Soulmate (Part 4)

Title: Soulmate

Author: Park Hyura / Lee Yong Mi

Genre: Fantasi, Romance (sepertinya), Thriller (… mungkin)

Main Cast:

  1. All member EXO
  2. Park Hyura
  3. Lee Yong Mi

Length: Chaptered

Rating: … PG 16 ?

Part 4: Wu Yi Fan / Kris

                Wu Yi Fan / Kris

Memiliki kekuatan seperti naga sangat berguna di kehidupan seperti ini.

“ D.O!” panggilku ketika melihat D.O berjalan melewatiku. Dia berhenti berjalan dan menoleh ke arahku.

“ Kris hyung? Waeyo?” tanyanya seraya berjalan menghampiriku.

“ Dimana Chanyeol?” balasku bertanya. Dia menggaruk kepalanya.

“ Chanyeol hyung ada di kamar Hyura, dan dia sedang mengamuk pada kami karena kami tidak mau memanggilkan Baekhyun hyung untuknya. Jadi sekarang, dia sedang berapi-api.” Jawabnya polos. Aku menghela nafas seraya memutar kedua bola mataku.

“ Kenapa dia bisa semudah itu marah? Benar-benar mengesalkan.” Ucapku kesal, kemudian aku segera melangkahkan kakiku ke kamar Hyura.

Pemandangan yang menyambutku di kamar itu benar-benar membuatku terkejut. Hyura menggunakan kekuatan airnya untuk memadamkan api Chanyeol, dan sekarang Chanyeol sedang berusaha menghindar-dengan api yang mengelilingi tubuhnya-.

“ Hyura! Apa yang kau lakukan?!” teriakku yang menghentikan Hyura menggunakan kekuatannya. Dia menoleh ke arahku.

“ Kris oppa!” ucapnya semangat. Dia berlari menghampiriku dan bergelayut manja di lenganku. “ Apa yang oppa lakukan disini? Apa oppa mau mengajakku jalan-jalan?” tanyanya polos, membuatku terkadang bingung dengan sikapnya.

“ Aniyo. Oppa justru mau bertanya, apa yang kau pikirkan sampai-sampai kau menggunakan kekuatan airmu untuk mematikan api Chanyeol?” balasku. Dia mengernyit.

“ Bukankah hanya air yang dapat mematikan api, oppa? Karena itu, aku berusaha mematikan api Chanyeol oppa. Kasihan kan, kalau dia terbakar seperti itu terus.” Jawabnya. Astaga, Hyura…

“ Hyura, meskipun seluruh tubuh Chanyeol terselimuti api, dia tidak akan terbakar atau pun terluka sedikit pun karena itu adalah kekuatannya. Jika kau menyiram api yang dikeluarkan Chanyeol dengan air, maka dalam sekejap dia akan melemah. Apa kau mau kehilangan salah satu oppamu, Hyu? Kau akan kehilangan salah satu kekuatanmu…” jelasku panjang lebar. Hyura tampak berpikir, sedangkan Chanyeol masih berdiri di tempat dengan api yang tampak setia menyelimuti tubuhnya.

“ Kekuatanku akan hilang? Gwenchana, oppa. Bukankah kekuatan yang menghilang itu hanya kekuatan api saja? Aku kan masih punya kekuatan api milikmu…”

Jawaban Hyura itu membuat Chanyeol ternganga tidak percaya. Apinya padam sesaat, namun kemudian api itu kembali menyala, bahkan lebih besar dari sebelumnya. Sorot matanya menyiratkan penuh kebencian padaku, kemudian dia berjalan keluar dari dalam kamar ini.

“ Oppa! Aku lapar! Ayo kita berburu seperti saat dulu!” ajak Hyura padaku. Aku segera tersadar dari lamunanku.

“ Ah, eh… Oppa sedang ada urusan, Hyura. Apa kau bisa mengajak yang lain?” tolakku halus. Seketika raut wajahnya berubah.

“ Oppa lebih mementingkan urusan oppa dibandingkan diriku?” tanyanya dengan nada suara yang tidak pernah kudengar sekali pun dalam hidupku.

“ Hyura, chagi… Urusan kali ini tidak dapat oppa tinggalkan. Apa kau bisa mengerti?” tanyaku semanis mungkin. Dia mendengus, kemudian melepaskan genggamannya pada lenganku dan berjalan pergi. Aku menghela nafas lega.

Alasanku tadi sebenarnya bohong. Aku sedang tidak ingin berdekatan dengannya, karena sifatnya yang sekarang benar-benar berbeda. Hyura yang dulu tidak pernah mengatakan hal buruk apa pun mengenai kami, dan dia takut kehilangan kami. Sekarang? Dia tidak takut kehilangan kami, bahkan dengan mudahnya dia mengatakan hal-hal buruk mengenai kami. Apa yang sebenarnya terjadi pada Hyura? Kemana dirinya yang dulu?

