Cruel (Chapter 6)

Title     : Cruel

Author : lollicino

Cast     : masi inget? 😀

Genre  : hurt

Rating  : seperti biasa

Length : chapter

= = =

Seminggu sudah berlalu, sejak kejadian Tiffany menampar Yongri tepat di depan Baekhyun. Ketiga orang itu merasa sangat bersalah. Tiffany? Tentu saja karena dia sudah menampar Yongri.

Tidak ada yang mereka lakukan. Baekhyun, mungkin dia terlalu murung. Kantung matanya terlihat dengan jelas, sehingga dia selalu menggunakan bedak yang tebal di dekat matanya. Dia tidak pernah tersenyum. Singkatnya, datar dan menyedihkan. Itulah yang dipikirkannya.

Yongri? Tentu saja dia gelisah. Kenapa? Karena pernikahannya akan dilaksanakan 3 hari lagi. Rasanya berlalu dengan sangat cepat, baginya. Waktu memang ingin menyiksanya mungkin. Yongri sama sekal tidak bisa berpikir dengan jernih akhir-akhir ini. Sama seperti Baekhyun, kantung matanya terlihat dengan jelas sehingga WuFan sangat khawatir terhadap calon istrinya itu.

“ Rose, are you okay? Are you sick? “ Kris menempelkan telapak tangannya di dahi Yongri, mengecek suhu badannya.

“ Badanmu panas. Are you okay? Should we go to the hospital? ” tanya Kris. Yongri hanya menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum kearah Kris.

I’m okay. Just… thinking about our married. Aku takut aku akan bertindak memalukan diacara penting itu. “ jawab Yongri.

What did i say to you? You shouldn’t think about it. Just relax, and wait. Our parents is already fix everything for us. Okay? Now go. Have some sleep. “ titah Kris. Yongri hanya mengangguk lemas, lalu berjalan kearah kamarnya. Kris memerhatikan punggung Yongri yang menghilang dibalik pintu.

[DDRTTT DRRTTT]

Yeobosaeyo? “

“ … “

“ Tiff? Ada apa? “

“ … “

“ Tentang apa memangnya?

“ … “

Okay, okay. I’ll come to see you. Dimana kau sekarang? “

“ … “

“ Baiklah. Aku berangkat sekarang. “

[KLIK]

Kris memutuskan sambungan teleponnya dengan Tiffany. Sebelah alisnya terangkat, berusaha menebak hal penting yang dimaksud Tiffany. Tapi kemudian, dia hanya menghela nafasnya, lalu mengambil jaketnya.

= = =

Starbucks Coffee, 9 PM, Seoul Time

Tiffany masih memperhatikan Kris yang duduk di hadapannya, menunggu ucapan Tiffany. Tiffany menghela nafasnya entah sudah yang keberapa kalinya, masih ragu-ragu.

Stop sighing, Tiff. Apa yang ingin kau katakan? “ ucap Kris.

Tiffany menghela nafasnya –lagi-, lalu memantapkan hatinya.

“ Batalkan pernikahanmu dengan Park Yongri. “ ucap Tiffany cepat.

Kris tersedak mendengar kata-kata Tiffany. Bahkan dia hampir saja memuncratkan kopinya ke wajah Tiffany jika saja dia tidak mengontrol dirinya sendiri.

“ APA?! “ teriaknya sambil menatap Tiffany. Dan sekarang, hampir semua pengunjung cafe itu melihat ke arah mereka. Mungkin mereka mengira Kris dan Tiffany adalah sepasang kekasih yang sedang dilanda masalah. Mungkin.

“ Kecilkan suaramu, WuFan. Semua pengunjung melihat ke arah kita. “ bisik Tiffany.

“ Kenapa kau tiba-tiba mengatakan hal itu, Tiff?! “ geram Kris. Tangannya mengepal kuat, menahan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun.

“ Mungkin sebaiknya kita tidak membicarakannya disini. Ikut aku. “ titah Tiffany. Tiffany berdiri, lalu beranjak dari cafe itu diikuti Kris dibelakangnya.

= = =

“ Tiff! Seriously, please?! “

I’m serious. Lepaskan Yongri. Biarkan mereka bersatu, Kris. I’m already say it to you. “ jawab Tiffany. Kris memutar bola matanya.

