Paradise Kiss (Chapter 3)

Author : Kim Hye Mi / Woo Hye Mi

Cast : 1. Kim Shin Yeong

2. Wu Yi Fan EXO-M a.k.a Kris

3. Byun Baekhyun EXO-K / Baekhyun

4. Park Chanyeol EXO-K / Chanyeol

5. Jessica Jung SNSD / Jessica (Chanyeol Girlfriend)

6. Tiffany Hwang SNSD / Tiffany

Support cast : 1. Kim Joon Myun EXO-K (Suho) as Head master of YG High School

2. Xi Luhan EXO-M (Luhan) as teacher of EXOTIC High School

                   3. Im Yoon Ah SNSD (YoonA) / Yoona

Review Part 2

“baekhyun-ah.. aku takut..”

Part 3

“kau.. jangan berani mendekati shinyeong… atau kau akan berurusan denganku” kata baekhyun sambil merentangkan tangannya untuk melindungi shinyeong

“bagaimana bisa aku tidak mendekati shinyeong… dia kan modelku..” jawab kris

“Kris-ah… maaf aku laamm..” kata Jessica dan langsung membelalakkan matanya ketika melihat baekhyun

“baekhyun…”

“Jessica…”

Shinyeong hanya melihat baekhyun dan Jessica dengan tatapan bingung

“caroline, ini tasmu…” kata Jessica

“kalian sudah saling kenal?” tanya shinyeong sambil menunjuk ke arah baekhyun dan Jessica bergantian

“mm… begitulah shinyeong-ah… kami bertiga sahabat…” jawab baekhyun

“bertiga?” tanya shinyeong lagi

“eum.. ne bertiga… aku, chanyeol, dan Jessica… kuceritakan ya.. dulu.. saat kami kecil kami adalah sahabat… aku dan chanyeol sama-sama menyukai Jessica… namun aku harus pindah ke seoul… jadi harapanku untuk berpacaran dengan Jessica pupus.. dan dia sekarang berpacaran dengan chanyeol… lalu kami bertemu lagi sekarang… setelah sekitar 10 tahun, dulu juga chanyeol dan Jessica tetanggaku sekaligus sunbaeku saat masih sekolah dasar, mereka sudah kelas 2 dan aku masih kelas 1… dulu juga aku anak yang tidak mudah beradaptasi… dan mereka sering datang ke rumahku.. dan jadilah kami dekat satu sama lain…” jelas baekhyun panjang lebar

“oohh… jadi kenapa kau pindah?” tanya shinyeong

“karena ayahku mengurus perusahaannya yang baru di seoul… jadi aku pindah ke seoul…” jawab baekhyun

“oohh…” jawab shinyeong

“kita sudahi pembicaraan tentang masa lalu… dan kau shinyeong apa kau mau menjadi model untuk pakaian kami nanti?” tanya kris to the point

“baiklah…” jawab shinyeong

“tapi caroline, bagaimana jika ibumu tidak mengijinkan?” tanya Jessica

“mungkin aku akan kabur dari rumah… karena tekadku sudah bulat… aku ingin menjadi model..” jawab shinyeong sambil mengepalkan tangannya ke udara

“MWO?!”teriak baekhyun dan Jessica bersamaan, kris hanya tersenyum kecil.

“eomma… aku tidak ingin belajar lagi…” kata shinyeong saat tengah bersantai di ruang keluarga

“MWO?!Apa kau gila?!!” teriak eomma shinyeong

“ya, aku sudah menuruti semua yang ibu inginkan selama ini… sekarang giliran eomma yang menuruti kemauanku… jika eomma tidak menyetujuinya aku akan pergi dari rumah ini dan aku tidak akan kembali sebelum ibu berubah pikiran…” jawab shinyeong degan tegas

“aku tidak akan pernah mengijinkanmu untuk menjadi model.. cam-kan itu !!” balas eommanya dengan tegas pula

“baik.. kalau begitu aku tidak akan pulang kerumah” kata shinyeong dan langsung berlari ke kamarnya dan membereskan pakaiannya.

Tak lama setelah shinyeong selesai membereskan pakaiannya lalu ia pun pergi meninggalkan ibunya itu tak kuasa melihat tingkah laku shinyeong yang mulai membantah, ibunya pun menangis dan adiknya berusaha menenangkan ibunya yang tengah bersedih.

