Forget (Chapter 2)

Forget Chapter 2 (Sequel: “Differences of the twins’ fate”)

Author: Laras (@Laras794)

Ratted: Teen

Length: Chapter

Genre: Romance, angst.

Cast:

–          Nam Yoonjoo (?)

–          Oh Sehun

–          Byun Baekhyun

–          Kim Jongin

–          Other

Attention: peringatan keras! jangan copy, paste tanpa seizin saya apalagi plagiat. itu sama saja kalian seperti seorang penjahat yang mencuri karya orang lain. Jika kalian mau me-remake ulang cerita ff yang saya buat ini harap izin pada saya terlebih dahulu. Maaf jika menyinggung tapi ini demi kenyamanan kita bersama, terima kasih.

“Yoonjoo rambutmu sudah panjang, haruskah kita memotongnya?” tanya Baekhyun yang saat ini sedang duduk di samping Yoonjoo sembari memainkan rambut cokelat Yoonjoo yang terurai. “sepertinya kamu lebih cocok dengan rambut sedikit kemerahan.”

“Jeongmal?” tanya Yoonjoo balik sambil memilin ujung rambutnya yang memang dia kira sudah cukup panjang. “memang rambutku mulai membuatku sedikit risih. Oppa suka kalau aku melakukan saran yang oppa berikan?” tanya Yoonjoo mendekat pada Baekhyun lalu memeluk tangannya.

Baekhyun mengangguk membenarkan pernyataannya tadi, “nan neomu joha” jawab Baekhyun riang.

“bagaimana kalau sekarang saja?” ajak Yoonjoo beranjak dari duduknya dan berdiri di depan Baekhyun yang sedang duduk di sofa ruang tengah apartemen milik Baekhyun dan Yoonjoo tinggal bersamanya saat ini. “tapi kan itu namanya pemborosan..” dengus Yoonjoo yang belakangan ini mulai memikirkan kondisi keuangan padahal Baekhyun sendiri tak mempermasalahkannya sama sekali.

“tak apa kan sekali-kali”

“Sekali? Bahkan oppa sudah membelikanku pakaian, sepatu, tas, dan keperluanku lainnya. Itu sudah lebih dari cukup oppa” lirih Yoonjoo yang akhirnya kembali terduduk di samping Baekhyun. “aku tak mau mengeluarkan uang untuk satu hal yang sia-sia lagi” tegas Yoonjoo.

“Anniya. Bagaimana kalau ini yang terakhir? Setelah ini tidak ada lagi pemborosan. Ottae?” tawar Baekhyun namun ditatap penuh keraguan oleh Yoonjoo. “jebal Yoonjoo-ya, aku sangat ingin melihatmu berubah. Ottae?” tawar Baekhyun lagi dengan nada terdengar manja pada Yoonjoo dan akhirnya Yoonjoo mengangguk menerima tawaran Baekhyun.

———————

“kau tahu? Sejak Nyonya Jooyeon menghilang dan katanya telah meninggal, sekretarisnya itu sekarang menjadi dekat dengan tuan Sehun” ucap seorang yeoja yang memakai blazer abu-abu di salah satu sudut kantin yang berada di salah satu kantor ternama di kota Seoul.

“iya, padahal Nyonya Jooyeon baru meninggal 2 bulan yang lalu. aku tak tahu bagaimana jadinya kalau Nyonya Oh tidak tahunya masih dinyatakan hidup dan kembali dihadapan mereka” ucap yeoja berambut hitam legam dengan rambutnya yang dikuncir kuda namun dari nadanya terdengar begitu antusias seakan dia ingin kejadian itu benar-benar terjadi.

“aku lebih suka Nyonya Jooyeon, dia sangat baik sayang sekali dia menghilang. Apa mungkin Nyonya Jooyeon kabur dari tuan Sehun?”

“tidak mungkin, kau dengar sendiri kan Nyonya Jooyeon kecelakaan”

“Kudengar sekretarisnya tuan Sehun itu memang mengincarnya sejak lama padahal dia tahu kalau tuan Sehun sudah punya nyonya Jooyeon. Aku tak sangka ini akan jadi kesempatan besar untuknya. Aku berharap Nyonya Jooyeon kembali.”

BRAKH

Baru pembicaraan itu selesai seorang yeoja datang dan menggebrak meja mereka sehingga membuat kedua yeoja itu terlonjak kaget begitu juga orang yang disekitarnya. Mereka baru saja membicarakan sekretaris Sehun dan sekarang orang itu ada di hadapan mereka saat ini dengan wajah angkuhnya, wajah yang membuat seisi kantor ini membenci sekretaris Sehun itu. sejak dia dekat dengan Sehun kini tingkahnya semakin menjadi seakan dia menjadi penguasa dan pengganti dari Jooyeon. Dia merasa kalau dia akan menjadi Nyonya Oh.

