Evernight (Chapter 5)

Evernight (Chapter 5)

Cast : Kim Yuna, Oh Sehun, Do Kyungsoo

Genre : School, Romance, Mystery

Length : Multichapter

PG : 15

Author : shakebubble

Note* Cerita ini terinspirasi dari novel Evernight karangan Claudia Gray

Author POV
Hari ini 9 Desember 2012 tepat usia yuna yang ke-17, walaupun dia berulang tahun tapi sebenarnya dia tidak suka merayakannya cukup dengan makan bersama dengan keluarganya sudah membuatnya bahagia. Tapi ada yang beda hari ini, Ayah yuna mengundang DO dan Sehun untuk datang merayakan ulang tahunnya, karena itu dia cukup nervous apalagi ada sehun yang akan datang. Tanpa disuruh oleh eommanya dia berdandan secantik mungkin, dengan dress yang dibelikan ayahnya beberapa hari yang lalu sangat cantik ia kenakan. Dress dengan perpaduan warna ungu dan merah muda membuatnya semakin dewasa, ditambah lagi desain dress sedada dan ditutupi dengan juntaian kain menutupi dadanya serta sebuah pita di sebelah kanan tepat dibawah juntaian kain itu. *mirip bajunya ji hyun di 49 Days* Rambutnya diurai dan poninya di jepit ke belakang dengan pita berwarna merah muda juga, dia memakai gelang renda berwarna putih yang diberikan ibunya, serta sepatu high heels berwarna cream yang sangat cantik dipadukan dengan pakaiannya sekarang.

Ibu yuna sudah mempersiapkan semuanya mulai dari makanan, minuman, kue ulang tahun, bahkan balon yang menghiasi ruang tamunya. Selain itu ada musik dansa karena eomma dan appa yuna memang sangat suka berdansa dan momen seperti ini memang harus dipadukan dengan dansa bagi mereka.

Ting Tong…

Pintu bel yuna berbunyi, ayahnya beranjak dari ruang TV dan membukakan pintu untuk tamu mereka..

Dan Tadaa……!

DO datang dengan membawa seikat bunga mawar yang dibungkus serapi dan seindah mungkin tak lupa sebuah kotak yang tidak cukup besar sebagai hadiah untuk yuna. Sambil tersenyum dia menyapa ayah yuna.

“Annyeonghaseyo guru kim” sapanya sambil membungkuk hormat di depan ayah yuna

“DO-ssi masuklah, kau tak usah sungkan begitu, kau kan sudah pernah kesini saat menjemput yuna ke pesta musim gugur”

“Ne, guru kim”

DO masuk dan meletakkan kado yang ia berikan di meja dekat kue ulang tahun yuna.. setelah tidak cukup lama menunggu, yuna keluar dan menyapa DO

Wah! DO oppa ganteng sekali, puji yuna pada DO. Yah DO memang selalu terlihat tampan apapun yang dia kenakan, sekarang saja walaupun hanya memakai kemeja hitam dan dipadukan celana putihnya serta jam tangan silver di tangannya dia tetap saja ganteng, simple tapi elegan itulah pandangan yuna begitu melihat DO.

Acara pun akan segera mulai, tamunya memang Cuma DO dan Sehun tapi sudah sejam mereka menunggu sehun tapi sosok namja itu tak juga datang. Ayah yuna beranggapan mungkin dia ada halangan dan tidak sempat memberitahu mereka karena itu sudah cukup menunggunya. Wajah yuna sedikit kecewa, dia sudah berdandan dengan sangat cantik hari ini tapi sehun tak datang apalagi DO oppa memanggilnya seperti seorang putri bahkan yuna dan DO sudah mengambil gambar sebelumnya dan DO bilang dia akan mencetak foto itu dan memajangnya dikamarnya agar dia tak lupa kalau dia itu sudah pernah bertemu putri seperti didongeng yang dulu sering ia dengar, mendengar perkataan DO, yuna sangat senang tapi sekarang sehun malah tak datang… bagi yuna sendiri hal yang dilakukannya menjadi sia-sia,  tau begitu dia lebih baik memakai kaos dan celana jeans yang lebih nyaman ia kenakan daripada berpakaian seperti ini.

