I Do Love You (Chapter 4)

Author : @leedonghyunn / @levinialdora

Main cast :

1.       Lee Jihyun (OC)

2.       Byun Baekhyun

3.       Xi Luhan

+++

Jihyun’s POV

“Sena! Kim Sena! Ada apa denganmu?” Aku tersentak begitu mendengar suara Luhan yang sangat khas berada tepat di sebelahku, dan benar.. Dia ada disana, dengan Sena yang sedang terkulai dengan mata terpejam. Tiba-tiba Baekhyun berlari kearah Sena. “Dia kenapa??” tanya Baekhyun pada Luhan yang sedang menatap Baekhyun sinis. “Bukankah kau sudah tau? Atau pura-pura tak tahu?” Seketika aku merasa sangat bersalah. Saat ini, Luhan pasti mendengar semuanya. Air mata tergenang di mataku melihat Sena yang berada di gendongan Baekhyun dan punggung Luhan yang menjauh. Aku hanya bisa terdiam, berdiri tak bergerak.

LuhBeberapa menit kemudian, Luhan keluar dari ruang kesehatan dan berjalan kearahku. Aku hanya bisa menatapnya lurus dengan air mata di pipiku. Aku sangat takut melihat bagaimana marah dia, tapi saat ini dia malah tersenyum lembut kepadaku. Begitu berada tepat dihadapanku, dia mengacak rambutku pelan lalu mendesiskan sesuatu yang membuat air mataku semakin banyak mengucur. “Via, neo nappeun yeoja.”

Tiba-tiba aku merasa seseorang merengkuhku dan menaruh kepalaku di bahunya. “Gwenchana, uljima.” Aku malah menangis semakin keras. Semakin baik dia, rasanya semakin sakit hatiku. Aku yakin saat ini dia sangat sedih tapi dia tak memperlihatkannya sedikitpun. Xi Luhan, seandainya kamu marah dan membenciku, kurasa akan lebih baik.. Xi Luhan, seandainya kamu meninggalkanku bukannya malah menaruh kepala yeoja yang telah mengecewakanmu ini di bahumu, aku tak akan memperlihatkan air mataku di depan siapapun..

Karena, entah mengapa, berada di pelukanmu saat ini membuatku sangat nyaman. Apakah.. aku mulai membuka hatiku?

+++

Baekhyun’s POV

Dia sangat cantik. Aku mengetahuinya, aku mengakuinya. Tapi secantik apapun Sena, dalam hatiku masih ada seorang yeoja yang sangat cantik bahkan terlihat menyilaukan bagiku. Membuatku selalu teringat akan betapa silaunya dia, sampai-sampai melupakan dan mengacuhkan beribu-ribu yeoja lainnya.

“Kim Sena, secantik apapun kamu, aku tak dapat membuka hatiku. Mianhae. Sejak dulu sudah ada orang lain yang sangat kusayangi dan ingin kujaga sampai mati. Mianhae.” ucapku sambil menatap yeoja yang sedang memejamkan matanya saat ini. Tiba-tiba air matanya keluar dari matanya yang terpejam, membuatku sangat kaget apalagi melihat tangannya yang mengenggam tanganku.

“Setidaknya ucapkan kalau kamu pernah menyayangiku untuk sekali saja, baekkie.” ucapnya sambil membuka matanya yang terlihat sedih. Aku mengalihkan pandanganku, kali ini aku harus berani mengatakannya atau semuanya akan berlarut-larut seperti ini. “Mianhae.” ucapku jujur. “Kamu memang sangat mencintai Jihyun ternyata. Tak salah, sejak awal dia menyukaimu, hanya saja karena aku..” Aku membelalakkan mataku.

“Aku yang memintanya, tapi aku benar-benar tak menyangka dia akan benar-benar mengatakan padamu. Kupikir kau akan membuka hatimu setelah kita bersama ternyata aku salah.” Aku tertegun. “Mianhae, aku benar-benar tak menyangka dia akan mengatakannya padamu. Aku hanya ingin tahu apa dia sama dengan teman-temanku yang lain, yang lebih memikirkan dirinya sendiri”

“Sena, kamu tahu, Jihyun selalu menganggapmu teman nomor 1 nya, dia mempercayaimu, dia sangat menyayangimu sampai dia merelakan segala miliknya. Menganggapnya sama dengan temanmu yang lain, bukankah itu keterlaluan?” Aku menatap Sena dengan sinis. Aku tak menyangka itu alasannya, benar-benar tidak.

“Mianhae, tapi aku benar-benar menyukaimu, Baekkie. Soal perasaanku, itu benar.” Aku tak peduli soal perasaannya. “Aku juga merasa bersalah padanya dan aku berpikir untuk mengakhiri segalanya, tapi ternyata dia mempunyai Luhan dan aku yakin segalanya akan baik-baik saja.” ucap Sena sambil melihat keluar melalui jendela. Dan pemandangan itu sungguh menyakitkan.

