Hello Mr. Wu! (Chapter 4)

Title: Hello Mr. Wu! Chapter 4

Sub-title: I Love Kris, I Love Kris Not.

Cast:

EXO-M Kris

Song Yeon Ah (you)

and EXO boys.

Author: @rollingkris

Prolog (https://exofanfiction.wordpress.com/2012/08/01/hello-mr-wu-prolog/) | Part 1 (https://exofanfiction.wordpress.com/2012/08/16/hello-mr-wu-chapter-1/) | Part 2 (https://exofanfiction.wordpress.com/2012/09/13/hello-mr-wu-chapter-2/) | Part 3 (https://exofanfiction.wordpress.com/2012/09/19/hello-mr-wu-chapter-3/)

*

Your POV

Akhirnya Tao dan kamu pergi dari apartemen Kris, berpura-pura sebagai sepasang kekasih yang akan pulang dari rumah temannya. Tao sibuk menyalami Kris dan gadis itu, tapi kamu tidak mau repot-repot, kamu cuma mau langsung pergi dari mereka dan tidak melihat sepasang love birds itu. Tanpa basa-basi, kamu pergi dari apartemen Kris diikuti oleh Tao.Kemudian kalian berdua berjalan ke arah seven eleven terdekat.

Kamu duduk di bangku sevel itu sementara Tao masuk ke dalam untuk membelikanmu makanan dan minuman.Dan itu jadi membuatmu sendirian.Kamu melamun dan hanya memandangi meja tanpa ekspresi. Pikiranmu melayang dan malah membayangkan apa yang sedang dilakukan oleh Kris dan Ye Seol itu. Lalu kamu mendesah, dan dengan frustasi mengacak-acak rambutmu, kamu tidak suka perasaan aneh ini. Tidak mungkin kan, kamu cemburu? Kamu sering kesal pada pria itu sampai ke ubun-ubun dan kalian juga tidak pernah akur.Jadi kenapa kamu harus merasa sedih begini?

“Yeon Ah noona~ Ini cokelat panasnya.” Tao sudah selesai belanja, ia meletakkan segelas cokelat panas di depanmu. Kamu tersenyum senang melihatnya dan segera mengucapkan terima kasih pada Tao.

“Kamsahabnida, Tao..!” kamu memberikannya senyum manis dan dalam satu detik, keluar semburat merah di pipi Tao. Pria itu segera melihat ke arah yang lain, lagi-lagi merasa tidak kuat. Tapi seperti biasa kamu tidak menyadarinya.Jadi kamu lanjut saja menyesap cokelatmu. Sementara Tao sibuk mengatur perasaannya, tiba-tiba kamu teringat satu hal, Tao kan ada lupa mau bicara apa tadi. Jadi kamu berhenti minum dan langsung memanggil Tao.

“Zitao ssi.”

“N-ne??”Tao tampak kaget kamu memanggilnya.

“Tadi kau mau bilang apa?” tanyamu langsung tepat sasaran, membuat Tao nge-blank untuk sesaat.

“Maksud noona?”

“Itu..yang kau bilang kau menyukai seseorang itu. Siapa Tao?”

Dan sukses, Tao tidak bisa bicara apa-apa.Dia merasa jantungnya berhenti memompa untuk sesaat dan malah memandangimu tegang.Kamu yang tidak mengerti keadaan cuma bisa memiringkan kepalamu.

“A-aniyo, noona.. Tidak ada..hehe” Tao tertawa garing lalu ia buru-buru memakan spaghettinya, pura-pura sibuk. Lalu kamu menampakkan smirkmu.

“Eiyy, jangan menyembunyikan sesuatu dari noona.. Katakanlah! Ayo..” kamu menyenggol tangannya dan itu membuat Tao tersedak. Ia batuk-batuk sambil tangannya melambai-lambai ke udara, minta minum. Kamu pun segera meenyodorkan cokelatmu. Tao meraihnya lalu tanpa banyak bicara ia meminumnya.

Dan..pfft!!!

Tao memuncratkan cokelatmu lagi.Kamu melotot, “Yak kenapa?!” kamu menarik cokelatmu dari tangannya.Pria itu kini sudah kehabisan nafas.

“Noona..cokelatnya masih panas.. uhuk uhuk!” Tao sepertinya sekarat karenamu, jadi kamu sekarang panik.

“Yak yak yak, tunggu sebentar, aku akan membelikanmu air putih!” dan kamu segera berlari masuk ke dalam supermarket untuk membeli minum.

*

Kris POV

Darimana… Tao belajar frontal begitu..

Kris melamun di sofanya.Ia tidak memperhatikan ocehan Ye Seol sama sekali. Gadis itu hanya membicarakan koleksi pakaiannya, mobil barunya, atau acara lelang sepatu bermerk yang pastinya amat sangat tidak menyenangkan untuk didengarkan Kris. Omongannya tidak jauh beda dengan ayahnya, terlalu sombong. Jadi Kris menolak mendengarkannya dengan melamunkan hal lain. Lagipula membayangkan Yeon Ah itu lebih asyik daripada mendengarkan cerita tentang diskon tengah malam.Kembali ke pikiran Kris, pria itu kini sedang memikirkan Tao dan Yeon Ah.

Apa mereka akan menjadi kekasih sungguhan saat nanti mereka pulang? Atau sebenarnya mereka sudah menjadi kekasih sebelum pergi tadi?

Kris berpikir keras. Menurutnya ia tidak ingin ketinggalan berita apapun soal sahabatnya, Tao. Padahal sebenarnya ia merasa tidak enak di dalam dirinya, seperti ada yang mengganjal tentang hubungan Tao dan Yeon Ah. Tapi Kris tidak mau mengakui kalau..ia marah pada Tao.

“Oppa?Kau tidak mendengarkanku ya??”Ye Seol menarik lengan Kris dan membuat pria besar itu terkejut.

“A-aku mendengarkan kok…” jawab Kris, lalu ia menghentak tangannya dari Ye Seol dan segera membuang mukanya. Ye Seol merasakan ada perasaan tidak suka dari Kris, tapi dia diam saja. Dia tidak mau mempersalahkannya karena dia juga tahu kalau Kris pada akhirnya akan menjadi miliknya. Ye Seol terlalu percaya diri.