***

Yuna POV

Sehun oppa, kau dimana? Aku berdandan cantik begini untukmu, walaupun kita tidak bisa bersama tapi sekali saja aku ingin kau melihatku cantik seperti ini aku bergumam sendiri dalam hati sambil terus memohon agar sehun datang… tapi appa sudah ingin memulai pestanya.

Aku duduk didepan kue ulang tahunku yang bertuliskan angka 17th, diumur 17 tahun ini aku belum punya pacar, diumur ini juga aku merasakan patah hati untuk pertama kalinya, di umur 17 ini aku mengetahui kenyataan bahwa aku seorang monster, dan di umur 17 ini aku akan segera menjadi monster, sebelum ku tiup lilin yang ada didepanku beberapa menit aku menutup mataku dan membuat keinginan, entah dorongan apa yang membuatku mengucapkannya “aku ingin sehun hadir di acara ulang tahunku yang ke 17 ini” dan saat ku buka mataku, ini seperti mimpi.. namja yang tadi aku tunggu telah ada didepanku.

Sehun hari ini terlihat berbeda dia sangat gagah dengan jas yang ia kenakan dan dasi pita yang terikat dikerah lehernya dan rambutnya tak seperti biasa, hari ini tidak ada rambut jamur tapi yang ada rambut yang poninya dia biarkan keatas dan terlihat sangat keren, yuna tak bisa membohongi pikiran dan hatinya bahwa namja yang didepannya sekarang adalah namja yang sangat tampan bukan sangat tapi luar biasa tampan.

“Nona Kim Yuna kau tidak meniup lilinmu?” Tanya sehun padaku, yang dari tadi terus kuperhatikan sampai-sampai aku lupa meniup lilinya

“Ah, Ne” jawabku malu, aku seperti orang bodoh melihatnya seperti itu tadi

Setelah peniupan lilin dan pemotongan kue ayah dan ibu melanjutkannya dengan berdansa sedangkan aku, DO oppa, dan sehun oppa duduk bertiga sambil melihat pasangan suami istri ini berdansa. Sesekali aku tertawa melihat mereka berdansa sambil ikut melatunkan nada-nada yang dimainkan oleh musik pengiring itu. Ayah dan ibu menyelesaikan dansa mereka dengan indah, harus ku akui kedua orang tuaku sangat jago berdansa. Dan yah saat ini yang paling aku takutkan, ibu menyuruhku berdansa dan memilih salah satu dari DO atau sehun oppa. Aku tak tau harus memilih siapa, disatu sisi jika aku memilih sehun itu berarti aku akan membiarkannya terlarut-larut dalam perasaanku yang tidak seharusnya ini tapi jika aku memilih DO oppa aku takut menyakiti perasaan sehun.

Aku pun meraih tangan DO oppa, dan kulihat wajahnya sangat senang tapi belum sempat dia menarikku aku menarik tangan sehun oppa dan meletakkannya diatas tangan DO oppa.

“Karena aku tak tau berdansa jadi kalian berdua saja yang berdansa” kataku pada mereka berdua sambil tersenyum jahil

“Yuna-ya bagaimana bisa aku berdansa dengan seorang namja?” Tanya DO oppa padaku dengan memelas

“Ku mohon oppa, biarkanlah aku melihat kalian berdua berdansa” bujukku pada mereka berdua sambil mengenggam tangan mereka.