+++

Lee Yong Mi

Aku tidak berani sedikit pun menatap mata Se Hoon-tadi dia memperkenalkan dirinya-. Setelah ‘insiden’ aku menghisap darahnya-dan banyak sekali-, dia selalu berkata ‘tidak apa-apa’, tapi aku yang seharusnya merasa apa-apa! Dalam satu hari, semenjak mereka menculikku, sudah 3 orang yang menghisap darahku! Siapa lagi selanjutnya?

“ Chanyeol hyung!”

Aku mendongak. Mataku terbelalak melihat seorang namja berjalan ke arah kami dengan api yang mengelilingi seluruh tubuhnya. Terlebih, sesuatu terlihat samar di dalam api itu. Seperti… sayap?

“ Sehun.” Ucap namja itu datar. Dia beralih menatapku dan seketika apinya membesar. Reflek aku bersembunyi di belakang punggung Se Hoon.

“ Hyung, gwenchanayo? Kau membuat Yong Mi takut.” Ucap Se Hoon. Seketika api yang mengelilinginya padam.

“ Kau… takut padaku?” tanyanya padaku. Oh, ayolah! Siapa yang tidak takut melihat seseorang terbungkus api?

“ Dia terlalu takut, sampai-sampai dia tidak dapat menjawab pertanyaanmu, hyung.” Jawab Se Hoon mewakiliku. Tanpa kuduga, namja bernama Chanyeol itu memelukku erat. Aku sampai kehabisan nafas dibuatnya.

“ Padahal wajahmu dan Hyura sama, tapi sifat kalian benar-benar berbeda! Aku seakan-akan… bertemu dengan Hyura yang dulu!” ucapnya senang, namun beberapa detik kemudian dia melepas pelukannya dan menatapku tidak percaya.

“ Em… Gwenchanayo?” tanyaku bingung seraya melambaikan tanganku di depan wajahnya. Dan sekali lagi, tanpa kuduga sama sekali, Chanyeol tiba-tiba mengacak-acak rambutku. Seketika wajahku memanas.

“ CHANYEOL OPPA!!!!”

+++

Park Hyura

Aku berjalan dengan kesal. Berani sekali Kris oppa menolak ajakanku! Apa dia tidak tahu kalau aku sedang marah?!

Langkahku terhenti ketika mendengar suara Chanyeol oppa.

“ Padahal wajahmu dan Hyura sama, tapi sifat kalian benar-benar berbeda! Aku seakan-akan… bertemu dengan Hyura yang dulu!”

MWOYA?!! Apa-apaan dia berkata seperti itu??

Dengan segera kulangkahkan kakiku ke arah mereka. Kulihat yeoja-tidak tahu diri-itu melambaikan tangannya di depan wajah Chanyeol oppa, dan kemudian emosiku meledak.

Chanyeol oppa memegang yeoja itu.

Kau mencari masalah denganku, Chanyeol oppa dan yeoja tak tahu diri…

+++

Wu Yi Fan / Kris

“ CHANYEOL OPPA!!!!”

Suara bentakan Hyura membuatku secara otomatis segera menghampirinya. Tampak sekali kilatan marah di matanya itu.

“ KAU! YEOJA TIDAK TAHU DIRI!” bentaknya dan dalam sekejap dia menggunakan kekuatan api milikku dan melempar api itu ke arah Yong Mi. Aku segera menarik api itu kembali.

“ Hyura! Apa yang kau lakukan?” tanyaku tidak percaya. Dia mengeluarkan kekuatan airnya dan hendak melemparkannya padaku, namun Suho segera menahannya.

“ Hyura, berhenti! Tahan emosimu!” ucap Suho. Hyura menatapnya sinis.

“ Aku harus memusnahkan yeoja ini, oppa! Dia tidak pantas hidup! Dia hanya sampah busuk yang harus segera dibuang! Dia akan meracuni kalian semua!” balasnya keras.

“ Kau sama saja dengan membunuh dirimu sendiri jika kau membunuhnya! Kau tidak dapat hidup tanpanya, Hyura!” balas Chen tidak kalah keras. Sekarang mereka semua beradu mulut. Hyura tidak dapat menggunakan kekuatannya karena kami semua berkumpul-maksudku, Hyura memang memiliki 12 kekuatan kami, namun dia tidak akan berdaya untuk melawan 12 orang yang mempunyai masing-masing satu kekuatannya. Jika dia berhasil menyerang satu, maka yang lain akan menghentikannya dengan mudah.

