Snow, Our Story And You (Chapter 1)

Title : Snow, Our Story And You

Subtitle : It was started when the snow is began…. (Part 1)

Author : Eanne Liu

Genre : Romance

Casts : Kris Wufan, Kim Shin Yeong, and others.

Length : 1698 words

Disclaimer : this FF is my first that I’d share here. I’m new author btw, wo de mingzi shi Eanne^^ all casts is belong to God, and the story is belongs to me. No plagiarism. Just leave a comment and I’m sure I will try to make a better story. Xie Xie *bow*

Author’s view

Yeong berjalan menelusuri jalanan Kyunghee University yang sedang tertutup salju. Tangannya terulur masuk kedalam saku jas nya yang berwarna putih itu. Rambutnya dikucir satu acak acakan tapi menambah kesan feminim dalam dirinya. Wajahnya bersemu merah, efek dari dingin yang menghujam Korea sejak seminggu terakhir. Hidungnya yang mungil tapi mancung itu menghirup udara disekitar kampus yang sejuk. Tapi hal itu tiba-tiba rusak oleh seorang alien yang tersasar ke bumi.

“Hey!!!” pekiknya saat sebuah tangan menjambak rambutnya.

“I’m sorry, lady” pria itu berujar lalu mengeluarkan smirk nya. Smirk khasnya. Tangannya sekarang bermain di poni gadis itu. Mengacaknya pelan dan membuatnya berantakan.

“WU!! STOP DO IT!” Yeong berteriak cukup keras, membuat ‘tersangka’nya diam.

“Can’t you scream slowly huh?!”

“Shut up, please! Can’t you stop to tease me hah?!”

Yeong menunjukkan raut muka marah pada pria disampingnya.Tapi pria itu hanya tersenyum saat Yeong menunjukkan raut muka itu. Raut muka yang selalu ditunggunya saat ia sedang sedih, terpuruk ataupun sedang bosan. Itulah alasan kenapa dia selalu mengganggu gadis ini.

“You looks cute when angry, baby!” Wu mencubit sebelah pipi gadis itu.

“WUFAN STOP DO THAT!” Yeong sudah benar benar marah saat ini. Kakinya yang memakai boots high heels menginjak kaki kiri Kris.

“AARRGGHH!! Are you a girl? Your force is bitting me like a giant!”

“Whatever!!!”

Yeong mulai melangkah menjauhi Wu. Kakinya terus menjauh. Sementara Wu dengan langkah tertatih mengikuti Yeong yang masih menikmati salju di akhir November ini. Salju yang lebih cepat datang dibanding tahun lalu. Wu menyejajarkan langkahnya dengan gadis yang lebih pendek 23 cm darinya itu. Tangannya terulur masuk dalam saku jaket Yeong. Mencari tangan gadis itu dan menggenggamnya.

“Please, let me do this for a while. Just for a while”

“Yea, you always do this when Korea is going cold”

Yeong tersenyum pada lelaki disampingnya. Namja yang sudah dianggap seperti kakaknya sejak kejadian itu. Apapun ia lakukan dengan Wu. Wu yang melindunginya saat dia takut, saat dia letih, saat dia lemah dan… saat dia sendiri. Meskipun terkadang hatinya dongkol setengah mati karena namja itu, tapi satu sisi hatinya justru menerimanya. Sangat menerimanya. Dan karena dia, Yeong jatuh cinta lagi pada salju.

Kris’s View

Saat ini aku sedang duduk disampingnya. Disamping gadis yang menangis saat tak sengaja bertemu denganku dua tahun lalu di dekat dorm EXO. Saat itu aku baru pre debut, aku menemukan dia meninju sebuah pohon Willow dan duduk sendirian di bangku di depannya. Matanya sembap. Saat itu aku menghampirinya dan menanyakan keadaannya tapi dia diam saja. Aku bahkan mengatainya mayat hidup saat itu.

