Menemukan Cinta Yang Baru (Chapter 2)

MENEMUKAN CINTA YANG BARU

 

Author        : 1243

Main cast   : Baek Hyun

Rae Bin

Luhan

Park Sena

D.O

Shin Rara

Support cast: Member EXO

Length           : 2/2

Genre            : Romance

Note               : Seperti biasa ya . . .

Mohon RCL  =D

Warning        : Banyak typo

“Aish . . . Jjinja. Chingu satu ini emang kebangetan. Masa aku disuruh mengantar makanan pesanannya di tempat dia latihan sih. Nggak tahu apa tempat dia latihan dengan gedung kuliahku tuh jauh” omel Rara selama perjalanan ke tempat latihan Rae.

Rara sampai di tempat latihan ketika pembimbing hapkido menutup sesi latihan hari itu. Sambil menunggu temannya ganti pakaian, Rara asyik main angry bird di handphonenya sampai-sampai tidak sadar ada cowok yang duduk di sebelahnya.

‘Lama banget sih si Rae ganti pakaiannya’ batin Rara yang sudah bosan dengan angry birdnya karena terlalu sering memainkannya. Matanya menyusuri tempat latihan dan berakhir pada cowok yang ada di sebelahnya. Entah sudah berapa panah cupid yang ditembakkan pada hati Rara sehingga dirinya menatap lama pada cowok itu.

“Hai! Ngelamun aja” Rae mengageti Rara yang masih bengong.

Rara hanya menatap cengo pada Rae pertanda masih terpesona pada cowok di sebelahnya.

“Kamu nungguin Baek Hyun, Kyungso?” tanya Rae pada cowok di sebelah Rara.

Cowok yang ditanya Rae hanya mengangguk.

“Tunggu sebentar lagi. Baek Hyun masih berbicara ma pembimbing. Oya, kamu kan ikut klub paduan suara, kamu juga ikut dalam acara festival besok?” beritahu Rae.

Tak ada kata yang keluar dari mulut Kyungso. Yang ada hanya anggukan sebagai jawaban.

“Sukses ya buat festivalnya. Aku mau ke kelas dulu. Annyeong. Salam buat kakakmu Lay” Rae menyeret Rara yang belum mau beranjak dari tempat dimana dia duduk.

“Rae-ah . . . Siapa namja tadi?” tanya Rara tersadar dari bengongnya.

“Siapa?” Rae balik tanya di tengah suapan yang akan ditelannya.

“Yang kau ajak bicara tadi”

“Oh . . . Dia Kyungso anak paduan suara. Jurusannya kalau tidak salah sama denganmu.” Jawab Rae.

“Kok kamu bisa kenal dengannya?” tanya Rara lagi.

“Kyungso adalah adik Lay. Lay adalah murid yang pernah diajari privat oleh kakakku. Selama menunggu kakaknya diajari oleh Kris, aku sering menemaninya ngobrol” jawab Rae. (ceritanya Kris tuh ngajar privat di rumahnya sendiri #baru kali ini ngajar privat muridnya yang datang ke rumah gurunya)

“Chakaman. Lay? Lay yang itu?” Rara menghadapkan wajahnya sedekat mungkin dengan wajah Rae.

“Ya! Apa-apaan kau. Hampir saja kau kusembur dengan makanan. Cepat menyingkir” Rara tak mau menuruti perkataan Rae. “Iya iya. Lay yang itu”.

“Wow, nggak nyangka Lay punya adik seperti dirinya” kagum Rara setelah menyingkirkan wajahnya dari hadapan Rae.

Kekaguman hilang dari raut wajah Rara diganti dengan raut cemas melihat ekspresi yang ditunjukkan temannya setelah nama Lay kembali menguap. Karena Lay adalah namja yang disukai Rae sebelum digebet dan dipacari oleh sepupunya sendiri. Sepupu yang mengetahui perasaan Rae dan memilih mengkhianati kepercayaan saudaranya sendiri. Rae akan menerima dengan ikhlas hubungan Lay dengan sepupunya apabila dirinya tidak dijelek-jelekkan di depan namja yang disukainya.

