I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 2)

Title                  :           I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 2)

Author              :           K.Li’s yoeja (@zvannyaz)

Length              :           2/?

Genre               :           Family, Sad, Love

Main Casts       :           Wu Yi Fan a.k.a Kris

Kim Quinn Rae

Kim Jong In a.k.a Kai

Kim Jun Myeon a.k.a Suho

Kim Taeyeon

Support Cast     :           EXO, Super Junior, SNSD

Uweeeee ternyata jauh-jauh hari walaupun FF belum selesai masih punya feel dan punya mood untuk lanjut. Uyeaahh!!! Ini pasti karna Kris selalu ada disampingku *tiba-tiba readers genggam golok* Hahaha… Kidding. Lanjutan FF tentunya buat readers yang menunggu dong. Kalo gitu, cekidot ajadeh yukssseeee ^^ *ini ngomong-ngomong author berubah jadi alay kalo bikin FF-____-v*

***

Satu minggu sudah Suho, Taeyeon, dan Baekhyun tentu saja, membiarkan Kris dan menemaninya keluar dari Rumah Sakit untuk mencari keberadaan Quinn. Namun masalah perkiraan Baekhyun dan Suho yang mengharapkan dapat membantu memulihkan kesehatan Kris justru melenceng. Bukannya lebih baik atau berjalan menuju keadaan membaik, keadaan Kris malah semakin memburuk. Asma yang memang dideritanya sejak kecil, keturunan Suho sendiri, tak dapat mendukung dirinya untuk berjalan lebih jauh untuk mencari Quinn. Asmanya kini lebih sering kambuh daripada sebelumnya.

Suho sudah hampir putus asa dengan keadaan ini, sebelum Baekhyun mengingatkannya untuk tetap tegar dan tetap sabar. Polisi sudah memberi petunjuk walaupun belum begitu pasti tentang keberadaan Quinn yang memang tak berada jauh dari Seoul.

“Hyung, sabarlah. Polisi sudah memberi tahu bukan kalau Quinn masih dalam kawasan Seoul. Jadi, tunggulah sebentar lagi pasti Quinn segera kembali” ucap Baekhyun pada hyungnya, Suho, saat menemaninya duduk dibangku luar kamar rawat Kris.

“Aku sudah bersabar. Tapi kesabaranku ada batasnya, Baek. Aku sudah tak bisa lagi menunggu Quinn. Aku tak tahan begini terlebih dengan Kris. Ia tak kunjung membaik seperti apa yang kita harapkan kemarin. Aku takut, Baek. Kris dan Quinn sama-sama berharganya untukku!” Suho menjawab dengan mata yang sudah berlinang air mata.

“Aku tau, hyung. Tapi ini juga sebuah pelajaran untukmu. Kau harus lebih bisa menahan emosimu kedepan. Masalah untuk melarang anak-anakmu bermain musik, harusnya kau bisa memberikan keterangan yang jelas untuk mereka. Jadi tidak akan lagi terjadi kejadian seperti ini..”

Suho hanya mendengar kata-kata bijak dari Baekhyun, karna memang hanya Baekhyunlah kini yang dapat mendengar keluh kesah tentang dirinya. Hanya Baekhyun yang dapat berkata sebijak ini dan sedewasa ini setelah kedua orang tuanya meninggal dan satu adiknya yang lain menyusul mereka. Dan adiknya yang meninggal itulah alasan kenapa ia melarang anak-anaknya, Kris dan Quinn untuk bermain musik. Do Kyungsoo, itulah alasan Suho.

Suasana masih hening. Baekhyun yang setelah berbincang sedikit dengan hyungnya tadi kembali sibuk dengan berkas-berkas perkembangan kesehatan Kris, memahaminya tentu saja karna memang profesinya yang menjabat sebagai dokter terbaik. Sedang Suho sibuk berkutik dengan gadgetnya, sedang berkomunikasi dengan beberapa anak buahnya dan polisi yang sedang melacak keberadaan Quinn sambil sesekali berbicara tentang pekerjaan dengan bawahannya di perusahaan miliknya. Namun keheningan itu kemudian pecah setelah terdengar pintu terbuka.

Kriet! *author nggak tau bunyi pintu kebuka gimana-_-v*

“Quinn…” suara lemah dibalik pintu itu berhasil membuat Baekhyun dan Suho menghentikan kegiatan mereka.

