Soulmate (Chapter 3)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

Part 3: Oh Se Hoon / Sehun

 

Oh Se Hoon / Sehun

Aku segera menutup pintu kamarku rapat-rapat. Ucapan Xiu Min hyung terus terngiang di pikiranku.

“ Namanya Yong Mi. Lee Yong Mi.”

Yong Mi. Nama itu adalah nama yang terus menghantuiku selama beberapa tahun ini. Yeoja kecil yang dulu pernah kutemui. Yeoja yang dulu… pernah mengisi hatiku.

Semua berawal 7 tahun lalu, saat pertama kali aku bertemu dengannya.

+++

Flashback

                Sehun melompat di antara dahan-dahan pepohonan di hutan yang lebat. Suasana saat itu sangat gelap, namun Sehun tidak merasa takut sedikit pun untuk terus melangkah. Sebagai seorang vampire yang mempunyai kekuatan angin, dia tidak takut ada vampire lain yang menyerangnya karena dia dapat mencabik-cabik tubuh mereka dengan kekuatannya.

                “ Hiks… Hiks…”

                Sehun berhenti di salah satu dahan. Dia melihat dengan jelas seorang anak perempuan berdiri di bawah dahan pohon tempat dia bertengger (?). Anak perempuan itu menangis keras, membuat Sehun sangat terganggu. Dia melompat turun dari dahan itu, membuat anak perempuan tersebut terlonjak kaget.

                “ Yak! Jangan menangis!! Pendengaranku terganggu karena suara tangisanmu itu!” bentak Sehun padanya. Bukannya takut, anak perempuan itu justru berlari ke arah Sehun dan memeluknya.

                “ Oppa… Hiks… Aku tersesat… Eomma appa tidak ada…” ucap anak perempuan itu sesenggukan. Sehun segera menepis tangannya.

                “ Lalu kenapa? Apa hubungannya denganku? Cari saja sendiri orang tuamu!” balas Sehun ketus. Dia berniat untuk pergi ketika suara tangisan anak perempuan itu semakin keras.

                “ Oppa…! Hiks, hiks… Huwaaaa!!!”

                Sehun segera menutup telinganya agar suara itu tidak mempengaruhi pendengarannya.

                “ Jangan menangis! Kau benar-benar ingin membuatku tuli, hah?!” bentak Sehun lagi. Anak perempuan itu terus menangis, dan Sehun tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan. “ Arasseo! Aku akan menemanimu keluar dari hutan ini! Puas?”

                Seketika raut wajah anak perempuan itu berubah gembira. Dia kembali memeluk Sehun.

                “ Gomawo, oppa! Gomawo…!”

                Sehun merasa risih, terutama saat dia mencium bau darah anak perempuan itu yang merupakan seorang manusia. Terlebih, dia merasakan jantungnya berdetak dengan sangat cepat. Dia segera mendorong anak perempuan itu menjauh.

                “ Cepatlah! Aku hanya menemanimu keluar dari sini!” ucap Sehun kasar, untuk menutupi dirinya yang gugup sekarang. Riddiculous, dia menyukai seorang manusia?

 

                “ Uwaa!! Sudah keluar!!” ucap anak perempuan itu senang. Dia berjalan dengan senang keluar dari hutan tersebut. Sehun memutar kedua bola matanya.

                “ Sudah selesai? Aku pulang!” ucap Sehun seraya berbalik, namun dia terkejut merasakan tangan kecil anak perempuan itu melingkar di perutnya.

                “ Oppa, gomawoyo~…” ucap anak perempuan itu tulus. Sehun kembali merasakan sensasi aneh di dalam dirinya. “ Nama oppa siapa? Jadi nanti aku bisa mengatakan pada eomma dan appa kalau oppa yang menolongku!”

                “ Kenapa kau hiperaktif sekali?” ucap Sehun kesal, namun tak dapat dipungkiri dia tersenyum juga melihat kepolosan anak perempuan itu. “ Namaku Sehun, Oh Se Hoon.”

                “ Namaku Yong Mi! Lee Yong Mi! Oppa, nanti datang mengunjungiku ya! Rumahku disana!” ucap anak perempuan itu seraya menunjuk ke sebuah rumah yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri. “ Annyeong, oppa!”

                Anak perempuan itu menarik jaket Sehun sehingga Sehun menunduk dan tanpa diduga, anak perempuan itu mencium pipinya.

                “ Daahh!!”

                Dia berlari pergi meninggalkan Sehun yang berdiri kaku, tidak menyangka bahwa dia akan dicium pipinya oleh anak perempuan yang berumur sekitar 9 tahun.

                “ Aku pasti sudah gila…”

+++

Lee Yong Mi

Setelah berusaha kabur, ternyata aku kembali ke tempat ini lagi. PLUS, tanganku juga dirantai.

