Into Your World (Chapter 1)

Title:

Into Your World – CHAPTER 1

 

Author :

@Lightsbers

 

Cast :

Byun Baek Hyun

Choi Rae Ah

 

Genre :

Romance, School life.

 

Lenght :

Chaptered

 

Happy reading all. Your comments is my lights, gomawo :*

 ___________________________________________

CHAPTER 1

Rae POV

Click! Click!

            Jari telunjukku bermain dengan lincah diatas tombol kamera yang aku bawa saat ini. Aku adalah salah satu dari 5 orang anggota fotografer jurnalistik di sekolah ini, Chunjung High School. Sebagai fotografer yang ditunjuk, aku dipercaya untuk mengabadikan seluruh moment disekolah ini dan mendokumentasikannya di mading sekolah. Saat ini aku sedikit terganggu dengan teriakkan-teriakkan seluruh yeoja di ruangan ini. Hal itu terkadang membuat hasil gambarku kabur karena kaget maupun karena terdorong yeoja-yeoja itu.

Aku sibuk membidikkan kamera ke-6 namja tampan yang sangat populer disekolah ini. Grup asal jurusan Kesenian yang diberi nama panggung EXO itu sedang bernyanyi dan menari dengan lagu lamanya yang berjudul History dan Into Your World untuk mengisi acara pembukaan tahun ajaran baru Chunjung High School. Kebanyakan fans adalah yeoja dari jurusan lain di sekolah ini. Jelas saja, hanya jurusan Kesenian yang memiliki perkembangan dalam menaikkan nama sekolah ini. Apalagi semenjak EXO muncul di sekolah ini. Mereka memang bukan artis atau boyband. Mereka hanya membentuk grup ini untuk menyalurkan bakat mereka masing-masing. Mulai dari dance, vocal dan rap merekalah yang menciptakannya sendiri. Selain tampan, popularitas mereka mencuat saat nama ke-6 namja ini masuk di 10 besar murid berprestasi jurusan Kesenian. Mereka luar biasa!

Namaku Choi Rae Ah. Aku biasa dipanggil Rae. Hari ini aku naik ke kelas 2 tepatnya di jurusan Vocal-Kesenian Chunjung High School. Tahun ini aku meraih peringkat ke-3 murid berprestasi jurusan Kesenian. Aku juga cukup tercengang bisa mendapatkan prestasi setinggi itu. Ditambah lagi dengan bangganya aku pernah berdiri berdampingan dengan ke-6 namja itu. Aku tidak mempunyai begitu banyak teman disekolah ini, mereka semua takut denganku. Apanya? Jelas saja bentuk mataku yang sipit dan sangat runcing seperti elang.  Ini karena kebiasaanku memotret sejak kecil. Mereka memandangku seolah ingin segera kabur karena takut diajak perang.

Aku tersenyum puas dan segera membereskan barang-barangku di backstage acara hari ini. Mataku sedikit terpana ketika melihat EXO memasuki ruang backstage setelah penampilan mereka tadi. Aku kembali merapihkan barangku karena tahu apa yang akan terjadi. Jika aku melihat mereka terlalu lama, aku dikira gila mungkin? Aku selalu mengingat bentuk mataku yang sangat berbeda ini.

“Haah…” aku menghela nafas sesaat setelah mengingatnya.

“Waeyo?” seorang namja yang berada di sampingku nyaris saja membuat jantungku copot. Mereka salah satu dari member EXO, namanya Suho. Member paling ramah diantara yang lainnya.

“Ah, aniya…” aku kembali memasukkan barang-barangku ke tas.

“Hei! Kau fotografer tadi kan? Boleh aku lihat hasil potretanmu?”

“Oh, tentu saja.”

Aku memberikan kameraku kepada Suho. Member lainnya langsung berebut ingin ikut melihat. Aku tertawa saat melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil. Kecuali 1 orang member yang terpisah berdiri di pojok ruangan sambil memasukkan buku-buku tebalnya ke dalam tas. Aku tahu namanya, Byun Baek Hyun. Salah satu namja di grup ini yang kurang suka bersosialisasi dengan para fansnya. Namja yang paling sulit ditemukan dan diajak ngobrol. Sikapnya normal saja berteman dengan orang lain. Tapi orang-orang cukup segan untuk membuka topik dengannya. Karena Ia paling jarang tersenyum.

“Gansahamnida Rae!” ucap kelima member EXO itu kompak seraya mengembalikan kameraku. Membuyarkan lamunanku yang tertuju pada Baekhyun.

“Ah, cheonmaneyo…” aku segera bergegas menuju kelasku.

 

-Author POV-

Rae berjalan menuju kelas barunya, 2-A. Ia berjalan menuju kelasnya sambil melihat-lihat hasil bidikkannya tadi pagi.

Brukk!

 Ia tertabrak seseorang. Spontan tangan Rae melindungi kameranya yang nyaris terjatuh.