“Sudahlah DO hyung, inikan ulang tahun yuna jadi tidak masalah untuk memberikannya hadiah kecil seperti ini” ucap sehun dan itu membuatku senang

“Ya sudahlah” DO oppa hanya pasrah hihi J

Mereka berdua berdansa didepanku, sesekali sehun sengaja menginjak kaki DO oppa begitupula dengan DO oppa mereka juga memperlihatkan pandangan mengejek satu sama lain, tapi aku bukannya kecewa dan marah tapi tersenyum melihat tingkah mereka. Kulirik eomma dan appa yang juga tertawa melihat tingkah mereka berdua, dan yah baru pertama kali aku benar-benar tidak bosan di pesta ulang tahunku.

“Gomawo sehun oppa, DO oppa” bisikku dalam hati

Mereka berdua menyelesaikannya dansanya dan duduk disebelahku, walaupun mereka berdua duduk disebelahku tapi ada yang beda dengan sehun sejak awal dia datang, dia terlihat biasa saja, jarang melihatku bahkan tidak pernah menoleh padaku dia hanya duduk, memakan kuenya dan sesekali berbincang dengan appa.

Apa dia benar-benar tidak menganggapku lagi? Apa hanya aku yang berharap terlalu banyak padanya? Lagipula mana mungkin dia masih bisa menyukai monster sepertiku..KIM YUNA PABO!! Pikiranku berteriak mengejek diriku sendiri yang bodoh.

“Yuna-ssi, seminggu lalu kau ikut kelas sejarah kan? Bolehkah aku meminjam buku catatanmu, minggu lalu aku sakit dan tidak masuk kelas” tanya sehun padaku

Ini kedua kalinya dia berbicara padaku, dan hanya ku jawab dengan anggukan dan menyuruhnya mengikutiku untuk mengambilkannya catatan. Sementara appa dan DO oppa masih berbincang tentang perang dunia ke 2 yang tak kunjung selesai, eomma sendiri sedang menyiapkan makanan penutup untuk kita semua.

Aku masuk ke dalam kamarku dan beranjak ke meja belajar untuk mengambil catatan yang diminta sehun oppa, sementara sehun sendiri menungguku diluar kamar. Aku berbalik dari meja belajarku dan sekarang didepanku sudah ada sehun oppa, dia menatapku tajam tanpa memberikan sedikit ruang untuk menyingkir darinya.

“Sehun.. oppa, apa yang kau lakukan? Aku sudah mengambil bukunya ayo kita keluar” Aku takut sekaligus gugup melihat sikapnya yang seperti ini

“yuna-ya… kim yuna” bisiknya ditelingaku yang membuatku geli

“oppa, kau kenapa? Apa kau masih marah padaku? Jebal jangan seperti ini oppa..” aku masih ketakutan melihat sikapnya.

Tiba-tiba dia mendorongku di ranjang tepat disamping kami, aku kaget tapi aku takut untuk teriak.

“Oppa, a..a..aku takut ku mohon jangan seperti ini” aku semakin ketakutan melihat sikapnya

Aku menangis, yah aku meneteskan air mataku perlahan ketika dia dengan tiba-tiba memelukku hangat. Aku sangat merindukan pelukan ini, tapi aku tak membalas pelukannya aku takut.. sangat takut jika aku menyakitinya lagi.

“yuna-ya mianhae, kau pasti ketakutan melihatku bersikap seperti tadi, ku mohon jangan menolakku lagi.. cheongmal saranghae yuna-ya.. aku tak peduli kau siapa.. aku tak peduli jika orang menyatakan kau seorang vampire.. aku tak peduli jika kau terus menggigit ku ketika kita sedang bermesraan hingga darahku habis.. aku tak peduli semua itu, aku mau kau seperti dulu menjadi yeoja chinguku selamanya… ku mohon.. bisakah kau kembali menjadi milikku? Aku benar-benar tak bisa melepasmu..” sehun menangis, iya aku yakin dia menangis sekarang ada air yang kurasakan mengalir di dress yang kukenakan sekarang.