“ Kenapa kalian melepaskan dia dari pasungnya?!” tanya Hyura yang membuatku juga tersadar kalau Yong Mi tidak dipasung lagi. Baekhyun maju ke hadapan Hyura.

“ Aku yang melepaskannya.” Jawab Baekhyun yang membuatku terbelalak.

“ Kenapa kau melepaskannya?! Dia harus dipasung! Apa kalian mau saat proses transferisasi nanti dia yang menang dan aku mati? Bukankah yang kita inginkan darinya adalah agar dia memberikan kekuatannya padaku, hah?!”

“ CUKUP!”

Aku tersentak ketika mendengar Yong Mi berteriak. Seketika kami terdiam.

“ Jadi itu tujuan utama kalian? Mencariku, yang kalian katakan sebagai belahan jiwa darinya…” ucap Yong Mi seraya menunjuk Hyura. Hyura menatapnya sinis. “ … Dan melakukan proses transferisasi, mengambil kekuatanku-yang entah apa-dan memberikan kekuatanku padanya? Kemudian aku mati begitu saja?! Kalian… KALIAN TIDAK MENGERTI PERASAANKU, HAH?!”

Hyura melangkah ke arah Yong Mi. Dia hendak menamparnya, namun Yong Mi sendiri yang menepis tangannya.

“ JANGAN MENYENTUHKU!!” bentak Yong Mi dengan wajah yang memerah. Aku berusaha menengahi pertengkaran mereka, namun Kai menahanku. “ Kalian menjagaku hanya agar dia hidup? Jadi, kalau aku mati maka dia juga mati?”

Dia menyeringai, dan aku tahu akan ada sesuatu yang salah.

+++

Lee Yong Mi

Tanganku mengambil gunting-yang entah kenapa bisa berada di dekatku-. Aku mengacungkan gunting itu tepat di wajah yeoja itu, yeoja yang mempunyai wajah yang sama denganku. Matanya terbelalak, dia berjalan mundur sementara aku melangkah maju.

“ Wae? Kau takut?” tanyaku dengan suara serak. Aku memainkan gunting itu di tanganku.

“ A, apa yang akan kau lakukan?” tanya namja yang entah siapa namanya. Aku menatapnya sinis.

“ Aku tidak akan menyentuhkan gunting ini ke kulit saengmu tersayang…” jawabku. Dapat kudengar helaan nafas lega. “ Tapi aku akan menyentuhkan gunting ini pada kulitku!”

Dan dengan satu gerakan cepat, gunting itu telah menancap di perutku.

+++

Wu Yi Fan / Kris

Tubuh Yong Mi ambruk, dan beberapa detik kemudian tubuh Hyura ambruk. Kami semua dilema, siapa yang harus kami tolong terlebih dahulu?

Bau manis mulai tercium. Aku sedikit menelan ludah saat melihat darah yang mengalir dari perut Yong Mi. Astaga, apa yang kupikirkan?!

“ Oppa… Sakit…” lirih Hyura. Aku berniat menghampirinya, namun seketika aku teringat. Hyura sakit, karena Yong Mi. Intinya, aku harus menolong Yong Mi terlebih dahulu. Aku harus menghentikan pendarahannya!

“ Lay!” panggilku cepat. Lay segera bertindak. Dia menghampiri Yong Mi dan menekan luka di perutnya, kemudian mengalirkan kekuatan penyembuhnya untuk menutupi luka itu. Aku menghampiri Hyura dan memeriksa suhu tubuhnya. “ Hyu, dimana yang sakit?” tanyaku lembut.

“ Disi… argh!” rintihnya seraya memegang perutnya. Aku mengusap kepalanya pelan. Lay, cepatlah…

“ Se, selesai!” ucap Lay. Aku menghampirinya dan benar, luka di perut Yong Mi telah tertutupi sepenuhnya. Lay segera berdiri dan berjalan pergi, dan aku tahu apa alasannya.

Bau darah yang menempel di gunting itu.

+++

Lee Yong Mi

Ugh… Kepalaku pusing sekali…

Aku membuka mataku dan melihat aku berada di tempat yang sama, ruangan tempat aku dipasung. Kakiku kembali dipasung, dan tanganku bukan dirantai ke dinding, melainkan diikat dengan tali ke belakang. Bagaimana rasanya? Sakit.

Lampu ruangan ini remang-remang, sehingga aku tidak terlalu dapat melihat dengan jelas apa yang berada di sekelilingku.

“ Sudah sadar?”

Aku berusaha memperjelas pandanganku. Kulihat seorang namja dengan rambut pirang dan wajah tirus, persis seperti vampire di film-film.