*

Your POV

Kamu dan Tao kini duduk di rumput segar taman yang berada di samping sungai Han. Tidak ada bulan atau pun bintang malam itu, langit sedang mendung.Jadi kamu dan Tao hanya melamun -untuk yang kesekian kalinya- tanpa ada yang memulai pembicaraan. Well, Tao terlalu malu untuk mengajakmu ngomong, dia ingin kau yang bicara duluan, tapi yeah..kamu tidak ada keinginan untuk bicara. Kamu malas dan bad mood.

Kriiing!

Handphone Tao berdering kencang dan ia pun segera meraihnya, menjawabnya.

“Halo?”

“…. Aku dan Yeon Ah sedang di sungai Han.Apa? Oh..oke. Oke gege.”

Klik! Tao mematikan handphonenya dan tentu saja dia sadar kamu sedang memperhatikannya.Entah kenapa Tao menelan ludahnya.

“Apa itu Kris?”

Tao mengangguk.

“Dia bilang apa? Tunangannya sudah pulang?”

Tao terdiam sebentar lalu ia menggeleng.

“Belum.Sebentar lagi.” ujar Tao dan membuatmu menghela nafas berat.Kamu sudah bosan setengah mati karena menunggu begitu lama dan ternyata kekasihnya itu belum pulang juga. Sudahlah kamu kesal karena Kris berbohong soal tidak memiliki pacar, sekarang ia harus menunggu lama.

Tapi kamu tidak tahu, kalau sebenarnya Kris sudah menyuruh Tao untuk membawamu pulang.Ya, Ye Seol sudah pulang. Dan Tao sengaja mengulur-ulur waktunya karena ia masih ingin berdua denganmu.

“Yeon Ah ssi.” Tao tiba-tiba mengusir segala ketakutannya, ia memanggilmu akhirnya. Kamu menoleh padanya.

“Apa?”Tao tersenyum karena kau membalasnya.

“Boleh aku tau tanggal ulang tahunmu?” tanya Tao lembut. Tapi kamu mengerutkan keningmu.Kamu ingin langsung menjawabnya, tapi aneh sekali, kamu tidak bisa.Seakan alam bawah sadarmu mengetahuinya, tapi otakmu tidak membiarkanmu mengetahuinya juga.Kamu tegang tiba-tiba.Kamu ketakutan, jangan-jangan kamu juga melupakan tanggal ulang tahunmu. Kamu memandang kosong rumput segar di depanmu. Kamu mencari-cari kenangan itu.

Dan Tao kebingungan, ia tidak mengerti kenapa kamu tidak bisa menjawabnya. “Yeon Ah noona..” panggil Tao. Ia tampak khawatir denganmu. Kamu pun menatap kedua matanya, dengan matamu yang mulai berair.

“Noona ada ap-”

“Sepertinya ingatanku menghilang bukan sekedar 3 sampai 5 tahun Tao..” ujarmu dengan suara yang bergetar.

“Sepertinya aku kehilangan kenangan masa kecilku juga..” lanjutmu, “dan itu berarti.. ingatanku akan kembali lebih lama lagi.”

*

Kris POV

Eish.Kemana sih dua bocah itu.

Kris berjalan mondar mandir di ruang tamunya sambil sibuk menggigiti kukunya senewen. Berhubung ia sudah menelpon Tao sejak setengah jam yang lalu dan pria itu belum kembali juga bersama Yeon Ah.

Apa terjadi sesuatu pada mereka berdua? Batin Kris lagi.Hingga akhirnya terdengar bunyi mesin pengunci ditekan dan akhirnya terbukalah pintu apartemen Kris.Kris segera menghampiri pintunya.

Tampaklah Tao dan Yeon Ah, mereka kelihatan dekat sekali dengan tangan Tao merangkul bahu Yeon Ah.

Kris menaikkan alisnya, untuk apa Tao meletakkan tangannya seperti itu? pikir Kris. Tapi tak lama kemudian ia menyadari kalau Yeon Ah sedang menatapnya garang. Namun Kris tidak peduli.

“Darimana saja kalian?Kenapa lama sekali?”Kris mulai menginterogasi tapi Yeon Ah memotongnya dengan ketus, “Bukan urusanmu.”

Kris bingung mendapati Yeon Ah menjadi pemarah lagi. Tapi sebelum ia sempat membalas Yeon Ah, Tao sudah meraih tangan Yeon Ah.

“Noona, aku pulang duluan ya. Ehm Kris gege, aku pulang! Sampai jumpa!” Tao melambaikan tangannya dan ia tersenyum lebar pada Yeon Ah, kemudian ia menutup pintu apartemen Kris. Meninggalkan anjing dan kucing itu sendirian.

Kris mengerutkan keningnya pada Yeon Ah, “Kenapa kau marah?” tanyanya.Seakan tidak terjadi apa-apa barusan.Yeon Ah segera memutar badannya hingga menghadap Kris, mata gadis itu kini berapi-api.

“Kau masih bisa bertanya kenapa aku marah?!Kau sudah gila ya?Atau memang sebenarnya kau bodoh??”

“Apa katamu?Bodoh?! Yak! Aku bertanya baik baik padamu tahu!”

“Baiklah!Sepertinya kau memang benar-benar bodoh!”

“MWO?!”

“Kau tidak mengatakan padaku kau sudah punya tunangan!!”Kris terdiam. Kini ia sadar apa yang telah membuat Yeon Ah marah.

“Kau berbohong! Masih jelas di ingatanku kalau kau waktu itu mengatakan kau tidak punya pacar atau isteri! Dan ternyata kau punya calon isteri!”

Hening sejenak, Kris kesulitan membela dirinya.Ia bingung bagaimana caranya menjelaskan pada Yeon Ah kalau Ye Seol itu bukan siapa-siapa untuk Kris.

“Sudahlah.Aku sebaiknya keluar dari sini.” Yeon Ah dengan garang berjalan melewati Kris menuju kamarnya, ia berniat keluar dari apartemen Kris. Tentu saja itu membuat Kris gelagapan.