“ibu sudahlah… jangan menangis lagi, ne? kan ada aku… noona kan masih usia SMA, mungkin dia masih labil… jadi dia belum bisa mempertimbangkan keputusannya dengan benar… biarlah dia jadi model  bu… mungkin itu bisa membuatnya sukses seperti yang ibu harapkan… jadi kita berdoa aja buat noona… sekarang dia hanya butuh dukungan dari kita bu..jadi ibu jangan menangis lagi ne?” ucap sunghyun menenangkan ibunya

“gomawo, sunghyun-ah… baiklah eomma akan mendukung noonamu seperti apa yang kau sarankan… apa kau sudah makan?” tanya ibunya

“belum eomma… ayo kita makan… aku ingin makan kimbab…” jawab sunghyun dengan senyum sumringah

“baiklah… ibu akan mebuatkannya..  tunggu sebentar ya…” kata ibunya sambil mencolek hidung anak lelakinya itu

“oke eommaaa…!!!”  teriak sunghyun sambil mengacungkan jempolnya

“MWO?!Kau pergi dari rumah? Kenapa?” kaget chanyeol

“sudah kuputuskan untuk menjadi model kalian..” jawab shinyeong sambil mengaduk coklat panas yang disediakan oleh tiffany

“MWO?!YA !walaupun aku senang akhirnya kau memeutuskan untuk menjadi model kami, tapi kau tidak perlu senekat itu…” kata chanyeol bijak

“hei.. crazy virus !! tumben kau jadi bijak…” kata Jessica

“aku ini memang bijak sica-ya..” kata chanyeol menyombongkan diri

“oiya caroline… nanti kamu akan tinggal dimana memang?” tanya Jessica sambil meneguk coklat panas

“molla…” jawab shinyeong dengan wajah pasrah

“di apartemenku aja.. aku punya kamar kosong..” kata kris sambil memainkan handphonenya

“jinjjayo?” ucap shinyoeng sambil tersenyum lebar

“of course… come on” kata kris lalau menarik lengan shinyeong

“oddiga?” tanya shinyeong polos

‘PLETAKK’

“tentu saja ke apartemenku babo..”  kata kris sambil menjitak kepala shinyeong

“aww.. sakit tau.. dasar tiang listrik..” kata shinyeong sambil mengusap kepalanya yang dijitak oleh kris

“mwoya?! YA !atas dasar apa kau memanggilku tiang listrik huh?” kata kris sambil melipat tangannya di dadanya

“yaelah… gitu aja pake nanya… nyadar doongg… tinggi badanmu itu seperti tiang listrik tau” kata shinyeong dengan memasang ekspresi datar

“haish.. ya sudah lah… whatever you like.. masuk ke mobil…” kata kris sambil membukakan pintu untuk shinyeong

“i-ini m-mobil mu?” tanya shinyeong terbata sambil menunjuk mobil kris

“wae?”tanya kris

“ani.. mobilmu yang kemarin kemana? yang kap terbuka?” tanya shinyeong

“itu? Masih ada..kenapa? Kau mau mobil itu? Kalau kau mau ambil saja..” kata kris enteng

“ani… aku tidak mau yang itu… aku mau yang ini… yang ini untukku saja yaa..” kata shinyeong sambil menunjukkan puppy eyesnya

“andwae… ini baru kubeli 2 hari yang lalu… masih untung kau kukasih yang masih agak baru… mobil itu aku beli sekitar 2 bulan lalu… jadi yaa masih bagus lah.. tapi aku bosan memakainya..” kata kris sambil memasukkan tangannya ke kantong celananya.

“tapi baiklahhh…… gomawo kris…. Hahaha… I’m really happy…” kata shinyeong sambil memeluk kris

“iya… tapi ada syaratnya..” kata kris

“apa itu?”  tanya shinyeong sambil menghadap wajah kris

“kau harus menjadi pacarku sekaligus model untuk pakaianku..” kata kris sambil memegang kedua pipi shinyeong

“MWO?!Cuma karena mobil aku harus menjadi pacarmu? Kau harusnya sudah senang aku mau jadi modelmu..” kata shinyeong sambil mengerucutkan bibirnya

“ya sudah kalau kau tidak mau… berarti gak jadi aku kasih… udah ah.. masuk cepetan.. bentar lagi hujan..” kata kris sambil mendorong shinyeong masuk ke dalam Jaguar XJ Ultimate-nya dan menutup pintunya lalau berlari kecil kearah kursi pengemudi

“pakai sabuk pengamanmu…” kata kris

“baiklah… tapi kris… aku mau mobil ituu… berikan padaku.. ya ya ya.. jeballl…” kata shinyeong sambil memohon

“shirreo… kau kan sudah tau syaratnya…” kata kris sambil menyetir

“haish… kau ini… ya sudahlah… lupakan..” kata shinyeong sambil melipat tangannya didepan dadanya

Dan didalam mobil itu tidak ada yang berbicara, mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing.Perjalanan menuju apartemen milik kris terbilang cukup jauh, dan shinyeong pun tertidur dalam perjalanan menuju apartemen kris.