“seenaknya saja kalian bicara seperti itu, bahkan aku jauh lebih baik dari Jung Jooyeon itu” ucapnya angkuh sembari menatap kedua yeoja itu bergantian tapi nampaknya kedua yeoja itu terhenyap begitu mendengarnya memanggil Jooyeon bukan dengan memakai Nyonya tapi langsung menyebutkan namanya seakan posisinya lebih tinggi dari Jooyeon.

“dasar tidak tahu sopan santun” cibir seorang yeoja memakai blazer abu-abu tadi.

“apa kau bilang??” pekik Saerin tak percaya kalau yeoja itu berani melawannya padahal jelas-jelas posisi yeoja itu di perusahaan itu lebih rendah dari Saerin. “sampai aku benar-benar menjadi pengganti Jung Jooyeon itu, kau adalah orang pertama yang akan kupecat” tunjuk Saerin pada yeoja memakai blazer abu-abu itu.

“oh aku takut” jawab yeoja itu datar meski dia mengatakan takut tapi sebenarnya dia tak takut sama sekali. Yeoja itu pun beranjak dari duduknya dan melenggang dengan santainya, dengan sengaja yeoja itu menabrak pundak Saerin sehingga membuatnya terdorong ke belakang. “aku tak mau bekerja dengan orang bodoh macam kalian. Satu perusahaan ini juga tahu Nyonya Jooyeon jauh lebih baik daripada dirimu yang bisa kubilang licik, tak tahu sopan santun, dan tak tahu diri” cibir yeoja itu dan kembali berjalan meninggalkan kantin itu.

“Haerin!! Tunggu aku!”

“YA!!!” geram Saerin.

Di meja sebelahnya terdapat seorang namja yang nampaknya mendengar pembicaraan mereka dengan tenang. Ia akui dia bingung siapa yang dibicarakan mereka, dia tahu kalau Sehun itu atasannya tapi yeoja bernama Jooyeon itu ia tak tahu. Kata orang sekitarnya Jooyeon itu adalah istri Sehun yang menghilang 2 bulan lalu dan dinyatakan meninggal. Dia tak begitu menanggapinya tapi yang ia tanggapi adalah yeoja yang dipanggil Haerin itu, dia kenal yeoja itu. yeoja itu adalah mantan yeojachingu seseorang yang ia panggil hyung.

———————-

“oppa ini sudah satu bulan. Apa kau tak merindukan Joohun? Dia menanyakanmu terus begitu juga Jooyeon Eonnie” ucap seorang yeoja yang tengah duduk di depan meja kerja kakak kandungnya itu di kantor.

Diam. Itulah pilihan namja itu yang memilih bungkam seribu bahasa daripada menanggapi pertanyaan adiknya itu yang menginginkannya untuk bertemu dengan anaknya lagi. Namja itu memilih berkutat dengan komputer canggihnya itu dibandingkan menjawab pertanyaan adiknya sendiri. dia sebenarnya sedang berusaha melupakan perasaannya yang tertekan karena ditinggal oleh Jooyeon tapi adiknya mengungkitnya kembali.

“oppa, temui Joohun. Bagaimanapun juga dia masih kecil dan butuh orang tuanya” jelas yeoja itu menatap penuh harap terhadap namja di depannya. “oppa mau lari dari tanggung jawab oppa sebagai seorang kepala keluarga. Aku tahu umur Oppa masih terbilang muda tapi oppa sekarang mempunyai keluarga.”

“keluarga tanpa Jooyeon. Kau tahu, kamu membuatku hancur lagi. Aku mencoba melupakan Jooyeon tapi kau mengingatkan dirinya lagi” ucap namja itu penuh penekanan dan mulai menggertakan giginya kesal.

“Jooyeon Eonnie tak pantas dilupakan ia pantas dikenang. Bagaimanapun juga Jooyeon Eonnie adalah istri Oppa dan oppa yang membuat keputusan untuk menikahinya. Jika aku tahu kalau akhirnya oppa memilih melupakan Jooyeon Eonnie aku takkan pernah menyetujui kalian bersama meski oppa adalah oppaku sendiri. aku akan menyuruh Jooyeon Eonnie kembali pada Chanyeol oppa atau Kyuhyun oppa.” geram yeoja itu dan sukses membuat Sehun mulai naik pitam.

