Finding True Love (Chapter 7)

Finding True Love (Chapter 7)

Author: Candlelovable (@dillaiskandar)
Genre: Romance/Adventure/Circle Love
Main Cast: Oh Sehun, Krystal Jung, Kai Kim, Choi Sulli, Park Chanyeol, Baek Suzy, Byun Baekhyun, Kang Jiyoung
Length: Multichapter

***

“kita sudah sampai!” ujar Sehun sambil menarik nafas dalam-dalam. Ia benar-benar sangat bersemangat begitu melihat pemandangan indah dari puncak gunung Gyeryong yang telah mereka daki. Disebelahnya Krystal membekap mulutnya dengan ekspresi kagum. Sehun menghela nafas lega, akhirnya mereka bisa juga mencapai puncak gunung ini. “bagaimana?”
“ini luar biasa,” komentar Krystal takjub. Angin gunung menerpa rambut panjangnya dan menatap Sehun dalam-dalam. “sangat luar biasa,”
“sudah ku bilangkan?” Sehun terkekeh seraya duduk di tepi tebing. Krystal mengambil tempat disampingnya. Ia masih terus mengagumi pemandangan indah didepannya, hamparang pepohonan lebat dibawah dan kapas-kapas putih bertebaran didepannya. Ia tidak pernah berpikir bahwa pemandangan gunung itu sangat luar biasa jika dilihat dari atas puncaknya. Ia sering sekali menonton acara-acara tentang petualangan di gunung dan sekarang ia sedang berada di puncaknya. Bersama seorang pemuda yang sudah lama ia cintai. Meskipun ia tidak bisa mendapatkan hati Sehun setidaknya ia telah banyak menghabiskan waktu bersamanya.
“terima kasih Sehun…” ucap Krystal terbata. Ia ingin sekali memberitahu Sehun tentang perasaannya tapi ia masih ragu. Mungkin kata ‘terima kasih’ lebih baik.
“untuk apa?” Sehun terus menatap pemandangan indah didepannya.
“untuk mengajak ku kesini, ini benar-benar hal yang sangat berarti untukku, aku sama sekali tidak menyangka pemandangan disini jauh lebih indah dilihat daripada di lukisan, lukisan tuhan memang yang terbaik,”
“aku tahu, sama-sama Krystal Jung,” kata Sehun sambil tersenyum tipis. “dan terima kasih untukmu juga,”
“terima kasih apa?”
“karena… kau telah mengalihkan perhatianku dari gunung,” Sehun menoleh kepada Krystal. Gadis itu tampak agak terkejut dengan kata-katanya. Apa maksudnya itu? Apakah ia berencana untuk menyatakan perasaannya? Itu tidak mungkin. Krystal terdiam kelu.
“apa… apa maksudmu?” Krystal tergagap dan wajahnya memerah.
“kupikir, cintaku pada gunung bisa jauh lebih besar daripada cintaku ke seorang yeoja,” jelas Sehun. Ia meraih sejumput rumput dan mulai menarik2nya dengan tatapan kosong, sementara Krystal menunggu dengan jantung yang berdetak keras seperti drum. Dan dia benar-benar yakin sebentar lagi hatinya akan meledak begitu mendengar kalimat lanjutan dari Sehun nanti. “selain ibuku dan Suzy, tidak ada yang bisa mengalihkan aku dari gunung, bagiku gunung itu sudah seperti kekasih ku sendiri, gunung itu lebih indah dari apapun bahkan manusia salah satunya, tapi sepertinya… aku telah menemukan sesuatu yang lebih berharga dari itu,”
“apa itu?” Krystal memberanikan diri untuk bertanya. Sehun pasti akan menjawab Sulli, tidak mungkin Krystal. Itulah yang berada di pikirannya saat ini. bukan Krystal, tapi Sulli…
