Power Users (Chapter 8)

Power Users

(Part 8)

 

Author:

@ridhoach

Main Cast:

–          Kim Jong Dae (EXO-M)

–          Nam Shin Ra (OC)

–          Do Kyung Soo (EXO-K)

Support Cast:

–          All members of EXO.

–          Kim Jae Hyun (OC).

Previous Chapter:

 

Aku tengadahkan kepalaku agar bisa melihat sosok namja yang berada di sana, yang telah menyelamatkanku. Aku bisa menlihat sesosok namja yang berdiri dengan kokoh. Wajahnya dihiasi oleh segaris senyum penuh arti. Ommo?!! Wajah itu?!! Bagaimana mungkin kalau itu adalah ‘dia’? Kenapa ‘dia’ memiliki super power? Apa yang sebenarnya terjadi?

 

—–

 

Jong Dae’s POV

“Hai hyung”, ujar namja yang ada disana. Dia tersenyum.

“JaeHyun-ah? Bagaimana mungkin? Kamu? Ini? Ada apa ini?”, tanyaku kebingungan.

“Aku juga tidak mengetahuinya hyung. Yang aku rasakan sekarang sangat berbeda dengan sebelumnya. Aku merasakan ada kekuatan yang meluap dari dalam tubuhku dan begitu aku coba untuk mengeluarkannya, yang keluar adalah itu. Balok kayu itu”, ujarnya panjang lebar.

“Baiklah JaeHyun-ah. Aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di sini nanti. Sekarang bisa kah kau membebaskanku dari cengkeraman tanah ini?”, pintaku.

“Ne, hyung”.

 

JaeHyun berjalan menghampiriku. Dia mengepalkan tangannya. Matanya terfokus, sepertinya dia seperti sedang konsentrasi. Seketika tangannya berubah menjadi kayu. Tangannya berwarna coklat, sangat sama persisi dengan kayu seperti umumnya. Dia menggenggam tanah yang menutupi pergelangan tanganku. Dia berusaha untuk menariknya. Dan, prakk!! Tanah itu pecah. Aku bisa menggerakkan kedua tanganku dengan bebas.

“Gomawo JaeHyun-ah”, uajrku sambil menggerakkan tanganku. Mencoba untuk merelaksasikannya.

“Cheonma hyung”.

“Ayo JaeHyun-ah. Kita tunjukkan seberapa eratnya hubungan persaudaraan antara kau dan aku”, ujarku sambil menggertakkan ruas – ruas diatara jari tanganku.

“Ne”.

 

END of Jong Dae’s POV

 

—–

 

Author’s POV

 

Sebuah aliran api yang berbentuk seperti spiral itu menggeliat membelah kegaduhan lapangan yang dipenuhi oleh makhluk hitam besar, Diroid. Aliran api itu berasal dari seorang namja yang bertubuh cukup tinggi. Di seberang namja api itu, berdiri seorang namja yang berdiri dengan tegap, menerima serangan dari namja api itu secara langsung, tanpa ada niat untuk menghindarinya. Api itu mengenai tubuh bagian atasnya dan membakarnya. Setelah api padam, tampak kulit dari namja itu rusak, terbakar oleh api milik namja tinggi yang berdiri diseberangnya. Anehnya, sedikit demi sedikit luka bakar yang menyelimuti kulit namja itu sirna, dan kulitnya menjadi mulus kembali tanpa ada bekas luka bakar sedikitpun.

 

“Jadi, apa itu super powermu?”, tanya namja api, ChanYeol.

“Ne. Inilah super powerku, Vitakinesis. Aku dapat menyembuhkan apapun luka atau penyakit yang ada pada tubuhku sendiri ataupun pada tubuh hewan, tumbuhan maupun manusia yang lain”, ujar namja satunya, Lay.

“Siapa namamu?”, tanya ChanYeol.

“Zhang Yi Xing. Kau bisa memanggilku Lay”, ujar Lay seraya berlari menghampiri ChanYeol dengan tangan terkepal.

 

Lay menyarangkan sebuah tinju keras pada pipi kanan ChanYeol yang diselimuti oleh api. Tampak tangan Lay yang mengepal itu terbakar karena menyentuh api yang ada di pipi kanan ChanYeol. Tapi, sekejap api itu hilang dan luka bakar yang ditinggalkannya pun ikut hilang seiring menghilangnya api dari tangan Lay. ChanYeol yang terkesiap karena tinju yang dia terima dari Lay pun mengambil ancang – ancang, bersiap memberikan serangan balasan. Dia menghirup udara sebanyak – banyaknya. Dia mengumpulkan tenaga sebanyak yang ia bisa. Lalu dia hembuskan udara itu. udara yang keluar berubah menjadi hembusan api yang sangat besar dan panas. Hembusan api itu mengarah ke ttempat dimana Lay berada. Lay yang menyadarai hal itu pun mencoba untuk menhindarinya. Dia melompat dan berlaris ekuat tenaga, berusaha menjauh dari radius hembusan api itu.