“Yak.. Yak apa maksudmu kau mau keluar hah??” Kris menahan tanganmu.Kamu segera menepisnya.

“Kenapa kau melarangku pergi hah? Bukankah kau akan bahagia kalau aku pergi?” kamu jalan lagi menuju kamarmu hingga tiba-tiba Kris menggenggam lenganmu lagi, dan dengan cepat ia menarik tubuhmu. Ia menempelkanmu ke dinding apartemen dengan dirinya memenjarakanmu. Kamu syok dan matamu melebar sempurna dengan kelakuan Kris sementara pria itu menatapmu kosong, tidak begitu sadar apa yang sedang dia lakukan.

“Ngg.. Dengarkan dulu penjelasanku.” ujar Kris di depan wajahmu, lalu setelah ia menyadari betapa sempitnya jarak kalian berdua, Kris langsung melepaskanmu.

“Baik..katakanlah.” kamu merasa gugup untuk sesaat.

Kris berdeham.Entah kenapa wajahnya memerah, begitu pula wajahmu.

“Aku.. Aku tidak sungguh-sungguh mencintai Ye Seol.. Aku dan dia hanya dijodohkan.. Jadi, gadis itu..tidak terlalu berarti untukku.”

Kamu diam sesaat setelah mendengar penjelasannya yang singkat namun cukup lugas.Tak lama kamu mendengus.

“Oke, kalau kau menganggap gadis itu tidak berarti untukmu.Tapi sebaiknya kau jujur Kris, karena aku tidak mau menjadi pihak yang tidak bersalah tapi akhirnya disalahkan.Lagipula kau bukan pacarku, jadi aku tidak pantas terlalu banyak tahu tentang kau dan gadis itu. Aku hanya tidak ingin ada kesalah pahaman..jadi aku harap kau jujur.” ujarmu tegas lalu Kris menarik bahumu hingga kamu menghadapnya. Matamu menatap ke arah dua matanya yang gelap dan dalam, kamu agak ciut dengan tatapan tajamnya.

“Aku jujur.” Kris bicara, lalu akhirnya ia melepaskanmu.

“Dia bukan siapa-siapa buatku.Jadi jangan khawatir.” lanjutnya lagi. Kris mengusap matanya dengan punggung tangannya, kemudian ia berbalik darimu.

“Sudah malam. Tidurlah.” ujarnya dan sambil menggaruk rambut pirangnya yang tidak gatal, ia berlalu ke kamarnya.

Kamu melamun memperhatikannya, berdiam saja di tembok tadi.Tanganmu meremas ujung kausmu, ada rasa yang aneh di hatimu. Seperti kamu senang akan sesuatu, tapi kamu tidak tahu apa itu. Kamu juga sedih karena sesuatu, tapi kamu juga tidak bisa menebak apa itu. Perasaan yang sangat aneh dan mengganjal, dan setelah berpikir, kamu pun tahu semua perasaan itu muncul karena Kris.Ya, karena pria itu yang bahkan mungkin tidak peduli denganmu, dengan perasaanmu. Pria yang hanya tahu kamu marah karena ia berbohong. Padahal kamu cemburu.Tapi bahkan kamu tidak tahu kalau kamu cemburu.

*

Kris POV

Pukul 2 pagi, Kris meninggalkan laptopnya.Ia ingin sekali tidur, tapi pekerjaannya masih banyak yang belum selesai. Akhirnya ia berjalan keluar dari kamarnya, memutuskan untuk memasak sesuatu. Walaupun seumur hidupnya Kris hanya tahu bagaimana cara memasak mie instan dan telur, setidaknya dua makanan itu bisa membuatnya kenyang malam ini.

Kris berjalan terhuyung-huyung ke arah dapur di samping ruang tv. Matanya benar-benar sudah berbayang sekarang, gara-gara rasa kantuk luar biasa itu. Hingga ia menemukan seseorang sedang duduk di lantai ruang tv bersandar pada kaki sofa. Kris memicingkan matanya ke arah orang itu, berusaha menghilangkan bayang-bayang itu agar bisa mengenali siapa orang yang tiduran di lantainya. Lalu ia menangkap Song Yeon Ah, berbalut selimut, tampak serius menonton tv.

Kris menaikkan alisnya, kenapa gadis gila itu belum tidur?

“Yeon Ah?” panggil Kris dengan suara yang sangat dalam dan agak serak, berhubung dia sedang mengantuk. Yeon Ah pun langsung menoleh ke arah suara, ia agak kaget melihat Kris yang menjulang sedang berdiri di sampingnya.

“Eh? Terbangun? Atau belum tidur?” tanya Yeon Ah pada Kris. Kris diam sebentar lalu karena ia merasa agak lemas, ia memilih untuk duduk di sebelah Yeon Ah. Sambil agak mendesah ia melipat kakinya dan duduk bersila.

“Belum tidur.Aku bekerja tadi.Kau sendiri?”Kris menengok, memandangi Yeon Ah, hingga gadis itu agak grogi sebentar.

“Aku tidak bisa tidur.” jawab Yeon Ah yang lalu memilih untuk melihat ke arah tv saja daripada melihat Kris yang tampak… sexy? Dengan rambutnya yang agak berantakan dan kaus longgarnya yang menampakan sedikit kulit bahunya yang putih dan bersih.Siapa wanita yang tidak panas dingin dibuatnya?

Tapi keheningan yang awkward tiba-tiba terasa, karena tidak ada yang memulai pembicaraan.Hingga Yeon Ah akhirnya memilih untuk bertanya sesuatu.

“Uhm..Kau sedang lembur? Kok bekerja sampai larut malam?” tanya Yeon Ah. Dan Kris tersenyum simpul.

“Memang biasanya begini. Sekarang saja pekerjaanku belum selesai, harusnya aku masih harus bekerja hingga jam 4..tapi sekarang aku lapar.” jelas Kris yang membuat Yeon Ah terkejut. Ternyata Kris itu pekerja keras. Di balik sifatnya yang kasar, tidak pedulian, dan tidak dewasa, ia adalah orang yang sangat rajin. Dan Yeon Ah pun teringat soal keluarga Kris yang meninggal karena tertimpa kecelakaan di Amerika.Betapa menyedihkannya Kris sekarang.Yeon Ah termenung.