Pintu ruang ini terbuka. Kulihat Lu Han membawa sebuah nampan dengan gelas berisi minuman berwarna merah dan piring berisi spagetti dengan saus tomat di atasnya.

“ Makan.” Ucapnya dingin. Aku sudah kenyang minum darah Min Seok dan siapa itu namanya? Suho? Ah, benar dia.

“ Aku sudah kenyang.” Ucapku tidak kalah dingin. Dia meletakkan nampan itu di sebelahku dengan kasar.

“ Apa kau ingin bergantung dari darah mereka saja? Kau tahu, mereka bisa mati jika kau terus bergantung pada darah mereka. Sekarang, aku sudah rela meluangkan waktuku untuk membuatkan makanan manusia, namun sudah kucampur dengan darah binatang. Kau harus memakannya, atau aku yang akan menghisap darahmu sampai habis!” ucapnya kasar. Aku mendengus.

“ Silahkan saja, kemudian dongsaeng kalian itu juga akan ikut mati bersamaku.” Balasku kesal. Dia terdiam, namun kemudian dia menyendokkan spagetti itu kasar dan memasukkannya ke mulutku dengan paksa. Aku hampir tersedak karena menelan spagetti itu bulat-bulat (?).

“ Yakkk! Kkauu… mmahu… membunuuhguu???” ucapku di sela mulutku yang penuh. Darah-yang awalnya kukira saus tomat-melesak masuk ke tenggorokanku, membuatku mual dan hampir memuntahkannya jika dia tidak memaksaku menelannya.

“ Telan! Aku tidak mau kau mendapatkan transfusi darah lagi!” bentaknya padaku. Entah mengapa, aku merasakan sakit yang amat sangat di dada kiriku, tepatnya di jantungku. Tanpa terasa air mataku menetes.

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Baru saja aku berniat masuk ke dalam ruang bawah tanah ketika kulihat Yong Mi menangis.

“ Kenapa kau selalu dingin padaku?” suaranya yang serak terdengar. “ Apa aku berbuat salah padamu? Aku memang mendapatkan transfusi darah dan menghisap darah Min Seok dan Suho, tapi mereka berdua yang terlebih dahulu menghisap darahku!”

Klontang…

Sendok yang Lu Han hyung pegang pun jatuh. Dia tampak terkejut.

“ Mereka… menghisap darahmu?” tanyanya pelan. Yong Mi mengangguk. “ Dan kau… menghisap darah mereka?” Yong Mi mengangguk lagi. Lu Han hyung terpana sesaat, kemudian dia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan itu. Bahkan dia berjalan melewatiku begitu saja! Apa yang terjadi padanya?

“ Uhuk!!”

Aku terkejut melihat Yong Mi yang terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Sigap, aku segera menghampirinya.

“ Gwenchana?” tanyaku. Dia menggeleng.

“ Darahnya… uhuk! Terlalu banyak masuk… ke dalam mulutku…” jawabnya terbata. Dan entah apa yang kulakukan, aku menciumnya seraya menghisap lembut darah di dalam mulutnya. Dia terbelalak, namun tubuhnya tidak melawan saat lidahku menelusuri bagian mulutnya, menjilat sisa-sisa darah di dalamnya.

Darahku bergejolak. Perasaanku yang dulu telah menghilang sekarang kembali muncul hanya dengan mendengar namanya. Yong Mi… Mengapa kau membuatku menjadi gila seperti ini?

“ Henti…”

Aku justru menarik tengkuknya dan melumat bibirnya kasar. Dia terlalu menggoda, siapa pun pasti merasakannya. Kurasa karena inilah kenapa Lu Han hyung menciumnya tadi. Dia memang tidak dapat ditolak.

“ Berhenti…” ucapnya lemah. Aku melepas ciumanku, namun sekarang aku beralih pada lehernya yang mempunyai bau khas yang…

Bukan, ini bau darahnya.

+++

Lee Yong Mi

Aku menggigit bibirku kuat saat kurasakan dia menciumi leherku, dan aku tidak menyadari bahwa bibirku berdarah. Darah itu mengalir turun ke dagu, kemudian ke leherku dimana dia…

Gawat! Jangan sampai dia…

“ AAAAAAAAAAA!!!!” teriakku ketika kembali merasakan hal yang sama seperti tadi, namun ini lebih sakit. Taringnya benar-benar menusuk ke dalam leherku. Eomma… Appa… Sakit sekali, hiks…

Tangannya membekap mulutku hingga aku tidak dapat berteriak. Air mataku kembali mengalir. Hiks… eomma… appa… Sakit sekali…

Dan aku kembali pingsan untuk kesekian kalinya semenjak aku menjejakkan kaki di tempat ini.

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Dia pingsan, namun itu lebih membuatku leluasa untuk terus menghisap darahnya.