You know i love her! And you love him! Kenapa kita harus melepaskan orang yang kita cintai, Tiff? “ tanya Kris.

“ Karena mereka tidak mencintai kita. Itu membuat keadaan semakin rumit, kau tahu? “

“ Apa maksudmu? “

“ Jauh sebelum Yongri mengenalmu, mereka –Yongri dan Baekhyun- pernah bersama. Mereka saling mencintai, namun tidak ada yang berani mengungkapkannya. Until you and i came to their life, disturb them, and everything was break. We don’t know that. All we know is, you got her, and i got him. “ jawab Tiffany, “ Aku mencintai Baekhyun, begitu juga denganmu yang sangat mencintai Yongri. Tapi mereka tidak mencintai kita. Mereka hanya ingin membuat kita tersenyum, karena mereka sudah bersama kita selama 3 tahun. “ lanjut Tiffany.

And did you know? Mereka masih saling mencintai. Daripada semuanya menjadi lebih rumit, just follow me. Release them. Let them go. “ ucap Tiffany lagi.

Kris terdiam, berusaha mencerna semua ucapan panjang-lebar Tiffany. Tidak mudah melepaskan Yongri. Kris terlalu mencintainya. Tapi justru kenyataan itu membuat hatinya sakit.

‘ Roselline tidak mencintaiku? ‘ batinnya.

“ Kris? “

Dia tidak menjawab, dan langsung pergi meninggalkan Tiffany.

= = =

Yongri’s Point of View

Aku hanya diam sambil memperhatikan diriku di pantulan cermin, dalam balutan wedding dress putih yang akan menjadi dress pernikahanku…

Dengan Kris.

Banyak sekali hal yang kupikirkan. Tentang… semuanya. Semuanya setelah pernikahanku dengan Kris. Bagaimana caranya menata hubungan suami-istri yang menikah karena cinta sepihak? Atau lebih tepatnya, perjodohan? Bagaimana kalau kami bercerai? Orang pertama yang akan merasa sangat sedih adalah orang tua kami. Aku? Aku takut untuk menghadapi semua ini tanpa cinta.

Baekhyun.

Nama itu terlintas begitu saja di kepalaku. Bagaimana dengannya? Aku masih sangat mencintainya, dan kenyataan itu membuatku sulit untuk belajar mencintai Kris.

Aku benci melihat air matanya. Aku benci melihat dia yang sekarang. Dia tampak menyedihkan. Aku tahu dia sangat sedih. Tapi aku tak pernah berpikir… kalau dia sampai tertekan seperti ini.

Dan semuanya adalah salahku.

[TES]

Air mataku mulai menetes, mewakili rasa penyesalan dan sakit hatiku. Liquid eyeliner-ku ikut mengalir bersama air mataku, membuat jalur-jalur hitam di pipiku. Dan dengan begini, aku tampak benar-benar menyedihkan.

‘ Salahku… salahku. Semua menjadi seperti ini karena aku. ‘ lirihku dalam hati.

“ Rose? “

Aku segera menghapus air mataku dan memperbaiki penampilanku, setelah mendengar suara Kris di luar. Segera kubuka pintu kamarku, dan keluar. Masih menggunakan gaun.

“ Kau sedang apa? “ tanyanya.

Me? Just trying my wedding dress. “ jawabku dengan suara berdengung.

What happen? “ Kris mengerutkan keningnya.

Nothing. Just… maybe i’m sick.

“ Badanmu panas. “

“ Yeah. I know. “ jawabku.

Get some rest, Rose. “ ucapnya dan aku hanya mengangguk, lalu berjalan gontai ke kamar untuk beristirahat.

‘ Mungkin lebih baik aku belajar mencintainya. Ya. Harus. ‘

End Point of View

Kris’ Point of View

Kumasuki apartemen Yongri dengan langkah gontai. Pikiranku melayang, pada ucapan Tiffany yang baru saja kudengar. Rasanya otakku sulit untuk menerima arti dari semua ucapan Tiffany. Sulit. Sangat sulit.

‘ Roselline tidak mencintaiku? ‘ batinku –untuk kesekian kalinya.

Hal itu membuatku menjadi sangat pusing. Mungkin sebaiknya aku tidak memikirkannya, benar?