“Don’t be afraid. I will be your friend. I will alaways on your side, I will make you smile, I will be your guardian angel, I will be your arms, half of your hearts. You can believe me, call me everytime you need. I will be there for you”

Aku hanya ingat aku mengatakan hal itu padanya. Selebihnya, biar cerita itu kusimpan sendiri.

“Wu.. temani aku!” aku kaget saat dia mengguncang tubuhku.

“Kemana lagi huh? Kau seperti anak autis saja!”

“Ke dekat auditorium kampus. Oh ayolah Wu. Kau tau kan aku ulzzang? Kau harus membantuku mengambil foto untuk mengupdate foto terbaruku”

“Yayayaya kau memang cerewet Yeong-ah” aku beranjak mengikutinya dari belakang. Kurasa aku menyukainya dari sudut manapun.

Saat ini kami sudah berada di depan auditorium. Aku memegang DSLR nya dan menyuruhnya untuk beberapa kali ganti pose. Ya, Shin Yeong adalah seorang ulzzang yang cukup terkenal di Korea. Sementara aku? Duizhang keren leader dari EXO M. Hahahaha…. Maaf kurasa aku sedikit…. narsis? Oh lupakan!

“Wu.. Kau mau selca? Kurasa kita tidak pernah melakukan itu”

“S-selca?”

“Yaa!! What’s wrong with it? Ah, do it for me, Yi-Fan yaaa!!!”

“You always do pout when you wanted me to do what you want yeongie-ah! Okey lets take a selca!”

Shin Yeong mengeluarkan ponselnya dan mendekat padaku. Tapi tangannya tak juga menunjukkan akan memulai selcanya. Jujur, aku tidak begitu suka berfoto apalagi melakukan selca seperti itu. Itu terlihat seperti hal yang… bodoh? Ah entahlah-_- Aku melirik gadis itu sekilas..

“Kenapa yeong hm?” Aku menyejajarkan mukaku dan mukanya. Oke kujelaskan, aku perlu sedikit membungkuk untuk melakukan itu.

“Wu, kau tau kan kalau kau tinggi? Sementara aku… mmm…” mukanya itu tertunduk semakin dalam. Lucu sekali.

“HAHAHAHAHAHAHA” refleks aku tertawa.

BUGH! Tangannya meninju bahuku.

“Ah, you injure me one again, little girl”

“Ah, kita tidak jadi selca sajaa” ia memasukkan ponselnya. Aku mencegahnya.

“Maafkan aku, Yeongie-ah. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa buruk. Ayo kita selca” aku mengambil ponselnya dan membungkuk menyejajarkan wajahku dan wajahnya. Sekarang aku dibelakangnya dan wajah kami sudah sejajar. Ah, aku baru saja berfikir untuk….

“One…twoo…”

CHU~~~ aku mencium pipi gadis disampingku ini. Dia sedang menggembungkan pipinya. Entahlah. Aku hanya sedang ingin melakukan ini. Disana tubuhku terasa memanas. Tanganku sedikit gemetar dan dadaku berdegup kencang. Tuhan… apa yang baru saja aku lakukan?!

“WUFAANNN!!! APA YANG KAU LAKUKAN HAHHH?!” PLAK! Dan satu tamparan mengenai pipiku… (Poor Wufan)

Author’s view

Terlepas dari semua kejadian yang mereka alami kemarin, Wu dan Yeong memang agak sedikit menjaga jarak. Itupun karena Shin Yeong yang ngambek habis habisan pada Wu. Puncaknya, saat Wu nekat mengunci dirinya dan Yeong di kelas hanya untuk meminta maaf. Yeong justru berteriak dan menuduh Wu akan melakukan hal hal yang tidak tidak padanya. Hal itu membuat seorang dosen mendobrak pintu itu. Dan hari ini, Kris akan berusaha meminta maaf (lagi) untuk terakhir kalinya. Ia sudah…. lelah?

“Yeong ah! Kau harus mau memaafkanku!”

“YA!! UNTUK APA AKU MEMAAFKANMU?! BODOH!”

“Yeong ah kau memang keras kepala!”

“KALAU IYA KAU MAU APA, KRIS HAH?!”