PLAKH

Tamparan keras mendarat tepat di pipi yeoja itu, Jinra. Jinra melebarkan matanya tak percaya atas perlakuan Oppanya itu. dia diam, kepalanya belum bergerak sama sekali, pipinya terasa nyeri karena tamparan keras Sehun. tak lama matanya mulai beralih menatap Sehun yang masih tetap menatap dirinya geram. Kini Jinra juga mulai emosi, ia tahu kalau cara bicaranya sedikit menyinggung Sehun tapi dia tak pernah bermaksud untuk membuat Sehun semarah ini. pilihannya kali ini salah.

“tepat dugaanku pilihanku untuk membuat Jooyeon Eonnie bersama Oppa adalah kesalahan besar” Jinra mulai berdiri menatap Sehun dengan begitu sengit. “Jangan temui Joohun lagi, biar aku yang mengurusnya. Jika Jooyeon Eonnie kembali aku takkan pernah membiarkannya bersama Oppa lagi. Aku akan menyuruhnya untuk segera bercerai dengan Oppa. asal oppa tahu keberadaan Jooyeon Eonnie lebih berarti untukku dibandingkan keberadaan oppa yang notabene oppaku sendiri” Jinra akhrinya melenggang pergi dengan penuh emosi tapi saat itu ia melihat seorang yeoja yang berdiri di dekat pintu yang tanpa disadarinya telah masuk dan mendengar pembicaraan mereka.

“m..maaf” ucap yeoja itu pelan.

“oh jadi ini sekretaris oppa. tidak tahu sopan santun, seharusnya mengetuk pintu dulu dan menunggu seseorang mengatakan masuk. Cha Saerin, yeoja yang berambisi menjadi wanita kaya. Kau tak tahu diriku? Sayang sekali” sengit Jinra menatap Saerin yang masih terdiam tak melawan.

“OH JINRA!!” bentak Sehun kesal karena ulah adiknya itu yang mulai semena-mena baginya.

Jinra memilih melenggang pergi meninggalkan mereka tanpa memperdulikan umpatan yang dilontarkan Sehun dari dalam ruangannya. Tekad Jinra sudah bulat, ia akan melepaskan Jooyeon dari Oppanya sendiri dengan cara apapun karena ia merasa Oppanya tak memiliki rasa tanggung jawab dan tak bisa melindungi keluarganya sendiri.

“maafkan adikku Saerin” ucap Sehun mencoba menenangkan diri dan kembali duduk di kursinya memijat dahinya mencoba rileks.

“gwaenchana”

———————

“aigo~ yeppeuda” puji Baekhyun begitu melihat Yoonjoo telah selesai dengan make over dadakan yang disarankan oleh Baekhyun. Terlihat rambut cokelat Yoonjoo kini berubah kemerahan dan rambutnya tak sepanjang kemarin dengan curl di bawahnya, sekarang rambut Yoonjoo berwarna merah, lurus, dan 10cm di bawah pundaknya. “ini lebih baik bukan?” tanya Baekhyun sembari menggiring Yoonjoo ke depan kaca dan sesekali memainkan rambut Yoonjoo itu.

“menurut oppa?” tanya balik Yoonjoo pada Baekhyun dan yang ditanya mengacungkan ibu jarinya sembari tersenyum memuji Yoonjoo. “oppa aku lapar, kita makan ya” ajak Yoonjoo menarik-narik tangan Baekhyun.

“oke, kajja” ajak Baekhyun merangkul Yoonjoo jalan bersamanya.

Karena salon itu berada di dalam mall jadi itu memudahkan mereka untuk mencari makanan di restaurant yang ada disana. Mereka mengelilingi mall itu mencari tempat dimana di dalamnya ada yang menyediakan makanan yang mereka inginkan. Sembari mencari tempat yang tepat mereka sesekali bercanda seperti layaknya sepasang kekasih. Meski mereka tak ada hubungan apapun saat ini, Yoonjoo kali ini hidup Cuma bisa mempercayai Baekhyun dan Kai namun lebih pasti dia hanya percaya betul pada Baekhyun.

Akhirnya mereka memilih restaurant Jepang sebagai pilihan mereka untuk makan siang kali ini. mereka nampak memesan cukup banyak jenis makanan yang jika orang lain lihat sendiri mungkin bingung sebenarnya apa yang mereka pesan. Meski dalam keadaan makanpun mereka juga tak berhentinya bercanda atau sesekali melayangkan godaan yang dominan dilakukan oleh Baekhyun.

