Sweetest Moments (Part 1)

Title : Sweetest Moments | Author : @violetkecil

Rating : General Length : Chaptered
Genre :
Romance, Friendship, Brotherhip
Cast : Luhan (EXO-M), Sehun (EXO-K), Lee Minah (OC) and others

Note : Another story special for my hubby Luhan and my favourite dongsaeng Sehun. I’m HunHan shipper but this story is NOT YAOI. This story already published on SOFF. And, like always, if you don’t mind please visit my personal blog here. Thank you so much for reading and commenting^^ Start from now on, I’ll try to always reply every comments you’ve left on my story. NO silent reader and Plagiator please. DO NOT take ideas/plagiarize, dialogues and others from my story. Comments are very welcome~~

—♥—

“Between our friendship and love is you…”

—♥—

Minah membuka pintu kafe dengan perlahan. Ia melongok dan pandangan matanya menemukan dua sosok sempurna yang sedang ia cari. Senyum lebar merekah di wajahnya. Kafe sore itu sangat sepi. Hanya terdengar alunan Coffee Latte-nya Urban Zakapa tanpa suara pengunjung.

Minah tersenyum lagi ketika melihat dua orang namja di depannya sedang bertukar gelas bubble tea. Cute.

Noona!!!!” teriak mereka bersamaan.

Minah memukul tangan Luhan pelan, “Hya!!! Kita lahir di tahun yang sama. Berhenti memanggilku Noona!”

“Kau lebih dulu lahir!” Luhan tidak mau kalah.

HyungNoona…”

Ne?” Minah dan Luhan menoleh ke arah Sehun bersamaan.

“Kalian mencintaiku?” tanya Sehun dengan memasang wajah cute.

“Tentu saja,” jawab Minah dan Luhan bersamaan.

“Bolehkah aku memesan chocolate and strawberry waffle?”

“Tentu saja. Luhan yang akan membayar semuanya hari ini,” sahut Minah cepat sebelum Luhan bisa membuka suara. “Iya kan honey?”

Luhan mendesah pelan. Ia selalu kalah jika harus berdebat dengan Minah. Lebih tepatnya ia mengalah.

So, baby, get what you want,” ucap Minah pada Sehun.

Thank you Hyung, Noona,  I love you.”

Minah dan Luhan menganggukkan kepala pelan. We love you too.

—♥—

“Ini tidak adil.” Sehun menekuk wajahnya.

Ne? Apa yang tidak adil?”

Noona memanggil Luhan HyungHoney’ dan memanggilku ‘Baby’?” Sehun menyilangkan kedua tangan di depan dada.

“Kau memang Baby Sehunie,” ucap Luhan sambil menjitak kepala Sehun pelan.

Hyung! It’s not fair!” protes Sehun. Masih kesal. Ditambah dengan jitakan dari Luhan. Sang pelaku hanya memasang senyuman tanpa dosa.

“Aku tidak melihat ada yang tidak adil dalam hal ini,” bela Minah.

Noona, bahasamu terlalu berbelit-belit. Pokoknya ini tidak adil.”

“Lalu aku harus memanggil apa? Luhanie, Sehunie?”

Luhan dan Sehun berbagi pandangan.

“Pokoknya nama panggilan tidak bisa dirubah. Ada alasannya kenapa aku memanggil seperti itu.”

“Apa?”

Oh God, dua namja ini seperti anak kembar yang suka melontarkan pertanyaan secara bersamaan, gumam Minah.

“Luhan is like honey. Sweet. And Sehun is like baby. Cute. Nah sekarang ayo kita lanjutkan makan ice cream. Aaaaa.”

Luhan dan Sehun membuka mulut bersamaan. Minah tersenyum jahil dan memilih menyuapkan sesendok ice cream ke mulutnya sendiri.

Noona jahat!!!”

“Awww,” Minah melotot kesal. Kedua pipinya merah karena cubitan.

—♥—

Sore itu Minah menghabiskan sore di sofa yang menghadap ke balkon apartemennya. Angin sore berhembus pelan di penghujung musim gugur. Dingin dan hangat secara bersamaan. Ia memainkan ujung jari di rambut hitam Luhan yang mulai panjang.

“Sudah waktunya untuk memotong rambut Luhan.”

Luhan membuka matanya yang tadi terpejam. Ia menemukan dua bola mata yang memandanganya dengan hangat. Ada kehangatan yang juga ikut menyusupi hatinya.

“Lihatlah rambutmu sudah hampir sebahu.”

Luhan memilih menatap wajah lembut di depannya dibandingkan menjawab.

“Minggu depan aku ke salon, kau bisa ikut dan sekalian memotong rambutmu.”

“Hmm,” Luhan bergumam pelan dan menyelipkan beberapa helai rambut Minah ke belakang telinga. “Kau tidak menyukainya?”