KRIS POV

“benar-benar tukang tidur… baru jalan sebentar sudah tertidur… ck” gumam kris sambil sesekali melirik kearah shinyeong yang tengah tertidur

‘duk’ ‘duk’

‘kasihan kepalanya.. terantuk kaca mobil.. dasar..’ kataku dalam hati, dan sebaiknya aku belikan bantal untuknya.. kasihan.. daripada gegar otak nanti…

Nahh… kalo gini kan ga bakal gegar otak gara-gara terantuk jendela… kalo diliat-liat..dia lucu juga kalo tidur… ^^

Entah setan apa yang merasuki tubuhku, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mencium bibirnya lembut.

Saranghae sleeping princess…

Dan aku pun melanjutkan kembali perjalanan menuju apartemenku. Sampai di depan gedung apartemen, dia belum juga bangun dan aku tidak mau mengganggu tidurnya jadi lebih baik aku gendong dia menuju apartemenku yang ada di lantai 9.

Setelah sampai di kamar apartemenku yang kosong aku langsung menidurkannya di kasur dan menyelimutinya.

Good night my princess

KRIS POV END

SHINYEONG POV

Hooaamm… nyaman sekali tidurku..eh tunggu, aku sudah di kasur? Siapa yang menggendongku?Apa mungkin si tiang listrik itu? Mungkin saja… ke kamar mandi dulu aahh…

Saat aku hendak turun dari kasur, seperti ada yang berbeda dengan pakaian ku..dan..

“HUWAAAAAA !!!!!!!!” teriakku saat menyadari aku tidak memakai baju yang kugunakan semalam

“ada apa sih?? Pagi-pagi sudah ribut…” kata kris yang terbangun dari tidurnya yang berada disamping shinyeong

“HUWAA !!!!!NEO?!!! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HAH?!!” teriakku saat ada seseorang yang tak lain adalah kris yang berada satu tempat tidur denganku dan aku baru menyadari kalau dia topless dan aku memakai kemeja putih dan celana pendek diatas lutut..jangan.. jangan..

“aku? Ya tidur laahh..mau apa lagi?” tanyanya polos

“kau apakan aku?” tanyaku dengan sedikit berteriak

“yang ada dipikiranmu?” tanyanya balik

“jangan-jangan kau… HUWAAAA… EOMMAAA !!!!! ANAKMU SUDAH TIDAK PERAWAAANN !!!!! OTTOKHAEEE????” teriakku

“bwahahahahahahahahaha” kudengar dia tertawa terbahak-bahak

“jadi kau pikir aku menidurimu? Begitu? Impossible….” Katanya sambil menahan tawa

“terus kenapa kau tidak pakai baju?” tanyaku sambil menunjuk ke arahnya

“aku memang terbiasa tidur tidak menggunakan baju…” jawabnya datar

“dan kenapa kau satu ranjang denganku? Katamu disini ada dua kamar?” tanyaku menyelidik

“itu? Aku lupa mearuh kunci kamarku dimana… jadi aku tidur disini…” jawabnya

“dan siapa yang mengganti bajuku? Dan baju-bajuku dimana?” tanyaku lagi

“pembantuku.. dan baju-bajumu aku buang..  karena tidak ada yang menarik…” jawabnya datar

“MWO?!YA !!seenaknya saja kau membuang bajuku… terus nanti aku ganti baju gimana? Kan aku tidak punya uang untuk beli baju lagi…” kataku sambil menahan tangis

“itu masalah gampang.. lihat saja isi lemari itu…” jawabnya sambil menunjuk lemari besar yang ada di samping tv yang ada di depanku

“sana lihat isi lemari itu… aku mau menelepon pembantuku untuk membawakan kunci cadangan kamarku..” katanya sambil beranjak pergi

“baiklah..” jawabku

Dan aku pun menuju lemari besar tersebut dan membukanya dan mataku terbelalak melihat isi di pintu lemari yang pertama, gaun setinggi lutut tergantung dengan indahnya dan kebanyakan warna biru dan ungu.Dan pintu yang kedua gaun-gaun pesta yang menjuntai dengan indahnya. Pintu lemari yang ketiga berisi baju-baju santai + celana  pendek/rok mini dan baju-baju tidur  yang kebanyakan warna pink dan biru, dan pintu terakhir  berisi bermacam-macam sepatu, ada sneakers, high heels, boots, flat shoes, dan masih banyak lagi dan semua tersusun rapi di lemari yang ukurannya 4x lebih besar dari lemariku yang ada dirumah.‘dia benar-benar designer jenius’ pikirku

