Cruel (Chapter 4)

Title     : Cruel

Author : lollicino

Cast    : Park Yong Ri [OC’s] Byun Baek Hyun [EXO-K] Kris Wu [EXO-M] Tiffany Hwang [SNSD]

Minor  : find it by yourself.

Genre : seperti biasa.

Rating : PG

Length            : chapter

= = =

Yongri’s Point of View

Angin berhembus, menerpa kulitku yang tidak dibalut kaus lengan panjang ataupun jaket kulit kesayanganku. Kupeluk diriku sendiri, menghilangkan sedikit rasa menggigil yang sudah menemaniku sejak aku berada di taman ini.

“ Kenapa aku bisa lupa membawa jaketku? Aish… “ gerutuku masih sambil memeluk diriku sendiri.

Aku berbalik, ketika kurasakan tubuhku sedikit menghangat karena seseorang menyampirkan jaketnya di bahuku. Mataku melebar ketika melihatnya. Melihat senyumannya. Baekhyun. Baekhyun memelukku dari belakang, lalu bersandar di pundakku.

“ Kau kedinginan, Yong? “ tanyanya tepat di telingaku, sehingga aku bisa mendengar deru nafasnya.

“ Ti-tidak terlalu. Kau bisa mengambil jaket ini kembali. Dan tolong lepaskan aku! “ jawabku sedikit membentak –karena gugup. Baekhyun menatap mataku lama, lalu kembali bersender padaku.

“ Biarkanlah seperti ini sementara, Yong. Aku sangat merindukanmu… “ bisiknya, membuatku sedikit merinding –mendengar suara sexy nya-

Hening…

“ Kau… benar-benar memutuskan untuk menikah dengannya? “ Baekhyun memulai pembicaraan.

“ Ya. “ jawabku seadanya. Kudengar Baekhyun menghela nafasnya.

“ Tak bisakah kita mengulangnya dari pertama, Yong? Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku ingin mencintaimu. Aku ingin bersamamu. “ ucapnya. Aku menggeleng, lalu tersenyum getir.

“ Tidak. Kris mencintaiku, Tiffany mencintaimu. Kita tidak mungkin menyakiti hati mereka hanya karena keegoisanmu, Baekhyun. “ kuhentikan perkataanku sejenak, “ Lagipula sudah terlambat. Aku akan tetap menikah dengan Kris. “ lanjutku.

“ Yong… aku tidak mencintai Tiffany. Dan, apakah kau mencintai Kris? “ tanyanya.

[DEG]

“ Aku… sedang belajar mencintainya. Aku tidak mau menyakiti hatinya, sedangkan dia sudah mencintaiku selama kami dijodohkan. “ jawabku, sedikit ragu.

“ Aku sudah mencintaimu dari lama, Yong. Tak bisakah- “

“ Ikuti saja kata takdir, Baekhyun-ssi. “ aku memotong ucapannya. Baekhyun melepaskan pelukannya, lalu berdiri di hadapanku.

“ Takdir? Kau percaya takdir? Takdir adalah hal yang paling kubenci di dunia ini! Takdir memisahkan orang yang saling mencintai, Yong! Takdir sudah memisahkan kita! “ ucapnya sedikit berteriak.

“ Aku tidak mencintaimu! “

[DEG]

Kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibirku. Ingin sekali rasanya aku merobek bibirku ini, karena sudah mengucapkan kata-kata itu. Tapi apa boleh buat? Dia tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkanku.

M-mwo? Yong, jangan bercanda, please. “ Baekhyun menatapku dalam.

“ A-aku tidak mencintaimu, Baekhyun. Dan, maksud ‘Saranghae’ waktu itu hanyalah ‘Saranghae’ antar teman. Bukan ‘Saranghae’ dalam arti aku mencintaimu. “ ucapku padanya.

“ Yong-ri… “ lirihnya. Air matanya keluar. Ingin sekali aku menghapus air mata itu. ingin sekali rasanya aku berteriak dan berkata bahwa itu semua adalah BOHONG.