Kenapa..aku jadi ingin sekali memeluknya?

Yeon Ah melirik Kris dengan hati-hati, ia ingin melihat wajah pria itu namun ia malah mendapati Kris sedang memperhatikannya. Yeon Ah terdiam sesaat.Tubuhnya seolah-olah membeku karena dipandangi oleh Kris seperti itu.Jantungnya juga berdegup tidak karuan, melompat-lompat dengan aneh.Saat Yeon Ah menyadari kalau jarak di antara mereka menipis.Kris terus memajukan wajahnya mendekati wajah Yeon Ah, hingga rasanya hidung mereka bersentuhan. Jemari Kris yang besar menyentuh dagu mungil Yeon Ah hingga gadis itu pun ikut tertarik padanya dan bibir mereka…

*

Your POV

“Hmm… harum..” kamu bicara dalam tidurmu. Saat itu sudah mulai pagi, memang waktumu untuk bangun.Hingga hidungmu mencium wangi yang tidak biasanya ada di dekatmu.

“Ini..raspberry… hmm.. bukan, ini barley mint..” kamu masih mengigau, lalu alam bawah sadarmu mulai memperingatkanmu kalau ini tidak lazim. Kamu pun segera bangun dan membuka matamu. Tampaklah di depan matamu, dada bidang dalam balutan kaus putih longgar. Sangat dekat dengan wajahmu hingga kamu bisa mencium harum tubuhnya, ujung hidungmu berada tepat di depan dadanya. Kamu pun menaikkan kepalamu pelan-pelan, dan kamu melihat Kris.Kris yang sedang tidur, di sampingmu. Lengannya ia jadikan bantal. Lengan satunya lagi ia letakkan di pinggangmu.

Kamu membuka mulutmu kaget.Bagaimana bisa pria itu ada di sebelahmu?!

Kamu berusaha mengingat kronologis kenapa kamu tidur di lantai ruang tv semalam. Pertama, kamu ingin menonton tv. Kedua, udara terlalu dingin sehingga kamu ingin tidur di lantai bukan di sofa, karena di lantai ada penghangatnya.Lalu kamu bertemu Kris dan kalian mengobrol sebentar. Dan..ada satu adegan yang mencurigakan. Saat kau dan Kris begitu dekat, saat ia ingin menciummu..Namun setelah itu kamu tidak ingat apa-apa lagi.Apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang kalian berdua lakukan semalam? Lalu kamu sadar sesuatu, baju piyama-mu berantakan sekali, dua kancingnya terbuka. Kamu mulai berkeringat dingin, jangan-jangan… Semalam Kris melakukan sesuatu padamu..

“YAAAKKK!BANGUN KAU!” kamu memukuli dada Kris hingga pria itu terganggu. Kris membuka matanya sedikit tapi kemudian ia berbalik memunggungimu dan tidur lagi. Kamu naik pitam.

“AKU BILANG BANGUN!” kali ini kamu memukuli punggungnya.Kris akhirnya terpaksa bangun.Ia berputar lagi hingga ia bisa melihat wajahmu, lalu ia mulai mengernyit bingung.

“Kenapa..aku tidur di lantai?” tanya Kris dengan polos padamu yang duduk di sebelahnya.

“Kenapa?! Mana aku tahu! Sekarang kau mengaku saja, apa yang kau lakukan padaku semalam hah??!” kamu meneriakinya dengan tidak sabar tapi Kris masih juga tidak mengerti apa yang kau ucapkan, karena memang ia tidak melakukan apapun padamu semalam.

“Apaan sih?!Aku tidak melakukan apapun!”

“Oh ya?Lalu jelaskan kenapa piyamaku berantakan begini!”

Kris melirik ke arah piyama-mu, tepatnya ke arah bra-mu yang terlihat.Kris langsung meneguk ludahnya, pipi hingga telinganya menjadi merah padam.

“A-aku tidak tahu! Yang jelas aku tidak melakukan apapun padamu, aku sumpah! Kau saja yang mau pamer-pamer bra barumu kan padaku??”

“Apa katamu?!! Pamer?! YAK! Aku bukan cewek seperti itu!”

KRIIIIIING!!!!!

Alarm Kris yang ada di samping tv itu tiba-tiba berbunyi lagi. Kris berjalan dan mematikannya kemudian ia bergumam, “Ini rekor..Aku bangun sepagi ini!” Kris jadi merasa bangga pada dirinya, lalu ia meninggalkanmu begitu saja, untuk bersiap-siap ke kantornya.

*

“Kenapa melamun begitu?”Kris mengagetkanmu yang sedang duduk memeluk kakimu di sofa. Kamu meliriknya dengan judes, hendak berkata-kata sinis. Namun betapa terpesonanya kamu melihat Kris di depanmu.Ia kini sudah mengenakan kemeja putihnya dengan dasi hitam yang sudah terpasang rapi sekali. Benar-benar potongan yang pas di tubuh Kris yang memang tinggi dan berisi. Kamu merasakan pipimu memanas, lalu karena malu kamu pun segera melirik ke arah yang lain.

“Oh… masih marah ya?? Ckckck..Dasar centil.” Kris mengeluarkan smirk andalannya lalu tiba-tiba ia mendekatkan dirinya padamu. Tangannya yang kokoh mencengkram bahumu dan kamu bisa mencium aroma mintnya lagi.Kamu melotot kaget pada Kris.

“Neo wae irae?!”

Kris -masih dengan smirknya- berbisik di telingamu,

“Papa akan segera pulang oke? Jangan kangen ya sayang..” kemudian ia dengan girang tertawa-tawa sendiri melihat wajahmu yang semuanya merah. Ia bahkan harus terbungkuk-bungkuk karena tertawa terlalu geli. Kamu sangat kesal padanya lalu melemparkan bantal sofa ke arah wajahnya.

“PERGI SAJA KAU KUTU!!”

