Because Of You

Title :

Because Of You

Author :

“D”

Main Cast :

Kim Jong In

Park Hyemi

Genre :

Romance

Length :

Ficlet

Annyeong!!!!

Bias saya di EXO itu Chanyeol. Tapi kali ini saya gak bakal jadiin Chanyeol sebagai main cast nya. Setelah bertapa 7 hari 7 malam, akhirnya saya mendapat ilham kalo Kai lah yang lebih cocok jadi main cast nya.

Typo2 yang bertebaran dan bahasa aneh yang bertumpahan (?) mohon dimaafkan. Cerita jelek dan tidak menarik mohon dimaklumi. Dan status saya yang sudah menjadi istri sah Park Chanyeol , mohon diikhlaskan ya ^^.

Oh ya..FF ini juga dipublish di www.myworldmylifemyimagination.com

1 lagi, DON’T BE A PLAGIATOT!!!!

Cinta? Bagaimana rasanya ketika kau jatuh cinta? Seperti 10 kg coklat menimpa dadamu, membuat sesak tapi kau tetap ketagihan. Setiap orang berhak merasakan cinta? Tentu. Cinta membuatmu bahagia? Tentu.

Tidak denganku. Tidak ada yang namanya cinta untuk gadis culun dan kutu buku seperti aku. Yang ada hanyalah ‘dimanfaatkan oleh cinta’. Cinta selalu membuatku kecewa. Cinta selalu membuatku menangis. Cinta selalu membuatku jatuh pada lubang yang sama.

Cinta tulus? It’s Bullshit.

Love at the first sight?  Pembohong.

Tidak ada yang namanya cinta tulus untuk gadis seperti aku. Namja-namja itu selalu mempermainkanku. Mereka hanya memanfaatkan perasaanku. Mereka bilang, mereka mencintaiku. Tapi apa? Mereka menipuku untuk memperoleh sejumlah keuntungan.

Tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama untuk gadis seperti aku. Saat pertama bertemu, hal yang akan dilirik seorang pria dari seorang wanita adalah ‘penampilannya’. Penampilan menarik dan paras cantik. Dua hal yang tidak aku miliki.

They say love is blind. Itu memang benar, bukan cinta yang buta. Tapi akulah yang terlalu bodoh sehingga cinta selalu berhasil membutakanku.

“Aku lelah. Pelajaran hari ini sampai disini saja ya? Ya?”

Namja itu meregangkan kedua tangannya dan bersandar pada kursi. Kim Jong In. Murid lesku. Aku memang mempunyai sidejob sebagai guru les untuk meringankan beban kedua orang tuaku. Dan Jong In adalah salah satu muridku. Nakal, senang berkelahi dan suka bertindak semaunya. Itulah Jong In. Walaupun begitu dia tetap namja yang baik. Kau akan melihat sisi lain dirinya ketika kau sudah mulai dekat dengannya.

“Tapikan kita baru saja mulai Jong In-ssi. Bagaimana mungkin kau sudah lelah. Kita bahkan belum menyelesaikan satu soal pun.”

“Aku lagi tidak semangat belajar. Aku capek.”

“Huhm..baiklah.” aku mengalah. Kalau dia sudah bilang “capek” dan “sedang tidak semangat belajar”, aku tidak bisa memaksanya. Kalau dipaksa, dia tidak akan konsen memperhatikan pelajaran yang kuberikan sehingga pelajaran itu tidak akan masuk ke otaknya. Yang ada masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Jadi lebih baik aku hentikan, kan?

“Hey bebek, dengarlah! Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.”

Bebek itu adalah panggilan yang ia berikan untukku.

“Apa?” sahutku datar sambil berdiri membereskan buku-buku pelajaran yang berserakan diatas meja.

“Aku rasa aku menyukaimu. Bagaimana kalau kita berpacaran?” katanya santai.

Lagi? Haruskah aku dengar kalimat menyesakkan ini lagi? Lalu apa yang harus aku katakan? Haruskah kujawab ‘iya aku juga menyukaimu’ lalu kemudian kami berpacaran setelah itu dia akan meninggalkanku semau hatinya, sama seperti yang dilakukan namja lain.

“Kenapa menyukaiku?”

Mwo? Kenapa malah pertanyaan itu yang keluar dari bibirku. Demi Tuhan Park Hyemi, bukankah seharusnya kau tolak dia tanpa basa-basi. Apa yang kau pikirkan? Apa kau ingin mengujinya lalu kemudian kau akan mendengar gombalannya yang membuat hatimu luluh dan membuatmu jatuh –lagi- pada lubang yang sama?

“Kenapa sih orang-orang suka sekali menanyakan hal itu? Memangnya alasan untuk menyukai seseorang itu benar-benar ada dan benar-benar penting?”

Diam sejenak. Kami berkutat pada pikiran masing-masing.

“Aku menyukaimu apa adanya dirimu. Aku menyukaimu dan aku ingin menjadi bagian dari hidupmu. Aku menyukaimu bukan karna kau pintar dan aku ingin memanfaatkanmu. Terserah jika kau mau percaya atau tidak. Aku menyukai dirimu yang sebenarnya. Kebribadianmu yang baik dan humoris. Selama ini kau selalu merasa kalau kau bodoh, karna kau selalu ditipu oleh cinta. Karna itulah, kau benci dengan yang namanya pria dan menjauhkan dirimu dari mereka serta menutup rapat pintu hatimu agar cinta tidak bisa menembusnya. Yang sebenarnya terjadi adalah kau takut. Kau takut jika kau harus merasa sakit hati lagi karna cinta. Kau takut jika harus menangis lagi karna cinta. Kau terlalu takut jatuh terlalu dalam akan cinta kemudian cinta itu malah meninggalkanmu. Kau takut jatuh dilubang yang sama. Kau..pengecut.”

DEG. Bagaimana mungkin namja seperti dia bisa mengatakan hal seperti itu? Bagaimana mungkin dia bisa tau tentang aku, pikiranku dan..hatiku?

“Jangan berkata seolah-olah kau tau segalanya tentang aku!” Hardikku.

“Tentu saja aku tau semuanya tentang dirimu. Meskipun kau tak pernah menceritakannya, aku tau. Itu karna aku..” dia menarik nafas berat.

“aku selalu memperhatikanmu.” Lanjutnya.

“Aku selalu melihatmu. Kau saja yang tidak menyadarinya. Kau..dirimu itu yang selalu menghindari cinta. Kau takut akan cinta. Kau takut terluka. Pengecut. Seharusnya kau buktikan kalau dirimu itu juga pantas bahagia karna cinta.”

Aku terpaku mendengar apa yang Jong In katakan. Pikiranku sudah dipenuhi oleh kata-katanya tersebut. Perkataan yang menusuk hati sekaligus secara tiba-tiba…membuka lembaran hatiku yang baru.

“Jadi..bagaimana? Bisakah kau memberi hatimu kesempatan satu kali lagi untuk jatuh cinta?”

Well, cinta memang terkadang menyakitkan. Tetapi, tidak ada salahnya kan mencoba mencintai lagi?

Selamat datang dihatiku, Kim Jong In.

 

 

♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥♥END♥

 

 

Iklan

30 pemikiran pada “Because Of You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s