“Baiklah kalau memang itu maumu. Aku lelah Yeong, kau sudah hampir tiga minggu begini” Kris meninggalkan gadis itu sendirian di taman kampus. Sementara Yeong, ia hanya bisa melihat tubuh tegap itu perlahan menjauh darinya.

“Yi fan ya..” air matanya perlahan jatuh dan membasahi dress pink nya. Salju hari itu terasa begitu dingin baginya. Begitu menyiksa. Tidak hanya tubuhnya beku. Hatinya juga.

Apa aku terlalu keras kepala pada Yi Fan? Pikirnya keras. Yeong akhirnya memilih untuk beranjak dari sana. Semua rencananya gagal total. Sebenarnya ia berniat untuk sekalian mengerjai Kris karena sebentar lagi adalah tanggal 16 November. Dia akan berulang tahun… Yeong tidak pernah marah, karena mungkin itulah yang dia inginkan dari Kris… Mungkin…

Shin Yeong’s view

Aku berusaha untuk mulai acuh terhadap Wu. Aku berusaha untuk terbiasa tanpanya. Ini sudah masuk salju bulan kedua sejak kami bermusuhan. Sebenarnya kesalahan Wu tidak fatal. Ah bahkan hanya hal biasa – mungkin. Tapi aku ingin mengerjainya juga… Jujur, tidak adanya Wu disampingku membuat ruang kosong dan luka itu sedikit menganga lagi. Aku seperti kehilangan sandaran. Terkadang hasrat meminta maaf itu ada. Tapi nyatanya gengsi lah yang selalu menang. Tapi kurasa aku harus minta maaf padanya.

To : WufanT

            Aku ingin bertemu denganmu. Sebentar saja, jebal…. L

Sent!

Lima menit, sepuluh menit, tiga puluh menit.. Tidak ada balasan. Kemana dia? Baiklah, kurasa aku tidak tahan lagi. Aku rindu dia. Aku ingin memeluk tubuhnya, kalau bisa tidak melepaskannya lagi. Gila? TERSERAH! Kurasa lebih dari satu tahun berada di dekatnya membuatku gila! Aku segera mengambil tas dan kunci mobil. Bersiap untuk menuju kesana. Aku memacu kencang Mazda CX9 yang  baru kubeli beberapa bulan lalu. Aku sudah hafal kemana aku harus menuju. Setelah parkir di basement rumah Kris (bukan apartemen, tapi rumah) aku segera memencet password yang ada pada pintu basement. Terbuka.

“Yi Fan ya…. Yi Fan ya….” aku memanggilnya. Nihil, tak ada jawaban.

Aku melangkah semakin ke dalam. Seorang pelayan rumahnya menghampiriku.

“Nona Wu mencari tuan Kris?”

Eh? Nona Wu?

“Hah? Nona Wu?! I.. iya.. Dimana Wu?”

“Ah, tuan muda Wu yang menyuruh saya memanggil nona Shin Yeong seperti itu. Tuan muda ada di kamarnya. Dia sedang tidak ingin diganggu sejak dua hari yang lalu, nona tau? Tuan muda semakin acak acakan saja selama bertengkar dengan nona”

“Ah… Benarkah? Boleh aku menjenguknya?” setelah mendapat persetujuan aku segera menuju ke kamar itu. Kamar yang selama dua tahun terakhir sering aku kunjungi. Kamar dimana aku dan dia sering menghabiskan waktu bersama.

Cklek.

Aku melihat tubuhnya itu sedang berada di balkon kamarnya yang menghadap langsung ke sebuah danau buatan. Ya, perumahan elit yang ditinggalinya memang memiliki danau buatan. Sejuk memang disini.

“W-wu…” aku mencoba memanggil namja itu dan dia menoleh. Tatapannya tajam. Lama dia memandangiku seperti itu. Tiba-tiba dia beranjak dan mendekatiku. Tubuhnya itu semakin dekat denganku dan semakin dekat… dekat dan dekat… Sampai di jarak satu meter pun aku sudah bisa mencium parfum BOSS yang dia gunakan.