 

Lay terus berlari, melompat, berusaha menghindari api yang terus berhembus dengan dahsyatnya dari mulut ChanYeol. Api itu berkobar dengan panasnya. Membakar daratan dan apapun yang menyentuhnya. Setelah beberapa lama, ChanYeol berhenti menghembuskan api dari mulutnya. Dia mengganti kuda – kudanya. ChanYeol meregangkan kakinya lalu membentangkan jari – jari tangannya. Dia menengadahkan jari – jari itu secara horizontal di bawah dadanya. Seketika api berkumpul dan membentuk bola yang cukup besar di atas bentangan kesepuluh jari ChanYeol itu. Bola api itu berotasi di atas bentangan jari – jari tangan ChanYeol yang panjang.

 

ChanYeol menghentakkan tangannya dan menjauhkan tangan kiri dan kanannya dengan sebuah jarak tertentu. Bola api yang lumayan besar itu pun ikut terhentak dan terbelah menjadi beberapa bola api yang kecil dan berputar – putar serta berotasi di sekeliling tubuh ChanYeol. ChanYeol memejamkan matanya, berusaha untuk berkonsentrasi. Lay yang melihat hal itu pun berlari menghampiri ChanYeol. Tangan Lay menggenggam sebuah potongan besi yang dia pungut tak jauh dari tempatnya berdiri. Lay berlari dengan begitu cepat, tanganya dia siagakan di belakang badannya berusaha untuk menyiapkan sebuah pukulan yang cukup kuat pada ChanYeol saat dia sudah berada di dekatnya.

 

ChanYeol yang menyadari jaraknya dan jarak Lay sudah semakin dekat itu pun membuka kedua matanya secara serentak. Setelah itu, muncul api yang menutupi seluruh tubuh ChanYeol yang jankung itu. Api itu berkobar – kobar dengan hebatnya. Begitu juga dengan bola – bola api yang berputar mengelilingi tubuh ChanYeol itu. ChanYeol berlari mennghampiri Lay yang juga sedang berlari menghampirinya. ChanYeol mengarahkan tangan kanannya ke depan, ke arah Lay. Bersamaan dengan itu, 3 bola api yang berada di sisi kanan tubuh ChanYeol pun terlempar, menyerang Lay yang berada dalam radius super power ChanYeol.

“Rasakan itu!!”, umpat ChanYeol saat ketiga bola api itu melayang dan menyerang Lay yang tengah berlari ke arahnya.

 

Bola api pertama berhasil Lay tepis dengan menggunakan potongan besi yang tengah ia genggam. Dia memukul bola api itu sekuat tenaga. Bola api pertama itu terlempar dan menghantam tanah yang berada di sisi kanannya serta menyebabkan sebuah ledakan api yang cukup besar. Sialnya, Lay tak berhasil menghindari bola api kedua dan ketiga. Kedua boal tersebut menghantam tanah tempat Lay berpijak dan menyebabkan dua buah ledakan api yang besar dan membuat tubuh Lay menjadi terhempas. Lay terlempar jauh ke belakang, dia terguling – guling sebelum akhirnya tubuhnya menabrak sebuah pohon yang cukup besar.

 

“Arghh…”, erang Lay memegang pinggang kanannya.

2 dari tulang iganya patah. Lay memegang pinggang kanannya sambil memejamkan mata, berusaha untuk mendapatkan konsentrasi. Bekas memar yang tercetak jelas di permukaan kulit pinggang kanan Lay perlahan mulai menipis dan akhirnya menghilang seutuhnya. Iganya yang retak pun juga perlahan tersambung kembali.

 

ChanYeol melompat menghampiri Lay yang masih terduduk lemas. ChanYeol menarik tangan kirinya bersamaan dengan sebuah bola api yang berada dari sisi kiri tubuhnya. Bola api itu dia pegang dengan erat. Begitu ChanYeol telah sampai di depan Lay, dia pun mennjukan tangan kirinya yang berisi sebuah bola api dengan keras dan kuat tepat ke arah perut Lay yang rata. Bola api yang ditekan dan ditinjukan oleh ChanYeol sekuat tenaga itu menyebabkab sebuah luka bakar yang cukup parah perut Lay. Kulit pada perut Lay pun bahkan sampai terkikis dan menampakkan lapisan daging dibawahnya yang ikut terbakar karena bola api itu.

“ARGGGHHHHH!!!!!”, erang Lay siring semakin kuatnya tinjuan ChanYeol  ppada perutnya.