Kuedarkan pandanganku keseluruh apartemen ini. Sepi. Dimana Yongri? Biasanya dia selalu duduk di kursi ruang tamu, menyalakan TV, dan memainkan laptop. Atau, dia akan menyalakan musik klasik untuk membuatnya tertidur. Tapi sekarang?

“ Rose? “ panggilku sedikit kencang.

[CKLEK]

Pintu kamar Roselline terbuka. Roselline keluar dari kamarnya –menggunakan gaun pernikahannya? Wajahnya tampak sedikit pucat, dan matanya agak bengkak. Ada apa?

“ Kau sedang apa? “ tanyaku.

Me? Just trying my wedding dress. “ jawabnya dengan suara yang agak berdengung. Apa dia sakit?

What happen? “ tanyaku lagi.

Nothing. Just… maybe i’m sick. “ ucapnya. Aku berjalan mendekatinya, lalu menempelkan tanganku ke dahinya. Panas.

“ Badanmu panas. “

Yeah. I know. “ jawabnya.

Get some rest, Rose. “ ucapku. Dia mengangguk lemas, lalu berjalan kembali ke kamarnya.

Aku menatap sendu punggungnya yang mulai menghilang dibalik pintu. Aku tahu dia berbohong. Aku sangat mengenalnya.

Salahkah aku? Egoiskah aku?

Rasa bersalah menjalar di hatiku. Aku mencintai Roselline. Dan sekarang? Dengan bodohnya, aku malah menyakiti orang yang kucintai. Aku memang bodoh. Pandangan mataku tertuju pada kalender yang menggantung di dinding apartemen ini.

17 Oktober 2012

“ Aku akan segera memutuskannya. Harus. “

End Point of View

= = =

Baekhyun’s Point of View

22.30 PM

Sedari tadi aku hanya menggeliat diatas kasurku tanpa niat untuk tidur. Perasaanku bercampur aduk –antara sedih dan gelisah. Ada apa denganku?

Hyung, bisakah kau berhenti menggeliat? Aku sangat mengantuk, dan aku terbangun karenamu! “ ucap Chanyeol di sebelahku.

Mian. Aku tidak bisa tidur, Chanyeol-ah. “ ucapku merasa bersalah.

“ Kalau begitu berusahalah, hyung. Hwaiting. “ balasnya, dan detik berikutnya aku dapat mendengar dengkuran halus Chanyeol.

“ Mungkin udara malam dapat membuatku mengantuk. Lebih baik aku berjalan-jalan dulu. “ aku bangun dari kasur, “ Chanyeol­­-ah, aku pergi sebentar. “ ucapku, lalu menyambar jaket hitamku.

“ Hm… “ hanya itu balasan yang kudengar, dan setelah itu pintu kamarku tertutup.

= = =

Kurapatkan jaketku, untuk menghindari rasa dingin yang sangat menusuk malam ini. Kuputuskan untuk menduduki salah satu kursi taman yang berada tepat dibawah lampu taman. Kuperhatikan seluruh penjuru taman yang penuh kenangan ini.

“ Begitu banyak kenangan yang tersimpan di taman ini. Kenanganku denganmu, Yong. “ gumamku. Seulas senyuman terukir di wajahku.

“ Semuanya indah. Sangat indah. Bahkan ribuan bintang yang bertabur di langitpun, kalah indah dengan semua kenangan kita. “ lanjutku.

“ Tapi semuanya adalah masa lalu. Dan semua itu terasa sangat menyakitkan disini. Dihatiku. “ air mataku mulai menetes, “ Dan semua itu tambah menyakitkan ketika kau kembali datang dan memperkenalkan dirimu sebagai calon istri dari temanku sendiri. “ ucapku.

“ Miris. “

Aku kembali terdiam. Perlahan-lahan, rasa kantuk mulai menghampiriku. Aku berdiri, hendak meninggalkan taman ini dan kembali ke dorm untuk beristirahat.

Tetapi langkahku terhenti, ketika aku melihat siluet seorang yeoja yang berada tidak jauh dariku. Rambutnya panjang dan berwarna hitam, dan gaun berwarna putih pendek –yang menurutku adalah gaun tidur, karena bagian lengannya sangat terekspos. Aku merasa familiar dengan orang itu-

Apa itu Yongri?