“Mi-mianhae…” Rae menundukkan kepalanya sekilas dan terkejut melihat siapa yang ada didepannaya. Baekhyun! Ia berdiri disamping D.O dan didepanku! Tanpa merespon permintaan maaf Rae, Baekhyun berlalu memasuki kelasnya. Rae sedikit mendecak sebal karena perlakuan Baekhyun barusan. Penasaran, Rae melihat papan kelas yang tergantung di atas pintu.

“Oh, 2-A. MWO?! Dia dikelas ini?” tanpa sadar Rae membuat semua orang melihat ke arahnya, karena teriakkannya barusan. Rae mencoba bersikap normal kembali dan berjalan memasuki kelasnya. Kegiatan belajar memang belum dimulai hari ini. Hari ini hanya untuk acara bersosialisasi dengan teman baru dikelas saja. Aku kembali melihat hasil foto di kameraku. Tepatnya melihat foto EXO.

Ya… Kenapa banyak sekali foto Baekhyun bertebaran di kameraku? Apa tadi aku terlalu serius membidik ke arahnya? Memang sih dari semua member, aku paling menyukainya, tapi kenapa harus menyukainya? Tersenyum di atas panggung saja jarang, batin Rae. Ia memperhatikan Baekhyun duduk di bangku paling depan kelas ini dan Ia membawa 1 buah note kecil dan i-Pad putihnya, lalu beranjak dari tempat duduknya.

“Baekki-ah kau mau kemana?” tanya D.O dengan suara lantangnya dari belakang kelas.

“Perpustakaan…” ujarnya seraya mengangkat tangannya ke arah D.O.

“Dasar maniak buku.” D.O bergumam dan melanjutkan aktifitas ngobrolnya.

 

Rae POV

Bosan. Aku mengikuti Baekhyun menuju perpustakaan. Sesampainya disana, aku bingung mau ngapain -_- ya Tuhan. Baekhyun sudah lebih dulu duduk di bangku ujung dekat jendela yang mengarah ke pantai. Akhirnya aku mencari buku kesukaanku, buku fantasi. Itu cukup membuatku berbinar-binar hanya dengan membacanya. Setelah berhasil menemukan 2 buku fantasi yang menarik perhatianku. Aku ikut duduk dihadapan Baekhyun.

Deg! Jantungku tiba-tiba berdebar cepat saat melihat namja dihadapanku menggunakan kacamata berbingkai hitam legam. Dia tampaaaaan! Jeritku dalam hati. Bukannya membaca buku bacaanku, aku malah memandanginya terus-menerus. Dan…

“Baekhyun neomu kyeopta…” tidak sengaja aku mengucapkan kata-kata ini didepannya! Aku memang sulit mengontrol kata-kataku jika itu sangat menarik perhatianku.

“Mwo? Sejak kapan kau disini?” ucapnya menyadari kehadiranku.

“Ani… Aku memperhatikanmu daritadi apa kau tidak melihatku?”

Baekhyun kembali menutup wajahnya dengan buku bacaannya dan tidak menanggapi perkataanku.

“Baekhyun…” panggilku tak digubris olehnya.

Berulang kali aku mencoba memanggilnya dan mengajaknya bicara.

“Baekhyun, Baekhyun, Baekhyun, Baekhyun kau akan segera tua jika tidak mengindahkan panggilanku. Baekhyun-ah…” aku sedikit merengek saat Ia masih saja bersikap cuek. Dia melihatku sesaat,

“Ya! Apa maumu?” dia kembali berbicara didepan bukunya tanpa melihatku.

“Oppa…” aku sedikit menyepelekannya saat ini, mencoba meledeknya.

“Aku bukan Oppamu.” Jawabnya seadanya.

“Ne… tapi kau benar-benar akan segera tua jika kau tidak pernah tersenyum.”

“Itu bukan urusanmu.”

Aku mengerucutkan bibirku dan berlalu dari hadapannya karena mendengar bel pulang tiba-tiba berhenti.

 

Keesokan harinya…

“Oppa! Hari ini kau mau ke perpustakaan lagi?”

“Jangan memanggilku ‘Oppa’, sudah kubilang aku bukan Oppamu.” ucapnya seraya berjalan cepat ke arah perpustakaan. Aku mengikutinya berjalan dibelakangnya.

“Kenapa kau mengikutiku?”

“Eo? Aku memang mau ke perpustakaan.” Dustaku sesaat, padahal aku juga ingin menjadi temannya.

 

Di perpustakaan…

“Annyeong!” sapaku kepada ibu pustakawan saat memasuki perpustakaan.

“Annyeong, kau datang lagi?” tanya ibu pustakawan itu sembari mengernyitkan dahinya.

“Ne… aku suka buku-buku fantasi di sini. Wae?” Kataku.