 

*

 

Suho POV

Suho yang sudah ada di ruangannya kini hendak menelpon Kris, atau yang biasa dia sebut dengan sesi “telpon bangun pagi”. Pria yang selalu rapi dalam balutan kemeja putih yang pas di tubuh itu mulai menekan nomor-nomor di handphonenya yang ia hafal di luar kepala, nomor handphone Kris. Kemudian ia meletakkan layar handphonenya di telinga, terdengar nada tunggu.

“Hyung!Kau sedang menelpon siapa??”

Suho melompat dari kursinya ketika ia mendengar suara Kris di belakangnya. Ia benar-benar melompat hingga hampir jatuh, mukanya sangat syok dan pucat sementara Kris malah tertawa puas melihat Suho yang bereaksi lebay itu. Tapi Suho masih memandang Kris dengan heran, ia tidak percaya kalau Kris sudah datang sepagi ini. Antara ia hanya berimajinasi, atau Kris baru kerasukan setan apa hingga datang pagi begitu.

“I-itu kau, Kris?”Suho menempelkan jarinya di pipi Kris, menekan-nekannya dan membuat Kris risih.

“Ih apaan sih.Homo deh.” Kris menepis tangan Suho lalu ia duduk di meja kerja Suho seperti biasa.

“Hyung?”Kris memanggil Suho yang masih terbengong-bengong.

“Apa?”

“Aku mau bilang sesuatu..” Kris mengeluarkan USB dari kantung jas-nya, ia memberikannya pada Suho.

“Aku belum membereskan pekerjaanku..” ujar Kris akhirnya kemudian tiba-tiba ia turun dari meja dan seperti anak umur 5 tahun yang ketahuan mengompol di kasurnya, ia berlari ke ruangannya, menutup pintu cepat-cepat. Suho yang menggenggam USB itu menaikkan alisnya pada tingkah laku Kris yang benar-benar aneh.

Kris datang pagi.Lalu Kris tampak lebih ceria dari biasanya.Terus apalagi ini?Ia belum menyelesaikan pekerjaannya?? Kris tidak pernah melakukan 3 hal tersebut seumur hidupnya.Apa yang terjadi pada bocah itu?

*

Your POV

 

Kamu memandang ke luar jendela apartemen Kris dengan seksama.Kamu sedang merenung, kini merasa kesepian tanpa Kris.Tidak ada yang iseng padamu, ataupun menghinamu.Pria itu memang sangat menyebalkan bagimu, tapi entah kenapa sekarang kamu tidak menyukai keadaanmu yang tanpa Kris.Sepi dan begitu membosankan.Akhirnya kamu malah berakhir di teralis jendela seperti sekarang, sambil beberapa kali berusaha mengingat siapa dirimu sebenarnya.

Hingga tiba-tiba kamu mendengar telpon rumah Kris berdering.Kamu segera mengangkatnya dan menjawab.

“Halo?”

*

Kris POV

Kris memandangi telepon genggamnya dengan galau, entah kenapa di sore hari bolong begitu ia merasa gugup. Sebenarnya ia hanya ingin menelpon Yeon Ah, ia ingin tahu apa yang sedang gadis itu lakukan. Tapi tentu saja ia terlalu gengsi. Jadinya sekarang Kris melalaikan tugasnya, ia malah sibuk memperhatikan nomor telpon apartemennya -yang pastinya tidak akan dia hubungi.

Dalam hatinya, ia agak merasa kesepian lagi. Sudah tiga hari ini ia memiliki teman, walaupun sebagai “teman” Kris dan Yeon Ah lebih sering bertengkar daripada bercengkrama bersama. Tapi itulah yang justru menyatukan hati mereka berdua, walaupun mereka tidak menyadarinya.Atau belum?

Kris berusaha fokus saja mengisi formulir-formulir kantornya yang setebal 200 halaman untuk ditanda tangani.Namun sesudah bertahan 1 menit, Kris kembali galau memandangi handphonenya.Ia mendesah frustasi karena terlalu penasaran dengan Yeon Ah hingga akhirnya Kris mengambil handphonenya. Ia mau nekat saja sekarang.

“Halo?” terdengar suara khas Yeon Ah yang membuat Kris merasakan sedikit senang di hatinya.

“Heh pendek, apa yang sedang kau lakukan?”Kris bertanya sambil menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.

Hening sejenak, Yeon Ah sepertinya sedang mencerna suara dan kata-lata Kris. Lalu tak lama terdengarlah pekikan,

“YAK APA MAKSUDMU?!” Yeon Ah menjerit dan Kris tertawa dengan sumringah lagi.

“Jawab saja kau pendek!Jangan-jangan kau sedang menjual barang-barangku ya?”

“Jangan gila kau, dasar maniak beha.Aku sedang bosan.Kenapa?”

Kris cekikikan mendengar ucapan Yeon Ah.Padahal biasanya Kris ikutan sewot dan balik menghina Yeon Ah, tapi kini Kris malah cuma ketawa geli seperti itu. Mungkin sekarang ia merasa Yeon Ah imut?

“Kau sedang bosan?” Kris melirik jam dinding di ruangannya, pukul 4 sore. Seringaian lebar tiba-tiba muncul di wajahnya yang mulus itu.

“Oke aku pulang sekarang saja.Sampai bertemu.”

Klik!

Kris kemudian meraih jasnya yang tersampir di gantungan pakaian kemudian dia cepat-cepat berjalan keluar dari kantornya.

“Kris. Apa yang kau lakukan??”

Kris membeku di tempat ketika ia mendengar suara Suho di belakangnya. Pria itu menengok perlahan-lahan pada sosok pria yang lebih mungil darinya itu.

“Oh hai Suho! :D” Kris sok ceria saat menyapa Suho, padahal Suho sudah melemparkan pandangan tajam padanya.

“Aku tanya kau mau kemana?” tanya Suho lagi, dengan nada dingin. Tapi seperti biasa, Kris yang tidak takut apapun menjawab dengan santainya: “pulang”.

Suho menaikkan kedua alisnya karena syok berat dengan jawaban Kris. Seumur hidupnya, Kris tidak pernah meminta pulang cepat, Kris selalu lembur dan bahkan ia akan membawa pekerjaannya ke rumah. Kris berubah drastis dalam satu hari ini, dan itu sangat tidak lazim.