Bruakk!!

Pintu ruangan itu terbanting dan dalam sekejap aku terdorong ke dinding di sampingku. Aku mendongak, berniat menghajar siapa yang berani-beraninya menghentikanku.

“ Lu, Lu Han hyung?” ucapku terkejut melihat Lu Han hyung menatapku tajam. Nyaliku seketika menciut, dan aku tersadar apa yang baru saja kulakukan nanti.

“ Aku sudah menduganya.” Ucap Lu Han hyung datar. “ Lay, obati dia.”

Lay hyung tidak banyak bicara. Dia dan Chen hyung berjalan menuju sisi Yong Mi, kemudian Lay hyung mulai mengobati bekas luka gigitanku di lehernya, dan dia mentransfusikan darah Chen ke dalam tubuh Yong Mi.

“ Jangan sampai dia menghisap darahmu.” Pesan Lu Han hyung sebelum dia berjalan pergi dari ruangan ini. Aku mengernyit bingung.

Bruk.

Lay hyung ambruk ke atas tanah. Aku panik dan segera menghampirinya.

“ Hyung?? Gwenchanayo?!” tanyaku cemas.

“ Tenagaku terlalu banyak terkuras hari ini… Jebal, jangan menyakitinya lagi…” bisik Lay hyung pelan, sebelum akhirnya dia pingsan. Aku dan Chen hyung panik.

“ Hyung, ottokhae??” tanyaku pada Chen hyung. Dia menggeleng bingung. “ Apa kekuatanmu tidak bisa digunakan, hyung?” tanyaku lagi.

“ Petir akan menggosongkannya, pabo!” jawab Chen hyung seraya menjitak kepalaku. Aku meringis. “ Pakai kekuatanmu saja. Ingat, jangan gunakan secara berlebihan. Hanya untuk mengangkatnya saja.” Ucapnya lagi. Aku mengangguk dan berkonsentrasi untuk menggunakan kekuatanku.

+++

Park Hyura

Akhirnya! Aku bisa berjalan lagi!

“ Oppaaa!!” teriakku memanggil 12 oppaku. Kemana mereka semua? Cih, akan kubunuh mereka kalau mereka sedang mempedulikan yeoja menyusahkan itu!

Aku berjalan keluar dan melihat Sehun dan Chen oppa berjalan ke arahku dengan wajah ditekuk.

“ Oppa!” panggilku kesal. Mereka berdua menoleh dan menatapku sesaat, kemudian kembali menekukkan wajahnya. “ Yak! Oppa!! Neo micheoseo?!!” bentakku. Mereka tidak menjawab apa pun, hanya berjalan pergi meninggalkanku begitu saja.

“ YAK OPPA!!!”

+++

Lee Yong Mi

Seluruh tubuhku terasa sakit. Setelah pingsan tadi, aku tidak tahu apakah dia menghisap darahku sampai habis atau tidak. Tapi, mengingat bahwa aku sekarang sadar dari pingsanku, maka aku yakin kalau dia berhenti di tengah jalan (?).

“ Hey, gwenchana?”

Aku mendongak dan melihat seorang namja menatapku-entahlah. Khawatir? Molla…

“ Em, nan gwenchana.” Jawabku pelan. Dia berjalan mendekatiku. Aku segera memejamkan mata, takut kalau-kalau dia sama dengan namja lainnya, menyerangku begitu saja dan selalu membuatku pingsan karena kekurangan darah.

Kurasakan sesuatu yang dingin menyentuh lenganku. Aku segera membuka mata dan melihat namja itu melepas borgol di tanganku. Setelah borgol itu terlepas, dia menurunkan tanganku perlahan.

“ Sakit?” tanyanya. Aku segera menggeleng. Dia melepaskan borgol di tanganku yang lain dan menurunkannya secara perlahan. “ Apa kau sangat ingin lepas dari pasunganmu ini?”

Dengan cepat aku mengangguk.

“ Tapi kau harus berjanji satu hal padaku.”

Perkataannya tadi membuat harapanku yang melambung tinggi jatuh terhempas ke bawah tanah. Janji? Hello?

“ Ja, janji apa…?” tanyaku lemas. Dia tersenyum dan-entah aku salah lihat atau tidak-tubuhnya bercahaya.

“ Kau tidak boleh kabur dari sini lagi.” Jawabnya. Benar, kan?! Aku sudah menduga bahwa janjinya pasti akan merugikanku!

“ Mwoya?! Tujuan utamaku sekarang adalah kabur dari sini! Lebih baik aku dipasung selamanya daripada harus berjanji padamu!” bentakku kesal. Seketika cahaya di sekeliling tubuhnya meredup, bergantikan sesuatu berwarna hitam yang mengelilinginya. Aku merasakan ada aura yang tidak mengenakkan di sekelilingku.