“shinyeong-ah.. bagaimana? kau suka? Itu hanya sebagian kecil dari karyaku..dan itu tidak terlalu bagus.. itu masih abal-abal…” katanya sambil duduk di pinggiran tempat tidur

“iya aku suka… bagaimana bisa ku menganggap semua ini abal-abal? Ini bagus sekali..” tanya ku

“aahhh sudahlah… mandi sana…” katanya

SHINYEONG POV END

AUTHOR POV

“hei, shinyeong.. masakkan sesuatu untukku..” kata kris sambil meatap layar televise di ruang tamu

“YA !aku tidak bisa memasak tau..” ucap shinyeong sambil mengerucutkan bibirnya

“eh bebek… aku tidak mau tau.. pokoknya kamu harus membuatkanku makanan…”

“YA !tiang listrik… aku tidak bisa memasak…”

“kau harus masak”

“Shireo”

“harus”

“shireo”

“harus”

“hhh…. Baiklah..akan aku coba” kata shinyeong mengalah dan berjalan menuju dapur dengan langkah gontai

‘PRAAANG’

“hei, shinyeong.. kau mau menghancurkan dapurku, eoh?!” teriak kris dari ruang tamu

“AWW !!” teriak shinyeong dari dapur, mendengar teriakan shinyeong kris langsung berlari menuju dapur

“YA !bebek.. gwenchana?” kata kris

“babo.. tentu tidak… lihat.. jariku berdarah karena pecahan piring ini…” kata shinyeong sambil meringis kesakitan

“ayo ikut aku..” kata kris dan langsung menarik shinyeong menuju ruang tamu

“sini aku obati…” kata kris dan langsung mengobati luka di jari shinyeong

“AWW !! pelan-pelan tianglistrik babo !!” protes shinyeong

“ini juga udah pelan-pelan bebek jelek” kata kris

“nih…. Udah selesai..” sambungnya

“gomawo kris-ah” kata shinyeong lalu beranjak pergi

“oddiga?” tanya kris

“ke dapur.. mau beresin pecahan piring dan menyiapkan makanan.. kau tunggulah disini..” kata shinyeong

Tak lama kemudian shinyeong muncul dengan sepiring nasi goreng ditangannya.

“ini.. makanlah.. dan harus habis.. enak tidak enak pokoknya harus habis..” kata shinyeong dengan nada menyuruh

“haish… kalau aku sakit perut gimana? Kau mau menanggung biaya rumah sakit?” tanya kris dengan cemas

“tidak akan sakit perut kujamin.. karena aku mebuatkannya dengan sepenuh hati…” kata shinyeong sambil tersenyum

“baiklaahh… akan ku coba..” kata kris dan langsung memakan nasi goreng buatan shinyeong

“lumayan…” kata kris sambil mengunyah nasi gorengnya, “walaupun sedikit hambar..” sambung kris

“jinjjayo? Aku mau coba..” kata shinyeong dan langsung merebut sendok yang ada di tangan kris

“kau benar… ini lumayan.. walaupun aku tak pernah tau caranya memasak.. hehe” kata shinyeong sambil mengunyah makanan dan..

“uhuk !!uhuk!!” shinyeong tersdak karena makan sambil berbicara

“gwencahanayo? Ini cepat minum..” kata kris sambil memberi minum ke shinyeong

“gomawo..” kata shinyeong setelah minum air yang diberikan oleh kris

“Kris-ah… aku ingin bekerja..yaahh… buat tabungan..” kata shinyeong

“baik… aku akan mencarikan pekerjaan..” kata kris

Two moons, two moons, two moon two moon two moons

EXO wanna get out tonight

EXO wanna get out tonight

EXO two moons, two moons, two moon two moon two moons’

iPhone Kris berbunyi dan itu menandakan jika ada telepon masuk

“sebentar aku angkat telepon dulu” kata kris lalu beranjak pergi

“hello, Kris here, who are you?”

“ah.. Wu Fan… this is me.. Kevin… I need your help..”

“What can I help?”

“aku butuh seorang model, kau pasti punya banyak kenalan model kan?”