 

Belum puas akan hal itu, ChanYeol menghentakkan lapisan api yang menutupi tangan kirinya dengan kuat. Hentakkan itu menyebabkan lapisan api itu berhembus dan menciptakan sebuah aliran api yang cukup besar. Aliran api itu berputar – ptar dan menghempaskan Lay jauh ke belakang, menembus pohon yang berada di belakanganya dan terus terlempar selama beberapa meter ke belakang. ChanYeol melompat menghampiri tubuh Lay yang masih melayang karena hentakan yang dibuatnya. Dia mearih tangan kanan Lay yang berada di dekatnya dan membakar pergelangan tangan Lay tempatnya meletakkan tangannya. ChanYeol memejamkan matanya sejenak dan seketika memusatkan semua kekuatan fisiknya pada permukaan tangan kirinya. Dia pun menarik tangan kanan Lay sekuat tenaga sehingga tangan itu terpisah dari tempatnya merekat, bahu kanan Lay.

 

“UAARRRRGGGHHHH!!! Bajingan kau ras rendahan!!!”, erang Lay disertai emosi.

“Kau menyedihkan Mystical-M. Apa hanya ini yang kau bisa? Jangan membuatku bosan!!”, ujar ChanYeol dingin.

“Kembalikan tangan kananku bedebah!! Akan ku bunuh kau!!”, umpat Lay seraya memegang bahu kanannya dengan wajah kesakitan.

“Tangan kanan ini? Kalau aku tak mau mengembalikannya, kenapa? Apa kau juga akan membunuhku? Dengan satu tangan begitu? Jangan bercanda pabbo. Kau menyedihkan!!”,ejek ChanYeol sambil menunjuk Lay denngan tangan kanan milik Lay yang sedang ia pegang.

“Satu tangan? Kau pikir aku selemah itu? akan aku tunjukkan teknik terhebat dan terkuatku!! Lihatlah dengan kedua matamu bedebah!!”, umpat Lay.

“Teknik terhebatmu? Apa yang akan kau lakukan dalam kondisi tubuh yang menyedihkan seperti itu, huh!!”.

“Lihat saja! Dan jangan banyak omong!!”.

 

Lay memejamkan matanya. Tangan kirinya ia letakkan dia atas perutnya yang terkoyak itu. Dia berkonsentrasi penuh. Perlahan – lahan kulit pada perutnya yang terkelupas itu menutup dan kembali seperti semula. Tanpa luka bakar dan tanpa goresan luka sedikitpun. Lay kemudia memejamkan matanya lebih erat, dia kembali berkonsentras dan memusatkan keuatan dan konsentrasinya pada bahu kanannya yang dipenuhi oleh lumuran darah.

“HUWAA!!!”, teriak Lay seraya menghentkkan kekuatan yang berada di dalam tubuhnya keluar melalui bahu kannya itu.

Dari bahu kannannya itu muncul sebuah gumpalan daging yang lama kelamaan membentuk dan menyerupai sebuah tangan. Lay membuka matanya dan menggerakkan tangan kanannya yang sekarang telah ada menggantikan tangan kanan yang telah dirampas oleh ChanYeol.

 

“Tangan baru? Teknik apa itu?”, tanya ChanYeol keheranan.

“Teknik ini? Regenerasi sel. Aku bisa menumbuhkan, memperbaik atau menghasilkan sel baru sesukaku. Aku bisa menyembuhkan dan menciptakan organ tubuh baru jika ada organ tubuhku yang rusak. Dengan kata lain, aku tak bisa mati!”, jelas Lay dengan bangga.

“Tak bisa mati? Tak ada hal picisan seperti itu di dalam kehidpan ini! Jangan membual Mystical-M!!”, ujar ChanYeol tak terima.

“Yah, kau memang ada benarnya. Aku memang bisa menumbuhkan dan menyembuhkan kembali semua organ tubuhku. Tapi tidak dengan otakku. Aku tak bisa menumbuhkan otakku”, ujar Lay datar.

“Berarti, aku hanya tinggal menebar kepalamu menjadi dua bukan jika aku ingin membunuhmu?”, tanya ChanYeol.

“Yah… kau benar. Itu pun kalau kau bisa melakukannya”, jawab Lay dengan sebuah senyum yang meremehkan.

“Aku akan melakukannnya seperti aku merampas tangan ini darimu!”, ujar ChanYeol.

“Yah… lakukan saja kalau kau memang bisa”.