“Quinn…” nama itu terdengar lagi dari suara lemah dibalik pintu yang tak lain dan tak bukan adalah,

“Kris?” Baekhyun seketika itu juga beranjak dari duduknya dan menghampiri Kris yang ternyata adalah suara dibalik pintu tadi.

Sedangkan Suho masih tetap diam ditempat. Ia sungguh tak enak hati bila berhadapan dengan Kris sekarang. Hatinya serasa tersayat-sayat pisau tajam yang jumlahnya tak sedikit. Darahnya seolah berhenti mengalir ketika melihat Kris, anak sulung yang selalu ia banggakan dengan permainan basketnya, kini semakin kurus dan wajahnya semakin pucat dengan mata yang berkantung sembab ditambah lagi dengan pakaian rumah sakit yang hampir satu bulan ini dikenakannya.

“Kau kenapa keluar, Kris? Harusnya kau istirahat didalam” kata Baekhyun membuat Suho ikut angkat bicara.

“Kau mencari mom, atau mencari dad, Kris? Kau membutuhkan sesuatu?” tanya Suho kini yang kemudian diikuti dengan Kris yang memalingkan wajahnya. Suho tau maksud anak laki-lakinya ini. Suho tau kalau Kris masih marah dengannya.

“Uncle, aku ingin keluar. Aku ingin mencari Quinn..” kata Kris kepada Baekhyun, orang yang dipanggilnya uncle dengan suara lemah.

“Tapi Kris, kau baru saja mencarinya tadi pagi. Hari sudah semakin sore. Kau harusnya istirahat didalam sekarang. Barulah besok pagi kita mencari Quinn. Ok?”

“Tidak. Aku tidak mau menunggu besok. Aku ingin mencarinya sekarang, Uncle Baek..”

“Kris…” belum sempat Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, Suho sudah menyela,

“Yang dikatakan uncle-mu benar, Kris. Kau harusnya istirahat didalam. Tadi pagi sampai siang ini kau sudah mencarinya. Kalau kau mencarinya lagi sekarang, kapan kau bisa istirahat? Kau belum sembuh benar, nak..” kata Suho berusaha bijak dan melupakan perasaan Kris yang marah dengan dirinya.

“Tapi aku ingin mencarinya sekarang. Dan kau, Tuan Jun Myeon, apa pedulimu pada Quinn?” tanya Kris masih lemah namun sedikit lebih datar dan dingin yang membuat Suho bahkan Baekhyun terkejut. Baru ini mereka tau kalau Kris benar-benar masih belum memaafkan Suho dan memanggilnya dad.

“Kris, dia dad-mu. Kenapa kau pang…”

“Dia bukan dad-ku, Uncle Baek. Aku sudah tidak punya dad karna dad-ku sendiri yang mengatakan bahwa aku sudah tidak dianggap anak olehnya dan sudah mengusirku dari rumah dan membuat Quinn menghilang..” jawab Kris tanpa basa-basi dan begitu menusuk dada Suho. Ia tau benar kalau Kris masih marah padanya, tapi ia juga tak menyangka kalau Kris bisa-bisanya berkata seperti itu.

“Kris…”

“Lepaskan aku, Uncle. Biarkan aku mencari Quinn. Aku merindukannya. Aku ingin bertemu dengan…”

BRUKK!

Belum sempat Kris menyelesaikan kata-katanya dan belum sempat Suho menghalangi anaknya itu, Kris sudah terlebih dahulu jatuh tak sadarkan diri lagi setelah melepaskan pegangan tangan Baekhyun. Suho dan Baekhyun yang memang ditempat dengan refleks meneriakkan namanya dan memapahnya kembali kekamar. Taeyeon yang sudah kembali dari kantin dan melihat anak laki-lakinya jatuh pingsan itupun langsung berlari masuk kekamar dan segera menggenggam tangan Kris.

“Ini tak bisa terus-terusan seperti ini!” kata Suho frustasi mengacak rambutnya kemudian keluar dari kamar Kris dengan kasar setelah Baekhyun memeriksa Kris. Taeyeon yang tau betul sifat suaminya, dan Baekhyun tentu saja hanya bisa menatap nanar laki-laki yang dipanggil Suho itu. kemudian mereka hanyut dengan pikiran masing-masing, lagi.