“Kau tidak apa-apa Rae Bin-ah? Maaf aku membuatmu mengenang sesuatu yang tidak enak” Rara tidak enak pada Rae.

“Tidak apa-apa Rara-ah. Itu hanya masa lalu. Jadi? Kau suka pada Kyungso?” Rae tersenyum untuk menenangkan hati Rara.

“Sudahlah itu tidak penting” Rara tidak ingin menambah sakit hati Rae.

“Ya! Siapa bilang itu tidak penting. Penting sekali untukmu mendapat namja baru agar tidak teringat terus dengan Kai” ucap Rae dibarengi dengan mulut terbuka lebar karena baru disadari ada Sena di belakang Rara.

“Benarkah itu Rara?” Sena memastikan pendengarannya.

Rara yang juga sama kagetnya dengan Rae hanya dapat mengangguk kaku karena untuk apa ditutupi lagi masalah isi hatinya dari Sena.

“Kenapa aku tidak kau beritahu?” Sena mengambil duduk di sebelah Rara.

“Untuk apa Sena-ah. Adikmu sudah memiliki pacar yang cantik. Jadi aku memilih untuk menyerah saja” ucap Rara.

“Tapi tetap saja paling tidak beritahu aku” Sena bingung antara mau marah atau sedih.

“Sudahlah Sena. Yang penting sekarang Rara sudah mendapat pengganti adikmu. Mohon doanya saja supaya kali ini lancar” Rae mencoba menetralkan suasana.

“Benarkah? Siapa orangnya?” Sena menyambut antusias dengan identitas namja yang disukai Rara.

“Namanya Kyungso. Dia anak klub paduan suara” jawab Rara.

“Mwo? Kyungso? Kyungso adiknya Lay yang . . .” menyadari siapa yang disebutnya, Rara dan Sena menatap Rae dengan tatapan meminta maaf.

“Ya! Sudah sering kali kukatakan kalau aku tidak apa-apa” kata Rae dengan sedikit esmosi terhadap kedua temannya seakan dia adalah orang yang patut dikasihani.

“Beneran chingu?” Sena memastikan.

“Beneran Sena, temanku yang imut yang selalu ingin tahu” jawab Rae dengan yakin.

“Onkey kalau begitu” Sena tidak mau melanjutkan untuk memastikan keadaan hati Rae yang sesungguhnya.

Ketiganya masih asyik berceloteh tentang Kyungso yang kemudian merembet pada Luhan.

“Sepertinya aku mulai suka pada Luhan” tutur Sena.

“Asyik . . . ada yang lagi falling in love nih” goda Rae.

“Memang gimana ceritanya kamu sampai bisa suka?” Rara menuntut cerita dari Sena.

Sena menceritakan tentang kambuhnya penyakit jantung ayahnya pada saat dia latihan vokal bersama teman klub. Sena diminta untuk datang ke Rumah Sakit saat itu yang dihubungi oleh Kai. Akhirnya dirinya meminta ijin agar dapat pulang lebih awal. Mendengar kambuhnya penyakit ayah Sena. Luhan menawarkan diri untuk mengantar. Tanpa pikir panjang karena terlalu kalut dengan kondisi ayahnya, Sena menerima tawaran Luhan. Sesampai di Rumah Sakit, Luhan belum beranjak pulang dan memilih untuk menemani Sena. Sejak saat itu setiap kali melihat Luhan apalagi kalau tersenyum padanya. Sena merasa hatinya melambung.

“Kenapa baru cerita ke kita sekarang?” tuntut Rara.

“Karena aku tahu kalau cerita pasti akan digoda seperti sekarang” jawab Sena.

“Aku dan Sena sudah dapat cinta baru. Giliranmu kapan Rae Bin-ah?” Rara mencoba menggoda Rae.

“Entahlah. Sepertinya perlu keajaiban untuk yang satu itu”.

 

^_^    ^_^    ^_^

 

“Apa yang sedang kau lihat?” tanya seorang namja sambil meminum air.

“Ani. Aku ikut senang melihat mereka” Rae tersenyum melihat di depan sisi kanan ada Sena dan Luhan sedangkan di sisi kiri ada Rara dan Kyungso.