“itu kau… Krystal Jung,” ucap Sehun nyaris berbisik. Ia menundukkan kepalanya terlihat agak malu. “aku tahu aku telah menjadi namja paling bodoh dan berengsek sejak tadi, aku bersikap seolah-olah ciuman kita itu hanya sebuah kecelakaan, aku melakukan itu karena takut kau akan merasa tersinggung dan menjauhiku, aku benar-benar tidak bisa membayangkan kalau kau akan menjauhiku Krystal Jung… aku menyukaimu,”
“aku…” Krystal hampir saja akan mengatakan hal yang sama tapi dia ingat dengan Sulli. Gadis itu juga mencintai Sehun, bahkan lebih. Walaupun ia juga mencintai Sehun, ia tak akan dengan mudahnya mengkhianati sahabatnya sendiri. Krystal menggigit bibir bawahnya menahan sedih. “aku… sama sekali tidak tahu harus berkata apa… tapi kurasa yang terjadi tadi malam itu hanya kecelakaan, kita melakukannya tanpa sengaja,”
“kau berpikir seperti itu?” tanya Sehun dengan nada kecewa. Ingin sekali Krystal menarik kata-katanya barusan tapi ia tahu inilah yang terbaik. Sehun terlihat sangat terluka dan ia pun merasakan hal yang sama. Ia tak akan pernah mau menjadi pengkhianat bagi Sulli, dan kebersamaannya bersama Sehun sejak tersesat ini lebih dari cukup untuk memenuhi rasa cintanya pada pemuda itu.
“ya, maafkan aku Sehun… aku sungguh minta maaf, dan kau tidak usah khawatir karena aku tidak akan menjaga jarak darimu, kita tetap bersahabat, sahabat selamanya,” Krystal tersenyum pahit. Setengah mati ia berusaha menahan air matanya yang akan jatuh, sekuat mungkin ia berusaha menahan rasa sakit didalam hatinya. Tentunya akan lebih mudah baginya mengatakan ‘aku menyukaimu juga Oh Sehun’ jika Sulli tidak jatuh cinta pada pemuda itu juga.
“aku mengerti… sahabat… ya… kau benar… itu lebih… baik…” ucap Sehun terbata seraya mengangguk lesu. Kepalanya tertunduk berusaha menyembunyikan kekecewaannya.
“Sehun!”
Mereka berdua menoleh bersamaan. Chanyeol dan Suzy muncul dari balik pepohonan. Sehun berdiri dengan segera dan Suzy berlari menyongsongnya. Gadis itu melingkarkan kedua tangannya ke leher Sehun dan memeluk sepupunya erat-erat. Selama perjalanan tadi Suzy berusaha menahan air matanya yang akan jatuh. Sekarang ia ingin menceritakan segalanya pada Sehun. Pemuda itu terdiam dan balas memeluk Suzy erat-erat sementara gadis itu mulai terisak pedih. Sehun menengadahkan kepalanya, menatap pemuda tinggi bernama Park Chanyeol yang terlihat amat sangat bersalah. Chanyeol tersenyum tipis lalu kemudian membungkuk dalam-dalam, 90 derajat. Sehun mengerti, itulah cara Chanyeol memperlihatkan betapa dia sangat bersalah.
“aku…” Suzy melepas pelukkannya dari Sehun dan menatap sepupunya dengan air mata berlinang. Sehun menghapus air mata dari pipi Suzy dengan lembut. “aku… sudah gagal…”
“ceritakan padaku…” Sehun menarik Suzy menjauhi Chanyeol dan Krystal. Keduanya duduk di rumput yang jaraknya cukup jauh dengan kedua orang itu. Sehun butuh waktu khusus untuk berbicara dengan Suzy. Ini pasti masalah serius. Ia harus menyelamatkan perasaan Suzy terlebih dahulu, meskipun akan sulit baginya menyelamatkan perasaannya sendiri sekarang.
“ada apa?” tanya Krystal seraya mendekati Chanyeol.
“duduklah,” ucap Chanyeol pelan lalu menarik Krystal untuk duduk di rumput. “aku akan menceritakan segalanya, aku ingin mendengar pendapatmu Krystal… kurasa kau akan mengerti…”
Ditempat yang sama, dengan masalah yang sama… keempat orang itu mulai berbicara dari hati ke hati.