“sehun oppa, nado saranghae mianhae karena aku telah menyakitimu.. aku tak akan pernah menghindarimu lagi.. aku cuman menyukai satu namja dan itu hanya sehun oppa, gomawo sudah menerimaku apa adanya” kataku padanya tulus dan membalas pelukannya. Pelukan itu tak lama karena sehun sekarang tak lagi memelukku tapi mencium bibirku hangat, harus ku akui aku sangat merindukan hal ini.. tapi untuk sekarang aku tak perlu khawatir dengan itu semua karena sehun adalah milikku dan dia juga memiliki ku seutuhnya.

Tak lama kami bermesraan dalam kamarku, karena kudengar suara eomma yang memanggilku, ku lepaskan bibirku dan mencubit hidungnya pelan

“Chagi, kau tak boleh bermesraan dirumah orang tua yeoja chingumu, itu tak sopan tau”

“Arasseo, ini yang pertama sekaligus terakhir aku melakukannya dirumah orang tuamu” dia menarikku dari ranjang dan memelukku sebentar lalu keluar dari kamar itu. Sehun keluar terlebih dahulu sambil membawa buku catatan yang tadi ia ingin pinjam, ternyata itu cuman siasatnya saja untuk membuat kami hanya berdua. Selanjutnya aku menyusulnya dari belakang sambil merapikan rambut dan dandananku yang mungkin cukup berantakan karena peristiwa tadi.

Sekarang semuanya berbeda, sehun tak lagi cuek kepadaku dia malah terus menatapku sambil tersenyum. Apa ayah dan DO tidak menyadari perubahan sehun ini? Aku tak peduli, yang jelas aku dan sehun sekarang telah baikan dan tidak akan ada hal apapun yang mampu memisahkan kami jelasku dalam hati…

***

Sehun POV

Aku sampai dikamar asrama ku tepat pukul 12.00 malam, harus ku akui pesta hari ini sangat menarik walaupun sejujurnya aku sangat tidak menyukai pesta. Sebenarnya bukan pestanya yang menarik tapi mengingat kejadian antara aku dan yuna tadi menjadikan malam ini menjadi begitu indah dan tak terlupakan.

Apa yuna merasakan hal yang sama saat ini? Hmm.. kurasa begitu pikirku tersenyum dan itu membuat shindong aneh melihat tingkahku

“Ya! Sehun-na kau kenapa? Dari tadi senyum sendiri kayak orang gila.. kemarin-kemarin marah, sedih, cuek sekarang 180 derajat senyum-senyum sendiri, kau benar-benar makhluk ajaib…” ejek shindong padaku

“Haha, shindong-ssi kau tau inilah obat yang kemarin-kemarin aku butuhkan.. mulai sekarang aku tak marah, sedih ataupun cuek lagi padamu” jawabku senang padanya

“Yah aku tau sekarang, kau sedang jatuh cintakan lebih tepatnya berbaikan dengan yeoja yang bernama kim yuna itu, aisshh aku sudah tak punya kesempatan lagi..  ya sudahlah untukmu saja”

“ YA! Dari awal dia memang sudah menjadi milikku, walaupun kau berusaha jungkir balik untuk mendapatkan yuna itu akan mustahil shindong-ssi”

“OK! STOP! Aku tak peduli dengan yuna mu itu, sekarang aku mau lanjut main game lagi jangan mengusikku lagi tidurlah sana, semoga kau bermimpi indah”

“Tentu saja, mimpiku pasti indah” aku tersenyum senang sekaligus tertawa melihat tingkah shindong yang cemburu seperti itu.

“Oh iya shindong-ssi, kau tau yuna punya teman namanya park chaeri dia baik dan menurutku dia cocok denganmu”

“OH SEHUN! Aku tak mau mendengarnya! Tidurlahh….!” Bentaknya padaku, sepertinya dia masih cemburu

“Haha baiklah” aku hanya tertawa melihatnya masih bertingkah seperti itu.