Sena dan Luhan jadian setelah festival kampus selesai. Sedangakn Rara dan Kyungso jadian tiga hari yang lalu. Sedangkan pertandingan hapkido minggu depan akan dimulai.

Sena ditembak oleh Luhan di bawah pohon beringin? Yang katanya sering memberikan kelanggengan pada pasangan. Luhan sudah menyukai Sena sejak SMA pada pandangan pertama di rumah Rae. Luhan saat itu main ke rumah Rae untuk kerja kelompok bareng Kris dan melihat tawa Sena yang baginya seperti tawa bayi malaikat.  Tetapi hingga dia lulus, Luhan belum berani menyatakan cintanya. Maka dari itu Luhan senang sekali ketika mereka satu kampus dan satu klub. Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan lagi dambaan hatinya.

Sedangkan Rara ditembak Kyungso pada saat dirinya diminta untuk mengisi acara di pentas seni sekolah SMA-nya dulu. Kyungso meminta Rara untuk menemaninya pergi ke pentas seni. Di tempat itulah Kyungso menyanyikan lagu What is Love-nya EXO dengan imbuhan pembukaan kalimat, lagu dipersembahkan untuk Rara. Kyungso mengungkapkan saat sesi penembakan bahwa dirinya jatuh cinta pada Rara yang sedang serius main Angry Bird.

“Namjachingumu mana?” namja tersebut masih saja betah di sebelah Rae.

“Entahlah. Lagi nyasar mungkin makanya tidak sampai-sampai di sampingku” Rae berusaha melucu tetapi tetap arah pandangan ke kedua temannya.

“Kalau kubilang dia sudah sampai di sampingmu bagaimana?” ucap namja tersebut yang langsung menarik semua perhatian Rae kepadanya.

“Apa maksudmu Baek Hyun?” tanya Rae tak paham atau pura-pura tak paham?

“Maksudku  adalah” Baek Hyun memberi jeda dan menatap mata Rae. “Maukah kau menjadi yeojachinguku?”

Tak tahan ditatap terus oleh Baek Hyun. Rae menghadapkan wajahnya ke depan dan muncul semburat merah di pipinya.

“Tak usah memberi keputusan hari ini. Aku juga tak memberi batas waktu dalam memberikan jawaban untukku. Aku harap permintaanku tadi dipikirkan dan dirasakan dengan baik jawaban yang akan kau berikan” Baek Hyun kembali membasahi tenggorokannya dengan air mineral.

Rae belum mampu mengucapkan kata-kata sehingga hanya terdiam mematung.

“Aku mencintaimu” ucap Baek Hyun tetap memandangi Rae.

“K-k-kalau boleh tahu. A-a-alasan kau mencintaiku?” tanya Rae setelah mengumpulkan seluruh tenaga yang dimilikinya.

Baek Hyun memegang bahu Rae dan memutar badannya hingga mereka berdua berhadap-hadapan. Rae yang kaget hanya dapat memandang ke bawah. Bukannya jera, Baek Hyun memegang kedua tangan Rae dan menggenggamnya.

“Tatap aku Rae Bin” pinta Baek Hyun.

Seakan suara Baek Hyun memiliki kekuatan terhadap diri Rae Bin, pandangan keduanya saling bertemu. Hanya bertahan sebentar Rae mampu memandang Baek Hyun. Namja bertangan lentik itu kembali meminta Rae untuk menatapnya. Kembali Rae tersihir dengan suaranya.

Memastikan Rae tidak akan memalingkan tatapannya baru Baek Hyun mengatakan semuanya. “Kupikir  selama ospek, aku hanya akan bertemu dengan senior yang sok, senior yang menyebalkan. Kupikir selain senior, aku hanya akan bertemu dengan teman yang senasib, yang membenci masa-masa ospek. Tetapi dugaanku meleset. Yang kutemui disini bukan hanya senior atau teman melainkan belahan jiwaku” Rae yang mendengar kata-kata Baek Hyun ingin menarik tangannya tetapi tidak bisa karena namja yang ada di depannya menggenggam tangannya dengan erat.