Jihyun..kenapa kau menangis di bahunya?

+++

Luhan’s POV

Hatiku sakit. Saat ini, yeoja yang aku cintai sepenuh hatiku, menangis dalam pelukanku. Dia menangis terisak-isak membuat hatiku tergores-gores. Bahkan tak peduli siapa yang dia tangisi, aku tak ingin melihatnya menangis. Rasanya seperti aku sendiri yang merasakan luka itu. Lee Jihyun, pasti sangat sulit bagimu. Aku akan melindungimu, meski itu akan membunuhku karena rasa sakitnya mengetahui ini.

“Luhan, wae?” ucapnya tiba-tiba di tengah isakannya. Meskipun suaranya tidak jelas, aku bisa mendengarnya. Aku bisa mendengar suaranya bahkan jika aku berada seribu mil terpisah dengannya. “Berada di pelukanmu saat ini, kenapa aku malah merasa ingin menangis lebih dan lebih?” Aku mengelus kepalanya pelan sebagai jawabannya. “Apa kamu marah?? Mianhaeyo.”

Aku melepaskan pelukanku setelah isakannya tak terdengar lagi. Dia terlihat lebih baik daripada tadi. “Kamu ingin penjelasan dariku?” tanyanya tiba-tiba. Aku hanya tersenyum kepadanya, aku tak akan memaksanya menjelaskan apapun sampai dia ingin mengucapkannya. Bagaimanapun dia menyakitiku aku akan terus berada di sampingnya. Karena aku mencintainya.

“Sejak dulu aku memiliki perasaan padanya, tapi Sena juga sangat menyukainya dan kurasa lebih baik jika Baekhyun bersama dengannya. Sena lebih membutuhkannya, maka itu aku mengatakan padanya untuk mendekati Sena. Tapi tiba-tiba dia mengatakan dia menyukaiku, tentu aku sangat kaget kenapa dia mengatakan itu. Meskipun aku marah tapi sebenarnya aku bahagia dan merasa sangat lega.”

“Hmm..begitu ternyata.” ucapku tenang setelah mendengar ceritanya. “Apa kamu merasa aku bodoh?” tanyanya lagi padaku. Aku tersenyum padanya. “Neo..jinjja baboya.” ucapku bercanda, tapi dia memanyunkan bibirnya lucu. “Tapi aku senang, kalau bukan karena kebodohanmu itu, apa mungkin kamu akan mencoba membuka hatimu untukku?” ucapku tulus.

“Mianhae, tapi sungguh. Saat aku bilang akan membuka hati untukmu, itu benar-benar keinginanku. Karena kamu benar-benar baik, maka itu aku mencoba mencintaimu.” Aku hanya tersenyum, meskipun aku merasa kecewa, tapi melihatnya menangis akan membuatku lebih kecewa pada diriku sendiri. “Gwenchana, bahkan aku akan tetap bahagia jika aku dijadikan sebagai pengganti Baekhyun.”

“Anio. Sungguh bukan seperti yang kamu pikirkan. Hanya saja.. terus menunggu Baekhyun, sungguh melelahkan. Dan Sena, bagaimanapun tak ada alasan bagiku untuk tak memikirkannya.” ucapnya sambil menghela nafas. Aku memandangnya dengan prihatin, yeoja ini.. bukan seorang yeoja yang akan memberitahukan semua orang mengenai keresahan hatinya. Selama ini, pasti sangat sulit baginya, melihat Sena dan Baekhyun bersama. Aku tak bisa hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tak bisa menjadi egois, setidaknya di hadapannya..

“Gwenchana, 1 tahun, 2 tahun, bahkan sampai 10 tahun lagi.. Bukalah hatimu untukku, aku akan menunggumu.” ucapku dengan tulus, dia menatapku dengan senyuman yang sejak dulu sangat kusukai. Perlahan aku mengenggam tangannya, tapi tiba-tiba ada seseorang yang mengenggam tangannya terlebih dulu dan menariknya pergi. Aku hanya berdiri di tempatku. Tak ada alasan untuk mengejarnya saat ini. Sejak dulu, Jihyun memang tercipta untuknya. Untuk namja yang saat ini sedang mengenggam tangannya.

+++

TBC

Review chapter 5 :

“Seandainya saja ini terjadi dulu, aku yakin aku akan menjadi yeoja yang paling bahagia di dunia. Tapi saat ini Baekhyun-ssi, ani..Baekkie-ya, kita sudah harus sadar kapan harus mengucapkan selamat tinggal. Dan kurasa, saat itu…”

“Jangan bilang kamu akan mengucapkan selamat tinggal! Jangan pernah! Karena aku tak akan pernah mendengarnya!”

5 pemikiran pada “I Do Love You (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s