***

“benarkan mereka sudah berkumpul, kubilang juga apa,” Kai tertawa riang saat ia dan Sulli sudah sampai di puncak gunung setelah setengah jam berjalan tiada henti untuk naik kesana. Sehun, Krystal, Chanyeol dan Suzy sudah berkumpul disana. Mereka berempat tersenyum lebar meskipun Suzy terlihat agak sedikit terguncang. Matanya sedikit sembab. “siapa yang pertama kali sampai?”
“Sehun dan Krystal,” jawab Chanyeol segera. “kalian berdua terlihat kacau,”
“Sulli sedikit kedinginan,” Kai menggenggam tangan Sulli erat-erat. Gadis itu menatap Kai dalam-dalam dan hendak menggenggam balik, tapi Kai malah menyerahkan tangannya pada Sehun. Ia juga mendorong pelan tubuh langsingnya kearah pemuda itu. “kau memiliki kehangatan yang terbaik diantara kita semua Sehun-ah, hangatkan Sulli ya? Biar aku yang menghangatkan Krystal,”
Wajah Sulli memerah saat Sehun menangkap tubuhnya, dia bisa melihat Kai mengucapkan “fighting” tanpa suara lalu tersenyum lembut. Sulli menatapnya nanar, mengapa ia menjadi sangat ingin melihat senyum itu setiap waktu? Kai menarik nafas dalam-dalam lalu menatap Krystal yang tertegun melihat pemandangan itu. Ia tersenyum seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sehun terlihat tidak senang melihat Kai yang sudah mulai menarik Krystal ke pelukkannya, meskipun ia tahu Kai melakukan itu hanya untuk menghangatkan Krystal. Tapi tetap saja… Sulli pun berusaha menarik perhatiannya lagi. Sementara Chanyeol dan Suzy masih saling berjauhan. Setelah menceritakan segalanya pada Sehun, Suzy memutuskan untuk menjaga hati dan matanya dari Chanyeol.
“kita akan mendirikan tenda di kaki gunung, tidak terlalu jauh dari sini, akan sangat beresiko jika kita mendirikan tenda disini mengingat gunung ini masih sangat aktif,” kata Sehun pada Kai dan Chanyeol.
“tentu, kita hanya perlu menunggu Baekhyun dan Jiyoung,” jawab Kai sambil mengangguk.
Beberapa menit kemudian Baekhyun dan Jiyoung pun muncul. Jiyoung terlihat sangat lemas dan pucat, kepalanya tersandar didada Baekhyun sementara lengan pemuda itu melingkari bahunya.
“kalian pasangan terakhir,” ucap Suzy sambil terkekeh pelan. “kemarilah Jiyoung-ah, ayo saling menghangatkan,”
Jiyoung menghampiri Suzy dan duduk disebelahnya seraya berpegangan tangan untuk menghangatkan diri, Baekhyun duduk disebelah Chanyeol, Sehun mendudukan Sulli didekat Suzy dan Jiyoung begitu pula Kai pada Krystal. Mereka semua terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Seharusnya mereka bisa menikmati pemandangan gunung dengan perasaan riang, tapi sepertinya suasana menjadi sangat bertolak belakang sekarang.
“lihatlah pemandangan itu,” ujar Kai memecah keheningan, membuyarkan semua pikiran didalam otak semua temannya. Mereka harus menikmati pemandangan disini karena mencapainya bukanlah hal yang mudah. “kenapa suasananya seperti ini? kita seharusnya menikmatinya… ayolah jangan seperti ini teman-teman, ayo berdiri!”
Mereka semua perlahan tersenyum. Meskipun sulit, tapi mereka memang harus menikmatinya. Mereka sudah berada di puncak gunung sekarang bukan?