“Aku sendiri heran dengan diriku sendiri. Sering bertanya apa sebenarnya istimewanya yeoja bernama Rae Bin. Semakin aku banyak bertanya pada diriku, aku semakin banyak menemukan alasan-alasan untuk mencintaimu. Mulai dari alasan sepele sampai alasan yang tidak masuk akal.” Warna merah di pipi Rae semakin pekat bukan semakin pudar.

“Rae yang selama ospek dengan gaya cueknya. Gaya santai padahal tahu dia telah melanggar aturan dan menerima hukuman dengan tertawa sembunyi. Rae yang tersenyum meremehkan otoritas senior. Rae yang marah ketika temannya disakiti. Rae yang menangis bahagia memenangkan hapkido. Dan masih banyak Rae yang ingin kukenal” Baek Hyun menggosokkan kedua tangan Rae dibantu dengan tangannya agar tidak kedinginan lagi.

Tangan Rae masih dingin dan berusaha dihangatkan oleh Baek Hyun yang kemudian disusul senyuman mautnya. “Jangan tergesa-gesa memberikanku jawaban. Aku pergi dulu. Annyeong. Cepat hangatkan tanganmu sebelum kau jatuh sakit”

Yang tertinggal hanya bau namja itu dan Rae masih mematung menatap tangannya dan berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi.

 

^_^    ^_^    ^_^

 

“Hore . . . Temanku ketemu jodohnya juga” Sena berteriak kegirangan setelah Rae menceritakan kejadian tadi siang di rumahnya.

“Wah . . . Selamat ya Rae Bin-ah” Rara menjabat tangan Rae.

Rae heran dengan reaksi yang diberikan oleh kedua temannya.

“Terima saja Rae. Kesempatan bagus jangan dilewatkan” dorong Sena.

“Nggak usah banyak mikir. Tinggal bilang iya aja susah amat. Apa mau kupanggilkan saudaraku yang bernama Amat untuk membantumu” #ni Rara kok tidak membantu sama sekali ya? *author cengo.

Rae hanya dapat menarik napas agak dalam mendengar reaksi temannya. Dan dia hanya melemaskan bahu dan punggungnya yang kaku sejak tadi.

 

^_^    ^_^    ^_^

 

Sejak pengakuan tempo hari, Rae akan selalu teringat kejadian itu ketika melihat Baek Hyun hingga dirinya akan geleng-geleng kepala sendiri untuk menyadarkan diri. Sedangkan Baek Hyun yang melihat gerakan Rae hanya tersenyum senang. Hal itu bukannya membantu Rae malah memperburuk keadaan karena setelahnya pipi Rae akan merah hingga memalingkan wajah dari hadapan Baek Hyun.

‘Lebih baik kuterima tidak ya?’ Rae memikirkan jawaban untuk Baek Hyun selama beberapa hari seperti saat ini sepulang latihan berjalan sendirian dari kampus menuju halte bus. Hingga tanpa disadari sudah muncul lima orang cowok bertato di depannya.

“Ini cewek yang dimaksud?” tanya lelaki di sebelah kanan sendiri. Sebut saja A.

“Iya bos. Ciri-cirinya sesuai dengan yang di foto” ucap lelaki di sebelah A, sebut saja B.

“Bawa dia” perintah A kepada C, D, dan E.

Rae yang tersadar adanya niat buruk segera mengambil ancang-ancang untuk bertarung. Tak dielakkan lagi terjadilah pukul memukul antara Rae dan ketiga cowok yang diperintahkan A. Rae kewalahan mengalahkan kelima cowok itu sendirian hingga mengurangi kewaspadaannya. B membungkan mulut dan hidung Rae dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius.

“Benar kata nona Anhri tidak mudah untuk membawanya. Ayo cepat masuk ke dalam mobil sebelum” tanpa diduga ada serangan mendadak menghantam rusuk A hingga membuatnya tersungkur.