Hari ini aku bangun pagi sekali, menyiapkan baju seragamku dan juga seragam shindong, aku merasa bersalah padanya karena semalam aku terus mengusiknya. Setelah jam menunjukkan pukul 06.30 aku bergegas memakai seragamku dan membangunkan shindong.

“Ya! Shindong! ppalli… bangunlah kita ada kelas jam setengah delapan!” Aku mendorong-dorong badannya untuk membangunkannya

“Memangnya sekarang jam berapa sehun-na?”

“Masih jam setengah tujuh, tapi jam 7 nanti aku tak bisa membangunkanmu, aku harus menjemput yeoja chinguku”

“Ahhhh baiklah aku mengerti, pergilah aku nanti bisa bangun sendiri”

“Arasseo, aku juga sudah menyalakan alarmku untuk membangunkanmu, baiklah aku pergi dulu annyeong”

“Hmmm” shindong hanya bergumam dan membiarkanku pergi

Aku meninggalkan kamarku menuju asrama putri untuk menjemput yeoja chinguku, semalam aku sudah janji dengannya akan menjemputnya karena itu aku bangun sepagi ini.

Tepat di  depan kamar asrama bernomor “999” aku mengetuk pintunya beberapa kali, seorang yeoja membukakan pintu dan yah dia yeoja cantik, lucu, dan sangat aku cintai. Kim Yuna sudah rapi dengan baju sekolahnya bercorak rok kotak-kotak biru dasi tipis berbentuk pita menjuntai dan terikat dilehernya, serta rompi berwarna abu-abu. Hari ini dia terlihat berbeda, tak biasanya dia mengurai rambutnya biasanya selalu diikat satu.

“Sehun oppa! Kenapa menatapku seperti itu?” tanyanya padaku yang memang dari tadi terus menatapnya

“tidak, aku hanya kagum… kau cantik” pujiku padanya

“gomawo oppa, kajja! Kita sarapan dulu baru masuk kelas” dia menarik lenganku menuju kantin tapi aku berusaha melepaskannya.

“kenapa oppa? Aku tak boleh menarik lengan namja chinguku?” dia marah padaku tapi aku hanya tidak nyaman saja jika dia yang menarikku.

“bukan seperti itu chagi, kajja!” aku menyilangkan jari-jariku dengan jarinya dan mengenggamnya ku lirik dia hanya tersenyum senang aku melakukan hal itu.

Kami menuju kantin bersama, semua orang menatap ke arahku terutama dari golongan kelas vampire. Yah aku tau dia pasti tidak suka melihatku bersama dengan yuna tapi aku berusaha untuk mengacuhkannya yang terpenting saat ini aku bisa bersama yuna dan terus menjaganya.

Usai dari kantin, aku menuju kelas teknologi modern sedangkan yuna dia ada kelas seni jadi terpaksa aku pisah dengannya. Tapi dia janji akan menemuiku setelah kelasnya selesai, rasanya senang mendengar yuna ingin terus menemuiku. Aku berpisah dengannya di koridor T, dia melambaikan tangannya sambil terus tersenyum. Harus ku akui, dia terlihat lebih cantik ketika tersenyum.

“Yuna-ya gomawo, aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi” bisikku pelan sambil melangkah menuju kelasku hari ini.

Belum sempat aku melangkah masuk ke dalam kelas, seseorang menarikku paksa dan membawaku ke ruang seni. Yah siapa lagi kalau bukan DO, makhluk menjijikkan ini sebenarnya apa yang dia inginkan.

YA! OH SEHUN! APA YANG KAU LAKUKAN? DIA YUNA, DIA TAK BISA BERSAMA DENGANMU….. !!!! bentaknya padaku setelah melepaskan cengkaramannya yang dar tadi menarikku

Aku mencintai yuna, dan aku ingin bersama dengannya.. dia satu-satunya hal yang aku sukai dari sekolah ini, dan dia juga bahagia bersama ku.. apa itu salah? Ungkapku padanya.