Seolma- “ ucapanku terhenti ketika mataku tak sengaja melihat cincin sapphire blue di jari manis yeoja itu.

Itu mirip seperti cincin pemberianku! Jika itu Yongri, sedang apa dia disini? Dengan gaun tidur yang… err… sexy? Bagaimana kalau Kris tahu?

“ Baekhyun? “ kulihat Yongri tersenyum ke arahku. Aku mendekatinya, berdiri di sampingnya.

“ Apa yang kau lakukan disini? Dengan menggunakan… err… gaun tidur yang tipis seperti itu? “ tanyaku –berusaha untuk mengalihkan padanganku dari tubuhnya yang err… sexy menggunakan gaun itu.

“ Aku? Aku hanya merindukan tempat ini. Apa tidak boleh? “ balasnya.

“ Tapi ini sudah malam. Dan tidak baik keluar di malam hari bagi seorang yeoja, apalagi… menggunakan gaun itu. Lagipula disini dingin. Kau tidak kedinginan? “ tanyaku. Dia menggeleng lalu tersenyum.

Wajahnya tampak agak pucat. Bibirnya agak membiru dan gemetar, mungkin karena kedinginan. Sudah seperti ini masih saja mau tinggal? Masih bilang tidak kedinginan? Bodoh.

Segera kulepas jaketku, lalu menyampirkannya di pundak Yongri. Dia tampak terkejut, lalu menatapku.

“ Kenapa tidak kau saja yang menggunakannya? Disini dingin. Bagaimana kalau kau sakit, Hyun-ie? “ tanyanya padaku.

Hyun-ie?

“ Aku tahu disini dingin. Tapi kau lebih membutuhkannya. Bajumu terlalu tipis. “ jawabku. “ Kau memanggilku apa? Hyun-ie? Kau mengkhawatirkanku? “ tanyaku. Yongri memalingkan wajahnya.

Kami terdiam cukup lama.

“ Mau ikut denganku? “ Yongri memecahkan keheningan diantara kami. Aku menoleh, dan mengerutkan kening.

“ Kemana? “ tanyaku.

“ Aku bertanya, dan harusnya kau menjawab. Bukannya bertanya balik. “ ucapnya.

“ Baiklah. Aku mau. “

End Point of View

= = =

Author’s Point of View

Yongri memberhentikan mobilnya di tempat sepi itu, lalu turun dari mobilnya diikuti Baekhyun. Baekhyun menatap takjub di sekelilingnya –padang rumput yang sepi dan ribuan bintang di langit yang tampak sangat indah.

“ Kau menyukainya? “ tanya Yongri. Baekhyun mengangguk.

Perfect. “

Yongri tersenyum kecil mendengarnya. Yongri menengadah, menyapukan pandangannya keseluruh penjuru langit yang indah, dihiasi oleh ribuan –bahkan jutaan bintang.

Dan Yongri tak sengaja melihat adanya bintang jatuh…

“ Oh? Baekhyun-ah, ada bintang jatuh! Ppali! Ucapkan permohonanmu! “ ucap Yongri. Baekhyun menoleh, lalu menengadah dan melihat bintang itu sekilas. Senyuman kecil terukir di wajahya. Baekhyun menutup matanya.

“ Aku tidak menginginkan berlian. Aku tidak menginginkan uang segunung. Aku hanya menginginkan cintaku. Aku hanya ingin dia kembali kepadaku. Uang dan berlian tidak sebanding dengannya. Semuanya yang kuinginkan ada padanya. Aku mencintainya. “ ucap Baekhyun, lalu membuka matanya dan menatap sendu Yongri.

“ Aku mencintaimu. “

[DEG]

“ B-baekhyun-ah… “ Yongri tergagap. Matanya tampak berkaca-kaca. Baekhyun mendekati Yongri, lalu memegang kedua bahu Yongri. Matanya menatap tepat di manik mata Yongri, berusaha mencari satu jawaban yang sangat diinginkannya saat ini.

Dan dia menemukannya.

“ Yongri-ah, dengarkan aku. Aku mencintaimu, dulu, sekarang, dan sampai selamanya. Aku ingin kau tahu, kalau semua itu –kenangan kita- sangat indah dan berharga untukku. Aku ingin kau tahu, kalau aku benar-benar terpukul dengan kepergianmu saat itu. Aku ingin kau tahu… kalau aku mencintaimu dari 6 tahun yang lalu, sejak kita bertemu pertama kalinya. Kau cinta pertamaku, dan kenyataan itu tidak akan berubah. “ ucap Baekhyun. Baekhyun menarik nafasnya, berusaha untuk meredamkan rasa pilu di hatinya.