Namja B tetap memegangi Rae sedangkan C, D, dan E menghadapi Baek Hyun (#andaikan Baek Hyun ada videonya yang lagi tarung pasti asyik). Ketiganya tak bisa mengalahkan Baek Hyun (#hidup Baek hyun *author angkat kedua tangan setinggi-tingginya). Hampir saja Baek Hyun terluka akibat tusukan A yang bangkit kembali dari kubur? Baek Hyun berhasil mengalahkan keempat namja (soalnya B cuma megangin Rae doang makanya nggak dihitung) dan membawa pulang Rae.

Sesampai di rumah Rae, Kris kaget dengan kondisi adiknya yang pulang dalam keadaan tidur dan digendong seorang namja.

“Terima kasih sudah membawa pulang adikku dengan selamat. Kamu siapanya Rae?” tanya Kris setelah meletakkan Rae di kamar tidurnya.

“Saya adalah teman klub hapkido Rae Bin. Salam kenal” kata Baek Hyun.

“Bagaimana sebenarnya kejadian tadi?” Kris menuntut penjelasan.

“Sebenarnya saya juga tidak tahu bagaimana kejadiannya. Ketika saya datang Rae akan dibungkam dengan sapu tangan dan hanya sempat mendengar bos penculik tadi mengucapkan nama Anhri-ssi kemudian Rae pingsan” jelas Baek Hyun.

“Anhri-ssi?” Kris berpikir keras seperti pernah mendengar nama tersebut.

“Kris hyung. Saya pulang dulu. Taksi di depan sedang menunggu saya” pamit Baekki.

“Oh ya. Sekali lagi terima kasih banyak atas bantuannya” Kris menjabat tangan Baek Hyun sebelum pemuda tersebut pulang.

 

^_^    ^_^    ^_^

 

“Pemenang hapkido tahun ini untuk regu putra adalah Byun Baek Hyun. Selamat atas kemenangannya” sorak sorai penonton terdengar riuh.

“Dan pemenang hapkido regu putri adalah Rae Bin. Selamat untuk keduanya” tepuk tangan penonton semakin kencang.

“Aku bangga dengan temanku” peluk Sena.

“Selamat ya Rae” gantian Rara yang memeluk.

“Terima kasih semua” Rae balas memeluk kedua temannya.

“Dugaanku tepat kau yang akan jadi pemenang adikku sayang” Kris mengusap rambut Rae sehingga membuat kekacauan di rambut adiknya.

“Makasih oppa dan tolong tangannya” menyingkirkan tangan Kris kemudian memeluknya.

Luhan dan Kyungso juga turut memberikan selamat karena mereka berdua datang atas ajakan Sena dan Rara. Tak lama kemudian Chanyeol juga memberikan ucapan selamat kepada Rae.

“Selamat Rae atas kemenangannya” Chanyeol menjabat tangan Rae.

“Sama-sama Chanyeol. Kukira kau takkan datang. Mana pacarmu?” ucap Rae.

“Aku sudah putus dengannya” Chanyeol tersenyum getir.

“Akhirnya. Kau bisa juga lepas dari genggaman penyihir itu” Rae tersenyum mendengar kabar yang baginya merupakan kabar gembira.

“Aku juga lega sudah putus dengannya, dan itu semua tidak akan pernah terjadi apabila bukan karenamu. Maaf aku hanya bisa menjadi teman yang membawa masalah untukmu” Chanyeol tersenyum pahit.

“Sudahlah Chanyeol, yang penting aku tidak apa-apa” Rae menepuk-nepuk lengan Chanyeol tetapi terus diawasi dengan tajam sosok bernama Kris.

Kris masih berpikir buruk dengan semua yang berhubungan dengan kejadian percobaan penculikan terhadap adiknya. Anhri, otak penculikan Rae adalah kekasih Chanyeol. Alasan Rae diculik karena ingin menakut-nakutinya agar tidak terlalu dekat dengan Chanyeol dan agar Chanyeol tidak memutuskan Anhri. Meskipun Chanyeol tidak ada sangkut pautnya tetapi kena imbas juga.

“Ayo kita merayakan kemenanganku” ajak Rae kepada Kris, Sena dan Luhan, Rara dan Kyungso, serta tak lupa Chanyeol.

“Apakah aku juga tidak diajak?” cetus Baek Hyun yang tiba-tiba muncul di belakang Rae.