“KAU TIDAK MENGERTI APA-APA OH SEHUN! Kau tidak tau yuna siapa? Bagaimana dengan keluarganya? Apa yang membuat yuna harus pindah ke sekolah ini? KAU SAMA SEKALI TIDAK MENGETAHUI ITU! KAU TIDAK TAU APA-APA TENTANG YUNA! KU MOHON TINGGALKAN YUNA SEKARANG!” Dia masih membentakku marah

“Aku tahu semuanya……..”kataku pelan berusaha menahan emosiku juga

“MWO?” DO kaget mendengar ucapanku

“Iya aku tahu semuanya, malam ketika pesta musim gugur kenapa aku pingsan……dan mengapa yuna harus pindah ke sekolah ini aku tau semuanya..” kataku sekali lagi

“Kau tahu… bahwa yuna adalah…”

“Vampire?” belum sempat DO menyelesaikan perkataanya aku bertanya kembali padanya

“Kau.. benar-benar mengetahuinya? Dan kenapa kau masih mau mengusiknya? Ini tidak hanya berbahaya untukmu tapi juga sangat berbahaya bagi yuna”

“Aku mengetahuinya tapi sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan yuna… aku mencintainya dan aku tak peduli yuna makhluk seperti apa, aku yakin aku mampu melindunginya begitupun sebaliknya, jadi mianhae hyung aku tak bisa membiarkan yuna pergi…. Jika memang aku tak bisa bersama dengannya biarkan itu semua dijawab oleh waktu, aku permisi….” Jelasku pada DO dan bergegas mengambil tasku dilantai dan beranjak pergi menuju kelas kembali..

            Kulirik kebelakang di hanya membulatkan kedua matanya sepertinya tak percaya dengan apa yang telah ku katakan barusan tapi aku tidak peduli dengan semua itu…

DO POV

Hah? Apa yang barusan namja itu atakana? Dia tahu bahwa yuna seorang vampire tapi… tapi kenapa dia begitu keras kepala mempertahankan yuna..

WAE? AKU TAK BISA MENGERTI! Ku hentakkan jemariku ke tuts piano yang ada disampingku dengan marah.

Aku tak akan membiarkan mereka bersama……. Ini tak baik untuk keadaan yuna, yuna harus sadar dia bukan manusia lagi cepat atau lambat dia akan berubah menjadi vampire dan bukan tidak mungkin dia akan menyakiti sehun sama seperti yang kulakukan dulu……

#flashback

Tahun 1955

“DO oppa, apa kau menyukaiku?” Tanya seorang yeoja yang sejak tadi berdiri di depanku

“Hah?” aku bingung harus menjawab apa

“Aku bilang, apa kau menyukaiku? Apa bagimu aku ini istimewa?” tanyanya sekali lagi

“Eh? Itu..” aku masih tak tahu harus berkata apa.

*cup*

“aku menyukaimu, kau istimewa bagiku, jangan pernah menjauh atau menghindariku gomawo oppa kau selalu menjagaku” dia berkata seperti itu setelah sekilas mencium bibirku singkat.

“Ne.. nado” aku hanya mengatakan itu padanya dan dia tersenyum senang mendengarnya.

Aku seorang militer dari korea selatan, yah tahun ini aku dipersiapkan untuk perang menghadapi korea utara. Di malam hari sebelum aksi penyerangan dilakukan, dimarkas besar kami, sebuah cairan diinjeksi ke tubuh seluruh para anggota militer. Menurut keterangan dari ketua kami, cairan yang injeksi ini akan membuat tubuh kita menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan itu sangat kami butuhkan untuk penyerangan besok.