Mengenai Baekhyun, dia bekerja sebagai seorang komposer dan mungkin sebentar lagi dia juga akan merangkak jadi seorang penyanyi. Tak bisa dipungkiri suara Baekhyun memang indah sehingga membuat Yoonjoo meminta Baekhyun untuk selalu menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya. Tak jarang Baekhyun akan ditinggal tidur lebih dulu oleh Yoonjoo yang terlanjur menikmati suara indah Baekhyun sehingga membuatnya mengantuk dan tertidur.

Yoonjoo sempat berpikir belakangan ini untuk bekerja meski hanya sekedar sebagai seorang pelayan ia akan lakukan karena ia berpikir untuk tak selalu bergantung pada Baekhyun, tapi siapa sangka Baekhyun ternyata Over-protective pada Yoonjoo. Yoonjoo akan menunggu waktu yang tepat untuk meyakinkan seorang Byun Baekhyun agar bisa mempercayainya. Kalau dia terus bergantung dengan Baekhyun juga kapan dia akan mandiri.

“Oppa.. boleh aku bekerja/?” tanya Yoonjoo dan sukses membuat Baekhyun tersedak mendengarnya. Buru-buru Yoonjoo segera menyodorkan minuman kepada Baekhyun. Setelah selesai minum ia menatap Yoonjoo datar. “a-aku tak mungkin terus bergantung pada oppa dan merepotkan oppa terus untuk memenuhi kebutuhanku” ucap Yoonjoo ragu.

“aku tak merasa direpotkan” geleng Baekhyun tak membenarkan pernyataan Yoonjoo.

“meski oppa mengatakan seperti itu, aku tetap tak enak pada oppa” aku Yoonjoo dan mulai menyandarkan tubuhnya di kursi, matanya menatap Baekhyun yang nampak menyiratkan kebingungan. “Oppa jangan khawatir, aku bisa jaga diriku. Aku Cuma ingin menghasilkan uang dari jerih payahku meski kuyakin aku tetap akan masih merepotkan oppa” lanjut Yoonjoo dan mengulurkan tangannya menggenggam tangan Baekhyun yang menggenggam sumpit alumuniumnya itu.

“aku tak mengizinkanmu karena kamu tak mengingat masa lalumu, aku khawatir jika nantinya kau dengan mudahnya mempercayai orang lain dan pergi dari sisiku. Kau harus tahu satu hal, aku mulai terbiasa hidup bersamamu dan menerimamu disisiku” ucapan Baekhyun tiba-tiba saja membuat Yoonjoo diam seribu bahasa, secara tak langsung bukankah Baekhyun mengatakan kalau dia menyukai Yoonjoo dan ingin Yoonjoo hidup bersamanya. “aku sempat berpikir di umurku yang sekarang untuk mengikatmu menjadikanku istriku” aku Baekhyun menatap Yoonjoo dengan begitu hangatnya.

Yoonjoo terdiam, dia mulai berpikir ketika Baekhyun mengatakan kalau dia ingin menjadikannya istrinya. Padahal Baekhyun dan Yoonjoo belum mengenal lama, bahkan mereka belum bisa mengenal satu sama lain . Baekhyun juga tak mengetahui masa lalu Yoonjoo jadi itu membuat Yoonjoo ragu, perasaannya pada Baekhyun pun bisa terbilang masih biasa saja meski terkadang ia merasa senang jika ia selalu berada di sisi Baekhyun.

“oppa bahkan kita saja baru mengenal selama 2 bulan itu..”

“membuatmu ragu?” tebak Baekhyun, tangannya kini terlepas dari genggaman Yoonjoo dan terulur mengelus rambut Yoonjoo. “kalau aku tak ragu, karena aku telah memilihmu”

Yoonjoo menggeleng menandakan tak setuju dengan pernyataan Baekhyun tadi. Tangan Yoonjoo melepas elusan Baekhyun, ia tak menghempaskan tangan Baekhyun melainkan menaruh tangan Baekhyun di pipinya lalu kepala Yoonjoo tergerak untuk mencium tangan Baekhyun dan menghirup aroma parfum yang tersisa disana.

“Oppa harus bisa mempercayaiku” pinta Yoonjoo melepas tangan Baekhyun bersamaan dengan itu dia beranjak dari duduknya hendak pergi lebih dulu. “kita pulang oppa” ajak Yoonjoo dan berjalan lebih dulu meninggalkan Baekhyun yang masih berada di belakangnya.