“Kau mau pacaran sama Ye Seol ya Kris?” Suho mulai menginterogasi karena segala keanehan ini.Sementara Kris hampir tersedak ludahnya sendiri.

“Aku tidak mau pacaran sama dia!” bantah pria tinggi itu.Suho sendiri harus tersentak karena suara besar Kris.

“Aish. Arraso arraso..Tidak usah panik begitu juga Kris.” sindir Suho. Kris memutar bola matanya lalu ia buru-buru pergi meninggalkan kantornya karena sebal.

“Hati-hati di jalan, Kris.”Suho memekik pada Kris.Biarpun Kris seringkali membully Suho, tapi Suho tetap peduli pada adiknya.

*

Your POV

Apa? Kris benar-benar pulang sekarang?

Kamu terkejut dengan ucapan Kris barusan.Kris pernah bilang kalau dia adalah orang yang sangat sibuk, yang selalu bekerja hingga larut malam.Tapi kenapa sekarang dia seenaknya pulang sore?

Kamu bingung, tapi sebenarnya kamu merasa senang di dalam hatimu. Itu berarti kamu akan melihat Kris lebih cepat dari biasanya, dan kamu tidak akan kesepian lagi. Kamu akan melihat wajah Kris lagi..

Kamu merasakan tubuhmu memanas, seperti ada yang meledak juga dari dadamu. Entah kenapa terasa seperti kamu tidak sabar bertemu musuh bebuyutanmu itu..

TING TONG!

Kamu terlonjak dari sofa saat terdengar bunyi bel.Seketika perasaanmu kacau, tiba-tiba merasa sangat senang sekaligus malu.Namun kamu cepat-cepat berlari menuju pintu untuk membukanya -walaupun sebelumnya kamu harus melihat bayangan dirimu sendiri di kaca, untuk melihat apakah kamu sudah tampak cantik atau belum.

Terakhir, kamu membuka pintu apartemennya.

 

“Noona..”

Kamu yang sudah siap tersenyum sumringah langsung membeku di tempat.Setelah melihat siapa yang datang itu.Bukan sosok tinggi kurus dengan wajah arogan namun mempesona, tapi seorang remaja yang memakai jas hitam dan kemeja putih yang sangat rapi. Seperti seorang pria yang akan mengajak seorang wanita makan malam. Remaja itu memang sangat tampan dengan rambut hitamnya yang disisir ke samping, dan senyumnya amat sangat tampan.

“Tao..” kamu membisikkan namanya. Bukannya kamu tidak suka Tao datang, tapi Tao bukanlah orang yang kamu harapkan untuk datang.Bukan, bukan Tao. Tapi Kris.

“Yeon Ah noona.. Maafkan aku karena mengganggu..Hehe. Aku cuma ingin..mengajak noona makan malam..” ujar Tao sambil sedikit gugup, ia sibuk mengelap keringat dingin di tangannya ke jasnya yang sangat licin.Tao bahkan menggigit bibirnya.

“Eo..ya..” kamu masih blank karena semua yang baru saja terjadi. Namun kamu tahu, tidak baik menolak pria sepolos Tao.Makanya kamu akhirnya setuju.

“Tapi noona, aku belum menyiapkan dress..”Tao menunduk malu, menyebabkanmu tertawa ringan.

“Tidak apa-apa, aku punya dress kok” kamu tersenyum pada Tao lalu kamu segera menyuruhnya masuk dan duduk di ruang tamu sambil menunggumu berganti pakaian.

“5 menit oke?” kamu tersenyum lagi pada pria yang sangat grogi itu kemudian kamu pun segera berlalu ke kamarmu.

Kamu memilih dress merah selutut tanpa lengan, cantik sekali di tubuhmu. Dan itu adalah gaun pilihan Kris.Kamu lagi-lagi teringat dengan Kris, tapi kamu segera menggelengkan kepalamu.Bukan saatnya memikirkan dia, sekarang saatnya membuat Tao senang. Kamu kemudian dengan buru-buru memoles make up tipis,dan terakhir, mengikat rambut ikalmu. Selesai.

Klik!

Masih di dalam kamarmu, kamu mendengar bunyi pintu apartemen terbuka.Kamu menaikan alismu.Tao pergi atau ada orang yang datang?

“OMO WU FAN GEGE!”

Kamu seketika termenung saat mendengar suara Tao menyapa orang yang datang itu. Orang itu.. Kris. Jantungmu langsung memompa lebih keras dan tubuhmu panas dingin. Itulah orang yang sudah kau tunggu-tunggu, orang yang kau rindukan..

“Tao?? Sedang apa kau disini? Dengan baju seperti itu?? Kau tidak sedang mengajakku pergi ke pesta bujangan para gay lagi kan?!”

Kamu tidak ada niatan keluar sekarang, jadi kamu hanya menempelkan tubuhmu di pintu kamarmu untuk mendengar suara Kris.

“Eh? ANIYO GEGE! Aku tidak sedang mengajakmu! Aku mengajak Yeon Ah noona..”

Hening sejenak.Kamu semakin merapatkan dirimu ke pintu supaya bisa lebih jelas mendengar percakapan dua sahabat itu.

“Apa?Siapa kau bilang tadi?”

“Yeon Ah noona.”

Hening lagi dan kamu benar-benar penasaran dengan Kris.Apa yang sedang dipikirkannya ya?

“Untuk apa kau pergi dengan cewek pendek itu?”

“Aku mau pergi makan malam dengan Yeon Ah, gege.”

Kamu tiba-tiba grogi. Sebenarnya kamu mengharapkan Kris akan cemburu dan berusaha mencegah Tao untuk mengajakmu pergi. Harapan aneh yang tidak disadari oleh akal sehatmu.Sekarang kamu menantikan jawaban Kris.

“Oh. Ya sudah.Have fun ya.” kata Kris dengan nada dingin. Tak lama terdengar bunyi pintu ditutup, sepertinya ia masuk ke kamarnya.