 

—–

 

Sebuah mobil terlempar dengan keeasnya ke arah seorang namja yang mengeluarkan cahaya dari telapak tangannya. Mobil itu terlempar dengan kerasnya dan diarahkan tepat ke arah namja bercahaya. Namja yang diserang itu pun mengeluarkan sebuah peluru cahaya yang berukuran sebesar jari manusia itu dari telapak tangan kanannya. Tak hanya satu, tapi berpuluh – puluh perluru cahaya yang di kelurkan olehnya. Peluru – peluru cahaya di putar – pputar oleh namja itu diatas telapak tangannya. Sedangkan namja itu sendiri memejamkan matanya sebentar, berusaha mendapatkan sedikit konsentrasi.

 

Namja itu membuka matanya. Bersamaan dengan hal itu, peluru – peluru cahaya itu pun terbang, tertembak secara cepat dan akurat ke arah badan mobil yang sedang melayang ke arahnya. Peluru – peluru cahaya itu terbang secara bergantian. Seperti sebuah mesin tembak yang menembakkan peluru dengan cepat, namja itu pun menembakkan peluru cahaya itu secara cep[at, dan membolongi badan mobil secara keseluruhan. Beberapa detik kemudian, moobil itu pun meledak dengan sednirinya akibat ulah peluru cahaya itu.

 

“Kau hebat juga BaekHyun!”, puji seorang namja, LuHan, yang tengah dikelilingi oleh mobil dan besi yang melayang di sekelilingnya.

“Kau pikir aku ini lemah? Jangan meremehkanku!!”, ujar namja yang bercahaya, BaekHyun.

 

BaekHyun mengarahkan tangan kanannya yang diatasnya terdapat peluru – peluru cahaya itu ke arah tempat dimana LuHan berada. Dia pun menembakkan peluru – peluru cahaya itu ke arah LuHan dengan cepat dan penuh emosi pada setiap peluru cahaya yang ia lesatkan. Menyadari hal itu, LuHan pun mengarah tangan kanannya dengan sigap ke depan badannnya. Bersamaan dengan itu, 3 buah pintu mobil dan sebuah puing pecahan dinding melayang ke depan tubuhny dan melindunginya dari peluru – peluru cahaya milik BaekHyun.

 

BaekHyun yang sadar kalau peluru – peluru cahaya miliknya tak berhasil menyentuh LuHan pun menyatukan kedua tangannya dan menampakkan telapak kedua tangannya ke depan. Dari kedua telapak tangan itu muncul sebuah kilatan cahaya yang menyilaukan dan berbentuk sebuah aliran cahaya yang cukup besar dan ditembakkannya ke arah LuHan, menggantikan berondongan peluru cahaya yang ditembakkannya sesaat tadi. Aliran cahaya itu mengehntak dan menghantam dinding pelindung milik LuHan. LuHan tergerak mundur, mengikuti arah tekanan dari aliran cahaya yang ditembakkan oleh BaekHyun. LuHan mundur satu, dua, sampai tiga langkah karena kuatnya tekanan yang ia terima dari arah deppan, dari aliran cahaya milik BaekHyun.

 

LuHan mengangkat tangan kirinya yang menggerakkan sebuah mobil yang melayang tak jauh dari tempatnya berada. Mobil itu diangankatnya, dibuatnya melayang diudara dan diputar – puatrnya diatas kepalanya sebelum dia layangkan ke arah radius udara milik BaekHyun. Saat sampai di atas tubuh BaekHyun, LuHan menghentakkan tangan kirinya ke bawah. Mobil yang awalnya melayang itu pun terjatuh ke bawah mengikuti gerakan tangan kiri LuHan. Mobil itu jatuh seperti meteor yang sedang mengarah tubuh BaekHyun. BaekHyun yang meyadarinya pun melompat ke belakang, menghindari arah jatuhnya mobil yang dilayangkan oleh LuHan.

 

Mobil itu pun jatuh menghantam atnah dengan kerasnya. Kondisi BaekHyun yang masih belum sepenuhnya siaga itu pun dimanfaatkan LuHan untuk menyerangnya. Dia mengarah beberapa potongan besi yang berada di sekitarnya dan dilemparkannya ke arah BaekHyun. BaekHyun yang terlambat menyadari hal iitu pun tak sempat menghindari semua potongan besi itu. Salah satu potongan besi itu berhasil menusuk paha kanan BaekHyun. Membuat BaekHyun berlutut. BaekHyun menggenggam potongan besi itu dan mengeluarkan dari pahanya. Dia mencabut besi itu dengan sangat perlahan dan disertai dengan sebuah wajah yang penuh kesakitan.

 

“Beraninya kau menyerangku dalam keadaan lengah LuHan!!”, bentak BaekHyun tak terima.

“Lalu, memangnya kenapa kalau aku menyerangmu dalam keadaan lengah? Apa kau tak terima?”, tanya LuHan datar.

“Itu tidak adil LuHan!! Apa kau tak mengerti, huh?!!”, hardik BaekHyun.