‘ Baekhyun-ah, mianhae… ‘ teriakku dalam hati.

“ Maafkan aku, Baekhyun-ssi. “ aku melepaskan jaketnya, lalu memberikan jaket itu padanya. Dengan langkah cepat aku segera meninggalkan taman itu.

End Point of View

= = =

Baekhyun’s Point of View

“ Maafkan aku, Baekhyun-ssi. “

Aku terdiam mendengar semua ucapannya. Aku hanya bisa mematung, tanpa mencegah Yongri yang sudah jauh dari penglihatanku. Tak kuasa menopang tubuhku, aku terjatuh diantara dedaunan kering taman ini.

“ Yong… “ lirihku, dan detik berikutnya aku menangis.

Ingin sekali aku lompat dari ketinggian gedung. Menghempaskan diriku, lalu jatuh ke bawah dan mati. Mati lebih  baik daripada hidup seperti ini. Aku tahu, aku salah. Tapi… bagaimana bisa Yongri mengatakan hal itu padaku?

Gotjimal! “ lirihku.

“ Aku tahu kau bohong, Yong. Kau tidak akan pernah mengucapkan hal itu padaku. Kau mencintaiku, Yong! Kau bohong! “ lirihku lagi.

Aku menghapus air mataku dengan kasar, lalu berdiri. Aku berjalan menuju mobilku. Kulajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, seperti sedang balap mobil. Beberapa kali aku melewati lampu merah. Aku menghiraukan hal itu, dan tetap mengemudi.

Yang ada dipikranku adalah, Yongri.

Salahmu, Byun Baek Hyun

Sebuah suara terdengar dengan jelas di telingaku. Hal itu membuatku kehilangan konsentrasi dalam mengemudi.

Kaulah yang membuat semuanya menjadi seperti ini…

“ J-jangan… “ kugelengkan kepalaku, berusaha untuk menghilangkan suara itu.

Kau tidak berguna, Baek Hyun

“ Hentikan! “ aku menutup telingaku, menghindari suara itu.

Kau sudah melepaskan Yongri secara tidak sengaja

“ HENTIKAN!!! “ teriakku.

Kau memang tidak berguna

“ ARGH!!! “

[TIINN TIINN]

[CKIITTT]

[BRUKK]

End Point of View

= = =

Seoul Hospital, 18.00 KST

Semua member EXO berjalan dengan terburu-buru menuju ruang UGD. Setelah mendengar kalau Baekhyun kecelakaan, mereka langsung pergi ke rumah sakit yang sudah diberitahu oleh sang penelpon. Wajah mereka menampakkan kecemasan yang menjadi-jadi. Terlebih lagi satu orang,

Park Yong Ri.

“ Dokter, bagaimana keadaannya? “ tanya Joonmyun pada seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.

“ Ah, anda keluarga dari Byun Baek Hyun? “ tanya dokter itu.

Ne. “ jawab semuanya.

“ Beruntung saat itu Baekhyun menge-rem mobilnya. Baekhyun baik-baik saja. Pecahan kaca mobil yang mengenai wajahnya juga hanya sedikit, dan sudah kami keluarkan. Hanya saja dia mengalami tekanan pada bagian perutnya, sehingga hal itu membuatnya tak sadarkan diri sekarang. “ jelas dokter tersebut. Semua member –termasuk Yongri- menghela nafas mereka.

“ Sekarang…? “ tanya Joonmyun.

“ Dia akan dipindahkan ke kamar pasien segera. Dia masih belum sadarkan diri. Mungkin dia harus beristirahat selama 1 minggu penuh, agar cepat pulih. Saya permisi dulu. “ dokter tersebut meninggalkan member EXO.

Beberapa orang suster keluar dari ruang UGD sambil mendorong tempat tidur rumah sakit yang diatasnya terdapat Baekhyun. Semua member mengikuti suster itu sampai ke kamar pasien. Suster-suster itu memindahkan Baekhyun ke atas kasur ruang rawat inap, lalu keluar.