Kamu tercengang dengan jawaban Kris.Tidak seperti yang kamu ingin dengar.Semuanya tidak berjalan seperti harapanmu hari ini.Kamu mendesahkan nafas panjang, tapi lalu kamu segera keluar dari kamarmu dan menghampiri Tao.

“Tao, maaf lama yah..” kamu tersenyum simpul, dibalas senyum manis yang lebih tulus dari Tao. Bocah itu tiba-tiba menggandeng tanganmu.

“Ayo kita pergi, noona ^ ^”

 

*

 

Author POV

“Oh. Ya sudah.Have fun ya.” Kris menepuk bahu tegap Tao lalu ia masuk ke kamarnya.

Perlahan ia menutup pintunya, dan bersandar di kayu tebal pintu tersebut. Kris melamun.Ia memandangi jendela kaca kamarnya dengan pandangan kosong. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Padahal dia sudah pulang lebih cepat untuk Yeon Ah, supaya bisa bersama gadis itu lebih lama.Sekarang dia bisa merasakan amarah sekaligus kekecewaan, ada kesedihan dan kegundahan di dalam hatinya.Pria yang biasanya tegar itu kini menjadi rapuh dari dalam dirinya sendiri.Kris tidak tahu kenapa dia bisa menjadi seperti ini.Dia sangat bingung.

Kris menundukkan kepalanya.Ia menyembunyikan pahit di wajahnya. Ia merasa down, apalagi setelah ia tahu Tao akan mengajak Yeon Ah makan malam. Bukankah itu berarti mereka berdua akan meresmikan hubungan mereka?

Kris memejamkan matanya sesaat karena pusing.Tidak seharusnya aku melepaskan ciuman pertamaku kan?Batinnya.

*

Tao dan Yeon Ah berjalan kaki menuju tempat makan yang sudah dipesan oleh Tao. Walaupun harus berjalan kaki berhubung Tao hanya remaja biasa yang merantau ke Korea, ia tidak kaya hingga bisa hidup menyenangkan disini. Itu agak membuat Tao malu untuk mengajak Yeon Ah makan malam, dia memang pria yang sangat rendah hati.

Yeon Ah duduk di seberang Tao, di sebuah restoran pasta yang sederhana yang memiliki pemandangan yang indah.Yeon Ah sendiri takjub dengan restoran itu, sementara Tao bahkan tidak memperhatikan restorannya.Matanya hanya tertuju pada Yeon Ah.Menyusuri seluruh wajah Yeon Ah dengan pandangannya.Tao terpesona dengan kecantikan Yeon Ah malam hari itu.Kecantikan alami yang sangat jarang ditemukan saat ini.

“Kau mau makan apa Tao?” Yeon Ah mengintip dari balik menu, membuat Tao kaget.Dia jadi ketahuan sedang memperhatikan Yeon Ah.

 

“Uhm..Spaghetti!” jawab Tao seperti anak kecil, membuat Yeon Ah tersenyum. Dan ia pun memesan makanan yang sama seperti Tao karena tidak mau merepotkan.

Makanan mereka muncul tidak lama kemudian, hingga mereka bisa segera makan.Mereka berdua makan dalam diam, suara yang terdengar hanya berupa dentingan sendok di piringnya.Dan beberapa kali juga Tao mencuri pandang pada Yeon Ah sambil otaknya sedang memikirkan segudang kata-kata romantis untuk menembak Yeon Ah.Ya, Tao sudah merencanakan makan malam hari ini sebagai hari jadian dia dan Yeon Ah.Hingga akhirnya makanan mereka habis dan masuklah mereka ke dalan inti makan malam hari ini.

Tao meneguk ludahnya untuk menghilangkan semua kegugupannya, dia sudah berhasil merangkai satu kalimat yang bagus.

“Yeon Ah noona..” panggil Tao akhirnya. Yeon Ah melirik Tao dengan matanya yang besar, lagi-lagi Tao terpanah kecantikan Yeon Ah.

“Ya?Ada apa?”

Tao harus melihat ke arah lain sesaat karena malu tapi lalu ia kembali menatap Yeon Ah. Bibirnya sudah siap meluncurkan kalimat manisnya.

“Apa noona melihatku sebagai laki-laki?” tanya Tao perlahan, Yeon Ah mengerutkan dahinya karena pertanyaan itu. Sementara Tao sendiri juga kaget, kenapa dia malah bertanya seperti itu?Tao sekarang lemas, dia sudah salah langkah.Tapi Yeon Ah menganggapnya sebagai pertanyaan yang lucu.

“Tentu saja, memangnya aku harus melihatmu sebagai apa? Teman wanitaku?”

Yeon Ah tertawa renyah, tidak menyadari wajah Tao yang sudah pucat. Tao menggigit bibirnya sambil menunduk,

“Aniyo noona..”

Yeon Ah tersenyum simpul.Ia sebenarnya tahu apa maksud Tao. Namun untuk sekarang Yeon Ah masih menutup hatinya.Ya, dia menyisakan hatinya untuk seseorang.Dan sepertinya kau sudah tahu siapa orang itu.

“Tao, kamu adalah temanku yang paling baik.Kau polos dan sangat perhatian, beruntung sekali wanita yang akan mendapatkanmu nantinya.” ujar Yeon Ah dengan lembut pada Tao, sementara Tao hampir tidak bernyawa lagi setelah mendengar ucapan Yeon Ah. Kesempatannya sudah hilang dalam sekejap!

Tapi Tao mengerti maksud Yeon Ah. Dia hanya..seorang teman untuk Yeon Ah.Nothing more.Nothing special.

Tao tersenyum miris, walaupun sebenarnya ia sudah sama sekali tidak ada keinginan untuk tersenyum. Sekarang dia hanya ingin pulang.

“Tao, kenapa kau pucat begitu?”Yeon Ah yang akhirnya sadar dengan perubahan ekstrim pada Tao menggenggam tangan besar pria itu yang ada di atas meja.

“A-aniyo noona, chon gwaenchanayo..”Tao segera menarik tangannya dari Yeon Ah, membuat Yeon Ah agak kaget.Lalu Tao jadi merasa bersalah, entahlah.Ia sekarang benar-benar kacau.