“Wah, aku akan mencoba memperbanyak buku fantasi disini. Haha, sudah lama tidak ada yang datang ke perpustakaan ini, mungkin kondisinya yang membosankan.  Hanya Baekhyun-ssi yang datang kesini tanpa absen sedikitpun.” Kata ibu pustakawaan itu sambil melihat ke arah Baekhyun yang sudah duduk di tempat favoritnya.

“Jinjja?” kataku sedikit tak percaya.

“Ne… kau masih punya ID perpustakaan ini?”

“Ah, ne…”

“Kalau kau mau meminjamnya, gunakan saja kartu itu.”

“Eo… gansahamnida!” ucapku tersenyum sambil berjalan untuk duduk didepan Baekhyun.

 

-Baekhyun POV-

Satu minggu berlalu semenjak yeoja itu terus mengikutiku ke perpustakaan. Aku nyaris gila dengan panggilannya kepadaku sampai detik ini ‘Oppa’, ah sungguh. Aku sedikit dekat dengannya dibandingkan dengan yeoja lain disekolah ini. Aku sedikit terhibur dengan lelucon-lelucon bodohnya selama di perpustakaan. Apalagi kalau dia sudah bercerita mengenai buku fantasi-nya yang baru Ia baca. Aku jarang memperhatikan wajahnya karena terlalu berkonsentrasi dengan buku bacaanku.

“Oppa…” panggilnya terlihat lelah.

“Hmm?”

“Aku bosan…” eluhnya sambil terus memandangiku.

“Lalu?”

“Ah! Boleh aku meminjam i-Padmu?”

Aku menyodorkan i-Pad putihku ke arahnya. Isinya Cuma lagu-lagu yang aku ciptakan dan yang EXO ciptakan. Aku melihatnya sekilas, Ia terlihat serius saat mendengarkan lagu di i-Pad itu sambil memejamkan matanya. Entah lagu apa… mendadak Ia membuka matanya dan melihatku antusias,

“Oppa, aku menyukaimu…” ucapnya nyaris menggebrak meja yang memisahkan jarak kami.

“M-mwo?” aku terkejut saat mendengarnya mengatakan itu tanpa ragu.

“Ya, suaramu sangat indah di lagu ini.  Aku sangat menyukainya.” Ia tersenyum manis dan kembali mendengarkan lagu milikku.

Baru kali ini aku merasakan desiran hebat darahku yang memanas. Jantungku tidak dapat mengontrol kecepatannya. Entah kenapa, banyak yeoja diluar sana yang lebih sering memujiku lebih dari ini. Tapi hanya dengan sepenggal kata dari Rae, cukup membuat jantungku berdebar tak karuan. Aku menyukainya,  semenjak melihatnya audisi masuk sekolah ini. Yeoja ini berbeda, sangat ceria, dia yang menyemangatiku waktu audisi masuk ke sekolah ini saat nomor-ku akan segera dipanggil. Ah, apa dia tidak ingat itu?

Aku mencoba mengalihkan topik karena malu,

“Kau tidak membaca buku fantasimu?”

“Aku lagi ga mood baca, otakku nyaris mau pecah membaca buku fantasi seminggu penuh ini, kau harus mencobanya oppa… Haaah aku hampir sakit jiwa dibuatnya.”

Beberapa menit kemudian, aku melihatnya sudah terkulai lemas di depanku. Kepalanya ia tadahkan di atas meja. Ia tertidur pulas, tanpa melepaskan earphone milikku.

“Ya!” aku mengguncang tubuhnya sekilas. Tidak ada respon. Aku tidak tega membangunkannya. Aku memandanginya. Matanya indah, tiba-tiba saja aku merasa ingin mendekapnya dalam pelukanku. Aku mengusap kepalanya pelan. Khawatir ia terbangun.

“Omo!” aku melonjak dari tempat dudukku melihat Rae tiba-tiba terbangun, ah apa ini karena aku?! Paboyaaaa Baekhyun-ah!

“W-wae? Jangan membuatku kaget!” ucapku sambil pura-pura membaca buku.

“Mian oppa! Aku ada les vocal! Aku duluan!” Rae bergegas melepas earphone yang terpasang di telinganya dan mengembalikannya padaku.

Hah~ sangat lega rasanya. Rupanya dia tidak menyaradari apa yang aku lakukan. Aku melihat ID-card perpustakaannya tergeletak di atas meja. Aku mengambilnya, melihat beberapa data tentangnya, aku tersenyum dan menyimpannya.

“4 hari lagi…” gumamku.

TBC

 

 

 

9 pemikiran pada “Into Your World (Chapter 1)

  1. 4 hari lagi Rae ultah ya maksud Baekhyun?
    Lanjut deh thor, lanjut …
    Tapi masa iya Baekhyun jarang senyum n pendiem? Kn dia ‘seksi repot’, partner nya Chanyeol, hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s