“Tak adil? Apa kau pikir aku senaif itu sampai tak menggunakan kelengahan musuh, huh?!! Ini adalah taktik dalam berperang!”, tegas LuHan.

“Taktik? Taktikmu seperti seorang pengecut LuHan!!”, ujar BaekHyun.

“Pengecut? Buktinya taktik pengecutku ini pun berhasil melukaimu. Bukannya ini hebat?”, ujar LuHan sinis seraya menatap BaekHyun.

“Kau!!!”.

 

BaekHyun memejamkan matanya. Tampaknya ia sedang berkonsentrasi, mengumpulkan kekuatan yang berada di dalam tubuhnya. Tak lama, dia kembali membuka matanya dengan sekali hentak. Bersamaan denga hal itu, tubuhnya mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata dan bersinar menerangi seluruh tempat yang berada di sekitarnya.

“Kalau itu adalah taktikmu, maka inilah taktik milikku. Bersiaplah menerimanya!!”, ujar BaekHyun ditengah – tengah kesilauan cahaya itu.

 

—–

 

Dua orang namja tampak sedang bertarung ditengah sebuah pusaran yang berhembus dcukup kencang di daerah itu. kedua namja itu tampak saling menghantamkan masing – masing senjata yang sedang mereka genggam masing – masing. Sebuah pedang dan sebuah tongkat besi. Sesekali dari pipi namja yang menggenggam tongkat besi itu mengeluarkan darah yang berrasal dari sebuah luka kecil yang mucul tiba – tiba tanpa ada penyebabnya. Kedua namja itu mneghantamkan senjata mereka dengan sangat kuat dan saling bersamaan. Saat hantaman terakhir, mereka pun mundur. Mengambil sebuah jarak diantara mereka untuk menarik sedikit nafas sejenak.

 

Sang namja, Tao, yang menggenggam pedang sebagai senjatanya pun mengambil sebuah kuda – kuda baru. Dia meletakkan posisi pedangnya ke arah depan. Terhunus menghadap ke tempat lawannya, SeHun, berada. Seketika Tao pun berlari menghampiri SeHun dalam keadaan seperti itu, pedang yang terhunus ke arah depan. Siap untuk menghunuskannya pada tubuh SeHun.

 

SeHun yang melihat itu pun juga mengambil sebuah kuda – kuda. Dia mengepalkan kedua tangannya. Tangan kanan ia arahkan ke depan searah dadanya. Sedangkan tangan kirinya dia arahkan ke belakang segaris dengan pinggangnya. Kakinya sedikit ia buka. Saat Tao sudah berada dekat dengannya, dia pun meninjukan sebuah tinju kosong ke arah Tao. Sebuah meriam aliran udara yang besar mengalir dan tertuju kearah Tao bersamaan dengan tinju kosong Sehun itu. SeHun berkali – kali melkukan hal itu. berpulu – puluh peluru meriam angin yang ditembakkannya ke arah Tao.

 

Tao yang tak bisa melihat meriam angin yang ditembakkan oleh SeHun itu terus berlari tanpa mem[erdulikan gerakan – gerakan yang dilakukan SeHun sedari tadi. Meriam angin itu pun berhasil memukul mundur Tao dengan keras dan berkali – kali dan menyebabkan Tao terlempar jauh ke belakang. Belum puas akkan hal iitu, SeHun pun mengumpulkan tenaganya pada tangan kannya yang terkepal itu. Lalu dia meninjukan tangan kananya itu dengan keras ke arah Tao. Sebuah peluru meriam angin besar berhembus dari tinju itu bersamaan dengan sebuah pusaran angin yang cukup besar yang berhembus menyapu apapun yang berada dihadappannya. Pusaran angin itu mengarah ke arah tempat diama Tao berada.

 

—–

 

Kondisi Lay dan ChanYeol sudah sama – sama buruk. Baju bagian atas mereka sama – sama telah terkoyak. Tubuh mereka sudah penuh dengan lebam. Mereka masih tetap saling mengayunkan puluhan pukulan dan tinjuan ke arah tubuh lawan mereka masing – masing. Tangan ChanYeol yang terbungkus oleh api itu pun berhasil menyarangkan sebuah tinju berapi yang sangat telak ke arah ulu hhai Lay. Lay terhentak dan dari mulutnya mengearkan darah segar. Sesaat setelah itu, tangan ChanYeol yang lain yang juga terbungkus oleh api pun menyarangkan satu tinju lain ke arah pelipis kanan Lay. Lay terlempar ke arah kanan dan berguling – guling dengan hebat sejauh beberapa meter.

 

“Ahahahahah. Ini saatnya aku membunuhmu! Aku akan membelah kepalamu menjadi dua dan membakar otak kecilmu itu ras rendahan!!”, ujar ChanYeol dingin.