“K-kau mau apa?” perlahan aku mundur saat dia tak kunjung berhenti.

“Menurutmu?” seringai khasnya keluar. Aku jadi semakin takut untuk itu.

“Wu.. he-hentikan!” Oke, kurasa aku membentur tembok. Dan Wu, sudah berada di depanku, di jarak kurang dari setengah meter, menyejajarkan kepalanya dan kepalaku dan mengunci tubuhku dengan dua tangannya. Ini, sungguh membuatku merasa…. errr… nervous?Mungkin lebih.

“Wu…” dia masih terdiam dan mengunci pandanganku. Sudah beberapa menit dia memandangiku seperti itu. Aku baru sadar, ternyata dia begitu tampan. Herannya, kenapa aku masih bisa tahan dengan pesonanya itu? Sekarang, bisa saja aku menariknya dan mencumbuinya hingga puas. Tapi kurasa aku bukan gadis gila yang over seperti itu.

“Puas memandangiku nona Wu, hm?”

“Mwo? N-nona Wu?”

“Kenapa? Kau tak suka?”

“A-aniya.. Aku hanya…..”

DREP! Dia memelukku saat itu juga. Pelukannya begitu erat dan sarat akan.. kerinduan? Namja ini membuatku bingung dengan semua kelakuannya.

“Kau mungkin tidak tahu seberapa sakit aku menahan ini, aku sangat merindukanmu.. Kau tahu itu?”

“…”

“Bahkan rasanya hasratku sudah tak bisa terbendung lagi. Dan kau datang kesini disaat yang tepat. Disaat emosiku belum sepenuhnya membuncah. Aku merindukanmu Shin Yeong ya… Aku merindukanmu…”

“Na…Nado bogoshippoyo Wufan ya…”

Kris perlahan mengendurkan pelukan kami. Jujur, ada rasa tak puas disana. Hanya itukah yang ingin dia sampaikan? Aku berharap lebih… Tiba tiba saja wajahnya itu mendekat.. mendekat dan terus mendekat. Ditangkupkannya kedua tangannya dan kepalanya perlahan berrotasi. Ia memejamkan matanya. Dan aku? Hanya bisa membeku saat ini. Aku tidak tahu sejak kapan bibirnya itu menempel pada bibirku. Hanya sebatas itu. Aku hanya bisa membatu dan menunggu apa yang akan dilakukannya. Tak lama ia mulai menciumku, baik kuakui ini kasar. Tapi kurasa itu adalah efek emosinya, emosinya padaku yang belum terluapkan.Kurasa, akupun mulai menikmati ini.. Tuhaaannn….. Perlahan dia melepaskan tautan bibir kami. Ah, kenapa secepat itu? Perlahan wajah kami menjauh dan aku tertunduk, wajahku rasanya memanas.

“Yeong ya.. Bagaimana jika aku meminta lebih dari ini?”

“A..apa?!”

-to be continued-

Hows this story? Was it err~ absurd? Okey, next I will explain more.. I need your comment and response guys. Just to make this story better.. See you on the next parts… ^^

6 pemikiran pada “Snow, Our Story And You (Chapter 1)

  1. Wah..ku kira dy musuhan d tmpat kuliahnya..pdahal uda sneng bgt ada adegan tarik menarik rmbuy..kkk
    Trnyata uda knal lama toh…
    Pdahal pngen pran dy yg agak2 bad boy namun romantis gtu #plak *maaf saya jd curhat..

    Semoga crtanya ga buru2 ya next part..di tunggu!

  2. Aku kra kris jadi bad boy.soalnya ada adegan jambak2an(?) gtu.
    Kris apa maksdmu meminta lebih hah??
    Oh….kris bukankah semlam aku sudah berimu lebih? Emangnya masih kurang hah?Peace*dijambak luhandanyesungoppa*ABAIKAN
    Author jngn lama-lama. ne?
    Fightinggggggg #pelukluhan#nahloh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s