‘ Mungkin ini semua karena aku… ‘ gumam Yongri dalam hati, sambil menatap Baekhyun yang belum sadar.

Sudah hampir 3 jam mereka berada di dalam ruang rawat inap tersebut, menunggu Baekhyun sadar. Suntuk? Tentu saja. Bahkan sekarang Kris sudah tertidur di bahu Yongri. Sementara Yongri masih menatap Baekhyun.

Gege, bangunlah. “ Yongri membangunkan Kris yang tertidur di bahunya. Kris terbangun, mengucek matanya sebentar.

“ Kenapa, Rose? “ Kris bertanya.

“ Jam berapa ini? Gege dan yang lainnya belum makan, kan? Makanlah dulu. “ ucap Yongri.

“ Kau sudah makan? “ tanya Kris. Yongri mengangguk.

“ Baiklah. Suho-ya, ayo kita makan. “ ajak Kris, “ Kau ikut Rose? “ tanya Kris. Yongri menggeleng.

“ Tidak. Aku disini saja, gege. Aku menunggu kalian saja. “ jawab Yongri.

“ Yasudah. Aku pergi dulu. “ Kris dan yang lainnya kelur dari ruangan tersebut, meninggalkan Yongri di ruang rawat inap Baekhyun.

= = =

Baekhyun’s Point of View

Sakit.

Gelap.

Itu yang kurasakan sekarang.

Punggungku rasanya dihantam oleh benda keras, sehingga membuatku sulit untuk bernafas. Yang kuingat adalah, aku kecelakaan dan setelah itu gelap. Aku tidak bisa melihat apa-apa lagi.

“ Nngghhh… “ lenguhku. Kubuka mataku dengan susah payah.

“ Sudah bangun? “ sebuah suara terdengar olehku. Kubuka mataku selebar mungkin, dan mendapati diriku di tempat asing.

“ Dimana aku? “ lirihku. Yongri berjalan mendekatiku, lalu duduk di ujung kasurku.

“ Rumah sakit. “ jawabnya.

Hening…

“ Semuanya… karena aku? “ dia menatapku. Aku mengerutkan keningku, tidak mengerti maksudnya.

“ Eh? Maksudmu? “ tanyaku tidak mengerti.

“ Kau tidak bermaksud untuk bunuh diri… karena kata-kataku tadi, kan? “ ucapnya sekali lagi. Aku menunduk, lalu menggenggam tangannya.

“ Katakan padaku kalau kau berbohong, Yong. “ lirihku.

“ Mana mungkin aku tidak mencintaimu, Baekhyun. “ jawabannya membuatku terkaget. Aku mendongak, dan melihat Yongri tengah menangis.

“ Aku masih mencintaimu, Baekhyun. Kalau aku tidak mencintaimu aku tidak akan menciummu saat itu, dan aku pasti akan membuang cincin ini. “ ucapnya. Kusentuh pipinya, kuhapus air mata yang membasahi pipinya.

Uljima… “ bisikku.

Mianhae, Baekhyun-ah. Aku mengatakan hal itu agar kau dapat melupakanku! Agar kau bisa mencari yeoja lain yang dapat membuatmu tersenyum. Tidak sepertiku, yang hanya bisa membuatmu menangis dan sakit hati… “ jawabnya.

Aku memeluk pinggangnya, menariknya agar lebih dekat denganku. Kusingkirkan poni panjangnya yang menutupi matanya. Kuelus pipi mulusnya dengan perlahan, memperlakukannya dengan lembut.

Kudekatkan wajahku dengan wajahnya. Yongri hanya diam menerima semua perlakuanku. Dia menutup matanya, begitu juga denganku. Sampai akhirnya bibir kami bersentuhan…

Kulumat bibirnya dengan lembut. Yongri membuka mulutnya, memberi celah untukku, untuk menjelajahi setiap inchi dari mulutnya. Kukalungkan tangan kananku di lehernya, menariknya dan memperdalam ciuman kami.