“Tao, jawab aku.Kau tidak apa-apa??”Yeon Ah sekarang panik karena Tao tampak semakin berantakan.

“Kita pulang saja, oke?”

Tao mengangguk, kemudian Yeon Ah pun segera membawa Tao keluar.Yeon Ah dan Tao berjalan berduaan kembali ke apartemen Kris karena Tao bersikeras untuk mengantar Yeon Ah pulang.Padahal dia sedang sakit, sakit hatinya.Hingga di lobby apartemen, Yeon Ah tidak mengizinkan Tao untuk mengantarnya sampai ke flat supaya tidak merepotkan Tao.Lagipula sudah cukup Yeon Ah merasa bersalah pada Tao.

“Hati-hati Tao..”Yeon Ah mengelus rambut Tao yang masih rapi, membuat pria itu kembali merah pipinya.Namun Tao segera menjauhkan kepalanya dari tangan Yeon Ah supaya dia sendiri tidak semakin sakit hati.

“Maafkan aku noona, aku sedang konyol hari ini.. Aku pulang dulu ya..”Tao membungkuk pada Yeon Ah sebagai tanda hormat dan akhirnya remaja muda itu pergi dari Yeon Ah.

Dengan sendu Yeon Ah memandangi bahu Tao yang tampak menyedihkan.Tidak seharusnya Yeon Ah membuat pria sebaik Tao sakit hati. Dan kalau dipikir-pikir lagi..tidak seharusnya Yeon Ah memberikan hatinya pada Kris.. Yeon Ah menghembuskan nafasnya. Kenapa ia jadi menaruh harapan pada Kris si diktator? Menaruh harapan pada Kris dan malah menyakiti hati Tao.

Yeon Ah pun lelah berfikir, ia memutuskan untuk beristirahat saja di kamarnya. Sudah cukup untuk hari ini. Hingga akhirnya saat Yeon Ah sampai di apartemen Kris, alangkah kagetnya Yeon Ah saat ia melihat sosok tinggi besar Kris sedang berdiri di ruang tamunya, menghadap ke arah Yeon Ah. Dia kini hanya memakai kemeja putih yang tidak dikancing sama sekali dan celana jeans hitam saja. Rambut pirangnya acak-acakan, dan wajahnya juga tampak masam.Yeon Ah menautkan alisnya karena bingung.

“Kris?” panggilnya. Kris tidak menjawab, ia memberikan death glarenya pada Yeon Ah.

“Kris kau kenapa?” tanya Yeon Ah sekali lagi dan akhirnya pria itu menjawab,

“Nggak. Aku cuma mau memberi salam pada nyonya Huang.” Kris balik memunggungi Yeon Ah, dia menuangkan anggur ke dalam gelasnya.

“Nyonya Huang? Apa maksudmu?”

Kris mendengus. Kemudian ia mulai meneguk anggurnya.

“Kau sudah pacaran kan sama Tao? Selamat ya, sudah mendapatkan cowok muda yang polos.Kuharap kau tidak memanfaatkannya karena untuk makan sehari-hari saja ia kesulitan.”Kris dengan wajah arogannya membalikkan tubuhnya menghadap Yeon Ah lagi.Gadis itu kaget, sekaligus tersulut emosinya.

“Apa maksudmu?! Memanfaatkan? Aku bahkan tidak ada pikiran seperti itu!! Lagipula kalau aku pacaran dengan Tao pun, itu bukan urusanmu!”Yeon Ah naik pitam, namun Kris yang mabuk itu berjalan mendekati Yeon Ah.Tapi situasi sekarang menjadi aneh. Masalahnya, Kris tidak mengancingkan kemejanya sama sekali, yang berarti dia menampakkan sebagian tubuhnya. Dia juga mabuk.Wanita mana yang tidak ngeri dengan keadaan seperti ini?

Kris tiba-tiba meraih dagu Yeon Ah hingga Yeon Ah bisa melihat wajah Kris dekat sekali dengannya. Mata Kris yang berwarna cokelat terang itu menatap mata hitam Yeon Ah dalam-dalam, membuat Yeon Ah freeze, dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang karena dia terlalu gugup. Terasa jantungnya berdegup sangat kencang ketika Kris menyentuhnya.

“Yeon Ah, kita jadian saja. Bagaimana?” ujar Kris serius.Yeon Ah membulatkan matanya, dia semakin kaget.

 

TBC

 

a/n: YAK KITA POTONG SAHAJA. (?) kali ini gue cuma mau kasih tau, karena gue lagi sibuk ngurusin iDoKyungSoo sampe akhir tahun, ada kemungkinan gue ga ngirim lanjutan Hello Mr. Wu atau pun Celebrity Oppa ke exo ff lagi ;A; ga tau juga sih, masih rencana xD KEMUNGKINAN TERBESAR ADALAH, gue akan rilis lanjutan dari ff-ff kotor ini ke blog gue yang tidak kalah kotor, risolkris.wordpress.com. Entahlah, kita lihat aja :p kalau misalkan mau tau tentang tempat selanjutnya gue akan rilis lanjutan ceritanya, mungkin lo bisa follow @rollingkris aja deh, nanti gue kasih tau perihal kemana akan gue bawa ff-ff gue. BAHAHAHA.INI BUKAN HANYA SEKEDAR PENGUMUMAN TAPI PROMOSI. /dor

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih karena sudah komen dan like…….. GUE GA BISA BERKATA APA-APA SETELAH MEMBACA KOMEN KALIAN. SANGAT MENYENTUH. I LIKE YOU GUYS. BAHKAN SAMPE GA GUE BALES SEMUA KOMENNYA. /semprot baygon/ yah apa mau dikata,, terlalu banyak yang musti gue ucapkan buat kalian sampe bahkan satu kalimat pun ga cukup. MOHOHO. Ya udah, cukup sekian kata-kata manis gue, barangkali ada kata2 yang tidak berkenan harap jangan dimasukkan ke hati, karena hati rasanya pahit. *itu ati ayam* *udah*

SEEYA.

33 pemikiran pada “Hello Mr. Wu! (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s