***

Malamnya Sehun tampak sedang duduk di tebing dengan segelas kopi susu ditangannya sementara teman-temannya yang lain berkumpul di tenda. Letak tebing dan tenda tidak begitu jauh jadi mereka bisa dengan leluasa melihat pemandangan indah dari tebing itu tanpa perlua berjalan terlalu jauh. Krystal dan Sulli menatapnya dari kejauhan secara bersamaan, Krystal melihat bahwa sepertinya Sulli akan menyatakan perasaannya pada Sehun, tiba-tiba ia merasa sangat menyesal telah menolak Sehun tadi siang. Semuanya sudah tidak bisa diulang lagi… Kai menepuk-nepuk bahunya lembut lalu berjalan menghampiri Sulli.
“ini kesempatanmu,” bisik Kai hingga membuat Sulli menoleh padanya dengan wajah resah. “sekarang, atau tidak sama sekali, Choi Sulli, temukanlah takdirmu,”
“aku gugup,” ujar Sulli dengan nada bergetar.
“lawan kegugupanmu, jangan biarkan itu membuatmu takut,” kata Kai menyemangati.
Ia menepuk-nepuk bahu Sulli. Meskipun hatinya sangat sakit dia sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Cinta itu tidak bisa dipaksakan, ia hanya ingin melihat Sulli bahagia, itu saja, ia tahu hal ini juga akan menyakiti Krystal tapi ia harus membuktikan teorinya. Jika Sulli adalah gadis yang ditakdirkan untuknya, gadis itu pasti akan kembali padanya.
“dia akan menyatakan perasaannya?” tanya Krystal gugup.
“sepertinya begitu,” jawab Kai sambil mengangguk.
“Kai mengapa kau menyakiti dirimu sendiri? Kau tahu kau sangat mencintai Sulli,” kata Krystal seraya mendesah perih. Melihat Kai yang terus pasrah terhadap keadaan ini juga sangat menyakitkannya. Tapi Kai hanya terkekeh pelan.
“lalu bagaimana denganmu? Kau juga menyakiti dirimu sendiri bukan? Sehun menyatakan perasannya padamu dan kau menolaknya begitu saja,” kata Kai membuat wajah Krystal merona merah. “kau tidak mengkhianati Sulli, Krystal Jung, kau dan Sulli sudah jatuh cinta pada Sehun sejak lama, di waktu yang bersamaan, kau tidak bisa memilih jalanmu sendiri dengan menolak Sehun yang jelas-jelas mencintaimu, disini Sehun lah yang berhak memilih, bukan kau ataupun Sulli, dia sudah memilihmu dan kenapa kau menolaknya?”
“aku merasa sangat jahat pada Sulli kalau aku menerima Sehun, dia sahabatku… aku lebih baik mengalah daripada kehilangan dia,” jawab Krystal berusaha menahan air matanya yang akan jatuh.
“kau bisa mengubah takdirmu, Krystal Jung, aku tahu kau pasti sedang ketakutan sekarang bukan? Kau takut Sehun akan menerima Sulli, bukan begitu?” Kai menyeringai. “jika Sehun menerima Sulli, itu artinya dia lebih berengsek daripada aku,”
“apa maksudmu? Sehun bukan orang yang b…” Krystal terlihat marah.
“setelah ditolak olehmu dia akan menerima Sulli? Kurasa Sehun bukanlah orang yang seperti itu, tunggulah apa yang akan dia katakan pada Sulli nanti, lalu temukan takdirmu sendiri Krystal Jung, dan kalau bisa ku perjelas lagi, takdirmu sedang ada disana, duduk di tepi tebing, menunggumu berubah pikiran,” Kai menatap Sehun yang masih terlihat lesu.
Krystal menggigit bibir bawahnya, ia ikut menatap Sehun, jika Sehun mengatakan ‘tidak’ pada Sulli, ia tidak akan membuang kesempatan ini lagi… tidak akan pernah.
“Sehun,”
Sehun menoleh dan mendapati Sulli berdiri di belakangnya, tersenyum lembut. Sehun balas tersenyum lalu meneguk kopi susunya lagi. Sulli duduk disebelahnya berusaha meredam detak jantungnya yang terus berderu seperti drum.
“mengapa belum tidur?” tanya Sehun
“belum mengantuk,” jawab Sulli gugup. Sehun pun hanya membalasnya dengan anggukan. “Sehun, ada yang ingin kuberitahukan padamu,”
“ada apa?” Sehun meneguk kopi susunya lagi.
“aku… aku suka padamu…” ucap Sulli terbata. Dan kata-kata itu langsung membuat Sehun segera menoleh padanya. Ia tidak pernah menyangka bahwa Sulli telah jatuh cinta padanya. Sejak kapan? “aku sudah menyukaimu… sejak lama… aku selalu memerhatikanmu setiap kita bertemu, aku berusaha mengikutimu kemana-mana, aku berusaha menyukai apapun yang kau sukai, dan disini, ditempat yang paling kau sukai ini aku ingin mengatakan bahwa… aku… sangat… mencintaimu…”
Tapi diluar dugaan Sehun hanya tersenyum, Sulli sama sekali tidak bisa menebak arti dibalik senyuman itu. Ada beribu-ribu makna didalamnya. Ia hanya bisa berharap bahwa Sehun memiliki perasaan yang sama dengannya.