Aku tahu aku egois. Aku tahu aku lancang melakukan hal ini padanya, padahal statusnya sekarang adalah seorang tunangan dari Kris hyung, leader-ku sendiri. Orang yang berada dekat denganku. Tapi tidak bisakah aku melakukan hal ini untuk terakhir kalinya? Untuk melepas semua kerinduanku padanya? Menyalurkan rasa intaku padanya? Rasa sakit hatiku?

Aku tahu, aku egois.

End Point of View

= = =

Dua orang itu hanya bengong melihat pemandangan yang mereka lihat sekarang. Kris mengepalkan tangannya kuat-kuat, berusaha untuk tidak meninju Baekhyun yang sudah lancang mencium calon istrinya tersebut. Sementara Tiffany, dia berusaha mengontrol emosinya untuk tidak menjambak lalu mencakar-cakar wajah Yongri.

“ Apa yang mereka lakukan?! “ pekik Tiffany. Kris mengusap kasar wajahnya yang tampak stress, yang menandakan bahwa dia sedang kesal sekali.

“ Aku tidak percaya Baekhyun akan melakukan hal itu pada Roselline! “ geram Kris, masih mengepalkan tangannya. Kedua orang itu terduduk lemas di kursi panjang yang ada di depan pintu ruang rawat Baekhyun, menghela nafas secara bersamaan.

“ Kris oppa, tolong katakan pada calon istrimu itu untuk menjauhi namjachingu-ku! Dia sudah menggoda Baekhyun! “ ucap Tiffany. Kris nampak berfikir sebentar, lalu menegakkan badannya.

“ Aku akan mempercepat pernikahan kami. Dengan begitu, tidak ada lagi yang bisa memiliki Roselline, selain aku. “ ucapnya, membuat Tiffany sedikit tercengang. Namun Tiffany menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan apa yang dikatakan Kris.

“ Lebih cepat, lebih baik, oppa. “

= = =

To be Continued???

No!

Nih, lanjutannya dibawah ~~~

= = =

Hari itu, semua member EXO serta Yongri menemani Baekhyun yang masih belum pulih sepenuhnya. Sedari tadi Kris merangkul Yongri, membuat kesan romantis untuk membuat Baekhyun cemburu.

Dan terbukti. Baekhyun hampir saja lompat dari kasurnya dan meninju Kris kalau saja dia tidak berpikir. Beruntung dia masih bisa berpikir dan mengontrol emosinya. Kalau tidak, apa yang terjadi? Tidak ada yang tahu…

“ Ah, aku mau memberitahukan sesuatu pada kalian semua… “ ucap Kris. Semua mata tertuju pada Kris.

“ Ada apa, gege? “ tanya Yongri. Kris tersenyum penuh rahasia, lalu berbicara.

“ Pernikahan kita akan dipercepat. 2 minggu lagi kita akan menikah, Rose! “ pekik Kris.

[DEG]

Baekhyun hanya diam mendengar perkataan Kris. Bagaikan ditembak secara tiba-tiba Baekhyun tak mampu berbuat apa-apa lagi.

“ B-benarkah, gege? “ tanya Yongri dengan tidak percaya, walaupun sebenarnya dia sangat shock. Yongri memeluk Kris, seakan-akan dia sangat berbahagia akan berita itu.

‘ Baekhyun… ‘ lirih Yongri dalam hatinya.

= = =

< Fur Elise >

Alunan lembut Fur Elise menggema di studio besar itu. Hanya ada Baekhyun, yang tengah memainkan grand piano yang ada di depannya. Menatap kosong ke arah tuts-tuts piano, memainkan lagu Fur Elise sebisanya.