Tepat tengah malam ditenda seluruh anggota militer, tubuh kami mengalami sebuah reaksi aneh setelah diinjeksi oleh cairan itu. Tubuh panas serasa dibakar, kepala seperti ingin pecah, kulit berubah menjadi pucat, dan seketika itu pula kami meninggal untuk sesaat sebelum akhirnya kami tau bahwa kami telah berubah menjadi vampire.

Aku berubah menjadi vampire dimalam itu, nasib ini juga dialami oleh rekan militer ku yang lain. Awalnya aku tak mengenal siapa diriku? Apa yang kulakukan? Dan mengapa aku harus diperintah untuk membunuh? Hingga akhirnya aku sadar aku adalah monster paling menyeramkan yang bertugas sebagai seorang pembunuh. Perlahan tapi pasti aku mulai menjalani hari-hariku layaknya seorang vampire, mencium aroma darah, membunuhnya, dan menghisapnya hingga manusia yang menjadi incaran kami mati.

Setelah setahun kami menjalani tugas militer ini, aku kembali ke kota asal di seoul. Seorang yeoja datang menghampiriku sambil memelukku erat. Aku berusaha mengingatnya tapi aroma darah segar yang mengalir dalam tubuhnya membuatku tak ingat apapun lagi selain aroma itu. Aku melepaskan pelukannya dan melemparnya menjauh dariku.

DO oppa? Tanyanya padaku masih shock atas perlakuan ku padanya

Aku.. Aku bukan orang yang dulu kau kenal, jangan menganggu ku lagi Jelasku padanya dan meninggalkannya sendiri di stasiun. Ada perasaan aneh ketika aku meninggalkannya, rasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berarti dalam hidupku.

Beberapa hari setelah kejadian itu, yeoja itu datang menemuiku. Aku tidak tahan lagi dengan aroma ini, kenapa dia terus mengusikku? Haruskan aku menakutinya terlebih dahulu.

“DO oppa, aku membawakan sesuatu untukmu” katanya padaku

“Apa? Aku tak ada waktu melayani sesuatu yang tidak penting” jawabku cuek

“Oppa, apa kau mengingat benda ini?” dia menyodorkan sebuah kalung bertuliskan Do kyungsoo..

“Kalung ini? kenapa ada padamu? Dan nama itu… itu namaku”

“Geurae oppa, kalung ini pemberian oppa sebelum berangkat militer… ini pertanda oppa akan selalu melindungiku”

“Aku.. aku ingin melindungimu? Tapi kenapa aku harus melindungimu?”

“Karena aku menyukaimu, kau istimewa bagiku, jangan pernah menjauh atau menghindariku gomawo oppa kau selalu menjagaku”

Aku seperti mengalami sebuah dejavu, kepalaku tiba-tiba sakit seperti ditembakkan peluru… sebenarnya siapa yeoja ini?

“Oppa kwaechana? Oppa kenapa dengan kepalamu? Apa kau mengingatku? Do oppa? Dia tak henti-hentinya bertanya padaku. Karena kepala ini terus terasa sakit, aku tak tahan melihatnya lagi dengan kasar aku melempar badannya ke lantai dan menyuruhnya pergi.

“Oppa, aku tidak tau apa yang terjadi padamu tapi aku…aku ingin kau menjadi DO oppa yang dulu, jebal” dia memeluk kakiku sambil memohon padaku, aku benar-benar tak mengerti mengapa yeoja ini tetap saja terus mengusikku.

Tiba-tiba aku mencium aroma darah dari lututnya akibat melemparnya tadi, darah itu bercucuran jatuh ke lantai dan itu membuatku semakin geram untuk segera menjilatinya dan meminum darahnya hingga habis tapi entah mengapa ada suatu hal di dalam hatiku yang menolak untuk melakukan itu.

“Oppa, gigimu? Taring itu……., kau? Vampire?” dia shock melihat gigi taringku yang keluar akibat mencium aroma darahnya.