“ Kau berani melawanku…?” sungguh, suaranya terdengar sangat menyeramkan!

“ A, aku…”

“ Kau tahu bahwa aku mengambil kunci ini dari Lu Han hyung dengan resiko yang begitu besar?” ucapnya memotong perkataanku. Rasanya aku benar-benar ketakutan sekarang.

“ A, arasseo… Aku, aku berjanji tidak akan kabur.” Ucapku terbata. Seketika aura itu menghilang. Tubuhnya kembali bercahaya.

“ Jinja?” tanyanya senang. Aku menganggukkan kepalaku pelan. Tiba-tiba saja dia memelukku erat. “ Gomawo~…! Akhirnya, ada yang dapat menuruti perkataanku!”

Aku tidak dapat membalas perkataannya, karena aku telah terjebak di dalam rumah ini. Selamanya.

+++

Oh Se Hoon / Sehun

Dimana Baekhyun hyung? Sedari tadi Chanyeol hyung mencarinya dan dia marah-marah dengan mengeluarkan api di seluruh tubuhnya sehingga kami tidak dapat mendekatinya.

“ Baekhyun hyung!!” teriakku memanggilnya.

“ Disini!!” suaranya terdengar dari dalam ruang bawah tanah. Itu berarti… dia bersama dengan Yong Mi?

Aku segera melangkah ke arah suara dan melihat Baekhyun hyung sedang melepaskan pasungan di kaki Yong Mi.

“ H-hyung? Apa yang kau lakukan?” tanyaku tidak percaya. Baekhyun hyung menarik pasungan itu.

“ Gwenchana, Yong Mi udah berjanji untuk tidak kabur dari sini. Benarkan, Yong Mi?” ucap Baekhyun hyung. Yong Mi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Raut wajahnya jelas menyiratkan bahwa dia takut-dan lelah. Aku segera membantunya berdiri.

“ Kau bisa berdiri sendiri?” tanyaku. Dia menggeleng.

“ Kakiku sakit sekali…” jawabnya. Aku merasa sedikit iba melihatnya. Saat menoleh ke Baekhyun hyung, aku teringat bahwa Chanyeol hyung mencarinya.

“ Hyung, kau dicari Chanyeol hyung. Cepatlah, dia sudah berapi-api.” Ucapku yang dibalas dengan raut wajah pucat Baekhyun hyung. Dia melompat keluar, sehingga sekarang hanya tinggal aku berdua dengan Yong Mi.

“ Ce, cepat pergi!”

Aku terkejut melihat Yong Mi panik. Dia berusaha mendorongku.

“ Wa, waeyo?” tanyaku tidak terima.

“ Rasa hausku datang lagi… Jangan sampai aku menghisap darahmu, seperti yang kulakukan pada Min Seok dan Suho!” jawabnya yang membuatku terbelalak. Jadi, dia menghisap darah Xiu Min hyung dan Suho hyung karena rasa hausnya? Bukan karena dia tergoda atau apa pun itu?

“ Ta, tapi…”

Dia mendorong tubuhku kasar, sehingga aku jatuh ke atas lantai. Dia sendiri pun jatuh terduduk. Wajahnya sangat menyiratkan kalau dia kesakitan. Aku ingin menolong, tapi apa yang harus kulakukan?

“ PERGI!” bentaknya. Aku segera menghampirinya dan menyenderkan tubuhnya ke dinding.

“ Jangan ditahan!” ucapku seraya memegang kedua tangannya. “ Kau akan tersiksa jika kau tahan. Ingat, kau itu setengah vampire sekarang! Kau juga pasti membutuhkan darah!” ucapku lagi. Entah dia mendengarkan atau tidak, yang jelas dia tampak berusaha untuk menahan rasa sakitnya. Aku menghela nafas pasrah, kemudian merobek kulit lenganku. Darah segera mengalir, dan aku mengarahkan lenganku yang berdarah padanya agar dapat dia hisap.

Seketika matanya berubah warna menjadi merah. Taringnya muncul dengan cepat dan dia menanamkan taringnya di lenganku. Aku meringis, merasakan sakit ketika darahku dihisap paksa.

“ OMONA! SEHUN!”

Aku menolehkan kepalaku paksa dan melihat Lu Han hyung berdiri terpaku di depan pintu. Dia berlari ke arahku dan berusaha melepaskan taring Yong Mi dari lenganku, namun aku segera menahannya.

“ Hyung, sudahlah…” bisikku lemah. Wajahnya terlihat protes.

“ Tapi, tapi…”

“ Ini balasan karena aku tadi telah menghisap darahnya, hyung…” potongku. Lu Han hyung tidak mengatakan apa pun lagi.

TBC

Iklan

35 pemikiran pada “Soulmate (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s