“maaf Sulli-ah… kurasa aku tak bisa menjawab pernyataanmu barusan,” kata Sehun dengan nada lembut dan Sulli bisa mendengar sedikit ada nada pahit dalam suaranya meskipun samar. “mungkin ini kedengaran nya kasar, tapi… aku mencintai orang lain, dan orang itu… telah menolakku, aku tidak ingin menjadi pria berengsek yang menerima cinta gadis lain sementara hatiku hanya untuk orang itu, maafkan aku… aku bukanlah pangeran yang ditakdirkan untukmu, kau bisa menemukan pangeran lain yang dengan tulus mencintaimu, peduli padamu dan bisa mengisi hatimu yang kosong dengan cinta yang murni setiap waktu… tapi itu bukan aku… maaf… aku tidak berhak menerimamu,”
Sulli menatap Sehun dengan tatapan kosong, kata-kata itu seharusnya menyakitkan tapi Sehun terlihat tulus dan kata-katanya sama sekali tidak menyakitkan… tapi tetap saja… ada sedikit rasa sesak yang memuncak didadanya. Dan rasa sesak itu lambat laun akan meledak menjadi butiran-butiran bening bernama air mata. Sebisa mungkin Sulli menahan butiran-butiran itu di pelupuk matanya, ia tahu Sehun tidak akan mungkin menerimanya. Tapi setidaknya ia telah menyatakan perasaannya pada pemuda itu. Rasanya sungguh melegakan.
“oh, aku mengerti Sehun-ah,” kata Sulli sambil tersenyum pahit. “tapi… bolehkah aku mengetahui siapa orang itu? Siapa gadis beruntung yang lau cintai setulus itu?”
Sehun tersenyum. “dia… adalah Krystal…”
“sudah kuduga,” Sulli tertawa kecil sambil mengangkat kedua bahunya riang. “aku tak akan pernah bisa mengalahkannya,”
“cinta bukanlah kompetisi Sulli-ah, cinta itu adalah sebuah takdir yang diberikan tuhan, dan takdirmu bukanlah bersamaku, tapi dengan seseorang yang selalu berada didekatmu setiap waktu, melindungimu dan menjagamu dengan sekuat tenaga dan mencintaimu dengan tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam, kau harus menemukannya,”
“lalu…. lalu bagaimana denganmu?” tanya Sulli. Matanya sudah memanas bersiap menumpahkan air mata yang sedari tadi ditahannya mati-matian.
“aku masih menunggu Krystal menemukan takdirnya sendiri, karena takdirku adalal bersamanya,” kata Sehun sambil tersenyum penuh arti. “terima kasih telah menyatakan perasaanmu padaku, dan maaf… Sulli-ah…”
“tidak apa-apa, aku tetap menyukaimu Oh Sehun,” kata Sulli seraya berdiri lalu mengedipkan sebelah matanya pada pemuda yang mungkin akan ia cintai untuk terakhir kalinya itu. Karena setelah ini tidak ada akan ada lagi cinta, tapi hanya sebuah rasa menyukai sebagai seorang sahabat. “sebagai teman tentu saja, kuharap Krystal akan menyadari takdirnya sendiri, bersamamu…”
“terima kasih Sulli-ah…” kata Sehun. “semoga beruntung,”
Sulli berjalan menjauhi Sehun kembali ke tenda. Semua orang sudah menghilang, mereka pasti sudah memiliki kesibukkan masing-masing. Sulli berpapasan dengan Krystal yang hendak menghampiri Sehun. Sulli tersenyum lembut lalu kemudian menghambur memeluk sahabatnya itu. Krystal terdiam sesaat.
“jangan buang kesempatanmu lagi, Krystal-ah… maafkan aku…” bisik Sulli dengan suara bergetar.
“Sulli-ah…” Krystal menggenggam erat tangan Sulli tapi gadis cantik itu mendorongnya lembut agar segera menghampiri Sehun. “mianhae…”
“kwaenchana… pergilah… ia menunggumu…” kata Sulli lembut.
Sulli berbalik arah lagi dan ia menemukan Kai yang sedang bersandar di pohon, kedua tangannya dimasukkan kedalam saku jaket. Mereka saling bertatapan untuk sesaat dan perlahan Kai berjalan mendekatinya. Bibirnya menyunggingkan senyum yang Sulli sendiri sulit untuk jabarkan. Ia membutuhkan senyum itu, senyum yang bisa menghapus kesedihannya sekarang. Tapi senyum itu juga yang membuatnya ingin menangis.
“sudah lega?” tanya Kai halus. Sulli hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. “butuh sebuah dada? Kemarilah,”
Tanpa menunggu lagi Sulli langsung menghambur memeluk Kai erat-erat. Tangisnya pecah didada tegap pemuda tampan itu. Kai hanya diam, tangannya terus membelai rambut halus Sulli dan sesekali menepuk-nepuk punggung gadis itu. Kai menutup mulutnya rapat-rapat ia bukanlah tipe pemuda yang bisa menghibur lewat kata-kata. Sulli butuh menangis, ia harus menangis. Karena ia telah melewati malam yang cukup menyakitkan.
“menangislah sepuasmu, tidak akan ada yang mengganggumu kali ini… termasuk aku…” bisik Kai dengan mata menerawang. “ tapi berjanjilah bahwa ini akan menjadi tangisan terakhirmu… Choi Sulli…”
Sulli mendesah sedih. Ia mengangguk pelan meskipun sangat sulit rasanya menjadikan malam ini sebagai tangisan terakhirnya. Yang ia butuhkan sekarang adalah menangis sepuasanya… dan seseorang yang bisa memeluk dan menenangkannya. Tidak ada yang lain…