“ Nugu… sseo?” tanyaku pelan, karena rasa pusing di kepalaku belum juga hilang.

“ Em, panggil saja aku Kris.” Jawabnya dengan gelagat aneh.

“ Kris bukan nama orang Korea.” Ucapku. Dia menggaruk kepalanya.

“ Aku memang bukan orang Korea, aku orang China…” ucapnya. “ Ehm, namaku Wu Fan. Tapi yang lainnya biasa memanggilku Kris.”

“ Wae? Kenapa kau dipanggil Kris?” tanyaku bingung. Dia menggeleng.

“ Molla. Mereka memanggilku seperti itu.” jawabnya datar.

“ Ah, siapa peduli! Mulai sekarang, aku akan memanggilmu Wu Fan! Sama seperti Min Seok, dan Se Hoon.”

“ Sehun?”

“ Aniyo, tapi Se Ho-on.” Ejaku.

“ Kenapa kau memanggil kami dengan nama asli?” tanyanya tiba-tiba. Aku mengernyit.

“ Bukankah alasannya sudah jelas? Karena itu nama asli kalian, bukan?” balasku. Dia terpana menatapku. Aneh.

+++

Wu Yi Fan / Kris

Aku terpana mendengar jawabannya. Sungguh, di bangsa kami, semua orang saling memanggil nama menggunakan nama yang mereka buat. Entah siapa yang membuatkan nama Kris untukku, tapi semua itu segera kubuang jauh-jauh.

Tunggu, ada sesuatu yang aneh di dalam tubuhku. Ada apa ini? Kenapa tubuhku bergejolak? Seperti… seperti saat aku ingin memangsa. Argh, sudah berapa hari aku tidak minum darah?

“ Wu Fan?”

Suara Yong Mi terdengar di telingaku. Aku berusaha untuk tetap sadar, namun gejolak ini semakin besar.

“ Kau… ingin darah?”

Seketika aku mendongak. Dia menatapku khawatir.

“ Kau ingin minum darah, Wu Fan? Aku tahu jelas gejala jika seorang vampire sedang kehausan. Em… Minumlah darahku.”

Mataku terbelalak mendengar ucapannya yang terakhir. Apa aku tidak salah dengar?

“ Palli! Wajahmu sangat pucat!”

Tangannya yang terikat itu berhasil menarik tanganku hingga aku tertarik mendekatinya. Bau darah yang mengalir di dalam tubuhnya dapat kucium dengan jelas, karena sekarang bibirku menempel di lehernya.

“ Jangan ditahan…”

Aku tidak sanggup menahan gejolak ini lagi!

+++

Lee Yong Mi

Aku terpekik, namun aku berusaha menahannya. Rasanya sama, sakit sekali saat taring itu menembus leherku, namun aku mencoba untuk bertahan.

“ Auw!” rintihku, merasakan sesuatu yang panas di tanganku. Aku berusaha untuk menoleh, dan mataku terbelalak melihat tali yang mengikat tanganku terbakar!

“ Wu, Wu Fan…” panggilku terbata. Dia masih terfokus pada kegiatannya. Aku meringis saat api itu mulai menyentuh tanganku. “ Wu Fan!! Api!!” teriakku keras. Dia menjauhkan tubuhnya dariku dan terbelalak melihat api di tanganku. Tangannya bergerak mengusap api itu dan dalam sekejap api tersebut menghilang.

“ Sakit?” tanyanya. Aku mengangguk pelan. Dan sekali lagi, tanpa kuduga, dia mengecup punggung tanganku lembut.

“ Wu, Wu Fan…” ucapku tergagap. Dia mendongak, dan baru kusadari bahwa dia memiliki mata yang indah.

Kami terdiam beberapa saat, sampai akhirnya dia memajukan wajahnya ke arahku. Dan aku? Entahlah, aku hanya menuruti insting untuk memejamkan mataku, sampai akhirnya kurasakan bibirnya menempel di bibirku…

Mataku terbelalak. Sesuatu melesak masuk ke dalam tenggorokanku dan aku menyadari apa itu.

Darahnya…

+++

Wu Yi Fan / Kris

Yong Mi terbelalak ketika aku memberikan darahku padanya. Tadi, aku sengaja menggigit lidahku sehingga terluka dan berdarah. Alasanku melakukan ini? Hanya ada satu alasan…

TBC

36 pemikiran pada “Soulmate (Part 4)

  1. hmm ternyata hyura kuat punya 12 kekuatan oppa.a. . . Tapi sayang sifat.a sedikir buruk -_- hmm apakah bau darah young mi seenak itu? Sampai semua.a ingin menghisap darah young mi. . . Yah young mi baruntung.a bisa ngisep darah sehun :3 #author: ni anak aneh -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s