“ Cincin itu… aku berbohong. Aku berbohong saat aku berkata kalau cincin itu adalah tanda pertemanan kita. Aku berbohong. Aku memberikan cincin itu, karena aku mencintaimu, dan aku ingin kau selalu mengingatku sebagai namja yang notabenenya adalah sahabatmu. Aku tahu semuanya terlambat… itu salahku. Seharusnya aku menyatakan cintaku kepadamu sebelumnya, agar semua tidak serumit ini. Aku tahu, aku bodoh, Yongri. “

[TES]

Baekhyun tak dapat lagi membendung air matanya. Tetapi, dia masih menatap mata Yongri, menyampaikan semua perasaannya melalui tatapan matanya, agar semuanya tak lagi menjadi rahasia yang hanya akan membuat pilu di hati.

“ Dan namja bodoh ini mencintaimu. Besarnya cintaku kepadamu, tak akan bisa diukur dengan tingginya langit, dalamnya samudera, atau luasnya seluruh alam semesta ini. Yang kutahu, aku hanya mencintaimu. “ Baekhyun mengakhiri ucapannya.

“ B-baekhyun-ahnado saranghae… aku juga mencintaimu. Seharusnya aku yang merasa bersalah dan meminta maaf, Baekhyun-ah. Aku telah membohongimu tentang perjodohan ini. “ ucap Yongri dengan suara bergetar.

“ Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, Baekhyun-ah. Aku juga mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Saat Gunseok ingin menyakitimu,… aku mengingat itu semua. Aku berbohong saat itu, saat aku berkata aku sudah melupakan semuanya. Kau tahu? Semua itu adalah file permanent yang tak akan pernah hilang dari otakku, meskipun aku terkena amnesia. Aku tidak mungkin bisa menghapusnya dari ingatanku, Baekhyun-ah. Aku bodoh, Baekhyun-ah! Naneun jeongmal baboya! “ teriak Yongri.

“ Dan yeoja bodoh ini juga mencintaimu, Baekhyun-ah. “ ucapnya seperti hembusan angin, namun Baekhyun dapat mendengarnya.

“ Sssstttt… uljima. “ katanya, lalu menghapus air mata Yongri, padahal air matanya masih setia mengalir.

Baekhyun mendekatkan wajahnya, memperkecil jarak wajah mereka. Yongri menutup matanya, dan sedikit memajukan wajahnya. Baekhyun menutup matanya, ketika dia sudah merasakan bibirnya menyentuh bibir Yongri.

Ciuman itu terasa sangat lembut. Baekhyun melumat bibir Yongri dengan lembut, menghisap bibir atas dan bawahnya secara bergantian, seakan-akan tidak ingin melukai bibir Yongri walau hanya setitikpun. Yongri pun membalasnya, dengan mengulum bibir Baekhyun tak kalah lembutnya.

Dan keduanya menyalurkan rasa cinta mereka melalui perpisahan itu –dan juga sebagai salam perpisahan.

Air mata Yongri kembali mengucur, dan Baekhyun dapat merasakan rasa asin itu di lidahnya. Baekhyun menyudahkan ciuman itu, namun tidak menjauhkan wajahnya walaupun 1 cm-pun.

Uljima. “ bisik Baekhyun, “ Saranghae. “ lanjutnya.

Nado saranghae, Baekhyun-ah… “

Dan mereka kembali terlarut dalam ciuman perpisahan itu…

Cruel status ::: To Be Continued

Trust me, next part will be the last part for this fanfiction! *dance with BaekYong couple*

Mianhae, karena part-part sebelumnya pendek -,- lollicino gak pinter buat part yang panjang… yang ini aja udah lumayan –menurut lollicino. Otteyo? Part ini bagus gak? Untuk next part, lollicino akan kirim secepat mungkin, okay? Just wait and keep calm, everi badehh!

Don’t forget to RLC –like always ~

Sweet kiss, from Lollicino

 

Iklan

20 pemikiran pada “Cruel (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s