ChanYeol berjalan dengan pelan ke arah tempat dimana Lay tengah terbaring lemah dengan posisi menghadap keatas. Tangan kanan ChanYeol tebungkus oleh api yang berbentuk runcing. Saat sudah berada di dekat Lay, ChanYeol menarik tangan kanannya ke atas, bersipa untuk menghunuskan tanganya ke kepala Lay.

 

ChanYeol pun menghentakkan tangannya ke bawah, ke arah kepala Lay. Semakin dekat, semakin mencapai kepala Lay. Saat tangan ChanYeol sudah hampir berhasil mencapai kepala Lay, sebuah bongkahan es melayang dan menghantam tubuh ChanYeol ke arah kiri.

“Siapa kau?!! Dasar bajingan!!”, ujar ChanYeol saat ia bisa berdiri dari hantaman itu.

“Ini aku, XiuMin, namja yang akan membunuhmu Sevlit!”, ujar XiuMin yang muncul tak jauh dari tempat Lay terbaring dengan sebuah serangai yang dingin.

 

 

 

-TBC-

 

 

* RCL please 😀 *

Iklan

131 pemikiran pada “Power Users (Chapter 8)

  1. Makin keren aj ff’y thorrr~ X3
    nih yang menangnya mystical M ya thorr, ga bisa seri aja gitu thor*puppyEyes* T3T)/ (Author : protes aj nih tinggal baca aja==”)
    ohiya… thorr sehuniee~ jangan di buat mati ya~ya~*buing”minjemPuyaTao* kasian dia thorr, masih mudaa~T,T dia belum kawain thor am saya, maka’y jgan di buat mati ya thor XD kekekek~ :3 *KaburAdYangNgasahGolok*

  2. Yg ini kau harus percaya -.-
    sama yg bilang mirip aku, please deh,
    aish, dongsaeng kurang ajar, , , apa nie maksudnya, hah? ngajak tarung atau apa? kaki bau aja dipamerin -.-
    wkwkwkwk, mana palu, pengen aku getok keplamu biar rada waras, , , astaga, nyebut saeng 😀
    trims atas komenmu, dah kubales, , ,
    komenmu itu loh, , ,astaga, istilah jawane nyerikke banget

    • ahahah.

      siapa yang bialng mirip noona? orang miripm Chen kok. huu~~

      habis nggak mau dilirik kan? yasudah nunjuk pake kaki aja 😀

      nyebut, nyebut. udah noona 😀

      nyerikke? apa itu? -.-

      • Iya tahu,
        maksudku, aku kan bias BQ, apa nantinya aku bisa mirip BQ??? hahaha. . . secara aku bias Chen jadinya kamu mirip Chen

        tega banget -.-

        ckck, polos stadium 3

        adadeh, wani piro?

      • mungkin saja sih. kalau misalnya ntar noona operasi ganti kelamin *plakk

        ahh, mian 🙂

        aku kan memang polos. maklum masih muda 😀

        heleh -.-

      • Ck, gak bakalan aku melakukannya *geleng2kepala*

        semudah itu kau ucapkan maaf

        wkwkwk, masih muda?

        napa? aku juga butuh makan, hahaha

      • ahahahah, kan biiar bisa mirip sama BQ

        yasudah, aku nggak bakalan minta maaf

        loh, iya kan?

        issh, kata kata itu -.-

      • tapi gak gitu juga kalii, , ,

        hahaha, terserah, , , , mau kau minta maaf, nantinya juga buat kesalahan lagi 🙂 Benerkan?

        Iya, tapi bentar lagi bakalan tua mendadak!!! Eh, kapan ya, aku lupa hehe, , ,

        ada yang salah dengan kata-kata itu? Enggak mutu ya? benar sekali 😆

      • jadi, maunya kayak apa? 😀

        loh, aku pernah buat salah kah? 🙂

        kapan ya? aku juga lupa 😀

        salah? tapi kalo salah kok ada yang ngikutin ya? apa karena ngefan sama kata kata itu? 😀

      • Enggak usah bahas itu lagi deh *rada enggak mutu* memang mana yg mutu #plakss

        Ha, enggak nyadar atau pura-pura enggak nyadar? Kalau mau tahu, hampir tiap hari saeng!!!!