Lagu itu… Lagu yang selalu dimainkannya saat mengingat gadis itu –Yongri. Seseorang yang dicintainya, namun dilepaskannya secara tidak sengaja. Tangisan, tak cukup untuk menunjukkan rasa rindunya pada gadis itu. Dan disinilah dia, menumpahkan semua perasaannya yang bercampur aduk terhadap Yongri itu melalui piano.

Baekhyun mengakhiri permainan pianonya. Dia merengggangkan jari-jari tangannya sebentar, lalu kembali menekan tuts-tuts hitam putih itu, memainkan sebuah lagu. Lagu yang hampir sama seperti kisah hidupnya sekarang…

< Romeo and Julliet >

Kini lagu itu mengalun dengan lembut. Menggambarkan kesedihan yang sudah dilaluinya. Hidup sebagai Romeo. Berjodoh dengan Juliet, yaitu Yongri. Namun takdir menghancurkan hidup mereka. Mereka tidak bersatu, namun cinta itu masih ada. Masih tumbuh subur dalam hati mereka. Tak akan pernah hancur, atau dihancurkan.

Cinta tidak selalu memiliki, namun di dalam hati semua orang yang saling mencintai, mereka selalu ingin memiliki satu sama lain. Berbahagia, tertawa, hidup dalam satu arah menuju kebahagiaan.

Why i can’t be like Romeo?

He’s not selfish, but he patiently

Waiting for the time,

And always loving Juliet in all situation

Terkadang Baekhyun berfikir, kenapa dia tidak bisa menjadi seperti Romeo? Tidak egois, dan bersabar dalam mengahadapi semua masalahnya bersama Juliet. Menunggu dengan sabar, sampai waktunya tepat. Waktunya bersama Juliet.

Jika kita menyaksikan film Romeo and Juliet, kita semua selalu ingin menjadi seperti mereka. Namun bukan hal yang mudah menjadi seperti mereka. Kesabaran, dan ikatan cinta yang kuat. Itulah yang membuat Romeo dan Juliet bertahan, sampai akhirnya hidup mereka telah berakhir, dan mereka melanjutkan kisah cinta mereka di tempat lain. Bukan di bumi.

Better die than live without you

Live without you,

Same like live without breathing

Live without any soul

Without love

Lost in the darkness of sorrow

Air mata Baekhyun menetes. Pandangan matanya masih tetap kosong. Pikirannya melayang ke masa lalunya, tepatnya 3 tahun yang lalu.

Jika boleh, ia ingin kembali ke masa-masa itu. Masa dimana dia bisa tersenyum dan tertawa lepas. Masa dimana dia masih bersama Yongri. Kehidupan masa lalu itu indah. Namun dengan bodohnya, dia menghancurkan masa-masa itu dengan perbuatannya sendiri.

“ Baekhyun… “

Baekhyun cepat-cepat menghapus air matanya. Dia berbalik, dan mendapati Yongri berdiri di belakangnya. Yongri menatap Baekhyun dalam. Air matanya mengucur deras. Yongri berbalik, lalu meninggalkan Baekhyun. Takut nantinya Baekhyun tidak bisa melepasnya.

“ Yongri… “

Cruel status : To be continued

Hadehh… pasti makin ga jelas ya?? Haha… soalnya waktunya lollicino cuma sedikit. Lollicino dan para readers perlu istirahat kan?

Sebenarnya, rencana Lollicino mau buat sequel ini lebih panjang. Cuma dipercepat aja deh, nanti malah makin ga jelas… so, menurut perkiraan Lollicino, part 7 adalah end dari semua ini. Dan selanjutnya, Lollicino mau buat kisah cinta member EXO yang lain. Kalo jadi.

Pertanyaan untuk readers semua, tolong dijawab ya~

Mau buat tentang love story member lain atau engga? Lollicino bingung banget soalnya… mau buat atau engga. Jadi, Lollicino putuskan untuk bertanya pada readers. Mohon dijawab readers^^

Sweet kiss, from Lollicino

26 pemikiran pada “Cruel (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s