“ya, aku vampire.. apa kau tak takut padaku? Aku monster penghisap darah manusia, apa kau masih mau tetap memohon padaku?”

“Aku……….takut, aku sangat takut oppa tapi aku tidak bisa menghindarimu, aku tak bisa untuk tidak mengusikmu, aku mencintai DO oppa apapun yang terjadi”

Mendengar perkataan itu, aku sadar dia pasti adalah seseorang yang sangat aku sayangi dulunya sebelum akhirnya aku berubah seperti sekarang. Tapi dengan kondisi seperti ini, dia harusnya menghindariku… dia harus menjauh dariku.. aku tak boleh membiarkannya berada didekatku.

“KAU! PERGI SEKARANG JUGA! AKU TAK MENGENALMU, TAK PEDULI PADAMU! PERGIIIIIIII!” Bentakku keras padanya berusaha menghindari tatapannya, takut jika aku benar-benar menjadi lemah karenanya.

Oppa! Jebal! Oppa aku.. akuu….

Dia terus memohon padaku, tapi aku tetap tak boleh membiarkannya terus disini jika itu terjadi hasrat dalam diriku ini tak akan mampu menahannya lagi.

Entah roh apa yang masuk ke dalam tubuhku, seketika mataku berubah menjadi merah menyala, pikiranku tak beraturan, dan pikiranku fokus pada darah yang mengalir dalam diri yeoja yang ada di depanku ini. Serangan singkat namun cukup lama sebelum akhirnya aku menyadari aku telah menghisap seluruh darah yeoja ini.

Ts..tss…. DO oppa, aku… aku sangat mencintaimu… mianhae aku tak bisa hidup lebih lama lagi yeoja itu pingsan dan beberapa saat kemudian tak ada lagi denyut nadi dan hembusan nafasnya.

Apa yang ku lakukan? Dia… dia yeoja chinguku… SOYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku meneriakkan namanya sambil terus menangis. Aku telah membunuhnya, Aku vampire berdarah dingin telah membunuh yeoja chinguku sendiri.

Soya, ku mohon bangunlah…. Aku.. aku… aa..kk…uuu tidak mengerti apa yang kulakukan…. Soya..tsk..tsk.. soya jebal bangunlah…… aku mencintaimu sangat mencintaimu…. SOYA!!!!! Tsk tsk….

#endflashback

***

TBC

Iklan

7 pemikiran pada “Evernight (Chapter 5)

  1. maap nih sebelumnya…
    thor, mungkin ada trouble dlam pengiriman… coba deh, author kirim lagi part 2 n 3… #sok ngasih tau
    soalnya aku suka ff nya, tapi bingung deh kalo langsung loncat aja kaya kutu gitu ke part 4… la sekarang mlah chap 5 udah di update…
    mian thor kalo saya banyak ngomong….
    khamsahamnida

    • Iya, bener chingu…
      Aku juga bingung, dari chapter 1 kq langsung chapter 4, dicari2 ampe kesel *mian thor* ga dapet2 juga chapter 2 n 3 nya, skarang malah udah lanjut chapter 5…
      Padahal mnurut ku ff mu ini seru thor, jadi penasaran juga sama Yuna knp dia bisa jadi vampire …
      Mian ya thor, banyak ngomong nih saya, hehe kn demi kenyamanan bersama *alasan!!!
      Hahaha

      Klo gitu ditunggu deh chapter 2&3 di publish…

      • Gue sependapat chingu. Ni ff ide ceritanya bagus. Gue juga sempet nge search chap 2 & 3. Tapi resultnya malah chap 1, 4, 5.
        Mending kamu kirim lagi chap 2 & 3 nya lagi thor.

  2. nah bener tu, dulu aku juga bingung, kenapa abis 1 langsung 4 ?
    yang chap 2 sama 3 dulu dipos, sumpah penasaran
    tapi chap ini keren bgt, keep writing 😀

Tinggalkan Balasan ke Phiwzz Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s