***

Beda dengan suasana dirumah mewah daerah XXXXY *author nggak tau mau dikasih nama daerah yang mana*. Tampak seorang namja sedang merasa bahagia teramat sangat sekali saat seorang yeoja tiba-tiba menyapanya dan memberikan segelas teh panas saat ia pulang dari perusahaannya.

“Annyeong, tuan Kim Jong In. Anda sudah pulang? Aku sudah membuatkan teh panas untukmu. Anda pasti lelah bukan?” kata gadis itu dengan riangnya sambil menuangkan teh panas itu ke cangkir yang berada didepan namja bernama Kim Jong In itu duduk.

“K..kau?”

“Oh, maaf. Aku hanya bosan tadi setelah seharian dikamar dan mengobrol dengan para pelayanmu disini. Jadi aku membuat teh saja saat salah satu pelayanmu mengatakan kalau anda akan pulang sebentar lagi”

“Jadi, kau sudah bangun dari tadi? kau.. baik-baik saja?”

“Ne. Tentu aku baik-baik saja. silakan diminum dulu tehnya. Sebentar lagi makan malam akan segera siap!” kata gadis itu lagi kemudian kembali berkutik dengan pelayan-pelayan rumah itu didapur menyiapkan makan malam.

Sedang Kim Jong In, namja yang masih duduk terpaku memandang gadis itu hanya bingung sendiri. Ia masih terkejut dan tidak menyangka kalau gadis itu akhirnya sadar juga. Namun ia merasa sangat bahagia karena akhirnya itulah yang ia tunggu-tunggu.

Suasana begitu canggung. Antara Jong In dan gadis yang ada didepannya sekarang. Sebenarnya Jong In ingin bertanya-tanya tentang diri gadis itu, namun ia mengurungkan niatnya sebentar karena sepertinya gadis itu sedang menikmati makan malamnya. Jong In yang sudah selesai terlebih dahulu memilih untuk mandi sebelum “mengintrogasi” gadis yang ia temukan itu.

“Aku ingin mandi. Setelah itu, aku ingin bicara padamu. Bisakah kau menungguku di ruang tengah?” tanyanya pada gadis didepannya.

“Oh. Baiklah tuan. Silakan mandi. Aku akan membereskan meja dulu kalau begitu” jawab si gadis.

Baru Jong In akan melangkah naik kekamarnya, ia kembali membalikkan tubuhnya mengarah pada gadis itu.

“Oh ya, jangan panggil aku tuan dan tak usah membereskan meja. Itu sudah tugas mereka dan panggil saja aku oppa. ara?”

Gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum membalas senyuman Jong In. Dan benar seperti apa yang dikatakan Jong In, gadis itu langsung menuju ke ruang tengah diantar oleh seorang pelayan yang disuruh Jong In untuk menemaninya dulu.

***

Keadaan di rumah sakit masih sama. Suho masih keluar entah pergi kemana karena frustasi dan Taeyeon serta Baekhyun masih berada dikamar Kris menunggu namja itu sadar. Baekhyun, yang walaupun masih memiliki tugas memeriksa pasien lain memilih menunggu keponakan namja satu-satunya dan meminta dokter pengganti untuk menggantikannya. Sedang Taeyeon yang sedari tadi membelai lembut kepala Kris pun perlahan tertidur disamping anaknya itu.

“Noona…” panggil Baekhyun menyentuh pundak Taeyeon pelan.

“Ngg..”

“Sebaiknya kau pindah ke sofa. Disana lebih nyaman. Kris masih tidur. Biar aku yang memantaunya” kata Baekhyun kemudian merasa iba melihat noona-iparnya terlihat kelelahan.

“Ngg baiklah. Baekki, terimakasih. Apa hyungmu belum kembali?”

Baekhyun hanya menggeleng saat Taeyeon menanyakan suaminya. Kemudian ia sedikit menuntun Taeyeon menuju sofa dan membiarkan noona-nya itu beristirahat disana. Sedang ia sendiri memilih duduk disamping Kris dan bersandar pada kursi yang ia duduki sambil memahami berkas-berkas mengenai data pasien yang lain dan sesekali melihat ke arah Kris.