***

“Suzy-ah, bisakah… bisakah aku mengatakan sesuatu padamu?”
Baekhyun menundukkan kepalanya malu dan tangannya terus-terusan menggaruk tengkuknya dengan gugup. Mereka sudah berdiri di balik tenda sejak 10 menit yang lalu dan Baekhyun masih bingung ingin mengatakan apa. Suzy sendiri menunggu dengan sabar, Baekhyun adalah pemuda yang baik. Suzy merasa sangat bersalah telah mengabaikannya dan lebih memilih mengejar-ngejar Chanyeol. Tapi ia tahu ia tidak akan bisa jatuh cinta pada pemuda lain selain Chanyeol.
“ada apa Baekhyun-ah?”
“aku… aku suka padamu… aku sangat suka padamu…” akhirnya kata-kata itu keluar dari mulut mungil Baekhyun. “aku sudah menyukaimu sejak SMA, aku tahu kau tak pernah menyadari keberadaanku, tapi aku selalu berharap bisa mendapatkan kesempatan untuk berdekatan denganmu… aku yakin kau pasti sangat terkejut mendengar hal ini tapi aku sama sekali tidak bisa menahan diri untuk tidak memberitahumu bahwa aku sangat-sangat mencintaimu… Baek Suzy…”
Pernyataan itu memang sedikit bergetar tapi cukup jelas di telinga Suzy, Chanyeol yang mendengarkan dari balik pohon hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, Jiyoung yang juga mendengarkan pembicaraan sensitif ini pun hanya bisa terdiam dan menahan rasa sakit didadanya. Biar bagaimana pun juga sekarang semua keputusan ada ditangan Suzy.
“terima kasih karena telah menyatakan perasaanmu padaku Baekhyun-ah,” kata Suzy sambil tersenyum. “tapi… aku tidak bisa menerimamu, aku menyukai orang lain dan aku yakin kau pasti tahu siapa dia kan? Walaupun… ia sama sekali tidak mencintaiku… tapi aku tidak bisa berhenti mencintainya… maafkan aku Baekhyun-ah… kau pemuda yang baik kau pasti bisa menemukan gadis yang lebih baik dariku…”
Chanyeol tersentak kaget. Untuk beberapa saat lidahnya kelu hingga ia tidak mampu berkata apa-apa. ia terlalu kaget. Ternyata Suzy benar-benar tulus mencintainya. Tiba-tiba ia merasakan penyesalan yang begitu dalam terhadap gadis itu. Baekhyun sendiri hanya bisa terpaku mendengar kata-kata Suzy barusan.
“aku mencintai Chanyeol, sangat-sangat mencintai Park Chanyeol, walaupun ia membenciku, walaupun ia sama sekali tidak mempedulikanku, aku cukup senang dan puas hanya dengan melihatnya dari jauh, Baekhyun-ah kuharap kau mengerti… maaf kalau kata-kataku ini menyakitimu…”
“tidak apa-apa Suzy-ah, hmm… kuharap kau akan selalu bahagia… seperti yang selalu kau tunjukkan…” Baekhyun tersenyum pahit lalu membungkukkan tubuhnya dalam-dalam. Ia ingin sendirian sekarang. Dengan canggung dan hati yang teriris Baekhyun berjalan meninggalkan Suzy yang hanya bisa terdiam.
Suzy jatuh terduduk di rerumputan dan menelungkupkan kepalanya ke lututnya seraya menangis tersedu-sedu.
“aku mencintaimu Park Chanyeol… aku sungguh sangat mencintaimu… mengapa kau tidak bisa melihatnya?” tangisnya pedih.

Author’s note:
One more chapter left guys ^^ keep anticipating ^^ love u my readers <333

Iklan

54 pemikiran pada “Finding True Love (Chapter 7)

  1. kasihan suzy….chanyeol nappeun tpi part selanjutnya jgn nappeun ya..

    hunstal bersatu….kailli hampir bersatu..
    tinggal 2 couple lagi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s