“kau butuh model? Aku ada satu dia cantik, gak tinggi dan juga ga pendek, rambut coklat panjang, matanya sedikit lebih besar daripada orang korea biasa..dia temanku.. dan dia juga butuh pekerjaan.. kevin-ah… kau mau?”

“aahhh….. okay.. no problem..datang ke studioku jam 3.okay.”

“okay…. I’ll be there…”

Setelah menutup telpon kris langsung menghampiri shinyeong yang masih asik menonton kartun.

“yeong-ah… kau mau pekerjaan  kan?”

“tentu saja.. apa ada?”

“ada… kau mau jadi model kan? Temanku membutuhkan model untuk majalah fashionnya..otte? Kau mau?” tanya kris antusias

“jinjjayo?? Tentu saja..kapan bisa mulai?” jawab shinyeong dengan wajah yang berbinar-binar

“jam 3 hari ini..” kata kris

“MWO?! Jam 3… ini sudah jam 1..aku siap-siap dulu ya…” kata shinyeong terkejut dan langsung berlari menuju kamarnya

Setelah 1 jam bersiap-siap, shinyeong pun keluar dengan dress warna soft blue dengan rambut digerai dan memakai bando pita berwarna biru, make-up natural, tas kecil berwarna putih, dan stiletto putih. Kris yang sudah rapi sejak 30 menit sebelum shinyeong keluar terpesona dengan penampilan shinyeong. Dan shinyeong yang melihat kris pun terpesona juga karena kris terlihat tampan dengan kemeja putih dengan 2 kancing yang tidak terkancing dan sedikit terlihat dada bidang milik kris, celana hitam panjang, dan sepatu bahan berwarna hitam yang senada dengan celananya yang dipakai kris.

“hei… kenapa kau pakai dress itu…sedangkan banyak yang lebih bagus selain dress itu..” kata kris datar

“hei.. aku tertarik dengan yang ini… and I think this dress suit to me…” jawabnya sambil menyunggingkan senyuman manisnya

“haish… up to you… and come with me…” kata kris lalu menarik tangan shinyeong menuju ruangan di pojok apartemennya.

“ini… kau bisa melihat karyaku yang lainnya.. semua ini adalah karyaku selain yang ada di lemarimu… dan kenapa aku tidak meletakkannya di lemari itu? Karena semuanya memiliki kenangan yang berarti bagiku… dan kalau yang ada di lemarimu itu..itu semua hanya karya selinganku saja… dan belum pernah ada yang melihat semua ini.. dan yang melihat semua ini hanya orang yang aku anggap special, dan yang akan memakainya hanya orang yang sangat special bagiku…” kata kris sambil menatap lurus kedepan

“semua penjelasanmu secara tak langsung sudah menjawab semua pertanyaan yang ada di kepalaku…” kata shinyeong sambil berjalan menuju dress pendek warna merah bercorak dengan renda hitam di bagian bawah dress tersebut.

“itu adalah karyaku waktu aku umur 6 tahun..”

“whooaa… you’re jenius… kau kaya dan juga pintar… itu semua keberuntunganmu..”

“sebagian orang berkata persis sepertimu.. namun bagiku tidak.. itu bukan keberuntungan… buat apa aku kaya kalau ayahku hanya focus pada pekerjaannya.. dan ibuku selalu menyuruhku untuk berbuat ini dan itu… aku tidak punya kebebasan… dan orangtuaku selalu menentang kemauanku untuk menjadi seorang designer… maka dari itu aku memisahkan diri dari orangtuaku dan menjadi seorang designer…” kata kris

“kehidupanmu juga menyedihkan… aku kira di dunia ini Cuma aku yang punya kehidupan menyedihkan..”

“omona… ini sudah mau jam 3… ppalliiii…. Kita pergiiii…!!” teriak shinyeong

“kajja… kita pergi..” kris langsung menutup dan mengunci ruangan tersebut dan langsung memberi tahu pembantunya untuk membereskan apartemen dan menguncinya setelah selesai.

Sesampainya di studio milik kevin, kris dan shinyeong disambut hangat oleh sang photographer yang tidak lain adalah kevin.

“hey.. Kris..” kata kevin sambil bertoss ria dengan kris

“hey kevin.. tambah besar saja studiomu.. kau tambah sukses saja…”

“hoho… iya doong.. ngomong-ngomong.. ini model yang kau usulkan?” tanya kevin

“iya.. namanya Kim Shinyeong..” kata kris sambil merangkul pundak shinyeong

“dia persis seperti yang kau katakan.. dia cocok denganmu kris.. hehehe…” canda Kevin

“nah..shinyeong perkenalkan dia kevin, temanku saat masih di Canada..” kata kris

“annyeonghaseyo… Kim Shinyeong imnida..”