Waktu terus berjalan. Hingga kini hari sudah dikatakan malam dan jarum jam sudah menunjuk ke angka 7 dan 12. Suho yang sedari tadi entah pergi kemana akhirnya kembali dengan wajah yang lebih tak karuan dan memilih langsung duduk disamping istrinya. Baekhyun, sang adik, hanya melihat kakaknya dalam diam dan membiarkan kakaknya itu tidur bersama istrinya. Ia paham betul masalah keluarga kakaknya ini karna memang ialah satu-satunya yang dekat saat ini setelah kedua orang tua mereka, Suho dan dirinya meninggal serta orang tua Taeyeon yang juga sudah tiada ditambah Taeyeon yang memang hanya anak tunggal.

***

Beda suasana, saat ini sedang duduk dua orang, namja dan yeoja didepan TV berukuran lumayan lebar dengan sebuah film romantis yang sedang tayang. Namja yang baru saja selesai mandi ternyata mempersilakan sang yeoja mandi juga sebelum ia memulai mengintrogasinya.

“Hmmm.. kau, sejak kapan kau bangun?” tanya namja yang tak lain adalah Jong In pada gadis yang duduk disampingnya.

“Mungkin sekitar pukul 9, tuan. Eh, oppa…” jawab gadis itu dengan sedikit, errrr, malu.

“Berarti kau sudah cukup lama bangun. lalu, apa saja yang kau lakukan saat kau bangun?”

“Aku hanya duduk diam dikamar ditemani seorang bibi yang memang kuminta untuk menemaniku dan mendengar ceritanya.”

“Cerita? Cerita apa?”

“Cerita tentang bagaimana aku bisa ada disini dan tentang siapa dirimu?”

“Semua?”

“Ya. Hampir semua karena terakhir yang kuingat aku tertidur lagi setelah mendengar ia menyanyikan sebuah lagu”

Jong In sedikit terkejut dan tak percaya. Gadis yang duduk disampingnya ini benar-benar polos, menurutnya. Namun ia sempat berpikir, apakah gadis ini mengalami amnesia? Karna sepertinya, ia sangat tenang saat menceritakan semua.

“Oh iya, oppa, namaku Kim Quinn Rae. Kau bisa memanggilku Quinn” kata gadis itu dengan senyum yang menurut Jong In sangat manis.

“Ah ne. Quinn. Dan kau bisa panggil aku Kai oppa. kau, masih sekolah?”

“Ne. Aku masih duduk dibangku kelas satu high school”

“Kau masih murid high school? Berapa usiamu?”

“Aku masih 16 tahun, oppa”

“Lalu, apa kau ingat keluargamu?” tanya Kai pelan.

Seketika saat Kai mengajukan pertanyaan itu pada Quinn, raut wajah Quinn berubah drastis dan terlihat air mata menetes dari pelupuk matanya. Kai yang merasa bersalah saat itu hanya bisa memberi gadis yang lebih muda darinya itu sebuah sapu tangan dan mengusap air matanya.

“Mianhae.. aku tak ada maksud. Aku hanya ingin tau, kau masih punya keluarga atau tidak dan dimana keluargamu berada sekarang” kata Kai lagi mengusap punggung Quinn hangat layaknya seorang kakak dan adik.

“Aku… aku masih mempunyai keluarga. Aku masih punya dad, aku masih punya mom, dan aku masih punya…”

“Hmm?”

“Kris oppa…”

Quinn langsung menangis histeris saat memberitahu Kai siapa saja keluarganya. Terlebih saat ia mengucapkan nama kakaknya. Bayangan sebulan yang lalu tentang dirinya yang melihat kakak kesayangannya ditampar oleh tangan dad yang ia anggap sebagai malaikat, bayangan dimana dirinya menyaksikan ayah yang selalu dipujanya mengusir kakaknya, dan bayangan dimana ia nekat mencari kakaknya sendirian dalam malam gelap walaupun berakhir dengan tak sadarnya dirinya sendiri dan entahlah sampai sekarang ia belum mengetahui keadaan keluarganya itu dan keberadaan Kris.

“Sssstt.. Uljimma. Kau ingat rumahmu?” tanya Kai yang sudah mendekap gadis mungil didepannya.

“Ne…” Quinn hanya mengangguk dan masih dalam tangisnya. Bayangan-bayangan tentang kakaknya masih dalam pikirannya.

“Kalau begitu, besok kau kuantar pulang. Ara?”