        Oh, enggak heran kalau sampe lupa -.-

        Ngefans sama kata-kata itu? Jangan harap -.- ‘noting special’ *aku yakin saeng ngakak* *ilmu telepathy*

      • perasaan kita nggak pernah ngomong yang ada mutunya deh -.-

        ahh, noona perhatikan aku ya? aissh noona ternyata…

        ahahahah

        jangan ngelak deh noona 😛
        aku ketawa? enggak tuh 😀

      • Kau benar, ckckckck, sebenernya apa yang sedang kita bicarakan?
        Mwoya? aku kenapa huh? *jangan mengharap yang gak mungkin saeng*
        aku gak ngelak *wink
        enggak ketawa? tapi nyengir pastinya, gak sah ngelak deh 😆

      • -.-

        gak papa, semakin aneh aku semakin bangga sekarang, hahaha 😆

        kata-kata itu, , , kamu enggak kreatif, inovatif dan aktif, hahahaha. . .

      • kalau aneh yang nyenengin, ngegemesin, ngangenin, unik, bin asik sih bangga banget *wink

        enggak dong, ‘wani piro’ kan bhasa iklan yang udah umum, kalau ‘aku nggak ngelak *wink’ itu asli kata-kataku, hahahaha, saeng kalah 3-0, angka 3 untukku *jangan dibalik lagi* -_-

      • ihh, itu kan aku banget noona 😀

        loh, noona nggak tau? kan iklannya itu ngikut sama kata kataku maksa
        556667-0. 0 untuk noona 😛

      • eh, gak usah ikut-ikutan aku deh, aku gak mau sehati n senasip lagi sama kamu 🙂 katanya kamu unik n nggak aneh hahahaha, , ,

        halah, gimana bisa, itu bahasa Jawa loh, hahahahaha, , , so scorenya masih unggulan aku, hahaha

      • loh, aku kan memang ngegemesin dan ngangenin 😀
        unik kan? XD

        loh, aku kan memang orang jawa. jadi itu bahasaku juga 😀

      • iya po? enggak ah, aku enggak pernah ngerasa kangen sama kamu, hahahha, kamu bukan ngengemesin tapi lebih tepat ke jengkelin 😀

        em, bukannya kamu manusia kutai???

      • loh, emank aku nanya noona kangen apa nggak? 😛
        aku kan dikangenin semuanya 😀 dan aku memang menggemaskan. paradigma noona aja yang salah atas diriku 😀

        bukan, aku blasteran Banjar-Jawa.
        tinggal di kalimantan nggak mesti kutai kan? 😀

      • hem, dikangenin semuanya? emang siapa aja? teman? halah enggak mungkin banget, hahahaha. Menggemaskan? enggak banget ah, terlalu jauh dari dirimu, hahahaha. Mungkin aja salah, tapi maybe banyak yg setuju, 🙂

        oh, blasteran toh, tapi pasti cuma tau wani piro doang, keke~~~~
        em, kalimantan timurkan? ah, sudahlah, aku enggak paham pulau kalimantan -.-

      • loh, memang iya. readers kan mengangeniku dan temanku juga mengangeniku 😀
        aku kan memang menggemaskan. inget, noona aja mau mencubitku gara gara gemas denganku 😀
        siapa aja coba? paling noona doank 😛 huu~~~~

        iya, kan aku memiliki darah banjar yang banyak.
        iya, kenapa? mau kesini? jangan, kami tak menerima noona 😛

      • readers itu hanya rindu sama kelanjutan ff-nya, authornya gak dipikir, hahahahaha
        enggak, itu bukan karena gemas, tapi karna jengkel
        kan aku belum nyurvei, huu~~~~~

        ck, tega banget dirimu,
        lihatlah lagakmu kayak pemilik pulau Kalimantan *astaga*

    • loh, kata siapa? noona belum nyurvei kan? 😛

      akui sajalah kalau noona gemas padaku 😀

      loh, aku hanya memberi peringatan saja noona. sevbelum noona kesini. karena berdasarkan survei yang aku lakukan tadi kayaknya memang nggak ada yang mau nerima noona deh *plakk

      • belum sih, tapi feeling aku sih gitu

        jangan-jangan kau yg gemas padaku, andwaeee

        oh, udah nyurvei,
        merekakan belum kenal aku *secara aku belum debut*
        tapi kalau enggak boleh toh, juga gapapa,
        memang di Kalimantan ada apanya sih? -mending 2 pulau di sebelahnya-

      • ahh,itu kan perasaan noona aja 😀

        loh, yang dari dulu pengen mencubit dan menggigitku itu siapa? jadi, siapa yang gemas? noona kan? 😀

        aissh, nggak tau dia. Kalimantan itu asri, nggak kayak jwa. banyak tempat – tempat alamiah yang lebih indah dan lebih hijau dibandingkan 2 pulau sebeblahnya dan pulau lainnya 😀

      • arra~~~~~~

        baiklah, kau memang menggemaskan, kau senang sekarang??? *saengshock*

        ooooo, tapi di tempatku juga masih hijau, hahahaha *pegunungan gitu*

      • Maaf ya, kemarin malam gak balas, soalnya diajak jalan sama BQ *ea*

        Astaga, karena ini hari spesial untukmu, aku akan memaklumi kenarsisanmu itu, tapi tolong segera dewasalah -_- *misal temenmu ada yg baca komenmu itu, apa kamu gak malu, ckckck*

        Segala macam hijau, mulai dari asli sampai palsu, puas?