Rae yang terkejut ada suara yang familiar di belakangnya sampai meloncat ke arah Chanyeol. Baek Hyun yang melihat lengan Rae dipegang oleh Chanyeol langsung menatap namja keriting itu dengan tajam. Chanyeol yang kaget dengan tatapan Baek Hyun dan mengerti makna pandangan itu langsung melepaskan pegangannya.

“Tentu saja boleh Baek Hyun. Tidak ada yang melarangmu untuk ikut bersenang-senang bersama kita” Kris meletakkan lengannya di pundak Baekki.

Kedelapan orang itu akhirnya pergi ke warung bulgogi Mpok Nori. Suasana di antara mereka berjalan dengan baik. Bahkan Kris yang sebelumnya negative thinking terhadap Chanyeol bisa cepat akrab. Yang merasa aneh hanya Rae seorang. Mau melakukan apapun menjadi canggung karena di depannya ada namja bernama lengkap Byun Baek Hyun. Sedangkan Baek Hyun sendiri santai bersama yang lain.

“Baiklah sekarang waktunya pulang. Hati-hati di jalan semua. Ayo Rae” ajak Kris di depan warung.

“Kris hyung. Bolehkah Rae kuajak ke suatu tempat terlebih dahulu?” Baek Hyun mencegat Kris yang akan pulang bersama Rae.

“Owh?! Ne, boleh saja. Asal jangan pulang terlalu malam. Hati-hati kalau begitu. Chanyeol-ah, ayo kita pulang bareng” tarik Kris.

“Kau yang bernama Luhan?” tanya Chanyeol di hadapan Luhan dengan posisi satu tangan ditarik oleh Kris. Yang ditanya hanya mengangukkan kepala.

“Jaga baik-baik Park Sena. Sekali saja kau menyakitinya maka aku takkan segan-segan untuk merebutnya kembali” kata Chanyeol sebelum benar-benar ditarik pergi oleh Kris. Luhan dan Sena hanya saling tatap setelah mendengar perkataan Chanyeol.

Pasangan Sena dan Luhan, Rara dan Kyungso, serta Rae dan Baek Hyun pergi ke arah yang berbeda. Begitu pula pasangan jomblo Kris dan Chanyeol yang akhirnya memutuskan untuk pergi karaoke.

“Wah, Sehun patah hati deh” ucap Sena lirih.

“Apa? Sehun? Siapa Sehun?” ternyata Luhan mendengar apa yang dikatakan Sena.

“Sehun temannya adikku Kai. Sehun sering menemuiku untuk bertanya mengenai Rae. Itu yang membuat aku dan Chanyeol putus, dikiranya aku pacaran dengan Sehun saking seringnya kita ketemuan” tutur Sena sambil menggandeng tangan Luhan.

“Wah . . . Aku harus berterima kasih pada Sehun. Besok bisa kau kenalkan padaku?” kata Luhan.

“Kok berterima kasih pada Sehun?” tanya Sena heran.

“Karena berkat dirinya kamu dan Chanyeol putus sehingga sekarang aku dapat berdiri di sampingmu dan dapat menggenggam tanganmu sebagai kekasih” senyum Luhan. Sena tersipu malu mendengar perkataan Luhan.

Di sisi lain.

“Kasihan kakakku. Sepertinya sekarang dia benar-benar habis” tandas Kyungso.

“Kakakmu? Lay oppa maksudmu?” Rara memastikan diri.

“Tentu saja Lay hyung. Memangnya kakakku siapa lagi kalau bukan Lay” Kyungso mencubit pipi Rara gemas.

“Appo . . . . Memangnya kenapa dengan Lay oppa?” kata Rara sambil pipinya diusap Kyungso.

“Lay menyukai Rae. Tapi mendengar ada orang yang disukai oleh Rae. Lay hyung langsung mengundurkan diri dan langsung menerima saja permintaan sepupu Rae untuk menjadi pacarnya sebagai obat penenang hatinya yang ternyata belum berhasil juga menghilangkan Rae dari pikirannya” cerita Kyungso yang disambut O_O oleh Rara.