Kai mengeratkan pelukannya pada Quinn. Quinn masih terus menangis dan Kai membiarkan itu. karna ia juga pernah merasakan itu sebelumnya. Adiknya, yang sekarang sudah meninggalkannya dan tak pernah bisa kembali, dulu sama persisi mengalami kejadian seperti ini. namun beruntunglah, Quinn tidak mengalami amnesia seperti yang dialami Kim Hye Ae, adiknya.

***

“Quinn…” dikamar rawat ini, lagi-lagi Kris mengigaukan adiknya. Baekhyun yang saat itu memang berada didekat Kris, refleks langsung bangun dari tidurnya sesaat.

“Kris, kau sudah bangun?”

“Quinn…” Kris tidak merespect Baekhyun. Ia masih terus memanggil nama adiknya.

Baekhyun tau betul karna memang inilah Kris selama ia dirawat dirumah sakit ini. Baekhyun yang nyatanya memang dokter, dengan cekatan memeriksa Kris. Perlahan tapi pasti, ia terkejut dengan kondisi Kris sekarang. Tubuhnya yang sempat terbentur lantai dan jalan beberapa kali hari ini membuat kondisinya semakin lemah. Tanpa basa-basi ia memanggil para perawatnya.

“Baekki, apa yang terjadi?” tanya Taeyeon dan Suho yang terusik dengan suara alarm yang ditekan Baekhyun untuk memanggil para perawatnya itu.

“Quinn…”

Suara lemah Kris yang memanggil adiknya masih terdengar oleh Suho dan Taeyeon. Kemudian keduanya berpaling dari Baekhyun yang masih sibuk entah membicarakan apa dengan seorang dokter lain yang turut datang, mendekati Kris dan mengusap lembut kepala anak sulung mereka.

“Kris, ini mom. Ada apa sayang? Apa kau mimpi buruk lagi?” tanya Taeyeon berusaha menyingkirkan pikiran negative dalam hatinya walaupun ia tau Kris masih berada dialam bawah sadarnya dan hanya mengigaukan itu.

“Quinn…”

“Kris, Quinn masih belum datang, nak. Disini hanya ada dad, mom, dan uncle Baek. Ada apa sayang?” kini Suho turut berbicara walaupun ia sama halnya dengan Taeyeon, istrinya.

“Quinn… Andwee.. Andwee…”

Entah karena apa dan bagaimana, tiba-tiba igauan Kris lebih histeris dari sebelumnya. Bahkan Baekhyun dan seorang dokter yang dikenal bernama Chanyeol itupun langsung bergerak mendekati Kris yang sekarang sedang memberontak seperti seseorang kerasukan makhluk halus. Taeyeon dan Suho yang memang sudah didekatnya hanya terus mecoba menenangkan Kris namun hasilnya nihil. Kris terus saja memberontak dan berteriak-teriak layaknya ia memang sedang mengalami sesuatu dialam bawah sadarnya sana. Hingga kemudian ia perlahan-lahan kembali tenang dengan obat bius yang lagi-lagi disuntikkan Baekhyun.

“Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama lagi. secepatnya Quinn harus ditemukan atau Kris akan semakin memburuk!” kata Baekhyun teramat serius menatap Taeyeon, Suho dan Chanyeol bergantian kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar itu.

Taeyeon yang paham betul maksud Baekhyun membiarkan suaminya dan dokter teman Baekhyun itu mengikuti Baekhyun keluar. Sedang ia lebih memilih menemani Kris walau kini hatinya lebih sakit melihat anak laki-lakinya seperti ini dan mengingat anak gadisnya yang bahkan sampai sekarang belum diketahui dimana keberadaannya.

“Kris… mom merasakan apa yang kau rasakan, sayang..” kata Taeyeon mengusap lembut kepala Kris sambil sesekali memijat pelan tubuh anak laki-lakinya itu.

“Mom yakin sebentar lagi Quinn akan kembali dan kau bisa sembuh secepatnya. Jangan tinggalkan, mom. Ara?” ucap Taeyeon lagi sambil menyunggingkan senyum, senyum pahit untuk mencoba tegar.

TBC

Huwaaahhh.. akhirnya chapter 2 kelar. Jelek ya? Klimaksnya to the point banget ya? Maaf deh. Author nggak suka basa-basi jadinya to the point terus. Tapi tenang dulu chingudeul, ini ceritanya nanti masih berputar-putar lagi kok. Hahahahahaha 😀 comment kritik saran yak ^^v Annyeong~

Iklan

14 pemikiran pada “I’ll Never Let You Go, Again (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s