“anyeonghaseyo… Kevin Woo imnida… jadi shinyeong-ssi..bisa kita mulai sekarang?” tanya kevin

“ah.. ne..” jawab shinyeong

“ohh… kevin, aku harus ke studio… aku titip shinyeong yaa.. janagan macam-macam padanya..” kata kris , “dan shinyeong.. jika dia macam-macam padamu.. beritau kau ne.. dan jika sudah selesai.. hubungi aku dan aku akan menjemputmu…” ucap kris lalu mengacak rambut shinyeong

“arraseo..” jawab shinyeong sambil teersenyum

‘JPRET’

‘JPRET’

Diawal foto memang shinyeong masih terlihat kaku, namun lama-kelamaan menjadi tidak kaku lagi, ditambah lagi banyak yang memujinya dan otomatis shinyeong menjadi lebih bersemangat melakukan photoshoot.

“bagaimana dengan photoshoot tadi?” tanya kris sambil terus memperhatikan jalan.

“menyenangkan, sepertinya aku mulai menyukai pekerjaan ini, menjadi model… hahahaha….”

“baguslah…”

“hei, shinyeong… buatkan aku makanan… ppalliii.!!!” Kata kris dari ruang tv sambil mengerjakan sketsa gambar baju

“YA !!tiang listrik… kan sudah kubilang… aku tidak bisa memasak… dan nanti yang ada piringmu akan habis.. karenaku….” Jawab shinyeong sambil focus menonton tv.

“hhh…. Yasudah..ayo kita makan malam diluar…” ajak kris

“baiklaahh..” jawab shinyeong dengan senyum sumringah karena tidak harus memasak

“kita makan di restoran langgananku saja…” kata kris sambil memarkirkan mobilnya di depan restoran italia yang super mewah

“MWO?! Direstoran yang mewah ini?” kaget shinyeong

“geuraeee… ini restoran favoritku…” jawab kris lalu turun dari mobil dan diikuti dengan shinyeong

Dan mereka pun masuk dan langsung disambut hangat dengan pelayan retoran tersebut. Dan mereka makan dengan suasana romantic yang ada di resotan tersebut dengan ditambah candle light yang menambah kesan romantic makan malam shinyeong dan kris.

Keesokan harinya

“annyeong…..” sapa shinyeong dengan senyum yang mengembangsaat membuka pintu studio Kris, Tiffany, Chanyeol, dan Jessica

Dan senyuman itu pun hilang karena mereka terlihat sedih melihat tumpukan kardus yang ada dihadapan mereka.

“sica.. kardus-kardus ini isinya apa?” tanya shinyeong sambil membawa kardus-kardus tersebut ke gudang

“ini semua baju-baju buatan ParaKiss… dan semua dikembalikan karena tidak ada lagi yang menginginkan baju buatan kami… dan mungkin nanti setelah graduation nanti kami akan berjalan di jalan kami sendiri… dan ParaKiss tidak akanada lagi…” jawab Jessica dengan ajah sendu menatap baju-baju yang ada di kardus tersebut

“aniyaaa !!!aku sangat menyukai baju-baju kalian… semuanya menarik hatiku…” bantah shinyeong dengan jawaban Jessica

“sudahlah… yang menyukai baju kami hanya kau.. tidak ada yang lain,… lagi pula menurutku ini sudah takdir yang diperuntukkan tuhan untuk kami caroline… jadi kami cuma bisa menerima saja…” sanggah Jessica sambil memegang kedua lengan shinyeong sambil tersenyum kecil

“hhh.. semoga aku bisa melakukan modeling untuk baju terakhir kalian nanti…” ucap shinyeong sambil memeluk Jessica

“aku tau kau pasti bisa caroline…” kata Jessica sambil mengelus punggung shinyeong

“ne…” jawab shinyeong

Author POV

Malam itu diapartemen kris, shinyeong sedang belajar dan kris sedang menggambar sesuatu.. mungkin desain baju yang baru…

“haahh… salah lagi…” kata shinyeong sambil mencari-cari penghapusnya tanpa melihat dan..

‘PRAANG’ alat-alat menggambar kris berceceran dilantai karena tangan tidak sengaja shinyeong menyenggol tempat pensil kris

“this is so awkward…” kata kris sambil menghela napas

“mm..”