      • please deh noona -,-

        biasa aja kok. mereka lebih mengerti ‘keunikanku’ daripada noona 😀 jadi mereka sudah wajar aja 😀

        tetep kalimantan yang is the best. wong masih hutan semua rata – rata -,-

      • . biarin, suka-suka aku, cemburu??? sana jalan aja sama Chen, wkwkwkwkwk

        .ahahaha, jadi kau memang terkenal narsis? omo~~~~ 😆 😆

        .kamu pake kata ‘wong’ hah, bukankah itu basa Jawa, di situ juga gunain itu?
        oh, rata-rata hutan semua ya, hahahaha *malah geli*
        tapi apa gak menakutkan itu?

      • Oh, yang ini belum kebales ya, padahal tadi rasa-rasanya udah *heran*

        Oh, jadi kamu udah terkenal dengan kenarsisannya ya? hahahaha ketauan banget!!!

        *geli* masih hutan semua* hahaha, apa gak menakutkan itu???
        btw, kamu kok tahu kata ‘wong’ ya? emang di Kalimantan juga gunain kata itu? itu kan karena dalam basa jawa *apasih

      • iyalah, aku gitu *bangga*

        aku tinggal dilingkungan campuran noona. banyak sukunya, jadi kami menggunakan bahasa campur campur 😀

      • Apa hubungannya -__-

        Jinjja? Itu benar sebanyak itu? and suku2 itu berkumpul dalam satu desa, satu pulau atau malah satu sekolah??? *kepokumat
        terus kan ada bahasa daerah gitu, trus di kamu bahasa daerahnya apa?

      • yahh, dihubung hubungkan saja lah 😀

        iya, disekolahku juga begitu. sukunya nyampur.
        emank sekolahnya noona nggak begitu? 🙂

      • aku gak ahli nyambungin, hehe *apasih

        Wah, daebak!!!
        enggak, semuanya orang jawa.
        Saeng, kan ada tuh, pelajaran bahasa daerah di sekolah, trus yg pindahan gitu apa mereka bisa ngikutin?

      • Do you miss me?

        mian, hahaha *maaf buat apa ya*

        Hah, gak ada bahasa daerah? enak bener, padahal di Sulawesi aja masuk kurikulum *heran*

        Genoside-nya udah ya, bentar ya bacanya 🙂

      • miss you? yeah, little bit 🙂 *tulus*

        beneran kok. disini yang ada malah bahasa arab -,-

        iya, baca ya noona 😀

      • Ah, kau memang orang yg jujur 😆

        Hah? wah, aku pingiiiin, sulit gak???
        tapi, di sini sudah terlalu banyak bahasa, ada Jepang n Jerman juga 😦 *huft, mau bagaimana lagi*

        Okay 😉

      • aku kan anak baik 😀

        sulit? nggak kok. tapi kasian aja kalo yang non muuslim disini, mereka sama sekali nggak ngerti begituan 🙂

      • Hahahaha, anak baik katamu, 😆 terserahlah, lagi gak mood debat, capek habis tambahan *kelas3*

        oh, iya juga ya, kasian, kasian, kasian, *ala upin-ipin* btw, banyak ya yg non-muslim? *survey*

  3. Ahh, menyebalkan !!!
    Kapan mereka damai nya sih? Ga sabar pengen tau mereka damai nya …
    Klo diliat sejauh ini sih, kaya nya Summer-K yg bakal kalah, soal nya Mysical-M punya kekuatan yg lebih tangguh, klo Summer-K nyerang nya pake emosi, ga santai kaya Mystical-M …

    Drpd akhir nya saya egois nentuin akhir ff ini seenak jidat(?), mending lanjut aja deh thor … Hehehe

    • apakah harus berdamai chingu? 🙂
      M emank sengaja author buat cool gitu. sedangkan K author buat emosian 🙂

      sipp, ditunggu aja ya 🙂

  4. Omo…omo… Koq ga ad yg mati sc thor?? Harusnya summer k ad yg tewas tc thor….:(…#plaak..

    Luhan’x jangan mati ya thor…
    Kris gege’x kq ga ad thor??# reader banyak omong.. Ok dc thor fighting! D tunggu ya lanjutan’x…
    Mystical m fighting!

  5. untung aku suka nonton naruto. jadi perang2 kaya gini bisa kebayang.
    chanyeol lawan 2 orang dong. ini nanti mereka akur kan?
    mending lanjuut, hehehe 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s