————————-

“BUKA PINTUNYA OH JINRA!!!” lantang seorang namja berteriak di depan salah satu apartemen yang bisa terbilang cukup mewah. Tempat itu adalah apartemen dimana Jinra tinggal sendirian dan sekarang ia tinggal dengan Joohun. “Jinra! Kau bilang aku harus menemui Joohun? Aku mau menemuinya sekarang!!”

“kau.. seperti ini karena terpaksa. Kalau Jooyeon Eonnie mendengar ini semua aku yakin dia akan sangat membencimu karena tak menyayangi anakmu sendiri!!” balas Jinra dari dalam apartemennya tak kalah kencangnya.

“Jangan membawa nama Jooyeon!!”

“Kenapa? Oppa mau melupakan Jooyeon Eonnie? Oppa membenci Jooyeon Eonnie? Iyakan Oppa membencinya???”

Sehun nampak geram dengan tingkah adiknya itu sampai akhirnya emosinya benar-benar sudah memuncak, “Ya benar!! Aku membencinya!! Dia tak menuruti perkataanku! Dia malah meninggalkanku!! Dia benar-benar istri yang tidak patuh pada suaminya, kau tahu itu!!!” lantang Sehun lalu menendang keras pintu apartemen Jinra.

Tak lama kemudian Jinra membuka pintunya dan menatap Oppanya itu dengan emosi yang nampak mulai memuncak, “Oppa lah yang tak bisa mengerti perasaan Jooyeon Eonnie!!! Kau tahu kalau Jooyeon Eonnie selalu merawat Joohun sendirian? tapi kenapa kau selalu membuatnya mengerjakan semuanya sendirian?? kau tak pantas disebut sebagai Suami Jooyeon Eonnie, kau tak pantas disebut sebagai seorang Appa, dan kau tak pantas kusebut sebagai Oppaku!!!”

PLAKH

Lagi-lagi tamparan keras telah dilayangkan Sehun kepada Jinra untuk kedua kalinya hari ini, dihari yang sama namun waktu yang berbeda. Kali ini lebih parah lagi, Jinra tersungkur ke lantai dan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Tamparan yang dilayangkan Sehun sangat kencang hingga melukai Jinra. Jinra menatap Sehun geram ia tak pernah menyangka kalau Sehun akan benar-benar menjadi ringan tangan seperti ini.

“Jinra!” pekik seseorang yang langsung berlari ke arah Jinra dan mencoba menolongnya, seorang namja yang tengah menggendong anak kecil itu nampak panik melihat kondisi Jinra. “gwaenchana?” tanya namja itu khawatir.

“C-Chanyeol o-oppa bawa Joohun ke dalam” pinta Jinra berbisik pada Chanyeol, namja itu mengangguk dan mengangkat Joohun untuk segera masuk tapi Sehun menahan Chanyeol sehingga ia mundur lalu menghadap ke arah Sehun. “jangan sentuh Joohun. Kau tak pantas untuk menjadi Appanya” ucap Jinra penuh penekanan.

“kau pikir dirimu siapa, aku tetap Appanya dan aku berhak untuk membawanya bersamaku” balas Sehun menatap Jinra sengit.

Jinra dengan cepat bangkit dan mendorong Sehun mundur, kesempatan itu tak dilewatkan Chanyeol dan Jinra untuk masuk ke dalam lalu mengunci pintu apartemen mereka membiarkan Sehun meracau di luar ataupun berteriak memanggil mereka.

“kau sadar dengan keputusanmu Jinra?” tanya Chanyeol yang masih mendekap tubuh mungil Joohun, ia nampak mencoba menenangkan Jinra yang nampaknya emosi benar-benar menggeluti dirinya. “kau baru saja memisahkan seorang anak dari Appanya”

“Aku sadar. Karena aku sadar makannya aku memilih ini semua. Dia bahkan tak pantas disebut sebagai seorang Appa”

To Be Continued

Iklan

58 pemikiran pada “Forget (Chapter 2)

  1. Saerin bener” pengen gua tampar…!!! cabik”…!!! Dan gua bakar… -_-
    Sehun sadar dong lu blg apa ttg Jooyeon….
    Dan Baekhyun blm apa” udh fall in love aja ke Jooyeon (Yoonjoo)….
    Semoga Sehun tarik kembali kata” nya -_-

  2. Saerin astagah -,,- jgn biang kalo dia yg nyuntik jooyeon :”3 gak bermaksud suudzon/? Cuman nebak hehe 😀 sehun berubah banget :” ini gimana aduh baekhyun jan dulu nikah sama jooyeon :”3 jinra hebaat XD ah tapi kasian juga dia ditampar sehun :” tapi dia wanita yg kuat XD keep writing thor 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s