‘ting tong’

Kris langsung melihat lewat intercom, dan terlihat YoonA dan teman-temannya

“mau apa kau kemari?” tanya kris dingin

“Kriiiissss….. ayo kita berpestaaa… aku sudah membawa champagne dan makanan untuk kitaaa… jeball buka pintunya ne?” mohon YoonA dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya

“hhh… ne… chankamman…”

Dan kris pun membuka pintunya.

“biar kutebak… kau pasti sedang bahagia… karena itu bajumu juga bagus..”

“neee… dia diterima sebagai salah satu desaigner di perusahaan pakaian terkenal di Korea…” ucap salah satu teman YoonA

Sementara itu didapur..

Shinyeong POV

“cish… lagi-lagi si tiang listrik itu menyuruhku memasak… oohh.. come on.. I can’t cook…” rutukku dalam hati

Dan apa ini… memecah telur, memotong buah aku tak bisa… mmm.. kalo yang kemaren masak nasi goreng itu Cuma my lucky day… and now… I give up… mungkin aku bukan calon ibu yang buruk…

Tiba-tiba kris mendatangiku

“hei bebek… kau bisa tidak menyediakan makanan untuk mereka… yaa camilan gitu?” tanyanya

“tidak” jawabku singkat

“hh… kau ini..”

“Kau tau… aku pernah berpacaran dengan dia… dia.. dia.. dan tidak dengannya… dan aku juga pernah melakukan ‘itu’ dengan mereka… kecuali dia..” katanya sambil menyunggingkan smirknya

“aku akan mengawasi dia(YoonA)” kataku

“aku juga tidak akan melakuakn ‘itu’ denganmu..” katanya sambil mengeluarkan evil smirknya… ck si tang listrik itu sangat menyebalkan… hhh

“Kriiissss…. Bolehkah kami melihat ruangan rahasiamu itu?” tanya YoonA manja

“tidak… kau sedang mabuk.. aku tidak membolehkanmu masuk kesana… mereka pakaian special.. dan hanya wanita special-lah yang boleh menyentuhnya” deg ! kata-kata kris barusan membuat jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya, dan kata ‘hanya wanita special-lah yang boleh menyentuhnya’ barusan membuatku seperti satu-satunya wanita special dihatinya

“aku kira dulu aaku adalah yang special… aku hanya akan kesana dan melihat pakaian itu..” ucapan YoonA barusan membuat mataku terbelalak… dia bilang dia pernahmasuk ke sana? Hhh dasar tiang listrik pembohong… aku kira hanya aku satu-satunya wanita yang pernah masuk kesana… ternyata aku yang kedua…

“YoonA-ssi… kau sedang mabuk…” cegahnya

“ayolaahh… aku hanya ingin melihat saja…” katanya sambil melepas genggaman kris di tangannya

“hei.. bukan disitu.. tapi disini..” kataku sambil menggiringnya menuju kamarku

“ini adalah kamar terbaik yang ada di sini… lihatlah… kau bisa melihat indahnya seoul di malam hari dari sini… indah bukan?” tanyaku

“tapi bukan ini yang ingin aku lihat…” jawabnya

“ada hubungan apa kau dengan kris?” tanyaku

“ne?”

“apakah hanya sebatas teman sekelas? Atau lebih dari itu?” tanyaku sambil melipat tanganku di dada

“aa… kau cemburu padaku?”

“maaf kami lancang sudah masuk kemari…”

“tapi jangan khawatir.. aku tidak sedang memperhatikan Kris….” Katanya lalu berjalan menuju jendela dan melihat kearah luar

“apa yang aku perhatikan adalah sebuah mimpi dan gairah… Kris selalu menjadi yang paling jenius dan aku yang paling bekerja keras… aku mengerjakannya sedikit demi sedikit.. dan dia selalu mengerjakan semuanya hanya dengan kedipan mata… tapi itu semua tidak akan mematahkan semangatku untuk mengalahkannya di kontes nanti… dan aku selalu berambisi untuk selalu bisa mengalahkannya… “ ucapnya, dan itu cukup membuatku tercengang.. ternyata YoonA punya ambisi yang begitu kuat, aku salut padanya…

Shinyeong POV end

Kris POV

Dimana si bebek itu yaa? Di dapur ga ada, mungkin dia dikamarnya… sebaiknya aku cari dia kesana.

Saat aku mau membuka pintu kamarnya, aku mendengar percakapan shinyeong dann.. mmm.. mungkin itu YoonA

“apakah hanya sebatas teman sekelas? Atau lebih dari itu?” itu pasti suara si bebek itu

“aa… kau cemburu padaku?”