“Jadi Lay oppa suka ma Rae?” teriak Rara yang mulutnya segera ditutup dengan tangan Kyungso.

“Tidak bisakah kau pelankan sedikit suaramu?” pinta Kyungso.

“Lay oppa suka Rae?” Rara masih tidak yakin. Sedangkan Kyungso meyakinkan hanya dengan anggukan. “Daebak . . . Tahukah kau sebuah rahasia?” dijawab gelengan oleh Kyungso.

“Sebenarnya sebelum Lay jadian dengan sepupu Rae, Rae suka pada Lay” O_O muncul deh di wajah Kyungso yang cocok banget.

“Ah . . . Lay hyung sungguh bodoh ternyata tidak memastikan siapa dulu orang yang disukai Rae”.

 

FLASHBACK

“Rae Bin-ah, adakah orang yang kau sukai?” tanya Lay ketika menunggu kedatangan Kris untuk belajar di rumah Rae.

Rae yang mendengar pertanyaan Lay langsung dag dig dug duer menyangka perasaannya sudah diketahui oleh Lay. “Ada orang yang aku sukai oppa” jawab Rae dengan malu.

“Owh? Siapa orang itu?” tanya Lay lagi.

“Orang itu sangat dekat denganmu Lay oppa” Rae bertambah malu.

Mendengar pengakuan Rae, hilanglah harapan Lay.

FLASHBACK END

 

“Tempat ini indah sekali” Rae duduk di atas rumput tebal sambil memandang bulan purnama.

“Maka dari itu kutunjukkan tempat ini padamu” Baek Hyun memandang Rae bukan memandang yang lain.

Rae yang merasa risih tapi senang dengan tatapan Baek Hyun memilih memandang lampu-lampu kota di malam hari dari atas bukit dimana mereka sekarang berada. “Baek Hyun . . .” Rae belum siap untuk melanjutkan kalimatnya. Sedangkan Baek Hyun hanya menjawab hmm tetap dengan tatapan terpaku pada wajah Rae.

“Jangan pandang aku sperti itu” Rae meletakkan kepalanya di lutut. Baek Hyun menuruti permintaan Rae dan memilih memandang bulan purnama.

Cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya Rae mengeluarkan panggilan untuk Baek Hyun dan mengangkat kepalanya. “Baek Hyun . . . Aku akan memberikan jawaban atas permintaanmu tempo hari” Rae belum berani memandang ke arah Baekki. Baek Hyun masih tetap saja hanya menjawab hmmm.

“Aku mau menjadi yeojachingu-mu” Baek Hyun langsung menatap tidak percaya ke wajah Rae.

“Benarkah yang kau katakan?” Baek Hyun mempersempit jarak di antara mereka berdua.

Rae yang sudah kehabisan semangat hanya mengangguk. Melihat gerakan kepala Rae, Baek Hyun langsung berdiri dan berteriak ‘yahu . . ., Rae menerimaku’. Baek Hyun terlihat sangat senang karena penantiannya selama dua tahun berakhir bahagia. Melihat apa yang dilakukan oleh Baek Hyun, Rae kembali menyembunyikan kepalanya di antara kaki dan lengannya.

Cukup lama mereka berpegangan tangan sambil tiduran melihat bulan purnama yang menjadi saksi mereka berdua. Hingga akhirnya Baek Hyun mengajak pulang Rae agar tidak terkena kartu merah dari Kris padahal mereka baru saja jadian. Selama perjalanan pulang dengan naik motor mereka berdua tersenyum senang dan terkesan malu-malu. Rae yang awalnya canggung lama kelamaan rileks meletakkan tangannya di pinggang Baek Hyun.

 

END

 

5 pemikiran pada “Menemukan Cinta Yang Baru (Chapter 2)

  1. waaaahhh daebakkk akhirnya END juga….tapiii… aku kurang puas thorr 😥 ceritanya pendek 😦
    tapi ga apalah …. ceritanya keren kok 🙂

    KEEP WRITING YA THOR !!!!!
    AUTHOR FIGHTING..!!!!
    DITUNGGU NEXT FF NYA YAA THOR *wuiihhh banyak amat bacotnya kekekekkeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s