Dae’s POV

 

Aku merasakan pergerakkan aura hitam yang aku ikuti dari tadi sudah berhenti.Dari yang aku rasakan, jarakku dan jaraknya hanya berjarak sekitar 50 meter.Tapi, sejauh yang kulihat yang ada hanya sekumpulan Diorid yang menghancurkan apapun.Aku mengangkat kedua tanganku ke atas dan berkonsentrasi. Dan, Jdum!! Jdum!! Jdum!! Berpuluh – puluh petir menyambar secara bergantian, menyapu para Diroid yang ada.

 

“Wah, kau memang hebat.Tak salah kalau SuHo-hyung menaruh perhatian lebih padamu JongDae-yah”, ujar sebuah suara yang berasal dari sebuah tubuh yang terbentuk dari tanah yang muncul dari dalam tanah.

“Suara ini, D.O-yah?!!”, ujarku sedikit terkejut.

“Ah, kau memang benar JongDae-yah. Aku D.O anggota ras Summer-K yang akan membunuhmu”, ujarnya dingin.

“Kau….”.

 

Aku kedepankan tangan kananku.Sedetik kemudian, muncul aliran listrik yang menutupi tanganku itu.Semakin lama, aliran listrik itu semakin besar.Aku fokuskan konsentrasiku pada D.O yang sedang berdiri lurus di hadapanku.Aku coba hentakkan tenagaku.Sebuah bola listrik yang cukup besar terhempas dari tangan kananku dan tertembak lurus ke arah D.O berada.

“Rasakan itu ras rendahan”, ujarku dingin.

“Ah, kau naif sekali JongDae-yah. Kau pikir aku akan melawanmu tanpa persiapan?”, uajr D.O dengan sebuah segaris senyum licik.

“Apapun persiapanmu, aku tak akan kalah oleh ras rendahan sepertimu, bedebah!!”, umpatku.

 

“Benarkah?Bagaimana dengan ini? Apa kau tetap tak akan bisa aku kalahkan?”, ujar D.O dingin sambil menangangkat sesosk tubuh yeoja di hadapan tubuhnya. Wajah itu?!!

“Kau!!Hina sekali kau menggunakan ShinRa-yah sebagai sandera. Bajingan kau!”, umpatku seraya berlari mendekati D.O. Mencoba untuk menyelamatkan ShinRa-yah dari bola petir yang aku lesatkan. Berharap bola itu tak mencapai tubuh tak berdaya ShinRa-yah.Jaraknya seudah sangat dekat.Sangat mustahil untukku berlari menyelamatkannya.

 

Bumm!!

Bola listrik itu meledak karena menabrak sesuatu.Tapi bukan tubuh dari ShinRa-yah. Karena aku masih bisa melihat dengan samar tubuh tak berdaya ShinRa-yah tak goyah sedikitpun. Pundak siapa itu?Kenapa dia melindungi ShinRa-yah?? Teman atau musuhkah ia?

 

-TBC-

 

 

 

*Gomawo sudah bersedia membaca ff author. Comment please 😀 *

Iklan

46 pemikiran pada “Power Users (Chapter 6)

  1. Baru sempet baca. Sedikit review, kalo kita manggil org, baru isi -ya ato -a. tapi, kalo lgi gk manggil gak manggil. Kadang2 yg bikin ganggu baca itu._. Overall, keren. Aku selalu nungguin ff ini loh tapi :3

  2. Typo doh-.-

    Baru sempet baca. Sedikit review, kalo kita manggil org, baru isi -ya ato -a. tapi, kalo lgi gk manggil ya gak pake. Kadang2 yg bikin ganggu baca itu._. Overall, keren. Aku selalu nungguin ff ini loh tapi :3

    • gini, kalo yang itu kan sudah jelas ada POV-nya chingu. jadi kisahnya itu mereka kan ngomong dari sudut pandang mereka masing masing, jadi otomatis itu kayak mereka manggil orang lain secara nggak langsung gitu, chingu 🙂

      gomapta reviewnya 🙂

      jinjja? gomapta sudah mau menunggu ff author 🙂

  3. Tau ga? aku baru nyadar di chap 5 kalau jaehyun itu namja. wkwkwk
    jadi pas aku bayangin dia namja, ga kebayang. *piss*
    aduh disini exo k jadi jahat ya, bebebku juga jahat, tp aku tetep cinta *curcol*
    lanjuuut 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s