Dia terdiam setelah YoonA bertanya seperti itu… hahaha.. apa kau cemburu padanya bebek? Aku harap iya…

Dan aku pun masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu dahulu dan benar.. aku melihat YoonA

“hei kris… apa kau sudah menyelesaikan pakaianmu?” tanyanya

“ya… sudah hampir selesai…”

“baguslah… oiya aku pulang dulu yaa.. annyeong” katanya dan langsung pulang bersama teman-temannya

Kris POV end

–keesokan harinya—

“sudah jangan urusi pakaian itu lagi.. kita akan mengubah konsepnya..” kata kris sambil menyerahkan desain yang sudah dibuatnya

“MWOYA?! NEO MICHEOSO ?!” teriak chanyeol

“Kris-ah… ini sudah hampir selesai.. dan waktunya juga sudah sempit… ayolaahhh.. yang benar saja..” kata Jessica

“iya Jessica benar…  we don’t have so much time…” ucap tiffany

“tidak.. kita masih bisa melakukannya… jika kita lembur…” kata kris

“haish… baiklah kita kerjakan sekarang…” kata chanyeol pasrah.. karena jika kris sudah mengambil keputusan maka tidak bisa di ganggu gugat lagi…

Dan mereka pun bekerja hingga tengah malam… Jessica membuat bunga untuk hiasan bajunya, chanyeol menjahit baju, tiffany dan kris mengerjakan hiasan kepala dan sepatu.

Pagi hari

–EXOTIC High School—

Suasana di EXOTIC high school ramai sekali… para desainer berlalu lalang, ada yang menambah pernak-pernik, memilih aksesoris, dan masih banyak lagi.

“harus berapa banyak lagiii??” gerutu Jessica

“sudah.. jangan menggerutu terus.. kerjakan saja..” kata chanyeol

“aww..” rintih Jessica karena jarinya tertusuk jarum

“hati-hati chagi..” kata chanyeol sambil menghisap darah yang terus muncul di jari Jessica

“eoh.. ruangan ini sudah dipakai ya? Josonghamnida..” kata YoonA

“hhh… kenapa di selalu terlalu bersemangat? Aku sangat tidak menyukai wanita itu..” gerutu chanyeol

“sudahlah yeollie… crazyku sayang… biarkan saja dia…” kata Jessica sambil memeluk chanyeol

“ne chagi..” jawab chanyeol sambil melepaskan pelukannya dan mulai mendekatkan wajahnya ke Jessica, dan tiffany yang menyadari hal itu langsung meletakkan tangannya diantara dua insane yang hampir berciuman itu, dan chanyeol langsung menggerutu karena aksi tiffany yang tiba-tiba.

“tiffany noona… wae? Kenapa kau mencegah kami berciuman?” kata chanyeol sambil menggembungkan pipinya

“YA !! tentu saja karena ini tempat umum… ” ucap tiffany sambil menjitak kepala chanyeol

“apa akuboleh membantu?” tanya shinyeong

“tidak… tenaga yang bukan professional tidak boleh ikut campur..” jawab kris sambil terus focus ke bunga yang sedang dibuatnya

“O-K-A-Y” kata shinyeong sambil menekankan setiap hurufnya

‘Perhatian.. Perhatian.. semua desainer beserta model diharapkan berkumpul di aula sekarang juga..’

“kajja, ppali..” ucap kris

“ne..”

Mereka pun memasuki aula, dan shinyeong yang melihat aula yang cukup untuk menampung sekitar 500 orang itu langsung terbelalak karena mewahnya aula tersebut

‘ternyata EXOTIC high school mewah sekali…’batinnya

“bagaimana dengan latihannya? Apa berjalan lancar? Dannn… hei tunggu kenapa wajahmu seperti baju yang tidak disetrika, eoh? Wae kris?” tanya chanyeol bertubi-tubi

“jangan-jangan kau tidak bisa berjalan layaknya model?” tanya chanyeol lagi

“MWO?!” teriak tiffany dan Jessica bersamaan

TBC

Gimana??? Bagus kah? Jelek kah? Aneh kah? Atau gimana ??

Oiya maaf ya kalo bahasanya aga’ gimanaa gitu… soalnya aku ga bisa ngilangin kebiasaanku kalo buat cerita… hehe…

Josonghamnida yeorobeuuunnnn !!!!!!!

Satu lagi… mungkin Paradise Kiss, bakalan end sekitar 1-2 part lagi…. ^^ thank you…

12 pemikiran pada “Paradise Kiss (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s