Minah menggelengkan kepala pelan, “Bukan seperti itu. Aku menyukai apapun adanya dirimu.”

“Jadi?”

Minah kehabisan kata-kata. Luhan tersenyum jahil.

Those smirk doesn’t suit you, gumam Minah.

Minah menghela nafas panjang dan memiringkan kepalanya ke kiri. Ia merasakan kepala Sehun di bahu kirinya. Minah melirik Sehun yang sedang fokus membaca buku. Sore yang damai.

“Minah, do you love me?”

Mata Minah melebar dan Sehun langsung menutup buku yang sedang ia baca. Pandangan mereka beralih pada Luhan yang sejak tadi masih betah berbaring di paha Minah.

Ne?”

Sehun menunggu Minah membuka suara dengan perasaan aneh. Ia tidak tahu apa, tapi ia tidak senang jika Minah lebih mencintai Luhan dibanding dirinya.

I love you both. I love you Luhan. I love you Sehun.”

I know. But, I’m in love with you dan bukan cinta yang seperti itu yang aku harapkan darimu, gumam Luhan dalam hati.

Noona, you love me but I’m in love with you. Sehun merasakan hatinya memprotes kata-kata Minah.

—♥—

 “Arraseo!” Minah menutup flip handphone-nya dan bergegas menuju parkiran kampus. Ia baru saja menyelesaikan penelitian di Laboratorium Geoteknik ketika Sehun menelepon. Minah melirik jam di pergelangan tangan kiri. Jam 5 sore.

Noona!!!”

Minah tersenyum ketika Sehun merangkul bahunya dan mengajaknya menuju kursi taman. Luhan sudah disana dengan rubiknya.

“Jadi berapa detik kali ini?”

Luhan mendongak dan tersenyum.

Noona, coba ini.” Sehun menyodorkan segelas bubble tea. “Setiap pagi Luhan Hyung selalu membelikanku bubble tea dan sore ini ia juga berbaik hati membelikanku lagi.”

“Kalian selalu bersama? Bagaimana latihan hari ini?”

“Luhan Hyung selalu menjagaku. Ia tidak akan bisa jauh dariku, Noona.”

Arra, bagaimana latihan hari ini? Kalian sudah tahu kapan akan debut?”

Luhan menghentikan kegiatannya dan bertukar pandangan dengan Sehun. Ada sesuatu yang mereka sembunyikan.

Wae?”

“Luhan Hyung akan meninggalkanku.” Sehun merengut.

“Sehun-ah, aku tidak meninggalkanmu. Perusahaan yang mementukan aku debut dengan grup ini.”

Minah menatap Luhan dan Sehun secara bergantian. Ia masih belum mengerti. Apakah seperti yang ia dengar, SM akan mendebutkan dua grup dalam waktu yang bersamaan di Korea dan Cina.

Hyung akan debut di EXO M dan aku EXO K.”

So?”

Noona, Hyung akan pergi ke Cina. Lalu siapa yang akan selalu menemaniku?”

“Bukankah ada Hyung lainnya di EXO K? Mereka juga menyayangimu Sehun-ah,” bujuk Luhan.

“Berbeda Hyung. Mereka tidak seperti Hyung. Mereka tidak mungkin mau menemaniku membeli bubble tea setiap pagi.”

“Sehun-ah, setelah debut kau tidak akan mempunyai waktu untuk pergi membeli bubble tea setiap pagi. Aku yakin kau pasti akan bangun pagi dengan jadwal padat yang sudah menanti.”

Hyung—“

“Sehun-ah, you’re my brother. Dari awal kamu seperti adik kecil yang harus aku lindungi. Tapi kau  harus bersikap dewasa.”

“Aku tahu Hyung, tapi—“

“Sehun-ah…”

“Siapa yang akan menemaniku ketika aku merasa sedih dan down?”

I’ll be there baby Sehun.” Minah membuka suara setelah sejak tadi hanya mendengarkan perdebatan dua namja di sisinya.

Noona?”

“Em, I’m still here. Di Korea dan aku tidak mengganti nomor ponsel ataupun pindah apartemen.”

Sehun tersenyum tipis. Ya, aku masih memilikimu Noona, batinnya.

Tapi bagaimana dengan aku? Kau akan begitu jauh dariku, batin Luhan. Hatinya memberontak untuk berpisah sebegitu jauh.

—♥to be continued♥—

Next Chapter

Iklan

49 pemikiran pada “Sweetest Moments (Part 1)

  1. yaaaaaaaahhh
    kok bukan HunHan sih chinguuuuuuuuuu
    tp gpp deh
    kaya’nya ceritanya seru neh
    kasian tuh nae Lulu…
    pisah sama Thehun,,pisah sama noona nya juga…
    #cup..cup naaaak#
    hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s