The Lovely One

Author : Secret_Idol-Aihara Risan

Title : The Lovely One

Cast : Kevin Wu, Annelies Wu (Annelies Huang), Eddison Huang

Length : Oneshot

Genre : Romance, Marriage-Life, Hurt, Drama

Rating : Teen

Inspired by you, whose meaning of your name was the title of this short story. Habibie…

—–

-Kevin Wu’s point of view-

Sebenarnya apa sih yang dimaksud cinta? Sesuatu yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Tidak juga, bagiku itu terlalu berlebihan.

Lalu apa itu cinta? Ungkapan selamat pagi-siang-sore-malam yang terlalu rutin dikatakan kekasihmu? Tidak juga ah.

Jika boleh aku mengungkapkan cinta, aku akan berkata bahwa…

Cinta itu Kevin Wu.

Cinta itu sorot mata elangnya yang tajam, tetapi menenangkan perasaanmu.

Cinta itu tangan besarnya yang siap menahanmu ketika kau jatuh.

Cinta itu sepasang ibu jari tegasnya yang siap menghapus air matamu, kapanpun kau merasa rapuh.

Love is….every single thing that makes you always falling into his arms.

Thanks, Kevin. Who always gave me more strength. Who always accompanied me for the last 3 years. Who kept me in support. I love you in every breath I take.

One day, if God let us meet again, please make me fall into your arms again. And that time, you will promise me. For loving and caring each other till love break us apart.

Always love you yesterday, now, and forever.

Although we can never have Kevin junior, it’s okay. Yang penting, aku selalu mencintaiku Kevin. Maafkan aku karena kesalahanku Kevin junior tidak bisa hadir di keluarga kecil kita.

Kiss,

Anne

Ps : You’re the one I love for every single step I take. Tons of love for you, My Kevin Wu (˘˘)ε˘ )

 

Kuremas ujung kemejaku, ternganga tidak percaya. Sebegitu cintanya-kah Anne padaku? Padahal selama ini, aku belum pernah memberikan ‘apa yang seharusnya kuberikan’ padanya. Sedikit menyesal karena hal itu. Jujur, jika ditelaah kembali, aku tahu bahwa dia sama sekali tidak bersalah. Sayangnya, semua sudah terlanjur begini. Tidak akan ada yang bisa kembali kan? Dia pergi, dan aku akan tetap sendiri hingga waktu akan mengantarkanku kembali padanya.

Sejak saat itu, saat yang tidak ingin kubicarakan lagi, aku takut menyentuhnya. Aku takut Anne akan menolakku karena rasa bersalahnya yang besar terhadap adik laki-lakinya. Suatu saat kalian akan tau.

Aku tidak menyentuhnya bukan karena aku jijik atau tidak mencintainya. Itu pendapat yang seratus persen salah. Aku amat mencintainya. Aku hanya takut menyakitinya.

-Author point of view-

Anne, I’ll go to buy some cookies. Just take your time, ini rumah barumu. Lakukan apapun yang kau suka ya!”, Kevin mengacak puncak kepala Anne pelan. Kemudian beranjak pergi keluar apartemennya.

Ting-tong!

Who’s come? It almost nine o’clock.. Ouch!”, Anne yang mulai kesulitan berjalan karena kehamilannya yang menapaki bulan ke-tujuh menghampiri pintu apartemen untuk menyambut tamunya yang ‘kesiangan’ ini.

Good night, anything I canYou?”, mata Anne membesar, membelalak tak percaya melihat sesosok lelaki di hadapannya ini. Sedangkan yang berkunjung hanya memberikan seringaiannya yang sedikit errrhh…licik.

Good night sweety.. Masih mengingatku rupanya, huh?”, balasnya. Nada bicaranya benar-benar meremehkan Anne.

Nihao, Kevin jr. Sudah siap pergi dari duniamu?”, Anne menatap lelaki ini penuh kebencian.

“Eddison Huang, bisakah kau berenti mengusik kehidupanku? Dan Kevin juga?”, lelaki yang disebut sebagai Eddison Huang itu tersenyum jahat.

“Berhenti katamu? Cih, mana mungkin. Mungkin sih, tapi aku punya satu keinginan.”

“Apa?! Kau mau apa?!”, gertak Anne. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. Ketakutan.

“Ini… Dan dia!”, Eddison menyentuh bibir manis Anne. Dan kalian tau, Eddison menginginkan sosok bayi yang ada di perut Anne yang mulai membucit.

Eddison mendekatkan wajahnya ke arah Anne. Menghembuskan nafas beratnya di leher jenjang Anne. Anne bergeming, tangannya meremas ujung jaket yang ia gunakan, “Oh God pleaseI need my husband right now! Kevin! Where did you go??!”, batin wanita berperawakan langsing itu.

“Argh! Lepaskan rambutku! Eddison Huang! Please! Put your hands off from my hair!! Argh! Euhh..”, Eddison menjambak Anne kasar. Mencuri kesempatan dari bibir terbuka Anne yang manis untuk mengulumnya barang sejenak.

BUGH!

Gotcha! Kevin datang, disaat yang tepat bagi Anne – ia selamat dari Eddison – tapi timing yang kurang pas bagi Kevin karena…adegan tadi sangat menyakiti hatinya.

“APA YANG KAU LAKUKAN EDD?!?! DIA KAKAK PEREMPUANMU!!”, teriak Kris frustasi.

“Apa? Kakakku? Cih! Dia membuatku tidak bisa bersamamu Kevin gege! Dia licik!”, balas Eddison tidak kalah keras.

“Licik katamu? Kau gila! Keluar dari sini! Ingat, kau itu laki-laki. Sepantasnya kau mendapat pasangan yang lebih baik.”

“AAARRGGGHH AKU BENCI KALIAN BERDUA!”, umpat Eddison.

Brakk! Eddison keluar dari apartemen sederhana Kevin dan Anne, membanting pintunya kasar.

 

-END-

21 pemikiran pada “The Lovely One

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s